Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Waspada Aswaja “Palsu” di Halaman Depan Google

Jepara, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal - KH Ahmad Nadhif Mujib (Gus Nadlif) menyatakan keprihatinan atas konten Aswaja yang beredar di internet saat ini. Menurutnya, banyak kelompok garis keras yang mengatasnamakan Aswaja di internet.

Demikian disampaikan Gus Nadlif saat memberikan pengarahan kepada ratusan Banser yang mengikuti Apel Siaga Banser Jepara di Pesantren Hadziqiyah Desa Gemiring Lor Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara, Sabtu (13/5) siang.

Waspada Aswaja “Palsu” di Halaman Depan Google (Sumber Gambar : Nu Online)
Waspada Aswaja “Palsu” di Halaman Depan Google (Sumber Gambar : Nu Online)

Waspada Aswaja “Palsu” di Halaman Depan Google

Menurut instruktur nasional PP GP Ansor ini, jika mengklik kata “Aswaja” di internet, maka yang ditemukan 80 persen yang muncul adalah Aswaja palsu.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Aswaja ‘palsu’ berada di halaman pertama, sedangkan Aswaja ‘asli’ di halaman belakang,” tegas Gus Nadlif.

Kenapa demikian? Kiai muda asal Pati Jawa Tengah itu menjelaskan, lantaran aswaja “palsu” yang berada di internet dibantu dengan mesin, menggunakan situs berbayar dan ada biaya yang cukup memadai.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Sedangkan aswaja ‘asli’ milik nahdliyyin situsnya tidak berbayar hanya menggunakan blogspot. Misalnya mengetik NU Jepara hanya di urutan 1344,” kata Gus Nadlif.

Secara jamaah NU adalah mayoritas. Tetapi di internet Aswaja NU termasuk golongan minoritas. Sekarang ini sudah zaman pencitraan. Jika hanya mengandalkan ikhlas, NU akan habis.

Maka, sudah saatnya NU turut pada zaman pencitraan itu. Di buku sejarah banyak yang menyatakan pemuda Surabaya adalah orang yang merobek bendera biru milik Belanda dan menjadi bendera Indonesia.

“Padahal ia adalah kang Syafi’i seorang Banser. Tidak mungkin ada yang berani naik ke tiang bendera, sedangkan di belakangnya ratusan bedil kecuali Banser,” pujinya.

Ia menyampaikan, pihaknya masih memutar otak agar Aswaja yang “asli” tidak terus-menerus di halaman belakang google.

Tampak sebagai komandan upacara pada apel akbar yang diikuti oleh ratusan Banser se-Kabupaten Jepara adalah Ketua PCNU Jepara KH Hayatun Abdullah Hadziq (Mbah Yatun).

Dalam amanat apelnya Mbah Yatun menyampaikan lima poin. Di antara poin yang disampaikannya ialah penolakan keras aliran dalam bentuk apapun yang hendak memecah belah bangsa.

Apel semakin gayeng saat diisi dengan yel-yel dan demo senam lantas oleh GP Ansor Jepara. Demo senam lantas tersebut merupakan salah kontingen yang menetapkan GP Ansor Jepara sebagai juara umum Kemah Bakti GP Ansor Jawa Tengah di Batang beberapa waktu lalu. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Anti Hoax, Khutbah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Jumat, 16 Februari 2018

Indonesia, Negara dengan Aliran Tarekat Terbanyak di Dunia

Jakarta Selatan, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang kerap disapa Kang Said menyatakan bahwa Indonesia menampung banyak aliran tarekat. Bahkan Indonesia merupakan negara dengan jumlah terbanyak aliran tarekat di dunia.

Di Indonesia ada puluhan tarekat muktabarah, yaitu tarekat yang dianggap tidak menyimpang dari syariat, kata Kang Said di pesantren Ats-tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan. Jumat (13/12).

Indonesia, Negara dengan Aliran Tarekat Terbanyak di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia, Negara dengan Aliran Tarekat Terbanyak di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia, Negara dengan Aliran Tarekat Terbanyak di Dunia

"Indonesia ini negara luar biasa karena semua aliran tarekat ada di sini. Di Maroko cuma ada berapa seperti Tijaniyah, Syadziliyah. Di Mesir paling ada dua belas atau empat belas. Di Sudan dan Irak hanya ada beberapa,” terang Kang Said.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sementara Indonesia agak lain, Kang Said. Orang dari Timur Tengah datang semua ke Indonesia. Sehingga, sedikitnya 45 aliran tarekat yang dinilai muktabarah oleh NU. Mereka ini tidak menyimpang dari syariat di luar muktabarah, ada juga tarekat yang dianggap menyimpang seperti akmaliyah yang wahdatul wujud.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Menurut Kang Said, tarekat sendiri adalah metode khusus yang dilakukan seorang sufi dalam naungan kelompok jamaah di bawah bimbingan seorang mursyid. Dengan lain kata, tarekat itu madrasahnya orang sufi.

Awalnya gerakan tasawuf dan tarekat, lanjut Kang Said, lahir pada abad ketiga Hijriyah. Sebelumnya tasawuf masih bersifat individual. Sufi besar di zaman sahabat misalnya Ibnu Umar RA dan Abu Dzar Alghifari RA. Di zaman tabiin ada Imam Hasan Bashri.

Setelah abad ketiga Hijriyah, di tahun dua ratus lebih Hijriyah tasawuf dilakukan oleh kelompok atau orang banyak. Dari situ disebutlah tarekat atau madrasah. Jadi tarekat itu madrasah. Madrasahnya kalangan sufi bernama tarekat, tutup Kang Said, pengasuh Pesantren Ats-tsaqafah. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Khutbah, Pertandingan, Amalan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Rabu, 07 Februari 2018

KBIH NU Sukoharjo Buka Bimbingan Manasik Haji 2014

Sukoharjo, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Menjelang pelaksanaan ibadah haji tahun 2014 ini, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Nahdlatul Ulama Sukoharjo menggelar acara pembukaan bimbingan manasik haji. Pembukaan bimbingan manasik ini dipusatkan di Madrasah Diniyah Sedahromo Kartasura, Sukoharjo, Rabu (14/5).

Seorang pengurus KBIH NU Sukoharjo Nur Hamid menerangkan, pada kesempatan ini KH Aminudin Ihsan dan KH Abdul Matin memberikan bimbingan kepada para calon jamaah haji sesuai tuntunan Aswaja NU.

KBIH NU Sukoharjo Buka Bimbingan Manasik Haji 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
KBIH NU Sukoharjo Buka Bimbingan Manasik Haji 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)

KBIH NU Sukoharjo Buka Bimbingan Manasik Haji 2014

Nur Hamid menambahkan, saat ini bimbingan haji KBIH NU Sukoharjo diawali dari daerah Kartasura.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Bimbingan perdana ditujukan bagi jamaah calon haji di kecamatan Kartasura dengan jumlah jamaah satu rombongan 42 orang,” terang Nur Hamid.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selain bimbingan haji, kata Nur Hamid, KBIH NU Sukoharjo juga membuka bimbingan bagi warga NU yang berencana menunaikan ibadah umroh. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Kajian, Khutbah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Bersama Fatayat, Menaker Sosialisasikan Penempatan Tenaga Kerja

Probolinggo,Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Menteri Ketenagakerjaan RI M. Hanif Dhakiri melakukan jalan santai bersama seribu perempuan Kota Probolinggo, Senin (27/7). Kegiatan dalam rangka pelantikan Pimpinan Cabang Fatayat NU Kota Probolinggo itu dimulai dari Pesantren  Raudlatul Muta’allimin di Kelurahan Wonoasih Kecamatan Wonoasih.

Jalan santai dilepas Menteri M. Hanif Dhakiri didampingi istrinya Hj. Marifah Hanif Dhakiri sekitar pukul 06.00 WIB. Rencana awal, menempuh rute sekitar 2 kilometer dari Ponpes Raudlatul Muta’allimin menuju GOR Mastrip dan finish kembali di pesantren yang sama, berubah haluan. Mereka memilih rute dengan start dari Ponpes Raudlatul Muta’allimin ke utara menuju Pasar Sapi Jrebeng Kidul dan belok kanan menuju Jalan Ir. Sutami dan belok kanan di Pasar Wonoasih serta finish di tempat asal.

Bersama Fatayat, Menaker Sosialisasikan Penempatan Tenaga Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Fatayat, Menaker Sosialisasikan Penempatan Tenaga Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Fatayat, Menaker Sosialisasikan Penempatan Tenaga Kerja

“Bapak Menteri menginginkan rute jalan santai bisa bertatap langsung dengan masyarakat sekaligus bisa blusukan,” ujar Ketua PC Fatayat NU Kota Probolinggo Nur Hudana.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dalam acara itu, Menteri Hanif Dhakiri bersama istrinya yang didampingi Ketua PC Fatayat NU Kota Probolinggo Nur Hudana dan Sekretaris PP Fatayat NU Anggi Maharani terlihat antusias mengikuti jalan santai. Usai jalan santai, Menteri Hanif melakukan dialog dan sosialiasi penempatan tenaga kerja dalam negeri atau luar negeri kepada peserta jalan santai.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Hanif menegaskan, pihaknya menyetop dan melarang pengiriman Tenaga Kerja Wanita (TKW) ke Timur Tengah. Sebab, perlindungan dan gaji jadi TKI di Timur Tengah, sangat minim.

“Berbeda di Asia Pasifik, perlindungan dan gajinya cukup baik,” ujarnya didampingi Dirjen Binapentasker Hery Sudarmanto, Direktur PTKDN Wisnu Pramono, Direktur PTKLN Guntur Wicaksono dan Direktur PTKS Erna Novianti.

Meski begitu kata Hanif, tak semua TKI yang di Timur Tengah dilarang. Larangan ini khusus pembantu rumah tangga. Sedangkan, bila bekerja di mal atau rumah sakit, masih boleh. Katanya, ke depan pihaknya akan terus memperbaiki pelayanan TKI. “TKI harus dipersiapkan keterampilan dan skill-nya. Sehingga, performa kerjanya lebih baik,” ujarnya.

Sedangkan untuk tenaga kerja dalam negeri, Hanif mengaku pihaknya mempunyai program Three in One. Yakni, pelatihan, sertifikasi dan penempatan. Masyarakat yang belum bekerja bisa dilatih, setelah itu diberi sertifikat dan ditempatkan. Salah satu upayanya adalah melalui Balai Latihan Kerja (BLK).

Di samping itu, Menteri juga menghapus persyaratan minimal harus berijasah SMA bila hendak masuk BLK. Menurutnya, siapa pun yang ingin belajar bisa langsung ke BLK. Tak peduli yang lulus SD atau SMA. Semua harus diberi kesempatan. Langkah ini agar masyarakat yang tak punya ijazah, punya kesempatan untuk belajar. Sehingga, punya kompetensi.

“Sementara kami juga mendorong para pelaku IKM (Industri Kecil dan Menengah) untuk menempatkan syarat lowongan bukan pada ijazah. Tapi, berdasar kompetensi yang dimiliki. Misalnya, pabrik garmen. Yang dicari, ya orang yang bisa menjahit, tidak berdasar lulusan SMA,” tegasnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Fragmen, Makam, Khutbah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Anak-anak Ini Sudah Diajarkan Cinta Nabi

Bojonegoro, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Mengawali kegiatan masuk pelajaran semester genap Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Walisongo Sumberrejo Bojonegoro mengadakan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama PAUD dan TK Muslimat NU 28 Sumberrejo.

Anak-anak Ini Sudah Diajarkan Cinta Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Anak-anak Ini Sudah Diajarkan Cinta Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Anak-anak Ini Sudah Diajarkan Cinta Nabi

Anak-anak diajak membaca riwayat Nabi dari kitab Barjanzi dan Dzibai Selasa (6/1) kemarin di Masjid Jami’ Walisongo Sumuragung Sumberrejo.

Sebagai bentuk ta’dzim kepada Nabi Muhammad SAW dan juga untuk memupuk karakter ahlussunnah wal jamaah, MINU Walisongo genap tujuh tahun ini melaksanakan peringatan hari besar umat Islam ini dengan membaca beragam riwayat Nabi Muhammad saw. Hal ini untuk menanamkan cinta kepada baginda Nabi Muhammad saw.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Degredasi moral anak-anak sekarang lebih banyak terjadi karena kekurangan rasa hormat dan prilaku ketauladanan yang diberikan oleh stake holder lembaga pendidikan baik yang formal maupun yang non formal. Maka lembaga yang berada dibawah naungan LP Ma’arif NU kecamatan Sumberrejo ini menggelorakan dan memberikan tauladan cara mencintai nabi Muhammad saw.

“Dengan membaca riwayat Nabi Muhammad dari masa balita sampai akhir riwayatnya beliau harapan kami anak-anak memiliki idola yang tiada tergantikan sepanjang hidupnya,” tutur Ahmad Taufik yang memandu acara pagi Mauludan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Keiatan ini diikuti lebih dari 300 anak didik dan ditutup dengan pembagian sedekah bersama berupa nasi kuning dan ketan putih yang dibawa oleh anak didik dari rumah masing-masing. (Satria Amelina/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal RMI NU, Kajian Islam, Khutbah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 23 Desember 2017

IPNU-IPPNU Gebang Rekrut Puluhan Pelajar

Cirebon, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal - Dalam memperkuat kader Nahdlatul Ulama, Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PAC IPNU IPPNU) Kecamatan Gebang menggelar Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA) Raya yang diikuti oleh seluruh pelajar santri se-Kecamatan Gebang. Pembukaan kaderisasi ini digelar di Aula Desa Gebang Kulon, Cirebon, Sabtu (26/11).

Tampak hadir pengurus MWCNU, Muspika, GP Ansor, Fatayat NU, Muslimat NU, dan Irmas Kecamatan Gebang, Kuwu Gebang Kulon, dan Wakil DPRD Kabupaten Cirebon Hj Yuningsih yang memberi motivasi kepada para peserta makesta raya.

IPNU-IPPNU Gebang Rekrut Puluhan Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Gebang Rekrut Puluhan Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Gebang Rekrut Puluhan Pelajar

Setelah pembukaan, peserta Makesta Raya menuju tempat penginapan di lingkungan Lembaga Pendidikan Yayasan An-Nahdliyyah Indonesia dan dimeriahkan oleh grup drumben SDIT Ar-Rahmah Gebang Kulon Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ketua Pelaksana Ahmad Yusuf mengatakan pihaknya sangat merasa bangga karena? peserta yang mengikuti makesta raya sangat antusias. Terbukti peserta sampai melebihi target. Ia berterima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu kegiatan ini sehingga bisa terlaksana secara maksimal. Ia berharap alumni makesta tahun ini siap untuk berkhidmah di NU secara istiqamah.

Ketua IPNU Gebang Hadi Riyanto mengajak semua kader NU khususnya di wilayah kecamatan Gebang harus melakukan pengkaderan mulai dari makesta sampai Latihan Kader Utama (LAKUT) supaya benar-benar menjadi kader yang loyal.

Ketua IPPNU Kecamatan Gebang Siti Maghfiroh mengatakan, kader IPNU-IPPNU harus mampu untuk merekrut kader-kader di sekolah dan pesantren. Ia berharap kepada peserta makesta raya untuk mengikuti dan menyimak materi secara seksama.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ketua IPNU Cirebon Ayub Al-Ansori melalui sekretarisnya Abdul Bari menjelaskan, kader IPNU-IPPNU pada masa sekarang ini harus siap menghadapi tantangan di zaman globalisasi seperti ini karena pelajar zaman sekarang sudah banyak yang terjebak pada pergaulan bebas, dan sudah berani mengonsumsi barang-barang yang dilarang oleh agama.

Ia menganjurkan IPNU dan IPPNU untuk menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah dalam menyosialisasikan bahaya obat-obatan terlarang seperti narkoba dan lainnya.

“Harapan kami alumni makesta tidak berhenti dalam mengikuti pengkaderan. Makesta adalah pengkaderan tingkat awal teruslah mengikuti pengkaderan di tingkat selanjutnya sampai Lakut,” jelasnya. (Nurjannah Al-Kendali/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Khutbah, Berita, IMNU Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

Fatayat NU Depok Gelar Baksos di Pinggir Kali Ciliwung

Depok, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri, Fatayat NU Kota Depok menggelar bakti sosial. Dalam kesempatan tersebut organisasi ibu-ibu muda NU ini berbagi kebahagiaan bersama dhuafa, anak yatim di warga pinggir sungai Ciliwung, Kampung Gedong, Kemiri Muka. Tema baksos kali ini Indahnya Kebersamaan, Wujud Kepeduliaan bagi Sesama. ?

"Ini bagian dari kepedulian Fatayat NU Kota Depok pada warga pinggir kali Ciliwung. Semoga dengan berbagi kebahagiaan ini, mereka turut berbahagia dalam menyambut datangnya Lebaran," ujar Ketua Fatayat NU Kota Depok Hj. Yuminah (18/6).?

Fatayat NU Depok Gelar Baksos di Pinggir Kali Ciliwung (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Depok Gelar Baksos di Pinggir Kali Ciliwung (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Depok Gelar Baksos di Pinggir Kali Ciliwung

Agenda rutin di bulan suci Ramadhan kali ini difokuskan di daerah sekitar sungai Ciliwung. Pasalnya, banyak anggota masyarakatnya yang perlu mendapat perhatian khusus. Dalam proses baksos tersebut, pihaknya menyambangi warga langsung ke rumahnya masing-masing dengan memasuk gang-gang serta menyusuri ? pinggiran kali Ciliwung.

Ia menjelaskan, paket yang diberikan berupa 50 paket sembako, alat-alat sekolah, dan uang sekedarnya. ?

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Ternyata di tengah kemegahan kota Depok di Jalan Margonda, di belakangnya masih banyak daerah yang perlu sentuhan bersama. Masih kita jumpai rumah yang kurang layak dengan kondisi keluarga yang banyak membuat miris dan sedih melihatnya. Semoga dengan berbagi ini, bisa turut mewarnai kebahagiaan menjelang datangnya hari yang fitri," tandanya.?

Dikatakannya, baksos ini merupakan program yang telah dilakukan setiap bulan Ramadhan di wilayah kecamatan yang ? berbeda-beda setiap tahunnya. Ia mengungkapkan, wilayah yang sudah dilakukan bakti sosial di bulan Ramadhan sebelumnya seperti Kecamatan Sawangan, Cipayung, Pancoran Mas, Beji, dan Limo. Program tersebut sudah dimulai sejak 2009 lalu dengan cara bergilir dan blusukan langsung ke rumah warga.?

Hal ini bertujuan agar Fatayat NU Depok bisa langsung silaturrahim ke rumah-rumah warga tidak dan mampu sebagai wujud kepedulian terhadap sesama. Terlebih lagi, lanjutnya, bisa mngetahui kondisi warga secara langsung.?

Sesepuh RT setempat Edi (80) meski sudah usia lanjut namun tetap gigih dalam ? membantu dan mengayomi warganya. Ia menyampaikan apresiasi atas langkah yang dilakukan oleh Fatayat. "Semoga Fatayat NU Depok bisa banyak memberikan manfaat bagi ? umat, bangsa, dan negara," terangnya.(Aan Humaidi/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Khutbah, Tokoh Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock