Rabu, 20 Agustus 2008

Kualitas Pendidikan Tidak Tergantung pada Kuantitas Jam Pelajaran

Pringsewu, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal - Ketua LP Maarif Kabupaten Pringsewu Ahmad Rifai mengatakan, kebijakan Full Day School tidak akan mempengaruhi kualitas pendidikan formal di Indonesia. Penambahan jam pelajaran sampai dengan sore bisa jadi akan mengakibatkan para pelajar akan terbebani dan jenuh.

"Secara psikologis jika kita melakukan sesuatu yang sama dalam kurun waktu yang lama maka bisa dipastikan akan jenuh dan berakibat kualitas hasil pekerjaan akan tidak maksimal," katanya, Sabtu (12/8) menyikapi kebijakan FDS yang dilakukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Kualitas Pendidikan Tidak Tergantung pada Kuantitas Jam Pelajaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Kualitas Pendidikan Tidak Tergantung pada Kuantitas Jam Pelajaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Kualitas Pendidikan Tidak Tergantung pada Kuantitas Jam Pelajaran

Rifai menambahkan, para pelajar seharusnya tidak dipaksakan untuk tetap tinggal di sekolah seharian. "Mereka butuh sosialisasi dengan teman dan masyarakat disekitar rumah mereka. Mereka juga perlu ilmu tentang bergaul dengan lingkungan mereka," tambahnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dengan keragaman ilmu yang dimiliki baik ilmu dunia maupun ilmu agama, ilmu teori maupun praktik dalam kehidupan, kualitas para pelajar juga akan semakin baik. "Jangan hanya difokuskan untuk belajar-belajar dan belajar ilmu formal di sekolah saja namun ada ilmu yang lebih penting yaitu ilmu agama dan ilmu tentang kehidupan," tegasnya.

Dengan kebijakan FDS yang dipaksakan, maka tidak heran menuai berbagai penolakan dari berbagai pihak. "Pemerintah harus bijak mengambil kebijakan. Jangan sampai pendidikan kita dijadikan kelinci percobaan oleh setiap menteri baru. Ganti Menteri ganti kebijakan. Mau kemana arah pendidikan kita?" ingatnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sudah terbukti dari sekian Menteri Pendidikan selalu berusaha melakukan kebijakan baru yang terkadang tidak meningkatkan kualitas pendidikan, malah sebaliknya membebani elemen terkait dengan pendidikan.

"Kurikulum pendidikan selalu berubah-ubah. Sementara instrumen dibawah belum siap dan dipaksakan harus siap. Tenaga pendidik jadi terbebani dan akhirnya pelajarpun menjadi korban," ujarnya mengambil contoh kebijakan perubahan kurikulum.

Terkait kebijakan FDS, Rifai mengingatkan pemerintah untuk mengkaji ulang kebijakan parsial tersebut. "Kaji lebih komprehensif lagi dan tidak ada istilah opsional (kebijakan pilihan). Kalau pilihan bisa jadi di bawah nantinya dipaksakan," tegasnya. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Quote Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Kualitas Pendidikan Tidak Tergantung pada Kuantitas Jam Pelajaran di Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock