Jumat, 29 September 2017

Kalau Paham Al-Qur’an, Radikalisme Bisa Dihindari

Jember, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Kampus Nusantara Mengaji yang digelar Universitas Jember (Unej) di masjid Al-Hikmah, Jumat (10/3) malam. Selain dihadiri ratusan mahasiswa, Rektor Unej H. Muhammad Hasan, Rais Syuriyah PCNU Jember KH Muhyiddin Abdusshomad juga berkenan hadir.

Acara tersebut adalah bagian dari khataman serentak perguruan tinggi yang dicanangkan Meristek Dikti RI Muhammad Nasir. Unej merupakan satu dari 40 perguruan tinggi ternama yang berpartisipasi dalam khataman serentak yang “dikendalikan”? sang menteri melalui teleconference dari? Universitas Negeri Sebelas Maret, Solo.

Tidak ada sambutan atau pidato apa pun dalam acara tersebut kecuali khataman Al-Qur’an, shalat Isya berjama’ah yang dilanjutkan dengan menyaksikan “siaran langsung” pidato Menteri Muhammad Nasir dan beberapa acara yang mengiringinya.

Kalau Paham Al-Qur’an, Radikalisme Bisa Dihindari (Sumber Gambar : Nu Online)
Kalau Paham Al-Qur’an, Radikalisme Bisa Dihindari (Sumber Gambar : Nu Online)

Kalau Paham Al-Qur’an, Radikalisme Bisa Dihindari

Dalam kesempatan tersebut, sang menteri juga menyapa sejumlah rektor perguruan tinggi peserta khataman serentak tersebut, termasuk dengan Muhamad Hasan, Rektor Unej. Saat disapa? Menteri Muhammad Nasir, Muhammad Hasan mengabarkan kehadiran KH Muhyiddin. “Kami di Unej khataman ini bersama Rais Syuriyah PCNU Jember,” tuturnya.

KH Muhyiddn Abdusshomad menilai bahwa acara tersebut sangat positif dalam rangka membumikan Al-Quran di kampus. Pembumian Al-Quran diharapkan minimal dapat menjadi penyeimbang bagi cara berpikir dan berwawasan mahasiswa, termasuk? dalam menghadapi isu-isu radikalisme yang berbungkus agama.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Saya kira ini sangat bagus untuk menanamkan kecintaan mahasiswa terhadap Al-Qur’an. Kalau kita cinta dan paham seluk-beluk isi Al-Qur’an, radikalisme bisa dihindari,” ucapnya kepada Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sementara itu, salah satu pantia, Alfian Futuhul Hadi menegaskan bahwa acara tersebut murni ide dari Menteri Muhammad Nasir, dan tidak terkait dengan kelompok mana pun. “Melalui jaringan perguruan tinggi, pak menteri rupanya ingin menggerakkan kesadaran pentingnya mengaji,” jelasnya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Kajian, Kajian Islam Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Kalau Paham Al-Qur’an, Radikalisme Bisa Dihindari di Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock