Kamis, 06 Mei 2010

PK IPNU-IPPNU UNHASY Diskusikan Konsep Masyarakat Madinah

Jombang, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Kader Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi IPNU-IPPNU Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng mengelar diskusi keaswajaan di halaman kampus Unhasy, Jombang, Sabtu (3/5). Mereka membahas antara lain nilai moderat, toleransi, kesantunan, sikap bernegara yang diterapkan Rasulullah di masanya.

PK IPNU-IPPNU UNHASY Diskusikan Konsep Masyarakat Madinah (Sumber Gambar : Nu Online)
PK IPNU-IPPNU UNHASY Diskusikan Konsep Masyarakat Madinah (Sumber Gambar : Nu Online)

PK IPNU-IPPNU UNHASY Diskusikan Konsep Masyarakat Madinah

Novie Muhlishoh sebagai pemateri mengatakan, ajaran Rasululllah ini bisa menanggulangi paham-paham radikalisme Islam yang dibawa masuk oleh ahli bidah Khawarij.

“Perilaku Rasulullah Saw yang selalu penuh kasih sayang dalam menyampaikan nilai-nilai Islam diganti kemudian oleh kelompok khawarij yang mengajarkan kebencian, kekerasan, merasa benar, dan selalu menyalahkan orang lain yang berbeda pendapat,” kata Novie.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Orang masa kini menyadari perlunya pendidikan multikultural dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. “Padahal 15 abad lalu Rasulullah sudah meletakkan dasar nilai yang kokoh sebagaimana termuat pada piagam Madinah,” ujar Novie

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Alumni pesantren Pacul Gowang ini menyampaikan betapa indahnya transformasi nilai-nilai Islam di tengah keberagaman masyarakat Madinah. Di situ ada penganut Nasrani, Yahudi, dan terdiri dari berbagai suku.

Sebelumnya mereka saling bermusuhan. Konflik antarsuku hampir selalu terjadi. Tetapi Rasulullah tampil dengan kelembutan dan penuh kasih sayang. “Sehingga, rasa kebencian, permusuhan tertutupi.

“Dalam waktu cepat masyarakat Madinah menjadi acuan bagi perkembangan peradaban terbaik yang pernah ada di dunia. Sampai hari ini dunia mengakui belum ada suatu peradaban maju di dunia selain masyarakat Madinah,” kata Novie yang kini tercatat sebagai mahasiswa jurusan PBA Unhasy.

Kondisi di masa Madinah ini juga menginspirasi bagi seluruh elemen bangsa Indonesia termasuk para kiai NU dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia di tengah mulitietnis, multibahasa, dan multiagama, tandanya. (Anwar M/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Fragmen, News, Kajian Sunnah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. PK IPNU-IPPNU UNHASY Diskusikan Konsep Masyarakat Madinah di Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock