Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

IPNU Band Tampil di HUT WR Supratman

Purworejo, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Departemen Seni dan Budaya Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Purworejo, Jawa Tengah, ikut ambil bagian dalam Festival Musik Akustik yang digelar dalam rangka memperingati HUT WR Supratman di Desa Somongari Kecamatan Kaligesing dan monumen WR Soepratman di Kota Purworejo, .

Selain menampilkan lagu wajib, IPNU Band yang digawangi oleh Fikri Amrillah juga menyanyikan lagu karyanya sendiri berjudul "Purworejoku.

IPNU Band Tampil di HUT WR Supratman (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Band Tampil di HUT WR Supratman (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Band Tampil di HUT WR Supratman

Ketika lagu Purworejoku dinyanyikan, sorak-sorai penonton memecah suasana menjadi ramai. Tak terkecuali, Mantan Bupati Purworejo, Kelik Sumrahadi, ikut standing uplaus atas lagu itu. Bahkan, di akhir acara menyempatkan menyambangi personil IPNU Band. "Saya minta liriknya ya, lagu tadi benar-benar bagus." katanya dilanjutkan kesiapan IPNU Band menyerakhannya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Menurut Sofyan Rizali Zain, keikutsertaan IPNU Band dalam event ini bertujuan mengenalkan lebih jauh dengan masyarakat. Selain itu, adalah memicu mental kader di berbagai pentas.

"Kita ingin kader memiliki mental bernyanyi yang mumpuni. Lagu yang dibuat rekan-rekan juga konstruktif, edukatif dan tidak cengeng seperti kebanyakan lagu band dewasa ini," ungkapnya. Meski tak dapat juara, imbuhnya, para personil tetap semangat untuk bermusik sebagai media ekspresi jiwa dan menyampaikan pesan positif kepada khalayak luas.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Di tempat terpisah, Kasi Kerjasama dan Promosi Diskoperindagpar Purworejo Dyah Woro S mengatakan, event ini digelar untuk memeringati HUT WR Soepratman. Event pertama berupa lomba musik akustik akan diadakan pada 16 Maret di Somongari dan event kedua berupa resepsi peringatan HUT WR Soepratman di kawasan Monumen WR Soepratman pada 19 Maret.

"Untuk lomba musik akustik kami adakan di Somongari, di jalan masuk menuju rumah tempat lahir WR Soepratman. Hal ini kami lakukan sekalian untuk memromosikan obyek tersebut kepada masyarakat. Kami harapkan ini bisa menjadi semacam brand untuk memerkenalkan obyek bersejarah tersebut," jelas Woro.

Kepala Bidang Pariwisata Diskopperindagpar Purworejo, Lilos Anggorowati menambahkan, untuk event pada 19 Maret akan berfokus pada resepsi peringatan HUT Wr Soeprartman. Dalam kesempatan tersebut, selain penyerahan hadiah, para pimpinan daerah misalnya Bupati akan membacakan puisi mengenai WR Soepratman.

"Meski masih sederhana, namun kami harap event ini bisa kembali mengingatkan masyarakat akan jasa WR Soepratman yang juga putra daerah Purworejo," katanya. (Ahmad Naufa/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Anti Hoax, Jadwal Kajian, Quote Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 12 Februari 2018

Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan Kukuhkan 34 Tuanku

Padangpariaman, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Sebanyak 34 tuanku dikukuhkan Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan Pakandangan, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Selain itu, juga diberikan ijazah kelulusan kepada 111 tamatan pondok pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan tingkat tsanawiyah, Bustanul Muhaqqiqin (Ma’had A’ly) sebanyak 5 orang.?

Demikian disampaikan Ketua Yayasan Pendidikan Imraniyah Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan Idarussalam Tuanku Sutan, Rabu (19/7/2017) di komplek Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan. Pengukuhan gelar tuanku sekaligus peringatan manyaratuih (seratus) hari wafatnya pendiri Ponpes Nurul Yaqin Ringan-Ringan Abuya Syekh H. Ali Imran Hasan.

Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan Kukuhkan 34 Tuanku (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan Kukuhkan 34 Tuanku (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan Kukuhkan 34 Tuanku

Tuanku yang dihasilkan Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, merupakan kader ulama yang memiliki kemampuan menggali sumber-sumber hukum dan ajaran Islam dari berbagai literatur ? klasik yang dikenal dengan kitab kuning. “Santri di Ponpes Nurul Yaqin Ringan-Ringan dibekali dengan pengetahuan dan kemampuan membaca kitab kuning yang banyak ditulis oleh ulama-ulama terdahulu yang hingga kini isinya masih relevan,” kata Idarussalam.

Menurut Idarussalam, ada tiga kompetensi yang dimiliki Nurul Yaqin diajarkan kepada santrinya. Pertama, keilmuan yakni ilmu kitab sebanyak 16 bidang. Kedua, skill, yakni kemampuan yang dimiliki santri yang diperlukan dalam kehidupan keseharian di masyarakat. Dimana santri bisa berdoa, jadi imam di masjid/surau/mushalla, berdakwah dan ? menjadi guru mengaji. Ketiga, karakter. Santri diajarkan dan dibiasakan dengan ? sopan santun, etika dan ? mengaplikasikan ibadah.?

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Inilah bedanya Pesantren Nurul Yaqin dengan sekolah lainnya. Di Pesantren Nurul Yaqin, Santri dituntut punya ilmu, skill dan berkarakter yang sangat mendukung dalam kehidupan bermasyarakat,” kata Idarussalam.

“Pesantren Nurul Yaqin tetap mengharapkan dukungan semua pihak, baik alumni, masyarakat, maupun Pemerintah Daerah Kabupaten Padangpariaman,” kata Idarussalam.?

Dengan wafatnya pendiri Nurul Yaqin Ringan-Ringan Syekh Ali Imran, maka terdapat dua pimpinan, yakni pesantren dan keilmuan. Pelaksanaan pesantren diserahkan kepada Drs. Almuhdil Karim Tuanku Bagindo. Sedangkan di ? dibidang ? keilmuan, paham, jamaah, tarekat dan wirid, ? dipimpin oleh khalifah yang dinamakan Khalifah Imrani. Untuk pertama kali khalifah Imrani ini dipercayakan kepada Syekh Muda Zulhamdi Tuanku Kerajaan, murid langsung dari Syekh Ali Imran Hasan.?

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur yang menghadiri acara pengukuhan tersebut mengatakan, para lulusan Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan yang sudah dikukuhkan sebagai tuanku diharapkan menjadi ulama yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Ilmu yang sudah diperoleh selama belajar di pesantren ini tentu diharapkan dapat bermanfaat bagi diri sendiri, maupun masyarakat di lingkungannya,” kata Suhatri Bur.

Dikatakan, sebagai ulama tentu prioritas utama adalah untuk terus menggali ilmu agama. Sehingga pemahaman tuanku akan sesuai dengan kondisi masyarakat yang dihadapinya. “Pemkab Padang Pariaman memberikan apresiasi terhadap kehadiran Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan. Amanah dari pendiri pesantren ini memang Pemkab agar memperhatikan perkembangan Pesantren ini. Ini tentu menjadi perhatian kita semuan,” kata Suhatri Bur menambahkan. (Armaidi Tanjung/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Kajian Sunnah, Quote Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

KH Maruf Amin: Tidak Ada Toleransi untuk Artis Panas

Jakarta,Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menegaskan jika sesuatu yang negative itu dipastikan akan berdampak negative bagi masyarakat. Karena itu segala sesuatu yang negative, apalagi artis panas dari Amerika Serikat, seharusnya tidak didatangkan apalagi menjadi bintang film di Indonesia.

“Kita tidak ada toleransi terhadap hal-hal yang buruk. Itu kan sama dengan mendukung kemunkaran. Kami berharap produser film tidak hanya memikirkan keuntungan materi dalam film, melainkan pertimbangan moral anak bangsa yang harus menjadi prioritas. Sebab, anak-anak inilah yang akan menjadi pemimpin masa depan," tandas Mustasyar PBNU KH Ma’ruf Amin di Jakarta, Selasa (19/10).

KH Maruf Amin: Tidak Ada Toleransi untuk Artis Panas (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Maruf Amin: Tidak Ada Toleransi untuk Artis Panas (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Maruf Amin: Tidak Ada Toleransi untuk Artis Panas

Kini artis panas atau porno asal AS bernama Tera Patrick ini menjadi bintang utama dalam film Rintihan Kuntilanak Perawan. Ketiga film ini sempat diprotes, namun lembaga sensor film meloloskannya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ketua Komisi Fatwa MUI ini mengimbau agar moralitas dijadikan pegangan para sineas. Jangan sampai demi popularitas film dan materi, artis porno dipajang dalam tontonan layar lebar. "Wajah perfilman yang porno harus kita hindari, apalagi mendatangkannya. Jangan itu," ujarnya.

Menurut KH Maruf, seniman atau sineas Indonesia bisa bersama-sama membangun moralitas anak bangsa ini. Dan, itu bukan saja berdasarkan atas keyakinan satu lembaga keagamaan saja melainkan seluruh agama menolak pornografi maupun pornoaksi tersebut.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Moral harus dikedepankan, jangan hanya mencari keuntungan pragmatis materi, karena dampak madharatnya jauh lebih besar berbahayanya,"tutur KH Ma’ruf Amin khawatir.(amf)Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Kajian, Quote, Sholawat Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

Dapatkan Gratis, Ensiklopedia NU Empat Jilid!

Jakarta,? Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Dalam rangka memeriahkan peringatan hari lahir ke-14, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal menyelenggarakan lomba menulis hasil liputan aktivitas, kiprah, atau prestasi kiai kampung.

Dapatkan Gratis, Ensiklopedia NU Empat Jilid! (Sumber Gambar : Nu Online)
Dapatkan Gratis, Ensiklopedia NU Empat Jilid! (Sumber Gambar : Nu Online)

Dapatkan Gratis, Ensiklopedia NU Empat Jilid!

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal menyediakan tiga set “Ensiklopedia Nahdlatul Ulama” untuk tiga karya terbaik menurut dewan juri. Tiap set "Ensiklopedia Nahdlatul Ulama" terdiri dari empat jilid. Ketentuan lomba meliputi hal-hal berikut:

- Terbuka untuk umum dan tak dipungut biaya

- Tulisan berbasis liputan dengan gaya penulisan feature

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

- Tema “Pengabdian Kiai Kampung”

- Tulisan dalam kisaran 600-700 kata

- Ditulis rapi dalam MicrosoftWord dengan font Times New Roman 12 spasi 1,5

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

- Kirim naskah disertai biodata lengkap ke email lomba@nu.or.id

- Tiga tulisan terbaik masing-masing berhak mendapat 1 set Ensiklopedia NU

- Batas pengiriman 31 Juli 2017

- Peserta lomba dapat mengirimkan lebih dari satu karya

- Pengumuman pemenang 10 Agustus 2017

- Hak publikasi naskah ada di pihak Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal merupakan situs resmi Nahdlatul Ulama yang berkantor di Lantai 5, Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta. Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal diluncurkan pada 11 Juli 2017 di Jakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pesantren, Quote, Pemurnian Aqidah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kepemilikan Tanah di Desa Jadi PR Besar Kementerian Desa

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal - Staf Khusus kepresidenan Noer Fauzi menyebutkan, kejelasan status dan kepemilikan tanah masyarakat desa menjadi salah satu tantangan besar bagi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Marwan Jafar. Pasalnya, saat ini kepemilikan tanah di desa telah banyak beralih ke berbagai perusahaan dan masyarakat perkotaan.

"Bagaimana rakyat di pedesaan bisa maju kalau mereka tidak punya tanah. Kita tahu, bahwa satu perubahan penguasaan tanah di pedesaan telah banyak dikuasai oleh perusahaan luar dan orang kota," ungkapnya di Jakarta, Kamis (4/3).

Kepemilikan Tanah di Desa Jadi PR Besar Kementerian Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kepemilikan Tanah di Desa Jadi PR Besar Kementerian Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kepemilikan Tanah di Desa Jadi PR Besar Kementerian Desa

Fauzi mengungkapkan, data statistik pertanian tahun 2003 hingga tahun 2013 menunjukkan bahwa dalam kurun waktu 10 tahun lebih dari 5 juta petani di desa beralih profesi. Sebagian besar di antaranya bermigrasi ke kota untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.

"Inilah sebagian mereka pergi ke kota sehingga kota menjadi penuh. Mereka ke kota, ada yang menjadi TKW, bahkan ada yang menganggur di desa. Banyak juga di antara mereka yang menjadi migrasi sekuler. Mereka ke kota untuk bekerja dan dalam waktu tertentu mereka kembali ke desa," ujarnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah mengemukan sebanyak 12,7 juta hektar hutan yang dapat dikelola oleh masyarakat desa. Proses? bagaimana mendapatkan akses terhadap wilayah hutan tersebut, lanjut Fauzi, adalah sesuatu yang pasti akan menyejahterakan masyarakat desa.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Begitu pula 9 juta hektar tanah negara yang akan didistribusikan ke desa. Ini bagaimana kita punya upaya memberdayakan orang yang tidak sanggup untuk memiliki tanah, dan mendapat kepastian tanah," ujarnya. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pertandingan, Aswaja, Quote Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 29 Januari 2018

NU Jerman Tolak Kunjungan Kerja DPR RI

Berlin, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jerman menyampaikan penolakan atas Rencana Kunjungan Kerja Anggota DPR RI ke Jerman. Karena banyak perbedaan signifikan antara Indonesia dan Jerman, diyakini kunjungan DPR RI tidak bermanfaat bagi kepentingan Indonesia.

NU Jerman Tolak Kunjungan Kerja DPR RI (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jerman Tolak Kunjungan Kerja DPR RI (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jerman Tolak Kunjungan Kerja DPR RI

Pernyataan sikap disampaikan PCINU Jerman bersama PPI Berlin, dan Watch Indonesia di Berlin, tertanggal 16 November 2012.

Rencana kunjungan kerja DPR RI itu akan dilakukan oleh Panita Khusus Rancangan Undang-Undang Keinsinyuran. Mereka diperkirakan akan bertolak ke Jerman pada minggu-minggu ini, dari 17 sampai 23 November 2012. 

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Kami PCI NU Jerman, PPI Berlin dan Watch Indonesia menyatakan penolakan rencana kunjungan kerja tersebut,” demikian dalam rilis pers yang diterima Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ketua PCINU Jerman Suratno dalam rilis pers tersebut menyarankan agar DPR RI lebih fokus pada masalah-masalah di tanah air, terutama yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi DPR RI yang sedang mendapat sorotan dan kritikan tajam dari berbagai pihak.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Hendaknya mereka menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan hal yang akan mereka studibandingkan dengan mengandalkan informasi-informasi serta kerjasama dengan lembaga-lembaga lokal,” katanya.

Menurutnya, ada perbedaan yang cukup kontras antara Indonesia dan Jerman dalam hal sistem dan tata kelola pemerintahan-kenegaraan , tata hukum, struktur sosial dan budaya. “Karenanya kami menilai kunjungan mereka seperti ini tidak bermanfaat bagi kepentingan kita di Indonesia.”.

PCINU Jerman juga menuntut adanya transparansi atas kunjungan kerja, berupa tujuan kunjungan kerja, biaya perjalanan, akomodasi selama kunjungan kerja, jadwal kunjungan kerja selama di luar negeri, materi-materi yang di bicarakan, dan partner kerja di tempat tujuan. Hal tersebut seharusnya dipublikasikan secara resmi yang bisa diakses oleh masyarakat secara luas dari jauh-jauh hari, minimal 1 bulan sebelum keberangkatan.

“Kami menuntut adanya publikasi hasil konkret dari kunjungan-kunjungan kerja keluar negeri yang selama ini dilakukan oleh DPR RI, terutama dalam konteks kunjungan ke Jerman pada April 2012 lalu, dimana hasil kunjungan kerja Komisi I DPR RI tersebut sampai saat ini belum dipublikasikan secara resmi,” demikian PCINU Jerman.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Internasional, Quote, Ulama Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Harlah Ke-5 LKSB Dibarengi Peluncuran Buku Indonesia Rumah Kita

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Lembaga Kajian Strategis Bangsa (LKSB) yang digawangi Abdul Ghopur menginjak usia 5 tahun. Peringatakan hari lahir tersebut dibarengi peluncuran buku Indonesia Rumah Kita karya Abdul Ghopur dan Rizky Afriono, Selasa (31/10) di Aula Gedung PBNU Jakarta.

Harlah Ke-5 LKSB Dibarengi Peluncuran Buku Indonesia Rumah Kita (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Ke-5 LKSB Dibarengi Peluncuran Buku Indonesia Rumah Kita (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah Ke-5 LKSB Dibarengi Peluncuran Buku Indonesia Rumah Kita

Kegiatan yang menghadirkan sejumlah narasumber dan aktivis mahasiswa lintas pergerakan ini memotong tumpeng sebagai tanda syukur harlah ke-5 tahun. Kegiatan bertajuk Menggali Mitos, Membangun Etos ini juga sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Dalam sambuatannya, Ghopur yang juga intelektual muda NU mendorong para pemuda agar tidak berhenti menjaga dan merawat Indonesia. Hal ia sampaikan mengingat kondisi bangsa akhir-akhir tak lepas dari konflik yang tak jarang berpotensi memecah bela bangsa.

“Para pendiri bangsa termasuk para ulama sudah bekerja keras membangun negara ini sehingga tugas kita para pemuda untuk meneruskan,” ujar Ghopur.

Dia tidak menampik hingga sekarang masih ada sekelompok orang yang tidak setuju dengan bangunan Pancasila. Padahal dasar negara ini telah terbukti menguatkan menyatukan Indonesia yang beragam.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal



Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sementara itu, Bina Suhendra Bendahara Umum PBNU yang hadir dalam kesempatan tersebut meyakinkan kepada para pemuda agar memiliki sikap terbuka terhadap perbedaan sehingga tidak gampang menyalahkan kelompok lain.

“Pemuda akan mengambil alih masa depan Indonesia. Jangan mudah menyalahkan orang lain. Apalagi menghadapi era internet seperti sekarang,” jelas Bina Suhendra.

Perkembangan digital juga tidak lepas dari perhatian pria berkaca mata ini. Ia memberi pesan agar para pemuda tidak terjebak perkembangan teknologi karena teknologi diciptakan manusia.

“Jadi judulnya family gathering, tapi setelah ketemu asyik dengan handphone masing-masing. Artinya kita harus tetap mengikuti perkembangan teknologi, tapi jangan mau dikendalikan teknologi,” terangnya.

Kegiatan ini juga di antaranya menghadirkan Ketua Umum Kopri PB PMII Septi Rahmawati, Ketua Umum Presidium GMNI Chrisman Damanik, dan sejumlah narasumber lain. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Quote Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock