Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Februari 2018

PMII Padang Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir di Kabupaten Limapuluhkota

Padang,? Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Padang, Sumatera Barat menyalurkan bantuan untuk korban banjir di di Nagari Koto Baru Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Limapuluhkota, Sumatera Barat. Meski lokasi masih diguyur hujan, tampak para relawan tak patah semangat menyerahkan bantuan, Sabtu (11/3).?

Bantuan berupa perlengkapan belajar seperti tas, sarung, baju, buku dan alat tulis lainnya itu diserahkan langsung kepada anak-anak usia sekolah. Mereka tampak tersenyum bahagia dan sangat bersyukur akan bantuan ini. Adapun bantuan ini diperoleh dari aksi galang dana oleh segenap kader PMII Kota Padang di Jalan Rasuna Said Kota Padang.

PMII Padang Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir di Kabupaten Limapuluhkota (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Padang Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir di Kabupaten Limapuluhkota (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Padang Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir di Kabupaten Limapuluhkota

Kegiatan ini langsung disaksikan oleh beberapa orang tua dari anak-anak yang menerima perlengkapan belajar itu. Salah seorang dari orang tua murid bernama Ujang menyampaikan terima kasih kepada para kader PMII.



Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal



"Terima kasih banyak nak, Babuku juo anak ambo sikola. Hati-hati salamaik baliak ka padang handaknyo," ucapnya dalam bahasa Padang.

Ketua PMII Kota Padang Hasbullah Alqomar mengatakan, tak banyak yang bisa pihaknya berikan. Namun dia berharap upaya yang dilakukannya ini dapat sedikit meringankan beban korban banjir. Ia memahami, merasakan dan menyadari sepenuhnya musibah yang menimpa ini merupakan ujian dari Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa.

"Senyum yang terpancar dari para generasi harapan ini sudah lebih dari cukup untuk apapun yang telah kami lakukan. Terimakasih yang tak terhingga untuk para donatur, semoga dibalasi dengan yang berlipat ganda. Amiin," kata Alqomar.

Koordinator Lapangan Fadli Jamal menyampaikan, bantuan ini sengaja langsung sampaikan kepada mereka. Karena dia ingin membaur dan mendengar langsung curahan hati korban banjir ini. (Armaidi Tanjung/Fathoni)?

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Hadits, Pendidikan, Amalan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

Pesantren Madinatul Ilmi Terima Hibah Buku dari Perpustakaan Nasional

Pringsewu, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Kecamatan Pagelaran, Pringsewu, Lampung menerima Bantuan Hibah berupa Buku Bacaan dari Perpustakaan Nasional RI. Penyerahan bantuan buku tersebut dilakukan oleh Perwakilan Perpusnas RI dan diterima langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren tersebut KH Muhammad Nur Aziz, Senin (24/7).

Menurut Kiai Aziz, ada sekitar 500 judul buku yang dihibahkan kepada Pesantren yang saat ini mengalami perkembangan yang cukup pesat ini. "Berbagai judul buku bacaan Bantuan Hibah ini meliputi buku pendidikan formal, keagamaan, kesehatan, wirausaha dan sejenisnya," jelasnya.

Pesantren Madinatul Ilmi Terima Hibah Buku dari Perpustakaan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Madinatul Ilmi Terima Hibah Buku dari Perpustakaan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Madinatul Ilmi Terima Hibah Buku dari Perpustakaan Nasional

Ia menyampaikan ungkapan terimakasih dan rasa syukurnya atas hibah tersebut. Ia juga berharap bantuan tersebut dapat memberikan mafaat maksimal di Pesantren asuhannya tersebut.

"Mudah-mudahan dengan adanya berbagai macam buku ini dapat meningkatkan minat baca dikalangan santri," harap Wakil Katib Syuriyah PCNU Pringsewu ini.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ia menambahkan bahwa saat ini Pesantren Madinatul Ilmi terus mengembangkan berbagai fasilitas pendukung untuk terwujudnya sebuah perpustakaan Pesantren yang unggul. Kedepan Ia berharap akan memiliki Perpustakaan yang lengkap dan berbasis Komputer dan Internet.

Bantuan buku ini juga menjadi selaras dengan berbagai program peningkatan kualitas para santri selama ini. Saat ini lanutnya, selain mengembangkan Pondok Pesantren Salafiyyah dengan konsentrasi Kajian berbagai macam kitab kuning, Pesantren tersebut juga sudah memiliki Lembaga Pendidikan Formal.

Di pesantren tersebut saat ini sudah berdiri Sekolah Menengah Kejuruan Yayasan Pendidikan Madinatul Ilmu atau SMK YAPEMI. Sebagian para santri Pondok Pesantren tersebut menjadi pelajar di Sekolah tersebut.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Dengan keberadaan buku ini mudah-mudahan dapat menunjang peningkatan kualitas para siswa SMK YAPEMI yang masih satu lokasi dengan Pesantren ini," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Ubudiyah, Pendidikan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Kisah Nyata Ucapan Ibu Berbuah Petaka untuk Anaknya

Alkisah seorang anak hidup dalam kederhanaan. Sebut saja ia dalam kisah nyata ini dengan inisial H. Ibunya pergi merantau dan dia tinggal bersama neneknya. Setiap bulan ibunya pulang untuk sekadar silaturahmi pada orang tuanya yang masih hidup dan bertemu anaknya. Selama ini saya pun juga tidak tau apa pekerjaan asli sang ibu itu.

Suatu ketika tepatnya di bulan puasa Ramadhan, sang ibu itu pulang ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga. Seperti biasa adat anak-anak Jawa, setiap bulan puasa tak lepas dari petasan yang menjadi mainan mereka. Banyak anak-anak yang main petasan di pinggir jalan, di depan rumah orang, tanpa berpikir apakah yang mereka lakukan mengganggu orang lain atau tidak. Yang namanya anak-anak, sudah diberi tahu beberapa kali pun seakan tak dihiraukan.

Kisah Nyata Ucapan Ibu Berbuah Petaka untuk Anaknya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Nyata Ucapan Ibu Berbuah Petaka untuk Anaknya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Nyata Ucapan Ibu Berbuah Petaka untuk Anaknya

Tepatnya di depan rumahku kejadian ini berawal. Setelah shalat tarawih banyak anak yang bermain di depan rumah termasuk si H. Kebetulan hari-hari itu kakekku sedang sakit. Kebetulan malam itu ibu si H sedang ada di dalam rumahku berniat menjenguk kakekku. “Anak-anak, kalian jangan sampai main petasan di depan rumah ini, ya! Kakek lagi sakit” teriak ibu H sambil keluar di depan rumah. Setelah itu si ibu pun masuk lagi ke rumah dan kembali ke kamar kakek.

Tak lama kemudian, “Daaaaaaaarrrrr....” suara petasan meletus hingga membuat yang di dalam rumah kaget. Bergegaslah ibunda H tadi keluar.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Siapa yang mainan petasan barusan” teriak ibu itu dengan muka merah.

“H, Bu” sahut salah satu anak yang di depan tadi.

Seketika ibu itu juga teriak pada anaknya. Ucapan yang bernada marah terucap, “Ingat, Nak, kamu diatur sulit. Ingat ya, kamu tidak pernah akan bahagia selamanya karena kamu sulit diatur,” teriak ibu tadi pada anaknya.

Saat itu aku berada di rumah dan dengan jelas mendengar langsung “doa” sang ibu tadi pada H. Diriku merasa tercengang dengan perkataan ibu tadi. “Masyaallah, tega banget ibu tadi mendoakan anaknya sendiri seperti itu. Bukankah doa ibu pada anak itu mudah terkabul? Apalagi sang ibu dalam keadaan marah karena anaknya,” gumamku dalam hati. H memang tergolong anak yang lumayan nakal. Tapi menurutku justru nakal itu harus didoakan agar berubah dan nantinya menjadi baik.

Beberapa tahun kemudian...

Kehidupan H selama ini memang tergolong yang tidak beruntung. Dia pernah jadi buronan polisi karena kasus pencurian di Surabaya. Dalam hal pernikahan, ia gagal karena berakhir perceraian. Nikah lagi, dan menghamili mertuanya sendiri. Diusirlah ia oleh warga kampung istrinya karena dianggap mencemarkan nama baik. Dan yang terakhir yang saya tahu, H hampir dikeroyok pemuda kampungnya sendiri karena mencuri. Dan sekarang dia pun lontang-lantung di rumah seakan membawa beban berat jika dilihat raut mukanya.

Ya Allah, seketika jika melihat kehidupanya saya teringat ucapan ibundanya sewaktu dia kecil dulu. Ucapan sang ibu yang mendoakan anaknya tidak akan bahagia selamanya. “Apakah ini yang dinamakan doa ibu yang selalu terkabul,” pikirku.

Dengan kisah ini semoga kita menjadi orang tua yang lebih santun di setiap ucapan. Tidak gampang mendoakan dengan doa yang buruk. Jika anak kita nakal, hendakaknya malah kita doakan semoga diberi kesadaran hingga mendapat kebaikan. Karena ridha Allah tergantung dengan ridha orang tua juga.”

Menjadi orang tua memang sulit. Harus mengatur rumah tangga, juga mendidik anak-anak agar mempunyai akhlak baik. Bandelnya sang anak kadang memancing emosi mereka. Inilah gambaran orang tua. Tetapi, meskipun demikian hendaklah orang tua menjaga ucapan untuk anak-anak mereka. Sebandel dan senakal apapun anak jangan sampai orang tua terucap dari mulut suatu perkataan yang tidak baik pada anak apalagi mendoakan yang tidak baik. Na’udzubillah.

Ahmad Toha, pengajar; berdomisili di Trenggalek Jawa Timur

=====

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal mengajak kepada pembaca semua untuk berbagi kisah inspiratif penuh hikmah baik tentang cerita nyata diri sendiri atau pengalaman orang lain. Silakan kirim ke email: redaksi@nu.or.id

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pesantren, Pendidikan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

Ibadah dengan Harta Haram

Keluar-masuk pakai aturan. Di sinilah pentingnya aturan. Tanpa kepatuhan terhadap aturan, seseorang dapat menggetok jidatnya sendiri. Kalau sudah begini, ia tidak bisa menunjuk sumber kesalahan kepada siapa pun kecuali dirinya sendiri.

Akan halnya dengan harta. Orang wajib menggunakan hartanya untuk kepentingan yang baik. Yang tentunya memberikan kemaslahatan dunia dan akhirat bagi dirinya. Harta harus digunakan untuk menafkahi orang yang menjadi tanggungannya, kepentingan sosial, atau ibadah haji.

Ibadah dengan Harta Haram (Sumber Gambar : Nu Online)
Ibadah dengan Harta Haram (Sumber Gambar : Nu Online)

Ibadah dengan Harta Haram

Singkatnya, harta mesti dipakai untuk kepentingan yang baik. Untuk dinilai sebagai ibadah, tentu saja seseorang harus menyertakan kegiatan pengeluaran harta itu dengan niat tulus. Begitulah aturannya. Artinya ia sudah berada di jalan Allah.

Keluarnya harta di jalan Allah ini belum cukup. Seseorang juga harus mempertimbangkan jalan masuknya harta ke dalam kantongnya. Jalan masuk ini sama penting seperti jalan keluar. Ia harus memastikan kebersihan sumber perolehan hartanya. Karena, Syekh Ahmad bin Ruslan dalam kitab Zubad-nya yang terkenal berkata,

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

وطاعة ممن حراما يأكل * مثل البناء فوق موج يجعل

“Ibadah dari orang yang memakan harta haram, seperti mereka yang membuat bangunan di atas ombak.”

Menerangkan syair di atas, Syekh Muhammad bin Ahmad Romli dalam kitab Ghayatul Bayan fi Syarhi Zubad Ibni Ruslan mengatakan,

إن فعل الطاعة من صلاة وصوم وحج وغير ذلك ممن يأكل أو يشرب أو يلبس حراما عالما به مثل واضع بناء فوق موج بحر عجاج بأن يجعله أساسا له ومعلوم أنه لايثبت عليه فقد روى من حديث ابن عمر رضى الله عنهما من لم يبال من أين اكتسب المال لم يبال الله من أين أدخله النار

“Perbuatan ibadah seperti sembahyang, puasa, haji, dan ibadah lainnya dari orang yang memakan, minum, dan mengenakan pakaian haram–padahal ia mengerti keharaman sumbernya–seperti peletak bangunan di atas ombak ganas. Artinya ia meletakkan fondasinya. Terang saja, bangunan itu takkan tetap di atasnya. Sebuah hadis yang diriwayatkan Ibnu Umar Ra, Rasulullah bersabda, ‘Siapa yang tidak peduli kehalalan sumber perolehan hartanya, maka Allah juga tidak peduli dari pintu mana saja Ia akan menjebloskan orang itu ke neraka.’”

Karena itu, sesorang perlu memerhatikan pintu masuk hartanya seperti pintu keluar. Seseorang tidak bisa cuci tangan. Karena, pintu keluar yang benar tidak bisa menghapus kesalahan pintu masuk. Wallahu A’lam.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Doa, PonPes, Pendidikan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selasa, 02 Januari 2018

Buku Fragmen NU Wonosobo Diluncurkan

Wonosobo, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Santri PPs AP Fatanugraha Wonsobo, meluncurkan buku Fragmen NU Wonosobo, Ahad (22/10) pagi di ruang Audio Visual gedung ARPUSDA Wonosobo, Jawa Tengah.

Koordinator pelaksana, Fatiya Sekar Kinanthi sangat mengapresiasi kepada penulis buku Fragmen NU Wonosobo yang telah menulis mengenai Nahdlatul Ulama Wonosobo sehingga generasi muda bisa mengetahui dan paham akan Nahdlatul Ulama masa lalu khususnya di Wonosobo. Ia berpesan, sebagai santri kita harus percaya diri.

Buku Fragmen NU Wonosobo Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Buku Fragmen NU Wonosobo Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Buku Fragmen NU Wonosobo Diluncurkan

“Jayalah negeriku Indonesia, ngaji itu keren!” tukas Fatiya. 

Penulis Fragmen NU Wonosobo, Ahmad Muzan memaparkan buku tersebut berisi masuk dan penyebaran Islam di Wonosobo. Pada bab satu membahas tentang Sayyid Ibrahim bin Ali Ba’abud pendiri Nahdlatul Ulama Wonosobo. 

“Selain itu juga ada Syekh Umar Sutradana, dan Sayyid Abdullah Quthbuddin tokoh pembawa Tarekat Naqsabandiyah pertama kali di tanah Jawa,” tutur Muzan.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Buku tersebut dicetak secara terbatas teruntuk para donatur yang ingin memberikan infak dan sedekah untuk pengembangan pembangunan PPS AP Fatanugraha Wonosobo. 

Di tempat yang sama, juga dilakukan kegiatan menonton bersama film dokumenter Nadlatul Ulama Wonosobo produksi santri PPs Fatanugraha.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kegiatan tersebut sebagai bagian peringatan Hari Santri, setelah pada Sabtu malam, mereka berpartisipasi dalam Pembacaan 1 Milyar Sholawat Nariyah. Peserta juga melakukan  ziarah ke makam pendiri NU di makam keluarga Sayyid Ibrahim Bin Ali ba’abud Longkrang Wonosobo. (Mukhamad Khusni M/Kendi Setiawan) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Tokoh, Pendidikan, Kajian Islam Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

Perihal Kerinduan Menyantap Masakan Lezat Ibu di Kampung

Malang, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Saat mudik seperti ini, salah satu yang kita nanti adalah ingin merasakan lezatnya masakan ibu di rumah. Sebagian besar di antara kita mengatakan, masakan ibu adalah masakan terlezat dan membuat kangen untuk terus pulang ke rumah.

Bahkan banyak yang berpendapat masakan ibunya paling lezat dibanding masakan siapapun termasuk masakan koki terkenal di hotel berbintang atau rumah makan yang pernah kita singgahi. Pertanyaannya mengapa anak berpendapat seperti itu?

Menurut ilmu neurologi, di dalam otak manusia ada tempat untuk memori kelezatan makanan (lobus parietalis dan nuclues acumban), rasa lezat yang dirasakan sejak kecil dari makanan yg disajikan ibu akan tersimpan di otak bagian ini sehingga terbentuk memori kelezatan makan permanen di otak kita.

Perihal Kerinduan Menyantap Masakan Lezat Ibu di Kampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Perihal Kerinduan Menyantap Masakan Lezat Ibu di Kampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Perihal Kerinduan Menyantap Masakan Lezat Ibu di Kampung

Walaupun kita sudah dewasa, memori itu masih ada dan ketika kita pulang ke rumah seperti saat mudik ini kemudian menyantap makanan masakan ibu, maka memori akan terstimulus lagi dengan cepat. Hal ini terjadi saat kita mulai mengunyah makan tersebut, itulah yang menerangkan kelezatan masakan ibu kita.?

Kedua, suasana hati yang tenang. Saat paling penting ketika bertemu ibu, bapak, saudara dan handai taulan tentunya pikiran kita senang dan tenang. Ketenangan itulah yg memberi kenikmatan saat makan masakan ibu tercinta. Apalagi makan sambil mengenang masa kecil di rumah akan berlipat ganda rasa nikmat masakan ibu di rumah.

Walaupun makanan lezat tapi bila hati tidak tenang rasanya hambar bahkan tidak bisa merasakan. Sebagai contoh ? makan di bandara saat pesawat sudah siap berangkat rasanya tidak nikmat walapun sebenarnya makanan itu lezat.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ketiga, ibu memasak dengan "resep kasih sayang". Bagi seorang ibu, memasakan untuk anak tercinta ? bukan hanya menggunakan ramuan tangan, tetapi resep masakan dengan "ramuan hati atau kasih sayang". Dan ini sulit dijabarkan secara ilmiah tetapi memang ada telepati kasih sayang ibu ke anaknya saat memasak dan menyajikan makanan untuk kita. Istilahnya ibu memasak dengan ? hati menggunakan resep kasih sayang.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sudah berbakti?

Begitu besar kasih sayang ibu ke kita (bahkan lewat masakan yang lezat). Pertanyaannya adalah, sudahkah kita tunaikan kewajiban kita kepada orang tua? ?

Mumpung masih dalam momen mudik, kita masih bisa ketemu dan mengunjungi mereka berdua. Pastikan kita sudah menunaikan kewajiban kita karena belum tentu ada kesempatan di tahun depan mengingat semakin tuanya usia mereka, maka berikan yang terbaik untuk mereka. Semoga Allah senantiasa menyayangi dan memuliakan ibu dan bapak kita.

Ditulis oleh Badrul Munir, dokter spesialis saraf di RS Saiful Anwar Malang, pemuja masakan ibu.

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Budaya, Ulama, Pendidikan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selasa, 12 Desember 2017

Empat Prinsip Cara Berfikir NU

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. KH Makruf Amin menuturkan terdapat empat hal yang menjadi dasar dalam cara berfikir warga NU yang menjadi ruh ketika NU berdiri dan menentukan sampai ke depan bagaimana NU yang akan datang.



Empat Prinsip Cara Berfikir NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Prinsip Cara Berfikir NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Prinsip Cara Berfikir NU

Empat hal tersebut adalah yaitu pertama fikrah nahdiyyah atau cara berfikir NU, kedua NU bermazhab, ketiga NU menganut prinsip tatowwuriyah atau dinamis, keempat NU berprinsip islahiyyah atau melakukan perbaikan terus-menerus.

Hal ini disampaikan dalam diskusi Kamisan ( 14/10) Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal yang juga dihadiri oleh Prof Dr Machasin, direktur pendidikan Islam dan Muhammad Al Fayyat, anak muda NU.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

 

Kiai Makruf Amin menjelaskan fikrah nahdliyyah merupakan cara berfikir NU dalam memahami nash, mencari prinsip dari nash, mencari dasar hukum dari nash. Saat ini telah berkembang berbagai macam pemikiran, mulai dari radikal, tekstual, liberal dan lainnya yang semuanya menjadi tantangan bagi NU.

“Kalau aswaja menurut NU, selektif, sebab kita tidak mengikuti semua faham aswaja ini dan kita bermazhab. Saya menyebutnya tawassutiyah atau moderat. Kalau kelompok tekstualis ini tanpa penafsiran, kalau kelompok liberal kelewatan dalam penafsiran,” katanya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ciri kedua NU adalah bermazhab karena tanpa mazhab tidak ada frame. “Ini bidah yang paling berbahaya dalam menghancurkan Islam,” tandasnya.  

Mazhabnya pun dibatasi empat, tidak boleh lebih dari empat meskipun ada mazhab lainnya, karena yang lainseperti Sofyan Atsauri, Ibnu Uyainah, Al Auzai tidak memiliki metodologi berfikir yang jelas, hanya pendapat yang parsial.

Aspek ketiga NU adalah, tatowwuriyah atau dinamis. Artinya, kita sekalipun bermazhab, tidak kaku. Seperti diputuskan dalam Munas NU di Lampung tahun 1992 yang menetapkan cara bermazhabnya tak hanya koulan atau tekstual tetapi juga manhajan atau mengikuti metode berfikirnya para imam mazhab tersebut.

"Kebanyakan syariah keluar dari ijtihad. Ada yang sudah diselesaikan oleh ulama dahulu, ada yang belum sehingga harus berani melakukan ijtihad terhadap masalah yang belum dibahas, tetapi bisa juga masalahnya lama tetapi mengalami perubahan seperti yang terjadi pada masalah-masalah muamalah," paparnya.

Dijelaskannya, tradisi kalangan bermazhab juga begitu. Ada pendapat baru yang tidak sama dengan pendapat yang dikemukakan oleh para pendiri mazhab, tetapi meskipun berbeda keputusannya, kalau dilihat dari cara berfikirnya, tak menyalahi metodologi sehingga tetap bisa dipakai sebagai rujukan.

“Mazhab empat sudah terlalu cukup, asal manhaji, bukan kouli atau mengikuti metode berfikirnya, bukan keputusan yang sudah ada. Semua bisa diselesaikan asal kita mau berfikir. Yang penting tidak statis dalam berfikir, tetapi tidak keluar dari frame. Ini cara berfikir,” jelasnya.

Aspek keempat adalah islahiyyah atau selalu melakukan selalu perbaikan. Melakukan pebaikan itu tak cukup hanya dengan wacana diawang-awang atau menulis buku saja, tetapi harus melalui tindakan kongkrit.

“Karena itu, disamping fikrah, ada harakah atau gerakan, yang kita sebut sebagai harakah islahiyyah, akidah yang tak betul dibetulkan, demikian pula perbaikan dalam bidang ibadah, akhlak, muamalah. ekonomi, sosial, budaya, bahkan politik,” tandasnya.

Untuk masalah ekonomi, ia meminta dilakukan pemberdayaan dahulu pada masyarakat, baru pensyariahan. Tak mungkin dilakukan pensyariahan dahulu jika tak ada pemberdayaan karena masyarakat tak berdaya.

Upaya perbaikan juga harus dilakukan secara terus menerus, tak cukup hanya berjalan sebulan saja karena tak akan memiliki dampak jangka penjang. Selain itu, diharapkan mampu membuat perbaikan yang memiliki dampak tinggi. Ia mencontohkan nabi yang dalam 23 tahun mampu merubah masyarakata dari kaum jahiliyah menjadi khaira ummah karena apa yang dilakukan memiliki dampak yang tinggi.

Ketua Dewan Fatwa MUI ini menjelaskan, ia juga membidangi ekonomi syariah di MUI, disitu dilakukan sinergi antara ulama dengan pelaku ekonomi syariah dan regulator. Semua melakukan sinergi sehingga dihasilkan keputusan yang baik karena memperhitungkan semua aspek. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pendidikan, Tokoh, Ahlussunnah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Perpisahan SMA NU, Alumni Dihimbau Berpegang Teguh Paham Aswaja

Sumenep, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal 

Siswa akhir SMA Nahdatul Ulama Sumenep menggelar perpisahan di Gedung Pendidikan dan Kebudayaan Ki Hajar Dewantara Kolor Sumenep, Sabtu (19/5) pagi.

Sebanyak 46 siswa kelas XII, yang terdiri dari 29 siswa putra dan 17 siswa putri menangis haru saat menyanyikan lagu perpisahan. Sebagai ucapan terima kasih kepada semua guru yang telah membina dan membimbing hingga lulus, para siswa memberibunga kepada para guru sebagai simbol ucapan terima kasih.

Perpisahan SMA NU, Alumni Dihimbau Berpegang Teguh Paham Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Perpisahan SMA NU, Alumni Dihimbau Berpegang Teguh Paham Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Perpisahan SMA NU, Alumni Dihimbau Berpegang Teguh Paham Aswaja

Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 200 undangan yang terdiri dari wali murid, Pengelola dan guru SMA NU, perwakilan dari UPT Pendidikan Sumenep, tampak juga hadir mantan Bupati Sumenep sekaligus Wakil Rais Syuriyah PCNU Sumenep KH Moh. Ramdlan Siraj.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kepala Sekolah dalam sambutannya menghimbau agar siswa Nahdiyyin tetap berpegang teguh kepada ajaran Ahlussunnah wal jamaah. Pendidikan keaswajaan sangat penting ditanamkan sejak dini kepada para peserta didik agar watak Aswaja yang mencerminkan pluralitas dan menjunjung tinggi syariat beragama mampu diserap dengan baik, sehingga akan terbentuk karakter manusia yang benar-benar tawaddu dan tasammuh.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Sebagai warga dan siswa Nahdiyyin harus mencerminkan sifat dan watak ke-Aswaja-an kita. Momentum perpisahan ini sebagai refleksi dan ajang evaluasi kita agar para peserta didik tidak bertindak preman dan foya-foya dalam mengekspresikan kegembiraan menyambut pelulusan tanggal 26 Mei mendatang,” ungkap Gofur.

Ia juga tidak mengijinkan siswanya corat-coret baju dan mengadakan konvoi. Hal itu, menurutnya, pekerjaan yang tidak mencerminkan watak Nahdiyin. “Ekspresikan rasa kegembiraan itu dengan memperbanyak syukur kepada Allah,” katanya. 

 

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor: Hendriyanto, M Kamil Akhyari

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Syariah, Pendidikan, Budaya Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 11 Desember 2017

Santri Baru Pesantren Darussalam Sukolilo Dibekali Wawasan Aswaja

Surabaya, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Pondok Pesantren Darussalam Keputih, Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur, menyambut kedatangan para santri  baru dengan kegiatan Orientasi Pengenalan Pondok Pesantren (OP3K) Darussalam. Kepada mereka, pesantren rintisan penggerak NU Surabaya KH Abdus Syakur ini memberikan bekal di antaranya pengetahuan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

Santri Baru Pesantren Darussalam Sukolilo Dibekali Wawasan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Baru Pesantren Darussalam Sukolilo Dibekali Wawasan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Baru Pesantren Darussalam Sukolilo Dibekali Wawasan Aswaja

Selain santri baru, para santri lama pun juga antusias mengikuti kegiatan yang berlangsung Sabtu, (5/8) itu. Ustadz M. Ma’ruf Khozin, salah satu anggota Lembaga Dakwah PWNU Jawa Timur, didaulat sebagai pemateri. Banyak santri yang bertanya kepada Ustadz Ma’ruf tentang penjelasan dalil amaliyah tertentu dan permasalahan keseharian lainnya.

Dalam pemaparannya, Ustadz M. Ma’ruf Khozin menjelaskan banyak hal, termasuk soal adanya kelompok yang mengaku paling islami, namun dari segi tingkah laku tidak mencerminkan apa yang mereka dengungkan itu. Menurutnya, kelompok seperti itu tidak punya sanad dalam hal yang mereka pelajari.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Jika mempelajari suatu ilmu harus ada sanadnya agar apa yang kita pelajari nantinya akan sesuai dengan apa yang dikerjakan oleh ulama maupun salafus shalih,” jelasnya kepada para santri.

Pesantren Darussalam sengaja memasukkan materi keaswajaan pada para santri baru sebagai sarana memperkokoh dan memperluas pengetahuan mereka seputar doktrin Aswaja yang moderat itu. “Untuk membentengi santri baru dengan akidah ahlussunnah wal Jama’ah,” kata Ustadz Sukamto, salah satu dewan pengarus Pondok Pesantren Darussalam Keputih. (Ahmad Hanan/Mahbib)

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pendidikan, Sholawat, Aswaja Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 04 Desember 2017

Yayasan Turats Ulama Nusantara Galang Dana untuk Korban Gempa

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal - Yayasan Turats Ulama Nusantara (TUN) turut serta melakukan penggalangan dana untuk korban gempa di Pidie Jaya, Aceh. Yayasan yang bergerak di bidang konservasi naskah karya ulama Nusantara ini melakukan penggalangan dana sejak Rabu (7/12). Yayasan ini rencananya akan melakukan penggalangan dana sampai Jum’at (16/12).

“Kami melakukan penggalangan dana sebagai wujud rasa solidaritas , dan berharap bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa musibah gempa bumi,” kata Koordinator Yayasan TUN Nanal Ainal Fauzi saat dihubungi via WA, Jumat (9/12).

Yayasan Turats Ulama Nusantara Galang Dana untuk Korban Gempa (Sumber Gambar : Nu Online)
Yayasan Turats Ulama Nusantara Galang Dana untuk Korban Gempa (Sumber Gambar : Nu Online)

Yayasan Turats Ulama Nusantara Galang Dana untuk Korban Gempa

Menurut Nanal, penggalangan dana dimotivasi oleh amanah hadits Rasulullah SAW yang menganjurkan umatnya untuk melapangkan kesusahan dunia dari seorang mukmin.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Penggalangan dana untuk korban gempa dilakukan via medsos seperti Facebook dan What’s App. Alhamdulillah sampai hari ini Jumat (9/12) telah berhasil terkumpul dana sebesar 3.050.000,” kata pria berumur 21 tahun tersebut.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Yayasan yang berpusat di Demak ini juga mengajak simpatisan TUN khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya agar menyisihkan rezekinya untuk membantu saudara-saudara korban gempa. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Ubudiyah, Pendidikan, Halaqoh Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Minggu, 03 Desember 2017

Ini Hasil Survei Kerukunan Umat Beragama di Indonesia

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Indonesia dikenal sebagai negara yang plural. Ada ratusan suku dan etnik, budaya, serta bahasa. Pun agama. Indonesia mengakui enam agama, yaitu: Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu.





Ini Hasil Survei Kerukunan Umat Beragama di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Hasil Survei Kerukunan Umat Beragama di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Hasil Survei Kerukunan Umat Beragama di Indonesia

Melihat masyarakat Indonesia yang sangat beragam tersebut–terutama agama yang menjadi sistem kepercayaan (believe system) seseorang, perlu upaya peningkatkan kerukunan antar umat beragama agar tidak terjadi chaos antar satu pemeluk agama dengan yang lainnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Lalu yang menjadi pertanyaan adalah indeks kerukunan antar umat beragama tersebut didasarkan kepada apa? 





Setidaknya, ada tiga indeks indikator untuk meningkatkan kerukunan antar umat berama. Pertama, toleransi. Saling menghargai dan menerima adalah pengejawantahan daripada toleransi. Kedua, kesetaraan. Antar satu pemeluk agama dengan yang lainnya memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagai warga negara, serta adanya keinginan untuk saling melindungi dan menjaga. Bukan mayoritas semena-mena terhadap minoritas. Begitupun sebaliknya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ketiga, kerja sama. Poin ketiga ini mencerminkan keaktifan satu umat bergama untuk bergabung dengan pihak yang lainnya tanpa harus mempermasalahkan perbedaan agama yang ada diantara mereka. 

Toleransi adalah pilar awal untuk membangun kerukunan antar umat beragama. Itu saja tidak cukup. Perlu dibarengi dengan sikap kesetaraan. Dan kesetaraan tersebut harus disempurnakan dengan sikap saling kerjasama, tolong menolong, dan gotong royong. Kerjasama yang tulus akan mampu melahirkan kesadaran diri bahwa manusia memang diciptakan oleh Tuhan dengan beraneka ragam dan saling membutuhkan satu dengan yang lainnya.

Hasil penelitian yang dilakukan Balitbang Diklat Kemenag)menunjukkan adanya peningkatan kerukunan antar umat beragama di Indonesia. Tahun 2015, angka kerukunan antar umat beragama adalah 75,36. Sedangkan tahun 2016, angkanya adalah 75,47. Artinya, ada peningkatan sebesar 0,12. (Kemenag, 2016)



Jika mengacu kepada tiga variabel utama diatas (toleransi, kesetaraan, dan kerjasama), maka indeks kesetaraan merupakan yang paling tinggi, yaitu 78,41. Lalu kemudian disusul dengan toleransi (76,5) dan kerjasama (42,0). Dari hasil ini, kita bisa simpulkan bahwa kerukunan antar umat beragama terutama dalam bidang kerjasama harus terus ditingkatkan agar tidak timpang dengan variabel yang lainnya.

Selain itu, hasil penelitian Kemenag tersebut juga menunjukkan bahwa responden yang beragama minoritas di suatu daerah cenderung lebih rukun jika dibandingkan dengan angka nasional (75,8). Sementara responden yang berada di wilayah yang anutan agamanya berimbang lebih baik sedikit dibangkan yang homogen minoritas (75,47).

Sedangkan responden yang beragama mayoritas di suatu wilayah cenderung berkurang indeks kerukunannya, yakni 66,71, di bawah rata-rata gabungan nasional (67,65).

Dinamika kerukunan antar umat beragama tersebut tentu dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya adalah pendidikan, pendapatan, partisipasi sosial, pengetahuan terhadap peraturan, dan wawasan kemajemukan.

Maka dari itu, ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk meningkatkan kerukunan antar umat beragama di Indonesia. Pertama, mengoptimalisasi sosialisasi Undang-Undang tentang Kerukunan antar Umat Beragama (KUB). Dengan pemahaman yang baik, maka antar umat beragama akan saling menghormati dan menerima satu dengan yang lainnya.

Kedua, mengerakkan dan menggalakkan kegiatan sosial lintas agama. Pemerintah daerah bisa melaksanakan program-program bersama yang diikuti oleh antar umat beragama sehingga mereka bisa saling berdialog dengan yang lainnya.

Ketiga, meningkatkan wawasan masyarakat terutama tentang kehidupan sosial lintas agama. Keempat, mainstreming kerukunan dalam peraturan daerah dan kebijakan sosial lainnya hingga pada tingkat desa. Kelima, menjadikan tokoh agama sebagai agen penggerak kerukunan.

Terakhir, optimalisasi peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) melalui peneningkatan status Peran Bersama Menteri (PBM) menjadi Peraturan Pemerintah (PP) atau Undang-Undang (UU). (A Muchlishon Rochmat/Kendi Setiawan). Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Halaqoh, Pendidikan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 27 November 2017

Pagar Nusa Sidoarjo Unjuk Kebolehan Sambut Kirab Resolusi Jihad

Sidoarjo, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Tim Kirab Resolusi Jihad NU di hari kedua tiba di Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (14/10) malam. Tim diterima panitia lokal dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo di Pendopo Kabupaten.

Begitu masuk ke halaman Pendopo, ribuan siswa dan mahasiswa, serta perwakilan banom dan lembaga di bawah PCNU Sidoarjo menyambut dengan wajah penuh suka cita. Lantunan solawat tak henti-hentinya mereka perdengarkan, hingga Tim akhirnya dibawa ke tempat atraksi pendekar Pagar Nusa Sidoarjo.

Pagar Nusa Sidoarjo Unjuk Kebolehan Sambut Kirab Resolusi Jihad (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Sidoarjo Unjuk Kebolehan Sambut Kirab Resolusi Jihad (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Sidoarjo Unjuk Kebolehan Sambut Kirab Resolusi Jihad

Tim pun terpukau saat anggota pendekar Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa meledakkan petasan dengan ledakan tinggi di atas tubuh mereka, namun para pendekar itu tidak cedera sedikit pun. Dalam waktu berdekatan, pendekar Pagar Nusa juga terbukti berhasil memutuskan rantai besi yang melilit tubuh mereka.

Selanjutnya, Tim segera masuk ke dalam pendopo untuk mengikuti upacara penyambutan. Ketua PBNU KH M. Salim Aljufri berkesempatan memberikan sambutan mewakili PBNU. Ia menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada jajaran Pemda Sidoarjo yang mendukung kegiatan kirab dengan mengizinkan Tim Kirab menyinggahi Sidoarjo, bahkan menjadikan Pendopo Kabupaten Sidoarjo sebagai tempat upacara penyanbutan.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selanjutnya, ia mengatakan terkait dengan pelaksanaan kirab yang merupakan salah satu agenda dalam dalam peringatan Hari Santri Nasional. Santri bukan sekadar orang-orang yang turut berada di Indonesia, tapi juga sebagai penentu Kemerdekaan RI.

Santri juga bukan sekadar pelajar, tetapi juga tulang punggung dan berada di ? garda terdepan dalam membentengi bangsa dari berbagai ? keruntuhan moral. Menurut Kiai Salim saat ini banyak terjadi kejahatan terorisme, penyalahgunaan narkoba, dan penyimpangan perilaku seksual. Semua keruntuhan moral itu harus dicegah dan dihadapi dengan iman. Dan santri harus berdiri paling depan dalam mengatasinya.

Kepada para peserta kirab, ia berpesan bahwa ajang kirab juga merupakan pendidikan politik. Peserta kirab dengan mengunjungi berbagai daerah, akan menemui masyarakat yang ternyata adalah warga NU. Artinya NU ikut menentukan jalannya bangsa ini.

Kiai Salim lalu mengingatkan bahwa peserta kirab yang merupakan generasi muda tak lain adalah pemimpin di masa mendatang, di mana tanggung jawab menjaga moral bangsa Indonesia berada di tangan mereka.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Nahdlatul Ulama adalah pelopor dunia Islam. Saat ini kiblat dunia Islam adalah Indonesia, salah satunya karena kerukunan yang ditunjukkan warga Islam Indonesia. Jangan sampai dihancurkan apa yang sudah dijalin NU selama ini,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Sidoarjo KH Abdi Manaf juga memberikan sambutan. Menurutnya NU dan NKRI tak bisa dipisahkan. Dibuktikan dengan di setiap acara NU selalu dinyanyikan dua lagu yakni Indonesia Raya dan Syubbanol Wathon. Lagu Syubbanol Wathon yang diciptakan Abdul Wahab Chasbullah, adalah lagu tentang cinta tanah air. Lagu itu diciptakan tahun 1934, jauh sebelum kemerdekaan Indonesia.

Kepada peserta kirab, KH Abdi Manaf menitipkan pesan untuk PBNU. Bahwa NKRI adalah harga mati, sehingga apabila ada kelompok gerakan yang ingin merongrong NKRI, agar disampaikan kepada pemerintah bahwa melompok itu adalah bagian dari musuh NU.

“Tentu adalah hal yang tidak diinginkan bahwa akan ada Resolusi Jihad jilid 2. Tetapi bila itu terjadi NU harus siap bergerak,” cetusnya.

Dari pihak Pemkab Sidoarjo, sambutan diberikan oleh Wakil Bupati Nur Ahmad Saifuddin. Ia pun menyampaikan rasa bangga karena tim kirab berkenan singgah di Sidoarjo.

Sidoarjo, tutur Wabup, tidak asing lagi dengan NU karena mayoritas warganya juga NU. Pendopo Kabupaten juga tidak asing lagi dengan kegiatan ke-NU-an, seperti dengan dan tahlilan. Ke depan Ikatan Seni Hadrah Republik Indonesia (Ishari) sangat mungkin berpentas di Pendopo Kabupaten.

Dalam peringatan Hari Santri 2016, Kabupaten Sidoarjo juga melakukan sejumlah kegiatan. Diantaranya Pameran Produk Santri dan Pameran Pesantren, Lomba baca kitab, pembacaan satu milyar shalawat Nariyah, pentas ketoprak santri dengan Lakon Resolusi Jihad. Juga pihak Pemda sedang berkoordinasi dengan pihak terkait berkenaan dengan pelepasan ribuan balon udara.

Kegiatan lainnya adalah Festival Munajat Seribu Santri, pembacaan puisi dan jalan sehat santri yang bekerjasama dengan LP Maarif NU. Diperkirakan akan melibatkan 18 ribu peserta.

Pemkab Sidoarjo dalam kegiatan tersebut bersinergi dengan NU melalui banom-banom yang ada di bawahnya. Kepada Tim Kirab Wabup berharap Kirab Resolusi Jihad dan peringatan Hari Santri Nasional akan menjadi ajang penguatan cinta tanah air. (Kendi Setiawan/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Nahdlatul, Pendidikan, Cerita Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 18 November 2017

Saudi Akan Hadapi Ekstremis dengan Pendekatan Tangan Besi

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Raja Saudi Arabia mengingatkan bahwa negaranya akan menyerang dengan "tangan besi" terhadap orang-orang yang memangsa kerapuhan generasi muda untuk masuk ke ekstrimis agama, sehari setelah pengebom bunuh diri menghantam tiga kota dalam serangan yang tampaknya seperti kampanye yang terkoordinasi.

Saudi Akan Hadapi Ekstremis dengan Pendekatan Tangan Besi (Sumber Gambar : Nu Online)
Saudi Akan Hadapi Ekstremis dengan Pendekatan Tangan Besi (Sumber Gambar : Nu Online)

Saudi Akan Hadapi Ekstremis dengan Pendekatan Tangan Besi

Dalam sebuah pidato menandai Idul Fitri, Raja Salman mengatakan tantangan besar yang dihadapi Arab Saudi adalah menjaga harapan bagi para pemuda yang menghadapi risiko radikalisasi.

"Kami akan menyerang dengan tangan besi pada mereka yang menarget akal dan pikiran... generasi muda kami yang kami cintai," kata Salman (80).

Empat petugas keamanan tewas pada serangan hari Senin yang menarget Konsulat Amerika Serikat, para muslim Syiah dan pusat keamanan di masjid di Kota Suci Madinah. Semua serangan tampak sudah diatur waktunya sehingga bertepatan mendekati hari raya Idul Fitri.

Kepala bagian Hak Azasi Manusia PBB menyampaikan pada Selasa, mendeskripsikan bom di luar masjid Nabi Muhamad di Madinah sebagai "sebuah serangan terhadap Islam itu sendiri" dan banyak umat Muslim yang kaget situs tersuci kedua mereka menjadi sasaran.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Belum ada satu grup pun yang mengaku bertanggung jawab namun militan ISIS telah melancarkan aksi bom yang mirip di sekutu AS, negara-negara kerajaan Sunni tahun lalu, menyasar kaum minoritas Syiah dan pasukan keamanan Saudi.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Zeid Raad al-Hussein, Komisaris Tinggi Hak Azasi Manusia PBB dan anggota keluarga kerajaan Jordan, menyampaikan pidatonya melalui juru bicara di Jenewa.

"Ini adalah salah satu dari situs tersuci Islam, serangan seperti itu yang terjadi pada saat Ramadhan, bisa dianggap sebagai serangan langsung terhadap Muslim di seluruh dunia," katanya. "Ini adalah serangan terhadap agama itu sendiri," katanya dilaporkan Reuters. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pendidikan, Berita, Internasional Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Jumat, 17 November 2017

Ini 7 Seruan Moral Tokoh Lintas Agama untuk Presiden, KPK, dan Polri

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Puluhan tokoh lintas agama dan kepercayaan berkumpul di Kantor PBNU Kramat Raya Jakarta Pusat, Kamis, (5/2) sore. Pertemuan ini untuk menanggapi masalah yang mengemuka akhir-akhir ini terkait kemelut antara KPK dan Polri, dan mengenai ketegasan Presiden Jokowi dalam menyelsaikan kemelut tersebut.

“Pertemuan ini tidak terkait dengan politik, murni untuk menyelesaikan persoalan kebangsaan kita saat ini,” tegas Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj saat memimpin penyampaian sikap di lantai 5 kantor PBNU.

Ini 7 Seruan Moral Tokoh Lintas Agama untuk Presiden, KPK, dan Polri (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini 7 Seruan Moral Tokoh Lintas Agama untuk Presiden, KPK, dan Polri (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini 7 Seruan Moral Tokoh Lintas Agama untuk Presiden, KPK, dan Polri

Hasil dari pertemuan ini, mereka menyampaikan hal-hal sebagai berikut,?

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

1. Penegakan kebenaran dan keadilan adalah syarat mutlak keselamatan bangsa Indonesia.?

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

2. Tugas Negara dan pemerintahan adalah menjaga nilai-nilai luhur agama dan memajukan kemashlahatan rakyatnya. ?

3. Pemimpin yang jujur, amanah dan adil akan membawa bangsa ini mencapai kemajuan dan kesejahteraan.?

Dari tiga persamaan persepsi kebangsaan itu, mereka menyampaikan 7 butir seruan moral kepada presiden, KPK, dan Polri sebagai berikut, ?

1. Menyerukan kepada bangsa Indonesia untuk tidak khawatir, was-was atau resah, serta tetap tenang dan menjalankan aktifitas sebagaimana biasa.?

2. Menyerukan kepada Presiden Republik Indonesia untuk terus secara sungguh-sungguh memimpin pemberantasan korupsi. ?

3. Mengetuk nurani Presiden Republik Indonesia untuk tidak ragu-ragu mengambil langkah yang tegas, cepat dan tepat untuk mengakhiri dan menyelesaikan perselisihan dan kemelut antara KPK dan Polri sesuai konstitusi.

4. Menyerukan Presiden Republik Indonesia untuk mengangkat kepemimpinan Polri dengan mengutamakan moralitas, kredibilitas, berintegritas ? dan kapabel.

5. Mendukung KPK dan Polri untuk melakukan tugasnya menegakkan hukum dalam kerangka memberantas korupsi dan meningkatkan akuntabilitasnya.?

6. Mendorong semua pihak agar menghentikan kriminalisasi dan tidak menjadikan KPK dan Polri sebagai alat bagi kepentingan politik individu dan kelompok.?

7. Mengingatkan KPK untuk kembali ke fitrahnya dan betul-betul menjaga dan meningkatkan kredibilitasnya sebagai lembaga pemberantasan korupsi.

Hadir dalam pertemuan tersebut diantarnya Dr. H. Marsudi Syuhud (Sekjend PBNU), Dr. H. Bina Suhendra (Bendahara Umum PBNU), Dr. Abdul Moqsith Ghazali (The Wahid Institute), Romo Ignatius Harianto SJ. (Sekjend ICRP/KWI), HS. Dillon (Intelektual dan Tokoh Agama Shikh), Pendeta Albertus Patti (PGI), Uung Sendana (Ketum Majlis Tinggi Agama Konghucu Indonesia), Piandi ? (Ketum Majlis Budayana Indonesia), Yanto Jaya (Ketua Parisada Hindu Darma Indonesia), Suprih Suhartanto (Majlis Luhur Agama Nusantara), Ulil Ashar-Abdalla (ICRP), M. Imdadun Rahmat (Komisioner Komnas HAM), Zafrullah Pontoh (JAI), dan Syamsiah (ICRP). Hadir juga perwakilan dari Ahmadiyah, Agama Tao, dan Komunitas Ahlul Bait Indonesia. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Ahlussunnah, Hikmah, Pendidikan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Jumat, 03 November 2017

PBNU Dukung Interpelasi DPR Soal Iran

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendukung rencana DPR yang akan menggulirkan hak interpelasi menyusul kebijakan pemerintah Indonesia yang mendukung resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) mengenai sanksi terhadap Iran terkait program nuklirnya.

“Terserah saja. Karena itu hak DPR. Tapi NU posisinya pada wilayah moral,” kata Ketua Umum PBNU Dr KH Hasyim Muzadi kepada wartawan usai menghadiri rapat gabungan PBNU di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (28/3)

PBNU Dukung Interpelasi DPR Soal Iran (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Dukung Interpelasi DPR Soal Iran (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Dukung Interpelasi DPR Soal Iran

Namun demikian, Presiden World Conference on Religion for Peace itu menegaskan, meski mendukung, tetapi bukan berarti NU berupaya masuk dalam wilayah politik praktis yang pada dasarnya adalah wewenang DPR. Pihaknya hanya mengkritisi kebijakan pemerintah dalam dimensi moral saja.

“Arahannya sama, yaitu kebijakan pemerintah dalam hal dukungan terhadap sanksi itu. Tapi bedanya, NU mengkritisi kebijakan itu dalam dimensi moral. Kalau DPR kan wilayah politik praktisnya,” jelas Hasyim yang juga Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars.

Kritik Hasyim di antaranya ditujukan pada alasan sikap dukungan pemerintah Indonesia atas Resolusi 1747 itu yang menyatakan bahwa sanksi tersebut dalam rangka menjaga keamanan di kawasan Timur Tengah (Timteng). Menurutnya, sanksi yang memaksa Iran untuk menghentikan program pengayaan uraniumnya, tidak akan merubah keadaan di Timur Tengah, termasuk Iran.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kekacauan di wilayah Timteng, kata Doktor Kehormatan di bidang Peradaban Islam itu, selama ini karena ulah Amerika Serikat (AS) beserta negara sekutunya. Dengan demikian, imbuhnya, sanksi berat yang dikeluarkan DK PBB itu justru akan membuat Iran semakin menderita.

Hasyim mencontohkan keadaan bangsa Indonesia selama ini. Menurutnya, penderitaan yang dialami negeri ini, semuanya diakibatkan negara adidaya tersebut. “Kita (Indonesia, Red) ini menderita karena Amerika Serikat. Masa kita mau menularkan penderitaan ini pada teman kita sendiri (baca: Iran, Red),” tandasnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Cobalah dikalkulasi, sejak kita merdeka tahun 1945 sampai sekarang, apa yang diberikan Amerika Serikat pada kita. Coba dihitung, positifnya apa, negatifnya apa,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang, Jawa Timur, itu menambahkan.

Meski keputusan Indonesia yang mendukung resolusi tersebut dinilai akan mempersulit Iran, namun Hasyim berharap agar hubungan Indonesia-Iran tidak terganggu. “Saya berharap baik-baik saja. Tapi, ya, cuma semoga saja. Saya tidak bisa berbuat banyak,” pungkasnya.

Lebih dari itu, mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Timur tersebut, mengkhawatirkan bakal ditinggalkannya Indonesia oleh negara-negara lain, terutama negara-negara Islam. Pasalnya, ia menilai, sikap Indonesia atas sanksi tersebut tidak membawa keuntungan apapun.

“Dari Amerika Serikat, kita (Indonesia, Red) mungkin hanya mendapat pujian saja. Lebih parah lagi kalau kita ditinggalkan oleh teman-teman kita (baca: negara-negara Islam),” tegas Hasyim menjawab pertanyaan wartawan mengenai perlu atau tidaknya Indonesia memberikan penjelasan pada Liga Arab. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pendidikan, Ulama Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kamis, 02 November 2017

Santri 16 Kecamatan di Bandung Barat Segera Bentuk Organisasi

Indramayu, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sebanyak 36 santri yang berasal dari 16 kecamatan di Bandung Barat akan segera membentuk Organisasi Santri se-Bandung Barat. Organisasi yang rencananya fokus pada bidang pendidikan, pesantren, sosial, dan budaya ini diharapkan mampu mengakomodasi dan memecahkan berbagai permasalahan yang ada di kalangan santri.

Santri 16 Kecamatan di Bandung Barat Segera Bentuk Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri 16 Kecamatan di Bandung Barat Segera Bentuk Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri 16 Kecamatan di Bandung Barat Segera Bentuk Organisasi

Menurut ketua tim pembentukan, Rifqi Marzooqi, santri di Bandung Barat adalah aset berharga. Hadirnya organisasi ini untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kemunduran khususnya di bidang moral dan keagamaan. Sebab, katanya, santri merupakan simbol eksklusif dalam pembangunan karakter, moral, dan keagamaan.

"Perlu adanya tindak lanjut bagi para santri. Sangat sayang bila potensi dan berbagai khazanah yang ada di kalangan santri serta pesantren tidak terangkul," ujarnya, Kamis (28/1), di sela-sela pelatihan Metode Tamyiz di Indramayu, Jawa Barat.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ia juga mengimbau kepada semua santri Bandung Barat untuk turut bergabung dan aktif dalam organisasi ini kelak. Ke depan perlu ada banyak terobosan dari kalangan santri untuk mampu tampil di masyarakat.

"Kita padatkan dan munculkan ide serta gagasan santri. Saya yakin santri mampu tampil ke muka dan memberikan kemanfaatan untuk semesta," ujarnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Rencananya, organisasi santri ini akan dideklarasikan pada 1 Februari 2016 dan akan dilangsungkan oleh perwakilan santri dari tiap kecamatan di Bandung Barat. (Rifkiyal Robani/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pendidikan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 28 Oktober 2017

Buka Konferwil, Gubernur Jateng Ajak GP Ansor Kerja Sama

Wonosobo, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Konferensi Wilayah (Konferwil) Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah yang berlangsung di Aula al-Ala Universitas Sains al-Quran (Unsiq) Kalibeber, Mojotengah, Wonosobo, secara resmi dibuka Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Sabtu (17/5). Pembukaan ditandai dengan pemukulan bedug.

Buka Konferwil, Gubernur Jateng Ajak GP Ansor Kerja Sama (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Konferwil, Gubernur Jateng Ajak GP Ansor Kerja Sama (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Konferwil, Gubernur Jateng Ajak GP Ansor Kerja Sama

Dalam sambutannya, Ganjar menekankan perlunya kerja sama yang harmonis antara unsur pemerintah dan masyarakat, khususnya NU. Ia menilai kader muda NU, dalam hal ini GP Ansor, harus berperan aktif dalam pembangunan masyarakat dengan menciptakan ketentraman, keamanan dan ketertiban.

"Ansor sebagai kader muda Nahdlatul Ulama harus terus bergerak untuk secara sinergis bersama-sama pemerintah bekerja dan berjuang meningkatkan kenyamanan di masyarakat," ungkap Gubernur.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Peserta konferwil kali ini terdiri dari pimpinan cabang dan pimpinan anak cabang se-Jawa Tengah. Mereka  tampak antusias mengikuti jalannya acara yang salah satu agendanya adalah memilih ketua baru GP Ansor Jateng ini.

Pada Konferwil kali ini ada 3 kandidat yang bersaing menjadi ketua. Mereka adalah Anom, Ikhwanudin, serta Ulil Archam.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Tiga kandidat ini akan dipilih oleh PC Ansor dan PAC Ansor di seluruh Jateng, yang lulus verifikasi, dengan syarat-syarat antara lain, sudah melakukan pengkaderan berjenjang, ada lembaga keuangan, lkp dll," ungkap Faizin, salah seorang panitia.

Sebelumnya acara diawali dengan dialog publik tentang orientasi pemilih cerdas dalam pemilihan umum presiden (pilpres). Tampil sebagai narasumber Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Nusron Wahid dan salah seorang dosen Unsiq Nurul Mubin. Turut hadir para pelajar dan pengurus NU. (Red: Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Berita, Ulama, Pendidikan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 09 Oktober 2017

Ulama Pewaris Para Nabi, IPNU Pewaris Para Ulama

Sumedang, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pengurus Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Provinsi Jawa Barat pada Sabtu-Ahad (3-4/12) melaksanakan rapat koordinasi wilayah di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Acara pembukaan digelar di Aula Tampomas Pemda Sumedang dan acara rapat koordinasinya bertempat di Aula PCNU Sumedang.

Ulama Pewaris Para Nabi, IPNU Pewaris Para Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Pewaris Para Nabi, IPNU Pewaris Para Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Pewaris Para Nabi, IPNU Pewaris Para Ulama

Semua pengurus PW IPNU Jawa Barat dan perwakilan pengurus dari tiap-tiap Pimpinan Cabang IPNU se-Jawa Barat ikut bagian dalam kegiatan ini. Sejumlah tokoh yang ketika masa pelajarnya merupakan bagian dari IPNU juga hadir dalam pembukaan rapat koordinasi itu. Tokoh-tokoh tersebut diantaranya ada H. Dony Ahmad Munir yang sekarang menjabat sebagai angota DPR-RI, H Sadulloh (ketua PCNU Sumedang), H Zaenal Alimin (sekda Sumedang), dan tokoh-tokoh yang lainnya.

Zaenal Alimin yang menjabat juga sebagai awan di PCNU Sumedang dalam sambutannya mengatakan bahwa kata pelajar jika sudah disandingkan kepada NU maka pelajar tersebut harus menjadi bagian dari perjuangan NU. Kalau NU merupakan organisasi pewaris para Nabi, maka IPNU merupakan organisasi pelajar pewaris para ulama.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Oleh karena itu IPNU harus terus dekat, belajar, berguru, dan berkhidmah kepada para ulama. Kalau ulama NU selama ini ikut berjuang, menjaga dan mengisi Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka IPNU pun harus terus mengikuti langkah jejak para ulama tersebut,” kata Zaenal Alimin.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ketua PCNU Sumedang H Sadulloh yang hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut memberikan wejangan kepada peserta rapat koordinasi bahwa kaderisasi IPNU saat ini bisa menentukan nasib NU ke depan.

Oleh karena itu, tambahnya, IPNU harus melakukan 4 hal sebagai, yakni pertama kader IPNU harus sering silaturahim, baik silaturahmi antar anggota, kapada ulama, atau kepada senior. Kedua, harus silatul-afkar, sesama anggota dan kader harus menyamakan persepsi. Katiga, silatul-amal, pengurus IPNU harus bekerja sesuai dengan amanah jabatan yang diembannya. Dan yang terakhir harus silaturruuh dengan cara sering ziarah.kepafa tokoh-tokoh NU, pendiri IPNU, para wali dan pahlawan.

“Semoga rapat koordinasi wilayah PW IPNU Jawa Barat ini bisa menyikapi perkembangan yang aktual dan hangat, serta bisa menghasilkan solusi-solusi menyelesaikan masalah yang dihadapi pelajar saat ini,” tutup H Sadulloh. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pendidikan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 30 September 2017

Indonesia Damai, Karena Rakyatnya Cinta Nabi dan Keturunannya

Brebes, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Umat Islam Indonesia, tergolong umat yang mendapatkan penghargaan dari istimewa dari Allah SWT. Pasalnya, di tanah Jawa (Indonesia) adanya keturunan Rasulullah, yakni para wali dan sultan yang menyebarkan agama Islam di Indonesia.



Indonesia Damai, Karena Rakyatnya Cinta Nabi dan Keturunannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Damai, Karena Rakyatnya Cinta Nabi dan Keturunannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Damai, Karena Rakyatnya Cinta Nabi dan Keturunannya

“Berkah dari adanya keturunan Rasulullah SAW, menjadikan Indonesia damai,” tutur Muqodam Tariqoh At Tijaniyah Sayid Achmad Al Hadi Al Hasani  dari negara Tunisia saat mengisi tausiyah Idul Khotmi Lil Qutbil Mahtum As Syeikh Ahmad Bin Muhammad At Tijani RA ke-217 di Masjid Al Ittihad Jatibarang Brebes Jumat malam (29/1).

Sayid Achmad yang berceramah dengan bahasa Arab dan diterjemahkan oleh Syeikh Soleh Basalamah itu, lebih jauh menerangkan, kedamaian Indonesia tercipta setelah para wali menyebarkan agama Islam. Hal tersebut dicontohkan saat penyebaran agama Islam yang dilakukan dengan jalan damai, tanpa peperangan. “Masuknya Islam ke Indonesia bukan dengan peperangan tapi dengan jalan damai,” paparnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Bukti lain di Indonesia ada keturunan Rasulullah, lanjutnya, yakni ketika raja-raja dipimpin para sultan. “Indonesia damai, karena banyak keturunan Rasulullah,” ujarnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Disamping itu, umat Islam Indonesia tergolong umat yang cinta nabi dan keturunannya. Karena berpaham ahlussunah wal jamaah, dengan madzhab imam Syafii RA. Imam Syafii itu menaruh hormat yang kuat terhadap para keturunan nabi. “Imam Syafii bahkan menyebut putri Rasulullah Siti Fatimah Az Zahra, sebagai bidadari surga yang diturunkan  ke bumi karena kemuliaan hatinya,” terang Sayid Achmad.

Untuk itu, dia mengajak kepada hadirin untuk mencintai keturunan Rasulullah dengan mencontohkan akhlak dan perilaku tauladannya. Termasuk mencintai para wali yang juga merupakan keturunan Rasulullah. Dia menandaskan, orang yang benci pada para wali, haram hukumnya dan hidupnya di jamin tidak pernah bahagia “Membenci kepada para wali, hukumnya haram sebab para wali itu keturunan Rasulullah SAW,” ucapnya.

Imam Syafii saja, sambungnya, mengaku lebih senang duduk mendengarkan cerita atau nasehat para wali, ketimbang shalat sunah 1000 rakaat. “Padahal, shalatnya imam Syafii begitu khusyu yang tiada banding,” tuturnya lagi.

Diterangkannya, imam Syafii itu ahli syair, tapi jarang bersyair dan bersyair hanya untuk memuji-muji keluarga Rasulullah. Sampai-sampai imam Syafii disebut sebagai orang yang ‘gila’ terhadap keturunan Rasulullah.

Namun Sayid Achmad juga mengingatkan, kenapa terjadi ketidaknyamanan dan kekacauan di bumi Jawa (Indonesia), karena kini telah muncul setan-setan yang mengelilingi Indonesia. Setan-setan tersebut adalah gerakan-gerakan yang membenci Nabi dan Keturunannya. “Gerakan tersebut berusaha menjauhkan kita dari kecintaan pada Rasulullah dan keturunannya,” ucapnya tegas.

Wujud dari gerakan tersebut adalah dengan adanya aliran yang menghembuskan agar supaya benci pada keturunan Rasulullah. Aliran tersebut rusak, dengan cara merusak pula aqidah agar kecintaan kepada Rasulullah dan keturunannya hilang.

Jalan terbaik, tuturnya, kita mengikuti tasawuf. Sebab dengan menggabungkan diri kita pada tarikat kita akan terus mencintai nabi dan keturunannya. Dan itu yang membuat negara kita jadi damai. “Tasawuf, Tarekat apapun dasarnya adalah cinta pada Rasulullah dan keluarga Rasulullah,” tandasnya.

“Bagaimana akan ada cinta, kalau cinta itu sudah mulai di rusak. Mari kita rajut kembali benang-benang cinta pada Rasullah dan keturunannya,” pungkasnya.

Sementara Sesepuh Muqodam Indonesia Syeikh Abdul Muchit dari Malang Jatim meminta kepada seluruh penganut Tarekat At Tijaniyah agar merapatkan barisan dan saling menghormati. Jangan sampai menyakiti antar sesama muslim. Apalagi menyakiti dengan dalih amar maruf nahi mungkar. “Mari kita jalin ukhuwah islamiyah, ukhuwah Tijaniyah seluruh Indonesia,” pintanya.

Menurut Ketua Panitia Penyelenggara, Idul Khotmi Lil Qutbil Mahtum As Syeikh Ahmad Bin Muhammad At Tijani RA ke-217 itu mengambil tema Tarekat sebagai solusi ruhaniyah menatap berbagai tantangan hidup akhir zaman. Kegiatan tersebut dirangkai selama 3 hari.

Kegiatan diawali pada Kamis (28/1) dengan Ziarah Kubur dengan pembacaan Tahlil dan Yasin di Makam Muqodam Tarekat At Tijani KH  Wahab Syahroni di Pemakaman Muslim Jatibarang Lor dan Syeh Ali Basalamah di Jatibarang Kidul. Dilanjutkan Jumat Sore (29/1) pembacaan hailala wadifah di Pondok Pesantren Darussalam Jatibarang Kidul.

Acara dihadiri 20 muqodam dari Malaysia, Muqodam Tarekat se Muspida Brebes, Ketua PCNU Brebes Drs. H Athoillah, Kapolres Brebes AKBP Beno Lautapessy  MS1 Jawa dan lebih dari 15 ribu masyarakat Brebes. (was)Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Humor Islam, Pendidikan, Amalan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 16 September 2017

Doa Dibaca pada Tubuh yang Sakit

Manusia adakalanya mengalami sakit. Ia mesti bersabar sambil berobat secara medis. Ia perlu meminta doa dari orang-orang saleh untuk kesembuhannya. Tetapi ia juga harus memohon kesembuhan dari Allah SWT. Ia sendiri juga dianjurkan untuk membaca doa berikut ini untuk tubuhnya yang sakit.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Doa Dibaca pada Tubuh yang Sakit (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Dibaca pada Tubuh yang Sakit (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Dibaca pada Tubuh yang Sakit

? ? ? ? ? ? ? ?

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Bismillâh, bismillâh, bismillâh. U‘îdzuka bi izzatillâhi wa qudratihi min syarri mâ ajidu wa uhâdziru (dibaca tujuh kali). As’alullâhal ‘adhîma rabbal ‘arsyil ‘adhim an yasyfiyaka (dibaca tujuh kali).

Artinya, “Dengan nama Allah, dengan nama Allah, dengan nama Allah, aku lindungi kamu berkat kemuliaan Allah dan qudrah-Nya dari kejahatan barang yang aku rasakan dan yang aku khawatirkan (dibaca tujuh kali). Aku memohon kepada Allah Yang Maha Besar, Tuhan Arasy yang maha besar agar Dia menyembuhkanmu (dibaca tujuh kali),”(Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta).

Selain itu ia disunahkan membaca surat Al-Fatihah, Qulhu, Al-Falaq, An-Nas pada tubuh yang sakit. Itu semua merupakan ikhtiar manusiawi sebagai bentuk kefakiran manusia kepada pencipta-Nya. Wallahu a’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Ubudiyah, Pendidikan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock