Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Kisah Berangkat Haji Gratis, Berkah Ngaji Fiqih Haji

Subang, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ada banyak cara Allah mengundang hamba-Nya dalam menunaikan ibadah haji, di antaranya adalah sebagaimana kisah yang dialami oleh KH Endang Jamaludin sekitar tahun 2006 yang lalu. Sebelumnya, pengasuh Pesantren Uswatun Hasanah Empangsari, Purwadadi, Subang, Jawa Barat ini tak pernah terpikirkan bisa menunaikan rukun Islam yang kelima itu.

"Suatu hari Kang Endang ngisi pengajian di salah satu majelis talim asuhannya, dalam pengajian itu Kang Endang ngaji bab haji sangat detail sekali," ungkap salah seorang adik KH Endang Jamaludin, Totoh Bustanul Arifin di Pesantren Miftahul Fata, Panyingkiran, Purwadadi, Subang. Jumat (9/9)

Kisah Berangkat Haji Gratis, Berkah Ngaji Fiqih Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Berangkat Haji Gratis, Berkah Ngaji Fiqih Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Berangkat Haji Gratis, Berkah Ngaji Fiqih Haji

Usai pengajian, kata dia, salah seorang jamaah yang bernama Haji Ayat Hidayat sedikit penasaran. Tanpa pikir panjang kemudian ia menghampiri Kiai Endang dan keduanya berdialog seputar haji. Pertanyaan Haji Ayat yang dianggap cukup menohok oleh Kiai Endang adalah “Kiai Endang sudah berapa kali haji?”

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Karena belum pernah haji, Kang Endang jawab apa adanya, ‘belum pernah sekali pun’," kata Kang Toto yang saat ini menjadi Ketua Pagarnusa Subang itu.

Ditambahkannya, Haji Ayat sedikit kaget karena belum pernah menunaikan ibadah haji tapi Kiai Endang mampu menjelaskan kegiatan ibadah haji dengan begitu detailnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Memangnya Kiai nggak mau berangkat haji?" Kata Kang Toto meniru pertanyaan Haji Ayat kepada Kiai Endang.

"Ya mau asal semuanya ditanggung Pak Haji Ayat," jawab Kiai Endang saat itu dengan nada bercanda.

Ternyata, tambah Kang Toto, Haji Ayat meresponnya dengan serius dan menjanjikan akan membiayai Kiai Endang untuk menunaikan ibadah haji berikut semua keperluan selama haji dengan catatan apabila tanah yang saat itu sedang dipromosikan laku di atas 300 juta.

Beberapa hari kemudian tanah milik Haji Ayat tersebut ternyata laku di atas 500 juta. Akhirnya Kiai Endang berangkat haji bersama delapan saudara Haji Ayat. (Aiz Luthfi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Ubudiyah, Amalan, Halaqoh Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Jumat, 16 Februari 2018

Indonesia, Negara dengan Aliran Tarekat Terbanyak di Dunia

Jakarta Selatan, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang kerap disapa Kang Said menyatakan bahwa Indonesia menampung banyak aliran tarekat. Bahkan Indonesia merupakan negara dengan jumlah terbanyak aliran tarekat di dunia.

Di Indonesia ada puluhan tarekat muktabarah, yaitu tarekat yang dianggap tidak menyimpang dari syariat, kata Kang Said di pesantren Ats-tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan. Jumat (13/12).

Indonesia, Negara dengan Aliran Tarekat Terbanyak di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia, Negara dengan Aliran Tarekat Terbanyak di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia, Negara dengan Aliran Tarekat Terbanyak di Dunia

"Indonesia ini negara luar biasa karena semua aliran tarekat ada di sini. Di Maroko cuma ada berapa seperti Tijaniyah, Syadziliyah. Di Mesir paling ada dua belas atau empat belas. Di Sudan dan Irak hanya ada beberapa,” terang Kang Said.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sementara Indonesia agak lain, Kang Said. Orang dari Timur Tengah datang semua ke Indonesia. Sehingga, sedikitnya 45 aliran tarekat yang dinilai muktabarah oleh NU. Mereka ini tidak menyimpang dari syariat di luar muktabarah, ada juga tarekat yang dianggap menyimpang seperti akmaliyah yang wahdatul wujud.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Menurut Kang Said, tarekat sendiri adalah metode khusus yang dilakukan seorang sufi dalam naungan kelompok jamaah di bawah bimbingan seorang mursyid. Dengan lain kata, tarekat itu madrasahnya orang sufi.

Awalnya gerakan tasawuf dan tarekat, lanjut Kang Said, lahir pada abad ketiga Hijriyah. Sebelumnya tasawuf masih bersifat individual. Sufi besar di zaman sahabat misalnya Ibnu Umar RA dan Abu Dzar Alghifari RA. Di zaman tabiin ada Imam Hasan Bashri.

Setelah abad ketiga Hijriyah, di tahun dua ratus lebih Hijriyah tasawuf dilakukan oleh kelompok atau orang banyak. Dari situ disebutlah tarekat atau madrasah. Jadi tarekat itu madrasah. Madrasahnya kalangan sufi bernama tarekat, tutup Kang Said, pengasuh Pesantren Ats-tsaqafah. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Khutbah, Pertandingan, Amalan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 05 Februari 2018

PMII Padang Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir di Kabupaten Limapuluhkota

Padang,? Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Padang, Sumatera Barat menyalurkan bantuan untuk korban banjir di di Nagari Koto Baru Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Limapuluhkota, Sumatera Barat. Meski lokasi masih diguyur hujan, tampak para relawan tak patah semangat menyerahkan bantuan, Sabtu (11/3).?

Bantuan berupa perlengkapan belajar seperti tas, sarung, baju, buku dan alat tulis lainnya itu diserahkan langsung kepada anak-anak usia sekolah. Mereka tampak tersenyum bahagia dan sangat bersyukur akan bantuan ini. Adapun bantuan ini diperoleh dari aksi galang dana oleh segenap kader PMII Kota Padang di Jalan Rasuna Said Kota Padang.

PMII Padang Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir di Kabupaten Limapuluhkota (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Padang Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir di Kabupaten Limapuluhkota (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Padang Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir di Kabupaten Limapuluhkota

Kegiatan ini langsung disaksikan oleh beberapa orang tua dari anak-anak yang menerima perlengkapan belajar itu. Salah seorang dari orang tua murid bernama Ujang menyampaikan terima kasih kepada para kader PMII.



Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal



"Terima kasih banyak nak, Babuku juo anak ambo sikola. Hati-hati salamaik baliak ka padang handaknyo," ucapnya dalam bahasa Padang.

Ketua PMII Kota Padang Hasbullah Alqomar mengatakan, tak banyak yang bisa pihaknya berikan. Namun dia berharap upaya yang dilakukannya ini dapat sedikit meringankan beban korban banjir. Ia memahami, merasakan dan menyadari sepenuhnya musibah yang menimpa ini merupakan ujian dari Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa.

"Senyum yang terpancar dari para generasi harapan ini sudah lebih dari cukup untuk apapun yang telah kami lakukan. Terimakasih yang tak terhingga untuk para donatur, semoga dibalasi dengan yang berlipat ganda. Amiin," kata Alqomar.

Koordinator Lapangan Fadli Jamal menyampaikan, bantuan ini sengaja langsung sampaikan kepada mereka. Karena dia ingin membaur dan mendengar langsung curahan hati korban banjir ini. (Armaidi Tanjung/Fathoni)?

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Hadits, Pendidikan, Amalan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

Ahok Minta Maaf Kepada Umat Islam

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal



Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang akan mengikuti pemilihan kepala daerah tahun depan, meminta maaf kepada umat Islam soal perkataannya yang menyebut Al-Qur’an Surat Al Maidah ayat 51 di hadapan warga Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu pada 27 September 2016.

Ahok Minta Maaf Kepada Umat Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahok Minta Maaf Kepada Umat Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahok Minta Maaf Kepada Umat Islam

Ahok mengakui ucapannya menimbulkan kegaduhan dan menyinggung perasaan umat Islam.?

"Yang pasti, saya sampaikan kepada umat Islam atau orang yang tersinggung, saya mohon maaf," kata Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Senin.?

Ahok menegaskan dia tidak bermaksud menyinggung perasaan umat Islam apalagi sampai menistakan agama.?

"Tidak ada maksud saya melecehkan Al-Qur’an. Kalian bisa lihat suasananya seperti apa," katanya. ?

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Saya bukan anti-Islam. Saya sejak kecil, bisa dilihat --bukan untuk riya-- sekolah Islam kami bantu izin, sudah berapa kita bantu izin. Untuk madrasah, juga bantuan masjid. Bisa dilihat tindak-tanduk saya, apakah musuhin Islam atau melecehkan Al-Qur’an," katanya.

Ahok menjelaskan bahwa ia menyebutkan Surat Al Maidah ayat 51 dengan harapan tidak ada warga yang salah menafsirkan.?

"Orang Pulau Seribu pun tidak ada satu pun yang tersinggung, kami tertawa-tawa kok. Niatnya waktu itu hanya ingin menunjukkan, sebetulnya saya enggak mau orang yang punya tafsiran seperti itu bingung," katanya.?

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Namun dia akhirnya menyadari bahwa agama adalah urusan pribadi yang tidak boleh dibicarakan di hadapan publik secara luas.?

"Makanya saya mengerti sekali. Ini memang urusan pribadi, tafsiran pribadi, semua orang punya hak yang sama. Urusan agama adalah pribadi jangan dikeluarkan di publik," kata dia. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Amalan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Komisi Bahtsul Masail Dukung Inisiasi RUU Lembaga Pendidikan Keagamaan dan Pesantren

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal - Koordinator Komisi Bahtsul Masail Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) KH Mujib Qulyubi mendukung terhadap inisiasi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) tentang Rancangan Undang-Undang? Lembaga Pendidikan Keagamaan dan Pesantren.

Demikian disampaikan Kiai Mujib pada acara Focus Group Discussion (FGD) RUU (LPKP) di lantai lima, gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (24/10).

Komisi Bahtsul Masail Dukung Inisiasi RUU Lembaga Pendidikan Keagamaan dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Komisi Bahtsul Masail Dukung Inisiasi RUU Lembaga Pendidikan Keagamaan dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Komisi Bahtsul Masail Dukung Inisiasi RUU Lembaga Pendidikan Keagamaan dan Pesantren

Sebagai upaya dukungan terhadapa rencana RUU LPKP itu, Kiai Mujib pun menyatakan akan membawanya ke Musyawaroh Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul ulama (Munas-Konbes NU) di Lombok, Nusa Tenggara Barat bulan depan.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Oleh karena itu, ia berharap agar pertemuan tentang pembahsana RUU LPKP inibukan pertemuan terakhir supaya segera menjadi RUU yang matang dan dapat diputuskan.

Menurutnya, di antara alasan pentingnya RUU LPKP masuk ke dalam pembahasan, karena Hari Santri yang sudah ditetapkan presiden dan dijalankan selama tiga tahun terakhir ini hanya menjadi uforia semata. Sementara penghargaan yang akan datang untuk pesantren dan santri belum jelas.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selain itu, pesantren, katanya, tidak bisa dipisahkan dari NU. NU adalah pesantren besar, pesantren adalah NU kecil.

“Jadi, NU dan pesantren adalah satu kesatuan. Tidak ada NU kalau tidak ada pesantren dan tidak langgeng pesantren kalau tidak ada NU,” jelasnya.

Hadir pada FGD ini Ketua PBNU H Marsudi Syuhud, Ketua PBNU H Robikin Emhas, Ketua PBNU H Umar Syah, anggota DPR FPKB Taufiq Abdullah, Pimpinan Komisi VIII DPR FPKB Malik Haramain, Ketua LP Ma’arif H Z Arifin Junaidi, perwakilan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), dan lain-lain. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Kajian, Amalan, Makam Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Gila NU

Gus Dur memberikan penjelasan kepada Kang Maman Imanulhaq tetang klasifikasi gila. Kata Gus Dur, gila itu banyak macamnya. Ada gila karena kerjaan, gila karena urusan organisasi dan lain-lain.

Gusdur pun menceritakan kisahnya. Dulu Dr. Fahmi Djafar Saifuddin (putra KH Saifuddin Zuhri) datang ke rumah Gus Dur pada pukul 02.30 WIB.

"Mas...Mas...barusan di Jakarta Utara, di Tanjung Priok ada pertengkaran antarpengurus NU. Ayo kita ke sana Mas!”

Gila NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Gila NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Gila NU

Gus Dur menjawab, “Mas Fahmi, kalau dari jam 6 pagi-6 sore ngurusi NU, itu namanya senang dan cinta dengan NU.”

“Kalau jam 6 sore-12 malam masih ngurusi NU maka disebut orang gila NU. Tapi sudah jam 12 malam masih tetap ngurusi NU berarti NU gila,” kata Gus Dur, bercanda. (Ahmad Rosyidi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Syariah, Amalan, Budaya Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 08 Januari 2018

MUI Banyuwangi Imbau Pengeras Suara Dimatikan Pukul 22.00

Banyuwangi,Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyuwangi menerbitkan surat edaran yang ditujukan kepada takmir masjid dan pengurus mushalla. Isin surat itu meminta pengeras suara digunakan tadarus dimatikan mulai pukul 22.00.

“Kita semua mencintai tadarrus dan semua ingin mengagungkan bulan puasa, tapi alangkah bijaknya kalau kita tadarrus tidak menggunakan pengeras suara setelah pukul 22.00. Sebab, di jam itu umat Islam mulai istirahat setelah seharian puasa,”? ujar Ketua II MUI Banyuwangi, Nur Chozin di kediamannya, Selasa (1/7).

MUI Banyuwangi Imbau Pengeras Suara Dimatikan Pukul 22.00 (Sumber Gambar : Nu Online)
MUI Banyuwangi Imbau Pengeras Suara Dimatikan Pukul 22.00 (Sumber Gambar : Nu Online)

MUI Banyuwangi Imbau Pengeras Suara Dimatikan Pukul 22.00

Ia menyadari bahwa untuk mengubah kebiasaan warga yang menggelar tadarrus hingga dini hari, tidak gampang. Sebab, mereka beralasan ingin mencari pahala dan mengagungkan malam Ramadhan, sehingga mereka cukup sensitif terhadap segala bentuk? larangan dalam tadarrus. “Bisa-bisa mereka menuding kita macam-macam. Padahal, yang kita larang cuma pengeras suaranya, bukan tadarrusnya,” tambahnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selain soal tadarrus, surat edaran MUI itu juga mengimbau semua rumah makan dan restoran yang beroperasi di siang hari memasang penutup selama Ramadhan. Itu untuk menghormati orang yang tengah berpuasa.

Ia menambahkan, sedangkan tempat hiburan malam diimbau untuk menghentikan aktivitasnya selama bulan suci Ramadhan. “Semua itu demi kebaikan kita semua dan menjaga kesucian bulan Ramadhan itu sendiri,” jelasnya. (aryudi a razaq/abdullah alawi)

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Humor Islam, Syariah, Amalan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Cerita Siswa Madrasah Menghafal Al-Quran di Tanah Wali

Demak, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Sejumlah Madrasah di Kabupaten Demak mengembangkan konsep madrasah berbasis tahfidz Al-Qur’an. Otak kanan bisa dimaksimalkan dengan memberi nilai tambah pada jam luar kelas. Hafalan bisa diberikan dengan senang layaknya bermain-main tanpa menambah beban studi akademik.

Matahari belum naik sepenggalah di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Demak, Desa Karang Tengah, Kecamatan Karang Tengah Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Masih setengah jam lagi sebelum bel masuk kelas berbunyi pada pukul 07.00 WIB.

Cerita Siswa Madrasah Menghafal Al-Quran di Tanah Wali (Sumber Gambar : Nu Online)
Cerita Siswa Madrasah Menghafal Al-Quran di Tanah Wali (Sumber Gambar : Nu Online)

Cerita Siswa Madrasah Menghafal Al-Quran di Tanah Wali

Membawa Al-Qur’an, siswa-siswi madrasah itu berkumpul di pelataran masjid yang terletak di bagian depan kompleks madrasah, sebelah lapangan olahraga. Secara serentak dan padu, mereka melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an secara bersamaan, dipandu seorang guru pembimbing. Ayat-ayat yang sama terdengar dibaca berulang-ulang.

Saat kami mengunjungi madrasah itu, Ramadhan lalu, tak kurang 200 siswa bersama-sama dibimbing menghafalkan surat an-Nazi’at ayat 22, 23, dan 24. Metodenya cukup unik. Guru pembimbing, yaitu Ustadzah Maulida Khasanah yang juga hafal Al-Qur’an, berdiri di depan menghadap siswa. Dia terlebih dahulu melafalkan surah an-Nazi’at ayat 22: “Tsumma adbara yas’aa”. Lalu semua siswa menirukan bacaanya secara serentak.

Setelah itu, melalui mikrofon, pembimbing meminta para siswa menghadap ke kanan dan mengulang ayatnya. Lalu mengulangi lagi ayat itu dengan cara menghadap ke kiri, menghadap ke atas, bawah dan kembali menghadap ke depan dengan mata terpejam. Setelah lima kali repetisi, satu ayat bisa dihafal dengan baik oleh para siswa.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Setelah itu dilanjutkan dengan ayat berikutnya dengan metode yang sama hingga tiga ayat. Tiga ayat yang telah dihafal kemudian dibaca berkelanjutan dengan metode yang sama, yaitu dengan menghadap kanan, kiri, atas, bawah dan kembali menghadap ke depan dan mengucapkan kembali rangkaian ketiga ayat itu dengan mata terpejam. “Tsumma adbara yas’aa (QS. an-Nazi’at ayat 22), fahasyara fanaadaa (23), faqaala ana rabukum al-a’laa (24). Cara ini terbukti efektif, selama 30 menit sebelum masuk kelas, para siswa berhasil menghafal 3 ayat baru.?

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Hal ini rutin dilakukan setiap hari dan para siswa akan ditagih untuk menyetorkan kumpulan hafalan itu secara periodik. Metodenya ternyata sangat sederhana dan tidak mengganggu jam pelajaran di kelas. Siswa diminta menjaga hafalannya di rumah atau di waktu-waktu senggang saat di madrasah.

Kepala MTs Negeri 2 Demak, Karsono, mengatakan, program tahfidz merupakan pilihan wajib di madrasahnya. Semua anak didik, tanpa kecuali, dibebani target menghafal 1 juz, yaitu juz 30, dengan deadline setoran akhir sampai lulus madrasah karena di MTsN ini tahfidz al-Qur’an dijadikan program dasar yang menjadi nilai plus, di samping prestasi akademik. “Kami ingin prestasi akademik anak didik kami dilandasi dengan jiwa Qur’ani,” kata Karsono.

Untuk itu semua siswa diminta menyiapkan waktu 30 menit sebelum jam belajar untuk meningkatkan hafalan setiap hari. Untuk menjaganya, dipersilahkan mengatur sendiri waktunya. Khusus bagi yang mengikuti peminatan tahfidz lengkap, disediakan program kedua yang khusus bagi para pelajar tahfidz yang kini berjumlah 25 siswa. Mereka dibimbing khusus dengan target hafal 30 juz hingga lulus.

Di Kabupaten Demak, sejumlah madrasah tengah mengembangkan pendidikan berbasis tahfidz. Seperti halnya di MTsN 2 tersebut, materi hafalan Al-Qur’an diberikan di luar kelas agar tidak mengganggu jam pembelajaran dan tidak mengurangi prestasi akademik siswa. Sejak Januari lalu, sebanyak 12 madrasah di Demak telah menjalankan program ini dengan master metodologi yang sama.

Tahfidzisasi madrasah di Demak diinisiasi oleh Kantor Kementerian Agama setempat sejak Januari 2017 lalu. Dalam waktu yang relatif singkat hasilnya sudah kelihatan. Sebanyak 12 madrasah pada jenjang MI, Mts, dan MA yang menjadi pilot project, tahun ini berhasil meluluskan siswa-siswinya dengan membekali mereka dengan hafalan Al-Quran juz 30. ? Sebuah hadiah menarik bagi orang tua siswa tentunya.

Menurut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Demak, Muhammad Thobiq, hafalan juz 30 dianggap penting karena jus 30 merupakan bekal penting untuk berbagai peribadatan sehari-hari, terutama shalat. Selain itu, program ini akan membuat teknik mengaji para siswa menjadi bagus sehingga menunjang ibadahnya.

Tiga sekolahan yang leading menerapkan program ini adalah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Demak, MTsN 2 Demak, dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Mlaten, Kecamatan Mijen, Demak. Di MAN Demak, siswa-siswi telah fasih menghafal juz 30 menjelang ujian akhir lalu. Yang lebih menakjubkan adalah di MIN Mlaten, anak-anak kecil fasih membacakan satu surat lengkap apabila disebutkan nama suratnya.

Untuk anak-anak usia sekolah dasar, hafalan Al-Quran rupanya lebih mudah diberikan dan lebih awet daripada anak usia di atasnya. Menurut Kepala MIN Mlaten, Badrid Duja, anak-anak terlihat happy saat diminta menirukan sebuat ayat dengan cara menghadap kiri, kanan, atas, bawah dan dengan terpejam. Hal itu dilakukan setiap pagi selama setengah jam sebelum pelajaran dimulai.

Dalam waktu enam bulan terakhir, siswa kelas 2 telah mengoleksi hafalan 6 surat panjang di juz 30 dari surat an-Naba’ hingga al-Infithar. “Mereka menghafal dengan santai tanpa membebani pelajaran.” katanya. Di MIN Mlaten, program tahfidz belum diterapkan di kelas 1. Pada kelas 1 siswa masih difokuskan pada cara membaca dan tahsin (memperbaiki) tajwidnya. Baru pada kelas 2 hingga kelas 4 beban hafalan diberikan.?

Badrid Duja menyebut, ia ingin tahun 2020 mendatang, sebanyak seperempat dari 480 siswanya telah mencapai hafalan 5 juz. Hal ini telah dikonsultasikan kepada orangtua siswa dan mendapat dukungan penuh. Di desa agraris ini, para orang tua siswa kebanyakan adalah para petani yang agamis. Untuk itu mereka tidak dipungut biaya ekstra.?

Siswa hanya perlu menabung Rp1000 per hari untuk membeli al-Quran tahfidz versi empat warna. Dukungan orang tua siswa di MIN Mlaten direpresentasikan oleh Komite Madrasah yang menyumbang bangunan dua lantai di bagian depan madrasah dan mobil minibus untuk sarana antar-jemput siswa.?

Kepala Kantor Kementerian Agama Demak, M. Thobiq, mengaku gembira dengan perkembangan ini. Ia merupakan pemilik ide dan penggerak pertama mobilisasi madrasah berbasis tahfidz. Pada awalnya ia ingin agar madrasah memiliki diferensiasi dengan sekolah umum karena di daerah “hijau” seperti Demak, anak-anak sekolah umum pun berbaju panjang, berhijab, dan pandai membaca Al-Qur’an.?

Dengan fakta itu, ia ingin ada nilai lebih bagi siswa-siswi madrasah dan kemudian dicanangkanlah program tahfidz sebagai basis madrasah-madrasah di Demak. Namun dalam perkembangannya, ia mendapat laporan, program tahfidz ini ternyata memberikan pengaruh positif pada perilaku dan sopan santun siswa. (Muhtadin AR/Kemenag/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Budaya, Amalan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selasa, 26 Desember 2017

PCNU Jombang Lakukan Evaluasi Program Organisasi

Jombang, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pimpinan Cabang Nahdltul Ulama (PCNU) Kabupaten Jombang, Jawa Timur menggelar rapat evaluasi program dengan semua pengurus di masing-masing divisi, Senin (21/3). Rapat tersebut untuk menilai efektivitas pengurus dalam menjalankan mandat organisasi selama satu periode, juga sebagai upaya meningkatkan sejumlah program yang masih belum terlaksana.

PCNU Jombang Lakukan Evaluasi Program Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Jombang Lakukan Evaluasi Program Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Jombang Lakukan Evaluasi Program Organisasi

Kegiatan yang berlangsung di aula PCNU Jombang itu berlangsung khidmat. Setiap pengurus yang hadir menyampaikan beberapa capaian kegiatan yang sudah dijalankan, juga kendala atau hambatan saat hendak melaksanakan program. Sehingga sebagian kecil program tersebut masih bersifat rencana bahkan belum bisa terealisasi.

Ketua PCNU Jombang KH Isrofil Amar mengatakan bahwa dalam tempo dekat ini, pihaknya akan melangsungkan Muskercab (musyawarah kerja cabang) PCNU Jombang yang terakhir, mengingat masa kepengurusan PCNU ditampuk kepemimpinannya akan berahir pada pertengahan 2017 mendatang.

"Makanya untuk kesempatan ini kita akan melihat perkembangan program-program yang sudah dilakukan atau yang masih belum dilaksanakan, sebelum melaksanakan muskercab nanti," katanya saat memberikan arahannya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Menurut Kiai Isrofil, rapat evaluasi program tersebut lebih efisien dilakukan setiap bulan sekali. Hal itu akan lebih mempermudah melakukan koordinasi antarpengurus di masing-masing lembaga. "Harusnya setiap bulan sekali untuk mengetahui perkembangan program," ujarnya.

Hadir dalam rapat tersebut kurang lebih 15 pengurus dari perwakilan berbagai lembaga. Di antaranya LKNU (Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama), LDNU (Lembaga Dawah Nahdlatul Ulama), LWPNU, Aswaja Center, Lakspesdam NU, LTMNU (Lembaga Tamir Masjid Nahdlatul Ulama), Lesbumi dan LFNU (Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama). (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Makam, Doa, Amalan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Jalan Panjang Lebanon Ungkap Pembunuhan Politik

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Lebanon terbelah soal pengadilan terkait pembunuhan bekas Perdana Menteri Rafik Hariri yang dimulai Kamis (16/1) di Den Haag, Belanda.

Seorang akuntan di Beirut, Abu Marwan, 62, misalnya menilai pengadilan penting, agar "pelaku mengetahui bahwa mereka tidak akan lolos dari hukuman," katanya, seperti dilansir oleh laman deutsche welle.?

Sebaliknya pemilik supermarket, Ali Hamid menuding Israel dan Amerika Serikat sedang berkomplot menggerogoti kekuasaan kelompok Syiah, Hizbullah.?

Jalan Panjang Lebanon Ungkap Pembunuhan Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
Jalan Panjang Lebanon Ungkap Pembunuhan Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

Jalan Panjang Lebanon Ungkap Pembunuhan Politik

"Hizbullah berperang melawan Israel dan mengusir tentara Israel dari selatan Lebanon. Karena itu mereka akan dihukum sekarang."

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pada 14 Februari 2005 konvoi kendaraan yang membawa Hariri meledak di jantung Beirut. Politisi Sunni berusia 61 tahun itu seketika tewas, bersama 22 orang lain. Komisi penyelidikan bentukan Dewan Keamanan PBB saat itu mengisyaratkan keterlibatan Suriah. Hasilnya, saat ini lima anggota Hizbullah didakwa secara in absentia. Kelompok Syiah itu menolak menyerahkan ke-lima terdakwa.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Opini penduduk Lebanon terkait pengadilan Hariri mencerminkan afiliasi politik terhadap salah satu faksi. Abu Marwan yang bermadzhab Sunni adalah simpatisan "gerakan masa depan," yang didirikan oleh Rafik Hariri. Ali Hamid sebaliknya mendukung Hizbullah yang menolak pengadilan tersebut lantaran dinilai sebagai campur tangan barat terhadap politik dalam negeri Lebanon.

Konspirasi atau Balas Dendam

Lukman Slim adalah satu dari sedikit suara independen di Beirut. Menurutnya, pengadilan Hariri adalah sebuah terobosan dalam sejarah modern Lebanon. Terlepas dari dukungan politik, pengadilan itu menurut Slim membawa angin segar ke dalam budaya politik Lebanon, yakni prinsip tanggungjawab.?

"Saya bahagia bisa mengalami momentum semacam ini dan melihat bagaimana penduduk Lebanon bereaksi. Hal ini adalah sebuah ujian."?

Kendati begitu Slim pesimis, penduduk Lebanon bakal melihat pengadilan Hariri sebagai balas dendam, konspirasi atau instrumen politik yang akan memecah penduduk antara pelaku dan korban, Syiah atau Sunni.

Lukman Slim dan isterinya, Monika Borgman mengabdikan diri mengupas sejarah modern Lebanon. Situs "Memory at Work" adalah salah satu hasil kerja keduanya. Muatan terpanas berpusar pada pembunuhan beraroma politik di negeri cedar itu. Di dalamnya Slim dan Borgman membuat daftar pembunuhan selama satu dekade terakhir, Hariri adalah satu dari sekian banyak korban.

Sejak kemerdekaan hingga pembunuhan Hariri, Lebanon selalu berhasil menyingkirkan isu pembunuhan politik, kata Slim. Tapi dengan dimulainya pengadilan di Den Haag, pembunuhan politik tidak lagi bisa ditutupi.

Secercah Harapan

Pembunuhan Rafik Hariri mempengaruhi perkembangan politik di Lebanon. Awalnya demonstrasi spontan yang muncul usai kematiannya terkesan mampu memaksakan reformasi politik. Penduduk kala itu menuntut pembubaran sistem konvensional.

Lebanon menganut sistem pemerintahan unik karena undang-undang mengatur pembagian kekuasaan secara ketat. Cuma politisi Kristen saja yang misalnya bisa menjabat Presiden. Sementara jabatan perdana menteri dipegang oleh Islam Sunni dan ketua parlemen diserahkan kepada kelompok Syiah.

Aksi demonstrasi tersebut kemudian dikenal dengan sebutan Revolusi Cedar

Lebanon kala itu tenggelam dalam debat panas soal legitimasi senjata Hizbullah pasca penarikan pasukan Israel dari Lebanon Selatan tahun 2000. Selain itu Beirut juga meributkan keberadaan tentara Suriah dan reformasi politik. Lukman Slim sendiri cendrung menyebut aksi protes itu sebagai "karnaval ala Lebanon."

Perseteruan dua Faksi Politik

Meskipun salah satu tuntutan demonstran, yakni penarikan mundur pasukan Suriah dari Lebanon, sudah terpenuhi, tapi sebagian besar kecewa. Pasalnya gerakan untuk mereformasi sistem politik dan pemilu mengalami kegagalan.

Rafik Hariri buat kebanyakan warga Lebanon adalah simbol pembangunan kembali pasca perang saudara (1975-90). Sebagai pengusaha dan politikus, ia mendorong pembangunan infrastruktur di Lebanon. Buat kaum Sunni, Hariri adalah pemimpin.

Hampir sembilan tahun setelah kematiannya, Lebanon masih menghadapi perpecahan antara Sunni dan Syiah. Di samping pengadilan Hariri di Den Haag, perang di negeri jiran Suriah juga menciptakan ketegangan di Beirut. Stabilitas politik tampaknya belum akan berjejak dalam waktu dekat. (mukafi niam)

Foto: CNN

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pondok Pesantren, Amalan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Mentalitas Santri dalam Kejuaraan Sepakbola

Semarang, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal - Diskusi bertema "Revolusi Sepakbola Nasional dari Pesantren Pembinaan Usia Muda Tanggung Jawab Siapa?" mengawali technical meeting (TM) peserta Liga Santri Nusantara Jawa Tengah 2. Bertempat di gedung berlian lantai 4 hadir Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo Magelang KH Yusuf Chudlori, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah Budi Santoso dan pelatih usia muda, mantan pelatih PPLP Jateng, Edi Prayitno.

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah H. Abu Hafsin memberikan pidato kunci dalam diskusi kali ini (25/8). Hal penting dari tatanan sepakbola adalah kombinasi baik pemain, pelatih serta pemerintah. Bila sinergi ini mampu berjalan sepakbola di Indonesia akan maju.

Mentalitas Santri dalam Kejuaraan Sepakbola (Sumber Gambar : Nu Online)
Mentalitas Santri dalam Kejuaraan Sepakbola (Sumber Gambar : Nu Online)

Mentalitas Santri dalam Kejuaraan Sepakbola

"Santri tentu berbeda dari sisi mentalitas," tandas H. Abu.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Hal inilah yang membedakan antara santri dan bukan santri. Gus Yusuf (sapaan akrab KH. Yusuf Chudlori) menambahkan bahwa santri memiliki akar atau pondasi yang kuat. Akhlaq al-karimah, sopan santun dan nilai-nilai luhur inilah yang dimiliki santri. Bila pondasi kuat mau kita buat menjadi atlet bisa, kiai bisa, ulama bisa, politisi bisa dan sebagainya.

Gus Yusuf yang pernah menjadi owner PPSM Magelang menambahkan bahwa selain pemain, pelatih dan pemerintah butuh pula supporter dan manajemen yang berkualitas. Bisa dikatakan ada masyarakat bola bila ingin menjadikan sepakbola menjadi primadona. Kalau di pesantren bisa dimulai dari pengasuhnya yang cinta akan sepak bola.

"LSN bukan satu-satunya tujuan untuk menghidupkan geliat sepak bola pesantren," terang Gus Yusuf.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

LSN merupakan wasilah untuk menyemarakkan persepakbolaan di tanah air ini. Hasil dari TM yang digelar panitia pelaksana, terdapat 18 tim yang siap berlaga di Lapangan Arhanudse 15 Kodam IV/Diponegoro, 1-4 September 2016. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Amalan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ribuan Warga Miskin Ikuti Operasi Katarak LKKNU Jatim

Jombang, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Jawa Timur menyelenggarakan operasi katarak gratis bagi warga miskin. Aksi bakti sosial yang digelar dalam rangka Pra-Muktamar Ke-33 NU ini diikuti 1200 warga dari berbagai daerah di Jawa Timur.

"Alhamdulillah dari target 1000 pasien yang bakal dioperasi katarak ternyata yang mendaftar telah mencapai 2000 orang lebih," ujar dr Zulfikar Asad, Direktur RS Unipdu Medika, bersama Ketua LKKNU Jatim Zahrul Azhar, Kamis (23/4) kemarin.

Ribuan Warga Miskin Ikuti Operasi Katarak LKKNU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Warga Miskin Ikuti Operasi Katarak LKKNU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Warga Miskin Ikuti Operasi Katarak LKKNU Jatim

Zahrul Azhar menuturkan, kegiatan operasi katarak yang dilakukan di RS Unipdu Medika merupakan hasil kerja sama dengan berbagai pihak, di antaranya LSPT Tebuireng INTI, A New Vision Singapura, RTV, dan melibatkan TNI dan Polri.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Biayanya gratis untuk pasien, kalau diuangkan bisa mencapai Rp 1 Miliar lebih karena untuk satu operasi bisa sampai Rp 15 juta untuk setiap orang," jelasnya seraya mengatakan, karena banyaknya pasien, operasi akan digelar selama 5 hari.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah mengatakan bahwa apa yang dialkukan LKKNU sejatinya adalah bagian dari ikhtiar NU sejak 93 tahun yang lalu. “Kehadiran NU di tengah tengah masyarakat salah satunya adalah menyelesaikan masalah masyarakat dengan tuntunan agama," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf mengatakan, dengan banyaknya paisen yang mengikuti operasi katarak ini berarti masih? ada persoalan kesehatan mata di tengah masyarakat kita. “Ini perlu mendapatkan perhatian semua pihak, untuk ikut berbuat membantu mereka yang menderita katarak," ujar Gus Ipul, sapaan akrabnya.

Pemerintah Jatim, lanjut Gus Ipul, sangat berterima kasih telah dibantu menyelesaikan persoalan katarak yang masih dialami masyarakat . "Kita berharap banyak pihak juga ikut melakukan hal yang sama menggelar operasi katarak seperti yang dilakukan di RS Unipdu Medika Pesantren Rejoso ini," tandas mantan ketua umum PP GP Ansor ini. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Foto: Saifullah Yusuf menyapa warga yang usai mengikuti operasi katarak gratis di RS Unipdu Medika

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Amalan, News Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kamis, 14 Desember 2017

Peringati Harlah ke-70, Muslimat Ngawi Gelar Ragam Lomba

Ngawi, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Dalam rangka peringatan hari lahir (harlah) Muslimat yang ke-70, Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Ngawi, Jawa Timur megadakan perlombaan antar-Pimpinan Anak Cabang (Ancab). kegiatan yang berlangsung di halaman kantor PCNU Ngawi Jl. Ahmad Yani Beran melombakan memimpin tahlil, merawat jenazah perempuan, pemahaman AD/ART, menyanyikan mars Muslimat serta melantunkan shalawat an-Nahdliyah.

Tempat lomba berada di lima lokasi, untuk mars dan shalawat di panggung utama halaman SMA LP.Ma’arif NU, sementara merawat jenazah di ruang kelas, tahlil lantai atas masjid An-Noor Beran, Kemudian AD/ART di ruang kelas atas.

Peringati Harlah ke-70, Muslimat Ngawi Gelar Ragam Lomba (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Harlah ke-70, Muslimat Ngawi Gelar Ragam Lomba (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Harlah ke-70, Muslimat Ngawi Gelar Ragam Lomba

Sekertaris Muslimat NU Ngawi yang juga panitia lomba, Hj. Munifah Efendi mengatakan, selain lomba, Muslimat juga melakukan silaturrahim kepada kiai-kiai, berkunjung ke panti asuhan di Jombang.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ditemui di tempat acara, Ketua PC Muslimat NU Ngawi Hj Rozinatil Malikhah mengatakan, perlombaan ini merupakan salah satu upaya memperlihatkan syiar Muslimat NU dan mengenang sejarah kelahiran sekaligus mengingatkan tentang khitah-khitah perjuangan NU.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pada acara tersebut hadir tokoh senior dan sesepuh mulimat NU Ngawi Hj Siti Munawwarah. Ia mengharapkan, mudah–mudahan kegiatan Muslimat ini menjadi kegiatan yang mampu meminimalisir pemahaman menyimpang akhir akhir ini marak di masyarakat.

Pada bagian lomba pemahaman AD/ART secara berurutan sebagai berikut: juara satu diraih Ancab Karangjati, juara dua Ancah Gerih, juara ketiga Ancab Padas. Keahlian memimpin tahli dimenangkan Ancab Ngrambe, juara dua Ancab Paron dan juara tiga Ancab Karang Jati. Sementara lomba merawat jenazah diraih Ancab Kedunggalar sebagai juara pertama, disusul Paron dan ketiga Ngawi.

Sementara lomba mars Muslimat, juara satu direbut Ancab Karangjati, kedua oleh Kendal dan Sine ketiga. Lomba shalawat Nahdliyah oleh Ancab Ngawi, kedua Ancab Kedunggalar dan ketiga Ancab Kasreman.

Berdasar hasil tim penilai, Ancab Karangjati dinobatkan sebagai juara umum dalam perlombaan tahun ini. Bagi pemenang mendapatkan piala penghargaan dan pelatihan lanjutan.

Selain riuh keseruan suasana lomba, panitia juga menyediakan stand-stand penjualan. Tempat penjualan tersebut diperuntukkan anak binaan Muslimat NU, yakni panti As-Syarifah Baitur Rahman Beran Ngawi. Mereka menjajakan nasi, kripik, kacang, sambel kacang dan lain lain. “Khusus untuk makanan buat sendiri,” kata Dewi.

Dalam penjualan kali ini mereka mendapat omzet cukup lumayan. “Kami dapat hasil lumayan kelihatanya, pastinya belum tahu sebab belum menghitung”, katanya sembari lari hendak foto bersama Pengurus Cabang Muslimat. Tersedia juga stand berjualan hasil wirausaha oleh anak asuh binaan Muslimat NU Ngawi. (Ali Makhrus/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Amalan, Sejarah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Doa ketika Angin Besar

Angin merupakan makhluk Allah Swt yang disebabkan oleh udara yang dingin secara signifikan akibat hujan. Setelah mencapai permukaan tanah, menyebar ke segala arah memproduksi angin kencang.

Angin terbagi menjadi dua, angin kencang kering yang mana angin ini dikaitkan dengan badai dengan hujan sangat sedikit. Sedangkan angin kencang basah diciptakan oleh badai dengan jumlah curah hujan yang tinggi.

Doa ketika Angin Besar (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa ketika Angin Besar (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa ketika Angin Besar

Kita sebagai warga negara Indonesia yang beragama Islam tentu bersyukur memiliki dua angin tersebut, tetapi kadang angin yang kencang membawa bencana. Untuk itu Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita agar selalu berdoa ketika menghadapi angin kencang. Riwayat ini disebutkan dalam kitab Al-Adzkar An-Nawawi halaman 152 sebagai berikut:

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Abu Hurairah RA berkata, ia mendengar Rasulullah Saw bersabda, ‘Angin adalah nikmat dari Allah SWT yang kadang mendatangkan rahmat? dan kadang mendatangkan ujian. Karena itu apabila kalian menyaksikan, maka jangan dicaci maki, tapi perbanyaklah meminta kepada Allah kebaikan dengan adanya angin dan memohon perlindungan kepada-Nya dari angin yang tidak baik."Pada riwayat lain dijelaskan bahwasannya Nabi Muhammad SAW ketika menghadapi angin yang sangat kencang, berdoa sebagai berikut.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

? ? ? ?

Allâhumma laqhan walâ aqaman

Artinya: "Ya Allah, jadikanlah ini sebagai angin ini membawa air (turun hujan) dan tidak membawa malapetaka" . Wallahu a‘lam. (Ahmad Rosyidi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Tokoh, Kajian Sunnah, Amalan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

Fatayat NU Bandar Lampung Gelar Penyuluhan Wakaf

Bandar Lampung, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal? . Pimpinan Cabang Fatayat NU Kota Bandar Lampung menggelar Penyuluhan Perwakafan di Pondok Pesantren Al-Hikmah Way Halim Bandar Lampung, Jum’at, (25/12). Kegiatan tersebut bertema “Optimalisasi Peran Fatayat Nahdlatul Ulama Dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Pemahaman Tentang Pemberdayaan Wakaf Produktif.”

Fatayat NU Bandar Lampung Gelar Penyuluhan Wakaf (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Bandar Lampung Gelar Penyuluhan Wakaf (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Bandar Lampung Gelar Penyuluhan Wakaf

Penyuluhan yang dibuka Ketua Pimpinan Wilayah Fatayat NU Lampung Khalida tersebut diikuti 50 peserta. Mereka adalah kader PC Fatayat NU Kota Bandar Lampung, PC Muslimat Bandar Lampung, dan IPPNU Kota Bandar Lampung. Acara ini juga dihadiri oleh Kementerian Agama Provinsi Lampung, Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, PC GP Ansor Kota Bandar Lampung.

Dalam penyuluhan itu menghadirkan 2 pemateri yaitu akademisi Fakultas Hukum dan Syari’ah IAIN Raden Intan Lampung KH Kahairuddin Tahmid. Ia fokus menyampaikan materi “Profesionalisme Nadzir Dalam Mengelola dan Mengembangkan Harta Benda Wakaf”. Narasmuber lainnya yaitu Kepala Kementerian Agama Kota Bandar Lampung H. Seraden. Ia menyampaikan materi “Kebijakan Pemerintah Tentang Wakaf”.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ketua PC Fatayat NU Kota Bandar Lampung Ika Kartika mengatakan, PC Fatayat NU Kota Bandar Lampung senantiasa berperan aktif didalam segala bidang pembangunan termasuk merespon program-program pemberdayaan ekonomi umat.?

“Pemberdayaan wakaf yang selama ini seolah-olah wakaf itu menjadi persoalan lelaki dan hanya dapat diselesaikan oleh kaum lelaki. Oleh karena itu Fatayat NU memberikan penyuluhan wakaf dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan pemberdayaan,” ungkapnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sementara Ketua PW Fatayat NU Lampung Khalida, SH dalam sambutannya mengatakan sebagai organisasi gerakan perempuan kita harus tahu dan mengerti persoalan perwakafan. Wakaf bukan saja persoalan ? lelaki, tapi juga perempuan.?

KH Khairuddin Tahmid dalam pemaparannya materinya mengatakan pengelolaan wakaf hendaknya memperhatikan asas kebermanfaatan yang baik dan benar untuk kesejahteraan dan kepentingan sosial. Oleh karena itu nadzir hendaknya memiliki ilmu pengetahuan dalam mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf sesuai dengan ketentuan UU No 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf, sehingga dapat memelihara, memperdayakan dan menginvestasikan wakaf.

Sementara H. Seraden, MH dalam pemaparan materinya wakaf merupakan potensi dan asset umat Islam yang cukup besar dan dapat didayagunakan bagi upaya penyelamatan nasib puluhan juta rakyat Indonesia yang masih hidup dibawah garis kemiskinan.?

Ia menambahkan, ada poin terpenting dalam mengimplementasikan kebijakan pemerintah tentang wakaf yaitu regulasi, motivator, fasilitator. “Oleh karena itu dengan adanya payung hukum/regulasi yang jelas maka dapat memotivasi atau memberi pemahaman terhadap masyarakat dalam pengelolahan wakaf secara produktif akan memiliki arti strategis dalam rangka memperdayakan ekonomi umat dan meningkatkan kesejahteraan umat,” katanya. (Rudi Santoso/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Ulama, Amalan, Nasional Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Rabu, 22 November 2017

Kang Said: Al-Quran Rahmat untuk Seluruh Manusia

Pontianak, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Al-Quran merupakan kalam ilahi yang diturunkan 14 abad yang lalu kepada seorang Nabi terakhir, Muhammad Sallallahu Alaihi Wasalam. Al-Quran merupakan rahmat bukan hanya baagi orang Islam, tapi bagi semua umat manusia dalam membangun kehidupan yang harmonis.

Demikian ditegaskan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj pada sambutan pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional VII yang diselenggarakan Jam’iyyatul Qura’ wal-Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) pada Selasa malam (3/7) di stadion sepak bola Sultan Syarif Abdurahman, Pontianak, Kalimantan Barat.?

Kang Said: Al-Quran Rahmat untuk Seluruh Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Al-Quran Rahmat untuk Seluruh Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Al-Quran Rahmat untuk Seluruh Manusia

“Dalam ajaran Al-Quran, kita harus jadi umat yang tawasuth, moderat. Al-Quran berbunyi, wakadzalika ja’alnakum ummatan washathan. Umat Islam harus menjadi umat yang moderat. Tidak boleh ekstrem, radikal, apalagi sampai melakukan tindakan makar,” jelas kiai yang akrab disapa Kang Said ini.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Oleh karena itu, sambung Ketua Umum Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) ini, ulama Nahdlatul Ulama ? sejak dulu hingga sekarang dan seterusnya akan bersikap tawasuth menentang kekerasan, ekstremisme, bahkan terorisme.?

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Terorisme harus kita jadikan musuh bersama. Gerakan-gerakan radikal harus kita hadapi bersaama karena bertentangan dengan ajaran Al-Quran,” tuturnya.

Yang kedua, sambung Kang Said, Al-Quran mengajarkan kita agar menjadi umat yang tawazun, seimbang. Kewajiban mengamalkan agama bukana hanya sebatas ritual, tetapi membangun pepradaaban budaya, sosial, ekonomi. ? Karena itu merupakan kewajiban agama juga.

“Oleh karena itu, bagi Nahdlatul Ulama, memperjuangankan agama sama dengan memperjuangkan tanah air. Memperjuangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia sama wajibnya dengan mempertahankan agama Islam,” jelasnya.

Yang terakhir, Al-Quran mengajarkan kita untuk tasamuh, toleran. Andaikan Allah menghendaki umat manusia sama, pasti Allah bisa. Tapi itu tidak dilakukan. Karena itulah kita harus bersikap toleran, karena itu merupakan ajaran Islam.

Kemudian kiai asal Cirebon, Jawa Barat, yang pernah menimba ilmu di berbagai pesantren, dan belajar selama 13 tahun di Makkah ini, mengimbau masyararakat Kalimantan Barat untuk mempertahankan , toleransi dalam keragaman.

“Bukan Indonesia kalau tanpa agama Islam. Bukan Indonesia kalau tanpa agama Katolik. Bukan Indonesia kalau tanpa Kristen. Bukan indonesia kalau tanpa Hindu, Budha, Konghucu,” tegasnya.

Kang Said menambahkan, demikian pula, bukan Indonesia kalau tanpa Dayak, Sunda, Jawa, Batak, Bugis, Ambon, Papua, Banjar, Aceh, dan seterusnya. Itulah Indonesia. Itu harus dipertahankan illa yaumil qiyamah.

“Ini merupakan pandangan Nahdlatul Ulama sejak dulu hingga sekarang dan seterusnya,” pungkasnya.

MTQ VII JQH NU ini dibuka Wakil Presiden Republik Indonesia Boediono. Hadir pada kesempatan itu beberapa pengurus PBNU, Menteri Perumahan Rakyat H. Djan Faridz, Wakil Menteri Agama Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, Ketua Umum JQH NU KH Muhaimin Zen, dan Gubernur Kalimantan Barat Drs. Cornelis MH., peserta MTQ, official, serta masyarakat Kalimantan Barat.

Redaktur : Syaifullah Amin

Penulis ? ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Hikmah, Sejarah, Amalan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Minggu, 12 November 2017

Hadir di Pesawaran, Umarsyah Paparkan 5 Program Pokok PBNU

Pesawaran, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal - Saat hadir di Kabupaten Pesawaran, Lampung, Ketua PBNU yang juga Korwil Lampung Umarsyah HS mengatakan bahwa saat ini ada 5 Program Pokok yang sedang fokus dilaksanakan oleh PBNU. Program tersebut meliputi penguatan ideologi, struktur, pendidikan, kesehatan, ekonomi.

Penguatan ideologi dan struktur kepengurusan, menurutnya, menjadi program yang sudah lama dilakukan secara intensif dengan berbagai jenis kegiatan.

Hadir di Pesawaran, Umarsyah Paparkan 5 Program Pokok PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadir di Pesawaran, Umarsyah Paparkan 5 Program Pokok PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadir di Pesawaran, Umarsyah Paparkan 5 Program Pokok PBNU

"Saat ini sudah dilakukan Program Madrasah Kader yang diperuntukkan bagi seluruh kepengurusan NU untuk penguatan ideologi," katanya, Kamis (18/5), seraya menjelaskan bahwa ke depan syarat seseorang bisa menjadi pengurus NU adalah mereka yang sudah mengikuti program ini.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selain itu, lanjutnya, penguatan ideologi juga dilakukan dengan program Penggerak Masjid atau Muharrik Masjid. Program tersebut, lanjutnya, merupakan upaya maksimalisasi peran masjid untuk ibadah dan dakwah.

"Maksimalisasi masjid salah satunya adalah penguatan ekonomi masjid dengan program Gismas (Gerakan Infaq dan Shadaqah Masjid). Dari Gismas akan dimanfaatkan untuk kemakmuran masjid dan pemberdayaan ekonomi umat," katanya menjelaskan tentang Muharrik Masjid yang ditargetkan pada 2018 akan rampung ditingkat MWC atau Kecamatan.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sementara untuk bidang ekonomi, kesehatan dan pendidikan, PBNU sudah menjalin kerja sama dengan pihak terkait diantaranya dengan pemerintah dan swasta.

"Di bidang ekonomi, Pemerintah dan NU sudah menjalin kerja sama dalam bentuk KUR (Kredit Usaha Rakyat) dengan nilai triliunan rupiah. Di bidang kesehatan kerja sama dengan swasta dalam pembangunan Rumah Sakit. Dan di bidang pendidikan terus membangun Universitas NU di berbagai daerah," jelasnya.

Ia mengatakan juga bahwa saat ini banyak pihak yang melihat dan menggandeng Jamiyyah NU untuk bekerja sama di berbagai sektor. Oleh karenanya warga NU harus terbuka dan dapat memaksimalkan sumberdaya yang dimiliki NU untuk menyukseskan program tersebut.

Hadir pada kunjungan yang dipusatkan di Masjid Islamic Center Ketua PCNU Pesawaran Salamus Sholihin, Ketua PCNU Pringsewu H. Taufiqurrohim, Ketua Himpunan Pengusaha Nahdliyyin (HPN) Provinsi Lampung Hj. Malikhah Saadah dan Pengurus, Banom dan Lembaga NU di Kabupaten Pesawaran. (Muhammad Faizin/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Doa, Fragmen, Amalan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 11 November 2017

Pelajar NU Jateng Buka Pelatihan Kader Bermutu

Guna mempersiapkan kader NUyang bermutu, Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Jawa tengah akan menyelenggarakan Pelatihan Fasilitator ke-2 tahun 2014.

Kegiatan ini akan di selenggarakan pada tanggal 23-25 Desember 2014 di Wisma Anak Mandiri kecamatan Getasan Kabupaten Semarang.

Pelajar NU Jateng Buka Pelatihan Kader Bermutu (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Jateng Buka Pelatihan Kader Bermutu (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Jateng Buka Pelatihan Kader Bermutu

Syarat mengikuti kegiatan tersebut di antaranya: pernah mengikuti LAKUT (dibuktikan dengan sertifikat), membuat paper dengan tema "IPNU-IPPNU dan Tantangan Bangsa" minimal 5 halaman kertas HVS A4, spasi 1,5, dan font Times New Roman.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Untuk info pendaftaran dan sebagainya bisa menghubungi 082 234 141 107 (Much Mashum) dan 085 876 212 380 (Rofika Cicau). (Ahmad Syaefudin/Abdullah Alawi)

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Amalan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kamis, 09 November 2017

AS Minta NU Tingkatkan Peran untuk Perdamaian Timur Tengah

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Amerika Serikat (AS) secara resmi meminta Nahdlatul Ulama (NU) untuk meningkatkan peran dalam menciptakan perdamaian negara-negara di seluruh belahan dunia. Permintaan khususnya ditekankan untuk kawasan Timur Tengah.

“Kami berharap NU bisa membantu menyelesaikan konflik di negara-negara dunia, khususnya di Syiria dan Mesir. NU kami nilai memiliki pengalaman membantu menyelesaikan konflik, baik di dalam atau di luar negeri,” kata Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Robert O. Blake, dalam kunjungannya ke gedung PBNU di Jakarta, Jumat (7/3) sore.

AS Minta NU Tingkatkan Peran untuk Perdamaian Timur Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)
AS Minta NU Tingkatkan Peran untuk Perdamaian Timur Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)

AS Minta NU Tingkatkan Peran untuk Perdamaian Timur Tengah

Robert datang ke PBNU dengan didampingi Sekretaris Bidang Politik Kedutaan Besar Amerika untuk Indonesia, dan diterima secara langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua PBNU H. Iqbal Sullam, Bendahara Umum PBNU H. Bina Suhendra, Wakil Sekjend PBNU H. Hanif Saha Ghafur.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Robert juga mengatakan, secara pribadi sudah mengenal kiprah NU dalam menjaga dan menciptakan perdamaian di negara-negara dunia. “Sejak saya bertugas di Mesir dan India, saya sudah mendengar bagaimana peran NU untuk ikut menciptakan perdamaian dunia,” tambahnya.

Dalam kunjungannya ke PBNU Robert juga membicarakan sejumlah isu lainnya. Antara lain kejadian bencana alam yang belakangan silih berganti terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia, serta rencana Pemilihan Umum yang dalam waktu akan segera digelar.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Apakah NU memberikan pengarahan kepada anggotanya untuk tidak golput?” tanya Robert.

“Iya. Kami sudah memberikan pengarahan ke warga NU bagaimana pentingnya Pemilihan Umum bisa berlangsung dengan sukses dan damai,” jawab Kiai Said.

Kepada Robert Kiai Said juga mengungkapkan struktur kepengurusan NU yang memiliki cabang hingga ke tingkat ranting di seluruh Indonesia dan sejumlah negara sahabat, serta memiliki perangkat organisasi berupa lembaga, lajnah, dan badan otonom yang bergerak di berbagai bidang. (Samsul Hadi/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Amalan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Minggu, 05 November 2017

IPNU Beri Penghargaan Kepada Bang Yos

Tangerang, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Komitmen Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) untuk berkonsentrasi pada dunia pendidikan tampaknya bukan omong kosong belaka. Organisasi berbasis pelajar NU ini, Kamis (14/9) malam kemarin memberikan penghargaan kepada Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso (Bang Yos) atas komitmennya terhadap pengembangan dunia pendidikan terutama di propinsi yang ia pimpin.

Sebagaimana diketahui, di bawah kepemimpinan Bang Yos, Pemerintah Propinsi DKI Jakarta telah merealisasikan amanat Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yakni pemenuhan anggaran 20 persen dari APBN/APBD untuk pendidikan. Bahkan di tahun 2006 ini, anggaran pendidikan DKI Jakarta telah mencapai 21 persen. Bang Yos menjadi satu-satunya gubernur di Indonesia yang telah menjalankan amanat UUD tersebut.

IPNU Beri Penghargaan Kepada Bang Yos (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Beri Penghargaan Kepada Bang Yos (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Beri Penghargaan Kepada Bang Yos

Acara bertajuk “Malam Anugerah Pejuang Pendidikan” yang dirangkai dengan Pelantikan Pengurus Pusat IPNU dan IPPNU (Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama) masa khidmat 2006-2009 itu digelar di Pondok Pesantren (ponpes) As-Shiddiqiyah, Batuceper, Tangerang, Banten. Hadir pada kesempatan itu, Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Saifullah Yusuf, anggota DPR-RI Taufiqurrahman Saleh dan Abdullah Azwar Anas serta sejumlah mantan aktivis IPNU lainnya.

Usai menerima penghargaan, Bang Yos mengungkapkan, dirinya benar-benar menyadari pentingnya pendidikan bagi nasib generasi bangsa mendatang. “Jumlah rakyat Indonesia yang banyak jika tidak terdidik maka tidak akan produktif. Kemajuan Indonesia ditentukan oleh mutu pendidikan sekarang. Oleh karena itu, kami memberikan prioritas tinggi kepada dunia pendidikan,” terangnya.

Tidak hanya itu. Terdapat juga insentif sebesar Rp 2 juta di luar gaji bagi guru PNS di DKI Jakarta. “Tahun depan (2007, red) kami mengusulkan tambahan insentif lagi sebesar Rp 1 juta. Mudah-mudahan disetujui oleh DPR. Kalau tidak, ya Rp 500 ribu saja,” kata Bang Yos.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

?

Selain Bang Yos, terdapat empat tokoh yang juga turut meraih penghargaan bergengsi tersebut. Antara lain, Prof Dr I Gde Winasa (Bupati Jembrana, Bali), KH Noer Muhammad Iskandar SQ (Pengasuh Ponpes As-Shiddiqiyah, Jakarta), Drs Bahruddin (Direktur SMP Alternatif Qoryah Thayyibah, Salatiga, Jawa Tengah) dan Dr Arief Rahman (Pakar dan Praktisi Pendidikan)

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Prof Dr I Gde Winasa menerima penghargaan tersebut karena di bawah kepemimpinannya, sejak tahun 2001, Kabupaten Jembrana telah menerapkan wajib belajar 12 tahun secara gratis bagi anak usia sekolah. Dari sekitar 400 kabupaten dan kota se-Indonesia, Jembrana terbukti lebih progresif dalam pengembangan pendidikan.

Sementara itu, KH Noer Muhammad Iskandar SQ dinilai berhasil menggerakkan pendidikan pesantren dan mengawinkannya dengan pendidikan formal. Saat ini, telah berdiri 8 cabang Ponpes As-Shiddiqiyah di wilayah Jakarta dan sekitarnya dengan ribuan santri dari segala penjuru tanah air. Keberhasilannya mengembangkan pesantren di ibukota negara juga menjadi penilaian tersendiri.

“Sedikit banyak, berkat beliau (KH Noer Muhammad Iskandar SQ, red) masyarakat tidak lagi memandang sebelah mata kepada pondok pesantren. Pesantren tidak hanya pendidikan non-formal agama saja,” kata Ketua PP IPNU Idy Muzayyad dalam sambutannya.

Drs Bahruddin, pendiri sekaligus pengembang sekolah alternatif yang dekat dengan umat di daerah Salatiga, Jawa Tengah. Penghargaan diberikan kepadanya karena sekolah tersebut menerapkan pola “pembebasan” dan “pencerahan” yang unik bagi peserta didik, plus pemanfaatan teknologi komunikasi mutakhir meski berlokasi di pedesaan.

Sedangkan kepada Dr Arief Rahman, PP IPNU menilai, tokoh yang juga Kepala Pengembang Pendidikan Labschool ini merupakan sosok yang konsen dengan dunia pendidikan. Kiprahnya dalam bidang pendidikan di tingkat internasional, yakni menjadi Ketua Harian Nasional Indonesia untuk UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) sejak tahun 2001. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Quote, Amalan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock