Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2018

LAZIS NU Terima Dana 100 juta dari Program Hi Low Sholeha

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Upaya LAZIS NU untuk mengembangkan sumber pendanaannya dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) telah menuai hasil. Kerjasama dengan Group Nutrifood melalui program Hi Low Sholeha selama 6 bulan telah menghasilkan dana sekitar 100 juta rupiah.



LAZIS  NU Terima Dana 100 juta dari Program Hi Low Sholeha (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZIS NU Terima Dana 100 juta dari Program Hi Low Sholeha (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZIS NU Terima Dana 100 juta dari Program Hi Low Sholeha

Secara simbolik, dana tersebut diserahkan kepada Ketua LAZIS NU Fathurrahman Rauf oleh Customer Relation Manager PT Nutrifood Indonesia May Pratisto di gedung PBNU, Rabu (6/8).

Fathurrahman menyatakan kegembiraannya atas kerjasama ini sebagai wujud kesadaran dari para muzakki (para pembayar zakat) untuk memenuhi kewajibannya. Ia sepakat dengan pendapat disatu sisi, minat orang beribadah berhaji sangat tinggi sampai-sampai harus antri selama beberapa tahun, namun ketika diminta untuk berzakat, kesadarannya masih rendah, yang antri adalah para mustadafien (orang yang membutuhkan) yang berharap memperoleh sumbangan.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sekretaris LAZISNU Mabroer MS menjelaskan dana yang diperoleh dari Nutrifood dengan motto “Penuhi Panggilanmu, Berbagi Bersamamu” ini akan difokuskan untuk pelayanan masyarakat dalam bidang kesehatan.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Beberapa program pelayanan kesehatan yang akan dilakukan adalah pengobatan gratis di Banten dan Tuban, sunatan massal di Tegal dan Kerawang dan untuk membiayai pembuatan klinik kesehatan bagi mustahik (penerima zakat) di Purwakarta.

”Meskipun ada Gakin, LAZIS masih kewalahan melayani orang yang meminta biaya pengobatan. Di kantor Lazis, kami selalu kedatangan orang yang meminta bantuan kesehatan dan kita tidak bisa menolak. Prinsip kita, menyumbang tidak akan membuat kita miskin. Semaksimal mungkin kita beri, tidak ada yang kita tolak,” tandasnya.

Kebutuhan lain yang sering disampaikan oleh masyarakat kepada LAZISNU adalah mahalnya biasa pendidikan, meskipun saat ini SPP dikatakan sudah gratis, tetapi fakta di lapangan masyarakat masih mengeluhkan mahalnya biaya pendidikan.

”Dukungan dari Nutrifood ini merupakan sebuah amal kebajikan, semoga amal ini bisa meningkatkan kinerja perusahaan,” terangnya.

Perusahaan lain yang sudah bekerjasama dengan LAZIS NU adalah Telkomsel dengan membangun masjid di Nias dan saat ini pemberian mobil pengumpul zakat, dengan koran Seputar Indonesia untuk pemberian beasiswa untuk korban gempa di Bengkulu dan Padang serta dengan sebuah perusahaan kopi, yang menyisihkan 500 perak per sachet-nya untuk kaum mustadafien.

Setiap bulan Ramadhan, LAZIS NU juga membagikan 40.000 paket zakat. Tahun 2007 lalu, zakat tersebut dibagi melalui jaringan NU dari Bali sampai Bengkulu. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Humor Islam, Tokoh Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 24 Februari 2018

PP Muslimat NU Kurban 16 Ekor Sapi dan 2 Ekor Kambing

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Idul Adha 1438 H tahun 2017 ini, Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU) berkurban 16 ekor sapi dan 2 ekor kambing. Jumlah sapi dan kambing tersebut terkumpul atas kontribusi sejumlah pihak.

Ketua II PP Muslimat NU yang juga Ketua Panitia Kurban Idul Adha Hj Nurhayati Said Aqil Siroj menerangkan, kegiatan kurban yang diselenggarakan Muslimat NU dilaksanakan dua tahap.

PP Muslimat NU Kurban 16 Ekor Sapi dan 2 Ekor Kambing (Sumber Gambar : Nu Online)
PP Muslimat NU Kurban 16 Ekor Sapi dan 2 Ekor Kambing (Sumber Gambar : Nu Online)

PP Muslimat NU Kurban 16 Ekor Sapi dan 2 Ekor Kambing

“Pertama dilakukan pada Sabtu (2/9/2017) di Pondok Cabe, Tengerang Selatan. Di sini kita memotong 3 ekor sapi dan 2 kambing,” jelas Nurhayati kepada Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal, Senin (4/9) di Jakarta.

Untuk tahap kedua, lanjut istri Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj ini, Muslimat NU melakukan pemotongan di Kantor PP Muslimat NU Pengadegan, Jakarta Selatan pada Ahad (3/9/2017).

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Di kantor Muslimat kita memotong 13 ekor sapi,” terangnya.

Mekanisme pembagian daging hewan kurban, PP Muslimat NU terlebih dahulu membagikan ribuan kupon kepada warga yang membutuhkan di sekitar kantor Muslimat.

Nurhayati menerangkan, sapi dan kambing tersebut berasal dari keluarga Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa, keluarga Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, keluarga Anna Muawanah, keluarga Bapak Tasrif, ibu-ibu Muslimat NU, dan keluarga besar Kementerian Sosial.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Ini bagian dari komitmen Muslimat NU dari tahun ke tahun untuk menyediakan daging kurban bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Nurhayati.

Ia berharap, semoga hewan kurban di tahun depan makin bertambah banyak sehingga akan lebih banyak lagi masyarakat yang merasakan manfaatnya.

Kegiatan pemotongan hewan dan pembagian daging kurban ini dihadiri oleh seluruh Pengurus Muslimat NU di tingkat pimpinan pusat dengan melibatkan sejumlah pemotong hewan. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Bahtsul Masail, Pesantren, Tokoh Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kamis, 22 Februari 2018

Golput 284.511, PMII Pamekasan Demo KPU

Pamekasan, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Aktivis yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan betul-betul menampakkan taringnya. Karena sangat kecewa terhadap kinerja KPU Pamekasan, mereka meluruk kantor penyelenggara pemilu yang terletak di Jalan Brawijaya itu.

Golput 284.511, PMII Pamekasan Demo KPU (Sumber Gambar : Nu Online)
Golput 284.511, PMII Pamekasan Demo KPU (Sumber Gambar : Nu Online)

Golput 284.511, PMII Pamekasan Demo KPU

Di bawah terik matahari, massa yang dikomandani Ketua Umum PMII Ahmad Sidik itu memadati jalan dari Arek Lancor menuju Kantor KPU Pamekasan di Jalan Brawijaya Nomor 34, pukul 09.30, Kamis (5/9).

Mereka menjadi perhatian tersendiri para pengendara dan masyarakat sepanjang jalan perkotaan. Massa PMII menggunakan aksesoris tak ubahnya perampok, yaitu bertopeng plastik hitam. Plastik yang biasa dijadikan wadah makanan ringan itu, diberi lubang tiga. Letaknya di kedua mata dan hidung untuk nafas.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dikawal ketat oleh aparat kepolisian dari Polres Pamekasan, Didik--panggilan akrab Ahmad Sidik, menegaskan betapa aksesoris yang dikenakannya itu sebagai sindiran terhadap kinerja KPU Pamekasan. 

"Kinerja KPU Pamekasan sangat luar biasa, sangat mengecewakan. Ia terbilang berjasa mempersempit partisipasi pemilih. Buktinya, angka golput Pemilukada Jawa Timur di Pamekasan mencapai 284.511 orang," tegas Adiet, Ketua III PC PMII Pamekasan yang turut menjadi korlap aksi.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ditambahkan Didik, DPT Kabupaten Pamekasan sebanyak 636.342. Yang milih hanya 391.831 orang.

"Dan anehnya, di samping yang golput mencapai ratusan ribu orang, suara yang tidak sah juga mencengangkan. Yaitu mencapai 6.497 orang," ungkapnya.

Fakta tersebut, terangnya, tiada lain karena sosialisasi yang dilakukan KPU Pamekasan sangat tidak digubris oleh masyarakat. KPU ini digaji pakai orang rakyat, katanya, tapi manfaatnya nihil.

Di bawah sengatan matahari, aktivis pergerakan berjibaku dengan aparat kepolisian yang membuat pagar betis di depan Kantor KPU. Didik beserta sahabat-sahabat menghendaki semua komisioner KPU Pamekasan keluar menemui mereka.

Sayangnya, yang keluar hanya komisioner Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih, Didin Sudarman.

"Sebentar, Pak. Saya ingin bertanya: apakah semua komisioner KPU berkenan menemui kami. Kami hanya mau minta pertanggungjawaban pihak KPU atas tercerainya demokrasi di Pamekasan," tanya Didik.

Didin merespon pertanyaan Didik. Pihaknya menegaskan, kedua komisioner KPU lainnya sedang berdinas. Agus Kasiyanto dikatakan sedang ke Surabaya untuk mengurus PAW anggota dewan yang kembali nyaleg dan lompat partai. Sedangkan Nuzzulul Qurnain mengawal pengiriman surat suara hasil pencoblosan ke KPU Jawa Timur.

Penjelasan Didin ini justru memantik rasa gerah para aktivis gerakan. Apalagi, Didin kembali masuk ke dalam halaman Kantor KPU sembari menelpon komisioner lainnya.

Aksi dorong mendorong dengan pihak kepolisian tampak ricuh. Untungnya, ketegangan dengan aparat kepolisian tersebut disikapi dengan sigap oleh Kapolres AKBP Nanang Chadarusman.

"Kita ini sama-sama bertugas. Tolong hormati etika," kata AKBP Nanang Chadarusman. 

Atas upaya mediasi yang dilakukan AKBP Nanang Chadarusman, terjadilah komunikasi aktif antara pimpinan PMII dengan Didin.

"Kami tegaskan kembali, Pemilukada Jawa Timur di Pamekasan terbilang gagal. Saya sendiri waktu pencoblosan mendengar pertanyaan dari pemilih. Ia mempertanyakan mana foto kepala desanya. Dikira pilgub ini pemilihan kepala desa," ungkap Didik. 

Didin menimpali, sosialisasi telah dilakukannya sampai turun ke desa-desa, sampai ke sekolah-sekolah yang muridnya memiliki hak pilih. "Hingga di pengajian-pengajian, kami sudah melakukan sosialisasi," terangnya.

Penjelasan Didin ini dibantah oleh Didik. Menurutnya, itu tidak dilakukan secara merata. Pihaknya mendesak agar kinerja KPU Pamekasan dibenahi ke depannya.

Sebagai pelampiasan kecewa atas kinerja KPU Pamekasan, aktivis PMII membakar ban bekas. Baliho yang dipancangkan di hadapan Kantor KPU pun mereka bakar.

"Baliho-baliho ini hanya tersebar di kota-kota. Sangat tidak memberikan banyak manfaat," kecam massa aksi. (Hairul Anam/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Kajian Islam, Tokoh Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 17 Februari 2018

Pekerjaan Besar Feri dan Ain, Nahkoda Baru IPNU-IPPNU Jawa Tengah

Brebes, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Konferensi Wilayah IPNU XV dan IPPNU XIV Provinsi Jawa Tengah dilaksanakan sejak 11-13 Desember 2016 di Pondok Pesantren Assalafiyah Luwungragi, Bulakamba, Brebes asuhan Rais Syuriyah PBNU KH Subhan Mamun. Forum tertinggi di tingkatan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) se-Jawa Tengah ini dihadiri oleh 35 PC IPNU dan IPPNU.?

Dalam konferensi yang dibuka langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi ini telah menghasilkan estafet kepemimpinan baru yang diharapkan oleh para pelajar NU se-Jawa Tengah menjadi era perubahan ke arah yang lebih baik lagi.

Pekerjaan Besar Feri dan Ain, Nahkoda Baru IPNU-IPPNU Jawa Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pekerjaan Besar Feri dan Ain, Nahkoda Baru IPNU-IPPNU Jawa Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pekerjaan Besar Feri dan Ain, Nahkoda Baru IPNU-IPPNU Jawa Tengah

Sri Nur Ainingsih (Blora) terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PW IPPNU Jawa Tengah menggantikan Umi Saadah pada sidang pemilihan yang dilaksanakan Selasa (13/12) pukul 02.00 WIB dini hari.?

Sementara itu, Sidang Pemilihan IPNU yang dilaksanakan Selasa siang hingga sore memilih Ferial Farkhan Ibnu Akhmad (Brebes) sebagai Ketua PW IPNU Jateng (2016-2019) menggantikan Amir Mustofa Zuhdi. Feri unggul atas perolehan suara dan visi misi tiga tahun kedepan atas Kholid (Kendal).

(Baca: Feri dan Ain Nahkodai Pelajar NU Jateng)?

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sebelumnya, Feri menahkodai PC IPNU Brebes bersama Ade Melly Seftiana (Ketua PC IPPNU Brebes). Kini dengan tanggung jawab barunya bersama Ain, ia mempunyai pekerjaan besar untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kader pelajar NU di Jawa Tengah.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selain itu, tantangan perubahan sosial dan teknologi yang semakin pesat ? di kalangan pelajar juga menjadi persoalan krusial (mendesak) agar pelajar tetap beradab, teguh pada identitas bangsa, dan berwawasan global.

Eva Rosdiana Dewi, Sekretaris Umum PP IPPNU menyampaikan, terpilihnya Sri Nur Ainingsih dengan visi misi yang dibawanya untuk PW IPPNU Jawa tengah semoga dapat membawa IPPNU Jateng lebih baik lagi. Menjadi sosok pemimpin yang amanah, baik dalam keilmuan, gerakan kaderisasi, dan dapat menghasilkan program berkualitas serta bersinergi dengan lembaga-lembaga terkait.

Kedepannya, Ain dan Feri siap mengawal Pelajar NU Jawa Tengah untuk lebih meningkatkan kualitasnya, serta menjadikan mereka sebagai garda depan pengawal Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, benteng moral pelajar, dan menangkal segala bentuk radikalisme. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Ulama, Tokoh Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Rabu, 14 Februari 2018

Buka Kompetisi LSN, Cak Imin: Gus Dur adalah Penggerak Sepakbola Pesantren

Yogyajarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar, membuka secara resmi Liga Santri Nusantara (LSN) Seri Nasional di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin (24/10) malam.

Di depan ribuan santri yang datang dari berbagai pesantren dan 31 perwakilan tim peserta seri nasional, Cak Imin-panggilan akrab Muhaimin Iskandar-mengaku senang dengan penyelenggaraan LSN yang sudah memasuki tahun kedua. Menurutnya LSN bisa menjadi penggerak para santri untuk meraih prestasi, khususnya di bidang sepak bola.

“Ini adalah bukti bahwa santri akan hadir memberikan kontribusi dalam kemajuan sepakbola Indonesia” ucap Cak Imin mengawali sambutannya.

Buka Kompetisi LSN, Cak Imin: Gus Dur adalah Penggerak Sepakbola Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Kompetisi LSN, Cak Imin: Gus Dur adalah Penggerak Sepakbola Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Kompetisi LSN, Cak Imin: Gus Dur adalah Penggerak Sepakbola Pesantren

Cak Imin juga meyakini bahwa liga santri akan menjadi tonggak kebangkitan sepakbola nasional, dan akan ? diperhitungkan dalam kancah sepakbola pada level asian atau bahkan dunia.?

“Liga santri kedua ini cukup cepat kemajuan, perkembangan dan kualitasnya, semoga dengan adanya LSN ini akan semakin maju olaharaga di pesantren serta dapat melahirkan atlet nasional yang bisa mengharumkan Indonesia di mata dunia” tegas pria kelahiran Jombang ini.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Cak Imin juga mengaku terharu melihat diselenggarakannya Liga Santri Nusantara oleh Pemerintah melalui Kemenpora. Kompetisi seperti LSN ini merupakan bentuk kerinduan mendalam dunia santri di sepak bola.

"Kalau Gus Dur masih ada, pasti beliau juga bangga terhadap Liga Santri Nusantara. Karena apa? Karena Gus Dur itu bukan saja pencinta sepak bola, pengamat sepak bola, tapi beliau adalah penggerak sepak bola di pesantren. Kita semua patut mengenang dan berterima kasih kepada Gus Dur," kata Cak Imin yang juga Ketua Umum PKB itu.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Oleh karena itu Muhaimin Iskandar meminta kepada seluruh tim peserta dan panitia penyelenggara untuk semaksimal mungkin menyukseskan seri nasional LSN. "Kita tarik perhatian masyarakat ke penyelenggaraan Seri Nasional LSN di DIY ini. Kita perlihatkan para pesepak bola tangguh dari pesantren seluruh Indonesia," kata Cak Imin.

Pembukaan Seri Nasional Liga Santri Nusantara di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin malam, turut dimeriahkan pertandingan antara PP Daruttaibin Jawa Timur melawan PP Nur Iman Sleman. Pertandingan dimenangkan PP Nur Iman dengan skor 2-1.

Seri Nasional LSN 2016 diawali dengan babak 32 besar, mulai Senin kemarin hingga Selasa hari ini. Sebanyak 31 tim dibagi ke dalam 8 grup. Juara dan peringkat kedua berhak lolos ke babak 16 besar pada Kamis 27 Oktober 2016. (Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pahlawan, Pemurnian Aqidah, Tokoh Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Gus Ipul Optimis Jombang Tuan Rumah Muktamar Ke-33 NU

Jombang, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf optimis Mukatamar NU ke-33 pada tahun 2015 akan digelar di Jombang, Jawa Timur. Menurutnya, usulan Jombang menjadi tuan rumah sudah disepakati PWNU Jatim dan disampaikan kepada PBNU.

Gus Ipul Optimis Jombang Tuan Rumah Muktamar Ke-33 NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Ipul Optimis Jombang Tuan Rumah Muktamar Ke-33 NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Ipul Optimis Jombang Tuan Rumah Muktamar Ke-33 NU

Pria yang akrab disapa Gus Ipul ini mengungkapkan hal itu pada acara tasyakuran penganugerahan gelar pahlawan nasional untuk KH Wahab Chasbullah di Jalan Gus Dur, depan GOR Merdeka, Jombang, Sabtu malam (15/11).

“Sudah saatnya NU kembali ke pendirinya, di Jombang ada tiga tokoh pendiri NU, Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari, KH Wahab Chasbullah, dan KH Bisri Syansuri yang harus dikenal lebih dekat dan diteladani oleh nahdliyin,” lanjut mantan ketua umum GP Ansor dua periode ini.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ia juga mengatakan, empat pesantren besar yang ada di Jombang sudah menyatakan kesiapannya. “Gus Sholah Tebuireng sudah siap, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar, dan Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso juga demikian. Serta pondok-pondok lainnya juga harus siap,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah pagelaran akbar NU ini. Kita siap dan mendukung penuh Jombang jadi tuan rumah Muktamar NU. Bahkan, kita sudah menyiapkan anggaran khusus untuk kegiatan ini, tuturnya tanpa menyebutkan nominal anggarannya. (Romza/Mahbib)

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Warta, Tokoh, Pesantren Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selasa, 13 Februari 2018

Dikukuhkan, IPNU-IPPNU Kriyan Agendakan Ngaji Kitab

Jepara, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan, Jepara, Jawa Tengah, masa khidmah 2015-2017 telah resmi dikukuhkan. Pengurus baru siap bergerak cepat melaksanakan program-program organisasi.

Dikukuhkan, IPNU-IPPNU Kriyan Agendakan Ngaji Kitab (Sumber Gambar : Nu Online)
Dikukuhkan, IPNU-IPPNU Kriyan Agendakan Ngaji Kitab (Sumber Gambar : Nu Online)

Dikukuhkan, IPNU-IPPNU Kriyan Agendakan Ngaji Kitab

"Setelah agenda Pelantikan, PR IPNU-IPPNU Kriyan siap mengadakan upgrading untuk pengurus sekaligus membuat progam organisasi. Namun kami sudah merencanakan untuk bulan September ini, tepatnya malam idul adha akan mengadakan takbir keliling se-Desa Kriyan," ujar Eko Supriyanto, Ketua PR IPNU Kriyan.

Hal senada juga disampaikan Nur Laili Nimah. Ia menyatakan siap melanjutkan progam-progam IPPNU yang sudah terlaksana di periode sebelumnya, seperti kegiatan rutin Yasinan tiap malam Jumat, acara dua mingguan dzikir Ratibul Hadad, serta forum pertemuan pengurus PR IPNU-IPPNU Kriyan.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Dalam periode saya, akan kami tambahkan progam kegiatan, yaitu rutin kajian kitab baik untuk pengurus maupun anggota IPNU IPPNU Kriyan. Ini penting karena untuk bekal dalam kehidupan kita," tambahnya.

Fathurrohman, Ketua PR IPNU periode sebelumnya berharap, agar kepengurusan yang sudah dilantik ini bisa solid, sehingga dapat menjalankan progam yang sudah diagendakan bersama. Ia juga mengharapkan kegiatan yang sudah berjalan baik di periode sebelumnya untuk dilanjutkan dan diperbaiki untuk menjadi lebih baik.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pelantikan berlangsung meriah pada Jumat (4/9) di Gedung NU Ranting Kriyan dan dipandu langsung oleh Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Jepara. (Miqdad Syaroni/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Nasional, Cerita, Tokoh Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Jumat, 09 Februari 2018

Habis Tarawih, Santri Nurul Islam Main Sepakbola Api

Probolinggo, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal - Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan, sejumlah santri yang berada di Pondok Pesantren Nurul Islam Kelurahan Triwung Lor Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo bermain olahraga sepakbola api. Rutininas selama bulan suci Ramadhan ini dilakukan usai shalat Tarawih.

Namun sebelum melakukan olahraga sepakbola api ini, para santri terlebih dahulu diberi wejangan dan ilmu kebal oleh kiai pengasuh supaya tubuh tidak merasakan sakit sedikitpun saat bermain sepakbola api.

Habis Tarawih, Santri Nurul Islam Main Sepakbola Api (Sumber Gambar : Nu Online)
Habis Tarawih, Santri Nurul Islam Main Sepakbola Api (Sumber Gambar : Nu Online)

Habis Tarawih, Santri Nurul Islam Main Sepakbola Api

Olahraga sepak bola ini memang sangat berbeda dengan sepakbola pada umumnya. Selain bola terbuat dari kelapa yang kering direndam dalam minyak tanah, seluruh pemainnya tidak boleh mengenakan sepatu alias bertelanjang kaki saat menendang bola.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Uniknya, meskipun menendang bola api dengan kaki telanjang, para pemain ini tidak merasakan panas atau sakit sedikit pun saat menggiring dan menendang bola api. Bahkan yang mereka rasakan hanya seperti menggiring bola pada umumnya.

Para santri mengaku usai diberi ilmu kebal oleh kiai, mereka tidak merasakan sakit sedikitpun saat menendang bola api, yang mereka rasakan hanya capek berlarian mengejar bola untuk disarangkan ke gawang lawan.

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam Ustadz Mukhlas mengatakan kegiatan semacam ini sudah rutin dilakukan di kalangan pesantren. Selain menguji ilmu kebal juga merupakan hiburan tersendiri dikalangan santri.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Kegiatan ini rutin dilakukan setiap malam selama bulan suci Ramadhan. Semua ini kami lakukan untuk menguji ilmu kebal yang diamalkan oleh para santri,” katanya, Ahad (19/6).

Setelah puas bermain dan melihat sepakbola api, para santri selanjutnya membersihkan diri dan melakukan tadarus Al Qur’an. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal RMI NU, Tokoh, Sunnah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

Jokowi Bakal Hadiri Munas Konbes NU

Mataram, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Presiden Jokowi dan Mantan Presiden Megawati Soekarno Putri beserta puluhan Menteri Kabinet Indonesia Hebat akan menghadiri acara pembukaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Islamic Center, Rabu siang, 23 November 2017.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Panitia Daerah Munas Konbes NU 2017, H Marinah Hardi di Aula PW NTB dalam siaran pers yang disampaikan Kamis (16/11).

Lebih jauh ia mengatakan besar kemungkinan Presiden Jokowi dan rombongan akan bermalam di Mataram, mengingat rangkaian jadwal dan acara Munas dan Konbes NU dimulai sebelum pembukaan seperti pawai taaruf yang akan dilaksanakan tanggal 22 November 2017 yang melibatkan 15 ribu jamaah dan santri NU . 

Jokowi Bakal Hadiri Munas Konbes NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Jokowi Bakal Hadiri Munas Konbes NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Jokowi Bakal Hadiri Munas Konbes NU

Selanjutnya Marinah memaparkan sejumlah rangkaian kegiatan Pra-Munas dan Konbes NU di Mataram yaitu Pasar Rakyat, Lomba Hadrah dan  khitanan massal yang akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Darul Hikmah bekerjasama dengan NU Care-LAZISNU dan Alfamart.

"Kegiatan-kegiatan tersebut berlangsung tanggal 21 hingga 24 November 2017 di lapangan Karang Genteng, Pagutan, Mataram dan Pesantren Darul Hikmah," kata Marinah. 

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Marinah Hardi menambahkan, khitanan massal akan diikuti sedikitnya 50 anak yang masing-masing anak akan mendapat hadiah sepeda sumbangan dari Alfamart.

"Acara ini tujuannya untuk menghidupkan tradisi lama tentang nilai luhur khitanan massal di kalangan masyarakat," kata Marinah Hardi yang didampingi Ketua Panitia Daerah Lalu Winengan . 

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selain itu Marinah juga mengatakan rangkaian acara Pra-Munas dan Konbes NU juga diadakan sosialisasi Peraturan Presiden No 87 tahun 2017 tentang penguatan pendidikan karakter pada tanggal 22 November 2017 di Pesantreb Bagu Lombok Tengah. 

Koordinator kegiatan, M Husni Abidin menyampaikan untuk  kegiatan Pasar Rakyat, Dinas Perdagangan Kota Mataram dan Provinsi NTB akan menjual sembako murah untuk masyarakat sekitar agar bisa menikmati suasana Munas dan Konbes NU.

"Acara ini akan dibuka oleh Walikota Mataram langsung," ujar Husni sembari menunjukkan surat undangan yang ditandatangani langsung oleh Walikota Mataram .

Sementara itu Ketua PW Lakpesdam NU NTB, M. Akbar Jadi (Viken Madrid) dan Koordinator Riset dan Kajian PW Lakpesdam NU NTB, Habibul Umam Taqiuddin mengatakan untuk memeriahkan dan menyukseskan Munas dan Konbes NU di Mataram, pihaknya akan menggelar bedah buku Maha Karya Ulama Nusantara TGH. M. Saleh Hambali (TGH Bengkel).

TGH Bengkel yang hidup antara 1896-1968 yang telah menghasilkan 9 kitab karya diantaranya Talim al shinta bi Ghayat al-Bayan (1354 H), Cempaka Mulia Perhiasan Manusia, Bintang Perniagaan (fiqih) pada 1376 H dan Wasiat Al Musthafa. 

Menurut Habibul Umam Taqiuddin maksud dan tujuan diadakan bedah buku ini untuk mengingatkan generasi muda dan pengurus NU tentang sejarah para kiai dan ulama.

"Menggali intisari dari pemikiran buah karya TGH Saleh Hambali untuk direlevansi dengan kondisi kekinian," ujar Viken Madrid sembari mengatakan acara bedah buku ini akan dilaksanakan tanggal 22 November 2017 jam 09.00 WITA di Aula PWNU NTB. Sejumlah pembicara akan hadir diantaranya Ketua Lakpesdam PBNU Rumadi, H Muttawali, Ari Fadli, Fairuzzabadi, Akhdiansyah, TGH Sohimun Faisal, TGH Achmad Taqiuddin, TGH Khalisusabri.

Koordinator seksi Transportasi, Agus Mulyadi menegaskan untuk memperlancar antar-jemput peserta Munas dan Konbes NU , pihaknya sudah menyiapkan 92 kendaraan dari berbagai tipe dan jenis seperti minibus, bus , SUV.

"Semua kendaraan sudah ready untuk dipergunakan oleh peserta Munas dan Konbes beserta sopirnya selama kegiatan berlangsung," pungkasnya. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Tokoh Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kamis, 01 Februari 2018

Jadwal Pembacaan 1 Miliar Shalawat Nariyah dan Upacara Bendera Hari Santri

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Dalam memperingati hari bersejarah bagi seluruh rakyat Indonesia yaitu Hari Santri, PBNU menginstruksikan kepada seluruh warga NU dan pengurus NU di berbagai tingkatan untuk menggelar 1 miliar shalawat nariyah dan upacara bendera.

Jadwal Pembacaan 1 Miliar Shalawat Nariyah dan Upacara Bendera Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Jadwal Pembacaan 1 Miliar Shalawat Nariyah dan Upacara Bendera Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Jadwal Pembacaan 1 Miliar Shalawat Nariyah dan Upacara Bendera Hari Santri

Untuk pembacaan shalawat nariyah (info pembagian jumlah bacaan silakan klik www.harisantri.id) dilakukan pada Sabtu, 21 Oktober 2017/1 Shafar 1439 H. Adapun waktunya dilaksanakan pada pukul 19.30-22.30 WIB/WITA/WIT.

“Sedangkan upacara bendera dilaksanakan pada 22 Oktober 2017 pada pukul 09.00 WIB/WITA/WIT serentak di sekolah, madrasah, dan pondok pesantren di seluruh Indonesia,” jelas Kiai Said yang juga menjelaskan bahwa tema Hari Santri 2017 yaitu Meneguhkan Peran Santri dalam Bela Negara, Menjaga Pancasila, dan NKRI.

Instruksi tersebut tertuang dalam surat resmi Nomor 1551?C.I.34/10/2017 tentang Instruksi Hari Santri 2017. Pembacaan shalawat nariyah sejumlah 1 miliar juga dilaksanakan pada peringatan hari santri 2016 lalu.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sekretaris Jenderal PBNU HA. Helmy Faishal Zaini menjelaskan, kegiatan pembacaan 1 miliar shalawat nariyah ini dalam rangka pertama, mengharap berkah dan sekaligus memohon pertolongan kepada Allah agar bangsa Indonesia selamat dari ancaman apapun. 

“Ini penting dilakukan agar kita tetap senantiasa hidup damai dan semoga negara ini menjadi apa yang disebut sebagai baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur,” tutur pria kelahiran Cirebon ini.

Kedua, imbuhnya, dalam momentum pembacaan 1 miliar shalawat Nariyah ini, PBNU ingin mengenang dan sekaligus mendoakan para pahlawan yang gugur dan tulus membela kedaulatan tanah air. 

“Jasa mereka, utamanya para ulama, selain harus kita kenang, yang tidak kalah penting adalah harus kita teladani,” tegas Helmy. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Tokoh, Internasional Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Poligami dan Berburu Kebaikan

Ubaid dan Umar merupakan alumni pondok pesantren. Semenjak di pondok keduanya selalu berburu dan bersaing dalam hal kebaikan, terutama di shalat lima waktu. Tapi pada kenyataannya Ubaid selalu kalah dari Umar.

Suatu ketika Ubaid bertanya sama temannya itu. "Kang, kenapa sampean kok datang ke masjid selalu lebih cepat dari saya?”

Poligami dan Berburu Kebaikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Poligami dan Berburu Kebaikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Poligami dan Berburu Kebaikan

"Soalnya istri saya dua. Istri yang pertama membangunkan saya dan istri yang kedua menyiapkan perlengkapan shalat saya," jawab Umar santai.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selang beberapa bulan, Ubaid pun berpoligami. Harapannya bisa seperti Umar. Benar, setelah poligami Ubaid hampir selalu terlihat lebih awal dari Umar berada di masjid.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Kok sampean sekarang bisa mendahului saya datangnya, Kang? Resepnya apa?” Tanya Umar.

"Saya takut pulang ke rumah istri pertama yang marah-marah, jadi saya tiap hari tidur di masjid,” jawab Ubaid. (Ahmad Rosyidi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Tokoh, Budaya, Kiai Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

Petunjuk Al-Qur’an untuk Memperkuat Ukhuwah

Guna tujuan memantapkan ukhuwah atau persaudaraan antar sesama manusia, pertama kali Al-Qur’an menggarisbawahi bahwa perbedaan adalah hukum yang berlaku dalam kehidupan. Selain perbedaan tersebut merupakan kehendak Ilahi, juga demi kelestarian hidup, sekaligus demi mencapai tujuan kehidupan makhluk di bumi.

“Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan. Seandainya Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat, tetapi Allah hendak menguji kamu mengenai pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan.” (QS Al-Ma-idah [5]: 48)

Seandainya Tuhan menghendaki kesatuan pendapat, niscaya diciptakan-Nya manusia tanpa akal budi seperti binatang atau benda-benda tak bernyawa yang tidak memiliki kemampuan memilah dan memilih, karena hanya dengan demikian seluruhnya akan menjadi satu pendapat.

Petunjuk Al-Qur’an untuk Memperkuat Ukhuwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Petunjuk Al-Qur’an untuk Memperkuat Ukhuwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Petunjuk Al-Qur’an untuk Memperkuat Ukhuwah

Dari sini, seorang Muslim dapat memahami adanya pandangan atau bahkan pendapat yang berbeda dengan pandangan agamanya, karena semua itu  tidak mungkin berada di luar kehendak Ilahi. Kalaupun nalarnya tidak dapat memahami kenapa Tuhan berbuat demikian, kenyataan yang diakui Tuhan itu tidak akan menggelisahkan atau mengantarkannya "mati", atau memaksa orang lain secara halus maupun kasar agar menganut pandangan agamanya.

“Sungguh kasihan jika kamu akan membunuh dirimu karena sedih akibat mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Islam).” (QS Al-Kahf [18]: 6)

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang ada di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu akan memaksa semua manusia agar menjadi orang-orang yang beriman?” (QS Yunus [10]: 99)

Ukhuwah dalam praktik

Jika kita mengangkat salah satu ayat dalam bidang ukhuwah, agaknya salah satu ayat surat Al-Hujurat dapat dijadikan landasan pengamalan konsep ukhuwah  Islamiyah. Ayat yang dimaksud adalah, “Sesungguhnya orang-orang Mukmin bersaudara, karena itu lakukanlah ishlah di antara kedua saudaramu.” (QS 49: 10).

Kata ishlah atau shalah yang banyak sekali berulang dalam Al-Qur’an, pada umumnya tidak dikaitkan dengan sikap kejiwaan, melainkan justru digunakan dalam kaitannya dengan perbuatan nyata.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kata ishlah hendaknya tidak hanya dipahami dalam arti mendamaikan antara dua orang (atau lebih) yang berselisih, melainkan harus dipahami sesuai makna semantiknya dengan memperhatikan penggunaan Al-Qur’an terhadapnya.

Puluhan ayat berbicara tentang kewajiban melakukan shalah dan ishlah. Dalam kamus-kamus bahasa Arab, kata shalah diartikan sebagai antonim dari kata fasad (kerusakan), yang juga dapat diartikan sebagai yang bermanfaat. Sedangkan kata islah digunakan oleh Al-Qur’an dalam dua bentuk: Pertama ishlah yang selalu membutuhkan objek; dan kedua adalah shalah yang digunakan sebagai bentuk kata sifat.

Sehingga, shalah dapat diartikan terhimpunnya sejumlah nilai tertentu pada sesuatu agar bermanfaat dan berfungsi dengan baik sesuai dengan tujuan kehadirannya. Apabila pada sesuatu ada satu nilai yang tidak menyertainya hingga tujuan yang dimaksudkan tidak tercapai, maka manusia dituntut untuk menghadirkan nilai tersebut, dan hal yang dilakukannya itu dinamai ishlah.

Jika kita menunjuk hadis, salah satu hadis yang populer di dalam bidang ukhuwah adalah sabda Nabi SAW yang  diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari sahabat Ibnu Umar:

“Seorang Muslim bersaudara dengan Muslim lainnya. Dia tidak menganiaya, tidak pula menyerahkannya (kepada musuh). Barangsiapa yang memenuhi kebutuhan saudaranya, Allah akan memenuhi pula kebutuhannya. Barangsiapa yang melapangkan dan seorang Muslim suatu kesulitan, Allah akan melapangkan baginya satu kesulitan pula dan kesulitan-kesulitan yang dihadapinya di hari kemudian. Barangsiapa yang menutup aib seorang Muslim, Allah akan menutup aibnya di hari kemudian.”

Dari riwayat At-Tirmidzi dari Abu Hurairah, larangan di atas dilengkapi dengan, Dia tidak mengkhianatinya, tidak membohonginya, dan tidak pula meninggalkannya tanpa pertolongan.

Demikian terlihat, betapa ukhuwah Islamiyah mengantarkan manusia mencapai hasil-hasil konkret dalam kehidupannya. Untuk memantapkan ukhuwah Islamiyah, yang dibutuhkan bukan sekadar penjelasan segi-segi persamaan pandangan agama, atau sekadar toleransi mengenai perbedaan pandangan, melainkan yang lebih penting lagi adalah langkah-langkah bersama yang dilaksanakan oleh umat, sehingga seluruh umat merasakan nikmatnya. (Fathoni)

Disunting dari M. Quraish Shihab dalam buku karyanya “Wawasan Al-Qur’an: Tafsir Maudhui atas Pelbagai Persoalan Umat” (Mizan, 2000).

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Tokoh Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

HIPSI Gelar Pasar Rakyat 2013

Brebes, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Kabupaten Brebes Jawa Tengah akan menggelar pasar rakyat. Pasar rakyat HIPSI 2013 rencananya akan digelar pada 10 Oktober di Pesantren Al-Hikmah 2 Benda Sirampog Brebes.

“Pasar Rakyat ini tidak hanya menjual produk saja,” tegas Ketua PW HIPSI Jateng H Moh Imaduddin.

HIPSI Gelar Pasar Rakyat 2013 (Sumber Gambar : Nu Online)
HIPSI Gelar Pasar Rakyat 2013 (Sumber Gambar : Nu Online)

HIPSI Gelar Pasar Rakyat 2013

Tetapi, lanjutnya, juga ada pertemuan-pertemuan khusus dengan para pengusaha berkelas nasional maupun internasional.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

HIPSI juga menggelar Seminar Wirausaha 1000 santri dan pelantikan pengurus baru HIPSI Brebes. Mereka yang akan dilantik antara lain Ketua H Moh Sodikin, Sekretaris Fatkhurojak dan Bendahara Nely Astuti.

Pembina HIPSI Brebes KH Solahudin Masruri (Gus Solah) menandaskan, kalau di Brebes banyak terdapat pesantren, lebih dari 120 pesantren aktif. Untuk jiwa wirausaha, para santri tidak diragukan lagi. Tetapi untuk permodalan memang masih perlu bapak angkat.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Dengan persatuan para anggota HIPSI, saya pandang persatuan ini bisa saling bergandeng tangan dan juga saling berbagi untuk eksistensi santri,” tambah Gus Sholah yang juga pengasuh Pesantren Al Hikmah 2 Benda Sirampog Brebes.

Audiensi anggota dan pengurus HIPSI diterima langsung Bupati Brebes Hj Idza Priyanti didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Brebes Asih Pambudi, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Brebes Herman Ady, Kabag Kesra Setda Brebes Mabruri dan Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Doktor Angkatno.

Bupati menyambut baik rencana HIPSI Brebes yang akan menggelar pasar rakyat. Apalagi Kabupaten Brebes dalam salah satu pilar pembangunannya akan meningkatkan ekonomi kerakyatan antara lain dengan pengembangan UMKM.

“Saya yakin HIPSI bisa berperan serta dalam percepatan pembangunan di sektor ekonomi, sehingga bisa meningkatkan IPM Brebes,” harapnya. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Kajian Sunnah, Tokoh Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selasa, 02 Januari 2018

Buku Fragmen NU Wonosobo Diluncurkan

Wonosobo, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Santri PPs AP Fatanugraha Wonsobo, meluncurkan buku Fragmen NU Wonosobo, Ahad (22/10) pagi di ruang Audio Visual gedung ARPUSDA Wonosobo, Jawa Tengah.

Koordinator pelaksana, Fatiya Sekar Kinanthi sangat mengapresiasi kepada penulis buku Fragmen NU Wonosobo yang telah menulis mengenai Nahdlatul Ulama Wonosobo sehingga generasi muda bisa mengetahui dan paham akan Nahdlatul Ulama masa lalu khususnya di Wonosobo. Ia berpesan, sebagai santri kita harus percaya diri.

Buku Fragmen NU Wonosobo Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Buku Fragmen NU Wonosobo Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Buku Fragmen NU Wonosobo Diluncurkan

“Jayalah negeriku Indonesia, ngaji itu keren!” tukas Fatiya. 

Penulis Fragmen NU Wonosobo, Ahmad Muzan memaparkan buku tersebut berisi masuk dan penyebaran Islam di Wonosobo. Pada bab satu membahas tentang Sayyid Ibrahim bin Ali Ba’abud pendiri Nahdlatul Ulama Wonosobo. 

“Selain itu juga ada Syekh Umar Sutradana, dan Sayyid Abdullah Quthbuddin tokoh pembawa Tarekat Naqsabandiyah pertama kali di tanah Jawa,” tutur Muzan.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Buku tersebut dicetak secara terbatas teruntuk para donatur yang ingin memberikan infak dan sedekah untuk pengembangan pembangunan PPS AP Fatanugraha Wonosobo. 

Di tempat yang sama, juga dilakukan kegiatan menonton bersama film dokumenter Nadlatul Ulama Wonosobo produksi santri PPs Fatanugraha.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kegiatan tersebut sebagai bagian peringatan Hari Santri, setelah pada Sabtu malam, mereka berpartisipasi dalam Pembacaan 1 Milyar Sholawat Nariyah. Peserta juga melakukan  ziarah ke makam pendiri NU di makam keluarga Sayyid Ibrahim Bin Ali ba’abud Longkrang Wonosobo. (Mukhamad Khusni M/Kendi Setiawan) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Tokoh, Pendidikan, Kajian Islam Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

Lesbumi Tasikmalaya Siap Rekam dan Bukukan Syair Ajengan

Tasikmalaya, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal 



Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tasikmalaya berupaya melestarikan syair karya para ajengan (kiai).

Menurut Ketua Lesbumi Tasikmalaya Imam Mudoffar di daerahnya tersebar berbagai syair berbahasa Sunda yang merupakan sarana dakwah yang dilakukan para ajengan.

Lesbumi Tasikmalaya Siap Rekam dan Bukukan Syair Ajengan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lesbumi Tasikmalaya Siap Rekam dan Bukukan Syair Ajengan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lesbumi Tasikmalaya Siap Rekam dan Bukukan Syair Ajengan

Namun, ia menyesalkan, syair-syair itu saat ini mulai tersisihkan dan tidak lagi dikenal anak muda. Lama kelamaan, warisan berharga itu dikhawatirkan akan punah.

“Misalnya syair Gusti Urang Sadayana yang menjadi syair utama di bulan Rabiul Awal dengan isi menceritakan kelahiran dan keturunan Nabi yang dulu sering dinyanyikan dengan ramenya oleh semua kalangan, sekarang hanya orang tua saja di majelis taklim,” jelasnya ketika ditemui di gedung PCNU Tasikmalaya, Senin (11/12).

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Karena itulah, lanjutnya, Lesbumi Kabupaten Tasikmalaya berupaya untuk mengumpulkan dan membukukan syair-syair itu.

“Setelah terbukukan, kami akan rekaman dan akan dibagikan ke pesantren sekolah dan madrasah-madrasah diniyah,”  tambahnya. 

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Lebih lanjut ia menambahkan, saat ini Lesbumi mempunyai program majelis sastra, pembuatan antologi puisi anak muda NU. Program itu telah disampaikan dalam rapat kerja PCNU Kabupaten Tasikmalaya pada Ahad (10/11). (Husni Mubarok/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Anti Hoax, Tokoh, Cerita Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

Fatayat NU Depok Gelar Baksos di Pinggir Kali Ciliwung

Depok, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri, Fatayat NU Kota Depok menggelar bakti sosial. Dalam kesempatan tersebut organisasi ibu-ibu muda NU ini berbagi kebahagiaan bersama dhuafa, anak yatim di warga pinggir sungai Ciliwung, Kampung Gedong, Kemiri Muka. Tema baksos kali ini Indahnya Kebersamaan, Wujud Kepeduliaan bagi Sesama. ?

"Ini bagian dari kepedulian Fatayat NU Kota Depok pada warga pinggir kali Ciliwung. Semoga dengan berbagi kebahagiaan ini, mereka turut berbahagia dalam menyambut datangnya Lebaran," ujar Ketua Fatayat NU Kota Depok Hj. Yuminah (18/6).?

Fatayat NU Depok Gelar Baksos di Pinggir Kali Ciliwung (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Depok Gelar Baksos di Pinggir Kali Ciliwung (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Depok Gelar Baksos di Pinggir Kali Ciliwung

Agenda rutin di bulan suci Ramadhan kali ini difokuskan di daerah sekitar sungai Ciliwung. Pasalnya, banyak anggota masyarakatnya yang perlu mendapat perhatian khusus. Dalam proses baksos tersebut, pihaknya menyambangi warga langsung ke rumahnya masing-masing dengan memasuk gang-gang serta menyusuri ? pinggiran kali Ciliwung.

Ia menjelaskan, paket yang diberikan berupa 50 paket sembako, alat-alat sekolah, dan uang sekedarnya. ?

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Ternyata di tengah kemegahan kota Depok di Jalan Margonda, di belakangnya masih banyak daerah yang perlu sentuhan bersama. Masih kita jumpai rumah yang kurang layak dengan kondisi keluarga yang banyak membuat miris dan sedih melihatnya. Semoga dengan berbagi ini, bisa turut mewarnai kebahagiaan menjelang datangnya hari yang fitri," tandanya.?

Dikatakannya, baksos ini merupakan program yang telah dilakukan setiap bulan Ramadhan di wilayah kecamatan yang ? berbeda-beda setiap tahunnya. Ia mengungkapkan, wilayah yang sudah dilakukan bakti sosial di bulan Ramadhan sebelumnya seperti Kecamatan Sawangan, Cipayung, Pancoran Mas, Beji, dan Limo. Program tersebut sudah dimulai sejak 2009 lalu dengan cara bergilir dan blusukan langsung ke rumah warga.?

Hal ini bertujuan agar Fatayat NU Depok bisa langsung silaturrahim ke rumah-rumah warga tidak dan mampu sebagai wujud kepedulian terhadap sesama. Terlebih lagi, lanjutnya, bisa mngetahui kondisi warga secara langsung.?

Sesepuh RT setempat Edi (80) meski sudah usia lanjut namun tetap gigih dalam ? membantu dan mengayomi warganya. Ia menyampaikan apresiasi atas langkah yang dilakukan oleh Fatayat. "Semoga Fatayat NU Depok bisa banyak memberikan manfaat bagi ? umat, bangsa, dan negara," terangnya.(Aan Humaidi/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Khutbah, Tokoh Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kamis, 14 Desember 2017

Doa ketika Angin Besar

Angin merupakan makhluk Allah Swt yang disebabkan oleh udara yang dingin secara signifikan akibat hujan. Setelah mencapai permukaan tanah, menyebar ke segala arah memproduksi angin kencang.

Angin terbagi menjadi dua, angin kencang kering yang mana angin ini dikaitkan dengan badai dengan hujan sangat sedikit. Sedangkan angin kencang basah diciptakan oleh badai dengan jumlah curah hujan yang tinggi.

Doa ketika Angin Besar (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa ketika Angin Besar (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa ketika Angin Besar

Kita sebagai warga negara Indonesia yang beragama Islam tentu bersyukur memiliki dua angin tersebut, tetapi kadang angin yang kencang membawa bencana. Untuk itu Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita agar selalu berdoa ketika menghadapi angin kencang. Riwayat ini disebutkan dalam kitab Al-Adzkar An-Nawawi halaman 152 sebagai berikut:

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Abu Hurairah RA berkata, ia mendengar Rasulullah Saw bersabda, ‘Angin adalah nikmat dari Allah SWT yang kadang mendatangkan rahmat? dan kadang mendatangkan ujian. Karena itu apabila kalian menyaksikan, maka jangan dicaci maki, tapi perbanyaklah meminta kepada Allah kebaikan dengan adanya angin dan memohon perlindungan kepada-Nya dari angin yang tidak baik."Pada riwayat lain dijelaskan bahwasannya Nabi Muhammad SAW ketika menghadapi angin yang sangat kencang, berdoa sebagai berikut.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

? ? ? ?

Allâhumma laqhan walâ aqaman

Artinya: "Ya Allah, jadikanlah ini sebagai angin ini membawa air (turun hujan) dan tidak membawa malapetaka" . Wallahu a‘lam. (Ahmad Rosyidi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Tokoh, Kajian Sunnah, Amalan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selasa, 12 Desember 2017

Ikatan Sarjana NU Yogya Dilantik

Yogyakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) periode 2013-2018 dilantik di gedung Wanitatama pada Ahad malam (30/06).

Ketua panitia penyelenggara, Yazid Affandi dalam sambutannya melaporkan, bahwa pihaknya mengundang 250 orang yang terdiri dari seluruh pengurus NU dari berbagai tingkatan, banom NU DIY, lembaga NU DIY, Gubernur DIY serta pimpinan dan sekjend PP ISNU.

Ikatan Sarjana NU Yogya Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikatan Sarjana NU Yogya Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikatan Sarjana NU Yogya Dilantik

Dia juga menuturkan bahwa PW ISNU yang akan dilantik berjumlah lebih dari 70 orang beserta berbagai biro di dalamnya. Pihaknya juga berharap agar ISNU menjadi wadah yang tepat untuk berbakti bagi Indonesia.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dalam kesempatan kali ini surat keputusan dan struktur personalia PW ISNU DIY dibacakan oleh Kholiq Syairozi selaku Sekjend PP ISNU. Kemudian para pengurus dilantik lansung oleh ketua PP ISNU, Ali Masykur Musa.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pelantikan dimulai dengan berbagai hiburan hadroh. Kemudian dilanjutkan dengan pembukaan, pembacaan ayat Al-Qur’an dan shalawat Nabi, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars serta himne ISNU.

Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan ketua panitia, prosesi pelatikan, pemberian ucapan selamat oleh tamu undangan kepada pengurus yang baru dilantik, dilanjutkan dengan sambutan dari berbagai kalangan, dan ditutup dengan doa.? ? ?

Redaktur? ? ? ? : Abdullah Alawi

Kontributor : Nur Hasanatul Hafshaniyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Tokoh, Pertandingan, Lomba Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Empat Prinsip Cara Berfikir NU

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. KH Makruf Amin menuturkan terdapat empat hal yang menjadi dasar dalam cara berfikir warga NU yang menjadi ruh ketika NU berdiri dan menentukan sampai ke depan bagaimana NU yang akan datang.



Empat Prinsip Cara Berfikir NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Prinsip Cara Berfikir NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Prinsip Cara Berfikir NU

Empat hal tersebut adalah yaitu pertama fikrah nahdiyyah atau cara berfikir NU, kedua NU bermazhab, ketiga NU menganut prinsip tatowwuriyah atau dinamis, keempat NU berprinsip islahiyyah atau melakukan perbaikan terus-menerus.

Hal ini disampaikan dalam diskusi Kamisan ( 14/10) Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal yang juga dihadiri oleh Prof Dr Machasin, direktur pendidikan Islam dan Muhammad Al Fayyat, anak muda NU.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

 

Kiai Makruf Amin menjelaskan fikrah nahdliyyah merupakan cara berfikir NU dalam memahami nash, mencari prinsip dari nash, mencari dasar hukum dari nash. Saat ini telah berkembang berbagai macam pemikiran, mulai dari radikal, tekstual, liberal dan lainnya yang semuanya menjadi tantangan bagi NU.

“Kalau aswaja menurut NU, selektif, sebab kita tidak mengikuti semua faham aswaja ini dan kita bermazhab. Saya menyebutnya tawassutiyah atau moderat. Kalau kelompok tekstualis ini tanpa penafsiran, kalau kelompok liberal kelewatan dalam penafsiran,” katanya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ciri kedua NU adalah bermazhab karena tanpa mazhab tidak ada frame. “Ini bidah yang paling berbahaya dalam menghancurkan Islam,” tandasnya.  

Mazhabnya pun dibatasi empat, tidak boleh lebih dari empat meskipun ada mazhab lainnya, karena yang lainseperti Sofyan Atsauri, Ibnu Uyainah, Al Auzai tidak memiliki metodologi berfikir yang jelas, hanya pendapat yang parsial.

Aspek ketiga NU adalah, tatowwuriyah atau dinamis. Artinya, kita sekalipun bermazhab, tidak kaku. Seperti diputuskan dalam Munas NU di Lampung tahun 1992 yang menetapkan cara bermazhabnya tak hanya koulan atau tekstual tetapi juga manhajan atau mengikuti metode berfikirnya para imam mazhab tersebut.

"Kebanyakan syariah keluar dari ijtihad. Ada yang sudah diselesaikan oleh ulama dahulu, ada yang belum sehingga harus berani melakukan ijtihad terhadap masalah yang belum dibahas, tetapi bisa juga masalahnya lama tetapi mengalami perubahan seperti yang terjadi pada masalah-masalah muamalah," paparnya.

Dijelaskannya, tradisi kalangan bermazhab juga begitu. Ada pendapat baru yang tidak sama dengan pendapat yang dikemukakan oleh para pendiri mazhab, tetapi meskipun berbeda keputusannya, kalau dilihat dari cara berfikirnya, tak menyalahi metodologi sehingga tetap bisa dipakai sebagai rujukan.

“Mazhab empat sudah terlalu cukup, asal manhaji, bukan kouli atau mengikuti metode berfikirnya, bukan keputusan yang sudah ada. Semua bisa diselesaikan asal kita mau berfikir. Yang penting tidak statis dalam berfikir, tetapi tidak keluar dari frame. Ini cara berfikir,” jelasnya.

Aspek keempat adalah islahiyyah atau selalu melakukan selalu perbaikan. Melakukan pebaikan itu tak cukup hanya dengan wacana diawang-awang atau menulis buku saja, tetapi harus melalui tindakan kongkrit.

“Karena itu, disamping fikrah, ada harakah atau gerakan, yang kita sebut sebagai harakah islahiyyah, akidah yang tak betul dibetulkan, demikian pula perbaikan dalam bidang ibadah, akhlak, muamalah. ekonomi, sosial, budaya, bahkan politik,” tandasnya.

Untuk masalah ekonomi, ia meminta dilakukan pemberdayaan dahulu pada masyarakat, baru pensyariahan. Tak mungkin dilakukan pensyariahan dahulu jika tak ada pemberdayaan karena masyarakat tak berdaya.

Upaya perbaikan juga harus dilakukan secara terus menerus, tak cukup hanya berjalan sebulan saja karena tak akan memiliki dampak jangka penjang. Selain itu, diharapkan mampu membuat perbaikan yang memiliki dampak tinggi. Ia mencontohkan nabi yang dalam 23 tahun mampu merubah masyarakata dari kaum jahiliyah menjadi khaira ummah karena apa yang dilakukan memiliki dampak yang tinggi.

Ketua Dewan Fatwa MUI ini menjelaskan, ia juga membidangi ekonomi syariah di MUI, disitu dilakukan sinergi antara ulama dengan pelaku ekonomi syariah dan regulator. Semua melakukan sinergi sehingga dihasilkan keputusan yang baik karena memperhitungkan semua aspek. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pendidikan, Tokoh, Ahlussunnah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kamis, 30 November 2017

Raja Salman, Penguasa Baru Arab Saudi

Riyadh, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Dikenal sebagai seorang moderat yang memahami tuntutan ulama konservatif, suku yang berkuasa dan populasi muda yang terus meningkat, Raja Salman bin Abdul Aziz akan melanjutkan reformasi sosial dan ekonomi yang dimulai Raja Abdullah, yang mangkat pada Jumat dini hari.

"Menurut saya dia bisa dengan baik menjaga keseimbangan rumit yang harus dia lakukan untuk menggerakkan masyarakat ke depan dengan tetap menghargai tradidi dan cara konservatif," kata Robert Jordan, yang menjadi duta besar Amerika Serikat di Riyadh tahun 2001 sampai 2003.

Raja Salman, Penguasa Baru Arab Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)
Raja Salman, Penguasa Baru Arab Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)

Raja Salman, Penguasa Baru Arab Saudi

Salman mengendalikan salah satu media terbesar di dunia Arab. Dia yakin demokrasi tidak cocok dengan kerajaan konservatif dan mendukung kehati-hatian dalam reformasi sosial dan budaya menurut kawat diplomatik Amerika Serikat tahun 2007 yang disiarkan oleh WikiLeaks.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selama hampir 50 tahun Salman menjabat sebagai gubernur Provinsi Riyadh, satu peran yang melibatkan kerja dekat dengan konservatif tradisional dan teknokrat liberal dalam membangun ibu kota Arab Saudi dari kota gurun kecil menjadi metropolis utama.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ketika kedua kakak, putra mahkota Sultan dan Nayef, wafat, Salman ditunjuk menjadi Menteri Pertahanan pertama dan ahli waris.

Portofolio pertahanan melibatkan penyelenggaraan kementerian dengan pengeluaran terbesar itu, yang melakukan pembelian senjata masif untuk memperkuat ikatan dengan sekutu seperti Amerika Serikat, Inggris dan Prancis.

Dia telah menjadi bagian dari lingkaran dalam keluarga penguasa al-Saud, yang membentuk dan masih mendominasi kerajaan gurun itu bersama dengan ulama selama berpuluh tahun.

Dalam keluarga kerajaan yang menjadikan hak untuk menjaga dua tempat suci umat Islam, Makkah dan Madinah, sebagai landasan, Salman punya reputasi sebagai sosok yang saleh dan berpandangan ke depan.

"Dia pandai, politis, berhubungan dengan basis konservatif tapi juga berpikiran cukup modern," kata bekas diplomat di Riyadh itu dalam wawancara tentang proses suksesi kerajaan dengan kantor berita Reuters.

Gubernur Riyadh

Sebagai gubernur Riyadh dari tahun 1962 sampai 2011, Salman melakukan lebih banyak kerja sama dengan pemerintah asing dibandingkan dengan kebanyakan senior kerajaan.

Peran itu juga memberi dia tanggung jawab untuk menengahi sengketa antar anggota keluarga kerajaan yang bertikai, menempatkan dia di pusat struktur kekuasaan paling penting dalam kerajaan.

Dalam pertemuan dengan duta besar Amerika Serikat pada Maret 2007, kawat yang disiarkan oleh WikiLeaks menyebutkan bahwa Salman mengatakan reformasi sosial dan budaya yang dimulai Raja Abdullah mesti bergerak perlahan karena dikhawatirkan menimbulkan reaksi dari kelompok konservatif.

Dia juga menentang pengenalan demokrasi di kerajaan, menyitir pembagian kawasan dan kesukuan, dan mengatakan kepada duta besar bahwa solusi konflik Palestina-Israel penting untuk stabilitas Timur Tengah.

Jordan mengatakan Pangeran Salman semula tidak mempercayai keikutsertaan warga Saudi dalam serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat tapi sikapnya kemudian berubah setelah melihat bukti kuat bahwa 15 dari 19 pembajak pesawat adalah warga negaranya.

"Dia tidak begitu saja menerima semua yang dikatakan Amerika Serikat, tapi pada waktu yang sama dia memahami pentingnya hubungan, yang melampaui minyak," kata Jordan.

Kekuasaan Kerajaan

Dengan sosok yang kuat dan berjenggot, Salman adalah pangeran yang dikatakan lebih mirip dengan sang ayah, Raja Abdul Aziz Ibn Saud, dibandingkan saudaranya yang lain.

Sebagai salah satu dari apa yang disebut "tujuh Sudairi" - saudara yang lahir dari istri kesayangan Ibn Saud, Hassa bint Ahmed al-Sudairi - Salman telah berada di pusat kekuasaan kerajaan selama puluhan tahun.

Saudara kandungnya dalam keluarga dengan lebih dari 30 saudara tiri itu termasuk mendiang Raja Fahd serta Putra Mahkota Sultan dan Nayef, dan bekas menteri dalam negeri Pangeran Ahmed.

Salman lahir tahun 1936 di Riyadh, yang dulu merupakan kota oasis dengan bangunan batu bata dari lumpur di dalam kerajaan baru yang belum menemukan sumber minyak serta menggantungkan pendapatan dari peziarah yang mengunjungi Makkah dan Madinah, perkebunan kurma dan penggembalaan unta.

Salah satu putranya, Pangeran Sultan bin Salman, menjadi astronot Arab pertama, terbang menggunakan pesawat antariksa Amerika Serikat, Discovery, pada 1985.

Pangeran Sultan sekarang menjadi menteri pariwisata, sementara putra yang lain, Pangeran Abdul Aziz, menjadi wakil menteri perminyakan.

Dalam lima dekadenya memerintah Riyadh dan sekitarnya, Salman mengawasi pembangunan ibu kota dari kota gurun besar menjadi metropolis berpenduduk 4,6 juta jiwa.

Pangeran Salman belajar di "sekolah pangeran" di istana Ibn Saud dari imam Masjidil Haram di Makkah, menandakan pentingnya Ibn Saud melekat pada keyakinan Islam murni, demikian seperti dilansir kantor berita Reuters. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Tokoh, Sejarah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock