Cirebon, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Sore selapas ashar para santri dan masyarakat pesantren Babakan Ciwaringin sudah berkumpul di sekitar Madrasah al-Hikamus Salafiyah (MHS). Dijadwalkan bahwa pada Selasa (18/2) Mahfud MD akan bersilaturahmi dan berdialog bertajuk “Menegakkan Supremasi Hukum, untuk Indonesia Bermartabat.”
| Santri Cirebon Ngaji Fikih Siyasah Bareng Mahfud MD (Sumber Gambar : Nu Online) |
Santri Cirebon Ngaji Fikih Siyasah Bareng Mahfud MD
Acara berlangsung dengan khidmat dan meriah. Dalam sambutan atas nama panitia, Ust. Muhammad Jamaluddin mengatakan, pihaknya merasa bahwa dialog semacam ini penting untuk para santri, terutama dalam hal ngaji fikih siyasah, yang selama ini tidak begitu dipelajari di pesantren.Sementara KH. Nurhadi Toyib, mewakili sesepuh pesantren Babakan Ciwaringin, juga mengimbau bahwa masyarakat pesantren untuk bersatu. Dia mengajak untuk satu suara kepada Mahfud, MD, wa’tashimu bihablillahi jami’a wala tafarraqu.
Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal
“Alhamdulillah, kami berbangga, kedatangan orang yang membanggakan, seorang santri profesor, mantan ketua Mahkamah (konstitusi, red),” ungkap Kiai Nurhadi.Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal
Dalam kesempatan orasinya, Prof. Mahfud MD banyak berbicara tentang kondisi politik dan hukum di Indonesia dewasa ini. Ia juga menegaskan bahwa politik itu tidak kotor, orang mungkin sesungguhnya menjurus partai politik (yang kotor, red).“Kita harus berpolitik, jangan sampai mereka yang duduk di sana para penjahat-penjahat. Bayangkan saja, APBN kita itu 1.800 trilyun, tapi utang kita 2.400 trilyun, padahal yang dikorupsi 7.000 trilyun,” ucap Prof Mahfud.
Dialog ini dihadiri tidak kurang dari 200-an orang, berlangsung selama kurang lebih datu jam, diisi juga dengan sesi tanya jawab. Kegiatan pun ditutup dengan do’a oleh KH. Yasif Maimun. (Qomarudin/Abdullah Alawi)
Dari Nu Online: nu.or.id
Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal IMNU, Berita Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

EmoticonEmoticon