Kamis, 29 September 2016

4 Agenda NU Jerman di Muenchen

Muenchen,Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Pengurus Cabang Istimewa Jerman menggelar silaturrahim di kota Muenchen Jerman bagian selatan. Empat agenda kegiatan tersebut, yakni pengajian ke-NU-an dan Aswaja, diskusi Islam Indonesia, pemilihan pengurus baru dan, tour kota Muenchen.  

Menurut ketua panitia, Suratno, kegiatan berlangsung 15-16 Nopember 2014 diikuti puluhan warga Nahdliyin di Jerman, baik yang berasal dari Muenchen, Koeln, Frankfurt, Berlin dan sebagainya.

4 Agenda NU Jerman di Muenchen (Sumber Gambar : Nu Online)
4 Agenda NU Jerman di Muenchen (Sumber Gambar : Nu Online)

4 Agenda NU Jerman di Muenchen

Pada sesi pengajian ke-NU-an dan Aswaja, Abdullah Ubaid Matraji, dosen STAINNU Jakarta yang kebetulan di Jerman untuk ikut Program ARFI 2014 kerja sama Diktis Kemenag dan Uni-Frankfurt, menyampaikan beberapa hal. Islam ala Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) ala NU yang moderat dan cinta-damai harusnya tidak hanya dikenal masyarakat Indonesia.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Di negara-negara yang umat Islamnya minoritas, seperti di Eropa, Islam yang berhaluan aswaja ala NU juga sangat penting untuk dibumumikan. Untuk membumikan Aswaja di negeri Eropa, menganjurkan agar pengurus PCINU Jerman tahun ini mempunyai program membuat buku Fikih Keseharian di Negeri Eropa.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Buku itu, kata Pengurus Pusat Lakpesdam NU tersebut, memuat amaliyah warga NU dan tata cara ibadah di Eropa, misalnya wudhu di musim dingin, shalat jumat kurang dari 40 jamaah, waktu shalat dan puasa, jamak-qashar, dan sebagainya. Dengan harapan buku tersebut menjadi pedoman pelaksanaan ibadah, tidak hanya warga nahdliyin, tapi juga seluruh umat Islam yang tinggal di Eropa.

Acara silaturrahim juga memiliki agenda pemilihan pengurus baru. Hal ini karena pengurus lama Ketua Syuriah Syafiq Hasyim dan ketua Tanfidziyah Suratno sudah kembali ke Indonesia. Demikian juga beberapa pengurus lainnya sudah tidak di Jerman lagi.

Setelah melalui musyawarah-mufakat, tim formatur memilih Munirul Ikhwan sebagai Ketua Syuriah yang baru dan Zacky Khairul Umam sebagai ketua Tanfidziyahnya.

Munirul adalah alumni Universitas al-Azhar kairo yang sekarang sedang menempuh S3 di Berlin dalam bidang tafsir. Sementara Zacky adalah alumni sastra Arab UI yang baru saja memulai studi S3-nya di Jerman tahun ini tentang Sejarah Islam.

Selanjutnya, Munirul dan Zacky akan membentuk kepengurusan baru untuk meanjutkan tongkat estafet NU Jerman.

Hari terakhir acara sillaturrahim di isi dengan tour keliling kota Muenchen. Para peserta jalan-jalan ke situs-situs penting yang ada di kota itu seperti stadion Allianz Arena yang merupakan markas klub sepak bola FC Bayern Muenchen, juga ke museum BMW, salah satu perusahaan mobil raksasa dunia asal Jerman.

Peserta juga jalan-jalan ke Merianplatz dimana terdapat gedung-gedung tua peninggalan kerajaan Bavaria dan sebagainya. (SRT/AA)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Khutbah, Kajian Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. 4 Agenda NU Jerman di Muenchen di Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock