Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Februari 2018

Gus Ipul Optimis Jombang Tuan Rumah Muktamar Ke-33 NU

Jombang, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf optimis Mukatamar NU ke-33 pada tahun 2015 akan digelar di Jombang, Jawa Timur. Menurutnya, usulan Jombang menjadi tuan rumah sudah disepakati PWNU Jatim dan disampaikan kepada PBNU.

Gus Ipul Optimis Jombang Tuan Rumah Muktamar Ke-33 NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Ipul Optimis Jombang Tuan Rumah Muktamar Ke-33 NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Ipul Optimis Jombang Tuan Rumah Muktamar Ke-33 NU

Pria yang akrab disapa Gus Ipul ini mengungkapkan hal itu pada acara tasyakuran penganugerahan gelar pahlawan nasional untuk KH Wahab Chasbullah di Jalan Gus Dur, depan GOR Merdeka, Jombang, Sabtu malam (15/11).

“Sudah saatnya NU kembali ke pendirinya, di Jombang ada tiga tokoh pendiri NU, Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari, KH Wahab Chasbullah, dan KH Bisri Syansuri yang harus dikenal lebih dekat dan diteladani oleh nahdliyin,” lanjut mantan ketua umum GP Ansor dua periode ini.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ia juga mengatakan, empat pesantren besar yang ada di Jombang sudah menyatakan kesiapannya. “Gus Sholah Tebuireng sudah siap, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar, dan Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso juga demikian. Serta pondok-pondok lainnya juga harus siap,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah pagelaran akbar NU ini. Kita siap dan mendukung penuh Jombang jadi tuan rumah Muktamar NU. Bahkan, kita sudah menyiapkan anggaran khusus untuk kegiatan ini, tuturnya tanpa menyebutkan nominal anggarannya. (Romza/Mahbib)

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Warta, Tokoh, Pesantren Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Dosen Malaysia Isi Stadium General di STAIN Pamekasan

Pamekasan, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal



Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Pamekasan menggelar Studium General Jurusan Tarbiyah di auditorium kampus tersebut, Selasa (14/2). Acara tersebut mendatangkan dosen Universiti Utara Malaysia (UUM) Abdul Hamid Busthami Nur.

Dosen Malaysia Isi Stadium General di STAIN Pamekasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dosen Malaysia Isi Stadium General di STAIN Pamekasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dosen Malaysia Isi Stadium General di STAIN Pamekasan

Kepala Jurusan Tarbiyah Edy Susanto menegaskan, acara tersebut diharapkan bisa menjadi langkah awal sinergisitas UUM dengan STAIN Pamekasan. Ini sebagai upaya menuju peralihan status STAIN menuju IAIN.

"Kita bisa mengetahui dunia luar lewat media informasi yang mudah diakses lewat internet. Mahasiswa harus lebih progresif dalam menyelami pendidikan," tegas Edi.

Proses pembelajaran pada dunia yang serba informatif ini, tambahnya, mesti dimanfaatkan oleh mahasiswa. Melalui acara studium general, nanti diharapkan bisa terwujud kesepahaman bagaimana belajar yang baik di era yang serba canggih ini.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Acara ini juga sebagai ikhtiar meningkatkan mutu pengelolaan, akademik, maupun hal-hal lainnya di kampus tercinta ini," tukas Edi.

Dalam sambutannya, Ketua STAIN Muhammad Kosim menegaskan, acara ini dalam rangka memperkaya khazanah keilmuan dan memperkuat jalinan silaturrahim dengan dosen luar negeri.

"Suatu ketika ada Dosen STAIN datang ke UUM menjadi narasumber, begitu sebaliknya. Harapannya ke depan, juga ada mahasiswa kita ke Malaysia menjadi narasumber," terang Kosim.

Karena itu, Kosim mengimbau kepada mahasiswa untuk mempersiapkan diri agar terpilih sebagai narasumber di Malaysia. Ini berkaitan dengan rencana pertukaran mahasiswa yang dicanangkan STAIN Pamekasan.

"Semoga pertemuan ini bisa memberikan dampak positif bagi kita semua," lanjutnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Studium general kali ini mengangkat tema pendidikan di abad ke-21. Tepatnya, berkenaan dengan strategi belajar dan mengajar di abad modern. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pertandingan, Warta Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

PMII Bojonegoro Pertajam Intelektual dan Gerakan Jalanan

Bojonegoro, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Sebagai organisasi ekstra kampus (Omek), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) terus berupaya menjadi wadah pembelajaran di luar kampus. Sehingga sebelum mengadakan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) dimasa khidmah 2015-2016, PMII Bojonegoro mengadakan diskusi di sekretariatnya, jalan Pondok Pinang 02 Bojonegoro, Ahad (24/1)

Dalam diskusi tersebut, selain diikuti puluhan kader dari mahasiswa kampus di Kota Ledre, juga menghadirkan narasumber, diantaranya ketua Majlis Pembina Cabang (Mabincab) PC PMII Bojonegoro, Ahmad Sunjani Zaid dan juga ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Bojonegoro (Aspertib), Hasan Bisri.

PMII Bojonegoro Pertajam Intelektual dan Gerakan Jalanan (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Bojonegoro Pertajam Intelektual dan Gerakan Jalanan (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Bojonegoro Pertajam Intelektual dan Gerakan Jalanan

Ketua PC PMII Bojonegoro, Ahmad Syahid mengaku, pengurus cabang periode 2015-2016 benar-benar serius dalam mengemban amanah satu tahun kedepan. Sehingga sebelum melaksanakan Rakercab nanti, sudah ada bekal matang yang akan dibahas.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Diskusi ini untuk mempertajam arah gerakan PMII satu tahun ke depan, baik dalam konteks kaderisasi, analisa wacana dan distribusi kader," jelasnya.

Sehingga Pra Rakercab ini sangat penting untuk menjaring gagasan dari berbagai aspek, baik dari kader, alumni dan juga perguruan tinggi. "Setahun kedepan, berorientasi pada penajaman intelektual dan gerakan jalanan PMII di Bojonegoro," ungkapnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selain itu PMII, harapanya, bisa bersinergis dengan pihak kampus dalam menanamkan jiwa nasionalisme dan religiusme mahasiswa. "Namun tanpa meninggalkan semangat untuk selalu mengontrol kebijakan pemerintah," harapnya.

Sementara itu, ketua Mabincab, Ahmad Sunjadi Zaid meminta, kepada pengurus cabang PMII Bojonegoro agar sinergitas program internal PMII kedepan, harus produktif dan berkualitas. "PMII harus mampu menjawab problematika yang ada. Harus mampu mencetak ilmuan atau cendekiawan yang hebat, petarung jalanan, analisator wacana dan anggaran, jurnalis serta optimalisasi gerakan kembali ke kampus," terangnya yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Bojonegoro.

Sedangkan ketua Aspertib, Hasan Bisri berpesan kepada PMII perlunya sinergitas organ PMII dengan pihak kampus. "Sebenarnya PMII adalah aset kampus dan negera Indonesia. Jadi harus berjalan selaras dan harmonis, yakni mampu menjadi promotor kampus dalam berbagai kegiatan mahasiswa," tandasnya.

Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari kader PMII. Ketua Komisariat IKIP PGRI Bojonegoro, Nuzulul Furqon mengapresiasi betul langkah pengurus baru dengan mengadakan diskusi, untuk mempersiapkan bekal sebelum melaksanakan Rakercab nanti. Sehingga nanti mampu menjadi pijakan pengurus setahun kedepan.

"Semoga ini menjadi langkah taktis dan strategi untuk memperbaiki organisasi," pungkasnya.[M. Yazid/Abdullah Alawi]

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Doa, Humor Islam, Warta Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Kader Ansor Bersatu Aktif untuk NU dan Indonesia

Way Kanan, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Pakuan Ratu Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung memperingati hari lahir (harlah) ke 82 tahun pemuda Nahldatul Ulama (NU) atau Ansor dengan menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) V di Pesantren Al-Falakhussadah asuhan Kiai Zainal Maarif.

Ketua PAC Ansor Pakuan Ratu, Bakti Gozali di Blambangan Umpu, Ahad (16/4) menjelaskan, tema kegiatan berlangsung 22-24 April 2016 tersebut ialah "Semangat Persatuan Menuju Kader Ansor yang Kuat, Aktif, Interaktif, dan Senantiasa Komitmen Menjaga Keutuhan NU, Amaliyah NU dan Setia pada NKRI".?

Kader Ansor Bersatu Aktif untuk NU dan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Ansor Bersatu Aktif untuk NU dan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Ansor Bersatu Aktif untuk NU dan Indonesia

"Insyaallah ada 86 calon kader Ansor dari Kecamatan Pakuan Ratu, Negeri Agung, Negara Batin dan Gunung Labuhan mengikuti PKD," ujar Bakti didampingi Kasatkoryon Eko Sugiyanto.

Ia melanjutkan, intruksi Pimpinan Cabang Ansor Way Kanan dipimpin Gatot Arifianto meminta kegiatan dilakukan untuk memperingati harlah ke-82 organisasi pemuda NU yang berdiri 24 April 1943 supaya tidak melulu seremonial.

Berbuat, merawat, mengembangkan organisasi lebih bermakna, maslahat dan jelas. Itulah hakikat berorganisasi dan pembuktian mencintai Ansor. Organisasi harus berjalan, menatap ke depan. Organisasi tidak memerlukan perkataan semata, namun juga perbuatan.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Gerakan Pemuda Ansor merespon semangat pemuda berasal dari beberapa kecamatan di Kabupaten Way Kanan yang ingin bergabung dengan Ansor. Semangat tersebut kami sambut baik dengan menggelar PKD," kata Bakti lagi.

Penyelenggaran PKD V tersebut merupakan gagasan PAC Ansor Pakuan Ratu yang selaras dengan PC Ansor Way Kanan. Merupakan gerbang awal pemuda daerah itu untuk menjadi kader Ansor.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Selain itu guna membekali calon-calon generasi muda NU lebih kuat secara aqidah keislaman dan paham terhadap ke-Nahdlatul Ulamaan serta membekali kader dengan kreativitas dan kewirausahaan," demikian Bakti Gozali. Disisi Saidi Fatah. Red Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal IMNU, Warta, PonPes Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

Tepuk Pundak untuk Jamaah

Salah satu hal yang lazim dilakukan dalam shalat sehubungan dengan proses jamaah adalah menjadikan seseorang sebagai imam dengan cara menepuk pundaknya di tengah-tengah shalat. Secara fiqih hal ini dibolehkan (mubah), bahkan disunnahkan jika tepukan itu memberi tanda bahwa yang bersangkutan telah didaulat menjdi imam. Sebagaimana diterangkan dalam Fathul Mu’in

 

(? ?) ? ? (? ? ? ? ?) ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ?.

 

Tepuk Pundak untuk Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tepuk Pundak untuk Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tepuk Pundak untuk Jamaah

“Niat menjadi imam atau berjama’ah bagi imam adalah sunah, di luar shalat jum’ah, karena untuk mendapatkan keutamaan berjama’ah. Seandainya ia niat berjama’ah di tengah mengerjakan shalat maka ia mendapatkan keutamaan itu. Adapun dalam shalat jum’ah wajib baginya niat berjama’ah saat takbiratul ihram”.      

Dalil di atas menunjukkan kesunnahan niat sebagai imam walaupun niatnya baru ada di tengah shalat. Karena bagaimanapun juga shalat Jama’ah jauh lebih utama dari pada shalat sendirian.

Akan tetapi jika sekiranya tepukan di pundak itu terlalu keras hingga mengagetkan imam dan membatalkan shalatnya, maka hukumnya menjadi haram. Sebagaimana diterangkan dalam kitab Mauhibah Dzil Fadl

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

 

(?) ? ? ? (?) ? ? ? (? ? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. (? ? ? ? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

 

“Haram bagi siapa pun bersuara keras jika mengganggu jama’ah yang lain, baik di dalam shalat maupun di luar shalat karena membahayakan, seperti (memperingatkan) orang yang sesat, orang yang membaca atau orang yang tidur. Tidak boleh mengganggu walaupun terhadap orang yang fasik karena kefasikan itu tidak ada yang tahu kecuali dirinya. Pendapat yang mengharamkan tersebut itu jelas, namun bertentangan dengan pendapat dalam kitab al-Majmu’ dan sesamanya. Tidak diharamkannya jika kesemuanya tidak terlalu mengganggu.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

(Pengertian tidak haram jika gangguannya ringan), yakni yang dimaksud oleh mushannif (pengarang) adalah haram jika sangat mengganggu. Dalam ungkapan kitab al-I’ab bahwa keterangan dalam kitab al-Majmu’ (yang tidak mengharamkan) adalah jika tidak terlalu mengganggu kepada orang lain sehingga dapat ditoleransi, berbeda jika suara keras tersebut sampai membatalkan bacaan (shalat) secara keseluruhan, maka hukumnya haram”. (ulil)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Santri, Warta Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kamis, 28 Desember 2017

MWC NU Balen Bojonegoro Bantu Korban Banjir

Bojonegoro, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Patut diapresiasi, sebagai wujud rasa kemanusiaan, untuk meringankan bencana banjir di Kecamatan Balen. Majelis Wakil Cabang Nahlatul Ulama (MWC NU) Balen membantu para korban banjir di wilayahnya.

MWC NU Balen Bojonegoro Bantu Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
MWC NU Balen Bojonegoro Bantu Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

MWC NU Balen Bojonegoro Bantu Korban Banjir

Ketua MWC NU Balen Mulazim menyampaikan keprihatinannya yang mendalam atas musibah tersebut. Ia juga meminta tetap sabar meskipun seluruh tanaman padi dan palawija warga musnah, serta terancam puso akibat bencana banjir Bengawan Solo.

"Meski demikian tetap saja semangat dalam beribadah, mengembangkn organisasi NU dan bekerja keras. Pasalnya semua musibah datangnya dari Allah, manusia hanya berusaha segala ketentuan dari-Nya. Semoga bantuan ? ini bisa sedikit meringankan beban korban banjir, terutama warga Nahdliyin," terangnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Bantuan yang diberikan diantaranya 15 dus mie instan untuk tiga desa diantaranya Desa Pilanggede, Kedungdowoo dan Sarirejo. Barang tersebut diserahkan langsung di depan rumah ketua Ranting NU Pilanggede, Bashiron oleh ketua MWC NU Balen, Mulazim. Setelah diterima, bantuan itu langsung disalurkan kepada warga korban banjir saat itu juga.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Saat di Desa Sarirejo diberikan ketua Ranting NU Sultonil Adzim. Di Desa Kedungdowo diberikan koordinator Muzamil yang juga pengurus Ansor dan pengurus Fatayat Darwati.

Sementara itu, ketua LPBI NU Balen, M. Yasin mengungkap, ia menyamput dengan senang hati kepedulian MWC NU Balen.?

"Sebenarnya ingin semua warga menerima bantuan ini, namun karena jumlahnya tidak mencukupi maka minta maaf. mudah-mudahan masih akan ada lagi bantuan-bantuan yang sekiranya bisa mencukupi untuk semua korban," harapnya.

Selain itu bantuan 50 paket dari SER NU Jawa Timur melalui LPBI NU Cabang Bojonegoro diserahkan kepada korban banjir di Desa Pilanggede Kecamatan Balen. Serta dari Fatayat NU dan Muslimat NU Balen menyerahkan 1000 nasi bungkus kepada warga Pilanggede dan Sarirejo. Penyerahan bantuan langsung dilakukan ketua Fatayat NU Balen Halimatus Sadiyah.

Ketua LPBI NU Cabang Bojonegoro, Rakhmad Maulana mengapresiasi MWC Balen yang telah melakukan aksi solidaritas untuk membantu korban banjir. Pasalnya belum tentu di kecamatan lain yang terdampak banjir maupun tidak, mau membantu korban banjir terutama kepada warga Nahdiyin yang menjadi korban.

"MWC NU Balen agar dicontoh MWC lainnya, semoga kerukunan dan keakraban sesama pengurus ditingkatan atas sampai ke bawah dapat bersinergi," pungkasnya.(yazid/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Kiai, Nusantara, Warta Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 18 Desember 2017

Puasa Setelah Nisfu Sya’ban

Puasa merupakan ibadah yang cukup efektif untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Untuk itu, puasa sangat dianjurkan sebanyak mungkin sesuai kemampuan masing-masing orang. Namun, demikian perlu memerhatikan hari-hari tertentu yang dilarang agama untuk menjalankan ibadah puasa seperti hari tasyriq, hari Idul Fithri, maupun Idul Adha.

Lalu bagaimana puasa di bulan Sya’ban. Sya’ban merupakan salah satu bulan terhormat di sisi Allah SWT. Akan baik sekali mendekatkan diri melalui puasa di bulan ini. Bagaimana dengan puasa setelah pertengahan Sya’ban berlalu? Di sini ulama berbeda pandangan.

Puasa Setelah Nisfu Sya’ban (Sumber Gambar : Nu Online)
Puasa Setelah Nisfu Sya’ban (Sumber Gambar : Nu Online)

Puasa Setelah Nisfu Sya’ban

Ibnu Rusyd dalam Bidayatul Mujtahid fi Nihayatil Muqtashid, menyebutkan sebagai berikut:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Adapun mengenai puasa di paruh kedua bulan Sya’ban, para ulama berbeda pendapat. Sekelompok menyatakan, makruh. Sementara sebagian lainnya, boleh. Mereka yang menyatakan ‘makruh’ mendasarkan pernyataannya pada hadits Rasulullah SAW, “Tidak ada puasa setelah pertengahan Sya’ban hingga masuk Ramadhan.”

Sementara ulama yang membolehkan berdasar pada hadits yang diriwayatkan Ummu Salamah RA dan Ibnu Umar RA. Menurut Salamah, “Aku belum pernah melihat Rasulullah SAW berpuasa dua bulan berturut-turut kecuali puasa Sya’ban dan Ramadhan.” Ibnu Umar RA menyatakan, Rasulullah SAW menyambung puasa Sya’ban dengan puasa Ramadhan. Hadits ini ditakhrij oleh A-Thohawi.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Melihat dua pandangan ini, baiknya kita saling menghormati pendapat dan amalan puasa satu sama lain. Dengan saling menghormati, upaya mendekatkan diri kepada Allah bisa diwujudkan. Wallahu A’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Warta, Internasional, Meme Islam Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Rabu, 13 Desember 2017

IPNU-IPPNU UINSA Matangkan Aswaja dengan Safari Ilmiah

Surabaya, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) UIN Sunan Ampel Surabaya mengadakan Safari Ilmiah. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari Dauroh Aswaja yang merupakan fase pengkaderan I setelah Lakmud (Latihan Kader Muda).

IPNU-IPPNU UINSA Matangkan Aswaja dengan Safari Ilmiah (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU UINSA Matangkan Aswaja dengan Safari Ilmiah (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU UINSA Matangkan Aswaja dengan Safari Ilmiah

Acara yang diselenggarakan di Museum Nahdlatul Ulama Surabaya, Sabtu (9/5), ini dikemas dalam suasana santai namun tetap serius. Sekitar 70 peserta antusias mengikuti acara hingga selesai.

Safari Ilmiah bertema “Memantapkan dan Menyamakan Pemahaman Tentang Aswaja” tersebut mempunyai misi agar penerus estafet kepemimipinan di tubuh PK PT IPNU-IPPNU UINSA bisa benar-benar matang dalam memahami Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ketua Steering Committee (SC) Safari Ilmiah Deni Saputra mengatakan, tidak jarang kita temui kelompok-kelompok yang mengklaim dirinya sebagai Ahlus Sunnah wal Jama’ah, namun sejatinya tidak ada Ahlus Sunnah wal Jama’ah dalam diri kelompok-kelompok tersebut.

“Klaim-klaim yang demikian berpotensi membahayakan. Maka pemahaman tentang Aswaja harus kita tuntaskan,” paparnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut adalah M. Najih Romdloni, S.Th.I dari PC IPNU Kota Surabaya dan Robbah MA, perwakilan dari Pengurus Harian PK PT IPNU UINSA.   

Ketua PK PT IPNU UINSA M Taufikurrozikin mengatakan bahwa Safari Ilmiah merupakan media pengkaderan dan juga pengakraban antarkader. Apalagi dilaksanakan di Museum yang merupakan tempat berkumpulnya saksi bisu dinamika Nahdlatul Ulama.

“Untuk mengenal NU, selain akrab dengan yang bisa bernafas, kita pun juga harus akrab dengan hal yang tak bernafas. Ya dengan barang-barang ini,” ucapnya sembari menunjuk koleksi Museum. (Puguh Apriyanto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Warta Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 11 Desember 2017

Untuk Apa Bertarekat? Ini Lima Cara Mengubah Sifat Buruk Manusia

Ciputat, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. KH Akhmad Sodiq menjelaskan bahwa tujuan diajarkannya tarekat adalah untuk melembutkan dan melenturkan perasaan seseorang.

“Tarekat digunakan untuk melembutkan perasaan. Semua sifat buruk akan dilenturkan dengan tarekat,” kata Kiai Sodiq saat menjadi pembicara pada acara Safari Ramadlan Menepis Radikalisme dengan Spiritualisme di Masjid Fathullah, Kampus UIN Ciputat, Rabu (8/6). ?

Untuk Apa Bertarekat? Ini Lima Cara Mengubah Sifat Buruk Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)
Untuk Apa Bertarekat? Ini Lima Cara Mengubah Sifat Buruk Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)

Untuk Apa Bertarekat? Ini Lima Cara Mengubah Sifat Buruk Manusia

Kiai Sodiq menerangkan, ada lima cara yang bisa mengubah sifat buruk menjadi baik. “Sifat buruk bisa diubah dengan cepat adalah dengan dzikir, ibadah, wuquful qolbi, tawajjuh, dan mujahadah riyadhoh (pembiasaan),” jelas dosen UIN Jakarta tersebut.

Menurutnya, di sekolah hanya menggunakan mujahadah riyadhoh atau pembiasaan sebagai metode untuk mengubah sifat jelek seseorang agar menjadi baik, tetapi kalau di tarekat semuanya diajarkan dan digunakan. Kelima cara tersebut terangkum ke dalam satu wadah, yaitu ibadah.

Ia mengumpamakan sifat jelek itu seperti es batu, sedangkan ibadah itu ibarat matahari.?

“Semakin kuat sinarnya, maka semakin cepat dan mudah es batu tersebut hancur,” tegasnya.?

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Lebih lanjut, Kiai Sodiq menjelaskan bahwa tidak sedikit mursyid atau ahli tarekat yang menolak anak muda untuk bergabung ke dalam kelompok tarekat yang mereka pimpin, hal tersebut dikarenakan mereka sangat menjaga tarekat.

“Kalau ada mursyid yang tidak mau mengijazahkan tarekat, jangan su’udzan. Mungkin dia sangat berhati-hati,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Mahasiswa Ahlu At-Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An- Nahdliyah (Matan) Cabang Ciputat Ahmad Atmo Prawiro menjelaskan, keberadaan Matan bisa menjadi organisasi alternatif di tengah-tengah mahasiswa yang berpikiran pragmatis.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pengurus Matan Cabang Ciputat dilantik pada 11 April 2016 di Masjid Fathullah. Mereka secara rutin mengelar pengajian dan diskusi tarekat melalui Café Sufi. (Muchlishon Rochmat/Zunus) ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Warta, Berita, Pahlawan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

Habib Syech: Tahun Baru, Momen Peningkatan

Solo, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Pergantian tahun baru Hijriyah, diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan iman dan taqwa. Segenap kebaikan di tahun lalu, mesti diniatkan untuk menjadi lebih baik di tahun berikutnya.

Habib Syech: Tahun Baru, Momen Peningkatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech: Tahun Baru, Momen Peningkatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syech: Tahun Baru, Momen Peningkatan

“Momen tahun baru, ayo ada peningkatan. Dari yang jelek menjadi baik. Semisal kita ubah kebiasaan membuang sampah sembarangan, ini juga berat,” kata Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf pada pengajian Akbar Dzikir dan Sholawat untuk memperingati Tahun Baru Hijriyah 1437 H di depan Balaikota Solo, Sabtu (31/10) malam.

Habib Syech juga menerangkan anjuran untuk selalu berbuat baik dan tidak mengambil hak orang lain. Karena itu, diharapkan selalu menyelesaikam kewajiban kepada sesama manusia, terutama dalam hal utang.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Bahkan meski kepada orang non muslim pun kewajiban itu harus tetap harus dikembalikan,” tutur pengasuh Majelis Ahbabul Musthofa itu.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara pengajian ini. “Solo kota sholawat. Semoga dapat menjadikan umat Islam bersatu, rukun,” ujarnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sementara itu, Budi mewakili pihak Pemerintah Kota Solo ikut mendukung penuh kegiatan Solo Bersholawat. Bahkan agenda serupa sudah dijadwalkan kembali pada tahun depan, tepatnya pada 22 Oktober 2016.

“Kita butuh forum-forum pengajian seperti ini untuk meningkatkan religi masyarakat. Pemkot Solo sudah menetapkan tahun depan akan ada kegiatan serupa pada 22 Oktober yang bertepatan dengan Hari Santri,” ujar Budi.

Pantauan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal, acara pengajian tahunan ini dihadiri oleh puluhan ribu jamaah, yang datang dari berbagai daerah. Jamaah memenuhi jalanan koridor Sudirman, mulai depan Balaikota hingga ke perempatan BI. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Daerah, Hikmah, Warta Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

IPNU-IPPNU Mojokerto Ajak Para Kader Tanam Pohon

Mojokerto, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal



Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) mengajak seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Mojokerto untuk melakukan penanaman 1000 pohon di titik PAC yang tersebar di Mojokerto, Jumat (23/6). Hal ini merupakan upaya untuk melestarikan alam.?

IPNU-IPPNU Mojokerto Ajak Para Kader Tanam Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Mojokerto Ajak Para Kader Tanam Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Mojokerto Ajak Para Kader Tanam Pohon

Bibit pohon tersebut merupakan hibah dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) berupa 1500 bibit pohon sengon, sirsak, dan jambu merah. Selain disebar di seluruh PAC, PC IPNU-IPPNU Mojokerto juga menggandeng Kampung Main Majapahit (Kamajo).?

Kamajo merupakan pusat penelitian implementasi permainan Majapahit dan pengembangan budidaya tanaman langka. Terdapat lahan seluas 2,1 hektar dengan berbagai macam tanaman dan buah-buahan. PC.IPNU-IPPNU Mojokerto turut menyumbang bibit pohon dengan harapan nantinya Kamajo bisa menjadi destinasi wisata edukasi yang memiliki beragam jenis pohon.?

"Kegiatan penanaman ini sangat tepat dilakukan di Kamajo, karena Kamajo mencoba untuk terus berupaya dalam mengembangkan budidaya aneka jenis tanaman langka," ujar Muhsinin selaku pengelola.?

"Bulan Ramadhan merupakan momentum tepat untuk melakukan kegiatan yang memiliki dampak positif kepada masyarakat luas. Salah satunya yaitu dengan mengikuti gerakan menanam 1000 pohon. Ramadhan bukan lagi menjadi alasan untuk bermalas-malasan, karena dengan apa yang kita kerjakan dan bisa bermanfaat bagi orang banyak maka pahala akan dilipatgandakan oleh-Nya," ujar Sofiyuddin Ketua PC.IPNU Mojokerto. Oleh karena itu program ini dirasa sangat mendukung tumbuhnya lingkungan yang asri di kawasan Mojokerto. (Nuruddin/Mukafi Niam)

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Warta, Bahtsul Masail Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 13 November 2017

PMII Ya’qub Husein Jombang Rekrut Anggota Baru

Jombang, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Pimpinan PMII Ya’qub Husein membuka hari pertama kaderisasi bagi para mahasiswa STIT Urwatul Wutsqo Jombang, Jumat (12/9) pagi. Puluhan peserta kaderisasi yang terdiri atas mahasiswa baru dan mahasiswa lama ini, akan mengikuti rangkaian MAPABA selama tiga hari ke depan.

Menurut pengurus PMII Ya’qub Husein Ferriawan, pihaknya tidak membatasi peserta harus dari semester satu atau tiga. “Seluruh mahasiswa mempunyai kesempatan yang sama bila ingin menjadi anggota,” kata Feri.

PMII Ya’qub Husein Jombang Rekrut Anggota Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Ya’qub Husein Jombang Rekrut Anggota Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Ya’qub Husein Jombang Rekrut Anggota Baru

Lebih lanjut Feri mengatakan, keberadaan PMII terbuka untuk semua orang, golongan, ras, suku.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sementara Ketua PMII Jombang Mahmudi dalam sambutan pembukaan mengucapkan, “Selamat datang di dunia pergerakan. Berproseslah dengan baik. Pahamilah nilai-nilai yang diajarkan PMII, serta beramal sholehlah sebagai generasi muda yang bermanfaat bagi semua orang.”

Panitia menempatkan MAPABA di Balai Desa Kwaron, Diwek, Jombang. “Sepekan sebelum acara kami sudah koordinasi dengan kepala desa. Bahkan fasilitas penginapan untuk kami juga disediakan oleh kades,” terang Ketua panitia Syafa. (Romza/Alhafiz K)

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Warta, Kajian Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kamis, 09 November 2017

Semarak Hari Raya Idul Fithri 1436 H di Sudan

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Setelah sidang itsbat, alunan takbir menggema bersama iringan terbangan hingga jam 10 malam di halaman sekretariat PCINU Sudan. Kumandang takbir sebanyak 112 warga NU di Sudan menjadi penanda bahagia mereka menyambut Hari Raya Idul Fithri 1436 H.

Jum’at (17/7) pagi, hari kemenangan pun tiba. Mereka tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan di hari yang fitrah itu. Mereka berkumpul di aula wisma PCINU Sudan. Acara open house lalu dibuka setelah pelaksanaan shalat sunah Idul Fithri di wisma duta besar Republik Indonesia untuk Sudan dan Eritrea.

Semarak Hari Raya Idul Fithri 1436 H di Sudan (Sumber Gambar : Nu Online)
Semarak Hari Raya Idul Fithri 1436 H di Sudan (Sumber Gambar : Nu Online)

Semarak Hari Raya Idul Fithri 1436 H di Sudan

Menurut H Lian Fuad, organisasi yang paling tampak, aktif, dan ramai dari dulu sampai sekarang di Sudan tidak lain dan tidak bukan hanya PCINU Sudan.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Ini merupakan nilai plus. Saya harap hal ini masih tetap bertahan seterusnya,” kata Dubes RI untuk Sudan.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selama Ramadhan, PCINU cukup aktif mengadakan pelbagai kegiatan. Mereka membuka pengajian Risalah Ahlussunnah di sekretariat PCINU Sudan. Mereka juga menyelenggarakan tadarus Al-Qur’an setiap usai shalat Tarawih.

Mereka mengakhiri Ramadhan dengan khataman akbar Al-Quran sesaat sebelum berbuka di malam hari raya Idul Fithri 1436 H. Mereka lalu menutup Ramadhan dengan buka puasa bersama. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Tegal, Daerah, Warta Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Rabu, 08 November 2017

World Islamic Economic Forum Digelar di London

London, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Lebih dari 2,600 politisi dan pebisnis Muslim menghadiri World Islamic Economic Forum (WIFE), yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di luar negara Muslim?

World Islamic Economic Forum Digelar di London (Sumber Gambar : Nu Online)
World Islamic Economic Forum Digelar di London (Sumber Gambar : Nu Online)

World Islamic Economic Forum Digelar di London

Acara ini dibuka oleh Perdana Menteri Malaysia Najib Razaq. Beberapa pemimpin Negara lainnya seperti Presiden Afganistan Hamid Karzai, PM Pakistan Nawaz Sharif, PM Tunisia Ali Laarayedh, dan anggota tripartis kepresidenan Bosnia Herzegovina Bakir Izetbegovic diharapkan menyampaikan pandangannya dalam forum bertajuk “Dunia Baru, Hubungan Baru”

Event yang berlangsung tiga hari ini sekaligus menjadi kesempatan bagi Inggris untuk meluncurkan Sukuk, atau obligasi berbasis syariah senilai 200 juta poundsterling.?

PM Inggris David Cameron pada kesempatan peluncuran mengatakan Inggris berencana menjadi pusat keuangan Islam, di Barat, dan menambahkan bahwa Inggris berharap dapat menawarkan £200 juta sukuk pada 2014, dan sekaligus merupakan negara non Muslim yang pertama kali melakukannya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selanjutnya, Bursa Efek London juga akan meluncurkan indeks berbasis syariah dalam waktu dekat. Pengumuman ini merefleksikan keinginan pemerintah Inggris untuk terlibat dalam pertumbuhan investasi Islam yang cepat, yang tumbuh sampai 150 persen sejak 2006. Tahun depan, nilainya diharapkan mencapari £1.3 milyar.?

"London merupakan pusat keuangan Islam terbesar di luar Negara Muslim. Dan menjadi ambisi kita untuk bergerak lebih jauh,” kata Cameron, dia menambahkan.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Karena saya tidak hanya ingin London menjadi ibukota keuangan Islam di dunia Barat, tetapi saya menginginkan London berdiri sejajar dengan Dubai sebagai satu pusat keuangan Islam di dunia." (iina/mukafi niam)

Foto: IINA

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Warta, Santri Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selasa, 07 November 2017

Taiwan-Fatayat NU Gelar Pertujukan Budaya

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pimpinan Pusat (PP) Fatayat Nahdlatul Ulama bekerja sama dengan Taipei Economic and Trade Office menyelenggarakan pertunjukan bertajuk "Dinamic Youth, Friendly Taiwan".

Taiwan-Fatayat NU Gelar Pertujukan Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Taiwan-Fatayat NU Gelar Pertujukan Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Taiwan-Fatayat NU Gelar Pertujukan Budaya

Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Jalan Gedung Kesenian Nomor 1, Senin (5/9) itu menyuguhkan pertunjukan budaya dari Taiwan dan Indonesia. Tampak hadir pada acara yang banyak diisi pengenalan kebudayaan Taiwan itu, Ketua PP Fatayat NU, Anggia Ermarini dan Representative Taipei Economic and Trade Office in Indonesia, Liang-Jen Chang.

Anggia Ermarini dalam sambutannya berterima kasih kepada pihak Taipei Economic and Trade Office yang berkenan bekerja sama dalam kegiatan kali ini. "Dari acara ini kita bisa saling belajar tentang budaya masing-masing negara," ujarnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pada ajang kali ini PP Fatayat NU menampilkan para santri pesantren yang unjuk gigi menari tarian khas Aceh, Tari Saman. Selain itu, datang pula perwakilan dari santri Pesantrean An-Nahdhoh, dan mahasiswa UNU Indonesia.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Dari kegiatan ini pula kita bisa mempromosikan skill para pemuda pesantren, apalagi Indonesia merupakan pemeluk Islam tertinggi di Dunia," ucapnya.

Diakui Anggi, kerja sama dengan kedutaan besar memang baru perdana dilaksanakan. Meski demikian, selama ini Fatayat NU sudah banyak mengikuti forum-forum internasional.

"Selama ini, kami sudah pernah mengikuti kegiatan diskusi salah satunya di Amerika, tepatnya April lalu," imbuhnya.

Harapannya, kerja sama antara PP Fatayat NU dan Kedutaan Besar Taiwan berlanjut dengan agenda-agenda lain. "Intinya kegiatan ini acara awal yang targetnya ke mana-mana," tandasnya.

Acara yang usai tepat pukul 21.00 itu lebih banyak menyajikan tampilan-tampilan khas Taiwan. Di antaranya budaya petik teh tradisional ala Kampung Hakka, budaya nikah tradisional, serta kebudayaan tari Chen Tiao. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Habib, Warta, AlaSantri Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Membaca Surat Yasin dengan Maksud Tertentu

Al-Quran adalah kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. melalui Malaikat Jibril sebagai perantar. Al-Qur’an merupakan kitab suci yang akan terjaga dan terawat sampai hari kiamat.

Begitu pula bagi yang membacanya senantiasa akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda, tercatat pahala setiap hurufnya berupa satu kebaikan dan satu kebaikan itu akan dilipatgandakan dengan sepuluh pahala. Sebagaimana hadits Rasulullah saw, dari Ibnu Mas’ud ra.,

من قرأ حرفا من كتاب الله فله به حسنة والحسنة بعشر أمثالها

Membaca Surat Yasin dengan Maksud Tertentu (Sumber Gambar : Nu Online)
Membaca Surat Yasin dengan Maksud Tertentu (Sumber Gambar : Nu Online)

Membaca Surat Yasin dengan Maksud Tertentu

Barang siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran, maka baginya satu kebaikan dan satu kebaikan itu dilipatgandakan dengan sepuluh (pahala).

Oleh karena itulah al-Qur’an bagi orang muslim selalu dibacakan dalam berbagai kondisi, baik ketika senang maupun sedih. Mulai dari walimatul arusy (pernikahan), walimatul hitan, walimatus safar, akhirus sanah, seminar, pelantikan, hingga prosesi pemakaman, selalu disertakan bacaan al-Qur’an di dalamnya. Hanya saja ayat al-Qur’an yang dibaca berbeda-beda sesuai dengan kondisi dan konteksnya. Tentunya pembacaan ini memiliki tujuan dan maksud tertentu. Selain menjadi sumber pahala dan dianggap ibadah, membaca ayat al-Qur’an juga memiliki berberapa faedah. Seperti membaca surat Yasin yang memiliki fadhilah terkabulnya segala hajat dan tertolaknya marabahaya.

Apakah membaca surat Yasin dengan tujuan seperti itu tidak termasuk dalam kategori riya, yang menghilangkan nilai keikhlasan? Karena membacanya dengan harapan terpenuhinya kebutuhan, atau terhindarnya balak-marabahaya, bukan karena Allah semata.

Dalam Kitab Qurratul ‘Ain Fatawa Isma’il Zain diterangkan bahwa hal tersebut boleh dilakukan dan tidak dianggap riya, selama tidak melanggar aturan-aturan syara’ dan bukan pekerjaan ma’syiat.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

يجوز أن تقرأ سورة يس بنية قضاء حاجة من جلب نفع أو دفع ضر سواء كان المقصود دينيا أو دنيويا مالم يكن معصية ولا يكون ذلك رياء

Boleh membaca surat Yasin dengan maksud dan tujuan tertentu, entah itu duniawi maupun ukhrowi selama tidak dalam hal maksiat, dan pembacaan itu tidak termasuk sebagai perbuatan riya’

Karena definisi riya’ sebenarnya adalah melakukan sesuatu bukan karena Allah Ta’ala tetapi karena makhluk ciptaan Allah swt, sedangkan bacaan Yasin mengharapkan pahala dari Allah swt. yang berupa berbagai fadhilah tersebut.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

(Pen./Red. Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Sejarah, Warta Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 30 Oktober 2017

Tebuireng Gelar Lomba Karya Tulis tentang NU dan Gus Dur

Surabaya, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Unit Penerbitan, Lembaga Sosial dan Ikatan Keluarga Alumni dari Pesantren TebuIreng, Jombang, Jatim, akan mengggelar lomba karya tulis ilmiah dalam rangka memperingati tiga tahun wafatnya KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Ketua Panitia lomba sekaligus Pengasuh Pesantren Tebu Ireng Jombang, KH Salahudin Wahid, di Surabaya, Selasa, mengatakan, tujuan lomba dengan katagori peserta tingkat pelajar/santri SLTA dan tingkat mahasiswa ini, adalah menggali masalah-masalah keumatan, kebangsaan yang masih menjadi masalah aktual dan mendesak untuk dicari pemecahannya. 

Tebuireng Gelar Lomba Karya Tulis tentang NU dan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Tebuireng Gelar Lomba Karya Tulis tentang NU dan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Tebuireng Gelar Lomba Karya Tulis tentang NU dan Gus Dur

"Masalah-masalah ini menjadi bagian dari masalah bangsa dan umat Islam yang menjadi kepedulian Gus Dur dan kita semua," ujar adik kandung Gus Dur ini.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Menurut dia, Guna menggali masalah-masalah tersebut sekaligus diberikan solusinya, maka lomba karya tulis ilmiah ini menentukan tiga tema, pertama, Tantangan Kerukunan Umat Beragama di Indonesia dan Pemecahanya. 

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Tema ini, kata dia, cukup menarik karena di Indonesia masih muncul fenomena-fenomena keberagamaan. "Kita lihat nanti, apa saja tantangan yang dimunculkan dalam tulisan para peserta dan apa solusi yang ditawarkan," ujarnya.

"Sedangkan, tema kedua yakni Mencari Titik Temu Islam dan HAM Universal di Indonesia," katanya.

Ia mengatakan, masih banyak hal yang belum ada pemecahannya antara hal-hal universal dan hal agama. Ia ingin melihat, apa saja hal-hal yang muncul antara Islam dan HAM, kira-kira ada titik temunya ada atau tidak.

Adapun tema terakhir adalah Bentuk Ideal Peran Organisasi NU di Bidang Politik. Pada tema ini, diulas bagaimana seharusnya peran politik NU di tingkat daerah dan pusat, apakah kebangsaan, kekuasaan ataukah politik kepartaian.

"Saya berharap, waktu dua bulan cukup bagi peserta untuk menghasilkan tulisan-tulisan ilmiah yang bermanfaat bagi negara. Panitia menunggu materi penulisan mulai 17 Oktober – 15 Desember 2012. 

Pemenang lomba karya tulis dengan hadiah total Rp16 juta ini, akan diumumkan pada 15 Januari 2012. "Mudah-mudahan, tulisan para pemenang nanti bisa dibukukan. Apabila hasil pemikirannya bagus, bisa disosialisasikan dan dijadikan acuan," katanya.

Bahkan tidak menutup kemungkinan, lanjut dia, hasil karya dari peserta lomba bisa menjadi rekomendasi yang akan diberikan kepada pihak-pihak terkait seperti Kementeraian Agama, Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan.

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber  : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pahlawan, Warta Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Jumat, 27 Oktober 2017

Jelang Dilantik, Dua Banom NU Sumberejo Gelar Lomba

Bojonegoro, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Menjelang pelantikan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ansor dan Fatayat NU Sumberejo menggelar beberapa perlombaan. Kegiatan untuk menyemarakkan pelantikan itu diselenggarakan di kompleks Lembaga Pendidikan Maarif NU MINU Walisongo Desa Sumuragung Kecamatan Sumberejo Kabupaten Bojonegoro, Ahad (18/9).

"Lomba ini diadakan dalam rangka pelantikan bersama PAC Ansor dan Fatayat pada 25 September," kata Sekretaris Panitia Ahsanul Amilin kepada Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal.

Jelang Dilantik, Dua Banom NU Sumberejo Gelar Lomba (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Dilantik, Dua Banom NU Sumberejo Gelar Lomba (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Dilantik, Dua Banom NU Sumberejo Gelar Lomba

Beberapa perlombaan yang diadakan diantaranya lomba paduan suara, dai atau daiah, baca puisi dan kreasi hijab syari ala Aswaja.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dijelaskan, perlombaan dai atau daiah diikuti peserta se-Kabupaten Bojonegoro dengan dewan juri diambil dari profesional dan panitia, termasuk dewan juri lomba baca puisi dan kreasi hijab syari ala Aswaja. "Tetapi untuk lomba kreasi hijab syari ala aswaja, peserta membludak dari perkiraan. Yang diperkirakan hanya 50an peserta tapi bertambah sampai 90 peserta," jelasnya.

Sementara itu untuk lomba paduan suara atau mars Fatayat, hymne fatayat dan lagu wajib nasional terbaru Subhanul Wathonkarya KH Wahab Chasbulloh. Lomba tersebut melibatkan ratusan peserta karena diikuti semua Ranting Fatayat NU se-Kecamatam Sumberejo.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Para peserta berdandan busana resmi Fatayat hijau-hijau. Masing-masing ranting berkelompok atau beregu, satu regu terdiri dari 10 sampai15 orang," ungkap Amilin sapaan akrabnya.

Ditambahkan, dari hasil tersebut untuk lomba dai juara satu diraih Hanum Faizah Rahma dari santri siaga pondok pesantren at tanwir, berikutnya Allayya Ayu Nikmatul F menjadi juara kedua dari Talun Sumberejo dan Lilik Nur Indah Sari dari Tulungagung Sumberejo sebagai juara ketiga. Sedangkan pemenang lomba puisi juara satu diraih Lilik Nur Indahsari dari Tulungrejo, juara kedua Benang Sari siswi SMK Semenpinggir Kapas dan juara ketiganya diraih Reza Ali Widiawati dari Kayulemah.

Sementara itu untuk pemenang lomba kreasi hijab, juara satu dimenangkan Ranting Pekuwon I, juara duanya Ranting Margoagung dan juara ketiganya dimenangkan santri siaga Pondok pesantren At Tanwir Talun. Untuk lomba kreasi hijab diikuti berkelompok terdiri dari tiga orang. "Hadiah lomba diserahkan saat pelantikan di balai kecamatan sumberejo," imbuhnya.

Saat pelantikan nanti akan dirangkai dengan dialog kepemudaan bertema Bangkit bersama Ansor dan fatayat NU Sumberrejo. Rencanaya akan dihadiri narasumber ketua DPRD Mitroatin, Wakil Ketua DPRD Sunjani dan mantan Ketua Ansor Khisbullah. (M. Yazid/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Warta, Pondok Pesantren, Lomba Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kamis, 26 Oktober 2017

Jelang Kongres Ke-18, Ini Harapan Kader IPNU Soloraya

Solo, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Menjelang pelaksanaan Kongres Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama XVIII di Boyolali, Jawa Tengah, pada Desember mendatang, sejumlah kader IPNU di wilayah Soloraya menitipkan harapan pada acara tertinggi di ranah pelajar NU tersebut.

Jelang Kongres Ke-18, Ini Harapan Kader IPNU Soloraya (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Kongres Ke-18, Ini Harapan Kader IPNU Soloraya (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Kongres Ke-18, Ini Harapan Kader IPNU Soloraya

Harapan pertama datang dari salah satu pengurus PW IPNU Jawa Tengah, Ahmad Saefuddin. Mantan Ketua PC IPNU Klaten tersebut berharap, Kongres mampu menelurkan program-program yang berdampak langsung kepada wilayah, cabang dan seterusnya.

“Selain itu, PP IPNU juga mampu merapikan struktur IPNU di setiap tingkatan terkait peraturan baru yang dikeluarkan oleh PBNU bahwa maksimal pengurus IPNU sampai 26 tahun,” kata Saefuddin, saat dihubungi Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal, Jumat (12/11).

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ia juga berharap, agar Kongres tidak dijadikan hanya sebagai ajang pemilihan pimpinan, tetapi pemilihan pemimpin. “Optimalisasi sinergi PP IPNU dengan LP Maarif dan RMI juga masih belum maksimal, sehingga ini masih menjadi tugas besar bagi IPNU ke depannya,” ujar dia.

Senada dengan Saefuddin, alumni kader IPNU asal Boyolali, Agus Luqman, juga menantikan sebuah asa untuk Kongres mendatang.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Masih banyak agenda besar yang harus dikawal dan dilaksanakn oleh IPNU ke depannya. Tentunya terkait dengan kaderisasi di segmen pelajar dan santri. Pengalaman saya dari kongres ke kongres, peserta tidak fokus membahas materi, yang itu tentunya sangat penting untuk masa depan IPNU, tetapi peserta disibukkan dan terfokus masalah suksesi calon ketum. Seharusnya paradigma itu harus dirubah,” paparnya.

Sementara itu, dua Ketua PC IPNU Sukoharjo dan Klaten, Atsani Imam Ghozali dan Lystyanto Achmad berharap, Kongres IPNU kali ini dapat menjadi solusi atas berbagai permasalahan yang ada di IPNU. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pemurnian Aqidah, Warta Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kamis, 12 Oktober 2017

Aher Buka Konferensi Wilayah IPPNU Jabar

Karawang, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) resmi membuka Konferensi Wilayah (Konferwil) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Barat XV di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah 3, Cilamaya, Karawang, Sabtu (26/11) sore. Aher dalam kesempatan ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa mempersiapkan diri menghadapi perkembangan zaman.

"Hari ini negara-negara di Asia sudah menunjukkan kekuatannya, dimulai dari Jepang, Korea, dan China. Indonesia, harusnya sudah siap menghadapi kemajuan itu," ujar Aher.

Aher Buka Konferensi Wilayah IPPNU Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)
Aher Buka Konferensi Wilayah IPPNU Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)

Aher Buka Konferensi Wilayah IPPNU Jabar

Kemajuan negara-negara Asia itu tidak lepas dari komitmentnya dalam menyejahterakan masyarakatnya.

"Inilah kemudian hari ini kita terus berupaya bagaimana bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat seperti yang tertera dalam sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia," tegasnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selain kesejahteraan sosial, Aher berkomitmen untuk bisa mencerdaskan masyarakat, baik mental maupun spiritual.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Sebagaimana tuntunan Nabi SAW bahwa mencari ilmu hukumnya wajib. Kita berupaya memberikan akses agar masyarakat bisa menikmati mencari ilmu tersebut," pungkasnya.

Hadir dalam pembukaan Konferwil Ketua KPUD Jawa Barat Yayat Hidayat, Ketua PWNU Jawa Barat KH Hasan Nuri Hidayatullah, Ketua GP Ansor Jawa Barat Deni Ahmad Haidar, dan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana. (Ade Mahmudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Warta, IMNU, Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock