Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2018

Moderasi Ibn Umar dalam Konflik

Oleh Mohammad Subhan Zamzami

Situasi politik tanah air pasca Pemilihan Presiden tahun 2014 lalu dinilai kurang kondusif. Tidak seperti Pilpres sebelumnya, Pilpres tahun 2014 seakan memecah rakyat Indonesia menjadi dua kubu. Perseteruan dua kubu ini sangat berbau SARA (suku, ras, agama, dan antargolongan), yang kemudian memuncak pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2017, dan agaknya akan terus memanas hingga Pemilihan Presiden tahun 2019. Sayangnya, pihak yang berseteru ini tidak hanya memicu gesekan pemeluk antaragama, tapi juga menyulut kembali gesekan pemeluk seagama yang memiliki perbedaan pandangan keagamaan dan politik.

Moderasi Ibn Umar dalam Konflik (Sumber Gambar : Nu Online)
Moderasi Ibn Umar dalam Konflik (Sumber Gambar : Nu Online)

Moderasi Ibn Umar dalam Konflik

Dalam konteks Islam, situasi seperti ini seakan menggiring kita melihat pra dan pasca fitnah kubra (tragedi politik besar) yang merenggut banyak korban jiwa, baik dari kubu ‘Ali ibn Abu Thalib maupun dari kubu Mu’awiyah ibn Abu Sufyan. Imbas fitnah kubra ini masih sangat terasa hingga saat ini, seperti perbedaan pandangan keagamaan dan politik. Perbedaan pandangan keagamaan ini, misalnya, melahirkan aliran-aliran kalam di kalangan umat Islam. Sedangkan perbedaan pandangan politik di antara mereka setidaknya melahirkan empat kubu, yaitu kubu ‘Ali ibn Abu Thalib, kubu Mu’awiyah ibn Abu Sufyan, kubu Khawarij, dan kubu sebagian sahabat.

Kubu ‘Ali memainkan high politics dengan berusaha mempertahankan idealisme dan nilai luhur Islam dengan tidak terjebak pada politisasi agama, meski pada akhirnya mereka menyerah pada desakan sebagian pendukungnya yang kemudian membelot, sehingga mereka dikalahkan oleh kecerdikan ‘Amru ibn al-‘Ash, juru runding kubu Mu’awiyah. Kubu Mu’awiyah lihai memainkan isu-isu agama untuk melegitimasi kepentingan politiknya, sehingga mudah meraih simpati masyarakat dengan segudang prestasi dan kebobrokannya sekaligus.

?

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kubu Khawarij memainkan politik Islam simbolis yang kaku, sehingga mereka akan selalu beroposisi melawan siapa pun penguasa yang tidak sesuai dengan pandangan keagamaan dan politik mereka. Kubu terakhir, kubu sebagian sahabat, lebih suka mengasingkan diri dengan tidak melibatkan diri berlarut-larut dalam pertikaian politik, karena bagi mereka sikap seperti ini lebih baik meski mereka juga sadar bahwa pada akhirnya mereka juga akan dianggap salah oleh kubu lain. Perbedaan pandangan keagamaan dan politik mayoritas umat Islam saat ini hanya representasi dari masa tersebut.

Salah satu tokoh besar pada masa itu adalah ‘Abdullah ibn ‘Umar (w. 72/73 H), sahabat sekaligus putra ‘Umar ibn al-Khatthab. Ibn ‘Umar merupakan sahabat terkemuka periwayat hadis terbanyak kedua dengan jumlah periwayatan sebanyak 2630 hadis. Dalam Shahih al-Bukhari, al-Bukhari menulis dua hadis tentang pandangan keagamaan dan politik ‘Ibn ‘Abbas, yang mengindikasikan bahwa ia berada pada kubu terakhir yang lebih suka mengasingkan diri dengan tidak larut dalam perselisihan, yaitu hadis ke-4513 dan hadis ke-4515. Hadis ke-4513, misalnya, mengisahkan Ibn ‘Abbas tidak ikut serta dalam tragedi Ibn al-Zubair, sehingga ada dua orang datang menghadap kepadanya untuk mempertanyakan sikapnya tersebut.

Pada saat itu, ia berkata, “Saya tidak ikut karena sesungguhnya Allah mengharamkan pertumpahan darah atas saudaraku.” Mendengar jawaban tersebut, dua orang tadi menggunakan ayat Alquran wa qatiluhum hatta la takuna fitnah? (dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi) untuk menekannya. Tapi Ibn ‘Umar menyanggah mereka dengan berkata, “Kami berperang agar tidak terjadi fitnah sehingga ketaatan (agama) hanya semata-mata untuk Allah, sedangkan kalian ingin berperang agar terjadi fitnah sehingga ketaatan (agama) hanya semata-mata untuk selain Allah.”

Sedangkan hadis ke-4515 mengungkapkan pandangan politik Ibn ‘Umar. Dalam hadis tersebut, ada seorang laki-laki datang menghadapnya untuk mempertanyakan pandangannya tentang kepribadian ‘Utsman ibn ‘Affan dan ‘Ali ibn Abu Thalib. Sebagaimana diketahui, ‘Utsman mewakili Bani Umayah, sedangkan ‘Ali mewakili Bani Hasyim. Dua klan besar ini bertikai sejak sebelum masa Nabi Muhammad Saw. hingga beratus-ratus tahun setelahnya.

Mendapat pertanyaan tersebut, Ibn ‘Umar menjawab, “Allah telah mengampuni ‘Utsman, tapi kalian berat memaafkannya. Sedangkan ‘Ali adalah sepupu Rasulullah Saw.” Jawaban Ibn ‘Umar ini menunjukkan bahwa ia lebih suka mendamaikan pihak-pihak yang berseteru, bukan justru semakin memperkeruh keadaan.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

? ? ? ? ? ?

Penting diketahui bahwa al-Bukhari mencantumkan dua hadis tersebut untuk menafsirkan salah satu ayat perang atau jihad yang kerap disalahtafsirkan oleh kaum jihadis, yaitu QS. Al-Baqarah [2]: 193 Wa qatiluhum hatta la takuna fitnah wa yakuna al-din li Allah fa inintahau fa la ‘udwan illa ‘ala al-dzalimin (Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan [sehingga] ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti [dari memusuhi kalian], maka tidak ada permusuhan (lagi) kecuali terhadap orang-orang yang zalim), yang menunjukkan bahwa al-Bukhari sependapat dengan Ibn ‘Umar.

Nah, di tengah memanasnya situasi politik tanah air, moderasi Ibn ‘Umar dalam konflik menemukan relevansinya. Oleh karena itu, menggemakan kembali moderatisme Ibn ‘Umar dalam konflik sangat penting, sehingga sosok-sosok Ibn ‘Umar baru akan muncul untuk menjadikan kehidupan berbangsa dan bernegara kembali kondusif. Sebab salah satu faktor memanasnya situasi politik tersebut adalah penyalahgunaan simbol-simbol agama, baik karena disengaja untuk kepentingan politik maupun karena minimnya wawasan keislaman sebagian pihak yang selama ini selalu mengatasnamakan Islam untuk membenarkan aksi-aksinya.

Penulis adalah Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan.

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pesantren, Hikmah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 24 Februari 2018

PP Muslimat NU Kurban 16 Ekor Sapi dan 2 Ekor Kambing

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Idul Adha 1438 H tahun 2017 ini, Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU) berkurban 16 ekor sapi dan 2 ekor kambing. Jumlah sapi dan kambing tersebut terkumpul atas kontribusi sejumlah pihak.

Ketua II PP Muslimat NU yang juga Ketua Panitia Kurban Idul Adha Hj Nurhayati Said Aqil Siroj menerangkan, kegiatan kurban yang diselenggarakan Muslimat NU dilaksanakan dua tahap.

PP Muslimat NU Kurban 16 Ekor Sapi dan 2 Ekor Kambing (Sumber Gambar : Nu Online)
PP Muslimat NU Kurban 16 Ekor Sapi dan 2 Ekor Kambing (Sumber Gambar : Nu Online)

PP Muslimat NU Kurban 16 Ekor Sapi dan 2 Ekor Kambing

“Pertama dilakukan pada Sabtu (2/9/2017) di Pondok Cabe, Tengerang Selatan. Di sini kita memotong 3 ekor sapi dan 2 kambing,” jelas Nurhayati kepada Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal, Senin (4/9) di Jakarta.

Untuk tahap kedua, lanjut istri Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj ini, Muslimat NU melakukan pemotongan di Kantor PP Muslimat NU Pengadegan, Jakarta Selatan pada Ahad (3/9/2017).

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Di kantor Muslimat kita memotong 13 ekor sapi,” terangnya.

Mekanisme pembagian daging hewan kurban, PP Muslimat NU terlebih dahulu membagikan ribuan kupon kepada warga yang membutuhkan di sekitar kantor Muslimat.

Nurhayati menerangkan, sapi dan kambing tersebut berasal dari keluarga Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa, keluarga Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, keluarga Anna Muawanah, keluarga Bapak Tasrif, ibu-ibu Muslimat NU, dan keluarga besar Kementerian Sosial.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Ini bagian dari komitmen Muslimat NU dari tahun ke tahun untuk menyediakan daging kurban bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Nurhayati.

Ia berharap, semoga hewan kurban di tahun depan makin bertambah banyak sehingga akan lebih banyak lagi masyarakat yang merasakan manfaatnya.

Kegiatan pemotongan hewan dan pembagian daging kurban ini dihadiri oleh seluruh Pengurus Muslimat NU di tingkat pimpinan pusat dengan melibatkan sejumlah pemotong hewan. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Bahtsul Masail, Pesantren, Tokoh Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Rabu, 14 Februari 2018

Gus Ipul Optimis Jombang Tuan Rumah Muktamar Ke-33 NU

Jombang, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf optimis Mukatamar NU ke-33 pada tahun 2015 akan digelar di Jombang, Jawa Timur. Menurutnya, usulan Jombang menjadi tuan rumah sudah disepakati PWNU Jatim dan disampaikan kepada PBNU.

Gus Ipul Optimis Jombang Tuan Rumah Muktamar Ke-33 NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Ipul Optimis Jombang Tuan Rumah Muktamar Ke-33 NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Ipul Optimis Jombang Tuan Rumah Muktamar Ke-33 NU

Pria yang akrab disapa Gus Ipul ini mengungkapkan hal itu pada acara tasyakuran penganugerahan gelar pahlawan nasional untuk KH Wahab Chasbullah di Jalan Gus Dur, depan GOR Merdeka, Jombang, Sabtu malam (15/11).

“Sudah saatnya NU kembali ke pendirinya, di Jombang ada tiga tokoh pendiri NU, Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari, KH Wahab Chasbullah, dan KH Bisri Syansuri yang harus dikenal lebih dekat dan diteladani oleh nahdliyin,” lanjut mantan ketua umum GP Ansor dua periode ini.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ia juga mengatakan, empat pesantren besar yang ada di Jombang sudah menyatakan kesiapannya. “Gus Sholah Tebuireng sudah siap, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar, dan Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso juga demikian. Serta pondok-pondok lainnya juga harus siap,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah pagelaran akbar NU ini. Kita siap dan mendukung penuh Jombang jadi tuan rumah Muktamar NU. Bahkan, kita sudah menyiapkan anggaran khusus untuk kegiatan ini, tuturnya tanpa menyebutkan nominal anggarannya. (Romza/Mahbib)

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Warta, Tokoh, Pesantren Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

Jaringan Gusdurian Sumbang Water Torrent

Temanggung, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Jaringan GUSDURian Kabupaten Temanggung menyumbang belasan water torrent (tampungan air) jumbo untuk warga korban bencana kekeringan di Kabupaten Temanggung. Organisasi lintas agama ini juga menyumbang pompa air untuk masjid yang mengalami kerusakan pompa air untuk kebutuhan berwudlu.

Jaringan Gusdurian Sumbang Water Torrent (Sumber Gambar : Nu Online)
Jaringan Gusdurian Sumbang Water Torrent (Sumber Gambar : Nu Online)

Jaringan Gusdurian Sumbang Water Torrent

Koordinator Jaringan GUSDURian Temanggung, Abaz Zahrotien, mengatakan bantuan water torrent dikirimkan ke Desa Tlogopucang dan Desa Wadas Kecamatan Kandangan dan Desa Tepusen, Kecamatan Kaloran. Bantuan ini diberikan untuk wadah penampung dropping air dari pemerintah yang langsung disalurkan ke jerigen yang dibawa warga.?

"Kalau menggunakan jerigen langsung banyak air yang terbuang. Jadi kami berikan torrent dengan maksud untuk menampung air agar tertampung dengan baik," katanya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ia mengatakan, bantuan tersebut diperoleh dari dana sumbangan para dermawan dari berbagai agama seperti Islam, Katolik, Budha, Hindu, Kristen dan Konghuchu. Dari dana yang terkumpul sebagian dibelikan water torrent dan sebagian lainnya dibelikan pompa air serta air bersih untuk digunakan warga.?

"Ini program tahunan kami dan semakin tahun ternyata donaturnya semakin besar. Kami berharap apa yang kami lakukan dapat mengurangi beban masyarakat," tambahnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pimpinan Paroki Gereja Katholik Santo Petrus dan Paulus Temanggung, Petrus Santoso, menjelaskan, setelah mendapatkan peta potensi kekeringan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, pihaknya langsung mengadakan pertemuan dengan sejumlah tokoh agama di wilayah penghasil tembakau ini. Hasil pertemuan tersebut menyimpulkan akan melakukan aksi sosial secara kolektif membantu korban bencana kekeringan.?

"Dalam hal ini kami tidak lagi memandang saya Katolik, anda Islam dan sebagainya, tetapi ini melihat sisi kemanusiaannya," imbuhnya.

Kepala Desa Tlogopucang, Kecamatan Kandangan, Tohirin, menambahkan, pihaknya merasa sangat terbantu dengan bantuan yang diberikan komunitas lintas agama ini. Menurutnya, apa yang dilakukan organisasi ini merupakan langkah strategis untuk membantu warganya yang selama musim kemarau mengalami krisis air.?

"Disini ada 9 dusun dengan jumlah jiwa lebih dari 7.000 orang. 90 persen diantaranya mengalami krisis air dan untuk mendapatkan air paling dekat harus menempuh jarak 13 kilometer sampai 20 kilometer," terangnya.

Pihaknya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Temanggung untuk memberikan solusi permanen atas bencana ini. Menurutnya, pemerintah harus membuat lebih banyak sumur bor dan atau saluran air dari mata air yang tersedia.?

"Kita bisa mengambil air dari mata air di Sumowono (Kabupaten Semarang) untuk mengatasi kekeringan secara permanen," tandasnya. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Habib, Pesantren, Hikmah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

Dapatkan Gratis, Ensiklopedia NU Empat Jilid!

Jakarta,? Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Dalam rangka memeriahkan peringatan hari lahir ke-14, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal menyelenggarakan lomba menulis hasil liputan aktivitas, kiprah, atau prestasi kiai kampung.

Dapatkan Gratis, Ensiklopedia NU Empat Jilid! (Sumber Gambar : Nu Online)
Dapatkan Gratis, Ensiklopedia NU Empat Jilid! (Sumber Gambar : Nu Online)

Dapatkan Gratis, Ensiklopedia NU Empat Jilid!

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal menyediakan tiga set “Ensiklopedia Nahdlatul Ulama” untuk tiga karya terbaik menurut dewan juri. Tiap set "Ensiklopedia Nahdlatul Ulama" terdiri dari empat jilid. Ketentuan lomba meliputi hal-hal berikut:

- Terbuka untuk umum dan tak dipungut biaya

- Tulisan berbasis liputan dengan gaya penulisan feature

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

- Tema “Pengabdian Kiai Kampung”

- Tulisan dalam kisaran 600-700 kata

- Ditulis rapi dalam MicrosoftWord dengan font Times New Roman 12 spasi 1,5

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

- Kirim naskah disertai biodata lengkap ke email lomba@nu.or.id

- Tiga tulisan terbaik masing-masing berhak mendapat 1 set Ensiklopedia NU

- Batas pengiriman 31 Juli 2017

- Peserta lomba dapat mengirimkan lebih dari satu karya

- Pengumuman pemenang 10 Agustus 2017

- Hak publikasi naskah ada di pihak Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal merupakan situs resmi Nahdlatul Ulama yang berkantor di Lantai 5, Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta. Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal diluncurkan pada 11 Juli 2017 di Jakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pesantren, Quote, Pemurnian Aqidah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

IPNU harus Jadi Motor Perangi Penyalahgunaan Narkoba

Padang, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Pelajar yang terhimpun dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) harus berkerja keras dalam memperjuangkan nasib generasi bangsa mendatang, menjauhkan diri dari narkoba dan pergaulan bebas. Narkoba dan pergaulan bebas menghancurkan masa depan pelajar, merusak tatanan kehidupan yang sudah dituntun oleh nilai-nilai agama, serta runtuhnya nilai-nilai adat.

IPNU harus Jadi Motor Perangi Penyalahgunaan Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU harus Jadi Motor Perangi Penyalahgunaan Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU harus Jadi Motor Perangi Penyalahgunaan Narkoba

Pembina IPNU Kota Padang Armaidi Tanjung  mengungkapkan hal itu pada pembukaan Seminar Pendidikan Rahmatan lil Alamin dan Konferensi Cabang (konfercab) IPNU Kota Padang, Sabtu (21/12/2013) di aula PWNU Sumbar jalan Ciliwung No. 10 Padang. Seminar dihadiri 45 orang yang berasal dari utusan komisariat dan OSIS IPNU se Kota Padang. Hadir Pengurus PW IPNU Sumbar  Fauzi Remon, Ketua IPNU Padang Pebriyaldi dan Ketua Umum PMII Kota Padang Yosef Firman Susilo.

Konfercab berhasil memilih Neri Yusmardi sebagai Ketua IPNU Kota Padang dua tahun mendatang. Neri Yusmardi  meraih 15 suara dan pesaingnya Mariyono 9 suara. Selanjutnya tim formatur yang terdiri dari Pebriyaldi, Neri Yusmardi, Khalik, Syamsuardi dan Mariyono akan menyusun kepengurusan lengkap IPNU Kota Padang periode 2013-2015.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Menurut Armaidi, penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar setiap tahun terus meningkat. Ini kondisi yang amat memprihatinkan dan ancaman masa depan bagi pelajar. IPNU harus menjadi motor untuk memerangi penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar di Kota Padang.

“Selain itu, pergaulan bebas di kalangan pelajar juga memprihatinkan dan mencengangkan kita semua. Saya dapat informasi pengakuan seorang Kepala KUA di Kota Padang yang menikahkan pasangan calon pengantin, menemukan rata-rata 20-an orang  sudah melakukan hubungan suami isteri sebelum dinikahkan. Istilah kerennya, kawin  “kecelakaan”,” kata Armaidi yang juga Wakil Sekretaris PWNU Sumbar ini.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dikatakan Armaidi, pergaulan bebas di kalangan pelajar ini merupakan fenomena yang menjadi pemandangan biasa di tengah masyarakat. Seorang pelajar putri yang berboncengan di atas motor tidak merasa risih merangkul pelajar putra. Terkadang lebih mesra ketimbang sepasang suami isteri berkendaraan. Ironisnya, si perempuan juga menggunakan jilbab sebagai simbol seorang muslimah.

“Perkembangan perangkat teknologi yang semakin memudahkan dan memberikan manfaat pada kehidupan manusia, namun  juga mendatangkan bencana. Perangkat teknologi ibarat pisau, jika digunakan dengan benar seperti untuk mengiris bahan masakan di dapur. Sebaliknya, pisau juga dapat digunakan untuk membunuh orang lain oleh seorang anak yang tengah panik,” kata Armaidi.  

Penggunaan facebook melalui internet  misalnya, dapat meningkatkan silaturrahmi pertemanan. Namun mulai muncul kasus kejahatan bermula dari pertemanan di facebook. Ini akibat facebook  disalahgunakan. Jika berlebihan, main facebook dan internet hingga larut malam bahkan sampai subuh dinihari, juga  merusak. Betapa makin banyak anak-anak muda yang hingga larut malam hanya berada di depan internet. Sehingga tidak lagi mendatangkan manfaat, malah mengganggu kesehatan dan kegiatan yang bermanfaat lain. 

“Kader IPNU harus menempatkan perangkat teknologi yang proposional dalam menunjang kehidupan yang lebih baik untuk masa depan,” kata Armaidi menambahkan. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Meme Islam, Pesantren, AlaSantri Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Doakan Korban Pasuruan, Gus Dur Menangis

Pasuruan, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sabtu (2/6) petang kemarin, mengunjungi kelurga korban tembak yang dilakukan Marinir di Desa Alastlogo Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Di depan ribuan warga yang menyambutnya, Gur Dur tampak menangis saat membaca doa tahlil untuk para korban meninggal.

Doakan Korban Pasuruan, Gus Dur Menangis (Sumber Gambar : Nu Online)
Doakan Korban Pasuruan, Gus Dur Menangis (Sumber Gambar : Nu Online)

Doakan Korban Pasuruan, Gus Dur Menangis

Gus Dur kembali lagi mengatakan insiden penembakan yang dilakukan oknum Marinir terhadap warga Desa Alastlogo adalah kasus besar. "Ini kasus besar yang harus kita menangkan,"katanya.

Atas insiden penembakan warga yang dilakukan Marinir, mantan ketua PBNU itu menegaskan akan menuntut PT Radjawali Nusantara Indonesia dan TNI AL lewat pengadilan Negeri Kabupaten Pasuruan.

Menurut Gus Dur tindakan  TNI AL menguasai tanah warga tidak sah, karena cara-cara pembelaiannya dilakukan denga cara kolusi. Begitu pula keberadaan PT RNI yang mengolah lahan tersebut sebagai usaha budidaya tanaman tebu.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Tindakan Marinir menmbaki warga. katanya, adalah tindakan yang salah dan melanggar hukum dan HAM. "Peluru yang dibeli dari uang rakyat kok digunakan untuk menemabaki rakyat,"katanya.

Dalam upaya penunutan hukum tersebut, Gur Dur mengaku telah menunjuk Prof Dr Machfudz MD sebagai ketua tim.

Ketua DPW PKB Jawa Timur Imam Nachrowi yang mendampingi Gus Dur menyebut pihaknya telah menyiapkan 23 pengacara yang dalam waktu dekat akan segera turun ke lapangan untuk melakukan pendampingan terhadap warga.(ant/sam)



Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal IMNU, Pesantren Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

PBNU Tolak Fasilitasi Partai Baru

Malang, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi menyatakan bahwa PBNU tidak bersedia memfasilitasi pembentukan partai baru yang digagas oleh sejumlah ulama pasca kemenangan PKB Muktamar Semarang di MA beberapa waktu lalu.

Menurutnya, hasrat untuk mendirikan partai baru tersebut hanya merupakan luapan emosional semata. “Saya tegaskan PBNU tidak akan membuat partai baru atau memfasilitasi pembentukan partai baru,” tegasnya seusai pelantikan PCNU Kota Malang di Pesantren Mahasiswa Al Hikam Malang, Minggu.

PBNU Tolak Fasilitasi Partai Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Tolak Fasilitasi Partai Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Tolak Fasilitasi Partai Baru

Solusi terbaik bagi fihak yang tidak puas terhadap kondisi PKB saat ini menurutnya adalah dengan menunggu muktamar PKB tiga tahun mendatang. Dalam acara tersebut, semua aspirasi ulama bisa disalurkan dan cara tersebut lebih elegan daripada mendirikan partai baru.

Mantan ketua PWNU Jatim tersebut mengingatkan bahwa pembentukan partai baru tersebut belum tentu menguntungkan karena terdapat sejumlah resiko yang harus diantisipasi seperti repotnya dan biaya yang harus ditanggung.

Selanjutnya ia kembali menegaskan bahwa NU bukanlah partai politik meskipun memiliki hubungan dengan parpol yang sejauh ini malah merepotkan, daripada memberikan kontribusi kepada NU.

Pasca keluarnya keputusan MA tersebut, kedua kubu semakin merapat ke PBNU. “Kepada Muhaimin saya ingatkan agar lebih optimal dalam melakukan konsilidasi ke bawah dan mengakomodasi para kyai. Sebaliknya, kepada para ulama, saya sarankan supaya bersabar. Politik hanya lima tahun sekali sedangkan ibadah harus dilakukan setiap hari,” tuturnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dalam kesempatan lain, hal senada juga diungkapkan oleh KH Ma’ruf Amin bahwa dalam sejarahnya NU tidak mendapatkan manfaat dengan bergabung dengan partai seperti Masyumi dan PPP. PKB-pun dinilai tidak bisa menjadi alat perjuangan politik warga NU. Karena itulah NU tidak kemana-mana, tapi ada dimana-mana.

Keputusan terhadap penolakan PBNU untuk memfasilitasi pembentukan partai baru tersebut merupakan hasil munas NU di Surabaya, 28-30 Juli lalu. Dalam hal ini PBNU hanya membentuk komisi politik yang nantinya berfungsi melakukan pendidikan politik bagi warga NU.(mkf)

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pesantren Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Kisah Nyata Ucapan Ibu Berbuah Petaka untuk Anaknya

Alkisah seorang anak hidup dalam kederhanaan. Sebut saja ia dalam kisah nyata ini dengan inisial H. Ibunya pergi merantau dan dia tinggal bersama neneknya. Setiap bulan ibunya pulang untuk sekadar silaturahmi pada orang tuanya yang masih hidup dan bertemu anaknya. Selama ini saya pun juga tidak tau apa pekerjaan asli sang ibu itu.

Suatu ketika tepatnya di bulan puasa Ramadhan, sang ibu itu pulang ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga. Seperti biasa adat anak-anak Jawa, setiap bulan puasa tak lepas dari petasan yang menjadi mainan mereka. Banyak anak-anak yang main petasan di pinggir jalan, di depan rumah orang, tanpa berpikir apakah yang mereka lakukan mengganggu orang lain atau tidak. Yang namanya anak-anak, sudah diberi tahu beberapa kali pun seakan tak dihiraukan.

Kisah Nyata Ucapan Ibu Berbuah Petaka untuk Anaknya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Nyata Ucapan Ibu Berbuah Petaka untuk Anaknya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Nyata Ucapan Ibu Berbuah Petaka untuk Anaknya

Tepatnya di depan rumahku kejadian ini berawal. Setelah shalat tarawih banyak anak yang bermain di depan rumah termasuk si H. Kebetulan hari-hari itu kakekku sedang sakit. Kebetulan malam itu ibu si H sedang ada di dalam rumahku berniat menjenguk kakekku. “Anak-anak, kalian jangan sampai main petasan di depan rumah ini, ya! Kakek lagi sakit” teriak ibu H sambil keluar di depan rumah. Setelah itu si ibu pun masuk lagi ke rumah dan kembali ke kamar kakek.

Tak lama kemudian, “Daaaaaaaarrrrr....” suara petasan meletus hingga membuat yang di dalam rumah kaget. Bergegaslah ibunda H tadi keluar.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Siapa yang mainan petasan barusan” teriak ibu itu dengan muka merah.

“H, Bu” sahut salah satu anak yang di depan tadi.

Seketika ibu itu juga teriak pada anaknya. Ucapan yang bernada marah terucap, “Ingat, Nak, kamu diatur sulit. Ingat ya, kamu tidak pernah akan bahagia selamanya karena kamu sulit diatur,” teriak ibu tadi pada anaknya.

Saat itu aku berada di rumah dan dengan jelas mendengar langsung “doa” sang ibu tadi pada H. Diriku merasa tercengang dengan perkataan ibu tadi. “Masyaallah, tega banget ibu tadi mendoakan anaknya sendiri seperti itu. Bukankah doa ibu pada anak itu mudah terkabul? Apalagi sang ibu dalam keadaan marah karena anaknya,” gumamku dalam hati. H memang tergolong anak yang lumayan nakal. Tapi menurutku justru nakal itu harus didoakan agar berubah dan nantinya menjadi baik.

Beberapa tahun kemudian...

Kehidupan H selama ini memang tergolong yang tidak beruntung. Dia pernah jadi buronan polisi karena kasus pencurian di Surabaya. Dalam hal pernikahan, ia gagal karena berakhir perceraian. Nikah lagi, dan menghamili mertuanya sendiri. Diusirlah ia oleh warga kampung istrinya karena dianggap mencemarkan nama baik. Dan yang terakhir yang saya tahu, H hampir dikeroyok pemuda kampungnya sendiri karena mencuri. Dan sekarang dia pun lontang-lantung di rumah seakan membawa beban berat jika dilihat raut mukanya.

Ya Allah, seketika jika melihat kehidupanya saya teringat ucapan ibundanya sewaktu dia kecil dulu. Ucapan sang ibu yang mendoakan anaknya tidak akan bahagia selamanya. “Apakah ini yang dinamakan doa ibu yang selalu terkabul,” pikirku.

Dengan kisah ini semoga kita menjadi orang tua yang lebih santun di setiap ucapan. Tidak gampang mendoakan dengan doa yang buruk. Jika anak kita nakal, hendakaknya malah kita doakan semoga diberi kesadaran hingga mendapat kebaikan. Karena ridha Allah tergantung dengan ridha orang tua juga.”

Menjadi orang tua memang sulit. Harus mengatur rumah tangga, juga mendidik anak-anak agar mempunyai akhlak baik. Bandelnya sang anak kadang memancing emosi mereka. Inilah gambaran orang tua. Tetapi, meskipun demikian hendaklah orang tua menjaga ucapan untuk anak-anak mereka. Sebandel dan senakal apapun anak jangan sampai orang tua terucap dari mulut suatu perkataan yang tidak baik pada anak apalagi mendoakan yang tidak baik. Na’udzubillah.

Ahmad Toha, pengajar; berdomisili di Trenggalek Jawa Timur

=====

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal mengajak kepada pembaca semua untuk berbagi kisah inspiratif penuh hikmah baik tentang cerita nyata diri sendiri atau pengalaman orang lain. Silakan kirim ke email: redaksi@nu.or.id

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pesantren, Pendidikan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Jumat, 12 Januari 2018

Pupuk Kebersamaan Lintas Agama, Gusdurian Bondowoso Putar Film

Bondowoso, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal - Jaringan Gusdurian Kabupaten Bondowoso dalam rangka memperingati Hari Toleransi Internasional mengadakan acara Nonton Bareng Film “Cahaya dari Timur” bersama pemuda lintas agama yang ada di Bondowoso, Jawa Timur.

Kegiatan yang dikemas dengan sederhana ini dilaksanakan di halaman Kampus Akedemi Komunitas Negeri Bondowoso (Akom) Kabupaten Bondowoso, Rabu (16/11) malam.

Pupuk Kebersamaan Lintas Agama, Gusdurian Bondowoso Putar Film (Sumber Gambar : Nu Online)
Pupuk Kebersamaan Lintas Agama, Gusdurian Bondowoso Putar Film (Sumber Gambar : Nu Online)

Pupuk Kebersamaan Lintas Agama, Gusdurian Bondowoso Putar Film

Koordinator Jaringan Gusdurian Bondowoso Daris Wibisono Setiawan mengatakan hari toleransi mulai diperingati oleh dunia pada tahun 1995. Menurutnya, malam itu adalah momentum untuk merajut kerukunan di tengah perbedaan.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Gus Dur pernah bilang Keberagaman adalah bahasa keindahan Tuhan. Menolak keberagaman, memaksakan segala perbedaan, berarti tidak pernah mengakui eksistensi Tuhan,” tuturnya.

Kepala sekolah SMK NU Tenggarang ini berpendapat bahwa agama adalah wilayah pribadinya dengan Tuhan. Sementara hubungan sosial adalah hal lain. “Ketika saya keluar dari tempat ibadah, berarti kita duduk sama rendah, berdiri sama tinggi, itulah ke indahan keberagaman," ucapnya di hadapan peserta yang sekaligus mewakili pihak Islam dalam pertemuan itu.

Sementara perwakilan Buddha, Hermawan, mengaku bersyukur Gusdurian mengajaknya berkumpul bersama komunitas lintas agama. Ini merupakan pertemuan pertama yang ia ikuti bersama Gusdurian.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Saya harap kegiatan ini bisa di laksanakan setiap tahun mungkin kita bisa lebih kompak, lebih maju mudah-mudahan Gusdurian lebih jaya, lebih kompak , banyak teman-temannya untuk kepadulian," harapnya.

Sambutan juga datang dari agama lain secara bergiliran. Acara tersebut dihadiri para pemuda lintas komunitas dan agama, antara lain Kristen, Buddha, Mahasiswa Akademi Komunitas Negeri Bondowoso, OSIS SMA NU Bondowoso, serta organisasi kepemudaan lainnya. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Fragmen, Internasional, Pesantren Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

PCINU Tunisia Silaturrahmi dengan Dubes RI

Tunis, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal?

Menjelang seminar internasional September mendatang, Pengurus tanfidziyah (dewan pelaksana harian) PCINU Tunisia bersilaturrahmi dengan Dubes RI untuk Tunis, Ikrar Nusa Bhakti, di Wisma Dubes di Du Lac, Tunis, Rabu (10/5/2017) siang.?

PCINU Tunisia Silaturrahmi dengan Dubes RI (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Tunisia Silaturrahmi dengan Dubes RI (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Tunisia Silaturrahmi dengan Dubes RI

PCINU Tunisia tiba di Wisma Dubes pukul 12:30 siang, waktu setempat. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Dubes. Silaturrahmi berlangsung cair, setelah makan siang terlebih dahulu.?

Dalam kesempatan itu, A. Muntaha Afandie, ketua tanfidziyah, mengucapkan terima kasih kepada Dubes RI karena telah menerima dengan penuh kehangatan dan kekerabatan.

“Kami mengucapkan terima kasih di tengah kesibukan Bapak, bisa menerima kami. Kami (Pengurus tanfidziyah, red) hadir lengkap. Pertama ingin bersilaturrahmi dan mengucapkan selamat datang,” tutur Muntaha.

Dalam kesempatan itu, Muntaha juga meminta kesediaan Ikran sebagai pembicara dalam seminar Internasional PCINU Tunisia yang bekerja sama dengan Mominoun Without Borders, September mendatang.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Selain silaturrahmi, kedatangan kami juga meminta kesediaan Bapak menjadi pembicara seminar internasional September mendatang,” lanjut mahasiswa pascasarjana di Departement d’Arabe, Universite de la Manouba.

Selain membicarakan masalah seminar Islam dan demokrasi dari sudut pandang Islam Nusantara dan Tunisia, pertemuan juga membicarakan program-program terbaik PCINU Tunisia baik yang sudah, sedang, maupun akan dilaksanakan yang bisa disinergikan dengan KBRI.

Dubes RI terlihat sangat antusias mendengarkan pemaparan program-program kader NU yang sedang study di Tunisia. Ia juga mengapresiasi usaha-usaha mereka mempromosikan kebudayaan Indonesia di negeri Ibn Khaldun ini.

“Semoga kita bisa saling berkolaborasi dan bekerjasama,” kata pengamat politik dari LIPI. Red: Mukafi Niam

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pesantren, Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

Bupati Probolinggo Open House Bersama Ribuan Nahdliyin

Probolinggo, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal



Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari, Selasa (27/6) malam menggelar open house bersama ribuan nahdliyin di Rumah Dinas Bupati Probolinggo.

Bupati Probolinggo Open House Bersama Ribuan Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Probolinggo Open House Bersama Ribuan Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Probolinggo Open House Bersama Ribuan Nahdliyin

Open house yang digelar ba’da Maghrib ini dihadiri oleh Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin, Rais PCNU Kabupaten Probolinggo KH Jamaluddin al Hariri, Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi Saifullah, Rais PCNU Kota Kraksaan KH Munir Kholili dan Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah Ahmad Suja’i.

Kegiatan ini diikuti ribuan Nahdliyin mulai dari tingkat cabang hingga ranting baik lembaga maupun badan otonom (banom) NU di Kabupaten Probolinggo dan Kota Kraksaan.

?

Kesempatan open house lebaran yang hanya setahun sekali ini dimanfaatkan masyarakat umum dari kalangan nahdliyin untuk bertatap muka langsung dan bersalaman dengan pemimpinnya. Nampak wajah-wajah ceria dan bahagia dari warga masyarakat yang hadir di rumah dinas malam itu. Demikian pula, Bupati Probolinggo yang selalu tersenyum sembari menyapa ramah masyarakat yang bersalaman dengannya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Tak hanya sekadar bersalaman dan bertegur sapa, kesempatan bertemu langsung dengan Bupati Probolinggo dan keluarga ini juga dimanfaatkan oleh sebagian nahdliyin yang hadir untuk berselfie, bahkan foto bersama keluarga Bupati Probolinggo.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Untuk warga masyarakat yang menghadiri open house, disediakan beraneka ragam kuliner khas lebaran yang menggugah selera. Ada opor ayam, gado-gado, rujak, rawon, lontong capgomek, soto koya dan mie combor.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo saya menyampaikan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H, mohon maaf lahir dan bathin. Mohon dimaafkan apabila pelayanan yang kami berikan selama ini masih belum maksimal. Tetapi yang jelas kami akan terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” kata Dewan Penasehat Muslimat NU Kabupaten Probolinggo itu.

Sementara Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Probolinggo Muchlis mengaku sangat bangga memiliki seorang pemimpin yang mau dekat dengan masyarakat, terutama kalangan nahdliyin. Hal ini menunjukkan apa yang diprogramkan sudah sesuai dengan keinginan warga NU.

“Selama ini, pemuda-pemuda Ansor telah mampu mengembangkan potensinya masing-masing berkat kepedulian dari Pemkab Probolinggo. Semoga dengan momentum ini, warga NU bisa semakin dekat dengan pemimpinnya,” katanya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Makam, Pesantren Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

Dengan Gawai, Muslimat NU Gaet Pasangan Usia Subur untuk Akseptor KB

Brebes, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal - Meski berusia tidak lagi muda, para ibu Muslimat NU menggunakan fasilitas gawai untuk menggaet pasangan usia subur (PUS) untuk mengikuti program Keluarga Berencana (KB). Setahun ini mereka berhasil mengajak ribuan PUS di Kabupaten Brebes untuk memasang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).

“Progresnya bagus banget. Para motivator Muslimat NU dalam perkembangannya tidak hanya sosialisasi tetapi juga menjadi pengantar, penjemput bahkan hingga menunggui sampai selesainya pemasangan alat kontrasepsi,” tutur Ketua Pelaksana Program Pilihanku PP Muslimat NU Hj Kusnia Nasser di sela Refresh Training Motivator KB Muslimat NU di Grand Dian Hotel Jalan Jenderal Sudirman Brebes, Selasa (9/5).

Dengan Gawai, Muslimat NU Gaet Pasangan Usia Subur untuk Akseptor KB (Sumber Gambar : Nu Online)
Dengan Gawai, Muslimat NU Gaet Pasangan Usia Subur untuk Akseptor KB (Sumber Gambar : Nu Online)

Dengan Gawai, Muslimat NU Gaet Pasangan Usia Subur untuk Akseptor KB

Refresh ini, kata Nia, dimaksudkan untuk menggali pengalaman motivator, kendali dan kendali, serta berbagai pengalaman bagus sebagai bahan pertimbangan untuk pengambilan langkah berikutnya.

Ia mengaku bangga dengan capaian yang telah dilakukan oleh para motivator Muslimat NU Brebes. Tidak harus dengan dana yang besar, ternyata ajakan dari para motivator mampu mengubah perilaku PUS. Yang tidak peduli jadi peduli, yang acuh jadi semangat.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Muslimat bisa menjadi penangkal hoax tentang KB,” pujinya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sebanyak 60 motivator Muslimat NU dalam praktiknya tidak sekadar memberi saran, mengajak atau memotivasi PUS, tetapi juga aksi turun ke lapangan dengan semangat membara.

Kusnia yang juga Ketua II Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU Pusat mengatakan, program ini akan berakhir pada Oktober 2017. Untuk itu Pemkab Brebes dipersilakan untuk memanfaatkan keberadaan motivator KB Muslimat NU untuk menyukseskan program KB.

Sebab, menurut BKKBN Pusat, lanjutnya, Indonesia membutuhkan 85.000 Penyuluh Lapangan KB. Sedangkan PLKB yang dimiliki pemerintah berkisar antara 15-20 ribu orang penyuluh, sehingga kekurangan 65 ribu PLKB.

“Kehadiran Motivator di tengah masyarakat perlu dirawat dan dijaga keberlanjutan kerjanya,” tandasnya.

Selain di Brebes para motivator KB Muslimat NU yang dibekali tablet ini, juga tersebar di Cilacap, Klaten, Jakarta Utara dan Jakarta Timur.

Kepala DP3KB Khambali mengaku bangga dengan adanya motivator Muslimat NU karena bisa membantu PLKB dalam menyukseskan program KB. Terbukti, Muslimat NU selalu menjadi juara 1 dalam perolehan akseptor KB tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Ketua Muslimat NU Brebes Hj Chulasoh menambahkan, 60 motivator direkrut dari anggota Muslimat NU yang tersebar di 17 Kecamatan Brebes. Tugas pokok utama mereka hanya menyosialisasikan dan mengajak akseptor untuk ber-KB.

Mereka dibekali tablet yang sudah diisi aplikasi tertentu sehingga motivator bisa menggunakannya secara intensif. Selain itu, metode ceramah di pengajian, perkumpulan PKK, dan dasawisma menjadi tempat yang dimanfaatkan oleh ibu-ibu Muslimat untuk mengampanyekan program KB. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Berita, Pesantren, Pemurnian Aqidah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

Cara Petinju Muhammad Ali Hormati Nabi Muhammad

Di Hollywood, Los Angeles, California, Amerika Serikat terdapat sebuah tempat bernama "The Hollywood Walk of Fame", yakni trotoar sepanjang 15 blok di Hollywood Boulevard dan 3 blok di Vine Street. Di trotoar ini tertulis nama-nama orang terkenal di bidang seni dan hiburan, seperti Jackie Chan, Celine Dion dan Walt Disney. Muhammad Ali pada awalnya menolak namanya tertulis di sini demi menghormati Nabi Muhammad SAW.

The Hollywood Walk of Fame menampilkan lebih dari 2.600 ubin keramik bergambar bintang dan bertuliskan nama-nama artis dan karakter fiksi sebagai bentuk penghargaan dari Kamar Dagang Hollywood atas sumbangsih mereka bagi industri hiburan. 

Cara Petinju Muhammad Ali Hormati Nabi Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Petinju Muhammad Ali Hormati Nabi Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Petinju Muhammad Ali Hormati Nabi Muhammad

Petinju Muhammad Ali baru menyetujui namanya tertulis di sana setelah terjadi pembicaraan alot mengenai di mana namanya akan dituliskan. Masalahnya, ia menolak jika namanya ditulis di atas lantai atau trotoar sebagaimana yang berlaku pada artis-artis lain karena nama Muhammad adalah nama Nabi Besar Muhammad SAW. 

Ia mengatakan, “I bear the name of our honorable Prophet Muhammad Peace be upon him, and it is impossible that I allow people to trample on his name (Saya mengemban nama Baginda Nabi Muhammad SAW, dan tidaklah mungkin saya membolehklan orang-orang menginjak-injak nama beliau).”

Muhammad Ali baru menyetujui namanya ditulis di situ setelah ada titik temu bahwa namanya akan ditulis di dinding dan bukan di lantai atau trotoar. Gagasan tersebut juga disetujui oleh Kamar Dagang Hollywood, dan pada tanggal 11 Januari 2002 nama Muhammad Ali secara resmi tertulis di The Hollywood Walk of Fame . 

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dengan tertulisnya nama Muhammad Ali di tempat itu, maka hingga tahun 2017 petinju Muhammad Ali merupakan satu-satunya dari 2.600 orang terkernal di dunia seni dan hiburan yang namanya terukir di dinding dan bukan di lantai atau trotoar Hollywood. Hal ini memunculkan celetukan bahwa nama Muhammad Ali tidak tercantum di The Hollywood Walk of Fame (walk = tempat berjalan) tetapi di The Hollywood Wall of Fame (wall = dinding). Tempat yang disebut terakhir ini tidak dikenal. . 

Begitulah cara Muhammad Ali menghormati Nabi Muhammad SAW. Di Amerika Serikat sebetulnya sudah biasa nama-nama orang berjasa diabadikan di trotoar jalan, dan di sana bukan merupakan penghinaan ketika nama-nama itu diinjak orang-orang yang berjalan di atasnya. Tetapi adalah hak Muhammad Ali sebagai seorang Muslim ketika ia berpikir lain menyangkut Nabi Muhammad SAW. Bagaimamapun ini harus diapresiasi sebagai keberhasilan dakwahnya di Amerika tanpa kekerasan. Ia wafat dalam usia 74 tahun pada tanggal 3 Juni 2016. 

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pesantren, Nusantara, Lomba Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 11 Desember 2017

Kemenag Resmi Luncurkan Al-Qur’an Versi Digital

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal



Kementerian Agama resmi meluncurkan Aplikasi Al-Qur’an Digital Kementerian Agama.

Kemenag Resmi Luncurkan Al-Qur’an Versi Digital (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Resmi Luncurkan Al-Qur’an Versi Digital (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Resmi Luncurkan Al-Qur’an Versi Digital

Peluncuran dilakukan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bersamaan dengan diselenggarakannya Seminar Internasional Al-Qur’an di Jakarta, Selasa (30/8), sebut keterangan tertulis Kemenag.

Peluncuran aplikasi Al-Qur’an ini ditandai dengan penekanan tombol Enter aplikasi oleh Menag disaksikan oleh Kabalitabangdiklat Abdurrahman Masud dan Dirjen BImas Islam Machasin.

Dikatakan Menag, aplikasi Al-Qur’an ini diharapkan dapat memberikan kemudahan umat Islam dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an, baik dalam bentuk bacaan maupun pemahaman.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Saya berharap langkah awal peluncuran aplikasi ini dapat terus dikembangkan dari segi teknis dan kontennya, sehingga membantu masyarakat luas untuk membaca dan mempelajari Al-Qur’an," ucap Menag.

Menag mengatakan, upaya memelihara kesahihan Al-Qur’an tidak hanya dilakukan dalam bentuk teks/tulisan mushaf, tetapi juga dari segi maknanya. Di era digital yang penuh keterbukaan, ujar Menag, informasi apa pun dengan mudah diterima oleh masyarakat, tak terkecuali pemahaman keagamaan.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Menurutnya, informasi itu tidak selalu bermuatan positif, tetapi juga bisa berupa propaganda kebencian dan kekerasan yang tersebar melalui media sosial, kenyataan ini sulit dibendung.

Oleh karena itu, ujar Menag, pemerintah terus berupaya mengimbangi derasnya arus pemahaman keagamaan yang ekstrem dengan menyediakan berbagai literatur berisi pemahaman dan penafsiran Al-Qur’an yang moderat, toleran dan menghargai keragaman, melalui berbagai media, baik cetak maupun elektronik.

"Atas kenyataan dimaksud, dengan penuh rasa bahagia, hari ini, bersamaan dengan seminar internasional Al-Qur’an dalam rangka memperingati 1.450 tahun turunnya Al-Qur’an, Kementerian Agama mempersembahkan kepada masyarakat aplikasi Al-Qur’an digital yang dilengkapi dengan terjemah dan tafsirnya," ujar Menag.

Aplikasi Al-Qur’an Kemenag ini selanjutnya dapat didownload di https://play.google.com/store/apps/details?id=com.quran.kemenag.

Sementara itu, Pjs. Ketua Lajnah Pentashian Mushaf Al-Quran Balitbang dan Diklat Kementerian Agama, Muchlis Hanafi menjelaskan, pengguna ponsel smartphone dapat mengunduhnya aplikasi Al-Qur’an di Google Play Store (smartphone berbasis Android) dan secepatnya nanti juga bisa di AppStore dan Windows Phone Store.

Dikatakan Muchlis, aplikasi generasi pertama ini menyajikan teks Al-Qur’an lengkap 30 juz, aplikasi ini juga dilengkapi dengan terjemahan. Selain itu, juga di lengkapi dengan tafsir dalam dua varian: Tahlili (30 juz) ataupun tafsir ringkas.

Fitur lainya yang tersedia di aplikasi ini, yaitu suara murattal Al-Quran dari Syekh Mahmud Khalil al-Hushary. Dan Tulisan Al-Quran yang digunakan dalam aplikasi ini, terang Muchlis, bersumber dari Mushaf Attin yang mengikuti Mushaf Al-Qur’an Standar Indonesia.

"Mushaf Al-Qur’an Standar Indonesia adalah Mushaf Al-Qur’an yang dibakukan cara penulisan teks, harakat, tanda baca, dan tanda waqafnya sesuai dengan hasil yang dicapai Musyawarah Kerja (Muker) Ulama Ahli Al-Qur’an yang berlangsung sebanyak 9 kali dari tahun 1974 s.d. 1983, dan dijadikan pedoman bagi mushaf Al-Quran yang dicetak dan diterbitkan di Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri Agama," jelas Muchlis.

Ada pun terjemahan Al-Qur’an yang terdapat dalam aplikasi ini berasal dari Al Qur’an dan Terjemahnya yang disusun oleh tim yang dibentuk oleh Kementerian Agama. Sedangkan Tafsir Tahlili yang terdapat dalam aplikasi ini bersumber dari Al Quran dan Tafsirnya yang diterbitkan Kementerian Agama.

Sementara itu, untuk fitur Tafsir Ringkas Al Qur’an Al-Karim adalah sebuah buku hasil kajian tafsir yang disusun oleh tim yang dibentuk Kementerian Agama bekerjasama dengan Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ) Jakarta. Saat ini, tafsir ini baru hadir satu jilid yang terdiri juz 1 - 15. Adapun jilid kedua yang berisi juz 16-30.

"Aplikasi ini akan terus dikembangkan dan ditambahkan nanti juga ada tafsir tematik, tafsir ilmi dan lain sebagainya. Juga akan ada fitur Asbabun Nuzul yang terdapat dalam aplikasi ini berasal dari buku Asbabun Nuzul: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Quran yang diterbitkan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran Kementerian Agama pada tahun 2015," ucap Muchlis yang berharap demi pengembangan aplikasi ini, saran dan masukan dari masyarakat melalui email lpmajkt@kemenag.go.id. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Kajian Islam, Pesantren Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 04 Desember 2017

Dubes Agus Maftuh: Pejabat Adalah Pelayan Rakyat, Bukan Sebaliknya

Riyadl, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. “Saatnya kita jadikan kantor kedutaan sebagai rumah rakyat. Dan jika Dubesnya tidak melayani rakyat, Panjenengan suruh pulang saja”. Kata Agus Maftuh Abegebriel, Dubes RI untuk Arab Saudi, dalam sambutannya di pengajian rutin yang diadakan oleh WNI Riyadh, Kamis (14/4).?

Dubes Agus Maftuh: Pejabat Adalah Pelayan Rakyat, Bukan Sebaliknya (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes Agus Maftuh: Pejabat Adalah Pelayan Rakyat, Bukan Sebaliknya (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes Agus Maftuh: Pejabat Adalah Pelayan Rakyat, Bukan Sebaliknya

Ada banyak hal yang disampaikan oleh Dubes yang masa kerjanya telah berjalan satu bulan tersebut. Menurutnya istilah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang selama ini dinisbatkan kepada WNI yang bekerja di luar negeri, mengandung unsur peyoratif. Karena itulah, ia akan mempopulerkan istilah “ekspatriat Indonesia” yang lebih terhormat.

Selain itu, ia juga meminta kepada para ekspatriat Indonesia untuk menghormati budaya dan peraturan Arab Saudi. Akan tetapi, penghormatan yang demikian tidak lantas diiringi dengan sikap rendah diri di hadapan warga negara lain. Karena sejatinya manusia sama.?

Agus Maftuh mengakhiri sambutannya dengan memohon kepada para jamaah untuk selalu mendoakannya agar menjadi pelayan yang baik bagi rakyat Indonesia yang ada di Arab Saudi.

Dalam acara tersebuthadir beberapa staf KBRI, pengurus MWCINU Riyadh, Garda BMI Riyadh, Yayasan Bina Mitra Nusantara, PSS TKI, tokoh masyarakat, dan mahasiswa dari Jami’ah al-Imam dan Jami’ah Malik Sa’ud. (Irza/Mukafi Niam)?

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pesantren Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Minggu, 19 November 2017

Usai Ngaji, 83 Pelajar di Malang Belajar Sinematografi

Malang, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Setiap pekan PC IPNU-IPPNU kabupaten Malang, Jawa Timur menyambung majelis taklim dengan kegaiatan positif bagi pelajar. Usai mengaji, sedikitnya 83 pelajar di Malang belajar membuat film di aula MWCNU Poncokusumo, Sabtu-Ahad (11-12/1).

“Hampir setiap pekan ada saja kegiatan yang tergelar,” ujar Ketua panitia belajar film M Bagus Mukmin, Ahad (12/1).

Usai Ngaji, 83 Pelajar di Malang Belajar Sinematografi (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai Ngaji, 83 Pelajar di Malang Belajar Sinematografi (Sumber Gambar : Nu Online)

Usai Ngaji, 83 Pelajar di Malang Belajar Sinematografi

Peserta terdiri dari perwakilan sekolah dan pengurus pimpinan anak cabang IPNU-IPPNU di kabupaten Malang. Mereka dibekali pengetahuan terkait dunia pertelevisian selain praktik pembuatan film pariwisata yang dilaksanakan di Coban Pelangi.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Untuk memandu belajar pembuatan film, PC IPNU-IPPNU melibatkan Balai Pengembangan Media Televisi (BPMTV). Kegiatan ini didukung narasumber berkompeten mantan rektor Institut Kesenian Jakarta (IKJ) M Hartanto dan pengajar multimedia di SMK Cendika Bangsa Kepanjen, Erik.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Semoga pelatihan ini menerjunkan banyak pelajar NU dalam dunia perfilman ke depan,” harap M Bagus. (Ika Rosaria Fathony/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pesantren, Daerah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selasa, 14 November 2017

Kader NU Bondowoso Raih Juara Lomba Stand Up Comedy

Bondowoso, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Salah satu pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Abdul Aziz, berhasil meraih juara tiga dalam perlombaan stand up comedy yang digelar dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXII.

Kader NU Bondowoso Raih Juara Lomba Stand Up Comedy (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader NU Bondowoso Raih Juara Lomba Stand Up Comedy (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader NU Bondowoso Raih Juara Lomba Stand Up Comedy

Pemenang lomba diumumkan para peringatan Harganas XXII di Lamongan, Jawa Timur, Rabu (20/7). Selain stand up comedy, juga ada lomba-lomba lain yang digelar sebelumnya di alun-alun Lamongan. Tropi juara diberikan oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Abdul Aziz ikut lomba stand up comedy bertema kependudukan ini mewakili Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Bondowoso.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ia mengaku sebelum 15 Mei 2016 Azis membuat rekaman video penampilan stand up comedy? yang kemudian dipublikasikan di You Tube. Link video kemudian dikirim ke facebooknya BKKBN Provinsi Jawa Timur.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Abdul Azis diumumkan masuk 10 besar hingga kemudian ikut final dengan menampilkannya secara langsung di UIN Sunan Apel Surabaya. "Alhamdulillah saya mendapat juara tiga,” katanya lewat telepon seluler saat dikonfirmasi.

Di samping tropi, Azis juga memperoleh piagam yang ditandatangani Gubernur Jawa Timur serta uang pembinaan. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pesantren Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 13 November 2017

Santri Mambaul Futuh Tuban Tingkatkan Mutu Jurnalistik

Tuban, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Dalam rangka meningkatkan kualitas majalah pondok pesantren, sejumlah santri Mambaul Futuh Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menggandeng wartawan yang tergabung dalam Ronggolawe Press Solidarity (RPS) Tuban untuk menggelar diklat jurnalistik di Aula pondok pesantren setempat.

Santri Mambaul Futuh Tuban Tingkatkan Mutu Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Mambaul Futuh Tuban Tingkatkan Mutu Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Mambaul Futuh Tuban Tingkatkan Mutu Jurnalistik

Kegiatan yang berlangsung Selasa (2/9) ini diikuti sebanyak 30 santri. Mereka disuguhi beberapa materi di antaranya dasar-dasar jurnalistik, teknik reportase atau wawancara secara profesional, tehnik menulis berita dan sekaligus praktek menulis berita. Tidak hanya itu, di sela-sela materi berlangsung narasumber juga melakukan evaluasi pada majalah yang dimiliki dan diterbitkan oleh pesantren tersebut.

Pengasuh dan Pengajar Pesantren Mambaul Futuh Jenu, Tuban, Ustad M. Arifuddin saat dikonfirmasi mengatakan, sejatinya kegiatan diklat jurnalistik ini sebagai sarana belajar dalam rangka meningkatkan kualitas majalah di pesantren. Dengan digembelengnya seluruh jajaran kru majalah pesantren, diharapkan bisa membenahi majalah yang saat ini sedang digarap dan diterbitkan pesantren. Sehingga kedepan majalahnya tersebut bisa berkembang lebih bagus dan profesional.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Kami? sudah lama punya majalah, namanya ‘Risma’, mudah-mudahan dengan melalui diklat ini ada pembenahan jajaran majalah yang kami punya. Sehingga majalah Risma ini semakin berkembang lebih baik," kata pria yang juga sebagai Ketua Lembaga Bahtsul Masail NU (LBMNU) Tuban ini.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dikatakannya, diklat juranalistik terebut diharapkan bisa memberikan pemahaman ilmu jurnalis kepada para santri. Meski saat ini masih berstatus santri, namun hal itu dianggap waktu yang tepat untuk belajar jurnalistik. Karena seiring perkembangan zaman, media sangat dibutuhkan masyarakat luas.

"Tugas santri itu mengaji, tetapi juga boleh belajar tentang ilmu jurnalis. Hal itu dilakukan karena saat ini masyarakat butuh yang namanya media. Lebih baiknya lagi bila santri disini bisa mempraktekkan sebagai seorang jurnalis tambah lebih bagus. Kami juga yakin, jika santri disini ada yang jadi jurnalis, insaAllah akan menjadi seorang jurnalis yang baik, sebab sudah punya bekal ilmua agama," tambah pria jebolan pesantren Alfalah Ploso, Kediri ini.

Sementara itu, pihak RPS Tuban melalui sekretarisnya Dion Fajar menyampaikan, institusinya tersebut bakal siap berbagi ilmu jurnalistik pada siapapun termasuk santri pondok pesantren. Selain itu, RPS bakalan siap membina jika dimintai bantuan untuk membantu keberlangsungan penerbitan majalah itu. Akan tetapi bantua yang diberikan berupa tehnik penulisan, layout maupun menejemen keredaksian.

"InsyaAllah siap jika diminta bantuan, karena disini juga banyak wartawannya," ungkap Dion (Suwandi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Tokoh, Pesantren, Cerita Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 04 November 2017

Warga Pengadegan Merasa Kehilangan Indar Parawansa

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Ketua RT Pengadegan Timur Syaifullah mengaku terkejut dengan kabar meninggalnya Indar Parawansa, suami Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah, ketika ia mendengar kabar tersebut, Rabu malam.

“Kami sangat kehilangan karena beliau sangat memberi dukungan terhadap warga dalam berbagai kegiatan,” katanya kepada Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal, seusai tahlilan di kediaman almarhum, yang berlokasi tepat di belakang kantor PP Muslimat NU, Kamis malam.

Warga Pengadegan Merasa Kehilangan Indar Parawansa (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Pengadegan Merasa Kehilangan Indar Parawansa (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Pengadegan Merasa Kehilangan Indar Parawansa

Syaifullah menuturkan, meskipun sibuk, Indar Parawansa selalu menyempatkan diri berkumpul dengan warga jika ada kegiatan. “Kami tahu beliau kelihatan lelah, tetapi masih berusaha menyempatkan diri untuk bersosialisasi,” paparnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dikenal sebagai figur yang pendiam, Indar Parawansa selalu memberi dukungan yang diperlukan jika warga memerlukan sesuatu.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sejarah Nama Indar

Sementara itu, ustadz Fadholi, tuan rumah dalam acara tahlilan menuturkan almarhum ke Palu dalam rangka kunjungan dinas. Selama ini, penyakit diabetes dan jantung yang dideritanya sudah cukup berat. “Ketika ditemukan meninggal, masih dalam keadaan pakai seragam dinas di kamar hotel,” kata Fadholi.

Ia menuturkan, ada kisah mengenai nama Indar yang unik tersebut. Suatu ketika ia bertanya kepada almarhum Indar Parawansa mengenai nama tersebut dan kisah tersebut berawal ketika Indar dilahirkan.?

Saat terlahir, ada usus yang membelit tubuh si kecil, tetapi berkat kecekatan bidan yang menangani, ia bisa diselamatkan. Sebagai rasa syukur, maka orang tuanya memberi nama Hindar Parawansa. Tetapi ketika sudah masuk sekolah, namanya lama-lama menjadi Indar Parawansa.

Orang tuanya kemudian memprotes perubahan nama tersebut, tetapi oleh beberapa orang dinasehati, tidak apa-apa huruf “H”-nya hilang, tapi nanti kan bisa balik lagi, maksudnya setelah berhaji, nantinya dapat tambahan titel “H”. Usulan tersebut disetujui dan akhirnya, apa yang dicita-citakan tersebut tersampaikan. Sehingga namanya menjadi H. Indar Parawansa.

Pernikahannya dengan Khofifah memberinya empat orang anak, yang pertama Patimasang? sudah lulus dari Monash University Australia, Jalaluddin Mannagalli (mahasiswa S1 di Beijing, China,Yusuf Mannagalli, masih SMP di pesantren TEbuireng, dan Ali Mannagalli , masih siswa SD. ?

“Kebetulan, yang sedang belajar di Beijing lagi liburan sekolah sampai Februari, jadi pas di rumah,” kata Fadholi.

? Sebagaimana tradisi warga NU, tahlilan akan diselenggarakan selama tujuh hari berturut-turut seusai sholat Isya. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Internasional, Pesantren Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock