Selasa, 06 Februari 2018

Prof Maksum: NU Menentang Dua Penjajahan

Jepara, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. 100 tahun yang lalu Indonesia dijajah dua penjajah sekaligus; penjajah tanah dan kekayaan alam, serta penjajah keagamaan. Yang pertama adalah Belanda dengan antek-anteknya. Sedangkan yang kedua adalah kelompok modernis yang mengkafirkan tradisi-tradisi yang ada.?

Demikisan disampaikan Ketua PBNU Prof Dr H Maksum Mahfudz dalam Apel Akbar Harlah ke-89 NU yang diselenggarakan PCNU Jepara, di alun-alun Jepara, Sabtu (16/6). Penjajahan pertama dilawan oleh NU secara fisik, antara lain melalui Resolusi Jihad.

Prof Maksum: NU Menentang Dua Penjajahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Prof Maksum: NU Menentang Dua Penjajahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Prof Maksum: NU Menentang Dua Penjajahan

Ia melanjutkan, menghadapi penjajahan keagamaan, sejumlah kyai NU yang dipunggawai KH Wahab Hasbullah mengusung misi diplomatik yakni "diplomasi kaum sarungan" dengan melawan setiap yang dianggap bid’ah, kufur dan lain sebagainya.?

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pada 100 tahun kemudian, kata Prof Maksum, penjajahan keagamaan masih berlangsung. Muncullah dua aliran kanan dan kiri yang disebut sebagai Al-Ibahiyah. “Aliran kanan mengganggap semuanya tidak boleh. Aliran kiri semuanya boleh”.?

NU sebagai jamiyyah yang didirikan KH Hasyim Asyari mengusung prinsip tawasuth, jalan tengah, tidak memihak blok kanan dan kiri. “NU mengedepankan tawasuth. Pilihan tersebut bertujuan untuk mengawal kebersamaan demi keberlangsungan berbangsa dan bernegara,” paparnya.?

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Apel akbar tersebut diselenggarakan dalam rangka Harlah NU ke-89 didahului dengan kirab yang diikuti oleh banom NU yang terdiri dari IPNU-IPPNU, Fatayat, Muslimat, Banser, Ansor, Lakpesdam, santri dan marching band dari MTs Masalikil Huda Tahunan dan Mathalibul Huda Mlonggo. Kirab dari gedung NU menuju alun-alun.?

Di alun-alun yang mengikuti apel berjumlah puluhan ribu yang terdiri terdiri dari pelajar, santri, NU, Muslimat, Fatayat, IPNU-IPPNU, Ansor dan masih banyak lagi. Kegiatan juga dimeriahkan dengan penampilan rebana, musik bambu Empu Palman, silat Pagar Nusa, atraksi marching band dan barongsai.?

Ketua panitia, H Anis Arbaani menjelaskan kegiatan terselenggara agar warga NU semakin kompak. Sejumlah kegiatan yang juga dilaksanakan adalah Bhakti Sosial, Seminar Kebangsaan dan Tahtiman yang diikuti oleh 89 khafidz-khafidzah?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaiful Mustaqim ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Bahtsul Masail Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Prof Maksum: NU Menentang Dua Penjajahan di Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock