Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Dakwah Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah untuk menyebarkan agama Islam dilakukan tidak dengan cara kekerasanan, mengolok-olok, melainkan dengan cara yang santun, dan ramah.
Rais Syuriyah PBNU KH Zakky Mubarok yang pernah menjabat sebagai Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD-PBNU) periode 2010-1015 juga meminta, kepada kader-kader dakwah yang tergabung di LDNU untuk senantiasa ramah dalam berdakwah.
| Mimbar Khutbah dan Pengajian Mestinya Tebarkan Rahmat (Sumber Gambar : Nu Online) |
Mimbar Khutbah dan Pengajian Mestinya Tebarkan Rahmat
“Dakwah yang ramah tidak menggunakan mimbar untuk melepaskan unek-uneknya. Pantangan itu,” kata Kiai Zakky Mubarok dihadapan peserta workshop yang diselenggarakan LD-PBNU, di lantai 8, Gedung PBNU, Sabtu (11/2) lalu.Mimbar khutbah dan pengajian semestinya dijadikan oleh khotib dan dai untuk menyampaikan hal-hal yang baik, mencerdaskan masyarakat, dan menebarkan rahmat.
Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal
“Jadikanlah mimbar kita sebagai penuh keikhlasan. Jangan sampai memaki kelompok lain apalagi memaki kelompok sendiri,” jelas Kiai pemakai kacamata tersebut. (Husni Sahal/Fathoni)Dari Nu Online: nu.or.id
Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Tegal Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

EmoticonEmoticon