Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2018

Menpora: Astaghfirullah, Bendera Indonesia Terbalik di SEA Games Malaysia

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal?



Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrawi menyesalkan kecerobohan Malaysia pada SEA Games 2017 di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Sabtu (19/8). Pasalnya, gambar bendera Indonesia terpampang dengan kondisi terbalik pada buku panduan pelaksanaan pesta olahraga negara-negara di Asia Tenggara itu.?

Menpora: Astaghfirullah, Bendera Indonesia Terbalik di SEA Games Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)
Menpora: Astaghfirullah, Bendera Indonesia Terbalik di SEA Games Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)

Menpora: Astaghfirullah, Bendera Indonesia Terbalik di SEA Games Malaysia

“Pembukaan #SEAgame2017 yg bagus tapi tercederai dg keteledoran fatal yg amat menyakitkan. Bendera kita....Merah Putih. Astaghfirullaah...,” ungkap Imam Nahrawi melalui akun Twitter pribadinya.

Pada twitt tersebut, menteri asal Madura, Jawa Timur itu juga menunjukkan gambar bendera Indonesia yang menjadi putih merah. Kesalah yang terletak di halaman 80 tersebut, hanya bendera Indonesia yang mengalaminya.?

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Malaysia, Khairy Jamaluddin, sebagaimana dilaporkan Okezone.com mengemukakan permintaan maaf atas kejadian memalukan pada pembukaan SEA Games itu.?

“Bapak Imam, kami meminta maaf yang sebesar-besarnya. Sesungguhnya tak ada niat jahat (terbaliknya bendera). Saya merasa kesal dengan kesalahan ini, mohon maaf,” tulis Khairy dalam akun Twitter miliknya, Sabtu (19/8). (Abdullah Alawi)

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Aswaja, Sejarah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Minggu, 18 Februari 2018

Kreatif Buat Aplikasi, Jebolan Pesantren Krapyak Ini Raih 4,2 Miliar

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Zaman terus maju ke depan dan cara menghadapi perkembangan zaman juga harus berubah. Inovasi dalam menghadapi pergeseran tersebut pun mutlak harus dilakukan. Maka, kaidah “memelihara hal-hal lama yang bagus dan mengambil hal-hal baru yang lebih bagus” mesti terus diaktualisasikan.

Kreatif Buat Aplikasi, Jebolan Pesantren Krapyak Ini Raih 4,2 Miliar (Sumber Gambar : Nu Online)
Kreatif Buat Aplikasi, Jebolan Pesantren Krapyak Ini Raih 4,2 Miliar (Sumber Gambar : Nu Online)

Kreatif Buat Aplikasi, Jebolan Pesantren Krapyak Ini Raih 4,2 Miliar

Prinsip itulah yang dipegang Aris Sofyan, santri alumni Pondok Pesantren Al-Munawir Krapyak Yogjakarta. Berkat kegigihannya dalam berkarya, ia mampu masuk ke persaingan di era digital.

Aris membuat konsep aplikasi untuk telepon pintar yang saat ini hampir setiap orang mempunyainya. Dari kreativitasnya, Aris bersama tim nya berhasil memperoleh investasi sebesar 4,2 miliar untuk pengembangan konsep aplikasi yang telah dibuatnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dunia bisnis memang sudah menjadi ketertarikannya sejak kecil meski selama ini ia belum menemukan bisnis yang tepat. “Makin ke sini karena saya juga punya hobi utak-atik komputer, baik itu coding-nya maupun mengikuti perkembangan teknologinya, saya baru tahu kalau startup (perusahaan rintisan) bidang IT itu bisa mendapatkan dana besar dari investor,” ungkap Aris di Jakarta, Sabtu (12/8).

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dari pemahaman itu, ia mencoba membuat konsep startup aplikasi dan kemudian menawarkan kerja sama ke perusahaan-perusahaan di bidang teknologi dan informasi untuk mengembangkan aplikasi tersebut.

Aplikasi yang dibuatnya itu diberi nama Kongkon. Kongkon adalah aplikasi berbasis android yang dibuat untuk melayani segala kebutuhan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Investor melihat bahwa konsep Kongkon ini menarik dan memiliki prospek positif. Dari situlah akhirnya pihak investor mau untuk membiayai pengembangan aplikasi ini.

“InsyaAllah dalam waktu dekat aplikasi layanan Kongkon sudah bisa dinikmati oleh masyarakat,” jelas pria yang sekarang menjadi CEO Kongkon ini.

Dari pengalaman keberhasilan merintis usaha tersebut, Aris yang juga menjabat sebagai Wakil Bendahara Umum PP IPNU ini menginginkan agar semua santri berani bermimpi untuk mengejar apa yang mereka cita-citakan.

“Era sekarang membutuhkan orang yang bisa membaca keadaan dan inovatif. Santri yang terbiasa hidup sederhana dan terkenal sebagai orang yang ulet harus bisa beradaptasi dengan kebutuhan zaman,” terang Aris ?

Menurutnya santri harus melakukan inovsi-inovasi tersebut supaya santri tidak dianggap selalu ketinggalan zaman dan diremehkan orang yang bukan santri.

“Dan yang terpenting, kita harus memperbanyak silaturahmi sebagai budaya kita, karena silaturrahmi melancarkan rezeki,” pungkasnya. (Jefri Samodro/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Kajian Sunnah, Sejarah, Olahraga Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kamis, 15 Februari 2018

Geliat Ekonomi pada Pengajian Tarekat Menjanjikan

Jombang, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Dengan menenteng empat karung plastik berukuran besar, Roshid (25) warga Sumobito Jombang, berjalan mondar mandir di depan puluhan ribu jamaah Thariqah Qadiriyah wan Naqsyabandiyah Rejoso Peterongan, Jombang, Jawa Timur, yang sedang menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Geliat Ekonomi pada Pengajian Tarekat Menjanjikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Geliat Ekonomi pada Pengajian Tarekat Menjanjikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Geliat Ekonomi pada Pengajian Tarekat Menjanjikan

Bersama 10 tetangganya, lelaki lajang ini menjajakan makanan ringan berupa krupuk, kacang goreng, melinjo, dan jipang, Sabtu (31/1) itu. "Setiap ada kegiatan seperti ini saya selalu datang, bersama adik dan beberpa tetangga. Mereka juga sama berjualan seperti saya," ujarnya kepada Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal.

Dalam setiap acara pengajian tarekat semacam ini, Roshid mengaku bisa menjual hingga 20 bal jipang dan juga krupuk. Dan uang yang dikantongi bisa mencapai hingga Rp 500 ribu, " itu termasuk modal, sebesar Rp 300 ribu, keuntungan ini cukup membantu ekonomi keluarga," tambahnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Lulusan Madrasah Ibtidiyah ini bercerita, ia menjadi pedagang asongan sejak kelas 6 madrasah ibtidaiyah. Kalau tidak ada kegiatan dirinya bersama beberapa tetangga berdagang di pasar dan kereta api. "Terkadang di sini (Rejoso Peterongan), kalau Senin sering ke Cukir, Diwek," bebernya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Tidak hanya Roshid, para pedagang dari luar Jombang juga memiliki minat yang sama. Seperti yang ada yang mengomando, mereka berdatangan tiap ada pengajian tarekat yang banyak digelar di pesantren-pesantren. "Saya hanya berjualan tas untuk ibu ibu, " ujar Susiadi (55), pedagang tas asal tanggulangin Sidoarjo.

Dengan harga antara Rp 15 ribu hingga 25 ribu, Susiadi mengatakan bisa menjual antara 20 bahkan lebih tas yang dibawanya. "Biasanya bisa Rp 400 ribu, kalau musim panen bisa lebih hingga Rp 500 ribu pendapatan," imbuhnya.

Dari pantauan di lokasi, puluhan pedagang tampak menjajakan dagangannya, mulai makanan ringan, tas, kipas bambu, hingga tikar plastik yang banyak diminati jamaah tarekat sebagai alas untuk mengikuti wirid dan doa. Mereka bersila di sepanjang jalan menuju kawasan masjid pesantren Darul Ulum Peterongan.

Puluhan pedagang makanan dadakan, atau pedagang kaki lima tidak kalah banyak. Puluhan pedagang makan siap saji ini terlihat memenuhi jalan, sehingga jalur menuju lokasi digelarnya kegiatan tarekat pimpinan KH Dhimyati Romly nyaris macet, dan harus ditempuh dengan merayap. "Putaran ekonomi di jamaah tarekat potensinya sangat besar, kalau dihitung bisa ratusan juga setiap ada kegiatan," ujar Agus Mahfudzin, salah satu Dosen Unipdu.

Hal ini lanjut dosen muda ini menambahkan, ribuan jamaah yang datang dari berbagai daerah di Jawa Timur bahkan luar Jatim dengan menggunakan kendaraan serta kebutuhan makanan? yang dibutuhkan. "Besarnya putaran eknomi bisa dilihat mulai dari sewan kendaraan oleh rombongan, belum makanan yang dibutuhkan saat mengikuti kegiatan serta peralatan seperti tikar sebagai alas dan lainnya," pungkas Agus yang juga sekretaris PC ISNU Jombang ini.

Seperti diketahui, jumlah jamaah atau pengikut Thariqat Qadiriyah wan Naqsyabandiyah Rejoso Peterongan Jombang mencapai ratusan ribu. Mereka datang dari berbagai daerah. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Sejarah, Nasional, Bahtsul Masail Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Rabu, 07 Februari 2018

Memahami Histori dan Metode Pemikiran Syaikh Siti Jenar

Judul: ? Pengakuan-Pengakuan Syaikh Siti Jenar

Penulis : Argawi Kandito

Penerbit/Distributor: Pustaka Pesantren

Pencetak: PT LKiS Printing Cemerlang

Memahami Histori dan Metode Pemikiran Syaikh Siti Jenar (Sumber Gambar : Nu Online)
Memahami Histori dan Metode Pemikiran Syaikh Siti Jenar (Sumber Gambar : Nu Online)

Memahami Histori dan Metode Pemikiran Syaikh Siti Jenar

Terbitan: I, 2011

Tebal: 200 Halaman 12 x 18 cm

Peresensi: Junaidi*

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Karena metode “berlayar di permukaan” itu mereka menikamku di depan santri-santriku”. Itu segelintir ucapan Syaikh Siti Jenar. Sedangkan para wali yang lainnya memakai metode “menyelam di dalam laut”. Sehingga pemahaman masyarakat berbeda antara satu dengan yang lainnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Nama kecil Syaikh Siti Jenar adalah Abdul Hasan bin Abdul Ibrahim bin Ismail (Hal. 18). Sosok Siti Jenar menjadi buah bibir di kalangan masyarakat Jawa, bahkan misteri kematian dan pemikirannya dikenal di berbagai penjuru di negeri ini. Ada yang mengatakan bahwa ajaran Siti Jenar menyesatkan bagi kehidupan masyarakat Jawa, sehingga beliau dibunuh oleh para wali yang lainnya. Misteri kematian Syaikh Siti Jenar tidak kunjung selesai sampai pada dari mulut ke mulut masyarakat Jawa saja. Akan tetapi meluas di lingkungan keagamaan di nusantara ini.

Pada umumnya masyarakat mengenal Syaikh Siti Jenar berkaitan dengan tiga hal; wali yang sakti, wali yang mengaku sebagai Tuhan, dan wali yang berasal dari cacing merah. Dari ketiga hal ini, cerita yang ketiga (yang berasal dari cacing merah) paling bersifat kontradiktif. Sebab, apa mungkin gen cacing merah bisa menjadi sosok manusia hanya karena sabda seorang wali?

Bahkan dari nama syaikh Siti Jenar ada dua versi: Pertama, nama itu karena disesuaikan dengan pakaian yang sering dipakai dalam kesehariannya yaitu gamis warna mirah tanah. Syaikh Maulana Maghribi menyapa Abdul Hasan dengan sebutan Si Lemah Bang (sesuai dengan pakaian merah tanah yang digunakannya). Karena pada waktu itu Abdul Hasan juga memakai Iqal yang mayoritas digunakan oleh para wali, maka sebutan tadi pun mengembang dengan sebutan “Syaikh” di depannya. Menjadi terkenallah Abdul Hasan dengan sebutan “Syaikh Lemah Bang”. Kemudian Raden Pati Unus yang hadir di perkumpulan wali itu memperhalus sebutan “Syaikh Lemah Bang” dengan boso kromo menjadi “Syaikh Siti Jenar”. Mulai saat itu, sebutan Syaikh Siti Jenar mulai terkenal (Hal. 42).

Kedua, konon katanya ada seorang wali yang sedang melakukan wejangan pada seorang santrinya di atas perahu. Ketika itu, mereka mengetahui bahwa ada lubang di perahunya sehingga ada rembesan air ayng masuk ke dalam perahunya. Kemudian mereka menambal dengan tanah lumpur, dengan tidak disadari oleh mereka, di lumpur tadi ada cacing merah yang menempel. Mereka melanjutkan wejangannya setelah dirasa aman. Tiba-tiba sang wali terhenyak karena merasa ada gangguan, seperti ada orang yang datang. Namun, dalam pandangan mata mereka tidak ada orang selain mereka berdua. Setelah melakukan pencarian melalui pengaktifan mata batin, sang wali menemukan sumber gangguan itu berasal dari cacing merah yang menempel di lumpur tadi.

Cacing tadi diminta oleh sang wali untuk menampakkan diri dalam wujud manusia. Maka cacing itu menampakkan diri dalam wujud manusia. Setelah itu sang wali bertanya kepada tentang apa yang diketahui dari pertemuan sang wali dengan santrinya. Ia mengaku tahu apa yang dilakukan oleh mereka berdua di atas perhunya. Mendengar ucapan manusia jelmaan cacing tadi sang wali lantas mengaku sebagai mruidnya yang tingkatannya sama dengan santrinya tadi. Sang wali kemudian memberinya nama dengan sebutan Siti Jenar, artinya manusia yang berasal dari cacing merah (Hal. 83).

Begitulah kisah tentang keberadaan Syaikh Siti Jenar. Namun, Argawi tidak hanya mengulas akan hal itu saja. Akan tetapi berbagai pemikiran keislaman Syaikh Siti Jenar yang ada kontroversi dengan para wali yang lain juga dipaparkan dengan lugas dan jelas. Sehingga kita sebagai pembaca mudah untuk memahami histori Syaikh Siti Jenar yang menjadi perbincangan masyarakat secara turun temurun.

Buku ini ditulis berdasarkan kontak langsung antara Argawi Kandito (penulis) dengan Syaikh Siti Jenar di alamnya sekarang. Dia mengklarifikasi apa pun yang dilakukannya selama hidup di dunia. Beberapa informasi awal yang dipahami masyarakat dijadikan kata kunci untuk melakukan klarafikasi olehnya. Hasil dari klarafikasi itulah yang ditulis oleh Argawi Kandito.

Secara garis besar buku ini mengisahkan masa kecil syaikh Siti Jenar, masa remajanya, masa menuntut ilmu, bagaimana ia meramu ajarannya, pokok-pokok ajaran dan pemikrannya, kendala-kendala yang dihadapi dalam kehidupannya hingga kematiannya. Data klarafikasi yang berasal dari pengakuan-pengakuannya kemudian dideskripsikan olehnya agar mudah dipahami oleh para pembaca.

Gaya penulisan buku ini sedikit berbeda denga buku-buku yang lainnya. Dalam buku ini pembahasannya berbentuk deskriptif. Meskipun demikian, teknik pengambilan data sama saja yakni melalui perjumpaan dengan nara sumber di alamnya secara kontak batin. Demikian pula, dan tujuannya pun sama yakni ingin berbagi informasi dari perjalanan spiritual yang dilakukan oleh penulis.

* Penulis adalah mahasiswa jurusan Sastra Inggris fakultas Adab sekaligus jurnalis pada Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Solidaritas IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Tegal, Sejarah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

Begini Suasana Lebaran di Italia

Roma, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal?

Bertugas di negara yang mayoritas penduduknya Katolik menjadikan pengalaman berbeda. Lebaran di sini tentu saja tidak seramai di Indonesia. jumlah Muslim Indonesia di Italia masih bisa dihitung dengan jari. Setiap ada momen kumpul-kumpul seperti buka bersama, festival budaya, hari-hari libur nasional, dan lebaran menjadi obat kangen terhadap kampung halaman Indonesia.?

Semua diaspora yang terdiri dari pekerja, mahasiswa, dan native Italia yang menikah dengan orang Indonesia akan berdatangan ke tempat-tempat acara. Biasanya wisma KBRI di Via Campania, 55, 00187 Roma menjadi tempat acara bagi yang tinggal di Roma dan sekitarnya termasuk Vatikan.?

Begini Suasana Lebaran di Italia (Sumber Gambar : Nu Online)
Begini Suasana Lebaran di Italia (Sumber Gambar : Nu Online)

Begini Suasana Lebaran di Italia

Bagi masyarakat Indonesia di Milan, biasanya menyewa gedung pertemuan di Circolo Sempre Avanti, Via Bertola da Novate, 11, Novate Milanese, seperti acara buka bersama pertengahan Ramadhan lalu.?

Keharmonisan antarpemeluk agama di sini sangat terjaga. Masyarakat Indonesia di Italia sudah seperti saudara, mereka baik dan saling menghargai. Ketika ada suatu acara, maka semua akan bahu membahu membantu demi kesuksesan acara tersebut. Ada yang membawa makanan yang dibuatnya. Maka tidak heran menu makanan sayur asem lengkap dengan melinjonya pun ada di sini.?

“Melinjo beli di Indonesia langsung 3 kilogram, dititipkan kepada orang yang pulang ke Indonesia,” cerita Irwanda, Staff lokal KBRI di Roma.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Persiapan lebaran bagi orang-orang Indonesia di Italia tidak jauh berbeda dengan masyarakat Indonesia umumnya. Baju baru, ketupat, opor ayam, juga ada di sini. Open house di KBRI pun sudah disiapkan dengan hidangan pembuka bakso. Di rumah-rumah sudah disiapkan pula seperti somay buatan sendiri. Tentang kuliner, jangan khwtir. Orang indonesia sudah jagonya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Masalahnya adalah di Italia tidak ada libur Idul fitri, sehingga di saat yang berbahagia ini, masyarakat Indonesia yang bekerja pun tetap harus masuk.

“Termasuk juga para diplomat, tidak boleh ada yang pulang ke Indonesia kecuali ada izin dari Kementrian Luar Negeri di Indonesia atau panggilan resmi dari instansi pemerintah,” kata Kolonel Bambang Dharmawan. Ia diplomat dari TNI Angkatan Laut. Selain untuk KBRI Italia yang meliputi Cyprus, Malta, San Marino, ia juga bertugas untuk KBRI Yunani. Tugas untuk tiga tahun, dan tidak boleh pulang jika tidak ada undangan atau panggilan tugas dari panglima.

Para diplomat biasanya memang bertugas selama tiga tahun di tempat penugasan. Mereka dibolehkan membawa anggota keluarga. Anak-anak yang dibawa biasanya mudah sekali beradaptasi dengan bahasa Italia. Hanya 3,5 bulan sudah lancar bahasa Italia. Anak-anak itu bergaul dengan teman-teman Italia di sekolah.

Kalau ada yang berbeda dari persiapan lebaran di Italia dengan di Indonesia, adalah bahwa di Italia kurang ramai saja. Di sini tidak ada misalnya bunyi petasan jangwhe yang meluncur ke atas seperti kebanyakan di Indonesia.?

Pada hari Jumat (23/6), digelar acara buka puasa bersama di kota suci Vatikan. Duta Besar Republik Indonesia untuk tahta suci Vatikan, Agus Sriyono mengatakan senang sekali melihat kebersamaan dan gotong royong masyarakat dalam mengisi akhir-akhir bulan Ramadhan. Keputusan Idul Fitri di Vatikan menunggu kepastian dan pengumuman resmi dari masjid Islamic Centre Roma setelah sidang penglihatan hilal.

Seperti di Indonesia, sebagai bentuk taat pada pemerintah, Idul Fitri menunggu juga keputusan Kementrian Agama, setelah dilakukan sidang isbat.?

Semoga puasa Ramadhan sebulan penuh yang kita lakukan mendapat ridla dari Allah SWT. Sehingga pasca berpuasa, ibadah yaang kita lakukan menjadi bertambah dan istikamah. Minal aidin wal faizin, Mohon maaf lahir batin. Selamat lebaran. Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1438 H, diucapkan dari Roma-Italia. (H Khumaini Rosadi, anggota Tim Inti Dai dan Media Internasional (TIDIM) LDNU, dan Dai Ambassador Cordofa 2017 dengan penugasan ke Roma, Italia)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pertandingan, Kiai, Sejarah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 22 Januari 2018

Hari Ini, Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung PWNU DKI Jakarta

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi DKI Jakarta mengadakan istighotsah, Ahad (13/8). Setelah istighotsah puluhan nahdliyin ini mengikuti upacara peletakan batu pertama pembangunan kantor PWNU DKI Jakarta di Jalan Utan Kayu Raya Nomor 112 Jakarta.

Rais Syuriyah PWNU DKI Jakarta KH Mahfudz Asirun mengatakan, pilihan hari Ahad adalah sesuai dengan penciptaan gunung oleh Allah SWT dengan harapan nantinya agar PWNU Jakarta akan kokoh seperti gunung.

Hari Ini, Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung PWNU DKI Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Ini, Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung PWNU DKI Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Ini, Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung PWNU DKI Jakarta

Turut hadir dalam acara itu Ketua PBNU H Eman Suryaman, Ketua PWNU DKI Jakarta H Saefullah yang Sekda DKI Jakarta, pengurus harian syuriyah dan tanfidziyah, serta perwakilan dari banom dan lembaga di lingkungan PWNU DKI Jakarta.

Saefullah menyampaikan agar pembangunan nanti dapat lebih bermanfaat khususnya bagi warga NU di Jakarta, maupun secara umum bagi masyarakat Jakarta.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ia berpesan kepada hadirin agar membantu dengan doa, terutama agar cita-citanya selanjutnya yaitu akan menggunakan tanah di sekitar Kuningan, Jakarta Selatan untuk pengembangan ekonomi dan pendidikan bagi Nahdlatul Ulama.

"Kita berharap apapun yang kita perbuat kali ini, semoga bisa bermanfaat untuk umat sekaligus dalam rangka ikut perintah PBNU dalam upaya mengembangkan potensi ekonomi dan pendidikan warga NU," ujar Saefullah.

Hadir dalam acara ini KHMahfudz Asirun, KH Ibrahim Karim, KH Ibnu Abidin, KH Shodiqin Maqsudi, KH Syaroni Hadi, KH Lukmanul Hakim, para kiai dan pengurus NU lainnya. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Berita, Sejarah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selasa, 09 Januari 2018

Sekjen: Malam ini Indonesia Akan Diguyur 1 Miliar Shalawat Nariyah

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Tanggal 21 Oktober 2016 menjadi hari yang bersejarah. Untuk pertama kalinya, Shalawat Nariyah akan dibacakan secara kolosal mulai dari Sabang sampai Merauke. Pembacaan Shalawat Nariyah tersebut akan serentak dilaksanakan pukul 19.00 Wib.

Saat dikonfimasi, Sekjen HA Helmy Faishal Zaini menjelaskan bahwa PBNU berinisiatif untuk menghelat hajatan besar ini guna ingin mengharap berkah dari pembacaan Shalawat Nariyah. Lebih jauh pria kelahiran Cirebon ini mengatakan bahwa di tengah kondisi yang silang sengkarut dan ancaman krisis yang di depan mata seperti saat ini, potensi konflik horizontal sangat besar. Oleh karena itu, PBNU berinisiatif untuk menghelat pembacaan 1 Miliar Sholawat Nariyah untuk keselamatan bangsa.

Sekjen: Malam ini Indonesia Akan Diguyur 1 Miliar Shalawat Nariyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekjen: Malam ini Indonesia Akan Diguyur 1 Miliar Shalawat Nariyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekjen: Malam ini Indonesia Akan Diguyur 1 Miliar Shalawat Nariyah

“Kondisi yang serba susah seperti saat ini, menurut hemat kami, akan semakin memicu masyarakat untuk bertindak emosional. Ekonomi yang sulit, sangat mungkin memicu masyarakat untuk berbuat tindakan emosial bahkan irasional. Maka dari itu 1 Miliar Sholawat Nariah ini kami maksudkan terutama untuk mengharapkan keberkahan dan semoga bangsa Indonesia bias selamat dari segala macam bentuk ancaman dan pertikaian,” jelas Helmy. (Fariz Alniezar)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Sejarah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

GP Ansor dan Baznas Tangerang Santuni 102 Mualaf

Tangerang, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Gerakan Pemuda Ansor dan Baznas Tangerang menggelar acara Santunan Mualaf yang diselenggarakan di Sekretariat GP Ansor Kabupaten Tangerang pada Ahad (11/6). Kegiatan ini mengambil tema Berbagi di Bulan Suci, Menggapai Ridho Ilahi.

Ketua GP Ansor Kabupaten Tangerang Khoirun Huda menjelaskan bahwa kegiatan ini rutin dilakukan setiap bulan Ramadhan. "Ini bentuk pangabdian kita terhadap masyarakat sekaligus bukti kepedulian kita terhadap kaum mualaf," ucapnya.

GP Ansor dan Baznas Tangerang Santuni 102 Mualaf (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor dan Baznas Tangerang Santuni 102 Mualaf (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor dan Baznas Tangerang Santuni 102 Mualaf

Menurutnya, para mualaf dan mualafah tersebut datang dari berbagai daerah di Kabupaten Tangerang.?

"Data mualaf tersebut kami peroleh dari jejaring Banser dan Muslimat yang ada di masing-masing wilayah. Ada 102 mualaf yang kami santuni," tambahnya.

Ketua Baznas Kabupaten Tangerang KH Afif Afifi menjelaskan bahwa pihaknya secara rutin menyalurkan zakat, infaq, sedekah yang terhimpun di Basnas kepada masyarakat yang memang memiliki hak atas ZIS tersebut.?

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Santunan mualaf ini adalah bagian upaya penyaluran dan pendistribusian zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat yang diserahkan kepada Baznas," tuturnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ia juga berharap ke depan semakin tumbuh kesadaran masyarakat untuk mempercayakan zakat, infak, dan sedekah kepada Baznas.

"jika kesadaran masyarakat untuk membayar zakat ini tinggi maka Baznas sebagai lembaga akan mendapatkan akumulasi dana yang besar sehingga ikhtiar kita untuk selalu ingin membantu sesama juga akan semakin besar dan maksimal."

Sementara ketua panitia Anwari menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang digagas oleh keluarga besar NU, Basnas dan juga oleh Forum Pemuda Lintas Agama (FPLA).?

"Ini upaya kita membangun kebersamaan antarlembaga melalui program-program nyata bagi masyarakat."

Kegiatan ini juga dirangkai dengan pembagian seribu ? takjil, buka puasa bersama kader-kader Ansor Banser dan FPLA se-Kabupaten Tangerang.

Anwari juga mengatakan kegiatan membagi-bagikan takjil ini dilakukan untuk mempermudah warga dan para pengendara kendaraan motor yang hendak berbuka puasa.

"Kami menyiapkan seribu takjil untuk buka puasa warga yang melintas di depan Sekretariat Ansor." Red: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal IMNU, Sejarah, Kiai Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selasa, 02 Januari 2018

Haul, Tradisi Baik yang Harus Dijaga

Cipete, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menghadiri peringatan Isra Miraj sekaligus Haul Habib Syekh Abu Bakar ? Salim dan Haul Masyayikh (ulama) yang diselenggarakan oleh Majelis Taklim Raudhotul Jannah, Cipete, Sabtu (14/05) malam.?

Menurutnya, haul adalah satu dari sekian banyak tradisi warisan para pendahulu, ulama, kiai, umara, dan pendiri bangsa yang harus dijaga dan dirawat oleh generasi sekarang dengan baik.

Haul, Tradisi Baik yang Harus Dijaga (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul, Tradisi Baik yang Harus Dijaga (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul, Tradisi Baik yang Harus Dijaga

“Kita dituntut untuk menjaga dan merawat warisan pendahulu yang baik-baik. Bahkan (kita) seharusnya memberikan kreasi, inovasi yang baru sesuai kondisi masyarakat,” kata Menag seperti dilansir oleh laman kemenag.go.id.?

Peringatan Isra Miraj dan Haul ini dihadiri oleh ratusan umat Muslim di wilayah Cipete dan sekitarnya. Haul merupakan tradisi peringatan tahunan atas wafatnya seorang tokoh. Selain Habib Syekh, para masyayikh yang peringati haulnya adalah ? KH Muhammad Naim, KH Halim, KH Idris Kamali, KH Kholid, KH Saifuddin Zuhri, KH Raisin, KH Adris Kaisar, KH Abdurrahman Said, KH Ahmad Falaq Ibrahim, KH Mukri Azhari, KH M Thohir, KH Muhiddin Naim, KH Musyaffa, Hb Muchsin Mohdar BSA, dan KH Halwani Hasbulloh.

Menag yang hadir berseragam putih menyampaikan, tradisi haul selain mendoakan guru, ulama, kiai, dan para pendahulu, juga untuk mengambil teladan yang mereka tinggalkan. Menurutnya, masyarakat Indonesia patut bersyukur, karena telah mendapat waris pemahaman keislaman yang menjunjung tinggi para leluhur dan warisan lainnya yang sangat baik.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Menag berharap warisan itu menjadikan bekal dalam menghadapi tantangan hidup yang semakin kompleks dan keras. Saat ini, ? tekanan hidup semakin tinggi, beban hidup semakin kompleks, hingga menjadikan orang mudah stres. Ruang gerak semakin sempit, menjadikan kompetisi semakin keras, bukan hanya sesama kampung, tapi antar negara. Akibatnya, ? orang semakin sensitif dan reaktif dalam kehidupannya.

Kalau dulu ? masyarakat Indonesia dikenal lembut, ? pemaaf, penyabar, dan santun, belakangan sebagian menjadi ? reaktif, ? emosional, dan mudah tersulut emosinya. Tindak kriminal meningkat, praktek miras, pornografi dan pornoaksi, serta penyalahgunaan narkoba kerap terjadi.?

“Ini tantangan kekinian kita, yang tidak dialami pedahulu kita, sekarang kita mengalami yang lebih kompleks,” tandas Menag.

Menag menegaskan, bahwa Kementerian Agama sudah merancang program pembinaan, penguatan dan pengawasan, dari unit komunitas terkecil, yakni kelurga.?

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Persoalan di masyarakat bisa dikendalikan jika ketahanan keluarga berjalan dengan baik,” katanya.

Untuk itu, Menag mengimbau jamaah Majlis Taklim Raudhotul Jannah dapat berperan aktif meningkatkan faham keagamaan keluarga dan ? anak-anak.?

“Mari kita jaga tradisi haul yang baik ini, untuk baiknya bangsa Indonesia ke depan,” ajak Menag.

Sebelumnya, Habib Jindan Bin Noufal yang dinobatkan sebagai penceramah menyampaikan bahwa orang-orang yang berilmu itu selayaknya menyampaikan pengetahuannya kepada masyarakat. Sebab, ilmu yang sejalan dengan pengamalan, dipraktekkan, lalu disampaikan kepada masyarakat diharapkan akan menambah kemaslahatan ummat. Red Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Syariah, Sejarah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 01 Januari 2018

Menpera Kembangkan Rusunawa Pesantren

Jombang, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Saat ini ada empat rusunawa (rumah susun mahasiswa) yang telah terbangun di kabupaten Jombang Jawa Timur. Diantaranya di kampus Universitas Hasyim Asy’ari (dulunya Ikaha) yang telah dibangun pada 2007 (21M2/98 unit, 1TB,4 lantai). Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas tahun 2012 (1TB,2 lantai). Pesantren Al-Hikmah, Tambakberas tahun 2013 (1TB, 3 lantai) dan pesantren Al-Urwatul Wutsqo tahun 2013 (1TB, 3 lantai). 

Demikian disampaikan oleh Hj Mundjidah Wahab saat mendampingi Menteri Perumahan Rakyat RI, H Djan Faridz dalam kunjungan kerjanya di Pesantren Tebuireng, sekaligus menutup rapat kerja dan koordinasi wilayah Pimpinan Wilayah Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdatul Ulama Jawa Timur (29/12) siang.

Menpera Kembangkan Rusunawa Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Menpera Kembangkan Rusunawa Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Menpera Kembangkan Rusunawa Pesantren

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Jombang saya menyampaikan ucapan terima kasih atas program yang digulirkan oleh Kemenpera di kabupaten Jombang, baik program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) bedah rumah/MCK maupun rusunawa,” tutur Hj Mundjidah Wahab.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Disampaikan oleh Menpera RI, H Djan Faridz bahwa tujuan pembangunan rusunawa adalah untuk turut mendukung program pengurangan kemiskinan melalui implementasi Mmaster Plan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI) serta menyediakan prasarana pondokan yang layak huni untuk mendukung kegiatan pendidikan dan keagamaan di pesantren. Disamping mewujudkan lingkungan hunian secara terpadu menuju lingkungan hunian yang layak dan berkelanjutan.

“Seperti kita tahu bahwa kondisi umum hunian santri yang ada banyak yang tidak layak huni. Kondisinya sesak, kotor, fasilitas istirahat yang tidak sehat, seadanya, MCK terbatas dan sangat memprihatinkan”, tuturnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ditambahkan oleh Djan Faridz bahwa untuk tahun anggaran 2013 realisasinya sudah selesai. Dan Pada awal Januari 2014 akan segera dilakukan lelang untuk program rusunawa tidak hanya pesantren, tapi juga rusunawa untuk PNS, polisi dan perguruan tinggi, dan untuk jumlah rusunawa pesantren di Jatim paling tinggi realisasinya, yakni 124 TB.

Untuk pengajuan usulan bantuan pembangunan rusunawa pesantren kepada Kemenpera RI, usulan dalam bentuk proposal, selanjutnya akan dilakukan verifikasi administrasi dan teknis. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan usulan yang lolos verifikasi diusulkan ke Menteri Perumahan Rakyat melalui deputi bidang perumahan rakyat melalui deputi Bidang Perumahan Formal untuk ditetapkan. Selanjutnya penetapan penerima bantuan pembangunan rusunawa ponpes melalui SK Deputi bidang perumahan formal atas persetujuan Menpera.

Sedangkan kriterianya pesantren dalam bentuk yayasan yang izin operasionalnya telah dikeluarkan oleh Kemenag (diprioritaskan untuk pesantren yang pendanaannya kurang). Jumlah santri yang tidak tertampung pada asrama eksisting dalam jumlah yang banyak. Kondisi asrama eksisting tidak layak huni (kurang ventilasi dan pencahayaan, sanitasi tidak sehat, tingkat keselamatan bangunan rendah). Tanah yang disediakan untuk pembangunan rusunawa dengan luasan yang cukup dan dalam kondisi clean and clear.

KH Sholahuddin Wahid, pengasuh Pesantren Tebuireng dalam sambutannya mengatakan bahwa saat ini jumlah pesantren yang terdata sebanyak 28 ribu. Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang paling tua. Yang menjadi permasalahan dalam perumahan adalah lahan. “Harga lahan saat ini sangat ini melambung dan tidak terjangkau,” tuturnya.

Di akhir acara kunjungan kerja tersebut, rombongan Menpera RI dan staf, bersama Hj Mundjidah Wahab, KH. Nur Muhammad Iskandar, didampingi istri Gus Sholah melakukan ziarah ke makam Gus Dur. (syaifullah/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Sejarah, Santri, RMI NU Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

Santri Mranggen Semarakkan Hari Santri Nasional

Mranggen, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Sangat semarak. Itulah yang tergambar dari kegiatan pawai Hari Santri Nasional dan peringatan tahun baru Islam. Ribuan santriyyin dan santriyyat tampak berbaris rapi sambil bershalawat melakukan pawai melintasi Jalan Raya Mranggen, pada Ahad Sore (25/10). 

Santri Mranggen Semarakkan Hari Santri Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Mranggen Semarakkan Hari Santri Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Mranggen Semarakkan Hari Santri Nasional

Start pawai diawali dari Pondok Pesantren Al Badriyyah Suburan Mranggen, menyusuri jalan Brumbungan hingga kembali finish ke Pesantren KH. Murodi. Pemberangkatan dilepas oleh KH Muhibbin Muhsin Al hafidz, didampingi Prof Dr KH Abdul Hadi, MA.

Sekitar 3.000an santri terlihat riang dalam pawai tersebut. Mereka berasal dari Pesantren Al Badriyyah, Darul Ma’wa, KH Murodi, An Nur, Al Anwar, Roudlatul Muttaqin, Al Izzah dan pesantren lainnya. mereka juga membawa berbagai atribut seperti spanduk dan poster yang menyatakan kebahagiaan ditetapkannya 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Kita senang karena presiden bikin Hari Santri Nasional. Ini (pawai) ekspresi kegembiraan kita," ucap Lublubatus sakdiyah, salah seorang santri yang ikut dalam pawai.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Walaupun penetapan Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober telah berlangsung yang tertuang lewat Keputusan Presiden (Keppres) No 22 Tahun 2015, namun tidak mengurangi antusiasme para santri Mranggen untuk merayakannya.

"Pawai dan kirab ini adalah upaya mengingatkan kembali bangsa ini akan perjuangan para santri. Sudah banyak santri yang mengabdi untuk negeri ini. Pawai ini juga bertujuan menghidupkan kembali nilai-nilai dan gelora perjuangan para kiai dan santri serta mengingatkan kembali nasionalisme pada rakyat negeri ini,” terang panitia pengarah pawai, H Badrul Munir.

Para santri yang melakukan pawai mendapat pengawalan dari jajaran Polsek Mranggen. Sebab, mereka melakukan longmarch menyusuri jalan utama Semarang-Purwodadi.

Sesekali, para pelajar juga menyerukan bacaan shalawat dan gerakan semangat menjadi santri sejak dini. "Ayo mondok, ayo menjadi santri!," teriak para peserta.

"Selamat Hari Santri 22 Oktober. Dari Santri untuk Negeri," demikian tertulis dalam sebuah spanduk yang dibentangkan 3 santri yang berbaju gamis dan bersorban. Mereka dari Pondok Pesantren Al Badriyyah Suburan Mranggen. (Ben Zabidy/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Sejarah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

Aktor Hollywood Ben Affleck Tolak Pandangan Rasis pada Islam

Kairo, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Ben Affleck, bintang dan sutradara Hollywood, terlibat dalam perdebatan sengit dengan pembawa acara TV anti-Islam Bill Maher dan penulis Sam Harris, yang menyerang dengan citra negatif umat Islam dunia sebagai "tidak lengkap". 

"Tunggu - apakah Anda orang yang secara resmi memahami doktrin-doktrin Islam?" Affleck terganggu Harris yang menyerang Islam, seperti dilaporkan oleh Sydney Morning Herald, Senin, 6 Oktober. 

Aktor Hollywood Ben Affleck Tolak Pandangan Rasis pada Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktor Hollywood Ben Affleck Tolak Pandangan Rasis pada Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Aktor Hollywood Ben Affleck Tolak Pandangan Rasis pada Islam

Bintang ini adalah tamu dalam acara TV Real Time pada Jumat dengan Bill Maher untuk mempromosikan film barunya, Gone Girl ketika panel membahas urusan tersebut. 

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dia menjadi marah ketika tuan rumah Bill Maher dan penulis Sam Harris mulai berbicara tentang Islam radikal, yang merasa mereka membentuk stereotip tersebut terhadap semua umat Islam. 

"Kami telah menjual meme Islamophobia ini, di mana kritik agama digabungkan dengan fanatisme terhadap Muslim sebagai," kata Harris. 

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Ini intelektual konyol." 

Dia kemudian mengatakan kepada mereka bahwa pembicaraan mereka adalah "kotor dan rasis": "Ini seperti mengatakan, Oh, Anda Yahudi licik!" 

Harris terus berdebat bahwa Islam saat ini adalah "sumber dari ide buruk," dan Maher setuju, yang menyebabkan Affleck menentangnya, "Ini adalah sesuatu yang tolol," sebelum mengomel. 

"Bagaimana dengan lebih dari satu miliar orang yang tidak fanatik, yang tidak menghukum perempuan, yang hanya ingin pergi ke sekolah, memiliki beberapa sandwich, shalat lima kali sehari dan tidak melakukan salah satu dari hal-hal yang semua Muslim melakukan? Kau membuat stereotip. Kau mengambil hal-hal buruk beberapa dan Anda mengecat seluruh agama dengan kuas yang sama," kata Affleck. 

Kita membunuh lebih 

Perdebatan sengit berlangsung ketika Harris, yang telah dikritik berulang kali karena menyebarkan pandangan negatif tentang Islam, mengklaim bahwa jutaan Muslim fundamentalis. 

"Karena itu satu-satunya agama yang bertindak seperti mafia yang akan membunuh Anda jika Anda mengatakan hal yang salah, menggambar gambar yang salah atau menulis buku yang salah," tambah Maher. 

Affleck, yang tampak marah menambahkan: "Kami telah membunuh lebih banyak Muslim dari pada mereka membunuh kita, banyak sekali ... namun kita dibebaskan dari hal-hal ini karena mereka tidak benar-benar merefleksikan dari apa yang kita yakini ... saya secara khusus mengatakan bahwa saya tidak setuju dengan apa yang Anda pikirkan. "

Diskusi tersebut menjadi analisis wartawan dan perbincangan di media sosial. 

Mehdi Hasan, direktur politik Huffington Post Inggris, memuji Affleck di Twitter, kemudian menulis: "Lima orang pada panel acara TV utama Amerika membahas apa itu Islam. Tapi tidak ada ruang untuk Muslim yang sebenarnya. "

Aziz Hamza, seorang novelis Arab, tweeted: "Menghormati Ben Affleck". (onislam.net/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Bahtsul Masail, Sejarah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kamis, 14 Desember 2017

Aksi Anak-anak MINU Walisongo Perankan Aneka Profesi

Bojonegoro, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Walisongo Sumberrejo, Bojonegoro, Jawa Timur,? Jumat (2/5) pagi, mendadak dihebohkan oleh kedatangan puluhan polisi, pramugari, sinden, guru, pilot, dokter, suster. Ada pula puluhan atlet, mulai dari jago silat hingga pemain sepakbola.

Aksi Anak-anak MINU Walisongo Perankan Aneka Profesi (Sumber Gambar : Nu Online)
Aksi Anak-anak MINU Walisongo Perankan Aneka Profesi (Sumber Gambar : Nu Online)

Aksi Anak-anak MINU Walisongo Perankan Aneka Profesi

“Saya kaget, kok di MINU banyak polisi, perawat, polwan. Mereka cantik-cantik dan ganteng-ganteng pula,” kata Sri Wahyuni, salah satu walisiswa taman kanak-kanak yang pagi itu mengantarkan putranya bersekolah.

Ternyata yang berpakaian aneka macam profesi tersebut adalah siswa-siswi MINU Walisongo yang merepresentasikan masa depan mereka. Dalam rangka hari pendidikan nasional (Hardiknas) 2014 seluruh siswa-siswi MINU Walisongo memang disarankan mengenakan busana cita-cita mereka ketika kelak dewasa.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Maka tidak heran suasana pagi di lembaga yang satu atap dengan TK Muslimat NU 28 Sumberrejo tersebut riuh oleh suara anak-anak yang akan berpawai.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Saya senang sekali memakai busana tentara ini, jadi gagah seperti ayah,” kelakar Rafli siswa kelas 1 Unggulan (kelas Bonang).

Semua berebut mengikuti upacara bendera yang dilaksanakan madrasah yang berlokasi di Desa Sumuragung tersebut. Banyak juga pengguna jalan serta bapak-ibu walisiswa menyempatkan diri untuk sekedar bersalaman atau foto bersama para bocah mungil itu.

Selain upacara bendera dan “narsisme” busana, peringatan Hardiknas di MINU Walisongo juga diisi dengan lomba merangkai puisi kepada dewan guru. Kegiatan dilanjutkan dengan pawai ta’aruf. Hal ini diadakan guna mengingatkan masyarakat akan pentingnya peran serta pendidikan bagi generasi mendatang.

“Kami masih banyak menemui anak usia sekolah namun sudah bekerja. Semoga orang-orang yang memperkerjakannya dengan menyaksikan pawai pendidikan kami ini tergugah, bahwa masa depan anak-anak itu jauh lebih penting daripada laba yang mereka dapat,” pinta Mariyanto, kepala madrasah di bawah naulang LP Ma’arif NU Bojonegoro ini yang juga anggota PPK Sumberrejo tersebut. (Satria Amilina/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Nahdlatul Ulama, Sejarah, Humor Islam Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Peringati Harlah ke-70, Muslimat Ngawi Gelar Ragam Lomba

Ngawi, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Dalam rangka peringatan hari lahir (harlah) Muslimat yang ke-70, Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Ngawi, Jawa Timur megadakan perlombaan antar-Pimpinan Anak Cabang (Ancab). kegiatan yang berlangsung di halaman kantor PCNU Ngawi Jl. Ahmad Yani Beran melombakan memimpin tahlil, merawat jenazah perempuan, pemahaman AD/ART, menyanyikan mars Muslimat serta melantunkan shalawat an-Nahdliyah.

Tempat lomba berada di lima lokasi, untuk mars dan shalawat di panggung utama halaman SMA LP.Ma’arif NU, sementara merawat jenazah di ruang kelas, tahlil lantai atas masjid An-Noor Beran, Kemudian AD/ART di ruang kelas atas.

Peringati Harlah ke-70, Muslimat Ngawi Gelar Ragam Lomba (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Harlah ke-70, Muslimat Ngawi Gelar Ragam Lomba (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Harlah ke-70, Muslimat Ngawi Gelar Ragam Lomba

Sekertaris Muslimat NU Ngawi yang juga panitia lomba, Hj. Munifah Efendi mengatakan, selain lomba, Muslimat juga melakukan silaturrahim kepada kiai-kiai, berkunjung ke panti asuhan di Jombang.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ditemui di tempat acara, Ketua PC Muslimat NU Ngawi Hj Rozinatil Malikhah mengatakan, perlombaan ini merupakan salah satu upaya memperlihatkan syiar Muslimat NU dan mengenang sejarah kelahiran sekaligus mengingatkan tentang khitah-khitah perjuangan NU.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pada acara tersebut hadir tokoh senior dan sesepuh mulimat NU Ngawi Hj Siti Munawwarah. Ia mengharapkan, mudah–mudahan kegiatan Muslimat ini menjadi kegiatan yang mampu meminimalisir pemahaman menyimpang akhir akhir ini marak di masyarakat.

Pada bagian lomba pemahaman AD/ART secara berurutan sebagai berikut: juara satu diraih Ancab Karangjati, juara dua Ancah Gerih, juara ketiga Ancab Padas. Keahlian memimpin tahli dimenangkan Ancab Ngrambe, juara dua Ancab Paron dan juara tiga Ancab Karang Jati. Sementara lomba merawat jenazah diraih Ancab Kedunggalar sebagai juara pertama, disusul Paron dan ketiga Ngawi.

Sementara lomba mars Muslimat, juara satu direbut Ancab Karangjati, kedua oleh Kendal dan Sine ketiga. Lomba shalawat Nahdliyah oleh Ancab Ngawi, kedua Ancab Kedunggalar dan ketiga Ancab Kasreman.

Berdasar hasil tim penilai, Ancab Karangjati dinobatkan sebagai juara umum dalam perlombaan tahun ini. Bagi pemenang mendapatkan piala penghargaan dan pelatihan lanjutan.

Selain riuh keseruan suasana lomba, panitia juga menyediakan stand-stand penjualan. Tempat penjualan tersebut diperuntukkan anak binaan Muslimat NU, yakni panti As-Syarifah Baitur Rahman Beran Ngawi. Mereka menjajakan nasi, kripik, kacang, sambel kacang dan lain lain. “Khusus untuk makanan buat sendiri,” kata Dewi.

Dalam penjualan kali ini mereka mendapat omzet cukup lumayan. “Kami dapat hasil lumayan kelihatanya, pastinya belum tahu sebab belum menghitung”, katanya sembari lari hendak foto bersama Pengurus Cabang Muslimat. Tersedia juga stand berjualan hasil wirausaha oleh anak asuh binaan Muslimat NU Ngawi. (Ali Makhrus/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Amalan, Sejarah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Rabu, 13 Desember 2017

Top Scorer Liga Santri Antarkan Timnas Juara 3 AFF U-18

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Bertemu dengan Myanmar dalam perebutan juara 3 AFF U-18, Timnas Garuda Nusantara bermain cukup impresif semenjak babak pertama. Bermain melawan tuan rumah di Stadion Thuwunna, Yangon, Ahad (17/9) menjadikan tidak mudah bagi tim besutan asuhan Indra Sjafrie ini.

Indonesia bermain tertekan di menit-menit awal pertandingan. Skuad muda The White Angels terus melakukan tekanan ke kandang skuad Garuda Nusantara. Namun pada menit ke-13 Timnas Indonesia berhasil membalikkan keadaan. 

Top Scorer Liga Santri Antarkan Timnas Juara 3 AFF U-18 (Sumber Gambar : Nu Online)
Top Scorer Liga Santri Antarkan Timnas Juara 3 AFF U-18 (Sumber Gambar : Nu Online)

Top Scorer Liga Santri Antarkan Timnas Juara 3 AFF U-18

Berawal dari umpan terobosan ke sektor tengah, Egy Maulana Vikri berhasil mengontrol bola dengan baik hingga kemudian memberikan assist kepada M. Rafli Mursalim. Tanpa berlama-lama, pemain nomor punggung 9 itu pun langsung mengkonversi tendangan ke arah gawang Htet Wai Yan. Dan gol Rafli berhasil memecahkan tekanan tuan rumah.

Pada menit ke-28 Samuel Christianson berhasil melepaskan umpan lambung ke lini tengah. Disambut oleh Witan Sulaeman, bola pun kembali dikonversi menjadi gol ke gawang Myanmar. Egy Maulana Vikri menambah gol Indonesian 3-0 atas Myanmar hingga peluit paruh tanding dibunyikan.

Di babak kedua, Rafli Mursalim kembali membuat kejutan. Untuk kedua kalinya, santri Pondok Pesantren Al-Asy’ariah Sukadiri Banten tersebut berhasil menjebol gawang lawan di menit ke-60 dengan cotekan yang tenang dan terukur.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Setelah berhasil menorehkan 2 gol, pada paruh terakhir babak kedua, Rafli digantikan oleh Hanis Saghara. Pengganti Rafli ini pun menyumbangkan 1 gol untuk Timnas Garuda Nusantara. Hingga peluit akhir ditiup, Indonesia berhasil membukukan kemenangan superb 7-1 atas Myanmar. 

Kontribusi Rafli patut diapresiasi oleh masyarakat Indonesia. Jebolan Liga Santri Nusantara 2016 ini kembali menunjukkan kelasnya di saat Timnas Indonesia sedang dalam posisi menentukan. Sebelumnya, Rafli juga menjadi key player saat meloloskan Timnas Garuda Muda pada semi-final setelah memborong 3 gol ke gawang Brunei. 

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Hingga saat ini, Rafli memuncaki papan top-scorer di Piala AFF U-18 di Yangon, Myanmar. Selamat Rafli. We really proud of you! (Ali/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Sejarah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kamis, 30 November 2017

Raja Salman, Penguasa Baru Arab Saudi

Riyadh, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Dikenal sebagai seorang moderat yang memahami tuntutan ulama konservatif, suku yang berkuasa dan populasi muda yang terus meningkat, Raja Salman bin Abdul Aziz akan melanjutkan reformasi sosial dan ekonomi yang dimulai Raja Abdullah, yang mangkat pada Jumat dini hari.

"Menurut saya dia bisa dengan baik menjaga keseimbangan rumit yang harus dia lakukan untuk menggerakkan masyarakat ke depan dengan tetap menghargai tradidi dan cara konservatif," kata Robert Jordan, yang menjadi duta besar Amerika Serikat di Riyadh tahun 2001 sampai 2003.

Raja Salman, Penguasa Baru Arab Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)
Raja Salman, Penguasa Baru Arab Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)

Raja Salman, Penguasa Baru Arab Saudi

Salman mengendalikan salah satu media terbesar di dunia Arab. Dia yakin demokrasi tidak cocok dengan kerajaan konservatif dan mendukung kehati-hatian dalam reformasi sosial dan budaya menurut kawat diplomatik Amerika Serikat tahun 2007 yang disiarkan oleh WikiLeaks.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selama hampir 50 tahun Salman menjabat sebagai gubernur Provinsi Riyadh, satu peran yang melibatkan kerja dekat dengan konservatif tradisional dan teknokrat liberal dalam membangun ibu kota Arab Saudi dari kota gurun kecil menjadi metropolis utama.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ketika kedua kakak, putra mahkota Sultan dan Nayef, wafat, Salman ditunjuk menjadi Menteri Pertahanan pertama dan ahli waris.

Portofolio pertahanan melibatkan penyelenggaraan kementerian dengan pengeluaran terbesar itu, yang melakukan pembelian senjata masif untuk memperkuat ikatan dengan sekutu seperti Amerika Serikat, Inggris dan Prancis.

Dia telah menjadi bagian dari lingkaran dalam keluarga penguasa al-Saud, yang membentuk dan masih mendominasi kerajaan gurun itu bersama dengan ulama selama berpuluh tahun.

Dalam keluarga kerajaan yang menjadikan hak untuk menjaga dua tempat suci umat Islam, Makkah dan Madinah, sebagai landasan, Salman punya reputasi sebagai sosok yang saleh dan berpandangan ke depan.

"Dia pandai, politis, berhubungan dengan basis konservatif tapi juga berpikiran cukup modern," kata bekas diplomat di Riyadh itu dalam wawancara tentang proses suksesi kerajaan dengan kantor berita Reuters.

Gubernur Riyadh

Sebagai gubernur Riyadh dari tahun 1962 sampai 2011, Salman melakukan lebih banyak kerja sama dengan pemerintah asing dibandingkan dengan kebanyakan senior kerajaan.

Peran itu juga memberi dia tanggung jawab untuk menengahi sengketa antar anggota keluarga kerajaan yang bertikai, menempatkan dia di pusat struktur kekuasaan paling penting dalam kerajaan.

Dalam pertemuan dengan duta besar Amerika Serikat pada Maret 2007, kawat yang disiarkan oleh WikiLeaks menyebutkan bahwa Salman mengatakan reformasi sosial dan budaya yang dimulai Raja Abdullah mesti bergerak perlahan karena dikhawatirkan menimbulkan reaksi dari kelompok konservatif.

Dia juga menentang pengenalan demokrasi di kerajaan, menyitir pembagian kawasan dan kesukuan, dan mengatakan kepada duta besar bahwa solusi konflik Palestina-Israel penting untuk stabilitas Timur Tengah.

Jordan mengatakan Pangeran Salman semula tidak mempercayai keikutsertaan warga Saudi dalam serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat tapi sikapnya kemudian berubah setelah melihat bukti kuat bahwa 15 dari 19 pembajak pesawat adalah warga negaranya.

"Dia tidak begitu saja menerima semua yang dikatakan Amerika Serikat, tapi pada waktu yang sama dia memahami pentingnya hubungan, yang melampaui minyak," kata Jordan.

Kekuasaan Kerajaan

Dengan sosok yang kuat dan berjenggot, Salman adalah pangeran yang dikatakan lebih mirip dengan sang ayah, Raja Abdul Aziz Ibn Saud, dibandingkan saudaranya yang lain.

Sebagai salah satu dari apa yang disebut "tujuh Sudairi" - saudara yang lahir dari istri kesayangan Ibn Saud, Hassa bint Ahmed al-Sudairi - Salman telah berada di pusat kekuasaan kerajaan selama puluhan tahun.

Saudara kandungnya dalam keluarga dengan lebih dari 30 saudara tiri itu termasuk mendiang Raja Fahd serta Putra Mahkota Sultan dan Nayef, dan bekas menteri dalam negeri Pangeran Ahmed.

Salman lahir tahun 1936 di Riyadh, yang dulu merupakan kota oasis dengan bangunan batu bata dari lumpur di dalam kerajaan baru yang belum menemukan sumber minyak serta menggantungkan pendapatan dari peziarah yang mengunjungi Makkah dan Madinah, perkebunan kurma dan penggembalaan unta.

Salah satu putranya, Pangeran Sultan bin Salman, menjadi astronot Arab pertama, terbang menggunakan pesawat antariksa Amerika Serikat, Discovery, pada 1985.

Pangeran Sultan sekarang menjadi menteri pariwisata, sementara putra yang lain, Pangeran Abdul Aziz, menjadi wakil menteri perminyakan.

Dalam lima dekadenya memerintah Riyadh dan sekitarnya, Salman mengawasi pembangunan ibu kota dari kota gurun besar menjadi metropolis berpenduduk 4,6 juta jiwa.

Pangeran Salman belajar di "sekolah pangeran" di istana Ibn Saud dari imam Masjidil Haram di Makkah, menandakan pentingnya Ibn Saud melekat pada keyakinan Islam murni, demikian seperti dilansir kantor berita Reuters. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Tokoh, Sejarah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Alasan Efisiensi, Munas dan Konbes NU Dikembalikan ke Gedung PBNU

Jakarta,Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memutuskan lokasi Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama dipindahkan, dari sebelumnya Pondok Pesantren Al Hikam II, Depok, Jawa Barat, ke Gedung PBNU.

Alasan Efisiensi, Munas dan Konbes NU Dikembalikan ke Gedung PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Alasan Efisiensi, Munas dan Konbes NU Dikembalikan ke Gedung PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Alasan Efisiensi, Munas dan Konbes NU Dikembalikan ke Gedung PBNU

"Alhamdulillah, rapat gabungan Syuriyah – Tanfidziyah hari ini menyepakatai lokasi Munas dan Konbes dikembalikan ke (Gedung) PBNU. Tanggalnya tidak berubah, tetap 1 dan 2 November," kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Jakarta, Kamis (2/10/2014).

 

Lokasi Munas dan Konbes mengalami beberapa kali perubahan. Diputuskan pertama kali digelar di Pondok Pesantren Al Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur, dengan alasan persiapan teknis yang kurang maksimal pelaksanaannya kemudian dipindah ke Pondok Pesantren Al Hikam II, Depok, Jawa Barat.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

 

Namun rapat gabungan Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU akhirnya sepakat mengembalikan lokasi Munas dan Konbes ke Gedung PBNU. "Alasannya efisiensi. Dilaksanakan di PBNU harapannya bisa lebih hemat," tegas Kiai Said.

 

Ketua Panitia Munas Alim Ulama dan Konbes Nahdlatul Ulama, Arvin Hakim Thoha, menegaskan jajarannya siap melaksanakan keputusan PBNU tersebut.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

 

"Jalan terus. Persiapan sudah berjalan sejak jauh-jauh hari, dan meski lokasinya dipindah kami tetap siap melaksanakan Munas dan Konbes," pungkas Arvin. (Samsul Hadi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Sejarah, Tokoh Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Rabu, 22 November 2017

Di Muktamar, Nama PMII Diusulkan Jadi PMII NU

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Wacana untuk memasukkan kembali Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke dalam struktur internal NU terus bergulir. Setelah mencuat dalam rapat pleno PBNU di Yogyakrta 2011 dan Munas-Konbes NU 2014, isu tersebut juga akan menjadi materi pembahasan pada forum Muktamar ke-33 NU.

Di Muktamar, Nama PMII Diusulkan Jadi PMII NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Muktamar, Nama PMII Diusulkan Jadi PMII NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Muktamar, Nama PMII Diusulkan Jadi PMII NU

Melanjutkan hasil keputusan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU 2014, PMII diusulkan masuk sebagai badan otonom NU pada Muktamar NU di Jombang awal Agustus mendatang.

Pembahasan PMII kembali ke pangkuan NU akan menjadi bidang kajian Komisi Organisasi yang mendiskusikan seputar perubahan atau penghapusan pasal dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga NU.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dalam draf final materi Muktamar ke-33 NU, PMII tertulis dengan nama yang sudah berubah, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Nahdlatul Ulama (PMII NU), dan dimasukkan ke dalam jenis badan otonom berbasis usia dan kelompok masyarakat tertentu, serumpun dengan Gerakan Pemuda Ansor, Muslimat NU, Fatayat NU, IPNU, dan IPPNU.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selain PMII NU, ada pula nama badan otonom lain yang baru, yakni Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri Nahdlatul Ulama dan disingkat Kopri NU. Organisasi ini merupakan peralihan nama dari organisasi semi otonom PMII yang beranggotakan mahasiswi, yaitu Kopri.

Baik PMII NU maupun Kopri NU, masing-masing menjadi wadah bagi para mahasiswa NU dengan ketentuan usia maksimal 30 tahun.

Seperti diketahui, dalam situasi tekanan politik Orde Baru, pada tahun 1972 PMII mendeklarasikan diri independen dari NU. Wacana kembalinya PMII ke NU secara struktural menuai pro dan kontra dari kalangan kader hingga kini. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Sejarah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kang Said: Al-Quran Rahmat untuk Seluruh Manusia

Pontianak, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Al-Quran merupakan kalam ilahi yang diturunkan 14 abad yang lalu kepada seorang Nabi terakhir, Muhammad Sallallahu Alaihi Wasalam. Al-Quran merupakan rahmat bukan hanya baagi orang Islam, tapi bagi semua umat manusia dalam membangun kehidupan yang harmonis.

Demikian ditegaskan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj pada sambutan pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional VII yang diselenggarakan Jam’iyyatul Qura’ wal-Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) pada Selasa malam (3/7) di stadion sepak bola Sultan Syarif Abdurahman, Pontianak, Kalimantan Barat.?

Kang Said: Al-Quran Rahmat untuk Seluruh Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Al-Quran Rahmat untuk Seluruh Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Al-Quran Rahmat untuk Seluruh Manusia

“Dalam ajaran Al-Quran, kita harus jadi umat yang tawasuth, moderat. Al-Quran berbunyi, wakadzalika ja’alnakum ummatan washathan. Umat Islam harus menjadi umat yang moderat. Tidak boleh ekstrem, radikal, apalagi sampai melakukan tindakan makar,” jelas kiai yang akrab disapa Kang Said ini.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Oleh karena itu, sambung Ketua Umum Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) ini, ulama Nahdlatul Ulama ? sejak dulu hingga sekarang dan seterusnya akan bersikap tawasuth menentang kekerasan, ekstremisme, bahkan terorisme.?

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Terorisme harus kita jadikan musuh bersama. Gerakan-gerakan radikal harus kita hadapi bersaama karena bertentangan dengan ajaran Al-Quran,” tuturnya.

Yang kedua, sambung Kang Said, Al-Quran mengajarkan kita agar menjadi umat yang tawazun, seimbang. Kewajiban mengamalkan agama bukana hanya sebatas ritual, tetapi membangun pepradaaban budaya, sosial, ekonomi. ? Karena itu merupakan kewajiban agama juga.

“Oleh karena itu, bagi Nahdlatul Ulama, memperjuangankan agama sama dengan memperjuangkan tanah air. Memperjuangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia sama wajibnya dengan mempertahankan agama Islam,” jelasnya.

Yang terakhir, Al-Quran mengajarkan kita untuk tasamuh, toleran. Andaikan Allah menghendaki umat manusia sama, pasti Allah bisa. Tapi itu tidak dilakukan. Karena itulah kita harus bersikap toleran, karena itu merupakan ajaran Islam.

Kemudian kiai asal Cirebon, Jawa Barat, yang pernah menimba ilmu di berbagai pesantren, dan belajar selama 13 tahun di Makkah ini, mengimbau masyararakat Kalimantan Barat untuk mempertahankan , toleransi dalam keragaman.

“Bukan Indonesia kalau tanpa agama Islam. Bukan Indonesia kalau tanpa agama Katolik. Bukan Indonesia kalau tanpa Kristen. Bukan indonesia kalau tanpa Hindu, Budha, Konghucu,” tegasnya.

Kang Said menambahkan, demikian pula, bukan Indonesia kalau tanpa Dayak, Sunda, Jawa, Batak, Bugis, Ambon, Papua, Banjar, Aceh, dan seterusnya. Itulah Indonesia. Itu harus dipertahankan illa yaumil qiyamah.

“Ini merupakan pandangan Nahdlatul Ulama sejak dulu hingga sekarang dan seterusnya,” pungkasnya.

MTQ VII JQH NU ini dibuka Wakil Presiden Republik Indonesia Boediono. Hadir pada kesempatan itu beberapa pengurus PBNU, Menteri Perumahan Rakyat H. Djan Faridz, Wakil Menteri Agama Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, Ketua Umum JQH NU KH Muhaimin Zen, dan Gubernur Kalimantan Barat Drs. Cornelis MH., peserta MTQ, official, serta masyarakat Kalimantan Barat.

Redaktur : Syaifullah Amin

Penulis ? ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Hikmah, Sejarah, Amalan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selasa, 07 November 2017

Membaca Surat Yasin dengan Maksud Tertentu

Al-Quran adalah kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. melalui Malaikat Jibril sebagai perantar. Al-Qur’an merupakan kitab suci yang akan terjaga dan terawat sampai hari kiamat.

Begitu pula bagi yang membacanya senantiasa akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda, tercatat pahala setiap hurufnya berupa satu kebaikan dan satu kebaikan itu akan dilipatgandakan dengan sepuluh pahala. Sebagaimana hadits Rasulullah saw, dari Ibnu Mas’ud ra.,

من قرأ حرفا من كتاب الله فله به حسنة والحسنة بعشر أمثالها

Membaca Surat Yasin dengan Maksud Tertentu (Sumber Gambar : Nu Online)
Membaca Surat Yasin dengan Maksud Tertentu (Sumber Gambar : Nu Online)

Membaca Surat Yasin dengan Maksud Tertentu

Barang siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran, maka baginya satu kebaikan dan satu kebaikan itu dilipatgandakan dengan sepuluh (pahala).

Oleh karena itulah al-Qur’an bagi orang muslim selalu dibacakan dalam berbagai kondisi, baik ketika senang maupun sedih. Mulai dari walimatul arusy (pernikahan), walimatul hitan, walimatus safar, akhirus sanah, seminar, pelantikan, hingga prosesi pemakaman, selalu disertakan bacaan al-Qur’an di dalamnya. Hanya saja ayat al-Qur’an yang dibaca berbeda-beda sesuai dengan kondisi dan konteksnya. Tentunya pembacaan ini memiliki tujuan dan maksud tertentu. Selain menjadi sumber pahala dan dianggap ibadah, membaca ayat al-Qur’an juga memiliki berberapa faedah. Seperti membaca surat Yasin yang memiliki fadhilah terkabulnya segala hajat dan tertolaknya marabahaya.

Apakah membaca surat Yasin dengan tujuan seperti itu tidak termasuk dalam kategori riya, yang menghilangkan nilai keikhlasan? Karena membacanya dengan harapan terpenuhinya kebutuhan, atau terhindarnya balak-marabahaya, bukan karena Allah semata.

Dalam Kitab Qurratul ‘Ain Fatawa Isma’il Zain diterangkan bahwa hal tersebut boleh dilakukan dan tidak dianggap riya, selama tidak melanggar aturan-aturan syara’ dan bukan pekerjaan ma’syiat.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

يجوز أن تقرأ سورة يس بنية قضاء حاجة من جلب نفع أو دفع ضر سواء كان المقصود دينيا أو دنيويا مالم يكن معصية ولا يكون ذلك رياء

Boleh membaca surat Yasin dengan maksud dan tujuan tertentu, entah itu duniawi maupun ukhrowi selama tidak dalam hal maksiat, dan pembacaan itu tidak termasuk sebagai perbuatan riya’

Karena definisi riya’ sebenarnya adalah melakukan sesuatu bukan karena Allah Ta’ala tetapi karena makhluk ciptaan Allah swt, sedangkan bacaan Yasin mengharapkan pahala dari Allah swt. yang berupa berbagai fadhilah tersebut.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

(Pen./Red. Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Sejarah, Warta Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock