Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

Kisah Seorang Pemulung Naik Haji

Niat dan usaha yang sungguh-sungguh akan mengantarkan seseorang pada sesuatu yang dicita-citakannya. Setidaknya inilah yang diyakini dan diamalkan oleh Karyati, seorang pemulung asal Desa Pondok Wuluh Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Meski secara logika pekerjaan yang dijalaninya merupakan pekerjaan rendahan, tetapi nenek yang berusia sekitar 69 tahun tersebut ternyata mampu mencapai cita-citanya untuk menunaikan rukun Islam yang kelima naik haji ke tanah suci.

Kisah Seorang Pemulung Naik Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Seorang Pemulung Naik Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Seorang Pemulung Naik Haji

Namun demi bisa mencapai keinginannya tersebut, Karyati telah bekerja sangat keras. Bahkan selama 20 tahun lamanya, wanita paruh baya tersebut menyisihkan sebagian jerih payahnya sebagai pengais barang bekas plastik dan kertas.

Janda renta yang mempunyai 4 (empat) orang anak ini berkeyakinan bahwa suatu saat nanti dirinya bakal bisa naik haji ke tanah suci layaknya orang-orang lain yang berduit. Atas keyakinan tersebut, dirinya selalu menyisihkan hasil dari memulung untuk ditabung dan sebagian untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Memang untuk mewujudkan impian naik haji ini penuh perjuangan. Karena saya harus menabung selama 20 tahun lamanya. Tetapi saya yakin Allah pasti mengabulkan doa saya untuk bisa melihat Ka’bah secara langsung,” ujar Karyati kepada Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal, Rabu (18/9).

Menurut Karyati, cita-cita naik haji itu sudah lama terpendam semenjak 2002 lalu. Saat itu dirinya mengaku masih punya toko kelontong di desanya. Masa-masa sulit dilewatinya saat usaha kelontongnya bangkrut di pada tahun 2005. Namun untuk menyambung hidup, Karyati kemudian menjadi seorang pemulung. Meski pekerjaannya terbilang rendah, tetapi itu tidak menyurutkan niatnya untuk bisa meraih cita-citanya untuk menunaikan ibadah haji.

Sekitar tahun 2004, Karyati mulai mendaftarkan diri sebagai haji Kabupaten Probolinggo. Pada waktu itu, tabungannya dari hasil menjadi pemulung sudah mencapai sekitar Rp. 20 juta. Selain dari hasil memulung, uang tersebut didapat dari beberapa sukarelawan.

“Pernah suatu ketika, tepatnya pada tahun 2010 saya pernah ditipu oleh seseorang yang mencoba menawarkan jasa. Namun tanpa disadari saya tertipu sebesar Rp. 10 juta dan uang tersebut tidak dikembalikan meskipun beberapa waktu kemudian akhirnya ditangkap oleh polisi,” jelasnya.

Dan selama mengejar impiannya, Karyati tidak mau kumpul atau tidur di rumah anak-anaknya. Bukannya tidak sayang kepada anak dan cucunya, namun nenek bercucu 12 orang ini tidak mau mengganggu atau menjadi beban hidup anak-anaknya. Dirinya lebih memilih tidur di toko usang miliknya. Terkadang pula tidur di masjid desanya. “Kalau pas bersih-bersih masjid ada orang kasih rejeki, saya tabung,” katanya.

Namun dengan tekad yang kuat, semua kejadian tersebut tidak mematahkan semangat Karyati untuk mewujudkan cita-citanya untuk dapat berangkat haji. “Saya hanya bisa pasrah namun saya tidak mau putus asa untuk tetap bisa berangkat haji ke tanah suci,” terangnya.

Bermodalkan sebuah sepeda buntut, Karyati keliling dari kampung ke kampung mengumpulkan barang bekas. Sebagian hasilnya digunakan untuk makan dan sebagian lain ditabung untuk bisa naik haji. “Dalam sehari, upah memungut barang bekas sebesar Rp. 10 ribu. Yang Rp. 5 ribu ditabung dan yang Rp. 5 ribu untuk makan,” akunya.

Usaha yang dilakukan Karyati tidak sia-sia. Semua hasil jerih payah dan keikhlasan hatinya membawa Karyati berangkat haji di tahun 2013 ini. Karyati direncanakan akan berangkat ke tanah suci pada tanggal 29 September 2013 melalui kloter 43 Embarkasi Juanda, Surabaya. (Syamsul Akbar/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Sholawat, Bahtsul Masail Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Minggu, 11 Februari 2018

Ma’arif NU Bantarbolang Gelar Pekan Madaris

Pemalang, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Majelis Wakil Cabang (MWC) Lembaga Pendidikan (LP) Maarif Nahdlatul Ulama kecamatan Bantarbolang, menggelar kegiatan pekan madaris di lapangan Dukuh Blendung Desa karanganyar Bantarbolang Kab. Pemalang Jawa Tengah.?

Porsadin (pekan madaris) merupakan kegiatan tahunan, pertemuan besar antar santri-santriwati madrasah/TPQ, baik yang ada di tingkat diniyah awaliyah maupun wustho dan TPQ. ?

Ma’arif NU Bantarbolang Gelar Pekan Madaris (Sumber Gambar : Nu Online)
Ma’arif NU Bantarbolang Gelar Pekan Madaris (Sumber Gambar : Nu Online)

Ma’arif NU Bantarbolang Gelar Pekan Madaris

Kegiatan yang diselenggarakan selama 3 hari, mulai Sabtu (22/4) sampai dengan Senin (24/4) ini diikuti sebanyak 21 madrasah diniyah awaliyah (MDA) di Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang. Kegiatan yang sudah berlangung kedelapan ini mengusung tema Memperkokoh Eksistensi Madrasah dan TPQ dengan motto “Semangat Tafaqquh Fiddin”.?

Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk perkemahan. Berbagai jenis cabang yang dilombakan dalam kegiatan ini adalah MTQ, pidato, barzanji, kaligrafi, hafalan surat, baca kitab, dan masih banyak lomba lainnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Porsadin VIII dibuka langsung ketua FKDT Kabupaten Pemalang Taufiqul Ala pada Sabtu, (22/4). Turut hadir pula dalam pembukaan Kapolsek, Danramil Bantarbolang, pengurus MWC NU, LP. Ma’aruf NU, Ansor PAC Bantarbolang serta Pemerintah Desa Karanganyar.?

Dalam sambutannya ketua FKDT Kab. Pemalang Taufiqul A’la menyampaikan bahwa pekan madaris adalah wadah kreatifitas santri untuk generasi yang lebih baik. Kegiatan ini sekaligus sebagai sarana silaturrahim antar santri, meningkatkan kreatifitas dan prestasi santri. Porsadin juga sebagai wahana kompetisi madrasah untuk menggembleng peserta didiknya dalam mempersiapkan kader-kader bangsa yang berkualitas serta ber-akhlakul karimah.?

Acara berlangsung semarak. Saat pawai taaruf setelah upacara pembukaan, semua peserta sangat antusias mengikuti pawai. Dua marcing band dari SMP Islam Bantarbolang dan MI Karanganyar menambah pawai ta’aruf berjalan meriah.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selain lomba, pihak panitia juga menyelenggarakan nonton film bersama.?

Kegiatan tahunan tersebut rencananya akan ditutup pada Senin 24 April dengan kegiatan pengajian umum dengan pembicara KH. Syarifudin, pengurus wilayah GP. Ansor Jawa Tengah. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Sholawat Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kamis, 08 Februari 2018

Teror Bersifat Merusak, Jihad Bersifat Memperbaiki

Pringsewu, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Perjuangan Nabi Muhammad dalam mendakwahkan Islam bukan untuk mendirikan negara Islam (darul-islam) namun Rasulullah memiliki konsep mulia yaitu mendirikan negara yang menjunjung tinggi keselamatan dan kemaslahatan bagi seluruh warganya (darussalam). Hal ini disampaikan Ustadz Ahmad Rifai saat menjadi pemateri pada program Ngaji Ahad Pagi (Jihad Pagi).

"Islam menyebar keseluruh dunia untuk menjadi rahmatan lil alamin bagi seluruh manusia tanpa membedakan ras, budaya, dan tempat tinggal. Oleh sebab itu ketika Nabi Muhammad datang ke Madinah, beliau tidak membentuk darul-islam atau Negara Islam namun mendirikan darussalam atau Negara Kedamaian," terangnya, Ahad(17/01/16) di Pringsewu, Lampung.

Teror Bersifat Merusak, Jihad Bersifat Memperbaiki (Sumber Gambar : Nu Online)
Teror Bersifat Merusak, Jihad Bersifat Memperbaiki (Sumber Gambar : Nu Online)

Teror Bersifat Merusak, Jihad Bersifat Memperbaiki

Rifai menambahkan bahwa Islam bukanlah agama pemberontak, agama teroris, atau agama pembuat masalah. "Islam datang dengan kedamaian. Kalaupun ada orang Islam yang melakukan teror dan sebagainya, hal tersebut hanyalah kebetulan saja karena oknum tersebut tidak bisa mengartikan makna Jihad," tegas Ketua LP Maarif Kabupaten Pringsewu ini.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Menurutnya, teror bersifat merusak sedangkan jihad bersifat memperbaiki. Oleh karena itu jika ada yang mengatasnamakan jihad namun merusak dan merugikan orang lain maka itu dikategorikan sebagai teror. "Kewajiban kita untuk memperbaiki dan membangun negara bukan malah merusaknya," tegasnya.

Rifai mengingatkan bahwa kemerdekaan tanah air Indonesia tidak diperoleh dengan gratis. "Indonesia merdeka dengan menumpahkan darah para pejuang. Indonesia merdeka dengan perjuangan. Adalah kewajiban bagi kita untuk berjihad mempertahankan negara kita sebagaimana resolusi jihad yang dikumandangkan oleh para ulama pejuang pendahulu kita," ingatnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Rifai juga menjelaskan bahwa Islam terlahir bukan hanya mengurusi masalah shalat, zakat dan permasalahan seputar ibadah saja. Namun Islam juga membahas dan membawa misi penting lainnya yaitu muamalah yang berkaitan dengan kemaslahatan hidup bersama orang lain di dunia.

Oleh karena itu dalam rangka mewujudkan kemaslahatan tersebut setiap muslim haruslah memiliki 3 prinsip dalam beragama. Prinsip-prinsip tersebut adalah ruhuddin (semangat beragama), ruhuddinul adabi wal hadoroh (semangat membangun agama yang beradab dan budaya), serta ruhul wathaniyyah (spirit kecintaan kepada tanah air). (Muhammad Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Anti Hoax, Sholawat, Nusantara Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Rabu, 07 Februari 2018

PBNU Mendukung Upaya Rekonsiliasi Pemerintah Indonesia dan Timor Leste

Jakarta, NU ONLINE, Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi, mendukung aliansi LSM Rekonsiliasi untuk membantu memberikan gambaran yang sebenarnya tentang pemahaman rakyat Indonesia tentang HAM agar segera dapat dilakukan rekonsiliasi perdamaian antara pemerintah Indonesia dan Timor Leste. Aliansi LSM sangat percaya, sebagai mayoritas penganut Katolik di Timor Leste, mereka adalah pemaaf, dan akan menginginkan kedamaian yang hakiki segera terwujud.

“Untuk bisa menentukan HAM dalam arti yang netral, tidak bias pada kepentingan pihak tertentu, kita harus bersatu antar seluruh komponen masyarakat agar pemaksaan model HAM tertentu dapat dihindari” ungkap Hasyim Muzadi. Sementara ini pihak Barat terus menerus mempersoalkan masalah HAM dengan cara yang memaksa dan sesuai dengan versinya sendiri sehingga memperlambat langkah-langkah penyelesaian perdamaian. Koalisi LSM rekonsiliasi yang merupakan gabungan dari 30 LSM merasa bahwa kedua negara sesungguhnya kedua negara telah memberikan isyarat untuk lebih memilih hidup rukun dan berdampingan dan saling memaafkan.

Buruknya persepsi tentang pelaksanaan HAM di Indonesia juga disebabkan oleh ketidakmampuan pemerintah RI, khususnya Departemen Luar Negeri untuk melakukan diplomasi mengenai keadaan HAM di forum internasional. Banyak upaya yang dilakukan LSM dan komponen masyarakat selama ini kurang berarti karena kemampuan diplomasi yang lemah. Hal ini mengakibatkan rakyat, khususnya pengungsi Timor-Timor menjadi korban.(Mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Sholawat Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

PBNU Mendukung Upaya Rekonsiliasi Pemerintah Indonesia dan Timor Leste (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Mendukung Upaya Rekonsiliasi Pemerintah Indonesia dan Timor Leste (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Mendukung Upaya Rekonsiliasi Pemerintah Indonesia dan Timor Leste

Selasa, 06 Februari 2018

Lumpur Lapindo Bagai Lingkaran Setan

Surabaya, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Terus molornya penyelesaian kasus lumpur Lapindo Sidoarjo, sangat mengecewakan warga Kota Petis itu. Apalagi proses verifikasi tanah yang semakin rumit dan semakin banyak saja persyaratan yang diminta oleh pihak PT Minarak, perusahaan yang diminta Lapindo membayar ganti rugi. Warga semakin kecewa. “Penanganan lumpur selama ini sangat-sangat-sangat kurang maksimal,” kata Drs H Abdi Manaf, Ketua PCNU Sidoarjo di Surabaya, Sabtu.

Ia mencontohkan, kalau dulu, Lapindo belum mengakui tanah yang berstatus petok D dan letter C, lalu minta disetujui Bupati. Ketika Bupati dan pemerintah pusat sudah mengakui, bahkan bupati bersedia menjadi jaminan, ternyata Minarak menambah syarat lagi, yaitu riwayat tanah. “Ini jelas semakin mempersulit warga,” lanjut Gus Manaf. “Tampaknya memang ada kesan Lapindo sengaja mengulur-ulur waktu pembayaran ganti rugi pada warga,” lanjutnya.

Lumpur Lapindo Bagai Lingkaran Setan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lumpur Lapindo Bagai Lingkaran Setan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lumpur Lapindo Bagai Lingkaran Setan

Yang membuat hati alumnus Pesantren Tebuireng Jombang itu tidak enak, ternyata selama ini pihak Lapindo masih belum merasa bersalah atas musibah itu, sekalipun sudah ribuan orang hidup di pengungsian dan kehilangan harta benda. Kesimpulan itu diterima Gus Manaf ketika bertemu langsung dengan Andi Darussalam dari PT Minarak. Kalaupun Lapindo selama ini mau mengeluarkan uang, hal itu semata-mata hanya karena tanggung jawab sosial.

Penyelesaian lumpur Lapindo yang diinginkan warga, menurut Gus Manaf, sebenarnya tidak muluk-muluk. Pemerintah memberikan jaminan ganti rugi kepada warga, lalu seluruh aset Lapindo dijadikan jaminan kepada pemerintah. Selesai. “Kalau pemerintah bilang tidak punya uang, buyar saja negara ini, masak negara kok tidak punya uang untuk memberikan ganti rugi warganya,”? terang putra Bawean itu.

Tapi sayang, pemerintah tampaknya tidak punya keberanian untuk melangkah ke sana. Sedangkan pihak Lapindo hanya mengobral janji-janji terus, nyaris tak ada pembuktian. Pemerintah juga tidak berani mengambil langkah lebih tegas lagi pada perusahaan milik keluarga Bakrie itu.

Gus Manaf tidak bisa membayangkan sampai kapan proses verifikasi tanah warga akan selesai. Sebab, dari 16 ribu warga yang akan diverifikasi, hanya terselesaikan 10 sampai 15 orang setiap harinya. Itupun belum termasuk yang harus dikembalikan berkasnya, karena dinilai belum lengkap. “Terus kapan selesainya?” tanyanya tak habis mengerti.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Di sisi lain, ia menilai peranan empat orang anggota DPD asal Jawa Timur dalam soal Lumpur Lapindo masih sangat kurang. Sebab mereka baru datang ke lokasi lumpur setelah musibah itu berlangsung lebih dari satu tahun. Tepatnya sekitar tiga hari lalu. “Katanya sih untuk menyerap aspirasi,” tutur Gus Manaf.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Penanganan lumpur selama ini, kata Gus Manaf, ibarat lingkaran setan. Pemerintah tidak berani menjadi jaminan, sedangkan Lapindo yang menyatakan sanggup membayar ganti rugi, ternyata hanya mengobral janji. “Kalau begini terus, kan kasihan orang-orang itu,” tegasnya. (sbh)



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Kajian Islam, News, Sholawat Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Jelang Deklarasi soal Yerusalem, Donald Trump Telepon Raja Saudi

Riyadh, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Sehari sebelum deklarasi pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menelpon Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz Al Saud. Selama pembicaraan, mereka membicarakan soal hubungan bilateral kedua negara, juga sejumlah perkembangan terkini tentang isu regional dan internasional.

Seperti diketahui, Arab Saudi merupakan mitra kuat Amerika Serikat. Pada 20 Mei 2017 lalu keduanya menjalin kerja sama bidang pertahanan dan bisnis dengan nominal USD150 miliar atau setara dengan sekitar Rp1.999 triliun. Penandatanganan ini merupakan upaya diversifikasi ekonomi dalam menunjang Visi Arab Saudi 2030.

Jelang Deklarasi soal Yerusalem, Donald Trump Telepon Raja Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Deklarasi soal Yerusalem, Donald Trump Telepon Raja Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Deklarasi soal Yerusalem, Donald Trump Telepon Raja Saudi

Kabar tentang komunikasi Trump dan Raja Salman itu diungkap kantor berita Arab Saudi, SPA, Selasa (5/12).

Saat menyinggung rencana AS mendeklarasikan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, Raja Saudi mengingatkan tentang bahaya keputusan ini terhadap proses perundingan damai. Menurutnya, deklarasi tersebut akan meningkatkan ketegangan di wilayah itu.

Menurut Raja Salman, pengakuan sepihak atas Yerusalem dan relokasi kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem merupakan provokasi mencolok bagi umat Islam di seluruh dunia, mengingat posisinya yang spesial, misalnya karena keberadaan Masjid Al Aqsha dan secara historis jadi kiblat pertama.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Rabu (6/12), Presiden AS Donald Trump mendeklarasikan pengakuan negaranya terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memerintahkan kedutaan besarnya pindah dari Tel Aviv ke Yerusalem. Kebijakan ini menimbulkan kecaman regional dan internasional. Trump dinilai gegabah, provokatif, bahkan melanggar hak asasi manusia (HAM) dan Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Sholawat, AlaNu Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

KH Maruf Amin: Tidak Ada Toleransi untuk Artis Panas

Jakarta,Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menegaskan jika sesuatu yang negative itu dipastikan akan berdampak negative bagi masyarakat. Karena itu segala sesuatu yang negative, apalagi artis panas dari Amerika Serikat, seharusnya tidak didatangkan apalagi menjadi bintang film di Indonesia.

“Kita tidak ada toleransi terhadap hal-hal yang buruk. Itu kan sama dengan mendukung kemunkaran. Kami berharap produser film tidak hanya memikirkan keuntungan materi dalam film, melainkan pertimbangan moral anak bangsa yang harus menjadi prioritas. Sebab, anak-anak inilah yang akan menjadi pemimpin masa depan," tandas Mustasyar PBNU KH Ma’ruf Amin di Jakarta, Selasa (19/10).

KH Maruf Amin: Tidak Ada Toleransi untuk Artis Panas (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Maruf Amin: Tidak Ada Toleransi untuk Artis Panas (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Maruf Amin: Tidak Ada Toleransi untuk Artis Panas

Kini artis panas atau porno asal AS bernama Tera Patrick ini menjadi bintang utama dalam film Rintihan Kuntilanak Perawan. Ketiga film ini sempat diprotes, namun lembaga sensor film meloloskannya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ketua Komisi Fatwa MUI ini mengimbau agar moralitas dijadikan pegangan para sineas. Jangan sampai demi popularitas film dan materi, artis porno dipajang dalam tontonan layar lebar. "Wajah perfilman yang porno harus kita hindari, apalagi mendatangkannya. Jangan itu," ujarnya.

Menurut KH Maruf, seniman atau sineas Indonesia bisa bersama-sama membangun moralitas anak bangsa ini. Dan, itu bukan saja berdasarkan atas keyakinan satu lembaga keagamaan saja melainkan seluruh agama menolak pornografi maupun pornoaksi tersebut.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Moral harus dikedepankan, jangan hanya mencari keuntungan pragmatis materi, karena dampak madharatnya jauh lebih besar berbahayanya,"tutur KH Ma’ruf Amin khawatir.(amf)Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Kajian, Quote, Sholawat Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 29 Januari 2018

Pergunu Intruksikan PW, PC, dan PAC Shalat Ghaib untuk H. Akhsan Ustadhi

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal - Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama mengintruksikan kepada pengurus Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Cabang Pergunu untuk melakukan shalat Ghaib untuk H. Akhsan Ustadhi yang meninggal Sabtu (11/3) dini hari.

berikut intruksi tersebut:

Pergunu Intruksikan PW, PC, dan PAC Shalat Ghaib untuk H. Akhsan Ustadhi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Intruksikan PW, PC, dan PAC Shalat Ghaib untuk H. Akhsan Ustadhi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Intruksikan PW, PC, dan PAC Shalat Ghaib untuk H. Akhsan Ustadhi

Pimpinan Pusat Pergunu menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Bapak H. Akhsan Ustadhi, SH, MA. (Wakil Ketua PP Pergunu. Berkaitan dengan wafatnya Bapak H. Akhsan Ustadhi, SH, MA. tersebut, PP Pergunu mengintruksikan kepada Pimpinan Wilayah, Cabang, dan Anak Cabang Pergunu se-Indonesia agar menyelenggarakan shalat Ghaib dan Tahlil ditujukan untuk almarhum.



Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Surat dengan intruksi bernomor 109/PP Pergunu/3/2017, dikeluarkan 11 Maret 2017 tersebut ditandatangani Ketua Umum PP Pergunu KH Asep Saifuddin Chalim dan sekretaris Umum H. Gatot Sujono.

H. Akhsan Ustadhi wafat Sabtu dini hari (11/3). Menurut keterangan keluarganya yang dishare di media sosial, ia kecapekan beraktivitas. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit, tetapi tidak tertolong. Ia mengembuskan napas terakhirnya pada usia 43 tahun dengan meninggalkan seorang istri dan tiga anak. (Abdullah Alawi)

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Fragmen, Sholawat, Tegal Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Rahasia Bismillah

Biasanya, segala macam laku rutinitas dikerjakan tanpa pikirpanjang. Misalkan mandi, makan, minum, bersepatu, memakai baju membuka laptop, ketik sms dan lainsebagainya. Rutinitas itu seolah menutupi subtansi pekerjaan itu sendiri.

Hampir-hampir orang tidak sadar untuk apa ia minum, padahal dia tidak terlalu haus. Bahkan bisa jadi seseorang minum begitu saja tanpa berpikir bagaimana jikalau tenggorokan ini mengalami kemacetan, tidak mau menelan air. Begitu pula dengan bersepatu, asalkan kaki masuk kemudian jalan. Jarang sekali orang berpikir bagaimana nasib kaki jika di dalam sepatu ada kalajengking? Begitulah segalanya terjadi berulang kali dalam kehidupan ini seperti layaknya mesin pabrikan.

Belum lagi jika rutinitas itu adalah berbelanja yang telah menjadi kelatahan, sehingga begitu seringnya seseorang tidak pernah berpikir panjang untuk apa ia membeli A atau B. Asalkan ia suka, barang itu harus dibelinya. Walaupun ia telah memiliki.

Rahasia Bismillah (Sumber Gambar : Nu Online)
Rahasia Bismillah (Sumber Gambar : Nu Online)

Rahasia Bismillah

Demikian itu seharusnya tidaklah boleh terjadi berlarut-larut. Bagi seorang muslim yang sadar dan beriman kepada Allah swt, hendaknya hati selalu ingat kepada-Nya dalam berbagai tindak-laku keseharian. Karena hidup ini hanya bergantung kepada-Nya. Bukankah jika Dia berkehendak, bisa saja udara di dunia ini dikosongkan untuk beberapa menit saja. Bayangkan apa yang terjadi dengan nasib manusia?

Untuk itulah Rasulullah saw menghimabu umatnya untuk memulai segala sesuatu dengan bacaan bismillah. Karena sesungguhynya hal itu dapat menyadarkan manusia dari tindakan rutinitasnya dan kembali berpikir dengan penuh kesadaran.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Setiap perkara baik yang tidak didahului dengan bismillahirrahmanirrahim, perkara itu terpotong (percuma atau tidak dianggap ibadah)

Dari keterangan Rasulullah saw di atas, maka secara otomatis bacaan bismillah dapat menggeser posisi tindakan rutinitas menjadi sebuah laku ibadah yang penuh makna. Sebagaimana kita menjalankan berbagai syariatnya.

Bahkan tidak hanya itu saja, jiakalau kita mau mendalami beberapa hadits lain bisa jadi laku rutinitas yang telah bergeser menjadi laku ibadah karena didahului dengan bismillah berubah menjadi sumber kebajikan dan kebijakan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Tidaklah seorang yang membaca bismillahirrahmanirrahim kecuali Allah akan utus kepadanya seorang (malaikat pencatat) menuliskan 400 kebaikan untuknya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Jikalau sudah demikian, maka apa yang keluar dari seorang yang membaca bismillah tidak lain hanyalah berbagai kebaikan yang sekaligus menganulir berbagai tindak keburukan. Bahkan dalam salah satu haditsnya dengan tegas Rasulullah saw berkata

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Tidaklah seorang hamba membaca bismillahirrahmanirrahim kecuali ia akan mematri setan-setan seperti halnya tenol yang terpatri oleh soldir.

Itulah beberapa alasan pentingnya mengucap bismillah. Sebagaimana Rasulullah saw menggambarkan posisi bismillah dalam rentetan keistimewaan yang lain, Rasulullah saw berkata "Allah menghiasi langit dengn bintang-gemintang, menghiasi malaikat dengan jibril, menghiasi surge dengan bidadari, menghiasi para nabi dengan Muhammad saw, menghiasi hari dengan Jumat, menghiasi malam dengan laylatul qadar, menghiasi bulan dengan Ramadhan, menghiasi masjid dengan kabah, menghisi mushaf dengan al-Quran, dan menghiasi al-quran dengan bismillah".

Redaktur: Ulil Hadrawy . Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Kiai, News, Sholawat Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 22 Januari 2018

SMK Pesantren Cordova Luncurkan Kopi Pati

Pati, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal



Dalam rangka menyambut tahun baru Hijriah 1438 dan peringatan haul Syekh Ahmad Mutamakkin serta memperingati Hari Santri, SMK Pesantren Cordova Margoyoso, Pati mengadakan peluncuran beberapa produk baru karya siswa diantaranya Kopi Pati.?

SMK Pesantren Cordova Luncurkan Kopi Pati (Sumber Gambar : Nu Online)
SMK Pesantren Cordova Luncurkan Kopi Pati (Sumber Gambar : Nu Online)

SMK Pesantren Cordova Luncurkan Kopi Pati

Kepala Sekolah Muhammad Niam Sutaman menjelaskan Kopi Pati merupakan hasil kerjasama antara SMK Cordova Margoyoso dengan industri kopi skala rumah tangga di Desa Plukaran, Gembong. Keduanya sepakat mengembangkan merek, kemasan, marketing dan industrialisasi produk kopi kampung. Merek dagang Kopi Pati dilandasi keinginan untuk mempopulerkan kopi asli Pati yang justru banyak dikenal dengan nama lain seperti kopi Lasem dan lain-lain.?

Harapannya dengan merek dagang tersebut, bisa mengangkat ekonomi para petani dan produsen kopi di lereng gunung Muria dan masyarakat mulai mengenal kopi asli Pati. Ada dua rasa yang diproduksi saat ini, yaitu rasa original dan kopi kapulaga yang merupakan produk kopi kesehatan. Kopi tersebut sudah turun temurun diproduksi oleh masyarakat setempat dengan tanpa nama atau terkadang disebut kopi kampung.

Kegiatan peluncuran produk tersebut diadakan di sela-sela rangkaian pekan kegiatan "Cordova Viesta 2016" yang diadakan tanggal 8-23 Oktober 2015 di kompleks SMK Cordova Kajen Pati. Pekan kegiatan tersebut meliputi pasar murah, sxpo produk SMK Cordova, Pentas Seni, lomba mewarnai untuk anak-anak tingkat TK, lomba keterampilan sains, festival film pendek dan kontes modifikasi sepeda motor.?

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

SMK Pesantren Cordova Margoyoso dalam kesempatan tersebut juga memamerkan beragam produk yang diproduksi para santri seperti fresh care, sabun cuci tangan, sabun cuci motor, teh herbal, jamu-jamu herbal, minyak virgin coconut dll. Sekolah kejuruan berbasis pondok pesantren ini setiap tahun menciptakan produk baru yang dihasilkan dari penelitian dan praktikum para santri.?

"Kita perlu mendorong para santri untuk kratif dan berani menciptakan produk-produk baru yang berbasis industri kemasyarakat karena di masa mendatang perdagangan akan lebih didominasi oleh produk-produk kreatif," demikian kata Kepala Sekolah Muhammad Niam Sutaman dalam sambutannya.

Di SMK Cordova Margoyoso, para santri selain digembleng dengan ilmu-ilmu kejuruan juga dibekali dengan ilmu keislaman ala Ahlussunnah wal Jamaah dan beberapa keterampilan yang relevan.?

"Kita harus mencetak para santri mempunyai karakter mulia dalam bersikap, namun dalam waktu bersamaan kita juga harus mendidikan mereka agar mempunyai karakter industri," imbuh Kepala Sekolah. Red: Mukafi Niam

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Sholawat Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

ISNU Tampil di “Audit untuk Rakyat” Pontianak

Pontianak, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Keberadaan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) semakin diperhitungkan. Pada acara Audit untuk Rakyat di Hotel Mercure Pontianak 20 Februari depan, Ketua Umum PP ISNU, Ali Masykur Musa menjadi pembicara utama dalam acara tersebut.?

“Sahabat Ali Masykur jadi pembicara utama. Walau kapasitasnya sebagai anggota BPK, namun melekat dalam dirinya Ketua PB ISNU. Paling tidak nama ISNU ikut meramaikan dalam acara yang digagas Jawa Pos itu,” kata Ketua ISNU Kalbar, Dr Agung Hartoyo didampingi sekretarisnya, Zulkifli di sekretariatnya, Kamis (14/2).

ISNU Tampil di “Audit untuk Rakyat” Pontianak (Sumber Gambar : Nu Online)
ISNU Tampil di “Audit untuk Rakyat” Pontianak (Sumber Gambar : Nu Online)

ISNU Tampil di “Audit untuk Rakyat” Pontianak

Dijelaskan Agung, acara Audit Untuk Rakyat itu menghadirkan Dr Ali Masykur Musa. Dia akan mengupas masalah peran BPK sebagai auditor negara dalam mendorong akuntabilitas keuangan lembaga negara. Dalam hal ini seluruh pengurus ISNU harus paham. Paling tidak ketika menjadi abdi negara, tahu seluk-beluk penggunaan anggaran.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Anggota ISNU harus paham bagaimana cara menggunakan anggaran negara. Ketika diaudit, tidak ada penyimpangan. Kita tidak mau nama ISNU tercoreng kalau ada pengurus yang menyalahgunakan uang negara,” tegas dosen FKIP Untan ini.?

Usai acara tersebut, Ali Masykur akan diajak untuk melakukan dialog internal dengan seluruh pengurus NU Kalbar dan Banom. “Kita harapkan beliau bisa memberikan pencerahan untuk seluruh pengurus NU,” harap Agung.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Redaktur ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Rosadi Jamani

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Sholawat Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Amalan-amalan Ibadah bagi Perempuan Haid di Bulan Ramadhan

Sedih. Mungkin itu yang dirasakan para perempuan taat yang tak bisa menjalani ibadah puasa Ramadhan secara penuh. Kodratnya sebagai perepuan dewasa yang pasti mengalami haid atau menstruasi tiap bulan menghalanaginya untuk menjalankan sejumlah ibadah tertentu.

Puasa, bahkan, secara otomatis batal ketika darah itu keluar meski si perempuan sudah menahan lapar seharian hingga menjelang maghrib tiba. Dan atas batalnya ini ia diharuskan mengganti (qadla’) di luar Ramadhan. Menjalani puasa dengan berbagai kesulitannya ini saja sesungguhnya termasuk ibadah tersendiri bagi perempuan. Butuh kesabaran dan keikhlasan melewatinya, yang belum tentu bisa dilakukan oleh setiap laki-laki.

Amalan-amalan Ibadah bagi Perempuan Haid di Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Amalan-amalan Ibadah bagi Perempuan Haid di Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Amalan-amalan Ibadah bagi Perempuan Haid di Bulan Ramadhan

(Baca: Puasa, Perempuan, Menstruasi)?

Dalam kitab Taqrib dijelaskan, ada delapan jenis ibadah yang dilarang bagi perempuan yang sedang haid atau nifas, yakni shalat, puasa, membaca Al-Quran, menyentuh dan membawa mushaf, masuk masjid, thawaf, jima, dan bersenang-senang di sekitar organ kemaluan. Ulama berbeda pendapat dengan delapan larangan yang dianut mayoritas ulama Syafi’iyah ini. Misalnya, madzhab Maliki secara mutlak membolehkan membaca Al-Qur’an, dan madzhab Hanbali membolehkan i’tikaf di masjid.

Bulan Ramadhan menjadi momen melipatgandakan kebaikan. Perempuan yang sedang haid atau nifas memang mendapat batasan untuk menunaikan ibadah-ibadah tersebut. Namun, ia bisa melakukan ibadah-ibadah lain yang jumlahnya lebih banyak. Ibadah-ibadah tersebut di antaranya:



Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal



Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pertama, mencari ilmu.

Mencari ilmu menjadi pilihan bagus ibadah bagi perempuan yang sedang haid atau nifas, baik dilakukan secara otodidak dengan membaca buku atau kitab, ataupun melalui bimbingan guru dengan mendatangi majelis-majelis ilmu. Mencari ilmu dalam Islam bersifat wajib (faridlah). Manfaatnya yang sangat besar bagi diri sendiri dan orang lain membuat kegiatan tersebut masuk kategori ibadah, bahkan setara dengan jihad.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Belajarlah ilmu, sesungguhnya belajar ilmu kerana Allah adalah suatu bentuk ketakwaan. Mencari ilmu adalah ibadah, menelaahnya adalah tasbih, dan mengkajinya adalah jihad.” (HR Ad-Dailami)





Kedua, berdzikir.?

Dzikir adalah perbuatan yang dianjurkan untuk siapa saja dan kapan saja. Dzikir adalah indikasi hidupnya hati. Rasulullah dalam hadits riwayat Imam Bukhari bersabda: “Perumpamaan antara orang yang dzikir pada Tuhannya dan yang tidak, seperti antara orang yang hidup dan yang mati”.

Jenis dzikir sangat banyak, bisa berupa ucapa tasbih, tahmid, takbir, hauqalah, dan lain sebagainya. Aktif dalam majelis istighotsah, tahlilan, atau forum dzikir lainnya karena itu termasuk bernilai ibadah.

Dalam konteks Ramadhan, umat Islam dianugerahi kesempatan Lailatul Qadar yang disebut Al-Qur’an setara dengan serbu bulan. Meski banyak ulama yang meyakini momen itu jatuh pada sepuluh terakhir Ramadhan, sejatinya jadwal pastinya hanya Allah yang tahu. Perempuan haid/nifas, sebagaimana umat Islam pada umumnya, sangat dianjurkan menfaatkan hari demi hari, detik demi detik, sepanjang bulan suci ini untuk beribadah, termasuk berdzikir.

"Aisyah RA pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasul, andaikan aku bertemu Lailatul Qadar, doa apa yang bagus dibaca? Rasul menjawab:

? ? ? ? ? ? ?

?

"Allâhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annî,’ (Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, Engkau menyukai orang yang minta ampunan. Karenanya ampunilah aku).” (HR Ibnu Majah)

Ketiga, berdoa.?

Doa juga menjadi pilihan ibadah yang mudah dan sangat dianjurkan bagi perempuan yang sedang haid atau nifas. dalam sebuah hadits doa disebut sebagai mukhkhul ‘ibâdah (otak dari ibadah). Doa bisa dilafalkan dengan bahasa apa saja, kapan saja, dan oleh siapa saja, termasuk oleh perempuan yang sedang haid atau nifas.

Lebih dari sekadar meminta, doa yang berakar kata dari da‘â-yad‘û-du‘â ? juga berarti berseru atau memanggil. Doa mengandung ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah. Berdoa bisa juga disebut bermunajat.

Keempat, melakukan kegiatan sosial.?

Di samping ibadah-ibadah yang bersifat ritual, umat Islam juga diperintahkan untuk memperbanyak kegiatan positif yang bersifat sosial. Kegiatan sosial tersebut bisa berupa pergaulan secara baik, donor darah, menanam pohon, memberi makan kaum fakir, memudahkan urusan orang lain, mengajar, menyediakan buka puasa bagi anak-anak jalanan, dan lain sebagainya.?

Di bulan suci Ramadhan ibadah bernuansa sosial itu tercermin, misalnya, dalam perintah untuk menyuguhkan buka puasa walaupun hanya sebiji kurma. Artinya, aktivitas perempuan haid yang menghidangkan sajian berbuka untuk keluarga terhitung ibadah.?

Puasa sendiri adalah bentuk latihan seorang hamba untuk merasakan saudara-saudaranya yang sehari-hari didera rasa lapar dan haus karena tak mampu. Dengan demikian, kegiatan sosial sesungguhnya merupakan ibadah yang memang menjadi jati diri makna puasa itu sendiri.

Selain ketiga contoh di atas masih banyak bentuk-bentuk ibadah lain yang bisa dilakukan perempuan yang tengah menstruasi atau nifas. Aktivitas-aktivitas itu tak hanya yang berelasi khusus dengan Allah tapi juga bisa sekaligus dengan sesama manusia.?

Bagaimana dengan membaca Al-Qur’an? Seperti disebutkan di atas, ulama berbeda pendapat soal ini. Dalam Madzhab Syafi’i ulama sepakat bahwa perempuan haid/nifas tidak diperkenankan menyentuh atau membawa mushaf. Sebagian lain bahkan membolehkan membaca Al-Qur’an (tanpa menyentuhnya) dengan niat dzikir, doa, atau mempelajarinya.?

Mengenai hal ini Ianatuth Thalibin menjelaskan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Apabila ada tujuan berdzikir saja atau berdoa, atau ngalap berkah atau menjaga hafalan, atau tanpa tujuan apapun (selama tidak berniat membaca al-Quran) maka (membaca Al-Quan bagi perempuan haid) tidak diharamkan. Kerena ketika dijumpai suatu qarinah, maka yang dibacanya itu bukanlah Al-Quran kecuali jika memang dia sengaja berniat membaca al-Quran. Walaupun bacaan itu seseungguhnya adalah bagian dari Al-Quran semisal surat al-ikhlas.?

Wallâhu a‘lam. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Sholawat, Nasional, Habib Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

Dinilai Ancam Madin, 32 Ribu Warga Tegal Tolak FDS

Tegal, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal



Sekitar 32000 warga Tegal melakukan aksi menolak Aksi tolak full day school (FDS). Merek adalah pengurus dan anggota banom dan lembaga NU seperti Muslimat, Fatayat, GP Ansor, PMII, IPNU, IPPNU, LP Maarif, RMI, FKDT Kabupaten Tegal.

Dinilai Ancam Madin, 32 Ribu Warga Tegal Tolak FDS (Sumber Gambar : Nu Online)
Dinilai Ancam Madin, 32 Ribu Warga Tegal Tolak FDS (Sumber Gambar : Nu Online)

Dinilai Ancam Madin, 32 Ribu Warga Tegal Tolak FDS

Pada aksi tersebut, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tegal, H Akhmad Wasyari mengungkapkan, Madrasah Diniyah (Madin) adalah kawah candradimuka dalam pembentukan karakter bangsa.?

"Jika ruang gerak madrasah dipersempit karena pemberlakukan lima hari sekolah (FDS), maka negara tidak berpihak kepada pembentukan karakter bangsa," tegas H Wasyari saat menyampaikan pernyataan sikapnya pada Aksi Tolak Full Day School di depan Taman Rakyat Slawi, Jumat (25/8)

Ia juga mendesak agar pemerintah pusat segera membatalkan kebijakan tersebut. Dia mengungkapkan, warga Kabupaten Tegal juga merupakan bagian dari bangsa Indonesia. Untuk itu, dia meminta agar Mendikbud mendengarkan aspirasinya dan ditindaklanjuti.?

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Di sela aksi, H Wasyari yang juga menjabat Sekretaris Dinas Dikbud itu menyampaikan surat pernyataan sikap PCNU Kabupaten Tegal kepada Bupati Enthus Susmono dalam bentuk besar dan eksklusif yang isinya menolak kebijakan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang pemberlakuan lima hari sekolah.

Senada Rais Syuriah PCNU Kabupaten Tegal KH Chambali Utsman juga meminta agar FDS segera dibatalkan. Sebab, kebijakan tersebut dapat mengancam eksistensi di Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) yang dilaksanakan setiap sore.

Padahal, menurut KH Chambali, madrasah Diniyah merupakan pendidikan dasar agama yang penting untuk membekali generasi muda dengan Akhlakul Karimah.

"Tanpa lestari dan eksisnya madrasah, maka fondasi generasi muda tidak bisa terlaksana. Mari pertahankan MDA. Permendikbud (Nomor 23 Tahun 2017) harus dihapus," tegasnya. (Hasan/Abdullah Alawi)

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Sholawat, Jadwal Kajian Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selasa, 26 Desember 2017

PC IPNU & IPPNU Kab. Lamongan Gelar Rapat Kerja II

Lamongan, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Guna menyusun program 1 tahun ke depan maka PC. IPNU & IPPNU Lamongan menggelar Rapat Kerja II, acara yang digelar di Villa Al Muniroh Pacet Mojokerto (1-2/11/2007).

Kegiatan ini diikuti oleh 24 Pimpinan Anak Cabang IPNU & IPPNU se- Kab. Lamongan. Menurut Ketua PC. IPNU Lamongan, Ediyanto, acara ini digelar untuk mengevalusi kinerja PC. IPNU& IPPNU Lamongan periode 2006-2008 dalam kurun waktu 1 tahun serta untuk menyusun agenda dan program kerja tahun kedua.

Senin, 11 Desember 2017

Santri Baru Pesantren Darussalam Sukolilo Dibekali Wawasan Aswaja

Surabaya, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Pondok Pesantren Darussalam Keputih, Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur, menyambut kedatangan para santri  baru dengan kegiatan Orientasi Pengenalan Pondok Pesantren (OP3K) Darussalam. Kepada mereka, pesantren rintisan penggerak NU Surabaya KH Abdus Syakur ini memberikan bekal di antaranya pengetahuan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

Santri Baru Pesantren Darussalam Sukolilo Dibekali Wawasan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Baru Pesantren Darussalam Sukolilo Dibekali Wawasan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Baru Pesantren Darussalam Sukolilo Dibekali Wawasan Aswaja

Selain santri baru, para santri lama pun juga antusias mengikuti kegiatan yang berlangsung Sabtu, (5/8) itu. Ustadz M. Ma’ruf Khozin, salah satu anggota Lembaga Dakwah PWNU Jawa Timur, didaulat sebagai pemateri. Banyak santri yang bertanya kepada Ustadz Ma’ruf tentang penjelasan dalil amaliyah tertentu dan permasalahan keseharian lainnya.

Dalam pemaparannya, Ustadz M. Ma’ruf Khozin menjelaskan banyak hal, termasuk soal adanya kelompok yang mengaku paling islami, namun dari segi tingkah laku tidak mencerminkan apa yang mereka dengungkan itu. Menurutnya, kelompok seperti itu tidak punya sanad dalam hal yang mereka pelajari.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Jika mempelajari suatu ilmu harus ada sanadnya agar apa yang kita pelajari nantinya akan sesuai dengan apa yang dikerjakan oleh ulama maupun salafus shalih,” jelasnya kepada para santri.

Pesantren Darussalam sengaja memasukkan materi keaswajaan pada para santri baru sebagai sarana memperkokoh dan memperluas pengetahuan mereka seputar doktrin Aswaja yang moderat itu. “Untuk membentengi santri baru dengan akidah ahlussunnah wal Jama’ah,” kata Ustadz Sukamto, salah satu dewan pengarus Pondok Pesantren Darussalam Keputih. (Ahmad Hanan/Mahbib)

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pendidikan, Sholawat, Aswaja Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Misbahul Wathan

Misbahul Wathan, yang berarti Pelita Tanah Air, merupakan madrasah yang didirikan mantan ketua PBNU (1950-1954) dan Menteri Agama sejak Kabinet Hatta, KH. Masjkur, tahun 1923 di Singosari, Malang, Jawa Timur.

Mula-mula, sekolah ini hanya menerima beberapa siswa laki-laki.  Saat itu belajar bersama antara laki-laki dan perempuan bukan pemandangan lazim. Bau sekitar tahuna 1933an, siswa perempuan dibolehkan belajar bersama dengan laki-laki, dengan pemisah selembar papan, yang dikenal dengan nama satir. 

Misbahul Wathan (Sumber Gambar : Nu Online)
Misbahul Wathan (Sumber Gambar : Nu Online)

Misbahul Wathan

Di masa-masa awal, sekolah ini juga menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya datang dari panguasa, yaitu asisten wedana dan camat setempat. 

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Hampir tiap hari pemuda Masjkur dipanggil datang ke kantor untuk ditanya pelajaran apa saja yang diberikan kepada murid-murid. Keadaan ini menyebabkan tidak banyak masyarakat yang mau mengirimkan anak-anaknya belajar di Misbahul Wathan. 

Kendala ini kemudian sempat disampaikan kepada gurunya, KH Hasyim Asy’ari di Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Kiai Hasyim Asy’ari lantas menyarankannya menemui Kiai Wahab Hasbullah di Surabaya.

Dari pertemuan dengan menantu Kiai Haji Musa itu, Masjkur disarankan mengganti madrasahnya degan nama Nahdlatul Wathan, sekaligus menjadi cabang Nahdlatul Wathan Surabaya. Perubahan itu diikuti dengan model pengajaran yang biasa dikembangkan Nahdlatul Wathan.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dengan penuh takdim, nasihat itu diikuti Kiai Masjkur. 

Selama di Surabaya, ia juga sempat diajak KH Wahab Hasbullah ke pertemuan intelektual keagamaan Tashwirul Afkar yang dikembangkan Kiai-Kiai muda seperti Mas Alwi, Mas Mansur, dan Kiai Ridwan. Di kemudian hari, tiga orang yang disebut ini menempuh jalan masing-masing.

KH. Wahab Hasbullah selanjutnya datang ke Singosari dan membawa KH. Masjkur ke kantor kewedanan sembari memberitahu jika madrasah milik KH. Masjkur adalah cabang dari Nahdlatul Wathan, Malang.

Sejak itu pihak penguasa setempat tidak lagi memanggil KH. Masjkur ke kewedanan. Madrasah ini kemudian berkembang lumayan pesat. Pasca kemerdekaan, dengan berbagai jenjang pendidikan, madrasah ini berganti dengan Nahdlatul Ulama. (Alamsyah M Djafar

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Kiai, News, Sholawat Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 27 November 2017

Lakpesdam NU Sampang Bedah Sunan Gus Dur

Sampang, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Peringatan wafat (haul) KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dihelat Pengurus Cabang Lakpesdam NU Kabuapten Sampang dengan membedah buku “Sunan Gus Dur; Akrobat Politik ala Nabi Khidir.” Kegiatan tersebut berlangsung di aula PCNU Ahad (29/12).

Bedah buku acara diawali dengan sambutan ketua Lakpesdam NU, Faishol Romdhoni. Ia mengungkapkan, digelarnya bedah buku tentang Gus Dur bertujuan untuk menghidupkan iklim intelektualitas kaum Nahdliyin di Sampang.

Lakpesdam NU Sampang Bedah Sunan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Sampang Bedah Sunan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Sampang Bedah Sunan Gus Dur

“Ke depan kami (Lakpesdam NU) akan membuat dokumentasi tokoh NU lokal seperti KH. Hasib Siradj, KH. Sabrawi dan tokoh kiai yang lain,” ungkapnya.

Bupati Kabupaten Sampang, KA. Fannan Hasib menyambut positif kegiatan bedah buku tersebut. “Kami berharap melalui bedah buku ini, kader NU bisa memahami pemikiran Gus Dur yang tentunya akan membantu kemajuan Sampang,” ujarnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Bedah buku yang dipandu Yulis Juwaidi, penulis buku, Mas’ud Adnan bercerita banyak tentang pemikiran Gus Dur yang dianggap kontroversial kalangan umum.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Gus Dur adalah orang yang menganut faham Thomas Kelly, yaitu bangsa perlu seorang pahlawan yang memiliki keberanian individualitas. Apa yang dia yakini benar dia sampaikan. Dia bukan tipikal pemimpin yang mementingkan pencitraan,” jelasnya.

Penulis buku “Gus Dur Hanya Takut Dengan Orang Madura” tersebut sangat mengapresiasi ide Lakpesdam NU Sampang yang menggelar peringatan wafat Gus Dur dengan cara yang berbeda, yaitu mengulas ide dan pemikiran Gus Dur.

Dalam acara tersebut, juga dilakukan penyerahan buku tersebut dan jaket Lakpesdam NU Sampang secara simbolis kepada bupati oleh ketua Lakpesdam NU Faishol Romdhoni.

Hadir pada kesempatan tersebut Rais Syuriyah PCNU Sampang KH Syafiuddin Abd. Wahid, Sekkab Kabupaten Sampang, Puthut Budi Santoso, serta  250 peserta yang diundang terdiri dari Muspikab Sampang, pengurus PCNU, MWC, lajnah dan Banom serta organisasi pemuda dan mahasiswa. (Rato Ebhu/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Nahdlatul Ulama, Hikmah, Sholawat Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Minggu, 26 November 2017

NU Luar Pulau Jawa Butuh Perhatian Lebih dari PBNU

Jombang, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal . Kehadiran? PBNU ke berbagai cabang yang berada di luar Pulau Jawa sangat dibutuhkan untuk mempercepat penguatan NU, baik di sisi pemahaman Islam Ahlussunah wal Jamaah maupun struktur organisasi. Selama ini, masih banyak pengurus cabang NU di daerah yang merasakan kurang mendapat sentuhan dari PBNU.

?

Hal itu diungkapkan Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, H. Tarmidzi kepada Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal, Ahad (2/8) malam, di sela-sela menunggu lanjutan sidang pleno pembahasan tata tertib Muktamar ke-33 NU, di alun-alun, Jombang, Jawa Timur.

NU Luar Pulau Jawa Butuh Perhatian Lebih dari PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Luar Pulau Jawa Butuh Perhatian Lebih dari PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Luar Pulau Jawa Butuh Perhatian Lebih dari PBNU

Menurut Tarmidzi, dengan seringnya pengurus PBNU turun ke cabang-cabang NU, selain memperkuat organisasi NU di tingkat cabang, juga menumbuhkan semangat ber-NU di tingkat MWC hingga ranting.

?

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Siapa pun yang terpilih memimpin PBNU lima tahun ke depan, harus lebih sering turun ke bawah (cabang). Jika sering PBNU turun ke bawah, turut memperkuat pemahaman Ahlussunnah Waljamaah," kata Tarmidzi yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Bengkulu Tengah.

?

Untuk itu, kata Tarmidzi, para muktamirin harus jeli memilih pemimpin PBNU periode 2015-2020. Jangan mau? hanya dengan kepentingan sesaat dan iming-iming tertentu, memilih pemimpin PBNU ke depan.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Kita berharap pemimpin PBNU terpilih makin sering berkunjung ke cabang-cabang. Terutama cabang-cabang yang minus kondisinya," kata Tarmidzi, tamatan Pesantren Denanyar, Jombang tahun 1977 ini.

?

Tarmidzi yang sudah tujuh tahun (dua periode) mengemban amanah sebagai Ketua PCNU di Bengkulu Tengah, belum pernah dikunjungi PBNU, kecuali hanya sampai di tingkat wilayah (provinsi). Tarmidzi mengakui, saat ini PCNU yang dipimpinnya terus berbenahi diri. Dari 10 kecamatan, sudah memiliki 9 MWC.

"Cabang yang dikunjungi PBNU pastilah senang dan dapat mendorong semangat ber-NU, baik di kalangan pengurus sendiri maupun warga nahdiyin," kata Tarmidzi yang? 22? tahun sebagai Kepala KUA di Propinsi Bengkulu ini. (Armaidi Tanjung/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Aswaja, Bahtsul Masail, Sholawat Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kemenag Sediakan 200 Juta untuk Lomba Hari Santri 2017

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal?

Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) kembali menggelar lomba sebagai rangkaian Gebyar Hari Santri 2017 ketiga. Tahun ini, panitia menggelar Lomba Komik dan Kartun Strip. Lomba Hari Santri yang diperingatu setiap 22 Oktober itu, bertema “Indonesia Rumah Kita”menyediakan hadiah uang tunai senilai total Rp 200 juta.?

Direktur PD Pontren Ahmad Zayadi menuturkan, lomba ini bertujuan lebih mendekatkan santri dan pondok pesantren dengan masyarakat. Selain itu juga untuk menyebarluaskan nilai-nilai keislaman pesantren yang ramah terhadap kebinekaan.

“Di tengah maraknya praktik beragama yang penuh amarah dan intoleran, nilai-nilai keislaman pesantren yang santun dan menghargai perbedaan perlu digaungkan. Nilai-nilai yang diajarkan para kiai kepada santri sangat kontekstual dengan kondisi Indonesia yang berbineka,” kata Ahmad Zayadi di Jakarta, Senin (7/8) sebagaimana dilaporkan kemenag.go.id.

Kemenag Sediakan 200 Juta untuk Lomba Hari Santri 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Sediakan 200 Juta untuk Lomba Hari Santri 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Sediakan 200 Juta untuk Lomba Hari Santri 2017

Menurut Zayadi, lomba komik dan kartun strip merupakan salah satu ikhtiar untuk membumikan Islam yang rahmatan lilalamin.?

“Komik dan kartun strip dipilih, karena dinilai mampu menjadi juru bicara yang efektif, khususnya kepada anak-anak muda yang kelak akan menjadi penentu masa depan Indonesia,” ungkapnya. “Lomba ini sifatnya terbuka untuk untuk umum, baik kartunis dari Indonesia maupun mancanegara,” tambahnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Tahun ini adalah kali ketiga gelaran lomba dalam rangka Gebyar Santri. Pada tahun 2015, Dit PD Pontren mengadakan lomba kartun, ? sedang tahun 2016 lomba foto dan cerpen.?

“Saya berharap kegiatan positif ini akan terus berlanjut pada tahun-tahun yang akan datang,” harap Zayadi.

Kasubag TU Dit. PD Pontren Abdul Rouf mengatakan, karya yang akan diikutsertakan dalam lomba bisa diantar langsung ke alamat: Panitia “Lomba Komik dan Kartun Strip Internasional Gebyar Hari Santri 2017”, Ruang Subbag Tata Usaha Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Lt. 6 Gedung Kemenag RI, Jalan Lapangan Banteng No. 3-4 Jakarta Pusat 10710.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Pengiriman karya bisa dilakukan sejak informasi ini diumumkan sampai batas akhir pengiriman pada 20 Oktober 2017,” papar Rouf.

Menurut Rouf, seluruh karya yang masuk akan dinilai oleh dewan juri beranggotakan KH Ahmad Mustofa Bisri (Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin, Rembang), Beng Rahadian (komikus, dosen FSR Institut Kesenian Jakarta), Hikmat Darmawan (pakar komik), dan Darminto M Sudarmo (Kartunis, mantan Pemred Majalah Humor).

“Nama-nama pemenang akan diumumkan di www.pendis.kemenag.go.id dan media sosial pada tanggal 1 November 2017,”tambahnya. (Red: Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Sholawat Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 20 November 2017

IPNU-IPPNU NTB Siap Kawal Pelajar dari Ekses Negatif Teknologi

Mataram, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal - Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) menggelar kegiatan Safari Ramadhan di Masjid Desa Trengan, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Safari mendapat sambutan positif dari tokoh masyarakat setempat.

Tim safari yang dipimpin Syamsul Hadi selaku Ketua PW IPNU NTB dan Baiq Masisarah selaku Ketua PW IPPNU NTB ini disambut langsung oleh tokoh setempat TGH Mukhtar yang juga Mustasyar PCNU Lombok Utara didampingi Jalil, Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Lombok Utara.

IPNU-IPPNU NTB Siap Kawal Pelajar dari Ekses Negatif Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU NTB Siap Kawal Pelajar dari Ekses Negatif Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU NTB Siap Kawal Pelajar dari Ekses Negatif Teknologi

Syamsul Hadi dalam kesempatan itu memperkenalkan rombongan dan menyatakan komitmennya sebagai organisasi NU beranggotakan pelajar untuk mengawal para pelajar di NTB. "IPNU-IPPNU adalah ‘anaknya’ NU yang paling kecil. Kami adalah adiknya Ansor," kata alumni Pendidikan Fisika IKIP Mataram ini, Rabu (22/6).

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Meski menjadi ‘anak bungsu’, IPNU-IPPNU NTB bertekad hadir memfasilitasi dan mendampingi para belajar pelajar. Pihaknya berjanji akan membentengi para remaja itu dari imbas negatif kemajuan teknologi informasi yang begitu pesat.

Menurutnya, teknologi memang memberikan dampak positif, misalnya kecepatan akses informasi dari mana saja. “Namun sisi negatif dengan kemajuan teknologi saat ini begitu mudahnya generasi khususnya pelajar mengakses konten-konten yang tidak prodoktif dan berdampak pada pergaulan yang tidak sehat,” ujar Hadi yang merupkan alumni Pondok Pesantren Al Mansuriah Bonder Lombok Tengah ini.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ustadz Azrai Gazali selaku penceramah dalam safari ini mendorong kepada masyarakat agar menjaga anak-anaknya dari hal-hal yang tidak baik. Orang tua, katanya, harus peka terhadap anaknya karena Lombok Utara adalah kawasan yang cantik dan menjadi sorotan dunia. Budaya-budaya luar akan mudah masuk dan mempengaruhi perilaku negatif para remaja.

Selain safari, pelajar NU NTB ini juga aktif menyemarakkan Ramadhan mulai dari shalat isya dan tarawih berjamaah di sekretariannya di Jalan P No 44 Perumahan Elit Lingkar Selatan Kota Mataram. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Sholawat, Ahlussunnah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock