Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Maret 2018

Santuni Dhuafa, Pemuda Sendang Rogoh Kocek Pribadi

Indramayu, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Komunitas Pemuda Desa Sendang, Kecamatan Karangampel, Indramayu melakukan kegiatan santunan kepada para orang tua kurang mampu di wilayah RT 07. Santunan dilakukan Sabtu (13/1).

Untuk keperluan santunan para pemuda menggalang dana dari uang mereka sendiri. Mereka pun mendatangi langsung ke rumah warga dengan membawa amplop yang berisikan uang.

"Saya bersama teman-teman akan terus melakukan kegiatan ini. Agar masyarakat mempunyai kesadaran untuk saling membantu warga yang kurang mampu," kata Sarifudin, salah satu pemuda yang bergerak pada santunan itu.

Santuni Dhuafa, Pemuda Sendang Rogoh Kocek Pribadi (Sumber Gambar : Nu Online)
Santuni Dhuafa, Pemuda Sendang Rogoh Kocek Pribadi (Sumber Gambar : Nu Online)

Santuni Dhuafa, Pemuda Sendang Rogoh Kocek Pribadi

Ia juga mengatakan pentingnya nilai sosial dengan langkah-langkah yang positif, supaya masyarakat dapat tergerak untuk melakukannya.

"Langkah ini juga dapat mengaktifkan sinyal-sinyal positif kepada mereka di kemudian hari. Tetapi semua itu butuh proses. Dan perlu dilakukan terus menerus, hingga keadaan itu menjadi terwujud," kata dia.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ia mengatakan kegiatan serupa perlu terus di lakukan.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Sedikit demi sedikit masyarakat juga akan tergerak ikut melakukannya. Baru kita akan sama sama merasakan nilai sosialitas itu sendiri," tandasnya.

Pelaksanaan santunan ini mendapat respons positif dari aparat desa setempat. Juru tulis Desa Sendang Sahidin menyatakan dukungannya kepada pemuda yang melaksanakan kegiatan itu. 

"Kegiatan ini sangat positif. Saya sangat bangga kepada mereka atas kegiatan santunan itu. Kedepannya harus terus diadakan, sebagai contoh baik untuk masyarakat," tuturnya.

Casri, salah satu penerima santunan terlihat senang menerima santunan tersebut. Ia pun mendoakan kepada generasi muda yang tergabung dalam pelaksanaan santunan tersebut.

"Saya ucapkan banyak terima kasih atas santunan ini. Dan semoga generasi muda menjadi orang-orang yang beradab," ungkapnya.

Sebelumnya Komunitas Pemuda Desa Sendang juga memberikan santunan kepada anak yatim pada malam tahun baru 2018. (Taryono/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal IMNU, Pertandingan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Jumat, 16 Februari 2018

Indonesia, Negara dengan Aliran Tarekat Terbanyak di Dunia

Jakarta Selatan, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang kerap disapa Kang Said menyatakan bahwa Indonesia menampung banyak aliran tarekat. Bahkan Indonesia merupakan negara dengan jumlah terbanyak aliran tarekat di dunia.

Di Indonesia ada puluhan tarekat muktabarah, yaitu tarekat yang dianggap tidak menyimpang dari syariat, kata Kang Said di pesantren Ats-tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan. Jumat (13/12).

Indonesia, Negara dengan Aliran Tarekat Terbanyak di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia, Negara dengan Aliran Tarekat Terbanyak di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia, Negara dengan Aliran Tarekat Terbanyak di Dunia

"Indonesia ini negara luar biasa karena semua aliran tarekat ada di sini. Di Maroko cuma ada berapa seperti Tijaniyah, Syadziliyah. Di Mesir paling ada dua belas atau empat belas. Di Sudan dan Irak hanya ada beberapa,” terang Kang Said.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sementara Indonesia agak lain, Kang Said. Orang dari Timur Tengah datang semua ke Indonesia. Sehingga, sedikitnya 45 aliran tarekat yang dinilai muktabarah oleh NU. Mereka ini tidak menyimpang dari syariat di luar muktabarah, ada juga tarekat yang dianggap menyimpang seperti akmaliyah yang wahdatul wujud.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Menurut Kang Said, tarekat sendiri adalah metode khusus yang dilakukan seorang sufi dalam naungan kelompok jamaah di bawah bimbingan seorang mursyid. Dengan lain kata, tarekat itu madrasahnya orang sufi.

Awalnya gerakan tasawuf dan tarekat, lanjut Kang Said, lahir pada abad ketiga Hijriyah. Sebelumnya tasawuf masih bersifat individual. Sufi besar di zaman sahabat misalnya Ibnu Umar RA dan Abu Dzar Alghifari RA. Di zaman tabiin ada Imam Hasan Bashri.

Setelah abad ketiga Hijriyah, di tahun dua ratus lebih Hijriyah tasawuf dilakukan oleh kelompok atau orang banyak. Dari situ disebutlah tarekat atau madrasah. Jadi tarekat itu madrasah. Madrasahnya kalangan sufi bernama tarekat, tutup Kang Said, pengasuh Pesantren Ats-tsaqafah. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Khutbah, Pertandingan, Amalan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pelajar di Bumi Khatulistiwa Deklarasi Tolak Gerombolan ISIS

Pontianak, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Puluhan pelajar dan sejumlah mahasiswa mengikuti dialog terbuka bertema Mengantisipasi Gerakan Radikalisme Menuju Generasi Muda Hakiki di rumah dinas Wakil Walikota Pontianak, Selasa (9/9). Dialog yang difasilitasi IPNU-IPPNU Pontianak ini melibatkan PCNU kota Pontianak, anggota DPRD Kalbar, dan Polres Pontianak.

Ketua IPNU Pontianak Syamhadi dalam dialog ini mengatakan, pelajar NU menolak kehadiran paham dan gerakan Islamic State of Iraq and Syiria di bumi Khatulistiwa ini. “Gerakan gerombolan ekstrem ini dapat mematikan masa depan bangsa.”

Pelajar di Bumi Khatulistiwa Deklarasi Tolak Gerombolan ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar di Bumi Khatulistiwa Deklarasi Tolak Gerombolan ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar di Bumi Khatulistiwa Deklarasi Tolak Gerombolan ISIS

Sementara utusan Polres kota Pontianak Syarifah Salbiyah Assegaf mengajak peran aktif pelajar dan mahasiswa untuk menciptakan keamanan Pontianak. Salbiyah meminta para pelajar untuk tidak segan memberikan informasi ke pihak kepolisian perihal kehadiran gerakan-gerakan yang mengarah pada kekerasan.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sementara Sekretaris IPPNU Kota Pontianak Mufadilah mengatakan, acara ini dikemas khusus bagi kalangan muda. Karena memang gerakan ISIS ini menyasar kepada anak muda.

“Kehadiran ISIS ini bukan lagi harus ditolak, tetapi juga dibumihanguskan agar kita sebagai generasi muda tidak terlena dengan pemahaman radikalisme,” tandas Mufadilah. (Red. Alhafiz K)

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pertandingan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

Habib Luthfi: Menjaga Negeri adalah Penerapan Rasa Syukur kepada Allah

Tegal, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Mustasyar PBNU Maulana Muhammad Habib Luthfi bin Ali bin Yahya mengungkapkan, selagi para ulama,TNI-Polri berkumpul, meskipun berbeda politik, berbeda pendapat, tidak menjadi persoalan, yang pasti bangsa Indonesia satu kesatuan dalam bingkai kebhinnekaan dan NKRI. 

Hal itu diungkapkan Habib Luthfi saat menghadiri acara silaturahmi dan safari ramadhan 1438/2017 M Panglima TNI Jendral TNI Gatot Nurmantyo bersama keluarga Besar TNI dan komponen masyarakat di Mako Brigif /IV Dewaratna Slawi, Rabu (14/6)

Habib Luthfi: Menjaga Negeri adalah Penerapan Rasa Syukur kepada Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi: Menjaga Negeri adalah Penerapan Rasa Syukur kepada Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi: Menjaga Negeri adalah Penerapan Rasa Syukur kepada Allah

Menurut Rais Aam Jamiyah Ahlut Thoriqoh Al-Mutabaroh An-Nahdliyah (JATMAN) ini nilai Indonesia sangatlah tinggi setelah agama, dengan bersatunya TNI-Polri dan ulama tetap cinta NKRI.

Aplikasi rasa syukur manusia kepada Allah SWT terhadap bangsa Indonesia adalah selalu menjaga negeri ini dengan baik melalui acara-acara  seperti ini. "Dan saya terima kasih kepada TNI-Polri dan Pemda yang telah menyelenggarakan acara ini," ujar ulama kharismatik asal Pekalongan ini.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dalam kesempatan itu, Habib Luthfi mengajak seluruh masyarakat Indonesia jangan mau di pecah belah seperti negara Suriah. Karena hancurnya Suriah karena tidak percaya dengan ulama, tentara serta pemerintahan.

"Saya mengajak semua yang hadir di sini, ayo kita galang persatuan seluruh anak bangsa tunjukan bahwa bangsa Indonesia mengerti dan berterima kasih kepada para pejuang yang telah memerdekakan negeri ini," tandasnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selain Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, hadir pula Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Tatang Sulaiman, Kapolda Jateng Irjend Pol Condro Kirono, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Habib Thohir Al Kaf, Bupati Tegal Enthus Susmono, Sejumlah ulama dan pejabat dan ribuan anak yatim. (Hasan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Cerita, PonPes, Pertandingan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Dosen Malaysia Isi Stadium General di STAIN Pamekasan

Pamekasan, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal



Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Pamekasan menggelar Studium General Jurusan Tarbiyah di auditorium kampus tersebut, Selasa (14/2). Acara tersebut mendatangkan dosen Universiti Utara Malaysia (UUM) Abdul Hamid Busthami Nur.

Dosen Malaysia Isi Stadium General di STAIN Pamekasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dosen Malaysia Isi Stadium General di STAIN Pamekasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dosen Malaysia Isi Stadium General di STAIN Pamekasan

Kepala Jurusan Tarbiyah Edy Susanto menegaskan, acara tersebut diharapkan bisa menjadi langkah awal sinergisitas UUM dengan STAIN Pamekasan. Ini sebagai upaya menuju peralihan status STAIN menuju IAIN.

"Kita bisa mengetahui dunia luar lewat media informasi yang mudah diakses lewat internet. Mahasiswa harus lebih progresif dalam menyelami pendidikan," tegas Edi.

Proses pembelajaran pada dunia yang serba informatif ini, tambahnya, mesti dimanfaatkan oleh mahasiswa. Melalui acara studium general, nanti diharapkan bisa terwujud kesepahaman bagaimana belajar yang baik di era yang serba canggih ini.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Acara ini juga sebagai ikhtiar meningkatkan mutu pengelolaan, akademik, maupun hal-hal lainnya di kampus tercinta ini," tukas Edi.

Dalam sambutannya, Ketua STAIN Muhammad Kosim menegaskan, acara ini dalam rangka memperkaya khazanah keilmuan dan memperkuat jalinan silaturrahim dengan dosen luar negeri.

"Suatu ketika ada Dosen STAIN datang ke UUM menjadi narasumber, begitu sebaliknya. Harapannya ke depan, juga ada mahasiswa kita ke Malaysia menjadi narasumber," terang Kosim.

Karena itu, Kosim mengimbau kepada mahasiswa untuk mempersiapkan diri agar terpilih sebagai narasumber di Malaysia. Ini berkaitan dengan rencana pertukaran mahasiswa yang dicanangkan STAIN Pamekasan.

"Semoga pertemuan ini bisa memberikan dampak positif bagi kita semua," lanjutnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Studium general kali ini mengangkat tema pendidikan di abad ke-21. Tepatnya, berkenaan dengan strategi belajar dan mengajar di abad modern. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pertandingan, Warta Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

Kepemilikan Tanah di Desa Jadi PR Besar Kementerian Desa

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal - Staf Khusus kepresidenan Noer Fauzi menyebutkan, kejelasan status dan kepemilikan tanah masyarakat desa menjadi salah satu tantangan besar bagi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Marwan Jafar. Pasalnya, saat ini kepemilikan tanah di desa telah banyak beralih ke berbagai perusahaan dan masyarakat perkotaan.

"Bagaimana rakyat di pedesaan bisa maju kalau mereka tidak punya tanah. Kita tahu, bahwa satu perubahan penguasaan tanah di pedesaan telah banyak dikuasai oleh perusahaan luar dan orang kota," ungkapnya di Jakarta, Kamis (4/3).

Kepemilikan Tanah di Desa Jadi PR Besar Kementerian Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kepemilikan Tanah di Desa Jadi PR Besar Kementerian Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kepemilikan Tanah di Desa Jadi PR Besar Kementerian Desa

Fauzi mengungkapkan, data statistik pertanian tahun 2003 hingga tahun 2013 menunjukkan bahwa dalam kurun waktu 10 tahun lebih dari 5 juta petani di desa beralih profesi. Sebagian besar di antaranya bermigrasi ke kota untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.

"Inilah sebagian mereka pergi ke kota sehingga kota menjadi penuh. Mereka ke kota, ada yang menjadi TKW, bahkan ada yang menganggur di desa. Banyak juga di antara mereka yang menjadi migrasi sekuler. Mereka ke kota untuk bekerja dan dalam waktu tertentu mereka kembali ke desa," ujarnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah mengemukan sebanyak 12,7 juta hektar hutan yang dapat dikelola oleh masyarakat desa. Proses? bagaimana mendapatkan akses terhadap wilayah hutan tersebut, lanjut Fauzi, adalah sesuatu yang pasti akan menyejahterakan masyarakat desa.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Begitu pula 9 juta hektar tanah negara yang akan didistribusikan ke desa. Ini bagaimana kita punya upaya memberdayakan orang yang tidak sanggup untuk memiliki tanah, dan mendapat kepastian tanah," ujarnya. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pertandingan, Aswaja, Quote Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 29 Januari 2018

PBNU Kecam Penghinaan Tradisi Ziarah di Kurikulum Madrasah

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mempertanyakan dasar pemberhalaan praktik ziarah kubur di makam para wali. Dengan menyebut makam wali sebagai berhala, Ditjen Pendis Kemenag dalam buku guru SKI Kelas VII MTs Kurikulum 2013 sudah seharusnya mempertanggungjawabkan pijakan argumentasinya.

Rais Syuriyah PBNU KH Saifuddin Amsir meminta Kemenag mengeluarkan klarifikasi dan pernyataan permohonan maaf secara terbuka atas keteledorannya.

PBNU Kecam Penghinaan Tradisi Ziarah di Kurikulum Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Kecam Penghinaan Tradisi Ziarah di Kurikulum Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Kecam Penghinaan Tradisi Ziarah di Kurikulum Madrasah

“Di mana letak pemberhalaan ziarah kubur?” Kiai Saifuddin menuntut penjelasan Kemenag, Rabu (17/9) pagi.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Orang-orang yang berziarah ke makam orang tuanya, para guru dan kiai, orang-orang saleh, para wali hingga makam Rasulullah Saw, hakikatnya mengikuti perintah Rasulullah sendiri. Kiai Saifuddin menyitir hadits Nabi Muhammad Saw, ‘Ala fazuruha. Liannaha tudzakkirukumul mauta’ (Ingat, berziarahlah. Karena, ziarah kubur itu akan mengingatkanmu pada kematian).

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Jadi kalau Nabi yang menyuruh orang ziarah untuk mengingat kematian, kok malah disamakan dengan penyembahan berhala? Musyrik? Apanya yang musyrik? Yang musyrik itu orang yang mempertahankan sesuatu selain Allah,” kata Rais Syuriyah PBNU yang aktif mengajar kitab kuning di puluhan masjid di Jakarta kepada Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal.

Kiai Saifuddin menantang pihak Kemenag untuk musyawarah perihal argumentasi pernyataan itu. “Saya pengen banget lihat tampang orang Kemenag yang sok-sok begitu, yang ngomongnya ngaco. Kalau mereka bisa meruntuhkan argumentasi kesunahan ziarah kubur, saya akan membayar mereka.” (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Sunnah, Meme Islam, Pertandingan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

NU Sukoharjo Pasang Strategi Anti-Islam Radikal

Sukoharjo. Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sukoharjo diimbau pasang strategi antisipasi gerakan Islam radikal di Sukoharjo dan Solo Raya. 

NU Sukoharjo Pasang Strategi Anti-Islam Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Sukoharjo Pasang Strategi Anti-Islam Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Sukoharjo Pasang Strategi Anti-Islam Radikal

Pernyataan itu disampaikan Katib PC NU Sukoharjo Abdullah Faishol dalam diskusi di Sekretariat PCNU Sukoharjo Jl Jend Sudirman, Ngaglik, Sukoharjo, Jawa Tengah, Ahad malam (21/7).

“Sukoharjo merupakan salah satu kabupaten yang memiliki kantong-kantong gerakan Islam radikal. Untuk mengantisipasinya, PCNU Sukoharjo harus bangun strategi,” papar dosen IAIN Solo tersebut. 

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dikatakan, penyebaran gerakan Islam radikal di wilayah Sukoharjo meliputi, Kecamatan Grogol, Gatak, Baki, Polokarto, Weru, Bulu, dan Mojolaban.

Institusi yang diduga kuat sebagai basis diantaranya pondok Ibnu Taimiyah, Darul Salafy, Darul Hijrah, Al-Ukhuwah, Ulul Albab, Al-Madinah, Izkarima, Darusahadah, lembaga pendidikan Mutiara Insan, Al-Manar dan lain-lain. 

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Lebih lanjut dipaparkan Abdullah Faishol, gerakan Islam radikal di wilayah Solo Raya  sangat beragam, ada yang mengusung gerakan Islam transnasional dan ada juga gerakan organisasi Islam di tingkat lokal. “Walaupun beranega ragam, tetapi kesamaanya adalah meraka anti terhadap tradisi NU,” kata Faishol.   

Sekretaris PCNU Sukoharjo Lasimin mengatakan, di akhir tahun 2013 ini, setidaknya ada 200 orang narapidana terorisme yang memasuki masa bebas tahanan. Persoalannya adalah, bagaimana kondisi masyarakat, apakah masih menerima mantan napi teroris ini atau mereka sudah tobat dan tidak melakukan kekerasan lagi atau justru sebaliknya mengulangi lagi.   

Dari diskusi tersebut, salah satu peserta diskusi yang juga ketua Lazis, Sugeng Widodo, mengusulkan adanya pelatihan kader yang sisitematis yang dilakukan oleh PCNU Sukoharjo. “PCNU Sukoharjo seharusnya menyelenggarakan pengkaderan,” pintanya.

Selain pelatihan pengkaderan, penguatan ekonomi umat dan pengajian rutin ala NU bersama Habib Syekh  menjadi pilihan alternatif yang perlu menjadi perhatian NU Sukoharjo. 

Tampak hadir diantaranya, KH Ahmad Baidlowi, Syuriyah. H M.Nagib Sutarno, Tanfidziyah. Lasimin Sekretaris, jajaran pengurus MWC NU se Sukoharjo. 

Redaktur    : Abdullah Alawi 

Kontributor: Cecep Choirul Sholeh           

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Habib, Pertandingan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

Begini Suasana Lebaran di Italia

Roma, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal?

Bertugas di negara yang mayoritas penduduknya Katolik menjadikan pengalaman berbeda. Lebaran di sini tentu saja tidak seramai di Indonesia. jumlah Muslim Indonesia di Italia masih bisa dihitung dengan jari. Setiap ada momen kumpul-kumpul seperti buka bersama, festival budaya, hari-hari libur nasional, dan lebaran menjadi obat kangen terhadap kampung halaman Indonesia.?

Semua diaspora yang terdiri dari pekerja, mahasiswa, dan native Italia yang menikah dengan orang Indonesia akan berdatangan ke tempat-tempat acara. Biasanya wisma KBRI di Via Campania, 55, 00187 Roma menjadi tempat acara bagi yang tinggal di Roma dan sekitarnya termasuk Vatikan.?

Begini Suasana Lebaran di Italia (Sumber Gambar : Nu Online)
Begini Suasana Lebaran di Italia (Sumber Gambar : Nu Online)

Begini Suasana Lebaran di Italia

Bagi masyarakat Indonesia di Milan, biasanya menyewa gedung pertemuan di Circolo Sempre Avanti, Via Bertola da Novate, 11, Novate Milanese, seperti acara buka bersama pertengahan Ramadhan lalu.?

Keharmonisan antarpemeluk agama di sini sangat terjaga. Masyarakat Indonesia di Italia sudah seperti saudara, mereka baik dan saling menghargai. Ketika ada suatu acara, maka semua akan bahu membahu membantu demi kesuksesan acara tersebut. Ada yang membawa makanan yang dibuatnya. Maka tidak heran menu makanan sayur asem lengkap dengan melinjonya pun ada di sini.?

“Melinjo beli di Indonesia langsung 3 kilogram, dititipkan kepada orang yang pulang ke Indonesia,” cerita Irwanda, Staff lokal KBRI di Roma.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Persiapan lebaran bagi orang-orang Indonesia di Italia tidak jauh berbeda dengan masyarakat Indonesia umumnya. Baju baru, ketupat, opor ayam, juga ada di sini. Open house di KBRI pun sudah disiapkan dengan hidangan pembuka bakso. Di rumah-rumah sudah disiapkan pula seperti somay buatan sendiri. Tentang kuliner, jangan khwtir. Orang indonesia sudah jagonya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Masalahnya adalah di Italia tidak ada libur Idul fitri, sehingga di saat yang berbahagia ini, masyarakat Indonesia yang bekerja pun tetap harus masuk.

“Termasuk juga para diplomat, tidak boleh ada yang pulang ke Indonesia kecuali ada izin dari Kementrian Luar Negeri di Indonesia atau panggilan resmi dari instansi pemerintah,” kata Kolonel Bambang Dharmawan. Ia diplomat dari TNI Angkatan Laut. Selain untuk KBRI Italia yang meliputi Cyprus, Malta, San Marino, ia juga bertugas untuk KBRI Yunani. Tugas untuk tiga tahun, dan tidak boleh pulang jika tidak ada undangan atau panggilan tugas dari panglima.

Para diplomat biasanya memang bertugas selama tiga tahun di tempat penugasan. Mereka dibolehkan membawa anggota keluarga. Anak-anak yang dibawa biasanya mudah sekali beradaptasi dengan bahasa Italia. Hanya 3,5 bulan sudah lancar bahasa Italia. Anak-anak itu bergaul dengan teman-teman Italia di sekolah.

Kalau ada yang berbeda dari persiapan lebaran di Italia dengan di Indonesia, adalah bahwa di Italia kurang ramai saja. Di sini tidak ada misalnya bunyi petasan jangwhe yang meluncur ke atas seperti kebanyakan di Indonesia.?

Pada hari Jumat (23/6), digelar acara buka puasa bersama di kota suci Vatikan. Duta Besar Republik Indonesia untuk tahta suci Vatikan, Agus Sriyono mengatakan senang sekali melihat kebersamaan dan gotong royong masyarakat dalam mengisi akhir-akhir bulan Ramadhan. Keputusan Idul Fitri di Vatikan menunggu kepastian dan pengumuman resmi dari masjid Islamic Centre Roma setelah sidang penglihatan hilal.

Seperti di Indonesia, sebagai bentuk taat pada pemerintah, Idul Fitri menunggu juga keputusan Kementrian Agama, setelah dilakukan sidang isbat.?

Semoga puasa Ramadhan sebulan penuh yang kita lakukan mendapat ridla dari Allah SWT. Sehingga pasca berpuasa, ibadah yaang kita lakukan menjadi bertambah dan istikamah. Minal aidin wal faizin, Mohon maaf lahir batin. Selamat lebaran. Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1438 H, diucapkan dari Roma-Italia. (H Khumaini Rosadi, anggota Tim Inti Dai dan Media Internasional (TIDIM) LDNU, dan Dai Ambassador Cordofa 2017 dengan penugasan ke Roma, Italia)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pertandingan, Kiai, Sejarah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Cara Kiai Said Aqil Islamkan Orang

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal



Riuh canda seperti tak ada habisnya ketika dua orang berkebangsaan Jepang bertamu di Lantai 3 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (6/1). Sore itu keduanya yang hendak menyatakan diri sebagai muallaf disambut hangat sejumlah pengurus harian PBNU.

Sebelum prosesi pembacaan dua kalimat syahadat, Tatsunori Hoshi dan Ohnuma Yoka, pria dan wanita berkebangsaan Jepang itu, berbincang dengan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Obrolan berlangsung santai dengan sesekali Kiai Said menyisipkan guyonan.

Cara Kiai Said Aqil Islamkan Orang (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Kiai Said Aqil Islamkan Orang (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Kiai Said Aqil Islamkan Orang

“Arigatou sasamasu…” sapa Ketua PBNU Marsudi Syuhud yang baru datang sambil membungkukkan badan. Tatsunori Hoshi dan Ohnuma Yoka tertawa. Seharusnya, arigatou gozaimasu. Di Jepang, ungkapan ini juga tak lazim untuk menyapa orang karena artinya terima kasih. Kiai Said pun ikut tertawa.

Menjadi muallaf atau berpindah agama adalah keputusan besar, bahkan menegangkan bagi sebagian orang. Namun, Kiai Said dalam kesempatan itu seolah hendak menghilangkan ketegangan tersebut dengan gaya komunikasi yang sangat rileks dan cair.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Gaya yang sama juga ditunjukkan Kiai Said ketika membimbing para muallaf lain, seperti Ketua DPD Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Kabupaten Belitung Fendi Haryono pada Juni 2016, atau dua pengusaha Jepang bernama Ogawa Hideo dan Suzuki Nobukazu pada Desember 2015, atau warga asal Jepang Terao Taketoshi pada Maret 2016, dan lain-lain.

(Baca juga: Kunjungi Jepang, Kiai Said Islamkan 12 Orang)

Pertama-tama Kiai Said biasanya bertanya kepada calon muallaf untuk memastikan bahwa pilihannya untuk masuk Islam bukan karena paksaan. Baru kemudian kiai asal Cirebon ini menjelaskan bahwa Islam membawa misi kasih sayang. Selain soal iman, Islam juga menekankan akhlak.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Karena itu, semakin teguh keyakinan seseorang, semakin terbuka ia terhadap perbedaan. Musuh sejati umat Islam bukan perbedaan, melainkan kezaliman dan kebiadaban. “Jika ada orang melakukan teror, aksi kekerasan yang mengatasnamakan Islam, berarti ia tak paham dengan Islam,” tuturnya.

Umumnya pandangan seperti ini pula yang menarik perhatian para calon muallaf memilih NU sebagai pintu untuk memasuki Islam yang moderat dan menjunjung tinggi perdamaian. Seperti Terao Taketoshi yang mengaku tertarik kepada NU karena konsisten menegakkan Islam rahmatan lil alamin.

Usai yakin bahwa perpindahan agama lahir dari kesadaran sendiri, Kiai Said lantas menuntun calon muallaf membaca dua kalimat syahadat kata demi kata. Prosesi pengucapan dua kalimat syahadat berlangsung khidmat meski ia tetap memberi toleransi jika calon muallaf tidak fasih dalam pelafalan rukun Islam pertama itu.

Soal nama baru sang muallaf, Kiai Said tak melakukan perubahan terhadap nama asli. Kalaupun ada perubahan, Kiai Said biasanya menambahkan nama Muhammad, Ahmad, Hasan, Ali, Sholehah, atau nama-nama lain yang akrab di lidah umat Islam kebanyakan.?

Selanjutnya, mereka berfoto bersama, makan, atau berbincang lagi. Tak ada pembahasan seputar tema-tema berat tentang konsep ketuhanan, kenabian, atau lainnya. Islam dibahas prinsip-prinsipnya saja dan ? yang sejauh diterima para pemeluk baru Islam. “Islam itu mudah. Yang paling penting adalah tidak berhenti belajar,” kata Kiai Said. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Ulama, Pertandingan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

LDNU Gelar Istighotsah Bersama Mejelis Rasulullah SAW

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Istighothah bulanan yang diadakan oleh Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) di halaman gedung PBNU Jl. Kramat Raya Jakarta Pusat, Rabu (25/6) tadi malam, dihadiri oleh Pimpinan Majelis Rasulullah SAW Al-Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa.

Ratusan warga Nahdliyin dan jama’ah Majelis Rasulullah SAW secara khidmat membacakan shalawat ‘alan nabiy, memanjatkan doa kepada Allah SWT dengan perantaraan Rasulullah SAW.

LDNU Gelar Istighotsah Bersama Mejelis Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)
LDNU Gelar Istighotsah Bersama Mejelis Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)

LDNU Gelar Istighotsah Bersama Mejelis Rasulullah SAW

KH Mustafa Agil Siradj, Wakil Ketua PP LDNU, menyampaikan taushiyahnya bahwa doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT tidak akan diterima tanpa menyebut Nama Muhammad SAW. “Saat menyembah Allah harus ada mahluq bernama Muhammad SAW,” katanya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pada saat membaca tahiyat akhir dalam setiap shalat, umat Islam membaca, “assalamualika ayyuhan nabiy”, salam kepada Engkau wahai Nabi. Dijelaskan Kiai Mustafa, pada saat menyebut Nabi dalam shalat diharuskan memakai dlamir mukhatab atau kata ganti orang kedua, yang berarti bahwa pada saat itu Nabi dihadirkan dalam doa.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Begitu pentingnya kehadiran Nabi Muhammad SAW dalam setiap doa. Kiai Mustafa Aqil menyontohkan, dalam tradisi warga Nahdliyyin saat mengadakan ritual aqiqah atau acara syukuran untuk bayi yang baru dilahirkan, keluarga tidak akan mengeluarkan bayi sebelum sampai pada momen mahallul qiyam pada saat Nabi dihadirkan, yakni saat dibacakan, "Salam kepada Engkau wahai Nabi".

Cara itu disebut tawashul kepada Nabi, atau memanjatkan doa dengan perantaraan Rasulullah SAW. "Demikianlah apa yang telah diajarkan oleh para ulama pendahulu kita, dan amaliyah ini ditransformasikan kepada umat melalui organisasi Nahdlatul Ulama," kata Kiai Mustafa Agil.

Sementara itu Al-Habib Munzir dalam taushiyahnya juga memompa semangat para jamaah untuk mengikuti apapun yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dengan mengikuti apapun yang telah dikatakan, diperbuat atau diikrarkan oleh Nabi, maka umat Islam akan semakin dekat dengan Sang Pencinpta.

“Beliaulah yang akan memberikan syafaat kepada umat di hari kiamat. Meski 1000 tahun orang berada di neraka, asal tidak berbuat syirik, ia akan tetap mencium wanginya surga. Maka Allah tidak akan memerintahkan untuk memuliakan mahluk melebihi apa yang diperintahkan kepada kita untuk memuliakan Rasulullah SAW.” katanya.

Istighotsah dan pembacaan doa tadi malam dipimpin oleh KH Ahmad Sadid Djauhari, Dr. KH Abdullah Nur, Dr. KH Abu Na’im Khofifi, dan Ketua PP LDNU KH A Nuril Huda. Acara berlangsung hingga pukul 23.00 WIB. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Daerah, Pertandingan, News Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Santri Ibarat Kuntul Penjelajah, Pencari Pengalaman

Pati, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Madrasah Aliyah NU Luthful Ulum Wonokerto Pasucen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah bekerja sama dengan Perpustakaan Mutamakkin Kajen menggelar bedah novel Kuntul Nucuk Bulan. Bedah novel tersebut mendaulat Farid Abbad sebagai narasumber.

Farid, pada bedah novel Selasa (26/1), ini menjelaskan, kuntul adalah burung yang selalu terbang menjelajah ke berbagai tempat untuk mencari pengalaman dan ilmu baru. Burung itu tidak puas dengan apa yang diperoleh. Cita-citanya tidak bisa dibatasi karena sangat tingginya sehingga dikejar sepanjang hidup.

Santri Ibarat Kuntul Penjelajah, Pencari Pengalaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Ibarat Kuntul Penjelajah, Pencari Pengalaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Ibarat Kuntul Penjelajah, Pencari Pengalaman

Novel ini, kata aktivis Lakpesdam NU Pati, ini mengisahkan seorang santri yang mempunyai cita-cita tinggi yang tidak patah semangat oleh berbagai kendala dan rintangan yang menghadang. Santri tersebut terus belajar dan berkarya untuk mencapai cita-citanya yang tinggi.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Para pelajar sebagai generasi masa depan bangsa, lanjut Farid, harus menjadi sosok yang pantang menyerah. Pemuda harus terbang tinggi untuk meraih mimpi yang dicanangkan. Cita-cita tinggi inilah yang mendorong seorang pemuda untuk belajar secara rajin dan membekali diri dengan berbagai keterampilan hidup.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Menurut Farid, alumnus Global University Libia, ini menjelaskan, salah satu keterampilan hidup adalah jurnalistik, kemampuan tulis menulis. “Untuk menjadi penulis hebat dibutuhkan ketekunan dan latihan terus menerus. Orang-orang besar, seperti Buya Hamka dan Pramodya,? mampu menghasilkan karya-karya besar di balik jeruji penjara. Begitu juga KH. MA. Sahal Mahfudh yang mampu menghasilkan karya yang menjadi karya internasional yang wajib dipelajari di Universitas Al-Ahqaf,” jelasnya.

Ia menganjurkan untuk penulis pemula agar menulis diary setiap hari. Misalnya setelah shubuh, waktu istirahat sekolah, dan lain-lain. Menulis ini? harus menjadi kebiasaan harian, sehingga lama-lama akan menjadi dokumen yang sangat berharga. Kebiasaan ini akan memperlancar kemampuan menulis. Menulis seperti mengalir deras tanpa ada ujungnya, karena ide-ide besar terus bermunculan tanpa henti.

Dalam rangka meningkatkan tradisi jurnalistik ini, MA NU Luthful Ulum selalu menerbitkan buku setiap tahunnya, seperti Mengibarkan Prestasi tahun 2014 dan Sayap-Sayap Rindu & Setitik Embun di Ujung Subuh tahun 2015.

Dalam tahun 2016 ini, madrasah berbasis pesantren ini mengadakan lomba cerpen internal untuk meningkatkan kemampuan siswa-siswi di bidang jurnalistik. Dengan menciptakan iklim kompetisi yang ilmiah, siswa-siswi akan mengeluarkan kemampuan terbaik untuk mengasah kemampuannya terus menerus untuk menggapai cita-cita yang tinggi.

Nur Alimah, selaku Waka Kesiswaan MA NU Luthful Ulum menjelaskan, kegiatan ilmiah, seperti bedah buku dan seminar remaja terus diadakan MA NU Luthful Ulum supaya siswa-siswi termotivasi mengejar cita-cita yang tinggi dengan usaha maksimal. (Jamal Mamur/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Ulama, Humor Islam, Pertandingan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Wapres JK Minta Menaker Genjot Pelatihan Vokasi

Solo, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Wakil Presiden M. Jusuf Kalla mengimbau Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pelatihan vokasi di Balai Latihan Kerja (BLK). JK ingin BLK mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil di dunia industri. 

Wapres JK Minta Menaker Genjot Pelatihan Vokasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Wapres JK Minta Menaker Genjot Pelatihan Vokasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Wapres JK Minta Menaker Genjot Pelatihan Vokasi

"Saya mengapresiasi pelatihan bergabung dengan produksi atau sebaliknya," ujar Wapres JK saat mengahdiiri forum silaturrahmi Pengurus dan mahasiswa Politeknik Akademi Teknik Mesin Industri (ATMI) di Solo, Jawa Tengah, Selasa (7/11).

Menurut Wapres JK kalangan mahasiswa maupun peserta pelatihan vokasi tidak boleh hanya dibekali teori. Tapi juga harus mampu mempraktekkan dan menjalankan proses produksi.

"Perkembangan teknologi dewasa ini sangar luar biasa. Pendidikan harus mendahului industri," katanya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Menurutnya, setiap negara membutuhkan industri karena industri mampu menyediakan banyak lapangan kerja. Selain itu keterlibatan dunia industri dalam menggalakkan pendidikan dan pelatihan vokasi juga sangat penting.

"Apabila ingin mendidik, bukan hanya menggabungkan teori dan praktik, tapi dengan produksi juga," ungkap JK.

Forum Silaturrahmi Pengurus dan Mahasiswa ATMI tersebut juga dihadiri oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, dan Menteri Perindusterian Airlangga Hartanto. 

"ATMI bisa menjadi contoh untuk memperbaiki kualitas BLK di daerah lain," imbuh JK.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Menanggapi hal ini, Hanif mengungkapkan saat ini Kemnaker tengah menggenjot pelatihan vokasi di BLK dan terus membenahi sarana dan prasarana pelatihan. Kemnaker terus melakukan percepatan peningkatan daya saing dan kompetensi tenaga kerja melalui program Reorientasi, Revitalisasi, dan Rebranding (3R) BLK.

Melalui 3R, kurikulum BLK disusun melibatkan professional. Peralatan diperbaiki. Peserta mendapatkan sertifikasi keahlian. Dengan demikian, alumni BLK memiliki kompetensi yang sesuai kebutuhan industry.

“Untuk mempercepat peningkatan daya saing dan kompetensi tenaga kerja saya telah menetapkan 3 Balai Besar Pengembangan Pelatihan Kerja dalam program 3R tahap pertama yaitu BBPLK Bekasi, BBPLK Serang, dan BBPLK Bandung.” ungkap Menaker.

Selain itu, Kemnaker juga menjadikan program pemagangan nasional yang diselenggarakan di lingkungan industri sebagai salah satu program unggulan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja. Proses pemagangan yang dijalani peserta magangan mengacu kepada suatu jabatan tertentu di dunia kerja. 

Sehingga diharapkan setelah proses magang selesai alumni magang bisa langsung terserap pasar kerja karena kompetensi yang dimiliki sudah sesuai dengan standar kompetensi yang dibutuhkan di dunia industri. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Ahlussunnah, Pertandingan, Kajian Sunnah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Minggu, 17 Desember 2017

Cak Nun Sumpah Ribuan Korban Lumpur

Sidoarjo, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Emha Ainun Nadjib atau yang akrab disapa Cak Nun, memimpin prosesi sumpah untuk 2.300 warga korban lumpur Lapindo Brantas Inc. yang tidak memiliki bukti kepemilikan lahan dan bangunan rumah mereka yang terendam lumpur di Pendopo Kabupaten Sidoarjo, Rabu.

Pengambilan sumpah di pendopo kabupaten itu dilakukan oleh petugas Kanwil Depag Jatim disaksikan Bupati Sidoarjo Drs. Win Hendrarso, Ketua Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Sunarso, serta perwakilan PT. Minarak Lapindo Jaya (PT MLJ) Bambang P. Widodo.

Ribuan warga tersebut disumpah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Setelah ribuan warga disumpah, menurut rencana, warga lain yang juga tidak bisa menunjukkan bukti kepemilikan luasan lahan dan bangunan rumah mereka dalam bentuk IMB, juga akan mendapatkan giliran untuk disumpah.

Cak Nun Sumpah Ribuan Korban Lumpur (Sumber Gambar : Nu Online)
Cak Nun Sumpah Ribuan Korban Lumpur (Sumber Gambar : Nu Online)

Cak Nun Sumpah Ribuan Korban Lumpur

Rencananya, Tim Pelaksana Verifikasi akan menyumpah warga korban lumpur sebanyak 500 orang setiap hari. "Mengingat jumlah warga yang disumpah sangat banyak, tim verifikasi akan menyesuaikan jadwal penyumpahan yang telah disiapkan," kata Ketua Pelaksanan Tim Verifikasi Yusuf Purnama, SH.

Cak Nun yang hadir didampingi istrinya, Novia Kolopaking beserta rombongan kelompok musik Kyai Kanjeng dari Yogyakarta memimpin prosesi sumpah tersebut.

Sebelum sumpah dimulai, Cak Nun mengajak warga yang beragama Islam untuk bersama-sama membaca Sholawat Nabi Muhammad SAW, surat Yasin dan doa Nabi Yunus.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Warga saat ini seperti Nabi Yunus yang sedang masuk dalam perut ikan Paus, tapi warga korban lumpur saat ini masuk ke dalam perut lumpur," kata Cak Nun.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ia menambahkan, prosesi sumpah yang dilakukan oleh warga korban lumpur ini dilakukan untuk menggugah hati nurani warga dengan menyatakan luasan lahan dan bangunan milik mereka dengan jujur dan benar.

Sebab ia menilai, perdebatan antara warga korban lumpur dengan pihak Minarak Lapindo Jaya selaku pihak pembayar atas ganti rugi dalam proses penentuan luasan lahan dan bangunan warga tidak menemui titik temu.

"Ini semua untuk kelancaran, dengan pertimbangan untuk mencari solusi ketika silang pendapat tentang perbedaan penetapan luasan bangunan yang tidak kunjung usai. Sebab, aturan normatif dan administrasi dinilai tidak bisa menjangkau. Untuk itu, sumpah adalah upaya terakhir untuk mencari kebenaran," lanjut Cak Nun.

Ia menerangkan, jika sumpah itu sudah dilakukan oleh semua warga, kejujuran menjadi dalih terakhir. Jaminannya, menurut Cak Nun, hanya terletak pada Allah SWT.

"Seperti ayat-ayat suci yang kami kumandangkan tadi, bahwa itu semua berlaku untuk semua warga yang menjadi korban lumpur," terangnya.

Selain warga korban lumpur melakukan sumpah di pendopo kabupaten, PT. Minarak Lapindo Jaya yang diwakili Bambang P. Widodo juga menyatakan kesanggupannya membayar ganti rugi sesuai apa yang diajukan warga korban lumpur.

"Apa yang disampaikan Minarak itu juga merupakan sumpah, dan kewajibannya adalah dari batin dan substansinya," tambah Cak Nun.

Ia menambahkan, dalam proses mendampingi perjuangan warga korban lumpur, dirinya akan tetap mendampingi warga korban lumpur untuk memperjuangkan hak-hak mereka. Sebab, mundur atau tidak dalam mendampingi warga korban lumpiur, itu semua diserahkan kepada Allah SWT.

"Saya ini tidak tahu posisinya ada di mana, tapi yang jelas saya berada di semua pihak, karena saya tidak berpihak pada siapa-siapa. Tapi, saya bersama teman-teman akan terus berjuang sampai terwujud 100 persen pembayarannya," terangnya.

Pengambilan sumpah ini merupakan terobosan di luar mekanisme hukum untuk menjembatani kebuntuan perundingan antara PT. MLJ dengan warga korban lumpur.

Selama ini PT. MLJ bersikeras berpedoman pada Perpres 14 / 2007 tentang BPLS, dimana acuan luasan bangunan yang diganti rugi adalah IMB. Jika tidak memiliki IMB maka acuan alternatifnya adalah survey dari ITS.

Namun, bila tidak tercover oleh survey ITS, maka luasan bangunannya mengacu pada kenyataan warga yang disahkan oleh Camat dan Kepala Desa masing-masing.

Dalam pelaksanaan di lapangan, tampaknya banyak terjadi kerumitan, misalnya untuk warga Perum TAS 1 yang rumahnya sudah direnovasi, tetap minta luasan renovasinya diganti rugi.

Padahal luasan renovasi itu tidak ada dalam IMB. Ada juga rumah yang tidak memiliki IMB dan luasan bangunan hanya berdasarkan pernyataan warga saja.

Untuk mengatasi kebuntuan ini, akhirnya dilontarkanlah ide pengambilan sumpah sebagai penguat pernyataan warga, dimana warga yang akan mempertanggungjawabkan kebenaran sumpah tersebut kepada Tuhan YME. (ant/eko)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pemurnian Aqidah, Pertandingan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Rabu, 13 Desember 2017

Pemda Banyuwangi Rutin Shalawatan dan Santunan

Banyuwangi, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menggelar kegiatan bertajuk “Shalawat bersama bupati” pada Selasa (8/11). Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko para Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD), camat, lurah, serta puluhan perwakilan badan otonom NU turut menghadiri.

Anas yang menggelar acara ini di Pendopo Sabha Swagatha dengan santunan anak yatim. Menurutnya, salah satu tujuan kegiatan ini supaya program-program pemerintah berjalan dengan lancar, dan seluruh hajat yang kita inginkan dapat diijabahi Allah SWT.

Pemda Banyuwangi Rutin Shalawatan dan Santunan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemda Banyuwangi Rutin Shalawatan dan Santunan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemda Banyuwangi Rutin Shalawatan dan Santunan

"Ini kami lakukan bersama dengan staf-staf yang di Pemda supaya program-program yang kita upayakan dapat? diberikan kelancaran dan hajat kita semua dapat di kabulkan-Nya," ungkap Anas.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ia juga menambahkan, keberkahan didapat bagi masyarakat yang hadir dana bisa saling memanjatkan doa bersama.

"Selain SKPD, juga ada masyarakat dan warga NU yang kita undang. Hal ini kami lakukan guna saling memanjatkan doa bersama kepada Allah SWT," imbuhnya.

Kegiatan pembacaan shalawat bersama bupati dan staf-staf yang ada di Pemda, ini kami lakukan dengan rutin.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Kegiatan seperti ini rutin kami lakukan," pungkasnya. (M. Sholeh Kurniawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pertandingan, Pemurnian Aqidah, Syariah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selasa, 12 Desember 2017

Ikatan Sarjana NU Yogya Dilantik

Yogyakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) periode 2013-2018 dilantik di gedung Wanitatama pada Ahad malam (30/06).

Ketua panitia penyelenggara, Yazid Affandi dalam sambutannya melaporkan, bahwa pihaknya mengundang 250 orang yang terdiri dari seluruh pengurus NU dari berbagai tingkatan, banom NU DIY, lembaga NU DIY, Gubernur DIY serta pimpinan dan sekjend PP ISNU.

Ikatan Sarjana NU Yogya Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikatan Sarjana NU Yogya Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikatan Sarjana NU Yogya Dilantik

Dia juga menuturkan bahwa PW ISNU yang akan dilantik berjumlah lebih dari 70 orang beserta berbagai biro di dalamnya. Pihaknya juga berharap agar ISNU menjadi wadah yang tepat untuk berbakti bagi Indonesia.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dalam kesempatan kali ini surat keputusan dan struktur personalia PW ISNU DIY dibacakan oleh Kholiq Syairozi selaku Sekjend PP ISNU. Kemudian para pengurus dilantik lansung oleh ketua PP ISNU, Ali Masykur Musa.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pelantikan dimulai dengan berbagai hiburan hadroh. Kemudian dilanjutkan dengan pembukaan, pembacaan ayat Al-Qur’an dan shalawat Nabi, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars serta himne ISNU.

Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan ketua panitia, prosesi pelatikan, pemberian ucapan selamat oleh tamu undangan kepada pengurus yang baru dilantik, dilanjutkan dengan sambutan dari berbagai kalangan, dan ditutup dengan doa.? ? ?

Redaktur? ? ? ? : Abdullah Alawi

Kontributor : Nur Hasanatul Hafshaniyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Tokoh, Pertandingan, Lomba Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Rabu, 29 November 2017

Lomba Agustusan Diminta Jaga Akhlak

Subang, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Setiap bulan Agustus masyarakat Indonesia biasanya merayakan peringatan kemerdekaan RI dengan berbagai kegiatan. Di antara kegiatan tersebut adalah aneka perlombaan yang diperuntukan bagi anak-anak hingga masyarakat dewasa.

Mengenai kegiatan perlombaan ini, Ketua PCNU Subang meminta kepada masyarakat yang akan mengadakan kegiatan lomba pada peringatan hari kemerdekaan agar diisi dengan perlombaan yang memiliki nilai-nilai positif dan edukatif serta tetap menjaga akhlakul karimah.

Lomba Agustusan Diminta Jaga Akhlak (Sumber Gambar : Nu Online)
Lomba Agustusan Diminta Jaga Akhlak (Sumber Gambar : Nu Online)

Lomba Agustusan Diminta Jaga Akhlak

"Di grup WA sudah beredar video lomba yang tidak senonoh antara laki-laki dan perempuan, video tersebut dikhawatirkan dijadikan sebagai inspirasi dalam membuat perlombaan pada Agustusan besok," ungkap KH Musyfiq Amrullah, Ketua PCNU Subang, Jawa Barat dalam rapat reboan di Kantor PCNU, Rabu (9/8).

Dikatakannya, sudah beredar video lomba tidak senonoh yang diikuti oleh beberapa perempuan yakni perlombaan memakan pisang di bagian tubuh lelaki, sebalikna ada video yang mempertunjukan perlombaan yang diikuti oleh para lelaki berupa lomba memecahkan balon yang ditempelkan di belakang tubuh perempuan.

"Perlombaan tersebut tidak layak dilombakan karena hanya mengundang tawa para penonton saja dan bisa merusak tatanan akhlakul karimah apalagi jika disaksikan oleh anak-anak di bawah umur, ini sudah masuk pornoaksi," papar pengasuh Pesantren Attawazun itu.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pengasuh Pesantren Attawazun itu mengingatkan agar dalam kegiatan peringatan kemerdekaan jangan sampai melupakan jasa para pahlawan bangsa yang telah berkorban harta, jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia.

"Jangan sampai lupa untuk mendoakan para pahlawan dan kita sebagai generasi penerus bangsa sebisa mungkin terus berjuang mengharumkan nama Indonesia serta melawan paham yang ingin menghancurkan NKRI ini," pungkasnya. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Hikmah, Humor Islam, Pertandingan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kamis, 23 November 2017

Ekonomi Kreatif dan Agroindustri Bisa Jadi Solusi Atasi Persoalan Ekonomi

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal - Ketimpangan antara penduduk yang kaya dan miskin meningkat sejak diberlakukannya otonomi daerah. Ini berarti penerapan otonomi daerah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat belum tercapai.

Hal itu disampaikan Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian Universitas Lampung, Prof Dr Bustanul Arifin dalm Diskusi Ekonomi “Menyongsong Satu Abad Kebangkitan Ekonomi Umat dan Nahdlatul Tujar”, di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Selasa (14/6) sore.

Ekonomi Kreatif dan Agroindustri Bisa Jadi Solusi Atasi Persoalan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ekonomi Kreatif dan Agroindustri Bisa Jadi Solusi Atasi Persoalan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ekonomi Kreatif dan Agroindustri Bisa Jadi Solusi Atasi Persoalan Ekonomi

Diskusi yang diselenggarakan Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) ini sebagai persiapan Rapat Pleno PBNU yang akan dihelat akhir Juni.

(Baca: Pentingnya Indonesia Kembali ke Sistem Ekonomi Pancasila)

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Lebih lanjut Bustanul mengatakan, ketimpangan tersebut ditandai dengan tingginya angka gini ratio (ukuran ketidakmerataan atau ketimpangan secara keseluruhan) yang mencapai 0,41 antara tahun 2011-2015.

“Kalau sampai gini ratio mencapai 0,5 sangat mungkin menimbulkan kerusuhan rasial, seperti yang terjadi di beberapa negara. Jadi masalah ketimpangan ini menjadi serius,” kata Bustanul.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Angka kemiskinan yang pada tahun 2015 juga meningkat menjadi 28,51 juta jiwa dari tahun sebelumnya yang hanya 27,73 juta jiwa. Kemiskinan di perdesaan yang pada tahun 2014 sebanyak 17,73 juta jiwa menjadi 17,89 juta jiwa di tahun 2015.

Perlu Pembenahan

Menurut Bustanul, permasalahan ekonomi Indonesia memerlukan pembenahan dari aspek hati masyarakat Indonesia. Bustanul memaparkan pentingnya keunggulan keberlanjutan, sebab langkah pemerintah untuk menstabilkan harga pangan seperti yang selama ini dijalankan tidaklah cukup.

Saat ini ekspolitasi sumber daya alam seperti batu bara juga tidak menjamin penyelesaian persoalan ekonomi. Misalnya di Kalimantan Timur yang mulai sadar untuk masuk ke sektor yang mengandalkan jasa. Selain itu juga penerapan agroindustri di bidang perikanan dan holikultura, akan membuat ekonomi Indonesia mampu bertahan.

Ekonomi kreatif juga menjadi pilihan yang baik. Ekonomi kreatif bisa dalam bentuknya yang benar-benar menggunakan pemikiran, tidak harus berbasis aplikasi. Misalnya berupa pengenalan kebudayaan Indonesia. Bustanul mencontohkan Korea berhasil menjual budaya pop-nya sehingga dikenal dunia.

Contoh lainnya adalah Isreal. Israel yang tidak mempunyai tanah (wilayah) dan tidak punya kekuatan, tetapi bisa menjadi negara super power yang mampu mengendalikan dunia.

Presiden Joko Widodo mencetuskan ekonomi kreatif ini juga, tetapi agaknya kurang aktif sehingga hasilnya belum maksimal. Bustanul mengkritisi selama ini NU tidak sekali pun menyentuh hal tersebut.

Ekonomi kreatif yang dapat diterapkan juga adalah turisme yang mengombinasikan beberapa hal misalnya kekhasan home stay berhubungan dengan masyarakat asli. Dan semuanya dijadikan paket wisata sehingga bisa menjual hotel dan kuliner.

Bustanul merekomendasikan selain isu ketimpangan, yang juga perlu dibahas dalam periode nanti adalah pengusaaan lahan pertanian yang semakin menurun, dan kreativitas. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Humor Islam, Ulama, Pertandingan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Rabu, 22 November 2017

Kiai Said Pastikan Muktamar Diselenggarakan di Jombang

Surabaya, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Kepastikan akan dilaksanakannya Muktamar NU tahun 2015 di Jombang Jawa Timur disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj pada acara Seminar Internasional dengan tema "Ahussunnah wal Jamaah Identitas Islam Nusantara" yang diselenggarakan PW Aswaja NU Center Jawa Timur di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya (23/12).

Kiai Said Pastikan Muktamar Diselenggarakan di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said Pastikan Muktamar Diselenggarakan di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said Pastikan Muktamar Diselenggarakan di Jombang

Kiai Said juga menegaskan waktu pelaksanaan forum permusyawarahan tertinggi di Nahdlatul Ulama ini adalah tanggal 1 hingga 5 Agustus. "Pelaksanaan Muktamar NU akan diselenggarakan di Jombang dan dilaksanakan tanggal 1 hingga 5 Agustus 2015," katanya.

Penegasan ini kian mengukuhkan keputusan rapat pleno PBNU beberapa waktu lalu yang menghasilkan keputusan tersebut. Dalam kesempatan tersebut, Kiai Said juga menandaskan bahwa banyak agenda yang dibahas baik di sidang pleno maupun komisi. "Termasuk sejumlah persoalan agama yang akan dibahas dalam forum Bahtsul Masail," katanya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Soal model pemilihan calon pimpinan tertinggi di NU, menurutnya untuk jabatan Rais Aam akan dipilih dengan model ahlul halli wal aqdi. "Sedangkan untuk jabatan Ketua Umum PBNU masih tetap dipilih secara langsung oleh peserta Muktamar. Sementara, nama-nama kandidat Ketua Umum ditentukan oleh anggota ahlul halli wal aqdi," katanya.

Di hadapan peserta seminar yang merupakan utusan dari Pengurus Wilayah Nahdhatul Ulama (PWNU) se-Indonesia serta kontingen dari Malaysia, Kiai Said menjelaskan tentang Islam Ahlussunnnah wal Jamaah atau Aswaja menghadapi tantangan yang tidak ringan. Dan dalam catatan sejarah, Aswaja sering menyelamatkan umat Islam dari konflik yang berkembang saat itu.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Ketika banyak kalangan mengkafirkan kelompok lain, para ulama Aswaja tampil menyelamatkan umat Islam dari sejumlah perpecahan tersebut," kata peraih Guru Besar dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya ini.

Menurutnya, karena NU, sejumlah konflik yang terjadi di masyarakat bisa diredam sehingga tidak bisa merembet ke kawasan lain. Hal ini sangat berbeda dengan kondisi umat Islam di Timur Tengah yang konfliknya terus berkepanjangan dan tidak jelas kapan akan berakhir.

Kiai Said sangat mengapresiasi kerjasama antara Aswaja NU Center dengan sejumlah akademisi dan kampus di Malaysia untuk mensinergikan kerjasama dalam menjaga suasana kondusif dengan Islam yang rahmatan lilalamin ini.

Tampak hadir pada kegiatan pembukaan seminar, Rais Syuriah PWNU Jawa Timur KH Miftachul Akhyar, Ketua PWNU Jawa Timur KH Hasan Mutawakkil Alallah, Ketua MUI Jawa Timur, KH Abdusshomat Bukhori serta rombonngan dari UTHM Malaysia. Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan kerjasama antara PW Aswaja NU Center dengan kontingen dari Malaysia. [Syaifullah/Mahbib]

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Khutbah, Kajian, Pertandingan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 20 November 2017

STAINU Jakarta Uji Calon Mahasiswa Baru Pascasarjana

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Sedikitnya 25 calon mahasiswa baru dari pelbagai daerah di Indonesia, mengikuti ujian masuk sekolah Pascasarjana STAINU Jakarta, Sabtu (30/8) siang. Mereka menyelesaikan ujian tulis perihal sejarah, Bahasa Indonesia dan bahasa asing pada ujian masuk gelombang pertama.

STAINU Jakarta Uji Calon Mahasiswa Baru Pascasarjana (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU Jakarta Uji Calon Mahasiswa Baru Pascasarjana (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU Jakarta Uji Calon Mahasiswa Baru Pascasarjana

Salah seorang calon mahasiswa M Yunus menyatakan motivasinya dalam mengikuti kuliah Islam Nusantara di STAINU Jakarta. Dengan kuliah lagi, ia terdorong untuk membaca kembali buku-buku yang sudah ia beli.

“Di samping itu, skripsiku dulu soal budaya Jawa dalam praktik politik Gus Dur. Isu ini bersinggungan sekali dengan jurusan Islam Nusantara,” kata Yunus, santri Ciganjur.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pascasarjana Program Magister (PPM) STAINU Jakarta konsentrasi Islam Nusantara akan mengadakan ujian masuk gelombang kedua pada Kamis (18/9) mendatang.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sementara Novemra, calon mahasiswa asal Medan menyatakan ketertarikannya pada konsentrasi Islam Nusantara dengan alasan ingin meneliti sistem pendidikan Islam di daerah Padang di mana ia tinggal. (M Idris Mesut/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pertandingan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock