Rabu, 22 November 2017

Gus Dur Sudah Siapkan Banyak Kader NU Andal

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) telah lama wafat. Mantan Presiden RI dan Mantan Ketua PBNU tersebut selama hidupnya dikenal sangat besar jasanya dalam meleburkan spirit Islam Damai di Nusantara, bahkan di dunia.

Gus Dur Sudah Siapkan Banyak Kader NU Andal (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Sudah Siapkan Banyak Kader NU Andal (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Sudah Siapkan Banyak Kader NU Andal

Kendati Gus Dur telah meninggal dunia, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tetap optimis semangat beragama yang berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah tetap tumbuh subur di Indonesia. Sebab, Gus Dur telah lama menyiapkan banyak kader andal.

Hal demikian ditegaskan Sekjen PBNU KH Abd Munim saat menjadi pemateri dalam workshop Penguatan Jaringan Anti-Radikalisme di Dunia Maya untuk ulama muda di Jakarta, Selasa (16/6). Acara tersebut dihadiri perwakilan pesantren, pegiat website Islam, dan kontributor Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Kader andal yang kami maksudkan salah satunya ialah antum sekalian. Mari kita tebar paham Aswaja ala NU lewat media secara massif dan istikamah," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, H Abd Munim mengungkapkan cerita Gus Dur tentang seorang kiai yang begitu sabar dalam melakukan dakwah Islam via dakwah kultural di Papua. Suatu waktu, ujarnya menirukan gaya bicara Gus Dur, tokoh Papua datang ke kiai tersebut untuk masuk Islam dan akan mengajak kaumnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Tokoh Papua tersebut tampak terkejut ketika tahu betapa mudahnya masuk Islam: cukup membaca kalimat Syahadat. Sang kiai juga mengajarkan cara shalat secara telaten. Ketika hendak shalat, tokoh Papua tadi berpakaian adat yang tidak menutup auratnya.

"Si kiai tersebut tidak menegur cara berpakaiannya. Beliau fokus pada penanaman spiritual keislaman secara bertahap," terang Abd Munim.

Suatu waktu, tokoh Papua tadi hendak berkurban. Dan yang dibawa adalah babi.

"Ada lelucon di Papua, betapa fanatiknya masyarakat setempat terhadap babi. Jika bareng anak kecilnya, orang Papua tetap memberlakukan istimewa pada babi. Si anak jalan kaki, sementara babinya digendong," kata Kiai Munim yang disambut gelak tawa hadirin. 

Nah, tambahnya, si kiai lagi-lagi tidak menegur perilaku tokoh Papua yang muallaf itu. Babi tetap disembelih, tetapi sebatas diberikan ke kaum tokoh Papua itu. Secara pelan-pelan, si kiai memberikan pemahaman keIslaman secara kaffah.

Hingga akhirnya, banyak masyarakat Papua yang memeluk Islam tanpa melewati jembatan kekerasan. Cukup melalui dakwah Islam yang damai. (Hairul Anam/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Nahdlatul Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Gus Dur Sudah Siapkan Banyak Kader NU Andal di Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock