Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Februari 2018

Buka Kompetisi LSN, Cak Imin: Gus Dur adalah Penggerak Sepakbola Pesantren

Yogyajarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar, membuka secara resmi Liga Santri Nusantara (LSN) Seri Nasional di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin (24/10) malam.

Di depan ribuan santri yang datang dari berbagai pesantren dan 31 perwakilan tim peserta seri nasional, Cak Imin-panggilan akrab Muhaimin Iskandar-mengaku senang dengan penyelenggaraan LSN yang sudah memasuki tahun kedua. Menurutnya LSN bisa menjadi penggerak para santri untuk meraih prestasi, khususnya di bidang sepak bola.

“Ini adalah bukti bahwa santri akan hadir memberikan kontribusi dalam kemajuan sepakbola Indonesia” ucap Cak Imin mengawali sambutannya.

Buka Kompetisi LSN, Cak Imin: Gus Dur adalah Penggerak Sepakbola Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Kompetisi LSN, Cak Imin: Gus Dur adalah Penggerak Sepakbola Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Kompetisi LSN, Cak Imin: Gus Dur adalah Penggerak Sepakbola Pesantren

Cak Imin juga meyakini bahwa liga santri akan menjadi tonggak kebangkitan sepakbola nasional, dan akan ? diperhitungkan dalam kancah sepakbola pada level asian atau bahkan dunia.?

“Liga santri kedua ini cukup cepat kemajuan, perkembangan dan kualitasnya, semoga dengan adanya LSN ini akan semakin maju olaharaga di pesantren serta dapat melahirkan atlet nasional yang bisa mengharumkan Indonesia di mata dunia” tegas pria kelahiran Jombang ini.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Cak Imin juga mengaku terharu melihat diselenggarakannya Liga Santri Nusantara oleh Pemerintah melalui Kemenpora. Kompetisi seperti LSN ini merupakan bentuk kerinduan mendalam dunia santri di sepak bola.

"Kalau Gus Dur masih ada, pasti beliau juga bangga terhadap Liga Santri Nusantara. Karena apa? Karena Gus Dur itu bukan saja pencinta sepak bola, pengamat sepak bola, tapi beliau adalah penggerak sepak bola di pesantren. Kita semua patut mengenang dan berterima kasih kepada Gus Dur," kata Cak Imin yang juga Ketua Umum PKB itu.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Oleh karena itu Muhaimin Iskandar meminta kepada seluruh tim peserta dan panitia penyelenggara untuk semaksimal mungkin menyukseskan seri nasional LSN. "Kita tarik perhatian masyarakat ke penyelenggaraan Seri Nasional LSN di DIY ini. Kita perlihatkan para pesepak bola tangguh dari pesantren seluruh Indonesia," kata Cak Imin.

Pembukaan Seri Nasional Liga Santri Nusantara di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin malam, turut dimeriahkan pertandingan antara PP Daruttaibin Jawa Timur melawan PP Nur Iman Sleman. Pertandingan dimenangkan PP Nur Iman dengan skor 2-1.

Seri Nasional LSN 2016 diawali dengan babak 32 besar, mulai Senin kemarin hingga Selasa hari ini. Sebanyak 31 tim dibagi ke dalam 8 grup. Juara dan peringkat kedua berhak lolos ke babak 16 besar pada Kamis 27 Oktober 2016. (Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pahlawan, Pemurnian Aqidah, Tokoh Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

Dapatkan Gratis, Ensiklopedia NU Empat Jilid!

Jakarta,? Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Dalam rangka memeriahkan peringatan hari lahir ke-14, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal menyelenggarakan lomba menulis hasil liputan aktivitas, kiprah, atau prestasi kiai kampung.

Dapatkan Gratis, Ensiklopedia NU Empat Jilid! (Sumber Gambar : Nu Online)
Dapatkan Gratis, Ensiklopedia NU Empat Jilid! (Sumber Gambar : Nu Online)

Dapatkan Gratis, Ensiklopedia NU Empat Jilid!

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal menyediakan tiga set “Ensiklopedia Nahdlatul Ulama” untuk tiga karya terbaik menurut dewan juri. Tiap set "Ensiklopedia Nahdlatul Ulama" terdiri dari empat jilid. Ketentuan lomba meliputi hal-hal berikut:

- Terbuka untuk umum dan tak dipungut biaya

- Tulisan berbasis liputan dengan gaya penulisan feature

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

- Tema “Pengabdian Kiai Kampung”

- Tulisan dalam kisaran 600-700 kata

- Ditulis rapi dalam MicrosoftWord dengan font Times New Roman 12 spasi 1,5

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

- Kirim naskah disertai biodata lengkap ke email lomba@nu.or.id

- Tiga tulisan terbaik masing-masing berhak mendapat 1 set Ensiklopedia NU

- Batas pengiriman 31 Juli 2017

- Peserta lomba dapat mengirimkan lebih dari satu karya

- Pengumuman pemenang 10 Agustus 2017

- Hak publikasi naskah ada di pihak Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal merupakan situs resmi Nahdlatul Ulama yang berkantor di Lantai 5, Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta. Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal diluncurkan pada 11 Juli 2017 di Jakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pesantren, Quote, Pemurnian Aqidah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 29 Januari 2018

Apa Pun, Cinta itu Milik Allah

Oleh KH Abd Nashir Fattah



Ketertarikan lelaki kepada wanita itu sudah tercipta dan terbentuk semenjak manusia itu masih berada di Surga. Saat itu, Allah SWT menempatkan abul basyar, Adam ‘alaihissalâm di Surga. Dia sendirian. Dia berjalan ke sana kemari tanpa ada yang menemani. Akhirnya dia tertidur. Pada saat dia tidur, Allah SWT menciptakan Hawa dari tulung rusuk pendek Adam sebelah kiri. Ketika terbangun dari tidurnya, dia melihat di sampingnya ada seorang wanita. Dia tertarik (dan hendak menyentuhnya). Kemudian Malaikat menegurnya: "Wahai Adam, tidak boleh (engkau menyentuhnya), sebelum engkau menyerahkan maharnya terlebih dahulu."

Apa Pun, Cinta itu Milik Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
Apa Pun, Cinta itu Milik Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

Apa Pun, Cinta itu Milik Allah

Adam ‘alaihissalâm bertanya: "Apa maharnya?" Malaikat menjawab: "(Maharnya adalah) membaca shalawat kepada Muhammad shallallâhu ‘alaihi wasallam sebanyak tiga atau dua puluh kali."

Allah Swt berfirman:

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaannya kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)." (Q.S. al Imran: 14)

Dalam kehidupan di dunia ini, manusia dihiasi dengan beraneka macam perhiasan, kenikmatan dan segala hal yang diingini, disenangi, dan dicintai. Namun yang pertama kali disebutkan oleh Allah subhanahu wata‘âlâ berkaitan dengan perhiasan ini adalah "wanita", hal ini dikarenakan fitnah (ujian, red) yang ditimbulkannya lebih berat dan dahsyat dibandingkan yang lainnya.

Baginda Rasul Saw bersabda:

? «? ? ? ? ? ? ? ? ? ?» [? ? ? ? ?1 ?120

"Tidak aku tinggalkan atas umatku suatu fitnah yang lebih membahayakan bagi lelaki selain wanita.”

Meskipun demikian, jika seorang lelaki menikahi wanita dengan tujuan agar dirinya terhindar dari perbuatan zina dan bermaksud untuk mempunyai banyak keturunan, maka hal yang demikian ini adalah dianjurkan, disunnatkan bahkan bisa jadi wajib hukumnya, sebagaimana banyak hadits yang menunjukkan, menjelaskan, dan menganjurkan hal tersebut.

Abdullah Ibnu Masud Ra. berkata: Rasulullah Saw. bersabda kepada kami:

? [? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?»[? ? ? ?: ?7 ?3? ? ? ?: ?2 ?1082

"Wahai anak-anak muda, barangsiapa di antara kalian telah mampu berkeluarga hendaknya dia nikah, karena nikah itu dapat menundukkan (memejamkan) mata dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu nikah, hendaknya dia berpuasa, sebab puasa itu dapat mengendalikannya.”

Anas Ibnu Malik RA berkata: Rasulullah memerintahkan kami berkeluarga dan sangat melarang kami membujang. Beliau bersabda:

? [? ? ? ? ? ? ? ? ? [? ? ? "? ?"? ?7 ?131

"Nikahilah perempuan yang penyanyang dan subur, sebab aku akan berbangga dengan jumlah kalian yang banyak, di hadapan para Nabi besuk pada hari kiamat.”

Allah SWT menetapkan dan memberlakukan Syariat Islam itu pasti sejalan dengan fithrah manusia. Manusia mempunyai fithrah mencintai dan dicintai oleh lawan jenisnya. Untuk menyalurkannya, Allah SWT mensyariatkan pernikahan.

Dengan cinta kasih, pernikahan menjadi lebih indah, tenteram dan memberikan rasa tenang bagi keduanya. Apalagi cinta yang mendalam merupakan salah satu kekuatan yang bisa melanggengkan hubungan (mu’asyarah) antara seorang lelaki dengan wanita dalam mengarungi kehidupannya berumah tangga.

Seorang mukmin, baik lelaki maupun wanita, sesempurna dan setinggi apa pun ke imanannya, setinggi apa pun tingkat keshalehannya, dia tetaplah manusia biasa. Sifat-sifat kemanusiaanya tetap melekat kepadanya. Dia bisa memiliki cinta kasih yang mendalam dan tulus. Dia bisa memiliki rasa rindu yang sangat akan hadirnya seorang pendamping hidup yang dicintai dan mencintainya sepenuh hati. Dia bisa mempunyai keinginan untuk mendapatkan pendamping yang saling memahami dan mengerti kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Karena itu, seorang lelaki shalih dan wanita shalihah tidak akan sembarangan dalam memilih pendamping hidupnya, meski mengatasnamakan "cinta" yang fithri. Sebab di atas "cinta" yang fitri, masih ada cinta yang lebih tinggi dan agung yang patut dijadikan pertimbangan utama, yaitu cinta kepada Allah SWT, Rasul-Nya dan berjuang di jalan-Nya.

Cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya akan mendorong seseorang untuk menyandarkan segala pilihan calon pendampingnya diatas ketentuan Allah SWT dan Rasul-Nya. Termasuk dalam hal ini adalah pilihan untuk menentukan lelaki atau wanita yang mana, yang bagaimana dan yang seperti apa yang akan dijadikan pendamping hidupnya. Semuanya akan dia sandarkan kepada ketentuan-ketentuan Allah SWT dan Rasul-Nya. Tidak cukup dengan hanya didasarkan pada, atau bermodal "cinta" yang sifatnya fitri.

"Cinta" itu bisa datang dan pergi, kepada siapa saja, dari siapa saja, kapan saja dan di mana saja, karena memang "cinta" itu adalah milik Allah SWT. Karenanya, baginda Rasulullah SAW berdoa:

? «? ? ? ? ? ? ? ? ? ?»

"Ya Allah, inilah qasmi (menggilirku) dalam hal-hal yang aku miliki, maka jangan Engkau siksa aku dalam hal-hal yang tidak aku miliki.”

Dalam riwayat yang lain:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

?

"Ya Allah, inilah qismah-ku (menggilirku) dalam hal-hal yang aku miliki, maka jangan Engkau cela aku dalam hal-hal yang Engkau miliki dan (hal-hal yang) tidak aku miliki.”

Yang dimaksud dengan "Dalam hal-hal yang tidak aku miliki" adalah "cinta dan kecenderungan yang lebih kepada salah satu istri-istri Rasulullah SAW", demikian kata Imam as Suyuthi. Wallahu alam bisshawab.

Penulis adalah Rais Syuriyah PCNU Jombang



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pemurnian Aqidah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 22 Januari 2018

4 Hari Lewat WhatsApp, NU Ngawi Kumpulkan Rp150 Juta

Ngawi, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mandiri. Seperti yang dilakukan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Melalui grup WhatsApp, Panitia Pembangunan Masjid dan Kantor NU Ngawi, membuka sumbangan untuk proyek pembangunan gedung kepada para anggota grup.

4 Hari Lewat WhatsApp, NU Ngawi Kumpulkan Rp150 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
4 Hari Lewat WhatsApp, NU Ngawi Kumpulkan Rp150 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

4 Hari Lewat WhatsApp, NU Ngawi Kumpulkan Rp150 Juta

Setelah empat hari, panitia sukses mengumpulkan dana Rp150 juta. Dana ini lantas dipergunakan untuk pengurukan lahan pembangunan. Dari kebutuhan 1000 dam tanah uruk, Selasa (8/3) lalu, sudah terkumpul hampir 700 dam tanah uruk. Kalau berupa uang, harga tanah uruk per dam Rp250 ribu. Sehingga total dana yang terkumpul sudah melampaui angka Rp150 juta.

Sebelumnya, PCNU Ngawi mengagendakan pembangunan masjid dan kantor NU di atas lahan seluas 3120 meter persegi di Ring Road Barat Ngawi. Total kebutuhan dana sekitar 17 miliar untuk pembebasan lahan di samping lokasi pembangunan, pembangunan masjid, pembangunan Kantor NU tiga lantai, dan pembangunan Aula Aswaja.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ketua Tanfidziyah PCNU Ngawi KH Ulin Nuha Rozi menyatakan bahwa gerakan infak dan sedekah untuk NU ini adalah perjuangan kemandirian warga NU dalam upaya membela aqidah Ahlussunnah wal Jamaah.

"Dengan ridla Allah, spirit Kanjeng Nabi dan para pendiri NU, insyaallah warga NU Ngawi selalu solid dan kompak. Pembangunan masjid dan Kantor NU Ngawi ini menjadi agenda bersama para pengurus, kader NU yang ada di pesantren, kontraktor, pengusaha, petani, politisi dan birokrasi untuk menyukseskannya,” tambah pengasuh Pondok Pesantren Temulus Mantingan, Ngawi. (Red: Mahbib)

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pahlawan, Pemurnian Aqidah, Kyai Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

PBNU Sambut Baik Pengakuan Negara atas Legalitas Ma’had Aly

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Selama ini Ma’had Aly merupakan pendidikan tingkat tinggi khas pesantren yang konsisten mengajarkan ilmu-ilmu agama berbasis kitab kuning. Oleh Karena itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tentu menyambut baik pengakuan negara atas legalitas Ma’had Aly.

PBNU Sambut Baik Pengakuan Negara atas Legalitas Ma’had Aly (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Sambut Baik Pengakuan Negara atas Legalitas Ma’had Aly (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Sambut Baik Pengakuan Negara atas Legalitas Ma’had Aly

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Umum PBNU KH M. Maksoem Mahfoedz saat menghadiri Halaqah Nasional Penyusunan Kerangka Kurikulum Ma’had Aly yang digelar Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag dengan menggandeng Lakpesdam PBNU, Kamis (2/6) di The Media Hotel Jakarta.

Konsekuensi dari legalitas tersebut, lanjut Maksoem, Ma’had Aly harus merumuskan berbagai standar, kualifikasi, dan kurikulum agar eksistensinya menemukan relevansi dan signifikansi. “Siginifikansi inilah yang menjadikan peran Ma’had Aly sesuai dengan perubahan masyarakat di era global,” ujar Guru Besar UGM ini.

Dia juga menegaskan bahwa lulusan Ma’had Aly merupakan produk pendidikan tinggi khas pesantren. Sebab itu, Prinsip kemandirian dan pemahaman Islam secara substantif harus terus dipertahankan.

Dalam konteks penyusunan kurikulum, Maksoem menerangkan bahwa kurikulum sepenuhnya menjadi kewenangan lembaga tersebut. Namun demikian, pemerintah dan pihak-pihak terkait juga perlu memberikan atau mengusulkan kerangka sehingga Ma’had Aly tetap menemukan relevansinya dengan perubahan sosial masyarakat.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Hadir beberapa tokoh penting dalam halaqoh ini diantaranya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Wakil Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar, Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi, Ketua PP Lakpesdam PBNU H Rumadi, Sekretaris Lakpesdam PBNU H Marzuki Wahid, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag H Mohsen, A’wan PBNU Hj Sri Mulyati, dan beberapa pimpinan Ma’had Aly. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Bahtsul Masail, Lomba, Pemurnian Aqidah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

Lewat Shalawat, Habib Syech Ajak Pemuda Jauhi Narkoba

Sukoharjo, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Pengajian dzikir dan shalawat yang dipimpin oleh Habib Syech bin Abdul Qadir As-Segaf, selain menjadi wahana untuk menentramkan hati serta mendekatkan diri kepada Ilahi, rupanya juga menjadi sarana untuk memberi pendidikan kepada generasi pemuda akan bahaya Narkoba.

Habib Syech menyelipkan pesan-pesannya di sela syair shalawat kepada para pemuda untuk menjauhi Narkoba. Syair shalawat yang berjudul “Shalawat Anti-Narkoba” tersebut, kerap kali dilantunkan Pengasuh Majelis Ahbabul Musthofa itu.

Lewat Shalawat, Habib Syech Ajak Pemuda Jauhi Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Lewat Shalawat, Habib Syech Ajak Pemuda Jauhi Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Lewat Shalawat, Habib Syech Ajak Pemuda Jauhi Narkoba

Salah satunya pada acara Pengajian Akbar Majelis Al-Hidayah di Solobaru Sukoharjo, Selasa (5/5) malam. “Shalatullah salamullah, ala toha rasulillah. Shalatullah salamullah, ala Yasin habibillah. Hidup nikmat tanpa Narkoba. Badan sehat sungguh terasa. Akal sehat tetap terjaga. Cita-cita pun jadi nyata,” tutur Habib Syech pada sebuah bait syairnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Putus sekolah karena narkoba. Perkelahian karena narkoba. Perceraian karena narkoba. Nyawa hilang karena narkoba// Insaflah hai para pemuda. Jangan buat Tuhanmu murka. Pintu taubat selalu terbuka. Ayo cepat jangan ditunda,” lanjut syair tersebut.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dalam kesempatan ini, Mustasyar Syuriyah PWNU Jateng ini juga mengingatkan kepada para pemuda, khususnya mereka yang akan menerima surat kelulusan sekolah, hendaknya agar merayakan dengan santun.

“Jangan ikut gila-gilaan. Jadilah bangsa yang memiliki adab. Nanti kalau lulus, jangan kebut-kebutan, jangan pilok-pilokan, dan mabuk. Kaya gini kok mau jadi calon pemimpin bangsa,” tegas Habib Syech.

Di akhir kesempatan, Habib Syech ikut mendoakan kepada para siswa yang mengikuti ujian sekolah, agar diberikan kelancaran dan hasil yang baik. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pemurnian Aqidah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Minggu, 17 Desember 2017

Cak Nun Sumpah Ribuan Korban Lumpur

Sidoarjo, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Emha Ainun Nadjib atau yang akrab disapa Cak Nun, memimpin prosesi sumpah untuk 2.300 warga korban lumpur Lapindo Brantas Inc. yang tidak memiliki bukti kepemilikan lahan dan bangunan rumah mereka yang terendam lumpur di Pendopo Kabupaten Sidoarjo, Rabu.

Pengambilan sumpah di pendopo kabupaten itu dilakukan oleh petugas Kanwil Depag Jatim disaksikan Bupati Sidoarjo Drs. Win Hendrarso, Ketua Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Sunarso, serta perwakilan PT. Minarak Lapindo Jaya (PT MLJ) Bambang P. Widodo.

Ribuan warga tersebut disumpah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Setelah ribuan warga disumpah, menurut rencana, warga lain yang juga tidak bisa menunjukkan bukti kepemilikan luasan lahan dan bangunan rumah mereka dalam bentuk IMB, juga akan mendapatkan giliran untuk disumpah.

Cak Nun Sumpah Ribuan Korban Lumpur (Sumber Gambar : Nu Online)
Cak Nun Sumpah Ribuan Korban Lumpur (Sumber Gambar : Nu Online)

Cak Nun Sumpah Ribuan Korban Lumpur

Rencananya, Tim Pelaksana Verifikasi akan menyumpah warga korban lumpur sebanyak 500 orang setiap hari. "Mengingat jumlah warga yang disumpah sangat banyak, tim verifikasi akan menyesuaikan jadwal penyumpahan yang telah disiapkan," kata Ketua Pelaksanan Tim Verifikasi Yusuf Purnama, SH.

Cak Nun yang hadir didampingi istrinya, Novia Kolopaking beserta rombongan kelompok musik Kyai Kanjeng dari Yogyakarta memimpin prosesi sumpah tersebut.

Sebelum sumpah dimulai, Cak Nun mengajak warga yang beragama Islam untuk bersama-sama membaca Sholawat Nabi Muhammad SAW, surat Yasin dan doa Nabi Yunus.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Warga saat ini seperti Nabi Yunus yang sedang masuk dalam perut ikan Paus, tapi warga korban lumpur saat ini masuk ke dalam perut lumpur," kata Cak Nun.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ia menambahkan, prosesi sumpah yang dilakukan oleh warga korban lumpur ini dilakukan untuk menggugah hati nurani warga dengan menyatakan luasan lahan dan bangunan milik mereka dengan jujur dan benar.

Sebab ia menilai, perdebatan antara warga korban lumpur dengan pihak Minarak Lapindo Jaya selaku pihak pembayar atas ganti rugi dalam proses penentuan luasan lahan dan bangunan warga tidak menemui titik temu.

"Ini semua untuk kelancaran, dengan pertimbangan untuk mencari solusi ketika silang pendapat tentang perbedaan penetapan luasan bangunan yang tidak kunjung usai. Sebab, aturan normatif dan administrasi dinilai tidak bisa menjangkau. Untuk itu, sumpah adalah upaya terakhir untuk mencari kebenaran," lanjut Cak Nun.

Ia menerangkan, jika sumpah itu sudah dilakukan oleh semua warga, kejujuran menjadi dalih terakhir. Jaminannya, menurut Cak Nun, hanya terletak pada Allah SWT.

"Seperti ayat-ayat suci yang kami kumandangkan tadi, bahwa itu semua berlaku untuk semua warga yang menjadi korban lumpur," terangnya.

Selain warga korban lumpur melakukan sumpah di pendopo kabupaten, PT. Minarak Lapindo Jaya yang diwakili Bambang P. Widodo juga menyatakan kesanggupannya membayar ganti rugi sesuai apa yang diajukan warga korban lumpur.

"Apa yang disampaikan Minarak itu juga merupakan sumpah, dan kewajibannya adalah dari batin dan substansinya," tambah Cak Nun.

Ia menambahkan, dalam proses mendampingi perjuangan warga korban lumpur, dirinya akan tetap mendampingi warga korban lumpur untuk memperjuangkan hak-hak mereka. Sebab, mundur atau tidak dalam mendampingi warga korban lumpiur, itu semua diserahkan kepada Allah SWT.

"Saya ini tidak tahu posisinya ada di mana, tapi yang jelas saya berada di semua pihak, karena saya tidak berpihak pada siapa-siapa. Tapi, saya bersama teman-teman akan terus berjuang sampai terwujud 100 persen pembayarannya," terangnya.

Pengambilan sumpah ini merupakan terobosan di luar mekanisme hukum untuk menjembatani kebuntuan perundingan antara PT. MLJ dengan warga korban lumpur.

Selama ini PT. MLJ bersikeras berpedoman pada Perpres 14 / 2007 tentang BPLS, dimana acuan luasan bangunan yang diganti rugi adalah IMB. Jika tidak memiliki IMB maka acuan alternatifnya adalah survey dari ITS.

Namun, bila tidak tercover oleh survey ITS, maka luasan bangunannya mengacu pada kenyataan warga yang disahkan oleh Camat dan Kepala Desa masing-masing.

Dalam pelaksanaan di lapangan, tampaknya banyak terjadi kerumitan, misalnya untuk warga Perum TAS 1 yang rumahnya sudah direnovasi, tetap minta luasan renovasinya diganti rugi.

Padahal luasan renovasi itu tidak ada dalam IMB. Ada juga rumah yang tidak memiliki IMB dan luasan bangunan hanya berdasarkan pernyataan warga saja.

Untuk mengatasi kebuntuan ini, akhirnya dilontarkanlah ide pengambilan sumpah sebagai penguat pernyataan warga, dimana warga yang akan mempertanggungjawabkan kebenaran sumpah tersebut kepada Tuhan YME. (ant/eko)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pemurnian Aqidah, Pertandingan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

Dengan Gawai, Muslimat NU Gaet Pasangan Usia Subur untuk Akseptor KB

Brebes, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal - Meski berusia tidak lagi muda, para ibu Muslimat NU menggunakan fasilitas gawai untuk menggaet pasangan usia subur (PUS) untuk mengikuti program Keluarga Berencana (KB). Setahun ini mereka berhasil mengajak ribuan PUS di Kabupaten Brebes untuk memasang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).

“Progresnya bagus banget. Para motivator Muslimat NU dalam perkembangannya tidak hanya sosialisasi tetapi juga menjadi pengantar, penjemput bahkan hingga menunggui sampai selesainya pemasangan alat kontrasepsi,” tutur Ketua Pelaksana Program Pilihanku PP Muslimat NU Hj Kusnia Nasser di sela Refresh Training Motivator KB Muslimat NU di Grand Dian Hotel Jalan Jenderal Sudirman Brebes, Selasa (9/5).

Dengan Gawai, Muslimat NU Gaet Pasangan Usia Subur untuk Akseptor KB (Sumber Gambar : Nu Online)
Dengan Gawai, Muslimat NU Gaet Pasangan Usia Subur untuk Akseptor KB (Sumber Gambar : Nu Online)

Dengan Gawai, Muslimat NU Gaet Pasangan Usia Subur untuk Akseptor KB

Refresh ini, kata Nia, dimaksudkan untuk menggali pengalaman motivator, kendali dan kendali, serta berbagai pengalaman bagus sebagai bahan pertimbangan untuk pengambilan langkah berikutnya.

Ia mengaku bangga dengan capaian yang telah dilakukan oleh para motivator Muslimat NU Brebes. Tidak harus dengan dana yang besar, ternyata ajakan dari para motivator mampu mengubah perilaku PUS. Yang tidak peduli jadi peduli, yang acuh jadi semangat.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Muslimat bisa menjadi penangkal hoax tentang KB,” pujinya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sebanyak 60 motivator Muslimat NU dalam praktiknya tidak sekadar memberi saran, mengajak atau memotivasi PUS, tetapi juga aksi turun ke lapangan dengan semangat membara.

Kusnia yang juga Ketua II Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU Pusat mengatakan, program ini akan berakhir pada Oktober 2017. Untuk itu Pemkab Brebes dipersilakan untuk memanfaatkan keberadaan motivator KB Muslimat NU untuk menyukseskan program KB.

Sebab, menurut BKKBN Pusat, lanjutnya, Indonesia membutuhkan 85.000 Penyuluh Lapangan KB. Sedangkan PLKB yang dimiliki pemerintah berkisar antara 15-20 ribu orang penyuluh, sehingga kekurangan 65 ribu PLKB.

“Kehadiran Motivator di tengah masyarakat perlu dirawat dan dijaga keberlanjutan kerjanya,” tandasnya.

Selain di Brebes para motivator KB Muslimat NU yang dibekali tablet ini, juga tersebar di Cilacap, Klaten, Jakarta Utara dan Jakarta Timur.

Kepala DP3KB Khambali mengaku bangga dengan adanya motivator Muslimat NU karena bisa membantu PLKB dalam menyukseskan program KB. Terbukti, Muslimat NU selalu menjadi juara 1 dalam perolehan akseptor KB tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Ketua Muslimat NU Brebes Hj Chulasoh menambahkan, 60 motivator direkrut dari anggota Muslimat NU yang tersebar di 17 Kecamatan Brebes. Tugas pokok utama mereka hanya menyosialisasikan dan mengajak akseptor untuk ber-KB.

Mereka dibekali tablet yang sudah diisi aplikasi tertentu sehingga motivator bisa menggunakannya secara intensif. Selain itu, metode ceramah di pengajian, perkumpulan PKK, dan dasawisma menjadi tempat yang dimanfaatkan oleh ibu-ibu Muslimat untuk mengampanyekan program KB. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Berita, Pesantren, Pemurnian Aqidah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Rabu, 13 Desember 2017

Pemda Banyuwangi Rutin Shalawatan dan Santunan

Banyuwangi, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menggelar kegiatan bertajuk “Shalawat bersama bupati” pada Selasa (8/11). Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko para Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD), camat, lurah, serta puluhan perwakilan badan otonom NU turut menghadiri.

Anas yang menggelar acara ini di Pendopo Sabha Swagatha dengan santunan anak yatim. Menurutnya, salah satu tujuan kegiatan ini supaya program-program pemerintah berjalan dengan lancar, dan seluruh hajat yang kita inginkan dapat diijabahi Allah SWT.

Pemda Banyuwangi Rutin Shalawatan dan Santunan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemda Banyuwangi Rutin Shalawatan dan Santunan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemda Banyuwangi Rutin Shalawatan dan Santunan

"Ini kami lakukan bersama dengan staf-staf yang di Pemda supaya program-program yang kita upayakan dapat? diberikan kelancaran dan hajat kita semua dapat di kabulkan-Nya," ungkap Anas.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ia juga menambahkan, keberkahan didapat bagi masyarakat yang hadir dana bisa saling memanjatkan doa bersama.

"Selain SKPD, juga ada masyarakat dan warga NU yang kita undang. Hal ini kami lakukan guna saling memanjatkan doa bersama kepada Allah SWT," imbuhnya.

Kegiatan pembacaan shalawat bersama bupati dan staf-staf yang ada di Pemda, ini kami lakukan dengan rutin.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Kegiatan seperti ini rutin kami lakukan," pungkasnya. (M. Sholeh Kurniawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pertandingan, Pemurnian Aqidah, Syariah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selasa, 31 Oktober 2017

Keutamaan Shadaqah di Bulan Ramadhan

Diantara amal ibadah yang sangat dianjurkan dalam bulan Ramadhan adalah memperbanyak shadaqah. Karena sesungguhnya shadaqah yang paling utama adalah shadaqah di bulan Ramadhan sebagaimana sabda Rasulullah saw.

? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ?

Dar Anas r.a, dikatakan: "wahai Rasulullah s.a.w, shadaqah apa yang nilainya paling utama?" Nabi s.a.w, menjawab: "Shadaqah di dalam bulan Ramadhan" (Hadit Shahih, riwayat al-Tirmidzi).

Keutamaan Shadaqah di Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Keutamaan Shadaqah di Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Keutamaan Shadaqah di Bulan Ramadhan

Apalagi jika shadaqah itu berupa makanan yang ditasharufkan (dipergunakan) sebagai bahan berbuka puasa. Maka pahala seperti pahala orang yang berpuasa. Demikian keterangan rasulullah saw.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Siapa yang memberi makanan orang yang sedang berpuasa untuk berbuka, maka baginya pahala seperti orang puasa tanpa mengurangi sedikit pun dari pahala orang puasa tersebut. (Hadits Shahih, riwayat al-Tirmidzi). (Red. Ulil Hadrawy)

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pemurnian Aqidah, Ubudiyah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kamis, 26 Oktober 2017

Jelang Kongres Ke-18, Ini Harapan Kader IPNU Soloraya

Solo, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Menjelang pelaksanaan Kongres Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama XVIII di Boyolali, Jawa Tengah, pada Desember mendatang, sejumlah kader IPNU di wilayah Soloraya menitipkan harapan pada acara tertinggi di ranah pelajar NU tersebut.

Jelang Kongres Ke-18, Ini Harapan Kader IPNU Soloraya (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Kongres Ke-18, Ini Harapan Kader IPNU Soloraya (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Kongres Ke-18, Ini Harapan Kader IPNU Soloraya

Harapan pertama datang dari salah satu pengurus PW IPNU Jawa Tengah, Ahmad Saefuddin. Mantan Ketua PC IPNU Klaten tersebut berharap, Kongres mampu menelurkan program-program yang berdampak langsung kepada wilayah, cabang dan seterusnya.

“Selain itu, PP IPNU juga mampu merapikan struktur IPNU di setiap tingkatan terkait peraturan baru yang dikeluarkan oleh PBNU bahwa maksimal pengurus IPNU sampai 26 tahun,” kata Saefuddin, saat dihubungi Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal, Jumat (12/11).

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ia juga berharap, agar Kongres tidak dijadikan hanya sebagai ajang pemilihan pimpinan, tetapi pemilihan pemimpin. “Optimalisasi sinergi PP IPNU dengan LP Maarif dan RMI juga masih belum maksimal, sehingga ini masih menjadi tugas besar bagi IPNU ke depannya,” ujar dia.

Senada dengan Saefuddin, alumni kader IPNU asal Boyolali, Agus Luqman, juga menantikan sebuah asa untuk Kongres mendatang.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Masih banyak agenda besar yang harus dikawal dan dilaksanakn oleh IPNU ke depannya. Tentunya terkait dengan kaderisasi di segmen pelajar dan santri. Pengalaman saya dari kongres ke kongres, peserta tidak fokus membahas materi, yang itu tentunya sangat penting untuk masa depan IPNU, tetapi peserta disibukkan dan terfokus masalah suksesi calon ketum. Seharusnya paradigma itu harus dirubah,” paparnya.

Sementara itu, dua Ketua PC IPNU Sukoharjo dan Klaten, Atsani Imam Ghozali dan Lystyanto Achmad berharap, Kongres IPNU kali ini dapat menjadi solusi atas berbagai permasalahan yang ada di IPNU. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pemurnian Aqidah, Warta Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 25 September 2017

PBB Sebut Situasi Kemanusiaan di Aleppo Terus Memburuk

New York, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Situasi kemanusiaan terus memburuk di Kota Aleppo, Suriah. Sebanyak 31.500 orang mengungsi dari daerah di Aleppo Timur yang direbut kembali oleh Pemerintah Suriah. Hal ini dikatakan Juru Bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Stephane Dujarric kepada wartawan.

PBB Sebut Situasi Kemanusiaan di Aleppo Terus Memburuk (Sumber Gambar : Nu Online)
PBB Sebut Situasi Kemanusiaan di Aleppo Terus Memburuk (Sumber Gambar : Nu Online)

PBB Sebut Situasi Kemanusiaan di Aleppo Terus Memburuk

"Meliputi sebanyak 26.500 orang yang mengungsi ke daerah yang dikuasai pemerintah atau Sheikh Maqsoud, serta sebanyak 5.000 orang yang kehilangan tempat tinggal di dalam Aleppo Timur," kata Dujarric dalam taklimat di Markas Besar PBB, New York, AS.

PBB dan mitranya meningkatkan reaksi kemanusiaan mereka di Aleppo dan menanggapi keperluan orang yang baru kehilangan tempat tinggal di semua daerah yang dapat mereka akses dengan menyediakan bantuan berupa tempat berteduh, makanan dan kesehatan.

Selain itu, ia menyatakan, tiga tim antar-lembaga PBB akan dikirim untuk menilai keperluan orang yang baru kehilangan tempat tinggal dan telah tiba dari Aleppo Timur. Situasi perlindungan buat warga sipil tetap genting.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Berbagai laporan telah bermunculan mengenai penahanan orang yang menyeberang ke daerah yang dikuasai pemerintah Suriah, sementara 45 warga sipil dilaporkan tewas oleh pemboman pada 30 November 2016, saat mereka berusaha menyeberang ke Aleppo Barat.

"Dengan kedatangan musim dingin, dan kemungkinan ribuan orang lagi menyelamatkan diri ke bagian timur kota tersebut dalam beberapa hari ke depan, maka ruang penampungan yang tidak memadai dan tidak layak menjadi keprihatinan utama," katanya, seperti dilansir Xinhua.

Ia menyatakan, beberapa lokasi yang menampung orang yang menjadi pengungsi di dalam negeri mereka sudah mencapai batas daya tampungnya dan hanya bisa menjadi tempat penampungan yang layak selama beberapa hari saja.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Sementara itu, kondisi bagi mereka yang masih berada di bagian terkepung di Aleppo Timur tetap sangat menyedihkan," katanya.

Oleh karena itu, terangnya, PBB tetap siap menyediakan bantuan mendesak buat, dan pengungsian medis untuk, warga sipil di dalam Wilayah Aleppo Timur. Selain itu, beberapa truk yang berisi pasokan kemanusiaan sudah siap mengirim bantuan kemanusiaan di Aleppo Timur dari Turki dan Aleppo Barat. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal News, Anti Hoax, Pemurnian Aqidah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selasa, 19 September 2017

Pelajar NU Aksi Galang Bantuan untuk Korban Puting Beliung

Jombang, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal?

Angin puting beliung yang menyambar 80 rumah ,tepatnya di Dusun Sumber Miri, Desa Bugasur Kedaleman, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Sabtu (1/10) lalu memantik banyak pihak untuk meringankan beban para korban.

Kali ini upaya untuk menggalang bantuan kemanusiaan terlihat dari kalangan pelajar NU setempat. Mereka turun ke jalan sembari membawa kotak kardus yang bertuliskan "bantuan untuk korban puting beliung Kecamatan Gudo" dan tersebar di beberapa titik yang dianggap ramai dilewati pengendara.?

Pelajar NU Aksi Galang Bantuan untuk Korban Puting Beliung (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Aksi Galang Bantuan untuk Korban Puting Beliung (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Aksi Galang Bantuan untuk Korban Puting Beliung

Hanifuddin, salah seorang Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gudo saat ditemui di jalan utara Kebon Rojo Jombang mengaku, dirinya juga merasa terpanggil untuk ikut andil membantu para korban setelah mengetahui keberadaan para korban hingga saat ini masih membutuhkan bantuan.

"Kami dan teman-teman menggalang bantuan semacam ini di tiga tempat Mas, dua diantaranya di jalan alun-alun Jombang dan di jalan dekat Keplaksari (Kebon Ratu)," katanya kepada Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal, Ahad (9/10) siang.

Ia mengungkapkan, setelah dirinya mengunjungi keberadaan korban dan kondisi rumah korban sebelumnya, bantuan yang paling dibutuhkan adalah peralatan rumah.?

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Kalau makanan sih tidak begitu Mas, yang paling tampak kebutuhannya sekarang perabot-perabot rumah," ujarnya.

Dengan demikian, semua dana hasil keringat karena panas matahari di jalanan itu akan dikumpulkan, kemudian disalurkan dalam bentuk bantuan yang dianggap sesuai dengan kebutuhan hingga kini.?

"Kami akan survei lagi ke sana, agar uang ini tepat guna," ucap dia sambil mengusap keringat di lehernya. ?

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sesuai data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang, 7 rumah rusak parah, 26 rumah mengalami kerusakan sedang dan 47 rumah rusak ringan. (Syamsul Arifin/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pemurnian Aqidah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Minggu, 10 September 2017

Akper Hafshawaty Pesantren Zaha Genggong Optimis Raih Akreditasi B

Probolinggo, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal - Akademi Keperawatan (Akper) Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan (Zaha) Genggong Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo selama tiga hari, Kamis hingga Sabtu (18-20/8) kedatangan tim assessor dari Lembaga Akreditasi Perguruan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes).

Kedatangan dua orang assessor LAM-PTKES itu untuk melakukan assesmen lapangan pada prodi Diploma Tiga (D3) di Akper Hafshawaty. Dua assessor itu adalah Erniyati, S.Kep.,MNS dari Universitas Sumatera Utara, Medan dan Ns. Reni Chairani, M.Kep.,Sp.Kom dari Poltekkes Kementerian Kesehatan Jakarta I.

Akper Hafshawaty Pesantren Zaha Genggong Optimis Raih Akreditasi B (Sumber Gambar : Nu Online)
Akper Hafshawaty Pesantren Zaha Genggong Optimis Raih Akreditasi B (Sumber Gambar : Nu Online)

Akper Hafshawaty Pesantren Zaha Genggong Optimis Raih Akreditasi B

Direktur Akper Hafshawaty Zaha Genggong DR. H. Nur Hamim, S.KM.,S.Kep.Ns.,M.Kes mengatakan, proses akreditasi prodi D3 Akper Hafshawaty Zaha Genggong telah memasuki tahap assesmen lapangan. Kegiatan assesmen itu, diawali dengan melakukan kunjungan dan kegiatan wawancara ke sejumlah wahana praktik Akper Hafshawaty. Di antaranya, RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Puskesmas Ranugedang Kecamatan Tiris hingga Desa Binaan di Desa Pesawahan Kecamatan Tiris.

“Selain melakukan pengecekan wahana praktek, tim assessor juga melakukan wawancara di sana. Seperti mewawancarai kepala bidang di RSUD Waluyo Jati dan Kepala Puskesmas serta pembimbing wahana prakteknya. Wawancaranya seputar kegiatan praktik mahasiswa akper. Bahkan, alumni dan mahasiswa sendiri juga diwawancarai oleh tim assessor,” katanya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Hamim menjelaskan, dalam assesmen lapangan itu, tim assessor juga melakukan cek dokumen tridharma perguruan tinggi dengan yang ada di kampus Akper Hafshawaty Zaha Genggong. Pengecekan itu berupa cek fisik, meliputi pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. “Melihat hasil assesmen lapangan, kami optimis mendapat akreditasi B. Diperkirakan bulan September pengumumannya sudah keluar,” ungkapnya.

Optimisme itu menurutnya, berdasarkan dari kesesuaian dokumen dengan data yang ada di lapangan, seluruhnya tidak ada yang disangkal oleh tim assessor. Bahkan, tim assessor memberikan banyak pengakuan kepada Akper Hafshawaty Zaha Genggong. “Seluruh dokumen tidak ada yang disangkal oleh tim assesor. Yang ditulis di borang sesuai dengan yang ada dokumen di kampus. Bahkan, kami berharap dapat akreditasi A,” harapnya.

Sementara Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Hafshawaty Zaha Genggong Iin Aini Isnawati, S.Kep.Ns.,M.Kes menambahkan, raihan akreditasi B diawali oleh Prodi D IV di Stikes. Yakni berdasarkan SK Nomor 0135/LAM-PTKes/Akr/Dip/XI/2015. Kemudian disusul oleh Prodi D3 di Akbid Hafshawaty pada Agustus 2016 ini. Akreditasi itu berdasarkan SK Nomor? SK 0720/LAM-PTKes/Akr/Dip/VII/2016. Akreditasi B itu berlaku hingga lima tahun kedepan.

“Target kami akhir tahun ini, S1 Keperawatan dan NERS juga sudah terakreditasi B. Selain untuk meningkatkan mutu dan kualitas sebuah perguruan tinggi. Akreditasi ini juga untuk mendapatkan pengakuan dari tim independen. Sebab, indikator sebuah institusi itu bagus dan bermutu, pengakuannya bukan hanya dari masyarakat saja. Namun dibuktikan dengan pengakuan dari pihak luar, dalam hal ini LAM-PTKes,” katanya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Fragmen, News, Pemurnian Aqidah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Rabu, 07 Juni 2017

Mencicipi Masakan Saat Berpuasa

Mencicipi masakan untuk disuguhkan saat berbuka puasa nanti, bisa dikatakan setengah wajib. Setengah wajib di sini tidak perlu dipersoalkan serius. Yang penting, sebelum masakan meluncur ke atas meja makan, rasa masakan itu harus dipastikan sip benar di dapur. Sebab masakan yang begitu banyak garam atau terlalu adem, dapat mengganggu selera makan.

Bagaimana kalau orang yang mencicipi masakan dalam keadaan berpuasa? Jawabannya harus terang. Pasalnya keterangan ini dibutuhkan agar orang tidak perlu canggung mencicipi masakannya demi menyuguhkan masakan dengan rasa yang pas sesuai selera.

Mencicipi Masakan Saat Berpuasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Mencicipi Masakan Saat Berpuasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Mencicipi Masakan Saat Berpuasa

Syekh Abdullah bin Hijazi asy-Syarqawi dalam kitabnya, Hasyiyatusy Syarqawi ‘ala Tuhfatith Thullab menyebutkan demikian.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Di antara sejumlah makruh dalam berpuasa ialah mencicipi makanan karena dikhawatirkan akan mengantarkannya sampai ke tenggorokan. Dengan kata lain, khawatir dapat menjalankannya lantaran begitu dominannya syahwat. Posisi makruhnya itu sebenarnya terletak pada ketiadaan alasan atau hajat tertentu dari orang yang mencicipi makanan itu. Berbeda lagi bunyi hukum untuk tukang masak baik pria maupun wanita, dan orang tua yang berkepentingan mengobati buah hatinya yang masih kecil. Bagi mereka ini, mencicipi makanan tidaklah makruh. Demikian Az-Zayadi menerangkan.”

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Singkat cerita, mencicipi masakan bagi mereka yang puasa sejauh ia berkepentingan yang dibenarkan syar’i tidak masalah,makruh pun tidak. Asal saja, usai dicicipi segera dikeluarkan kembali. Jangan ditahan lama-lama, apalagi ditelan. Kalau ditelan bukan hanya haram, tetapi juga membatalkan puasa. Wallahu A’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Meme Islam, Pemurnian Aqidah, Pendidikan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kamis, 01 Juni 2017

Kiai Nawawi Subang Sebut Ciri Ahli Tarekat yang Tidak Baik

Subang, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Semua tarekat yang mutabarah adalah baik karena sanadnya sampai kepada Rasulullah dan yang tidak baik adalah murid yang sudah dibaiat jadi ahli tarekat namun malas mengamalkannya ataupun murid yang merasa paling hebat sehingga berani merendahkan tarekat lain. 

Kiai Nawawi Subang Sebut Ciri Ahli Tarekat yang Tidak Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Nawawi Subang Sebut Ciri Ahli Tarekat yang Tidak Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Nawawi Subang Sebut Ciri Ahli Tarekat yang Tidak Baik

Demikian disampaikan KH Nawawi, Rais Jamiyah Ahli Thariqoh Mutabarah An-Nahdliyah (Jatman) Kabupaten Subang dalam kegiatan Halaqoh dan Pengajian Jatman Subang yang digelar di Pesantren Al-Karimiyyah, Kampung Pungangan, Rancabango, Patokbeusi, Subang, Jawa Barat, Ahad (5/11) siang.

Ketua PCNU Subang periode lalu ini mengingatkan bahwa dalam bertarekat tidak boleh merasa lebih unggul dari orang lain atau merasa bahwa tarekat yang dipegang merupakan tarekat yang terbaik dibandingkan dari tarekat lain, karena hal itu akan jatuh pada sikap takabur.

"Kalau sampai hal itu terjadi bisa diibaratkan seperti mengucapkan; istri saya lebih cantik dan lebih baik segalanya dibandingkan dengan istri kamu," ujarnya.

Ia pun menambahkan, ketika seorang penganut atau pun bukan penganut tarekat merendahkan sebuah tarekat mutabarah secara tidak langsung ia sedang merendahkan pendiri dan para mursyid tarekat yang tentunya sudah dekat dan wushul dengan Allah.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Berani sekali jika sampai merendahkan Syekh Abdul Qodir Jaelani, Syekh Ahmad Syatori, Syekh Hasan Syadzili, Syekh Ahmad Tijani atau para syekh pendiri tarekat lainnya yang sudah wushul dengan Allah," tegasnya.

Sementara itu, dalam kegiatan halaqoh tersebut KH Tholaalbadar Karim, Mudir Jatman Subang melaporkan bahwa setelah melakukan road show ke beberapa tempat di Kabupaten Subang, dapat disimpulkan bahwa penganut tarekat di Kabupaten Subang cukup banyak, bahkan ada beberapa yang sudah mendapat gelar mursyid.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Program yang sudah dilaksanakan adalah mengadakan Manakiban Syaikh Abdul Qodir dan Insya Allah akan rutin dilaksanakan di Kantor PCNU setiap malam sabtu akhir bulan," tambah Pengasuh Pesantren Al-Karimiyyah itu.

Rencana selanjutnya, tambah dia, Jatman Subang akan segera menyerahkan surat permohonan pengesahan susunan kepengurusan Jatman Subang periode 2017-2022 yang sudah dibentuk pada Musyawarah Cabang yang digelar pertengahan bulan oktober yang lalu. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Meme Islam, Pemurnian Aqidah, Pertandingan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 09 Juli 2016

Nahdliyin Waykanan dan Gusdurian Lampung Ajak Publik Promosikan Perdamaian

Waykanan, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal?

Elemen Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Waykanan bekerjasama dengan Gusdurian Lampung mengajak publik berpartisipasi meramaikan Hari Santri Nasional 22 Oktober sekaligus mempromosikan perdamaian mengingat adanya kekerasan atas nama agama terjadi beberapa kali di tahun 2015.

Alumni Pendidikan Kader Penggerak NU (PKPNU) Waykanan Gatot Arifianto di Waykanan, Selasa (20/10) menegaskan, NU mengamini tiga ukhuwah, yaitu ukhuwah Islamiyah (persaudaraan umat Islam), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan bangsa), dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan umat manusia) atau bisa juga disebut ukhuwah insaniyah.

Nahdliyin Waykanan dan Gusdurian Lampung Ajak Publik Promosikan Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Nahdliyin Waykanan dan Gusdurian Lampung Ajak Publik Promosikan Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Nahdliyin Waykanan dan Gusdurian Lampung Ajak Publik Promosikan Perdamaian

"Resolusi Jihad 22 Oktober dicetuskan ulama setelah bermusyawarah selama 2 hari (20-22 Oktober 1945) menegaskan bahwa membela Tanah Air hukumnya fardlu ain. Resolusi Jihad 22 Oktober merupakan pengakuan terhadap legitimasi pemerintah Republik Indonesia. Suatu upaya yang terbukti memotivasi pemuda Islam untuk berjihad membela negara yang secara kontitusi mengakui keberagaman," ujar Ketua PC GP Ansor Waykanan itu pula. ? ?

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Karena itu, ujar alumni Civic Education for Future Indonesian Leaders (CEFIL) itu melanjutkan, sebagai partisipasi aktif menyambut Hari Santri Nasional dan mengingatkan Indonesia yang bhineka, Gusdurian Lampung dan elemen NU di Waykanan mengajak publik mengampanyekan "Kekerasan dan Kebencian Bukan untuk NKRI!"

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Kami mengajak pemuda dan masyarakat di Kabupaten Waykanan untuk menggunakan gambar bertuliskan: Selamat Hari Santri Nasional. Kekerasan dan kebencian bukan untuk NKRI!, pada profil akun sosial media facebook mereka mulai sekarang hingga Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober," ujar Ketua Alumni Bimbingan Belajar PAsca Ujian Nasional (BPUN) Waykanan 2015 Disisi Saidi Fatah.

Ia menjelaskan, 22 souvenir, terdiri dari 11 buku dan 11 t-shirt telah disiapkan bagi publik yang ikut meramaikan Hari Santri Nasional serta mengkampanyekan perdamaian melalui media sosial. Namun demikian, bagi sejumlah masyarakat yang telah mendapatkan souvenir dari GP Ansor tidak boleh ikut serta untuk mendapatkan hadiah lagi, namun disarankan aktif mengampanyekan anti kekerasan dan kebencian.

"Yang memasang cepat akan mendapatkan souvenir bagus bermutu disediakan. Jangan lupa setelah menggenakan gambar dimaksud sebagai profil, ditagging atau tandai akun BPUN Waykanan," demikian Disisi Saidi Fatah. (Syuhud Tsaqafi/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Quote, Pemurnian Aqidah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 14 Maret 2016

BNPT Butuh Masukan Masyarakat untuk Cegah Propaganda Radikal

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Radikalisme dan terorisme tidak bisa hanya mengandalkan salah satu pihak untuk mencegahnya. Dalam hal ini, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius membutuhkan peran masyarakat dan seluruh elemen bangsa.

Apalagi menurut dia, praktik terorisme terjadi di tengah masyarakat sehingga pemerintah memerlukan peran aktif pemuda dan masyarakat, baik Organisasi Kepemudaan (OKP) dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) untuk bersama-sama melawan terorisme.?

BNPT Butuh Masukan Masyarakat untuk Cegah Propaganda Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
BNPT Butuh Masukan Masyarakat untuk Cegah Propaganda Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

BNPT Butuh Masukan Masyarakat untuk Cegah Propaganda Radikal

“BNPT butuh masukan masyarakat sehingga informasi berlangsung secara bottom up, bukan top down,” ujar Suhardi sesaat sebelum membuka kegiatan Workshop Pencegahan Propaganda Radikal Teroris di Dunia Maya bersama Media OKP dan Ormas, Rabu (22/3) malam di Hotel Millennium, Jakarta.

Dalam acara yang dihadiri oleh Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin tersebut, mantan Kapolda Jawa Barat itu menerangkan bahwa sasaran empuk propaganda radikal adalah para pemuda.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Menurutnya, hal ini disebabkan para pemuda masih dalam proses pencarian jati diri. Kondisi mereka secara psikologis juga masih labil dan mudah dipengaruhi oleh hal-hal baru.

Pihaknya mengaku masih terus mencari formula yang tepat untuk mencegah dan mengatasi radikalisme dan tindakan terorisme ini melalui berbagai langkah.

“Termasuk menyasar dunia maya dan media sosial lewat produksi konten positif yang familiar dengan bahasa anak-anak muda sehingga mudah dimengerti karena mereka memanfaatkan jaringan online untuk melakukan propaganda radikal,” jelas Suhardi. (Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Daerah, Pemurnian Aqidah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Minggu, 26 Juli 2015

Mas Kawin: Hukum dan Ketentuannya dalam Islam

Pembaca yang budiman, mahar merupakan salah satu faktor penting dalam akad nikah. Mahar ini biasa juga disebut dengan shadaq atau mas kawin dalam bahasa Indonesia. Untuk mengetahui pengertian dari mahar, kita bisa melihatnya  pada pemaparan Mustafa al-Khin dan Musthafa al-Bugha, al-Fiqh al-Manhaji ‘ala Madzhab al-Imam al-Syâfi’i (Surabaya: Al-Fithrah, 2000), juz IV, halalaman 75:

Mas Kawin: Hukum dan Ketentuannya dalam Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Mas Kawin: Hukum dan Ketentuannya dalam Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Mas Kawin: Hukum dan Ketentuannya dalam Islam

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Artinya: “Mas kawin ialah harta yang wajib diserahkan oleh suami kepada istri dengan sebab akad nikah.”

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Hukum mahar ini ialah wajib, sebagaimana keterangan lanjutan kitab al-Fiqh al-Manjhaji:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Artinya: “Mas kawin hukumnya wajib bagi suami dengan sebab telah sempurnanya akad nikah, dengan kadar harta yang telah ditentukan, seperti 1000 lira Syiria, atau tidak disebutkan, bahkan jika kedua belah pihak sepakat untuk meniadakannya, atau tidak menyebutkannya, maka kesepakatan tersebut batal, dan mas kawin tetap wajib”.

Dalil pensyariatan mahar, bisa kita simak dalam Al-Qur’an Surat An-Nisa ayat 4:

? ? ? ?

Artinya: “Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan.”

Tujuan utama dari kewajiban pemberian mahar ini ialah untuk menunjukkan kesungguhan (shidq) niat suami untuk menikahi istri dan menempatkannya pada derajat yang mulia. Dengan mewajibkan mahar ini, Islam menunjukkan bahwa wanita merupakan makhluk yang patut dihargai dan punya hak untuk memiliki harta.

(Baca: Bolehkah Seorang Wali Menentukan Besaran Mahar?)Selanjutnya, apakah mahar ini perlu disebutkan dalam akad nikah, atau tidak, bisa kita temukan jawabannya dalam Syekh Muhammad bin Qasim dalam Fathul Qarib (Surabaya: Kharisma, 2000), hal. 234:

 [? ? ? ?] ? [?] … [? ? ?] ? ? ? ? [? ?]

Artinya: “Disunnahkan menyebutkan mahar dalam akad nikah… meskipun jika tidak disebutkan dalam akad, nikah tetap sah.”

Lebih lanjut dalam kitab Fathul Qarib dijelaskan bahwa tidak ada nilai minimal dan maksimal dalam mahar. Ketentuan dalam mahar ini ialah segala apa pun yang sah dijadikan sebagai alat tukar. Entah berupa barang ataupun jasa, sah dijadikan mas kawin. Tapi mahar disunnah tidak kurang dari 10 dirham dan tidak lebih dari 500 dirham. Satu dirham setara dengan 2,975 gram emas.

Dengan demikian bisa kita pahami bahwa tidak ada ketentuan minimum tentang mahar, bahkan dalam sebuah hadits Rasulullah pernah menyatakan bahwa sebentuk cincin terbuat dari besi pun bisa menjadi mahar. Dalam keterangan yang lain Rasulullah juga menyinggung bahwa sebaik-baik perempuan adalah yang paling murah maharnya. Hal ini menunjukkan bahwa mahar bukanlah tujuan utama sebuah pernikahan, dan standarisasi nominalnya disesuaikan dengan kondisi masing-masing pihak.

(Baca: Berapa Batas Minimal Mahar?)

(Baca: Mahar Perkawinan Terjangkau, Angka Jomblo Berkurang)Meski demikian, dalam redaksi Fathul Qarib di atas disebutkan bahwa sebaiknya mahar tidak kurang dari 10 dirham, karena harga di bawah itu dianggap terlalu murah bagi seorang perempuan, dan tidak lebih dari 500 dirham, karena jika lebih dari itu akan menunjukkan kearoganan masing-masing pihak.

Dari redaksi di atas juga bisa kita pahami bahwa mahar tidak melulu berupa benda yang berharga seperti emas, uang, atau lainnya. Mahar bisa juga berbentuk jasa, seperti jasa mengajari bacaan Al-Qur’an, dan jasa lainnya.

Demikian, semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bish shawab.

(Muhammad Ibnu Sahroji)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Makam, Pemurnian Aqidah, Aswaja Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kamis, 21 April 2011

Pesan Terakhir Kiai Ali Mustafa Yaqub kepada Santrinya

Tak banyak yang tahu bahwa Prof Dr KH. Ali Mustafa Yaqub belum lama ini berulang tahun. Pria yang baru saja menyelesaikan tugasnya sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal ini, terhitung tanggal 2 Maret ini genap berusia 64 tahun. Dengan kata lain, beliau telah melampaui usia Nabi. Hal yang tentu patut disyukuri tidak hanya oleh beliau dan para santrinya, tapi juga umat Islam Indonesia yang diberi anugerah oleh Allah salah satu putra terbaik bangsa ini. Namun, hari ini, Kamis (28/4) Allah Swt memanggilnya. Ini jelas kehilangan besar untuk bangsa dan umat Islam Indonesia.

Selama 64 tahun perjalanan hidup beliau, banyak yang sudah dicapai dan diraihnya. Pakar hadits terkemuka Indonesia ini telah banyak meninggalkan jejak dan tinta emas. Pak Kiai–begitu para santrinya biasa memanggil–merintis karier keulamaannya sejak menjadi pengasuh Pesantren al-Hamidiyyah Depok, lalu mendirikan Pesantren Luhur Ilmu Hadits Darussunnah di Ciputat, Tangerang Selatan.

Nama beliau mulai dikenal publik setelah menjadi kolumnis tetap di Harian Pelita dan Majalah Amanah. Melalui tulisannya yang tajam dan kritis dalam merespons permasalahan umat, terutama dengan sudut pandang hadits, nama Pak Kiai semakin menarik perhatian khalayak.

Pesan Terakhir Kiai Ali Mustafa Yaqub kepada Santrinya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Terakhir Kiai Ali Mustafa Yaqub kepada Santrinya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Terakhir Kiai Ali Mustafa Yaqub kepada Santrinya

Keulamaan dan kecendekiaan beliau terus menyita perhatian publik ketika beliau ditunjuk sebagai salah satu anggota Komisi Fatwa MUI Pusat. Puncaknya saat beliau diangkat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal oleh Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni. Posisi beliau sebagai imam besar ini pulalah yang mengantarkan beliau untuk mendampingi Presiden Amerika Serikat Barack Obama saat berkunjung ke Masjid Istiqlal beberapa tahun lalu.

Ada yang unik dari sosok beliau. Tiap kali menempati amanah tertentu, beliau selalu disukai oleh media. Singkatnya, beliau dapat dikatakan sebagai media darling. Tak heran bila sosoknya selain pikiran-pikiran segarnya, selalu menghiasi media massa, baik cetak, elektronik, maupun media online. Beliau juga di antara sedikit ulama yang rutin diundang dalam acara Indonesia Lawyers Club di salah satu televisi nasional.

Ternyata tugas dan amanah yang beliau emban di ruang publik, tak serta-merta melupakan tugas beliau sebagai pengasuh International Institute for Hadith Sciences Darussunnah, yang mempunyai cabang di Malaysia. Terbukti mahasantri dari pesantren yang diasuhnya selalu langganan menjadi lulusan terbaik di kampus-kampus tempat mereka berkuliah, seperti UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Capaian para santri beliau ini tak lepas dari “tangan dingin” yang selalu mengajarkan prinsip hidup yang jadi modal penting santri dalam hidup di masyarakat. Berikut lima hal yang selalu diajarkan beliau pada para santrinya:

1. Jangan Mati Sebelum Punya Buku

Ada pesan Pak Kiai yang selalu disampaikan dalam berbagai kesempatan di hadapan para santri. Pesan itu sangat melekat dan seperti afirmasi positif yang beliau tanamkan di benak para santri.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Wa la tamuttunna illa wa antum katibun. Jangan mati kecuali sudah bisa menulis buku. Pesan ini seperti sugesti yang terus beliau suntikkan pada para santri. Tak heran bila banyak santri beliau yang kemudian mempunyai karya berupa buku yang diterbitkan oleh penerbit-penerbit terkemuka nasional dan bahkan internasional. Ini tak lain karena selain berpesan, beliau juga mencontohkan dengan terus berkarya. Tiap tahun selalu saja ada karya beliau yang diluncurkan ke publik.





2. Selalu Shalat Berjamaah?

Pesan ini juga selalu beliau tekankan pada para santri. Bahkan, pada suatu kesempatan beliau secara berseloroh akan membakar kamar-kamar santri yang penghuninya tidak shalat berjamaah. Apa yang beliau sampaikan itu dengan mendasarkannya pada hadits Nabi yang akan membakar rumah-rumah sahabat yang tidak shalat berjamaah.

Beliau sangat memperhatikan hal ini. Bahkan, untuk penentuan lulusan terbaik di pesantren yang diasuhnya, beliau tidak hanya memperhatikan aspek akademiknya, tetapi juga memperhatikan aspek spiritualnya, termasuk shalat berjamaahnya.





3. Bermanfaat untuk Umat

Pak Kiai selalu menekan pada para santri agar jadi orang yang berilmu, tapi yang tidak di menara gading. Ilmunya yang hanya bermanfaat untuk dirinya sendiri. Masyarakat sekitar tak ada yang merasakan kemanfaatan dari ilmunya. Pak Kiai selalu menasihati para santri agar tak meniru orang-orang yang mencari ilmu untuk mendapat gelar dan pekerjaan.

Karena, menurut beliau, ilmu sejatinya untuk dimanfaatkan, terutama untuk orang-orang di sekeliling. Pada banyak kesempatan di pengajian santri, beliau selalu mengutip hadis: “Jika ada satu orang saja yang mendapat hidayah gara-gara dirimu, itu lebih baik daripada onta yang paling mahal harganya,” (HR Bukhari).

4. Kemampuan Berbahasa Asing

Kemampuan berbahasa asing tak pelak menjadi prasyarat penting dalam memenangkan percaturan dalam berbagai bidang dewasa ini. Pesan tersebut seperti menjadi isyarat penting terkait peran umat Islam Indonesia di kancah internasional, mengingat minimnya ulama dan cendekiawan Muslim kita yang mampu berkiprah secara internasional, bukan karena tidak punya kualitas, tapi lebih karena terkendala persoalan bahasa. Pak Kiai yang sering berdakwah ke banyak negara, termasuk ke Amerika Serikat, menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing ini.

5. Ikhlas dalam Mengabdi dan Berbuat

Soal keikhlasan dalam mengabdi dan berbuat, tidak hanya Pak Kiai pesankan melalui nasihat dan petuah, tapi beliau praktikkan langsung. Ini dibuktikkan dengan pesantrennya yang selama sepuluhan tahun lebih menggratiskan biaya pendidikan. Bahkan, beliau terkadang juga membiayai makan sehari-hari para santri. Beliau pun tak pernah membebani santri dengan banyak sumbangan untuk pembangunan dan pengembangan pesantren.

.

(Moch Syarif Hidayatullah, Santri KH Ali Mustafa Yaqub; Sumber: DatDut.Com)



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pemurnian Aqidah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock