Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Februari 2018

PMII Padang Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir di Kabupaten Limapuluhkota

Padang,? Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Padang, Sumatera Barat menyalurkan bantuan untuk korban banjir di di Nagari Koto Baru Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Limapuluhkota, Sumatera Barat. Meski lokasi masih diguyur hujan, tampak para relawan tak patah semangat menyerahkan bantuan, Sabtu (11/3).?

Bantuan berupa perlengkapan belajar seperti tas, sarung, baju, buku dan alat tulis lainnya itu diserahkan langsung kepada anak-anak usia sekolah. Mereka tampak tersenyum bahagia dan sangat bersyukur akan bantuan ini. Adapun bantuan ini diperoleh dari aksi galang dana oleh segenap kader PMII Kota Padang di Jalan Rasuna Said Kota Padang.

PMII Padang Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir di Kabupaten Limapuluhkota (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Padang Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir di Kabupaten Limapuluhkota (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Padang Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir di Kabupaten Limapuluhkota

Kegiatan ini langsung disaksikan oleh beberapa orang tua dari anak-anak yang menerima perlengkapan belajar itu. Salah seorang dari orang tua murid bernama Ujang menyampaikan terima kasih kepada para kader PMII.



Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal



"Terima kasih banyak nak, Babuku juo anak ambo sikola. Hati-hati salamaik baliak ka padang handaknyo," ucapnya dalam bahasa Padang.

Ketua PMII Kota Padang Hasbullah Alqomar mengatakan, tak banyak yang bisa pihaknya berikan. Namun dia berharap upaya yang dilakukannya ini dapat sedikit meringankan beban korban banjir. Ia memahami, merasakan dan menyadari sepenuhnya musibah yang menimpa ini merupakan ujian dari Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa.

"Senyum yang terpancar dari para generasi harapan ini sudah lebih dari cukup untuk apapun yang telah kami lakukan. Terimakasih yang tak terhingga untuk para donatur, semoga dibalasi dengan yang berlipat ganda. Amiin," kata Alqomar.

Koordinator Lapangan Fadli Jamal menyampaikan, bantuan ini sengaja langsung sampaikan kepada mereka. Karena dia ingin membaur dan mendengar langsung curahan hati korban banjir ini. (Armaidi Tanjung/Fathoni)?

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Hadits, Pendidikan, Amalan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

IPNU-IPPNU Tegal Siapkan Calon Fasilitator Kaderisasi

Tegal, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Pengurus IPNU-IPPNU Kota Tegal mengadakan latihan bagi calon fasilitator pertama di Gedung NU Kota Tegal jalan Wisanggeni, Tegal, Ahad (4/10). Peserta pelatihan dipersiapkan agar memiliki bekal yang cukup dalam pelbagai kegiatan kaderisasi di lingkungan pelajar NU.

Pembina IPNU Kota Tegal Imam Tantowi berharap peserta pelatihan dapat berbagi materi yang didapat pada pelatihan ini kepada para kader yang ada di Kota Tegal ini.

IPNU-IPPNU Tegal Siapkan Calon Fasilitator Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Tegal Siapkan Calon Fasilitator Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Tegal Siapkan Calon Fasilitator Kaderisasi

Ketua IPNU Kota Tegal Zahrudin menegaskan bahwa dalam pelatihan ini bukan hanya kuantitas yang dikembangkan tetapi kualitas kader yang lebih dikedepankan. Ia yakin pelatihan ini akan mencetak kader fasilitator yang andal dan inovatif.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ketua panitia pelatihan Nur Izzatul Millah menambahkan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk melatih para calon fasilitator dalam rangka menyukseskan program kaderisasi. Rencana ke depan IPNU dan IPPNU Tegal akan mengadakan kaderisas keliling.

Pengurus IPNU-IPPNU yang sudah menjadi fasilitator akan diterjunkan ke semua pimpinan ranting. Mereka akan membimbing setiap pekan selama dua bulan berturut–turut guna peningkatan kualitas kader di setiap ranting.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pelatihan berlangsung selama dua hari ini mendapat bimbingan dari fasilitator IPNU-IPPNU Jawa Tengah. “Dari hasil roadshow pengaderan, masing-masing perwakilan akan diikutsertakan di Makesta Raya di tiap kecamatan, pada Desember mendatang,” pungkas Nur Izzatul Millah.

Hadir dalam kesempatan ini para pembina IPNU lainnya seperti Sofyan Efendi, Hasan Mustota, Aziz Putra, dan Rizki. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal RMI NU, Hikmah, Hadits Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Gerakan 5 Jari untuk Pelajar Lebih Baik

Rembang, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Ratusan pelajar NU di Desa Kumbo Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang, Jawa Tengah mengadakan karnaval peringatan HUT RI ke-71.

Namun berbeda halnya dengan karnaval di tempat lain, para kader muda NU ini membentangkan banner dan poster ajakan untuk melakukan gerakan 5 jari agar santri dan pelajar Indonesia lebih baik.

Gerakan 5 Jari untuk Pelajar Lebih Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan 5 Jari untuk Pelajar Lebih Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan 5 Jari untuk Pelajar Lebih Baik

Wakil Ketua PC IPNU Kabupaten Rembang Aan Ainun Najib mengatakan, upaya ini dilandasi atas keresahan para pelajar NU melihat kondisi dunia pendidikan di Indonesia saat ini.

"Baru saja kita dihebohkan dengan pengeroyokan guru yang dilakukan orang tua dan siswa. Ini menjadi keprihatinan bagi kami pelajar NU yang peduli terhadap masa depan dunia pendidikan di Indonesia," terangnya saat mengikuti karnaval, Senin (22/8) pagi.

Gerakan 5 jari santri dan pelajar Indonesia ini berisikan lima point ajakan agar santri dan pelajar Indonesia dapat santun dalam bertindak. Kelima point yang disampaikan adalah, ajakan menolak radikalisme, menolak kekerasan pada guru, menolak narkotika, menolak aliran sesat, dan terakhir ajakan menjaga ekosistem alam.

"Menurut kami, kelima point penting yang kami sampaikan ini akan mewakili betapa santun dan berbudinya para pelajar Indonesia apabila mau melakukannya," tegasnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pihaknya juga berupaya menghimpun kekuatan dalam sosialisasi gerakan 5 jari santri dan pelajar Indonesia lebih baik dalam media sosial. Dengan hashtag #gerakan5jari yang nantinya bakal diisi oleh para pengguna media sosial yang peduli terhadap dunia pendidikan di Indonesia dengan berfoto sambil menunjukkan telapak tangan dengan diberi keterangan kata-kata santun dan motivasi bagi pelajar Indonesia.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Saya harap dengan langkah kecil ini akan lebih memotivasi para generasi muda khususnya santri dan pelajar untuk santun dalam belajar, hormat kepada guru, selalu menjaga ekosistem alam, dan tentunya menerapkan rasa cinta terhadap tanah air," tutup Aan. (AA Najib/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Hadits Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

Formalisasi Agama Bisa Jadi Alat Berangus Oposan

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Formalisasi agama dengan alasan untuk menciptakan masyarakat yang Islami ternyata memiliki potensi yang besar untuk disalahgunakan sebagai alat untuk memberangus para oposan. Menurut NU, sebenarnya yang penting mengambil substansi ajaran Islamnya, bukan simbol-simbolnya saja.

Demikian diungkapkan oleh Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj menanggapi maraknya pembuatan perda syariat di sejumlah daerah yang ditakutkan sebagai awal untuk mengganti dasar negara kita menjadi negara Islam. Menurut Kang Said, dalam sejarah formalisasi Islam, hal tersebut telah terbukti. Para oposan selalu dianggap kafir, zindiq, padahal bukan masalah kafirnya, tapi masalah kritisnya.

“Karena negaranya negara Islam, maka yang menentang Islam berarti kafir, lha begitu….Korbannya banyak, Hallaj dibunuh karena dibelakangnya ada orang-orang yang teraniaya, orang kulit hitam yang didholimi. Salah seorang pujangga, Sholeh bin Abdul Kuddus, juga jadi korban.  Abdullah bin Mukoffak juga dibunuh dengan alasan kafir karena menentang negara.Islam,” tuturnya kepada Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal beberapa waktu lalu. 

Formalisasi Agama Bisa Jadi Alat Berangus Oposan (Sumber Gambar : Nu Online)
Formalisasi Agama Bisa Jadi Alat Berangus Oposan (Sumber Gambar : Nu Online)

Formalisasi Agama Bisa Jadi Alat Berangus Oposan

Hal yang sama juga berlaku di Saudi Arabia saat ini. Kalau ada yang mengkritik pemerintah dianggap kafir, zindik karena menentang pemerintah Islam. “Padahal bukan masalah agama, tetapi masalah perilaku penguasa yang tidak benar. Senjata yang paling efektif itu agama. Allahu Akbar…. Islam, padahal mereka dibayar kan,” tuturnya.

 

Perda Anti Maksiat

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selanjutnya, Kang Said yang juga lulusan Universitas Ummum Qura Makkah tersebut berharap agar beberapa perda yang dinamakan perda syariat tersebut diganti saja dengan perda anti maksiat.

“Aturan yang melarang tentang perjudian, narkotika, miras dan lainnya, ini gak usah bilang syariat Islam, ini perda anti maksiat. Menggunakan kata syariat Islam ini menyebabkan ekskusif, kemudian resistensi dan selanjutnya bisa menimbulkan retaknya bangsa ini,” imbuhnya.

Berbagai istilah seperti Tim Pembela Islam untuk membela salah satu tokoh di pengadilan juga bisa menimbulkan masalah. “Membela Syaikh Abu Bakar Baasyir sebut saja sebaga tim pembela Abu Bakar Baasyir, gak usah disebut tim pembela Islam. Nanti akan timbul tim pembela Kristen, Tim pembela Buddha, tim pembela Hindu. Ini hak mereka untuk membela, tapi jangan sebut agama, ini bukan negara agama. Kalau ada orang China, Kristen perilakunya baik, ya kita bela,” tegasnya. (mkf)

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Kajian Islam, Hadits, Jadwal Kajian Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 01 Januari 2018

LAZISNU Sambut Ramadhan dengan Bangkit Sedekah

Tangerang, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1435 H, Pengurus Pusat Lembaga Amil Zakat dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) melaksanakan program NUcare dengan pengobatan gratis di Kampung Encle Kabupaten Tangerang Banten pada Sabtu (7/6).

LAZISNU Sambut Ramadhan dengan Bangkit Sedekah (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Sambut Ramadhan dengan Bangkit Sedekah (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Sambut Ramadhan dengan Bangkit Sedekah

Ketua LAZISNU KH Masyhuri Malik mengatakan, kegiatan yang dikerjasamakan dengan BPZIS Mandiri ini berupaya untuk membangkitkan semangat berbagi dan bersedekah kepada golongan yang berhak mendapatkan (mustahiq). “Kegiatan pengobatan gratis merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan lazisnu dalam menyambut bulan suci di tahun sekarang dengan tema “Bangkit Sedekah,” katanya kepada Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Senin (9/7).

Kiai Masyhuri menjelaskan, Bangkit Sedekah adalah membangkitkan budaya bersedekah di kalangan umat Islam Indonesia, terutama warga NU untuk kemandirian umat. Bersedekah adalah budaya baik warisan para pendahulu, baik para kiai dan para ulama. “Dengan Bangkit Sedekah, LAZISNU akan menjadi motor penggerak bagi kebangkitan dan energi segar untuk menuju cita-cita kemakmuran masyarakat Indonesia,” katanya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kiai Masyhuri melanjutkan, kemandirian dengan Bangkit Sedekah itu kita mulai dari LAZISNU. Lembaga zakat NU tersebut selalu memberikan semangat kepada para kadernya untuk bersama-sama dan bahu-membahu dalam menyiarkan kebangkitan kemandirian umat dengan Bangkit Sedekah.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

LAZISNU, tambah kiai Masyhuri, sadar instrumen kemandirian umat itu harus dimulai dari lembaga zakat. Karena lembaga zakat secara posisi menjadi garda terdepan dalam memberikan tarbiyah kepada para penerima hak (mustahiq). “Maka semua program distribusi LAZISNU (Nusmart , Nucare, Nupreneur, Nuskil) selalu bermuara dalam memberikan stimulan kepada mustahiq supaya mereka menjadi mandiri,” tambahnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, bulan Ramadhan merupakan bulan Sedekah penuh rahmah. Bulan berkah ini akan dijadikan momentum untuk Program Bangkit sedekah lazisnu sekaligus upaya pencapaian target LAZISNU di tahun 2014. “Program Bangkit Sedekah, Lazisnu mengajak ke semua masyarakat untuk bersedekah di LAZISNU sesuai dengan program Ramadhan 1435 H,” ajaknya.  

Kiai Masyhuri menyebutkan, program "berbagi berkah puasa", yaitu paket buka puasa untuk komunitas marginal Jabodetabek, anak jalanan, pemulung, pesisir. Sedekah untuk kegiatan tersebut adalah Rp 50.000,-/paket.

Sementara program "berbagi sahur tanda syukur" untuk kampung padat penduduk, pesisir dengan sedekah Rp 50.000,-/paket. Serta "bingkisan lebaran", untuk dhuafa, marbot, penjaga stasiun, supir bajaj dengan sedekah @300.000,-/paket. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Hikmah, Hadits Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

Nyai Mahmudah Mawardi Bawa Muslimat NU Jadi Organisasi Progresif

Salah satu tokoh Muslimat Nahdlatul Ulama (Muslimat NU) yang paling dikenal yakni Nyai Hj. Mahmudah Mawardi. Dalam kurun waktu kepemimpinannya selama delapan periode lamanya (1950-1979, Muslimat NU tampil sebagai sebuah organisasi wanita yang cukup progresif. Muslimat berperan aktif di dalam Kongres Wanita Indonesia (Kowani).

Peran Muslimat selanjutnya yaitu pada tahun 1967 ketika Mahmudah Mawardi ikut mendirikan Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia (BMOIWI) sebagai wadah untuk mempersatukan gerak langkah organisasi-organisasi wanita Islam dalam hal-hal yang menyangkut kepentingan bersama.

Nyai Mahmudah Mawardi Bawa Muslimat NU Jadi Organisasi Progresif (Sumber Gambar : Nu Online)
Nyai Mahmudah Mawardi Bawa Muslimat NU Jadi Organisasi Progresif (Sumber Gambar : Nu Online)

Nyai Mahmudah Mawardi Bawa Muslimat NU Jadi Organisasi Progresif

Lahir pada tanggal 12 Februari 1912, Mahmudah kecil dibesarkan di lingkup pesantren yang diasuh oleh ayahnya, Kiai Masjhud. Kiai Masjhud merupakan salah satu tokoh yang dianggap menjadi salah satu perintis berdirinya NU di Kota Solo.

Mahmudah merupakan anak pertama dari lima saudari. Mereka adalah Mahmudah, Mahwiyah, Mahsunah, Mahdumah dan Mahmulah. Kelima putri ini dilahirkan dari rahim istri pertama Kiai Masjhud. Setelah istri pertamanya wafat, Kiai Masjhud kemudian memperistri Syuaibah, yang kemudian melahirkan salah satu tokoh pendiri IPNU dan PMII, H. Mustahal Ahmad.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sejak kecil Mahmudah belajar kepada orang tuanya di Pondok Pesantren yang kelak dikenal sebagai Pesantren Al-Masjhudiyah. Kemudian ia belajar selama 6 tahun di Madrasah Ibtidaiyyah Sunniyah Solo, hingga tamat pada tahun 1923. Setelah itu, ia melanjutkan belajar di Madrasah Tsanawiyyah Sunniyah selama 3 tahun. Sunniyah merupakan sebuah nama langgar dan madrasah di daerah Keprabon Timur Solo. Letaknya sekitar 300 m ke arah utara dari rumah Mahmudah.

Seiring waktu berjalan, Mahmudah terus meningkatkan kemampuannya dengan mengikuti kursus-kursus keguruan. Ia juga pernah nyantri di Pesantren Jamsaren Solo, di bawah asuhan KH Mohammad Idris. Kesemuanya ini menjadikan dirinya sebagai pribadi yang terpelajar nan alim.

Berdasarkan penuturan salah seorang keponakannya, Nashirul Umam, Mahmudah juga berhasil menjadi salah seorang penghafal Alquran atau hafidhah.



Kiprah Mahmudah


Mahmudah mengawali kiprah perjuangannya dengan menjadi guru di tempat belajarnya dahulu, Sunniyah, sejak tahun 1930. Bersama kaum perempuan muslim di Solo, ia kemudian mendirikan organisasi Nahdlatoel Moeslimat (NDM) di Kauman Surakarta pada bulan April 1931. Organisasi ini bergerak pada bidang pendidikan, khususnya untuk kaum perempuan. Dalam proses pendirian, Mahmudah menjadi ketua pendiri organisasi, hingga akhirnya membuka cabang di mana-mana.

Selama kurun waktu 1933-1945, Mahmudah menjadi kepala sekolah Madrasah Muallimat NDM. Pada kisaran tahun itu pula, Mahmudah menikah dengan salah seorang tokoh pergerakan PSII Solo, A. Mawardi. Nama inilah yang tersemat di belakang namanya hingga akhir hayat.

Dari pernikahan tersebut lahir putra-putri yang kelak juga menjadi tokoh besar. Di antaranya Chalid Mawardi (Ketua PP GP Ansor 1980-1985, mantan Dubes RI di Syiria dan Lebanon), Farida Purnomo (Ketua PP IPPNU 1963-1966) dan Lathifah Hasyim (Dewan Penasihat PP Muslimat NU 2011-2016).

Sebagai tokoh pergerakan, kehidupan Mawardi banyak menginspirasi Mahmudah untuk ikut aktif dalam dunia pergerakan. Mahmudah kemudian ikut aktif dalam organisasi kewanitaan. Hinggga pada tahun 1943, Mawardi meninggal. Sejak saat itu perjalanan panjang berkarir, berjuang dan membesarkan anak-anak, mesti dijalani sendiri oleh Mahmudah.

Tidak hanya itu, ketika pada tahun 1954 ayahnya wafat, ia diberi amanah untuk menggantikan sang ayah sebagai pengasuh pesantren yang kala itu terdapat 150 santri putri. Berbagai jalan kehidupan ini, semakin membentuk karakternya sebagai seorang wanita yang tangguh.

Pada masa ini, ia juga menjadi salah satu kunci terbentuknya IPPNU yang ketika awal berdiri berpusat di Solo. Hampir sebagian besar tokoh pendiri IPPNU, seperti Umroh Machfudzoh, Basyiroh Soimuri, Machmudah Nahrowi, Farida Mawardi dan lain-lain merupakan santriwati yang ikut mengaji di Pesantren Masjhudiyah.



Memimpin Muslimat


Bakatnya sebagai seorang pemimpin sudah terlihat sejak ia ikut membidani berdirinya NDM. Di Muslimat NU, karirnya juga terus melesat hingga pada tahun 1946 ia mengemban dua amanah sekaligus, sebagai ketua pertama Pimpinan Cabang Muslimat NU Surakarta dan ketua organisasi Federasi Wanita Islam Indonesia di Solo. Sebagai catatan, Muslimat NU baru diresmikan pada tanggal 29 Maret 1946 dalam Muktamar NU ke-XVI di Purwokerto.

Selang empat tahun kemudian, 1950, ketika diselenggarakan Muktamar NU ke-XVIII di Jakarta, Mahmudah terpilih sebagai ketua umum Muslimat NU. Sejak saat itu, ia memimpin hingga delapan periode lamanya (1950-1979).

Selain berjuang di Muslimat, Mahmudah juga banyak dipercaya untuk mengemban amanah di banyak hal. Di ranah politik, ia bahkan dijuluki sebagai ‘politisi wanita besi brilian dari NU’. karir politiknya diawali sejak 1946 ketika menjadi anggota DPRD Kota Besar Surakarta dari golongan wanita. Pada saat yang sama ia juga duduk sebagai anggota BP KNPI mewakili Masyumi (waktu NU masih bergabung dengan Masyumi). Tahun 1952 duduk sebagai anggota Liga Muslimin Indonesia dari NU.

Berlanjut pada masa pemerintahan RIS, ia duduk sebagai anggota DPR RIS di Jogjakarta (1959), kemudian sebagai Anggota DPR RI (1956-1971), Anggota DPR/MPR RI mewakili NU dan PPP (1971-1977), dan Anggota MPR RI dari PPP (1977-1982).

Pada perhelatan Konferensi Islam Asia Afrika (KIAA) pada tahun 1965 dan 1970 ia dipercayai sebagai salah satu delegasi Indonesia.



Akhir Hayat


Begitu banyak jasa yang telah ia ukir, termasuk saat ia ikut aktif membantu perjuangan bangsa indonesia melalui Barisan Hizbullah di Surakarta (12 Oktober 1945 – 19 September 1947). Tugasnya kala itu, berada di garis belakang untuk membuka dapur umum, mengumpulkan obat-obatan, lauk-pauk dan menjadi kurir. Atas jasanya itu, ia mendapat tanda penghargaan Bintang Gerilya.

Menjelang wafatnya, ketika sakit, banyak tokoh NU yang menjenguknya, KH Ali Maksum dan Gus Dur termasuk diantaranya. Nyai Hj. Mahmudah Mawardi akhirnya wafat pada Rabu Wage, 26 Rabiul awal 1408 H/ 18 November 1987 pukul 14.00 di Keprabon Wetan Solo, usia 78 tahun. Jenazahnya dimakamkan di Astana Pulo Laweyan Solo. (Ajie Najmuddin)

Sumber:

1. Wawancara kepada Nashirul Ulum (cucu KH Masjhud/putra H. Mustahal Ahmad) di Solo, 22 Juni 2014.

2. Sejarah Muslimat NU. PP Muslimat NU. Jakarta. 1979

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Doa, PonPes, Hadits Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selasa, 26 Desember 2017

25 tahun Terpisah, Arafah Pertemukan Dua Keluarga Indonesia

Makkah, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Di Padang Arafah, dua bersaudara Ani and Marya dari Indonesia  bertemu kembali setelah terpisah selama 25 tahun setelah perselisihan keluarga antara Ani dan ibunya terkait dengan pembagian harta waris setelah kematian ayahnya.

Konflik antara mereka membuatnya dijauhkan dari keluarga selama bertahun-tahun setelah menerima bagian harta waris. Dia dan suaminya meninggalkan kampung tempat keluarganya tinggal. Suasana penyatuan kembali sangat mengharukan dengan tangis dan air mata, menggambarkan kerasnya waktu dan penderitaan akibat perpisahan.

25 tahun Terpisah, Arafah Pertemukan Dua Keluarga Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
25 tahun Terpisah, Arafah Pertemukan Dua Keluarga Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

25 tahun Terpisah, Arafah Pertemukan Dua Keluarga Indonesia

Ani mengatakan kepada Saudi Gazette bahwa dia merasa rindu terhadap keluarga dan ingin mengetahui kondisi mereka, tetapi suaminya keras kepala, yang memaksanya memilih antara tetap bersama dia dan anak-anaknya atau bercerai jika dia berhubungan dengan keluarganya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Setelah bertahun-tahun berpisah, Ani bekerja di beberapa negara Arab dan Teluk karena kondisi ekonomi sebagai pembantu rumah tangga, sampai akhirnya dia mendapat majikan keluarga asal Teluk yang memberinya kesempatan menunaikan ibadah haji bersama majikannya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dia bermaksud mencari keluarganya setelah kembali ke Indonesia dan menegaskan, tidak akan meninggalkannya, khususnya setelah mengetahui suaminya berhubungan dengan wanita lain selama ia bekerja di luar negeri. (mukafi niam)

Foto: Saudi Gazette

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Hadits Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Jurnal Mlangi Angkat Ushul Fiqh dan Penataan Ulang NKRI

Yogyakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Pesantren Aswaja Nusantara Mlangi, Sleman, DI Yogyakarta, kembali menerbitkan jurnal ilmiah dengan mengusung tema “Pesantren, Ushul Fiqh dan Politik Hukum: Maqashid Sebagai Metode Pendekatan”.

Kepada Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal, Muhammad Mustafid, selaku Pengasuh Pesantren Aswaja Nusantara mengatakan empat hal yang melatarbelakangi munculnya tema tersebut dalam Jurnal Mlangi Edisi Ketiga ini, Rabu (08/01).

Jurnal Mlangi Angkat Ushul Fiqh dan Penataan Ulang NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Jurnal Mlangi Angkat Ushul Fiqh dan Penataan Ulang NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Jurnal Mlangi Angkat Ushul Fiqh dan Penataan Ulang NKRI

Pertama, gerakan sosial yang pada akhirnya harus diukur dengan perubahan kebijakan. Karenanya, berbicara politik hukum nasional menjadi penting. Kedua, kekuatan asing saat ini, yang berkepentingan terhadap Indonesia memusatkan aktivitasnya pada rekonstruksi perundang-undangan sesuai dengan kepentingan mereka.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Hal ini sangat membahayakan kedaulatan nasional. Sistem hukum nasional saat ini mengalami kebuntuan dan kelumpuhan dalam menegakkan kedaulatan bangsa dan memenuhi hak-hak konstitusional warga Negara,” ujarnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ketiga, kalangan pesantren, karenanya juga harus memberikan kehirauan yang tinggi pada hal tersebut. Bahkan pesantren harus menata ulang NKRI yang telah terongrong sedemikian rupa konstruksi hukumnya oleh kepentingan modal asing.

“Pesantren, sesuai mandat sejarahnya, harus menatanya melalui kontekstualisasi maqashid syari’ah,” tegas mantan aktivis PMII Universitas Gajah Mada tersebut.

Keempat, untuk kebutuhan tersebut dibutuhkan tajaddud dan tajdid (pembaharuan) dalam pemikiran ushul fiqh, yang saat ini tidak banyak digunakan sebagai kerangka kontekstual pencarian solusi permasalahan kebangsaan, kemasyarakatan, dan keislaman.

“Dengan ini, maka semua pemikiran fiqh akan dikembalikan pada mashalihul anam, atau meminjam istilah Jasser Auda, pada dilalatul maslahat,” tambahnya.

Jurnal setebal 223 halaman ini menyediakan beberapa tulisan yang berkaitan dengan tema yang telah diusung. Riset utama membicarakan tentang menata ulang NKRI berbasis maqashid syari’ah, peta pemikiran ulama ushul fiqh tentang maqashid syari’ah, dan ushul fiqh dalam kaitannya dengan kontekstualisasi atau reformulasi.

Sedangkan artikel utama tentang perkembangan dan pergeseran hukum nasional Indonesia, permasalahan paradigma dalam ilmu hukum, dan syari’at dan hak asasi manusia: hukum internasional dan hubungan internasional.

Kolom menyinggung tentang fungsi ilmu sosial, juga tiga struktur nalar dalam tradisi Islam. Sedangkan artikel lepas mengusung perempuan menggugat (Kajian atas QS al-Mujadilah [58]: 1-6), dan esai budaya dan sastra tentang para aastrawan jahiliah.

Muslim Legal Thought in Modern Indonesia: Sebuah Catatan Kritis; dan Wacana Ushul Fiqh dalam Literatur Pesantren mengisi rubrik review buku-kitab. Panorama global berisi tentang geo-politik huru-hara Arab.

Adapun apresiasi tokoh kali ini berjudul "Membaca Perjuangan Kiai Abdul Wahab Chasbullah", dan "Hunain Ibn Ishaq: Penerjemah Ensiklopedis dan Dokter Klinik". Mlangisiana berbicara mengenai membaca ulang kehidupan kaum santri: refleksi dari Mlangi. Dan Aswaja Bergerak tentang Risalah Aswaja: Sebuah Pendekatan normatif Hadhratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari.

Rencananya jurnal tersebut akan dibedah di UIN Sunan Kalijaga pada 18 Januari 2014, dan setelah itu di Universitas Gajah Mada. (Dwi Khoirotun Nisa’/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Aswaja, Hadits Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kamis, 14 Desember 2017

Hukum Puasa dengan Niat Sebulan Penuh di Awal Ramadhan

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Selamat malam, yang terhormat pengasuh rubrik Bahtsul Masail Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Salah seorang teman saya pernah bilang bahwa puasa Ramadhan sebenarnya bisa diniatkan sebulan sekaligus di awal Ramadhan. Hal ini terbilang baru buat saya. Karena sejak kecil saya hanya tahu bahwa niat puasa itu dilakukan setiap malam di bulan puasa. Mohon keterangannya. Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr.wb. (Parsidi/Pejaten, Jakarta Selatan).

Hukum Puasa dengan Niat Sebulan Penuh di Awal Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Puasa dengan Niat Sebulan Penuh di Awal Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Puasa dengan Niat Sebulan Penuh di Awal Ramadhan

Jawaban

Wa‘alaikum salam wr.wb.

Penanya dan pembaca di manapun berada. Semoga Allah SWT selalu memberikan rahmatnya kepada kita semua. Amin. Perihal niat dalam hidup ini merupakan sesuatu yang sangat penting.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Segala sesuatu itu didasarkan pada niat. Innamal a‘mâlu bin niyyât. Demikian bunyi hadits Rasulullah SAW. Niat mengangkat praktik keseharian menjadi praktik yang bernilai ibadah. Karenanya rasa lapar yang dialami seseorang setiap hari tanpa diniatkan puasa hanya tetap bernilai adat.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Puasa Ramadhan dan puasa wajib lainnya terbilang istimewa dibanding ibadah lain. Kalau niat ibadah lainnya berbarengan dengan awal praktik ibadahnya itu sendiri. Niat puasa Ramadhan dan puasa wajib lainnya harus dilakukan di malam hari.

Karena puasa Ramadhan ini tidak hanya sehari, tetapi sebulan penuh, lalu bagaimana dengan niatnya? Ada orang mengatakan bahwa niat puasa Ramadhan bisa dilakukan sekaligus di awal Ramadhan. Dengan niat sebulan penuh itu, ia mungkin berharap tidak perlu berniat setiap malam sebelum puasa di keesokan siangnya.

Perihal ini Syekh Taqiyyuddin Abu Bakar bin Muhammad Al-Hishni dalam Kifayatul Akhyar menerangkan sebagai berikut.

? ? ? ? ? ?. ? ?, ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? , ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ?.

Artinya, “Puasa tidak sah tanpa niat. Keharusan niat didasarkan pada hadits. Tempat niat itu di hati. Karenanya, niat tidak disyaratkan secara lisan. Ketentuan ini disepakati bulat ulama tanpa perbedaan pendapat. Niat puasa wajib dipasang setiap malam. Karena, puasa dari hari ke hari sepanjang Ramadhan merupakan ibadah terpisah. Coba perhatikan, bukankan puasa Ramadhan sebulan tidak menjadi rusak hanya karena batal sehari? Kalau ada seseorang memasang niat puasa sebulan penuh di awal Ramadhan, maka puasanya hanya sah di hari pertama. Demikian pendapat ini madzhab (Madzhab Syafi’i),” (Lihat Taqiyuddin Abu Bakar Al-Hishni, Kifayatul Akhyar)

Adapun niat puasa sekaligus sebulan penuh adalah pandangan dari Madzhab Hanafi. Menurut Madzhab Hanafi, puasa seseorang dengan niat sebulan penuh di awal Ramadhan dinilai sah meskipun ia tidak menetapkan niat puasa setiap malam. Kendati demikian, mereka juga tetap menganjurkan orang yang telah melakukan niat puasa wajib sebulan penuh di awal Ramadhan untuk mengulang niat puasa di setiap malam Ramadhan.

Karenanya, melihat keistimewaan puasa Ramadhan itu, seseorang wajib memasang niat setiap malam. Untuk menghindari lupa niat, ada baiknya ia mengikuti tarawih berjamaah. Di samping mendapat pahala sembahyang tarawih dan silaturahmi yang berlipat ganda itu, ia tidak akan luput dari niat puasa yang lazim dipimpin imam sebelum tarawih bubar.

Semoga penjelasan ini bisa dipahami dengan baik. Perbedaan kedua pandangan madzhab ini hendaknya bukan menjadi titik pertikaian, tetapi menambah khazanah pengetahuan kita perihal hukum Islam. Kami selalu menerima kritik dan saran.

Wallahul muwaffiq ila aqwamit thariq

Wassalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh


(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Syariah, Hadits Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 02 Desember 2017

NU Magetan Gelar Kompetisi Sepakbola Api Antarpesantren

Magetan, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dalam rangka menyemarakkan harin lahir (harlah) ke-93 Nahdlatul Ulama, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Magetan, Jawa Timur menyuguhkan rangkaian kegiatan untuk masyarakat selama April hingga Mei, di antaranya acara kompetisi olahraga dan sejumlah kegiatan sosial dan keagamaan.

NU Magetan Gelar Kompetisi Sepakbola Api Antarpesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Magetan Gelar Kompetisi Sepakbola Api Antarpesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Magetan Gelar Kompetisi Sepakbola Api Antarpesantren

Acara perdana dari rangkaian tersbeut adalah diselenggarakannya Kompetisi Sepakbola Api antarpondok pesantren se-Kabupaten Magetan melalui kepanitiaan Rabithah Maahid Islamiyah NU (RMINU) dan Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU), mulai 4-9 April 2016.

Ketua PC IPNU Magetan, Thoha Rizal al Aziz menuturkan, kompetisi ini diikuti 16 klub perwakilan dari beberapa pondok pesantren dan jamaah shalawat di Kabupaten Magetan. Mereka bersaing memperebutkan piala bergilir dan uang pembinaan.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sabtu Sabtu (9/4), tambah Thoha, kompetisi memasuki partai puncak, mempertemukan PAC IPNU Karas versus Minuha FC dari Pondok Pesantren Miftahu Nurul Huda Panekan.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Selain itu, partai 3 dan 4 mempertemukan Gennusa FC (PC IPNU Mgt) Vs Manjing FC (Mafia Sholawat Karas)," ujarnya kepada Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal, Sabtu (9/4).

Ia berharap pertandingan sepak bola api ini dapat mempertahankan dan menghidupkan kembali tradisi sepak bola api yang identik dengan acara kaum sarungan atau santri.

Angka 93 pada Harlah ke-93 NU merujuk pada hitungan kalender hijriah kelahiran organisasi sosial keagamaan yang lahir pada 16 Rajab 1344 ini. Selain diperingati menurut hitungan kalender masehi, harlah NU juga disemarakkan menurut hitungan kalender hijriah sebagaimana amanat Muktamar Ke-32 NU di Makassar. (Ahmad Rosyidi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Hadits, Meme Islam Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 25 November 2017

PMII Sepuluh November Lahirkan Kader Pejuang Aswaja di ITS

Surabaya, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. PMII Sepuluh Nopember ITS Surabaya kembali mengadakan kaderisasi awal MAPABA. Sedikitnya 40 peserta siap menjadi kader Aswaja di kampus ITS Surabaya, Sabtu (7/3).

PMII Sepuluh November Lahirkan Kader Pejuang Aswaja di ITS (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Sepuluh November Lahirkan Kader Pejuang Aswaja di ITS (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Sepuluh November Lahirkan Kader Pejuang Aswaja di ITS

Menurut panitia pelaksana Imam Syafiie Musthofa, Mapaba ini sengaja ditempatkan di pesantren dengan tujuan tabarruk. "Alhamdulillah kegiatan ini berjalan lancar, dan kami mendapat dukungan pengasuh pondok untuk berjuang mengaswajakan kampus ITS," ujar kader PMII ITS ini, Ahad (8/3).

Kegitan yang berlangsung pada 6-8 Maret 2015 ini dibuka oleh Ketua PMII Surabaya Ahmad Zairuddin. "Kalian harus bangga bisa masuk di ITS. Kalian harus bangga bisa menjadi anggota PMII, organisasi terbesar di Nusantara," ujar Zairuddin.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pengurus PMII berharap anggota baru terlibat aktif dalam kegiatan PMII yang dilaksanakan Komisariat Sepuluh Nopember maupun Cabang Surabaya. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Hadits, Budaya, Olahraga Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selasa, 14 November 2017

Palestina Sambut Gembira Pengakuan Kemerdekaan oleh Swedia

Ramallah, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Keputusan Swedia untuk mengakui Palestina sebagai negara adalah tindakan "berani," kata juru runding senior Palestina Saeb Erakat pada Jumat.

Palestina Sambut Gembira Pengakuan Kemerdekaan oleh Swedia (Sumber Gambar : Nu Online)
Palestina Sambut Gembira Pengakuan Kemerdekaan oleh Swedia (Sumber Gambar : Nu Online)

Palestina Sambut Gembira Pengakuan Kemerdekaan oleh Swedia

Erakat juga mendesak negara-negara anggota Uni Eropa lain untuk mengikuti langkah Swedia.

"Kami menyambut baik pengumuman yang disampaikan oleh perdana menteri Swedia," kata Saeb Erakat di ibu kota administratif Tepi Barat, Ramallah.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Kami berharap semua negara anggota Uni Eropa juga akan mengambil keputusan yang berani ini...karena tidak ada alasan untuk tidak mengakui negara Palestina," kata Erakat.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sementara itu Nabil Abu Rudeina, juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas, mengatakan "telah tiba waktunya bagi seluruh dunia untuk mengakui Palestina sebagai negara."

Menteri Luar Negeri Riyad al-Malki menyambut baik keputusan Swedia yang dia sebut sebagai komitmen terhadap kemerdekaan, kemandirian dan hak asasi manusia yang "bersejarah".

Sebelumnya, Perdana Menteri Swedia Stefan Loefven dalam acara pelantikan jabatan di hadapan parlemen mengatakan bahwa "solusi dua negara memerlukan pengakuan mutual dan niat baik untuk hidup berdampingan secara damai."

Pengakuan terhadap Palestina harus dilakukan dengan menghormati "tuntutan wajar dari warga Palestina dan Israel terkait hak mereka untuk menentukan nasib sendiri dan hidup secara aman," kata Loefven kepada AFP.

Di dalam Eropa Bersatu, beberapa negara, seperti, Hungaria, Polandia dan Slovakia, mengakui Palestina, tapi mereka melakukannya sebelum bergabung dengan kelompok 28 anggota itu.

Jika pemerintah kiri-tengah itu mewujudkan rencananya, Swedia akan menjadi negara pertama mengakui Palestina saat menjadi anggota Eropa Bersatu.

Partai Sosial Demokrat dan Hijau berjumlah kecil di parlemen dan pemerintah kiri-tengah mendatang itu cenderung menjadi salah satu yang terlemah di Swedia dalam beberapa dasawarsa.

Mantan pemerintah kanan-tengah tidak mengakui Palestina, karena pemerintah Palestina tidak menguasai wilayah mereka.

Palestina menginginkan negara merdeka di Tepi Barat dan Gaza, dengan ibukota di Yerusalem Timur.

Sementara batas Gaza jelas, wilayah tepat dari yang akan menjadi Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem Timur hanya akan ditentukan melalui perundingan dengan Israel pada penyelesaian dua-negara, yang saat ini ditangguhkan, demikian Reuters. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Meme Islam, Hadits Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Jumat, 10 November 2017

Ulama Lampung Usung Islam Moderat dan Berkesimbangan

Bandarlampung, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung mengangkat gagasan Islam moderat, setara, dan berkeadilan? dalam forum Musyawarah Daerah Ke-IX di Komplek Islamic Center Bandarlampung. Selama dua hari Senin-Selasa (9-10/4) mereka membahas berbagai permasalahan yang muncul di tengah masyarakat khususnya perihal toleransi dan kesetaraan.

Tema ini diapresiasi oleh Wakil Sekretaris MUI Pusat Amirsyah Tambunan saat memberikan pengarahan di depan peserta yang terdiri atas unsur MUI Provinsi, MUI Kabupaten, ormas, utusan pesantren dan perguruan tinggi Islam.

Ulama Lampung Usung Islam Moderat dan Berkesimbangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Lampung Usung Islam Moderat dan Berkesimbangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Lampung Usung Islam Moderat dan Berkesimbangan

Amirsyah mengatakan bahwa umat Islam tidak boleh memiliki pemikiran ekstrem dan kaku. "Jangan ekstrem kiri atau ekstrem kanan. Tunjukkan sikap washatiyah yang diangkat pada Musda kali ini," harapnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Salah satu peserta yang juga Ketua MUI Pringsewu KH Hambali berharap ke depan MUI mampu menjadi pengayom umat untuk beragama dengan baik.

"Sekarang ini banyak paham dan aliran sesat serta keras yang cenderung radikal. MUI harus hadir untuk melunakkan aliran yang keras ini," tegas Hambali yang juga Wakil Ketua NU Pringsewu.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Paham transnasional yang cenderung kaku dan tidak toleran dalam beragama sudah mulai menggerogoti para pelajar dan generasi muda yang sangat labil dalam pemahaman agama.

"Dengan tema yang mengangkat sikap moderat kita harapkan Musda MUI ini dapat menjadi salah satu solusinya," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Quote, Hadits, Ubudiyah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Rabu, 08 November 2017

Masjid Terapung Banten “Dilauncing”

Serang, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Pembangunan Masjid Fauqal Bahri Al-Bantani atau Masjid Terapung Banten (MTB) di kawasan Pantai Anyer, Kabupaten Serang dilaunching Rabu (20/6) malam. 

Pembangunan masjid tersebut berbeda dengan masjid-masjid pada umumnya, pasalnya masjid yang akan dilaunching ini merupakan terapung pertama di Indonesia, sedangkan program prestisius itu sendiri akan dimulai tahun 2013 mendatang.

Masjid Terapung Banten “Dilauncing” (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Terapung Banten “Dilauncing” (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Terapung Banten “Dilauncing”

Grand Launching MTB sengaja dilakukan untuk mengenalkan kepada masyarakat. Pihak penyelenggara mengundang sedikitnya 300 orang lebih untuk menghadiri grand launching tersebut.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ketua Pembina Pembangunan MTB Taufik Nuriman dan pemilik lahan yang mewakafkan H Arif turut di lokasi. Para donator, pengusaha, serta tokoh masyarakat juga akan duduk bersama menyaksikan grand launching tersebut.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Kita ingin menyosialisasikan kepada masyarakat mengenai pembangunan MTB ini. Arsitek pun akan mempresentasikan mengenai pola bangunannya,” kata panitia, Helldy Agustian yang juga Bos Toyota Cilegon itu.

Lebih jauh,pihaknya menuturkan, masjid terapung itu akan berdiri di atas lahan sekitar 4,5 hektar. Dana yang dibutuhkan untuk mewujudkan masjid itu kurang lebih Rp70 miliar. “Di areal masjid akan dilengkapi wisma, perpustakaan, gedung pertemuan, gedung pusat kajian Islam, kantin, taman, serta dua menara kembar dan dermaga,” terangnya.

Namun, hingga saat ini, baru terkumpul dana sebesar Rp676,500.000 dan 650 sak semen yang berasal dari donator perorangan. Dia yakni jumlah itu akan bertambah sesegera mungkin. Masih kata Helldy, sosialisasi dilakukan dengan berbagai cara. Mulai dari media cetak dan elektronik, hingga penyebaran kupon infaq kepada masyarakat Banten. Kupon infaq itu dimulai dari Rp10 ribu hingga diatas Rp1 juta.

“Penyebaran kupon ini dilakukan bekerjasama dengan Asosiasi Otomotif Banten. Panitia juga akan memberikan sertifikat wakaf bagi donator yang memberikan sumbangan Rp1 juta ke atas,” tandasnya.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat yang ada di Banten bisa berpartisipasi atas rencana pembangunan MTB yang diproyeksikan sebagai obyek wisata religi itu. “Mari kita sama-sama berpartisipasi dalam pembangunan Rumah Allah ini. Semakin banyak donatur maka pembangunan pun bisa semakin cepat,” imbaunya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Zainal Mutaqin

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Hadits Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kamis, 19 Oktober 2017

PMII Ingatkan Jokowi-JK Atas Setahun Pemerintahannya

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Memperingati satu tahun kepemimpinan Jokowi-JK menjadi presiden dan wakil presiden Republik Indonesia, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) limpah ruah ke jalan pada Senin (19/10) untuk mengingatkan pemerintah bahwa mereka sudah satu tahun menjadi nakhoda negeri ini, namun kehidupan rakyat semakin susah, ekonomi Indonesia semakin buruk, dan berbagai persoalan sosial terus terjadi.

PMII Ingatkan Jokowi-JK Atas Setahun Pemerintahannya (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Ingatkan Jokowi-JK Atas Setahun Pemerintahannya (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Ingatkan Jokowi-JK Atas Setahun Pemerintahannya

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII DKI Jakarta Mulyadin Permana bahwa ada ratusan ribu kader PMII seluruh Indonesia, khususnya di DKI Jakarta turun ke jalan mengkritik kinerja Jokowi-JK sebagaimana diinstruksikan oleh Pengurus Besar (PB) PMII.?

PMII DKI Jakarta bersama PB PMII dan beberapa cabang PMII terdekat seperti PC PMII Ciputat, PC PMII Bekasi dan PC PMII Bogor menggelar demonstrasi di depan istana negara supaya bisa didengar langsung oleh Presiden Jokowi.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Ratusan ribu kader PMII seluruh Indonesia hari ini turun untuk mengingatkan dan mengevaluasi kerja Jokowi-JK selama 1 tahun ini, khususnya para kader PMII Jakarta yang ada di 35 kampus," tutur Mulyadin.

Mahasiswa sebagai agent of change dan agent of social control tidak boleh lupa dan terlena dengan popularitas kepemimpinan Jokowi-JK, tetapi harus melihat secara jernih dan obyektif semua persoalan yang hadir karena ketidakmampuan pemerintah mengurus rakyatnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Mahasiswa (PMII) mengajak seluruh rakyat untuk menyadari apa saja yang telah diperbuat oleh pemerintah saat ini, kita tidak boleh terlena, apalagi tertidur melihat segala persoalan yang muncul," tegas Mulyadin.

Persoalan yang paling mencolok saat ini adalah soal ekonomi Indonesia yang merosot bahkan hampir terjadi krisis akibat Rupiah yang terus melemah, perusahaan-perusahan mulai mem-PHK-kan karyawannya, terjadi krisis dan konflik sosial seperti di Tolikara Papua dan Singkil Aceh, pembakaran hutan dan bencana asap, serta kebijakan impor pangan yang menyengsarakan para petani.

Atas segala persoalan tersebut, PMII mengindikasikan pemerintah tidak bekerja maksimal mengurus negara dan rakyat. Penyerapan anggaran di kementerian-kementerian pun tidak maksimal untuk kesejahteraan rakyat. Padahal rakyat saat ini sedang susah dimana harga kebutuhan terus naik sejak pencabutan subsisdi BBM oleh pemerintah beberapa bulan lalu. Ironisnya, utang luar negeri terus ditumpuk oleh pemerintah untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur yang tidak menyentuh langsung kesejahteraan rakyat, malah akan membebani rakyat karena utang dibayar oleh rakyat.

"Kita ingat janji Jokowi-JK ketika menaikkan harga BBM bahwa subsisdi BBM akan dialokasikan kepada proyek-proyek infrastruktur, namun faktanya negara ngutang 300 Triliun buat proyek-proyek tersebut, nah mana janji Jokowi-JK? Ke mana uang subsidi BBM? jangan-jangan dikorupsi oleh penguasa!" tegas Mulyadin.

Aksi PMII berjalan lancar dengan berjalan kaki dari stasiun Gambir menuju istana negara. Ratusan mahasiswa bernyanyi dan meneriakkan yel-yel yang dipimpin koorlap aksi melalui mobil komando. Belum lama aksi berjalan di depan istana, terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dengan ratusan polisi. Karena semangat mahasiswa yang menggebu-gebu, mahasiswa mendorong polisi, dan disikapi represif oleh aparat kepolisian. Polisi memukul mahasiswa, menembakkan gas air mata, dan membubarkan massa aksi secara paksa. Ada puluhan mahasiswa yang terluka akibat pukulan dan injakan polisi.

"Kami sangat menyayangkan tindakan represif aparat kepolisian yang membubarkan paksa dengan memukul, menginjak dan menembakkan gas air mata kepada mahasiswa yang sedang menyampaikan aspirasi depan istana. Ketua Umum PC PMII Jakarta Pusat sampai terluka parah karena diinjak-injak oleh polisi. Oleh karena itu, kami meminta polisi bertanggungjawab atas pemukulan kader-kader kami," tutur Mulyadin.

"Kami tidak ingin perjuangan kami mengevaluasi 1 tahun pemerintahan Jokowi-JK dinodai dengan tindakan semena-mena yang dilakukan oleh aparat kepolisian yang digaji oleh rakyat," lanjut Mulyadin.

Dalam aksi Evaluasi 1 tahun Pemerintahan Jokowi-JK tersebut, PMII menuntut:

1. Tinjau ulang proyek infrastruktur yg berasal dr pinjaman luar negeri

2. Stabilkan nilai tukar rupiah

3. Percepat serapan APBN

4. Cabut ijin perusahaan pembakar hutan

5. Tolak impor pangan, wujudkan kedaulatan pangan

6. Wujudkan kedamaian beragama, negara harus menjamin hak beragama setiap warga negara

7. Usut tuntas kasus atas nama agama khususnya di Tolikara Papua dan Singkil Aceh. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Hadits, Amalan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 14 Oktober 2017

Masjid Sabilillah Malang Menjadi Contoh Bagaimana Wakaf Dikelola Secara Produktif

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Masjid Sabilillah, Malang, Jawa Timur, menjadi salah satu dari 23 masjid di Indonesia yang mendapatkan penghargaan dari Kementerian Agama sebagai masjid percontohan tingkat nasional. Sesepuh NU, KH Muhammad Tolchah Hasan (81) yang juga Ketua Dewan Pembina Masjid Sabilillah menjelaskan bagaimana aset wakaf berupa masjid ini bisa dikelola secara produktif untuk kesejahteraan umat, bukan hanya menjadi tempat ibadah mahdhoh. 

“Sejak awal kita ingin Masjid Sabilillah tidak hanya menjadi pusat ibadah, tapi juga pusat peradaban Islam,” kata Kiai Tolchah di Jakarta Selasa (8/8) yang secara khusus diminta oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI) untuk menyampaikan testimoni terkait pengelolaan wakaf secara produktif. 

Menurut Kiai Tolchah, Yayasan Sabilillah di masjid ini juga mengelola sekolah, ambulans, dan koperasi. Terakhir, masjid ini juga melakukan kegiatan bedah rumah, yakni renovasi rumah-rumah para jamaah yang kurang layak huni yang berada di sekitar masjid. “Sekarang sedikitnya sudah ada 20 rumah yang dibedah,” katanya.

Masjid Sabilillah Malang Menjadi Contoh Bagaimana Wakaf Dikelola Secara Produktif (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Sabilillah Malang Menjadi Contoh Bagaimana Wakaf Dikelola Secara Produktif (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Sabilillah Malang Menjadi Contoh Bagaimana Wakaf Dikelola Secara Produktif

Bidang usaha, antara lain, dikelola dalam bentuk koperasi dengan beragam usaha. Sejak berdiri pada 1999, koperasi ini sudah memiliki ratusan anggota anggota. Jenis usaha yang dilakukan, di antaranya unit pertokoan, BMT, dan pujasera. Melalui koperasi ini, Masjid Sabilillah tidak memiliki ketergantungan terhadap sumbangan dana. "Kita usahakan masjid tidak hanya berharap sumbangan tapi justru memberikan kredit-kredit kepada pedagang-pedagang kurang mampu ," katanya. 

Di bidang pendidikan, Masjid Sabilillah mempunyai Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Sabilillah yang menyelenggarakan pendidikan mulai dari jenjang TK hingga SMA, bahkan memberikan beasiswa kepada anak-anak yatim atau tidak mampu untuk melanjutkan pendidikan.

Di bidang kesehatan, Masjid Sabilillah mendirikan lembaga layanan kesehatan bekerja sama dengan RS Islam yang ada di sekitar Malang. Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah (LAZIS) Masjid Sabilillah juga yang secara rutin memberikan santunan dan beasiswa kepada anak anak yatim dan dzuafa, insentif guru TPQ, santunan untuk lansia pejuang agama, dan modal bergulir kepada puluhan paguyuban.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kiai Tolchah yang tahun 2017 in imemasuki usia 82 tahun memang menjadi salah seorang tokoh senior yang dinilai berhasil mengelola wakaf secara produktif. Di Malang, bersama para nadzir lainnya ia mengelola aset wakaf menjadi perguruan tinggi, seperti Universitas Islam Malang (Unisma), Universitas Raden Rahmat, dan Institut Agama Islam Al-Qolam. 

Ada juga aset wakaf di Malang yang diwujudkan dalam bentuk Rumah Sakit Islam yang dipercaya oleh pemerintah untuk membina rumah sakit-rumah sakit di kawasan Idonesia Timur.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Potensi Besar

Dalam kegiatan "Media Gathering dan Launching Pedoman Akuntansi Wakaf" yang diselenggarakan oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI) di Jakarta, Selasa (8/8), dipaparkan besarnya aset wakaf di Indonesia. Robbyantono, divisi pemberdayaan wakaf BWI mengungkapkan, potensi wakaf di Indonesia yang berupa tanah seluas 4.359 kilometer persegi, atau hampir 10 kali lipat dari luas wilayah DKI Jakarta atau negara Singapura. Sementara potensi wakaf yang sangat besar dan terus berkembang adalah wakaf uang.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Muhammadiyah mengatakan, sebagian besar masyarakat masih mengira wakaf itu urusanya hanya sekolah, masjid dan kuburan. “Padahal aset wakaf ini besar sekali dan bisa dikelola secara produktif," katanya. 

Untuk memaksimalkan produktifitas wakaf, menurut Muhammdiyah Amin, para nadzir atau pengelola wakaf harus mempunyai wawasan interpreneur. " Di sini ada KH Tolchah Hasan yang punya pengetahuan menjadikan wakaf produktif," katanya.

Ia memaklumi bahwa selama ini sosialisasi mengenai wakaf masih kurang. Khotbah dengan tema wakaf hampir tidak ada. "Kalau tentang zakat kadang masih ada meskipun jarang sekali. Nah yang tentang wakaf ini tidak ada," katanya.

Kiai Tolchah mengatakan, khotbah-khotbah dan ceramah agama harus lebih memberdayakan masyarakat. “Selama ini khotbah lebih banyak berbicara jalan dari kuburan ke neraka. Bukan dari wakaf menuju surga,” katanya.

Menurut Kiai Tolchah, budaya wakaf di Indonesia masih perlu dibangun lagi. “Di Kuwait, ibu-ibu sehabis belanja sudah biasa membayar wakaf uang lewat hp. Sudah banyak anjungan wakaf di sana. Di Sudan sudah banyak bank wakaf. Di Mesir, Al-Azhar sudah mempunyai pabrik-pabrik dari wakaf,” ujarnya. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Hadits, News, Bahtsul Masail Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Rabu, 04 Oktober 2017

Kiai Said: Melukis Manusia dan Binatang Tidak Haram

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sebagian umat Islam menganggap bahwa melukis manusia atau binatang hukumnya haram. Pendapat semacam itu memang betul karena pada teks-teks klasik Islam menyatakan haram. Bahkan sejak zaman Nabi Muhammad.

Menurut Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, melukis manusia dan binatang diharamkan ketika Islam sedang tumbuh di zaman masyarakat Arab menyembah berhala. Diharamkan demi menjaga akidah masyarakat yang baru masuk Islam dari ingatan dan kebiasaan masa sebelumnya yang menyembah berhala.

Kiai Said: Melukis Manusia dan Binatang Tidak Haram (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Melukis Manusia dan Binatang Tidak Haram (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Melukis Manusia dan Binatang Tidak Haram

Alhukmu yadduru ma’a illatihi, hukum itu ditentukan dengan faktor sebabnya. Mengapa lukisan manusia atau binatang haram? Karena orang Arab atau sahabat baru saja meninggalkan zaman penyembahan berhala,” jelas Kiai Said selepas membuka pameran tunggal Sang Kekasih karya pelukis Nabila Dewi Gayatri di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (8/5).

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ketika Kiai Said ditanya jika sebabnya itu telah hilang, apakah berarti saat ini melukis manusia dan binatang dibolehkan? “Ya, iya, iya,” jawabnya dengan tegas. “Hadits yang melarang lukisan itu memang ada, tapi konteksnya waktu itu, baru saja meninggalkan pengkultusan terhadap berhala. Nah, sekarang tidak ada lagi illat itu,” jelasnya. ?

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Menurut kiai yang pernah nyantri di Kempek, Lirboyo, dan Krapyak tersebut, pameran lukisan adalah bagian dari kegiatan kebudayaan. Dan budaya sangat penting untuk menunjang agama.

“Budaya harus dijadikan sebagai infrastruktur agama. Jangan dibalik agama untuk budaya, untuk ekonomi, untuk kepentingan politik. Budaya untuk agama itu yang benar. Makanya budaya perlu diperkuat,” jelas pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqofah, Ciganjur, Jakarta.

Pada Muktamar ke-33 NU di Jombang bertema Meneguhkan Islam Nusantara untuk Membangun Peradaban Indonesia dan Dunia, panitia menggelar pameran lukisan dari berbagai pelukis dari bermacam latar belakang di Jogjakarta Nasional Museum (JNM) Yogyakarta dengan tajuk “Matja”.

Di kalangan NU sendiri terdapat beberapa pelukis yang dikenal dengan kiai atau keluarga kiai. Misalnya Mustasyar PBNU KH A. Mustofa Bisri, KH D. Zawawi Imron, putra Rais ‘Aam PBNU 1994-1999 KH Ilyas Ruhiat, Acep Zamzam Noor, juga Nabila Dewi Gayatri. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Hadits, Ubudiyah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kamis, 31 Agustus 2017

Begini Cara Seniman Mengekspresikan NU

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Jum’at (7/3) lalu, kelompok seniman yang menamakan diri “Jamaah NU Miring” meluncurkan buku bertajuk “Jimat NU” di PDS HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Peluncuran buku dihadiri oleh orang, termasuk para narasumber Lukman Hakim Saifuddin, Yudi Latif, Abdul Muiz. Sastrawan senior Ahmad Tohari juga hadir dan memberikan komentarnya.

Begini Cara Seniman Mengekspresikan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Begini Cara Seniman Mengekspresikan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Begini Cara Seniman Mengekspresikan NU

Menurut perwakilan Jamaah NU Miring, Sahlul Fuad, “Jimat NU” merupakan buku ketiga dari Jamaah NU Miring. Sebelumnya, Jamaah NU Miring telah merilis buku berjudul “Dari Kiai Kampung ke NU Miring” dan “NUhammadiyah Bicara Nasionalisme”.

Buku Jimat NU itu berisi kumpulan tulisan 15 anak muda NU. Mereka adalah Binhad Nurrohmat,  M. Faizi, Mashuri, Soffa Ihsan, Sahlul Fuad, Riadi Ngasiran, Ade Faizal Alami, Abdullah Wong, Hodri Ariev, Saprillah, Anggi Ahmad Haryono, M. Faishal Aminuddin, Malkan Junaidi, Matdon, Nurman Hakim, dan Khudori Husnan.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Jimat NU” itu cukup “meriah” yang berisi cerita tentang berbagai aktifitas sehari-hari warga NU, seperti ziarah kuburan, jimat, khizib, dan ilmu laduni, lalu tentang pertanian, pembuatan film, sampai internetan.

Kata Lukman Hakim Saifuddin, “Jimat NU” itu merupakan salah satu cara menjelaskan NU kepada publik. Selama ini, NU lebih sering dijelaskan dalam perspektif fikih, hukum agama. Banyak orang tidak paham dengan model penjelasan formal itu.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Buku ini tidak menggunakan dalil fiqhiyah untuk menjustifikasi perilaku orang NU sehari-hari. Tentu buku ini sangat membantu banyak orang yang tidak memahami fikih,” kata Lukman Hakim, wakil ketua MPR itu.

Yudi Latif mengatakan, buku “NU Miring” berkisah tentang misteri, yakni sesuatu yang menyebabkan orang beragama tidak frustrasi dengan melakukan bom bunuh diri, dan terpenting membuat orang masih bisa berpuisi.

“Buku ini seperti mencoba menertawakan diri sendiri tapi pada saat yang sama menonjok orang lain. Buku ini merupakan kejenakaan yang serius; sebuah pemberontakan narasi yang terpinggirkan oleh modernisasi, kata Yudi Latif. Ia memukau ketika bercerita banyak hal tentang postmodernisme.

Peluncuran buku itu diakhiri dengan “praktik perdukunan” oleh Abdul Muiz berupa terapi pengobatan dengan memanfaatkan arus listrik. (A. Khoirul Anam)

Gambar: Peluncuran buku diawali dengan doa yang dipimpin oleh Abdullah Wong beserta rombongannya lengkap dengan alat musik gitar, seruling dan karinding Sunda.

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Hadits, Tegal, Quote Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Minggu, 06 Agustus 2017

PBNU: Pemerintah Masih Abai soal Ketimpangan Ekonomi

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menilai pemerintah gagal dalam membangun perekonomian Tanah Air. Menurut dia, klaim pertumbuhan ekonomi 6,5 persen ternyata tidak diikuti pemerataannya di kawasan pedesaan,

Hal itu disampaikan kiai yang akrab disapa Kang Said ini usai menandatangani nota kesepahaman bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan di bidang pembangunan ekonomi pedesaan di kantor PBNU, Jakarta, Kamis (1/8).

PBNU: Pemerintah Masih Abai soal Ketimpangan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Pemerintah Masih Abai soal Ketimpangan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Pemerintah Masih Abai soal Ketimpangan Ekonomi

Menurut Kang Said, kekayaan atau sumber-sumber ekonomi selama ini masih dikuasai oleh kalangan tertentu saja. Pemerintah belum sepenuhnya memperhatikan perihal ketimpangan ekonomi di masyarakat.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Ada yang namanya dana KUR (Kredit Usaha Rakyat) yang katanya dananya triliunan, sasarannya orang miskin dan pengusaha, tapi yang menikmati masih (orang kaya) itu-itu saja,” katanya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sikap ini, jelasnya, tidak selaras dengan ajaran al-Qur’an yang menghendaki kekayaan yang ada di tangan pemerintah tidak hanya berpusar di lingkungan orang kaya saja. Rasulullah mencontohkan, di kala memimpin harta rampasan perang dibagi, termasuk ke anak yatim dan orang miskin.

“Kita sudah bosan, harta kita lagi-lagi itu yang pegang. Lagi-lagi itu,” ujarnya.

Kang Said juga menafsirkan surat at-Tin sebagai ayat yang menggambarkan tentang pangan (tin), energi (zaitun), konversi (turisinin). Kedaulatan untuk ketiga unsur itu adalah milik rakyat guna menciptakan negara yang tentram (baladil amin) sebagaimana diharapkan.

Karena itu, Kang Said menyambut baik kerja sama antara NU dan BUMN yang peduli dengan nasib perekonomian di kawasan pedesaan. Ia menambahkan, sudah seharusnya BUMN melakukan hal ini.

“Itu tanggung jawab pemerintah untuk memeratakan ekonomi,” tuturnya.

?

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Meme Islam, Hadits, Nasional Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Jumat, 04 Agustus 2017

Kader NU Lasem Wakili Jateng pada Lomba Karya Ilmiah Nasional

Rembang, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Setelah merebut juara pertama pada Lomba Kompetisi Kepala Madrasah Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Tengah pada 18 hingga 21 Agustus 2016 lalu, akhirnya Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) Maslakul Huda Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, berhasil melaju ke tingkat nasional.

Kader NU Lasem Wakili Jateng pada Lomba Karya Ilmiah Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader NU Lasem Wakili Jateng pada Lomba Karya Ilmiah Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader NU Lasem Wakili Jateng pada Lomba Karya Ilmiah Nasional

"Alhamdulillah, lomba tingkat provinsi yang diselenggarakan di Hotel Grand Wahid Salatiga pada Agustus kemarin saya keluar sebagai juara pertama. Ini membuka harapan bagi saya untuk mewakili warga NU, Kabupaten Rembang, dan Provinsi Jawa Tengah di ajang nasional," terang Sumardi yang merupakan Wakil Sekretaris NU Cabang Lasem tersebut.

Kompetisi Guru, Kepala dan Pengawas Madrasah Berprestasi ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Republik Indonesia. Hal ini sebagai upaya memacu tingkat pengembangan mutu pendidikan dan sumber daya manusia (SDM) di tingkat Madrasah.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sumardi yang juga merupakan Ketua Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Cabang Lasem ini berharap, nantinya dalam tingkat nasional dapat memberikan yang terbaik bagi warga NU, dapat mengangkat Kabupaten Rembang dan Provinsi Jawa Tengah di tingkat nasional.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Tentunya semua itu dapat terwujud atas restu para kiai, doa dari para saudara, dan dukungan dari semua pihak, baik dari tingkat kabupaten maupun provinsi," terangnya kepada Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal, Senin (5/9).

Untuk saat ini, ia mempersiapan pengumpulan data portofolio dan karya ilmiah. Selain itu juga selalu giat dalam belajar tentang dunia pendidikan. Hal ini dilakukan sebagai persiapan presentasi nanti dalam lomba tingkat nasional. (Aan Ainun Najib/Abdullah Alawi)

?

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Hadits Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock