Pekalongan, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal - Ratusan warga ikut menghadiri peringatan haul salah satu tokoh penyebar Islam dan perintis NU di daerah Kabupaten Pekalongan wilayah selatan, KH Anwar Amin. Acara peringatan haul ke-12 tersebut diselenggarakan di kompleks pemakaman Desa Kranji, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jumat (8/7) sore.
Kepada Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal, salah satu cucu Kiai Anwar, Firmansyah, menerangkan sekilas perjuangan dakwah kakeknya. “Dulu, simbah diperintahkan oleh gurunya, Mbah Gendon Kesesi, untuk berdakwah ke daerah selatan,” terang Firman, yang juga pengurus GP Ansor Jateng itu.
| Kiai Anwar Amin Rintis NU di Wilayah Pegunungan Pekalongan (Sumber Gambar : Nu Online) |
Kiai Anwar Amin Rintis NU di Wilayah Pegunungan Pekalongan
Untuk melaksanakan perintah dari gurunya, Kiai Anwar kemudian mulai berdakwah di daerah sekitar wilayah selatan Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Banjarnegara, yang memang terletak berdekatan. Di daerah itu pula, Kiai Anwar juga merintis berdirinya Nahdlatul Ulama (NU).Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal
“Di daerah Kalibening, kemudian mendirikan masjid pertama. Selain itu, juga melakukan dakwah keliling ke kampung-kampung,” lanjut dia.Perlahan, dakwah Kiai Anwar membuahkan hasil. Banyak penduduk setempat yang ikut mengaji kepadanya, dan semakin banyak orang yang mengenal akan agama Islam ala Ahlussunah wal jamaah.
Tahun 2004, Kiai Anwar wafat dan dimakamkan di tanah kelahirannya, Desa Kranji. Kiai Anwar meninggalkan beberapa putra-putri yang tetap meneruskan perjuangan dakwah dan sosial masyarakat. Di antara putranya, yakni Bupati Kabupaten Pekalongan Asip Qolbihi, Wasekjen PBNU periode 2010-2015 Adnan Anwar, dan Anis Illahi. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)
Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal
Dari Nu Online: nu.or.idPondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Lomba Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

EmoticonEmoticon