Sabtu, 17 April 2010

KH. Nuril Huda: Kita Diserang dari Dua Sisi

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Di saat para da’i dituntut untuk terus memberikan tausiyah moral keagamaan kepada umat, mereka juga harus berhadapan dengan dua model pemahaman keagamaan yang bertolak belakang, yang satu terlalu bebas dan yang satu lagi sangat kaku.

Demikian Ketua Umum Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (PP LDNU) KH. Nuril Huda saat berbicara di hadapan para ketua majelis taklim se-DKI Jakarta di auditorium gedung PBNU, Jakarta, Rabu (26/7).

Para da’i diminta untuk terus memberikan pemahaman keagamaan yang benar, menjadi ummatan wasathon, tidak terlalu ke kiri dan tidak terlalu ke kanan.

KH. Nuril Huda: Kita Diserang dari Dua Sisi (Sumber Gambar : Nu Online)
KH. Nuril Huda: Kita Diserang dari Dua Sisi (Sumber Gambar : Nu Online)

KH. Nuril Huda: Kita Diserang dari Dua Sisi

“Kita sekarang diserang dari dua sisi. Satu dari Barat yang sekuler, bebas, dan hanya mengutamakan akal pikirannya saja. Satu lagi yang berfaham Wahabi, dari Timur Tengah yang terlalu ekstrem. Tentu saja, mereka tidak secara terang-terangan,” kata Kiai Nuril.

Dikatakannya, yang terpenting bagi para da’i adalah mengupayakan persatuan umat, dan tidak mudah dipecah belah. Hal ini mungkin dilakukan jika para da’i mendakwahkan Islam ala ahlussunnah wal jamaah, mengamalkan ajaran nabi dan teladan para pengikutnya, dalam pengertian tidak terpaku pada teks namun masih mengacu kepada teladan para salafus salih yang berusaha menerjemahkan ajaran Nabi.

“Memang ini sulit tapi kita harus tetap bersemangat seperti semangatnya pasukan Perang Badar yang mampu menghancurkan musuh meskipun dalam keadaan puasa dan dalam jumlah yang lebih sedikit,” kata Kiai Nuril sembari bercerita tentang ihwal diciptaannya Sholawat Badar oleh KH. Ali Mansyur dari Tuban, Jawa Timur, pada masa awal-awal kemerdekaan.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Acara silaturrahmi PP LDNU dengan ketua-ketua majelis taklim se-DKI Jakarta itu akan diteruskan dengan istighotsah rutin bulanan di halaman gedung PBNU nanti malam yang dipimpin oleh KH. Hasyim Muzadi dan Habib Muhammad Luthfi bin Ali Yahya. (nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Olahraga Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. KH. Nuril Huda: Kita Diserang dari Dua Sisi di Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock