Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Februari 2018

Buka Kompetisi LSN, Cak Imin: Gus Dur adalah Penggerak Sepakbola Pesantren

Yogyajarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar, membuka secara resmi Liga Santri Nusantara (LSN) Seri Nasional di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin (24/10) malam.

Di depan ribuan santri yang datang dari berbagai pesantren dan 31 perwakilan tim peserta seri nasional, Cak Imin-panggilan akrab Muhaimin Iskandar-mengaku senang dengan penyelenggaraan LSN yang sudah memasuki tahun kedua. Menurutnya LSN bisa menjadi penggerak para santri untuk meraih prestasi, khususnya di bidang sepak bola.

“Ini adalah bukti bahwa santri akan hadir memberikan kontribusi dalam kemajuan sepakbola Indonesia” ucap Cak Imin mengawali sambutannya.

Buka Kompetisi LSN, Cak Imin: Gus Dur adalah Penggerak Sepakbola Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Kompetisi LSN, Cak Imin: Gus Dur adalah Penggerak Sepakbola Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Kompetisi LSN, Cak Imin: Gus Dur adalah Penggerak Sepakbola Pesantren

Cak Imin juga meyakini bahwa liga santri akan menjadi tonggak kebangkitan sepakbola nasional, dan akan ? diperhitungkan dalam kancah sepakbola pada level asian atau bahkan dunia.?

“Liga santri kedua ini cukup cepat kemajuan, perkembangan dan kualitasnya, semoga dengan adanya LSN ini akan semakin maju olaharaga di pesantren serta dapat melahirkan atlet nasional yang bisa mengharumkan Indonesia di mata dunia” tegas pria kelahiran Jombang ini.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Cak Imin juga mengaku terharu melihat diselenggarakannya Liga Santri Nusantara oleh Pemerintah melalui Kemenpora. Kompetisi seperti LSN ini merupakan bentuk kerinduan mendalam dunia santri di sepak bola.

"Kalau Gus Dur masih ada, pasti beliau juga bangga terhadap Liga Santri Nusantara. Karena apa? Karena Gus Dur itu bukan saja pencinta sepak bola, pengamat sepak bola, tapi beliau adalah penggerak sepak bola di pesantren. Kita semua patut mengenang dan berterima kasih kepada Gus Dur," kata Cak Imin yang juga Ketua Umum PKB itu.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Oleh karena itu Muhaimin Iskandar meminta kepada seluruh tim peserta dan panitia penyelenggara untuk semaksimal mungkin menyukseskan seri nasional LSN. "Kita tarik perhatian masyarakat ke penyelenggaraan Seri Nasional LSN di DIY ini. Kita perlihatkan para pesepak bola tangguh dari pesantren seluruh Indonesia," kata Cak Imin.

Pembukaan Seri Nasional Liga Santri Nusantara di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin malam, turut dimeriahkan pertandingan antara PP Daruttaibin Jawa Timur melawan PP Nur Iman Sleman. Pertandingan dimenangkan PP Nur Iman dengan skor 2-1.

Seri Nasional LSN 2016 diawali dengan babak 32 besar, mulai Senin kemarin hingga Selasa hari ini. Sebanyak 31 tim dibagi ke dalam 8 grup. Juara dan peringkat kedua berhak lolos ke babak 16 besar pada Kamis 27 Oktober 2016. (Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pahlawan, Pemurnian Aqidah, Tokoh Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Ansor Jombang: Presiden Tak Harus Minta Maaf kepada PKI

Jombang, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Gerakan Pemuda Ansor sependapat bahwa tragedi kemanusiaan berupa kontak fisik dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) 50 tahun silam tidak terulang kembali di masa mendatang. Namun peristiwa yang mengakibatkan jatuhnya banyak nyawa tersebut hendaknya dapat dilihat lebih arif dan cerdas.

Pandangan tersebut disampaikan H Zulfikar Damam Ikhwanto yang juga Ketua PC GP Ansor Jombang Jawa Timur, Kamis (1/10).  Dalam rilis yang diterima media ini, Gus Antok, sapaan akrabnya, juga menolak keras kalau kemudian Presiden RI harus meminta maaf terhadap PKI.

Ansor Jombang: Presiden Tak Harus Minta Maaf kepada PKI (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Jombang: Presiden Tak Harus Minta Maaf kepada PKI (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Jombang: Presiden Tak Harus Minta Maaf kepada PKI

"Ini sejarah kelam dan memprihatinkan yang tidak boleh terulang kembali," katanya. Soal politik harus dipahami dan dilakukan secara arif dan cerdas, tidak perlu sampai bunuh membunuh atau menciptakan konflik horisontal seperti masa lalu, lanjutnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dalam pandangannya, masyarakat sudah sangat mengerti tentang bahaya ideologi dan gerakan komunisme atau PKI, baik model lama dan model baru. Demikian juga upaya saling memaafkan di antara warga masyarakat sudah terjadi secara alamiah dan membudaya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Toh sampai hari ini, masyarakat, baik PKI dan bukan PKI, sudah tidak mampu lagi dibedakan," terangnya. Semua sudah membaur dan menyatu.

Ia justru mengkhawatirkan jika permintaan maaf kepada PKI secara resmi, apalagi dilakukan oleh Presiden sebagai pimpinan sebuah negara, akan membuka luka lama dan kekecewaan mendalam bagi pihak yang juga menjadi korban PKI di masa lalu.

"Harapan kami, soal perebutan kekuasaan atau politik, tidak semestinya membunuh akal sehat dan mengakibatkan pertumpahan darah serta perang saudara," ungkapnya. Semua pihak yang berkepentingan dan juga semua warga negara harus bisa saling menjaga dan mengawal proses berpolitik dan berdemokrasi ala Pancasila yang baik, lanjutnya.

Segala ideologi, apalagi sampai memunculkan gerakan yang melawan Pancasila dan mengancam keutuhan NKRI tidak boleh ada dan tumbuh subur di bumi Indonesia tercinta ini. "Siapapun dan dalam bentuk apapun, jika bertentangan dengan Pancasila dan mengancam NKRI, maka hanya ada satu kata yang kita tolak," tegasnya.

PKI jelas-jelas bertentangan dan ingin menjatuhkan Pancasila. "Kalau kemudian presiden meminta maaf secara resmi, maka akan membuka cerita kelam," sergahnya.

Permintaan maaf secara terbuka juga dapat dianggap sengaja membiarkan Pancasila dikoyak serta akan mengancam keutuhan NKRI. "Dengan alasan apapun, permintaan maaf secara resmi itu tidak perlu dilakukan," katanya.

"Ansor Jombang menolak PKI dan ajaran komunis di negeri ini, demikian juga kami menolak permintaan maaf secara resmi yang dilakukan presiden kepada PKI," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pahlawan, Nasional Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

Aminuddin Ma’ruf Ketum PB PMII 2014-2016

Jakarta,Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Aminuddin Ma’ruf terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia periode 2014-2016 pada Kongres Jambi yang berlangsung 30 Mei sampai 10 Juni 2014.

Amin, kader PMII yang diusung Cabang Jakarta Timur tersebut menyelesaikan S1 di Universitas Negeri Jakarta dan melanjutkan S2 di Universitas Trisakti. Di PB PMII sebelumnya ia dipercaya sebagai Ketua Biro Pemberdayaan Ekonomi.

Aminuddin Ma’ruf Ketum PB PMII 2014-2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Aminuddin Ma’ruf Ketum PB PMII 2014-2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Aminuddin Ma’ruf Ketum PB PMII 2014-2016

Salah seorang pengurus PB PMII, Abdul Malik, menceritakan proses pemilihan di kongres tersebut. Menurut dia, awalnya yang mencalonkan diri menjadi ketua umum sekitar 15 orang. Setelah beberapa calon mengundurkan diri, 5 kandidat maju pada putaran pertama.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kata Malik, pada putaran pertama itu Muammarullah Umam mendapat 51 suara, Aminuddin Ma’ruf 38,? Abdul Aziz 7, Zaini Mustakim 41, Jabidi Ritonga 35, Miftahul Aziz 45. Sementara pada putaran kedua Aminuddin 102, Muammarullah Umam 74, Miftahul Aziz 64.? ?

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Aminuddin terpilih secara demokratis pada kongres tersebut,” kata Abdul Malik melalui telpon Selasa (10/6). (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pahlawan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selasa, 23 Januari 2018

Alumni PMII Fasilitasi Santri Masuk Kampus UI

Depok, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Untuk memotivasi kalangan santri dan pelajar NU melanjutkan kuliah di Universitas Indonesia (UI), Forum Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UI atau Forluni PMII UI sejak 2014 telah merancang program khusus Sanlat Supercamp "Road to UI" yang merupakan inovasi atas Pesantren Kilat (Sanlat) Sukses Masuk PTN yang dilaksanakan Forluni PMII UI sejak 2012. ?

Selain memberikan materi tes masuk UI dan PTN (perguruan tinggi negeri) lain, manajemen Sanlat juga membekali peserta dengan motivasi spiritual, pengembangan karakter dan wawasan kebangsaan. Program Sanlat Supercamp 2014 lalu berhasil meluluskan 9 siswa dari total 14 peserta Sanlat, 5 siswa diantaranya berhasil diterima di UI.

Alumni PMII Fasilitasi Santri Masuk Kampus UI (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni PMII Fasilitasi Santri Masuk Kampus UI (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni PMII Fasilitasi Santri Masuk Kampus UI

"Dari 9 peserta yang lulus, 5 peserta di antaranya adalah santri lulusan pesantren yaitu 2 orang dari Pesantren Al Hamidiyah Depok dan masing-masing 1 orang dari Pesantren Al Itqon Jakarta Barat, Pesantren SMK Arrahman Depok, dan Pesantren An Nawawi Magelang," papar Alfanny.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Untuk Sanlat 2015, manajemen Sanlat akan mengadakan Try Out Seleksi sanlat dengan pola tes SIMAK UI pada Sabtu, 18 April 2015 di Pusat Studi Jepang Kampus UI Depok.? Bagi santri atau pelajar NU yang ingin mengikuti Sanlat, dapat mengetahui informasi tentang sanlat dan proses seleksinya di website www.sanlat.forluni.com.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Tidak ada alasan kalangan santri enggan berkuliah di UI, karena pemerintah sudah menyediakan banyak beasiswa khususnya beasiswa bidik misi.? Persaingan yang ketat untuk masuk UI juga bukan alasan, karena dengan disiplin belajar dan doa, banyak santri yang sudah kuliah di UI," urai Alfanny, Ketua Umum Forum Alumni PMII UI. (Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pahlawan, Cerita Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 22 Januari 2018

4 Hari Lewat WhatsApp, NU Ngawi Kumpulkan Rp150 Juta

Ngawi, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mandiri. Seperti yang dilakukan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Melalui grup WhatsApp, Panitia Pembangunan Masjid dan Kantor NU Ngawi, membuka sumbangan untuk proyek pembangunan gedung kepada para anggota grup.

4 Hari Lewat WhatsApp, NU Ngawi Kumpulkan Rp150 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
4 Hari Lewat WhatsApp, NU Ngawi Kumpulkan Rp150 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

4 Hari Lewat WhatsApp, NU Ngawi Kumpulkan Rp150 Juta

Setelah empat hari, panitia sukses mengumpulkan dana Rp150 juta. Dana ini lantas dipergunakan untuk pengurukan lahan pembangunan. Dari kebutuhan 1000 dam tanah uruk, Selasa (8/3) lalu, sudah terkumpul hampir 700 dam tanah uruk. Kalau berupa uang, harga tanah uruk per dam Rp250 ribu. Sehingga total dana yang terkumpul sudah melampaui angka Rp150 juta.

Sebelumnya, PCNU Ngawi mengagendakan pembangunan masjid dan kantor NU di atas lahan seluas 3120 meter persegi di Ring Road Barat Ngawi. Total kebutuhan dana sekitar 17 miliar untuk pembebasan lahan di samping lokasi pembangunan, pembangunan masjid, pembangunan Kantor NU tiga lantai, dan pembangunan Aula Aswaja.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ketua Tanfidziyah PCNU Ngawi KH Ulin Nuha Rozi menyatakan bahwa gerakan infak dan sedekah untuk NU ini adalah perjuangan kemandirian warga NU dalam upaya membela aqidah Ahlussunnah wal Jamaah.

"Dengan ridla Allah, spirit Kanjeng Nabi dan para pendiri NU, insyaallah warga NU Ngawi selalu solid dan kompak. Pembangunan masjid dan Kantor NU Ngawi ini menjadi agenda bersama para pengurus, kader NU yang ada di pesantren, kontraktor, pengusaha, petani, politisi dan birokrasi untuk menyukseskannya,” tambah pengasuh Pondok Pesantren Temulus Mantingan, Ngawi. (Red: Mahbib)

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pahlawan, Pemurnian Aqidah, Kyai Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Madrasah Ini Berkembang Berkat Doa dan Peduli Tetangga

Jombang, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal - Tahun ajaran 2016/2017 ini, setidaknya ada 160 peserta yang telah diterima di Madrasah Aliyah Unggulan KH Abdul Wahab Hasbulloh (MAU WH) Tambakberas Jombang Jawa Timur. Padahal tahun sebelumnya hanya ada 60-an siswa dan siswi. Sebuah perkembangan yang membanggakan.

Salah satu yang menjadi penyebab perkembangan tersebut adalah doa para tetangga dan kepedulian madrasah kepada para fakir miskin yang ada di sekitar madrasah. "Ini berkat dukungan dan doa bapak dan ibu yang selalu diberikan kepada madrasah kami," kata Faizun Amir, Senin (20/6).

Madrasah Ini Berkembang Berkat Doa dan Peduli Tetangga (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah Ini Berkembang Berkat Doa dan Peduli Tetangga (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah Ini Berkembang Berkat Doa dan Peduli Tetangga

Kepala MAU WH ini kemudian menceritakan bahwa MAU WH secara rutin memberikan bantuan dan perhatian kepada para fakir miskin yang ada di sekitar madrasah. "Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Organisasi Siswa Intra Sekolah atau OSIS yang memberikan sumbangan berupa uang tunai dan sembako ke tetangga para dhuafa," kata Pak Faiz, sapaan akrabnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Di samping doa dan kepedulian dariu tetanggan, Pak Faiz juga berkeyakinan lantaran di MAU WH selalu diadakan khatmil Quran. "Kegiatan tersebut selalu diikuti para wali murid dan guru di sini," kata alumnus pascasarjana Universitas Islam Malang tersebut.

Berkat sejumlah ikhtiar tersebut, maka prestasi para siswa dan siswi juga membanggakan. Pada pemilihan pelajar terbaik tingkat Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas beberapa waktu lalu, juara pertama dan ketiga diraih oleh siswa dan siswi MAU WH.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Hal ini menunjukkan bahwa MAU WH benar-benar unggul," kata Nyai Hj Mundjidah Wahab. Wakil Bupati Jombang tersebut juga mempercayakan salah satu cucunya untuk mendaftar di madrasah ini.

Pada saat memberikan sambutan, Wabup Jombang mengajak para anak yatim dan fakir miskin untuk tetap semangat belajar dan nyantri. "Jangan takut masalah biaya, asal sungguh-sungguh kalian pasti berhasil," katanya.

Sebagai wujud terimakasih, di halaman madrasah setempat diadakan acara pemberian santunan kepada ratusan anak yatim dan mengundang tetangga untuk buka puasa bersama.

Pagi hari, kegiatan belajar mengajar berlangsung seperti biasa. Kemudian dilanjutkan dengan khatmil Quran di aula madrasah dan pembagian zakat fitrah sebanyak 250 paket.

Saat sore, diberikan tali asih kepada 96 yatim piatu dan 36 fakir miskin yang dipungkasi buka bersama. Ny Hj Mundjidah Wahab ikut hadir bersama keluarga, termasuk sejumlah cucu. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pahlawan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Minggu, 07 Januari 2018

Kisah Sembuh dari Penyakit Diabetes lantaran Shalawat

Sidoarjo, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Wakil Gubernur Jawa Timur H Saifullah Yusuf menyatakan bahwa shalawat mampu membuat hati bahagia. Pria yang akrab disapa Gus Ipul ini menceritakan, salah satu guru besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (Uinsa) Ali Aziz telah melakukan penelitian terkait dengan penyakit diabetes yang ia derita.

Gus Ipul melanjutkan, Ali Aziz telah berobat ke dokter dan membaca buku bahwa "orang yang sehat dihitung seberapa jauh otaknya bekerja, orang bahagialah yang bekerja dengan sempurna karena mengirim darah ke seluruh tubuh dengan sempurna pula".

Kisah Sembuh dari Penyakit Diabetes lantaran Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Sembuh dari Penyakit Diabetes lantaran Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Sembuh dari Penyakit Diabetes lantaran Shalawat

"Menurut penelitiannya (Ali Aziz), umumnya orang saat bershalawat itu senang dan seakan-akan bertemu Rasulullah. Kemudian Ali Aziz ini bershalawat setiap hari di rumahnya. Alhamdulillah penyakitnya sembuh atas hidayah Allah melalui shalawat tersebut," kata Gus Ipul pada acara HUT TV9 Nusantara ke 6 dan HUT Sidoarjo ke 157 yang dikemas dalam Sidoarjo bershalawat di halaman parkir Timur Gor Sidoarjo, Ahad malam (24/1).

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Gus Ipul berharap semoga warga Nahdliyin semakin cinta kepada Rasulullah dan kedua orang tuanya. "Mewakili PBNU dan PWNU Jawa Timur, semoga kita senantiasa senang ke Rasulullah, orang tua dan guru-guru kita. Mudah-mudahan dengan shalawat ini hati kita sehat semua, membuat hati kita bahagia. Insyaallah pahalanya banyak dan semoga mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad SAW," doanya.

Di tempat yang sama Bupati Sidoarjo periode 2016-2021 H Saiful Ilah menyebutkan bahwa dengan bershalawat berarti umat Islam berdoa agar kebutuhan hidupnya tercapai, terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Shalawat ini sebagai langkah dan upaya bersama untuk menumbuh kembangkan agar permasalahan-permasalahan bisa segera terselesaikan. Dengan bershalawat mampu memberikan dampak spiritual, mewujudkan tatanan pemerintah yang demokratis," kata pria yang akrab disapa Abah Ipul itu.

Sementara itu, Ketua DPRD Jawa Timur Halim Iskandar yang turut hadir dalam kesempatan itu mengimbau kepada warga untuk tetap waspada dan hati-hati dengan peredaran narkoba serta radikalisme yang masuk ke Jawa Timur. Ia berharap para orang tua lebih hati-hati dalam mendidik anak-anak. (Moh Kholidun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pahlawan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

Dua Dayah Aceh Gagas Kader Ulama dan Tafaqquh fid Din

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Dua perwakilan dayah (pesantren) Aceh berkesempatan mengajukan gagasannya dalam kompetisi program Kementerian Agama RI 2013 untuk wilayah provinsi Aceh, Rabu (27/11). Keduanya mewakili dayah MUDI Samalanga dan dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah Sibreh.

Dalam kompetisi itu, Tgk Mukhlisuddin dan Tgk Muslem Hamdani menjelaskan gagasannya perihal pengembangan pesantren dan kaderisasi ulama. Ide keduanya mengambil model khas Aceh.

Dua Dayah Aceh Gagas Kader Ulama dan Tafaqquh fid Din (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Dayah Aceh Gagas Kader Ulama dan Tafaqquh fid Din (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Dayah Aceh Gagas Kader Ulama dan Tafaqquh fid Din

Tgk Muslem mengharapkan doa warga aceh agar gagasan keduanya diterima pihak Kemenag RI. “Semoga paket program tawaran kami diterima dan dilaksanakan tepat waktu,” kata Tgk Muslem.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Gagasan itu diajukan dalam workshop bertajuk “Inovasi Kurikulum Kitab Kuning Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag RI di Lingkungan Pondok Pesantren Angkatan ke-IV” di Balairung Ratu Hotel Bidakara, Serang, Banten.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kegiatan yang berlangsung selama 4 hari, Selasa-Jum‘at (26-29/11) diikuti 100 peserta yang mewakili pondok pesantren se-Indonesia. workshop dibagi dalam 12 sesi. Dari 100 peserta, panitia membagi dua kelompok diskusi untuk tim advokasi dan bantuan pengembangan kegiatan di Pondok Pesantren. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pahlawan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Siang ini FNKBA Sarbumusi Mulai Diskusi Berkala Industri Kreatif

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Federasi Niaga, Koperasi, Bank, dan Asuransi (FNKBA) Sarekat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Nahdlatul Ulama akan mengadakan diskusi industri kreatif bertema “Prospek Industri Kreatif: Meretas Kendala, Memperluas Pertumbuhan” di gedung PBNU, Jakarta, siang ini Rabu (1/10).

Menurut Sekretaris FNKBA Sarbumusi? Ayi Fahmi, diskusi yang direncanakan berkala tersebut akan mengupas lanskap ketenagakerjaan di sektor industri kreatif dan positioning buruh di tengah besarnya penyerapan tenaga kerja di sektor industri kreatif.

Siang ini FNKBA Sarbumusi Mulai Diskusi Berkala Industri Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)
Siang ini FNKBA Sarbumusi Mulai Diskusi Berkala Industri Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)

Siang ini FNKBA Sarbumusi Mulai Diskusi Berkala Industri Kreatif

Ayi menambahkan, diskusi tersebut juga akan membahas solusi alternatif yang mungkin/bisa dilakukan oleh pemerintah maupun organisasi buruh guna memberikan perlindungan dan kesejahteraan tenaga kerja di sektor industri kreatif.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Menurut Ayi, FNKBA Sarbumusi merupakan upaya dari organisasi buruh di bawah naungan NU tersebut dalam menyejahterakan kaum buruh. NKBA pertama dibentuk dibawah kepemimpinan pada bulan Agustus 2014 di Hotel Bidakara, Jakarta. (Abdullah Alawi)

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Syariah, Kyai, Pahlawan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 11 Desember 2017

Untuk Apa Bertarekat? Ini Lima Cara Mengubah Sifat Buruk Manusia

Ciputat, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. KH Akhmad Sodiq menjelaskan bahwa tujuan diajarkannya tarekat adalah untuk melembutkan dan melenturkan perasaan seseorang.

“Tarekat digunakan untuk melembutkan perasaan. Semua sifat buruk akan dilenturkan dengan tarekat,” kata Kiai Sodiq saat menjadi pembicara pada acara Safari Ramadlan Menepis Radikalisme dengan Spiritualisme di Masjid Fathullah, Kampus UIN Ciputat, Rabu (8/6). ?

Untuk Apa Bertarekat? Ini Lima Cara Mengubah Sifat Buruk Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)
Untuk Apa Bertarekat? Ini Lima Cara Mengubah Sifat Buruk Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)

Untuk Apa Bertarekat? Ini Lima Cara Mengubah Sifat Buruk Manusia

Kiai Sodiq menerangkan, ada lima cara yang bisa mengubah sifat buruk menjadi baik. “Sifat buruk bisa diubah dengan cepat adalah dengan dzikir, ibadah, wuquful qolbi, tawajjuh, dan mujahadah riyadhoh (pembiasaan),” jelas dosen UIN Jakarta tersebut.

Menurutnya, di sekolah hanya menggunakan mujahadah riyadhoh atau pembiasaan sebagai metode untuk mengubah sifat jelek seseorang agar menjadi baik, tetapi kalau di tarekat semuanya diajarkan dan digunakan. Kelima cara tersebut terangkum ke dalam satu wadah, yaitu ibadah.

Ia mengumpamakan sifat jelek itu seperti es batu, sedangkan ibadah itu ibarat matahari.?

“Semakin kuat sinarnya, maka semakin cepat dan mudah es batu tersebut hancur,” tegasnya.?

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Lebih lanjut, Kiai Sodiq menjelaskan bahwa tidak sedikit mursyid atau ahli tarekat yang menolak anak muda untuk bergabung ke dalam kelompok tarekat yang mereka pimpin, hal tersebut dikarenakan mereka sangat menjaga tarekat.

“Kalau ada mursyid yang tidak mau mengijazahkan tarekat, jangan su’udzan. Mungkin dia sangat berhati-hati,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Mahasiswa Ahlu At-Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An- Nahdliyah (Matan) Cabang Ciputat Ahmad Atmo Prawiro menjelaskan, keberadaan Matan bisa menjadi organisasi alternatif di tengah-tengah mahasiswa yang berpikiran pragmatis.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pengurus Matan Cabang Ciputat dilantik pada 11 April 2016 di Masjid Fathullah. Mereka secara rutin mengelar pengajian dan diskusi tarekat melalui Café Sufi. (Muchlishon Rochmat/Zunus) ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Warta, Berita, Pahlawan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kamis, 30 November 2017

Asshidiqiyah Lawan At-Taufiq di Final LSN DKI Jakarta

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Liga Santri Nusantara DKI Jakarta telah memasuki babak final. Dua tim terbaik bertarung memperebutkan titel juara regional dan berhak untuk tiket ke babak 32 Besar Liga Santri Nusantara.

Adalah Pondok Pesantren (Ponpes) Asshidiqiyah vs Ponpes At-Taufiq yang masing-masing pesantren berasal dari Jakarta Barat. Ponpes Assidiqiyah berhasil menang setalah mengkadaskan Ponpes At-Tsaqofah dengan skor 2-1.

Asshidiqiyah Lawan At-Taufiq di Final LSN DKI Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Asshidiqiyah Lawan At-Taufiq di Final LSN DKI Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Asshidiqiyah Lawan At-Taufiq di Final LSN DKI Jakarta

Sedangkan Ponpes At-Taufiq menang adu penalti dengan skor 3-1 saat melawan finalis LSN DKI Jakarta 2015 Hayatul Islam setelah dua babak seri 2-2.

Menurut Koordinator Regional LSN DKI Jakarta Sumarsono, pertandingan final akan digelar hari ini, Sabtu 27 Agustus 2016 di Stadion Soemantri Brodjonegoro Jakarta pukul 14.30 WIB.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Sebelum pertandingan final akan ada laga eksebisi antara Panpel LSN Pusat dengan Dinas Olahraga Provinsi DKI Jakarta," tambahnya.

Marsono melanjutkan, Final LSN DKI Jakarta akan memperebutkan Piala PWNU DKI Jakarta. "Pertandingan final besok akan dihadiri Ketua PP RMINU yang sekaligus Ketua LSN 2016 KH Abdul Ghaffar Rozin, Sekda DKI Jakarta yang juga jadi Ketua PWNU DKI Jakarta H Saefullah, Sekretaris PWNU DKI Jakarta KH Muallif ZA, Kadisorda DKI Jakarta Drs Firmasnyah," tegasnya. (Red: Fathoni)

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal AlaNu, Halaqoh, Pahlawan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kamis, 09 November 2017

Jangan Remehkan Peran Guru Ngaji

Jember, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Peranan guru ngaji dalam membina anak bangsa, jangan pernah disepelekan. Sebab, kenyataannya sejak lama guru ngaji menjadi simbol sekaligus sumber pembinaan moral generasi muda, lebih-lebih di pedesaan.?

Jangan Remehkan Peran Guru Ngaji (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Remehkan Peran Guru Ngaji (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Remehkan Peran Guru Ngaji

Ungkapan tersebut disampaikan oleh Wakil Sekretaris PCNU Jember Moch. Eksan saat bertemu dengan puluhan anggota dan pengurus Forum Silaturrahim Guru Ngaji di Mushalla Al-Falah, Desa Sumberwaru, Kecamatan Sukowono, Jember, Jawa Timur, Sabtu (8/4) malam.?

Menurut Eksan, guru ngaji mempunyai kontribusi yang besar dalam memberantas buta aksara Al-Qur’an sekaligus membina akhlak masyarakat. "Kita dan pemerintah wajib mengapresiasi guru ngaji," ujarnya.

Yang menarik, tambah Eksan, guru ngaji melaksanakan tugasnya tanpa pamrih, tidak mengharapkan balasan materi selain pahala dari Allah SWT. Kalaupun pemerintah akhirnya memberikan insentif pada guru ngaji, itu tidak ada artinya jika dibandingkan dengan jasa-jasa mereka yang telah bertahun-tahun terlibat dalam pembinaan moral sekaligus mengajari ngaji masyarakat.?

"Ingat, mereka tidak hanya mengajar ngaji tapi juga mengajari shalat, baca barzanji dan sebagainya. Tujuan mereka selain santri bisa mengaji, juga bisa tahu tatakrama dan kenal tuhannya dan sebagainya," tukasnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Alumnus IPNU Jember itu manambahkan, memberantas buta baca-tulis Al-Qur’an sama penting bahkan lebih penting dari memberantas buta aksara sebagaimana yang selama ini menjadi program pemerintah.?

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sebab, pemberantasan buta baca-tulis Al-Qur’an juga terkait dengan pembinaan iman, yang merupakan pondasi dari hidup dan kehidupan manusia. "Peran itu sudah diambil oleh guru ngaji. Maka suah selayaknya pemeritah dan kita semua memberikan apresiasi pada mereka," urainya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pahlawan, Budaya Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 04 November 2017

Kiai Hasyim: Hanya NU yang Dapat Mengislamkan Nasionalis

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Mantan Ketua Umum PBNU KH M Hasyim Muzadi menyatakan bahwa negara harus dipimpin oleh orang yang mengerti akan pondasi Islam kultural yang direperesentasikan oleh Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus oleh orang yang berjiwa nasionalis. Dia menuturkan bahwa oleh jiwa-jiwa merekalah Indonesia dapat ditegakkan dan dibangun dari dulu hingga sekarang.

Kiai Hasyim: Hanya NU yang Dapat Mengislamkan Nasionalis (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Hasyim: Hanya NU yang Dapat Mengislamkan Nasionalis (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Hasyim: Hanya NU yang Dapat Mengislamkan Nasionalis

“NU tidak menolak nasionalisme, itulah yang diajarkan oleh para pendiri NU, bahkan hanya orang NU lah yang dapat mengislamkan nasionalis,” tuturnya sebagai narasumber dalam Pleno V Rakernas dan Mukernas Muslimat NU di Gedung Serba Guna 1 Asrama Haji Pondok Gede  Jakarta, Kamis (29/5) siang.

Kita, lanjut Hasyim, tidak dapat mengandalkan Islam-Islam mereka yang hanya mengandalkan caci maki, menebar kebencian dengan mengumbar paham keagamaan yang meresahkan masyarakat. “Modal caci maki hanya melunturkan semangat persatuan dan kesatuan,” kata Pengasuh Pondok Pesantren al-Hikam ini yang mendapat tema “Kriteria Pemimpin untuk Mengantarkan Indonesia Bermartabat”.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Menurutnya, orang NU harus menjadi pemimpin. Oleh karena itu, kata Hasyim, dia akan menerbitkan buku tentang mengapa orang NU harus menjadi seorang pemimpin. “Penerbitan buku ini sedang saya persiapkan, di Jawa Timur,” ungkap mantan Ketua Umum PBNU ini.

Sementara itu, Prof Dr Hamdi Muluk MSi sebagai narasumber lain yang mendapat tema, “Telaah terhadap Sistem Ketatanegaraan yang Bisa Menjamin Lahirnya Pemimpin Ideal” menjelaskan bahwa pada intinya ketatanegaraan yang baik timbul dari perilaku seorang pemimpin yang baik pula.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Semua terkait perilaku pemimpin, entah itu penyimpangan maupun kebaikan,” ujar Guru Besar Psikologi Politik UI yang mengaku sangat mengagumi kepemimpinan Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa ini.

Hamdi menjelaskan bahwa pemimpin adalah yang dekat dengan keseharian kita sebagai pemimpin publik bukan pemimpin partai atau kelompok, sehingga kita paham dan dapat mematuhi atau tidak. 

“Kalau dalam teori minang, “ditinggikan seranting, didahulukan selangkah”, maksudnya yaitu seorang pemimpin ditinggikan kedudukannya dipatuhi perintahnya, karena telah dipilih secara mufakat,” jelas Hamdi.

Pleno V ini dihadiri sekitar 1200 peserta Rakernas dan Mukernas Muslimat NU, Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa beserta pimpinan pusat lain. Acara dilanjutkan dengan Tanya jawab dengan dimoderatori oleh Hj Yenny Wahid dan notulen Susianah Affandi. (Fathoni/Mukafi Niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Doa, Pahlawan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 30 Oktober 2017

Tebuireng Gelar Lomba Karya Tulis tentang NU dan Gus Dur

Surabaya, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Unit Penerbitan, Lembaga Sosial dan Ikatan Keluarga Alumni dari Pesantren TebuIreng, Jombang, Jatim, akan mengggelar lomba karya tulis ilmiah dalam rangka memperingati tiga tahun wafatnya KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Ketua Panitia lomba sekaligus Pengasuh Pesantren Tebu Ireng Jombang, KH Salahudin Wahid, di Surabaya, Selasa, mengatakan, tujuan lomba dengan katagori peserta tingkat pelajar/santri SLTA dan tingkat mahasiswa ini, adalah menggali masalah-masalah keumatan, kebangsaan yang masih menjadi masalah aktual dan mendesak untuk dicari pemecahannya. 

Tebuireng Gelar Lomba Karya Tulis tentang NU dan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Tebuireng Gelar Lomba Karya Tulis tentang NU dan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Tebuireng Gelar Lomba Karya Tulis tentang NU dan Gus Dur

"Masalah-masalah ini menjadi bagian dari masalah bangsa dan umat Islam yang menjadi kepedulian Gus Dur dan kita semua," ujar adik kandung Gus Dur ini.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Menurut dia, Guna menggali masalah-masalah tersebut sekaligus diberikan solusinya, maka lomba karya tulis ilmiah ini menentukan tiga tema, pertama, Tantangan Kerukunan Umat Beragama di Indonesia dan Pemecahanya. 

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Tema ini, kata dia, cukup menarik karena di Indonesia masih muncul fenomena-fenomena keberagamaan. "Kita lihat nanti, apa saja tantangan yang dimunculkan dalam tulisan para peserta dan apa solusi yang ditawarkan," ujarnya.

"Sedangkan, tema kedua yakni Mencari Titik Temu Islam dan HAM Universal di Indonesia," katanya.

Ia mengatakan, masih banyak hal yang belum ada pemecahannya antara hal-hal universal dan hal agama. Ia ingin melihat, apa saja hal-hal yang muncul antara Islam dan HAM, kira-kira ada titik temunya ada atau tidak.

Adapun tema terakhir adalah Bentuk Ideal Peran Organisasi NU di Bidang Politik. Pada tema ini, diulas bagaimana seharusnya peran politik NU di tingkat daerah dan pusat, apakah kebangsaan, kekuasaan ataukah politik kepartaian.

"Saya berharap, waktu dua bulan cukup bagi peserta untuk menghasilkan tulisan-tulisan ilmiah yang bermanfaat bagi negara. Panitia menunggu materi penulisan mulai 17 Oktober – 15 Desember 2012. 

Pemenang lomba karya tulis dengan hadiah total Rp16 juta ini, akan diumumkan pada 15 Januari 2012. "Mudah-mudahan, tulisan para pemenang nanti bisa dibukukan. Apabila hasil pemikirannya bagus, bisa disosialisasikan dan dijadikan acuan," katanya.

Bahkan tidak menutup kemungkinan, lanjut dia, hasil karya dari peserta lomba bisa menjadi rekomendasi yang akan diberikan kepada pihak-pihak terkait seperti Kementeraian Agama, Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan.

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber  : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pahlawan, Warta Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selasa, 24 Oktober 2017

Sejarah Awal Islam Masuk di Maluku

Maluku yang dikenal dengan sebutan Jazirah al-Mamluk (Kepulauan Raja-raja) adalah sebuah negeri di Timur Indonesia yang yang sangat berpengaruh dengan empat kerajaan yaitu Jailolo, Ternate, Tidore, dan Bacan.?

Islam ? masuk di Maluku melalui jalur perdagangan di abad ke-15. Alasan kenapa Islam masuk lewat jalur perdagangan, karena pada awal abad ke-15 Maluku Sohor sebagai kepulauan rempah-rempah yang menjadi sasaran pada pedagang asing untuk mendapatkan cengkeh dan buah pala. Pedagang-pedagang itu diantaranya dari Asia-Arab, Gujarat, Cina, dan pedagang-pedagang Jawa serat Melayu yang telah memeluk agama Islam.

Syekh Mansur adalah salah satu pedagang dari Arab yang meyiarkan Islam di Tidore pada masa pemerintahan Calano Caliati. Sementara Datu Maulana Hussein adalah salah satu pedagang ? dari Jawa yang juga berpengaruh dalam penyebaran Islam di Ternate pada masa pemerintahan Kalano Marhum.?

Sejarah Awal Islam Masuk di Maluku (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejarah Awal Islam Masuk di Maluku (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejarah Awal Islam Masuk di Maluku

Sementara itu, Portugis menyebut bahwa Islam masuk di Maluku semenjak pelantikan Sultan Zainal Abidin ditahun 1486. Namun, sumber lain menyebut Islam sudah ada di Maluku sekitar 50-60 tahun sebelum tahun 1486.?

Setelah Islam masuk di Maluku, pengaruh dan perkembangan Islam belum kuat terutama di Ternate. Oleh sebabnya, Zainal Abidin pergi ke Jawa untuk mempelajari Islam secara langsung dari Sunan Giri. Sunan Giri adalah salah satu ulama atau wali terkenal di tanah Jawa. Dari sinilah muncul empat kerajaan Islam di Maluku yang disebut Maluku Kie Raha (Maluku Empat Raja).

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kesultanan Ternate yang dipimpin oleh Sultan Zainal Abidin (1486-1500); Kesultanan Tidore dipimpin oleh Sultan Mansur; Kesultanan Jailolo yang dipimpin oleh Sultan Sarajati; Kesultanan Bacan yang dipimpin oleh Sultan Kaicil Buko.

Penyebaran Islam di Maluku, tanpa terkecuali tidak dapat dipisahkan dari kerja keras seorang pedagang sekaligus muballigh asal Jawa bernama Datu Maulana Hussein. Ia tiba di Ternate pada 1465. Hussein adalah seorang muballigh besar pada masanya. Ia memiliki pengetahuan agama Islam yang luas dan dalam, serta pakar tilawah dan kaligrafi Arab.?

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dikisahkan pada suatu hari Hussein, dengan suara yang merdu dan keahlian membuat kaligrafi, setiap ia mendendangkan lantunan ayat-ayat suci membuat banyak orang berdatangan untuk mendengarkannya. Dengan demikian masyarakat perlahan-lahan mulai menerima Islam. (Sidra Sofyan)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pahlawan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Minggu, 15 Oktober 2017

Peduli Martabat Bangsa, Mahasiswa NU Galang Koin Untuk Australia

Tangerang, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Tak terima kedaulatan dan martabat bangsanya dilecehkan, Mahasiswa NU yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama Nusantara Kota Tangerang menggalang koin untuk Australia yang nantinya dikirimkan ke Kantor Dubes Australia di Jakarta.

Peduli Martabat Bangsa, Mahasiswa NU Galang Koin Untuk Australia (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Martabat Bangsa, Mahasiswa NU Galang Koin Untuk Australia (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Martabat Bangsa, Mahasiswa NU Galang Koin Untuk Australia

Aksi ini dilakukan pada selasa (3/3) di dua titik yaitu di Jalan Raya Bitung, dan di lampu merah Tigaraksa, Tangerang, Banten. ?

Presiden BEM PTNU Nusantara Idrus Steven Maulana Yusuf mengatakan, aksi tersebut sebagai bentuk protes atas pernyataan Perdana Menteri (PM) Australia Tony Abbott yang mengaitkan bantuan pasca korban tsunami 2004 silam dengan rencana vonis mati 2 warganya itu dalam kasus peredaran narkoba di Indonesia.?

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Kedaulatan hukum di Indonesia dan martabat bangsa adalah harga mati dan tidak boleh diintervensi oleh negara mana pun, termasuk Australia,” tegasnya.

Oleh sebab itu, lanjutnya, kami mendukung Presiden Jokowi yang menolak memberikan grasi terhadap 2 warga Australia yang menjadi pengedar narkoba di Pulau Bali yang lebih dikenal dengan sindikat ‘Bali Nine’ itu.?

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pihaknya juga mendesak PM Abbott agar meminta maaf kepada seluruh rakyat Aceh dan bangsa Indonesia, karena pernyataannya menunjukkan bantuan negara tetangga itu tidak tulus atas nama kemanusiaan.?

“Tidak seharusnya bantuan Australia yang diberikan kepada warga Aceh dibarter dengan nyawa 2 warganya yang akan menjalani hukuman mati karena melakukan kejahatan yang serius di Indonesia,’’ katanya.?

Sementara itu, Sekjen BEM PTNU Siska Uliyana menambahkan, narkoba sudah sangat membahayakan bagi generasi muda Indonesia. Oleh karena itu sudah sepantasnya jika ada hukuman berat bagi pengedar juga bandarnya agar generasi muda tidak rusak akibat pengaruh buruk barang haram tersebut.?

“Saat ini Indonesia sudah dalam kondisi darurat narkoba sehingga hukuman mati terkait kejahatan ini harus ditegakkan, tujuannya agar para bandar dan pengedar tak lagi menjadikan Indonesia sebagai negara tujuan utama pemasarannya,” terangnya.

Aksi pengumpulan koin ini juga berlangsung di beberapa daerah lain di Indonesia. Mahasiswa PTNU Nusantara ini berharap koin yang terkumpul secara nasional nanti dapat membayar bantuan Australia terhadap korban tsunami yang diungkit-ungkit. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pahlawan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 02 Oktober 2017

Lupa Jumlah Rakaat, Baru Ingat Setelah Salam

Lupa merupakan sifat yang tidak dapat dilepaskan dari diri manusia. Sifat ini sudah menempel semenjak manusia pertama berada di bumi ini. Bahkan, seorang Nabi pun tidak dapat menghindar dari kelupaan. Dalam sebuah riwayat Nabi SAW menyatakan, terkadang aku lupa supaya menjadi pelajaran bagi kalian (HR Malik).

Maksudnya, dengan lupanya Nabi SAW para sahabat bisa mengambil pelajaran dan tahu apa yang harus dilakukan ketika ingat atau sadar. Terutama kelupaan yang berkaitan dengan ibadah.

Lupa Jumlah Rakaat, Baru Ingat Setelah Salam (Sumber Gambar : Nu Online)
Lupa Jumlah Rakaat, Baru Ingat Setelah Salam (Sumber Gambar : Nu Online)

Lupa Jumlah Rakaat, Baru Ingat Setelah Salam

Di antara bentuk kealpaan yang sering terjadi ialah lupa rakaat shalat. Acap kali pikiran kita melayang dan mengkhayal entah ke mana sehingga shalat pun tidak fokus. Ketika kalimat salam terucap dari mulut sang Imam, barulah kita sadar bahwa kita sedang mengerjakan shalat. Parahnya, setelah salam dan diam sejenak baru kita menyadari ada satu atau dua rakaat yang tidak ditunaikan.

Apabila kondisi ini menimpa seseorang, ada beberapa hal yang dapat dilakukan berdasarkan penjelasan al-Qaffal dalam kitabnya Hilyatul Ulama fi Ma’rifatil Madzahibil Fuqaha. Berikut kutipannya:

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Jika lupa sebagian raka’at shalat dan baru ingat setelah salam, kita boleh menambahkan rakaat yang dilupakan secara langsung bila selang waktunya tidak terlalu lama. Apabila jeda keduanya terlalu lama, kita wajib mengulang shalat secara keseluruhan. Ulama berbeda pendapat perihal seberapa lama selang waktunya. Menurut Abu Ishaq, jeda keduanya hanya kisaran durasi satu rakaat. Jika jedanya kurang dari durasi satu rakaat, dia boleh menambahkan bilangan rakaat yang terlupakan. Tetapi bila melebihi kadar satu rakaat shalat, ia diwajibkan mengulang shalat. Pendapat ini merupakan pandangan Imam asy-Syafi’i sebagaimana dikutip al-Buwaiti.

Pendapat kedua mengatakan, takaran jeda keduanya didasarkan pada kebiasaan atau tradisi masyarkat setempat. Bila menurut kebiasaan masyarakat, durasi jeda sudah terlalu lama, ia harus mengulang shalat. Tetapi jika durasi jedanya sebentar, ia hanya diwajibkan menambah raka‘at yang dilupakan.

Sementara menurut pendapat ketiga sebagaimana dikatakan Abu ‘Ali Ibnu Abu Hurairah, durasi jeda antara lupa dan menyempurnakan kekurangan raka’at diukur berdasarkan ukuran lamanya rakaat shalat yang dilupakan. Apabila jedanya kelewat lama, ia mesti mengulang dari awal. Kalau hanya sebentar, ia cukup menyempurnakan kekurangan raka’at yang terlupa.

Praktisnya, apabila kita mengerjakan shalat dzuhur, kemudian setelah salam baru ingat bahwa ada beberapa rakaat yang terlupa, kita diperbolehkan untuk langsung berdiri menyempurnakan rakaat yang tertinggal. Namun jika selang waktunya terlalu lama, kita diwajibkan untuk mengulang shalat dzuhur dari awal sebanyak empat rakaat. Terkait berapa lama selang waktunya, para ulama berbeda pendapat sebagaimana yang disebutkan di atas. Wallahu a‘lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pahlawan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Minggu, 27 Agustus 2017

Obama Desak Israel Akhiri Pendudukan di Palestina

New York, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan Israel akan mendapat keuntungan jika menyadari bahwa mereka tidak bisa secara permanen menduduki tanah Palestina. Pada saat yang sama, Palestina akan beruntung jika mengakui keabsahan Israel dan menolak hasutan, kata Obama ketika menyampaikan pidato di Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Selasa (20/9).?

Obama Desak Israel Akhiri Pendudukan di Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Obama Desak Israel Akhiri Pendudukan di Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Obama Desak Israel Akhiri Pendudukan di Palestina

Upaya Obama untuk mewujudkan perjanjian perdamaian Israel-Palestina mengalami kegagalan selama hampir delapan tahun masa kepemimpinannya di Gedung Putih. Upaya terakhir yang dilancarkan Menteri Luar Negeri John Kerry juga rontok pada 2014.?

Para pejabat AS menyampaikan kemungkinan bahwa Obama akan mengungkapkan garis besar parameter kesepakatan setelah pemilihan presiden pada 8 November dan sebelum ia meninggalkan jabatannya sebagai presiden pada Januari.?

Ketika berpidato pada sidang Majelis Umum tahunan PBB untuk terakhir kalinya sebagai presiden, Obama juga mengatakan Rusia sedang berupaya memulihkan "kejayaan yang hilang" melalui pengerahan kekuatan.?

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ia memperingatkan Rusia bahwa jika negara itu "terus mencampuri urusan tetangga-tetangganya...kebesaran (negara itu) akan hilang dan perbatasan-perbatasan miliknya menjadi kurang aman."

Rusia pada 2014 mencaplok semenanjung Krimea milik Ukraina setelah unjuk rasa selama berbulan bulan di Kiev, membuat Presiden Ukraina yang pro-Moskow, Viktor Yanukovich, terdepak dari jabatannya.?

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Menyangkut persengketaan internasional seputar Laut China Selatan, Obama mengatakan, "Penyelesaian yang damai bagi sengketa itu seperti yang dianjurkan oleh hukum akan memberikan stabilitas lebih luas dibandingkan dengan militerisasi di batuan dan karang."

China menyatakan hampir seluruh Laut China Selatan sebagai wilayah miliknya. Melalui wilayah perairan itu, kapal-kapal berlalu lalang membawa komoditas dengan nilai transaksi sebesar lima triliun dolar AS (Rp65,7 biliun) setiap tahunnya.?

Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Vietnam juga memiliki klaim di wilayah Laut China Selatan. Wilayah perairan itu juga diyakini kaya akan sumber daya energi dan pasokan ikan. Pada Juli, pengadilan arbitrase di Den Haag mengatakan bahwa klaim China di perairan tersebut tidak sah. Kasus itu dibawa ke pengadilan Den Haag oleh Filipina. Beijing menolak untuk mengakui putusan tersebut, demikian Reuters. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Jadwal Kajian, Pahlawan, Lomba Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kamis, 08 Juni 2017

Akbid Muslimat NU Kudus Sematkan Cap Profesi Mahasiswa

Kudus, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Akademi Kebidanan (akbid) Muslimat NU Kudus menyematkan cap profesi kepada 22 mahasiswa di Auditorium Kampus setempat, Sabtu (18/1). Dalam acara bertajuk “caping day” ini mahasiswa akbid juga mengucapkan janji melaksanakan praktik kebidanan.

Akbid Muslimat NU Kudus Sematkan Cap Profesi Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Akbid Muslimat NU Kudus Sematkan Cap Profesi Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Akbid Muslimat NU Kudus Sematkan Cap Profesi Mahasiswa

Direktur Akbid muslimat NU Darningsih mengatakan caping day merupakan prosesi mempersiapkan mahasiswa semester pertama untuk praktik kebidanan pada semester berikutnya di perkuliahan. Praktik dilaksanakan semester 2- 5 di perkuliahan dan tempat prakek lainnya seperti Puskesmas,Rumah Sakit maupun rumah bersalin.

“Penyematan cap ini sebagai simbol profesi bidan yang menjadi dasar mahasiswa sudah siap mulai dipraktikkan di lahan praktik. Kalau belum melalui ini tidak boleh melakukan praktik pada smester berikutnya,” katanya kepada Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal usai acara.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Setelah ucap janji, Darningsih mengharapkan mahasiswa mampu praktik sesuai dengan yang diucapkan yakni melaksanakan praktik harus berlandaskan ajaran ahlussunnah wal jamaah dan melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai ilmu yang ditekuni dan tidak membeda-bedakan kaya atau miskin.

“Semoga praktik mereka mampu mengimplentasikan ilmu praktik dari segi pengetahuan tentang pelayanan kebidanan dan menjaga sikap dalam melayani masyarakat,” harapnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kepala dinas Kabupaten Kudus Maryoto mengatakan mahasiswa harus memahami situasi nyata dalam prkatek kebidanan sehingga memerlukan kesiapan dan kemampuan berinteraksi dengan masyarakat.

“Ketika praktik, mahasiswa harus memiliki kesadaran dan tanggungjawab sesuai disiplin ilmu sehingga mampu menjadi bidan tangguh dan mandiri,” katanya.

Hadir dalam acara itu, pengurus BPPMNU Azzahra, wali murid mahasiswa dan tamu undangan lainnya. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Doa, Pahlawan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selasa, 16 Mei 2017

Pesantren-pesantren Ini Buat Website dengan Domain ponpes.id

Bandung, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Pengelola Nama Domain Internet (Pandi) Indonesia memberikan domain ponpes.id kepada beberapa pesantren yang mengirimkan utusannya dalam kegiatan Workshop Membuat Website Pesantren di Kantor Iniximindo Jl Cipaganti No 95, Bandung Jawa Barat, Kamis-Jumat (5-6/3).

Pesantren yang mengikuti kegiatan ini diantaranya Pesantren Al-Mizan dengan alamat website almizan.ponpes.id, pesantren Al-Karimiyah (alkarimiyah.ponpes.id), Pesantren Al-Mukhtariyyah (almukhtariyyah.ponpes.id), dan beberapa pesantren lainnya.

Ketua Pandi, Sigit Widodo mengatakan ponpes.id ini adalah domain pertama yang ada di dunia, Pandi yang mempunyai jargon bangga pakai .id ini memberikan domain kepada masing-masing pesantren dengan kapasitas 10 GB.

Pesantren-pesantren Ini Buat Website dengan Domain ponpes.id (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren-pesantren Ini Buat Website dengan Domain ponpes.id (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren-pesantren Ini Buat Website dengan Domain ponpes.id

"Saya mengharapkan pertemuan kita tidak sampai di sini saja karena pesantren bapak-bapak semua akan menjadi proyek percontohan, ke depan akan diikuti oleh pesantren-pesantren lain di Indonesia," katanya dalam penutupan kegiatan.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sementara itu, Tito Taqiyudin yang mewakili Pesantren Al-Karimiyah Subang mengatakan, program ini sangat bagus karena tidak semua pesantren memiliki website sehingga pesantren menjadi silent majority di dunia maya.

"Ini bagus sekali, pesantren bisa mengikuti perkembangan zaman, ini sesuai dengan qaidah almuhafadzatul qadimus shalih walakhdu biljadidil ashlah, menjaga tradisi yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik," tukasnya. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pahlawan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock