Senin, 02 Oktober 2017

Ironis, Kondisi Makam Pendiri IPNU Ini Kurang Terawat

Solo, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pada penelusuran jejak penyebaran Islam di daerah Pajang Laweyan Surakarta, belum lama ini (16/3), kami sempat singgah ke sebuah kompleks Pemakaman Pulo, yang kebetulan terletak tak jauh dari Masjid Laweyan.? Menurut kabar yang kami terima, di pemakaman tersebut terdapat makam satu pendiri Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), KH Mustahal bin KH Ahmad Masyhud. Momentum ziarah ini tentu juga tepat, mengingat organisasi pelajar NU ini baru saja memperingati Hari Lahir ke-63.

Tiba di pemakaman, kami pun sempat berziarah ke beberapa makam para tokoh ulama Solo yang dimakamkan di tempat tersebut, antara lain KH Ahmad Shofawi, KH Asy’ari, KH Muhammad Sulaiman, dan lain sebagainya.

Ironis, Kondisi Makam Pendiri IPNU Ini Kurang Terawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ironis, Kondisi Makam Pendiri IPNU Ini Kurang Terawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ironis, Kondisi Makam Pendiri IPNU Ini Kurang Terawat

Makam para tokoh tersebut terletak dalam sebuah bangunan, yang kemungkinan menjadi area pemakaman keluarga dari KH Ahmad Shofawi, yang merupakan salah satu pendiri Pesantren Al-Muayyad. Namun, letak makam yang menjadi tujuan pencarian kami belum jua ditemukan.

Penuh Semak Belukar

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Hingga akhirnya, kami pun bertemu dengan seorang warga setempat. Saat kami temui, wanita yang enggan menyebut namanya tersebut, tampak sedang menyapu sekitar belakang bangunan makam keluarga KH Ahmad Shofawi.

Kami kemudian ditunjukkan ke salah satu makam yang penuh dengan rerumputan dan tanaman liar. “Ini makamnya Pak Mustahal dan istrinya. Ya kondisinya memang tidak terawat begini. Paling kalau lebaran atau ruwah, ada yang ke sini,” kata dia.

Setelah kami cek, tulisan yang tertera pada makam memang betul: H. Mustahal Achmad Masyhoed. 8 Januari 1935. Wf 1 Juli 1994. (tulisan ini sekaligus meralat tulisan berjudul? KH Mustahal Ahmad, Perintis Tiga Banom NU, di mana disebutkan KH Mustahal Achmad lahir 31 Januari 1935,-red).

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sembari membersihkan makam, ia pun menunjuk makam yang ada di dekat makam KH Mustahal. Kondisinya bahkan dipenuhi semak belukar. “Kalau yang ini makam Bapak dan Ibu Mawardi (Machmudah Mawardi,-red),” ujarnya.

Machmudah Mawardi merupakan kakak Mustahal, yang pernah mengemban amanah sebagai Ketua PP Muslimat NU selama delapan periode.

Keadaan kedua makam tersebut, tentu sangat disayangkan. Mengingat jasa keduanya yang begitu besar, baik untuk NU maupun Umat Islam.

Saat kami konfirmasi hal ini kepada sejumlah pengurus IPNU dan PMII di Kota Solo, sebagian dari mereka bahkan mengaku tidak mengetahui keberadaan makam tersebut.

“Insyaallah akan kita masukkan dalam agenda ziarah, sebagai rangkaian Harlah PMII mendatang,” terang Ketua PC PMII Surakarta, Bahar.? (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Kajian Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Ironis, Kondisi Makam Pendiri IPNU Ini Kurang Terawat di Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock