Rabu, 31 Januari 2018

Tiga Harapan PBNU terhadap PWNU DKI Jakarta

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Marsudi Syuhud mengungkapkan beberapa harapan PBNU terhadap PWNU DKI Jakarta yang melaksanakan konferensi wilayah (konferwil) pada 25-27 Maret 2016.

Tiga Harapan PBNU terhadap PWNU DKI Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Harapan PBNU terhadap PWNU DKI Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Harapan PBNU terhadap PWNU DKI Jakarta

Pertama, PWNU DKI diimbau bisa menciptakan program-program yang realistis tentang ke-NU-an. DKI Jakarta, sebagai Ibu kota negara dengan jumlah penduduknya lebih banyak daripada daerah lain, pada siang hari ada sekitar 13 juta jiwa dan malam hari 9 juta jiwa. Karena itu, NU DKI sebagai jendela NU seluruh Indonesia, perlu melakukan program-program nyata.

Program-program nyata itu antara lain hidupnya kepengurusan NU dari wilayah sampai ranting dan anak ranting. Pada tingkat anak ranting kepengurusan bisa berbasis masjid.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Syukur alhamdulillah kalau minimal di tingkat cabang mempunyai kantor permanen. Alhamdulillah kalau sampai MWC, minimal punya satu sekolah SMP atau Tsanawiyah. Di tingkat ranting ada SD atau TK. Atau kalau bukan sekolah ya rumah sakit. Kalau nggak rumah sakit ya adiknya rumah sakit (klinik-klinik, red) agar ada di kampung-kampung. Selain itu juga dilakukan amal sosial lainnya. Program ini harus diutamakan oleh siapa saja yang mencalonkan diri, untuk menghidupkan NU DKI,” papar Marsudi panjang lebar saat dihubungi Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal pada Jumat (25/3).

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kedua, menurut Marsudi, adalah menghadirkan jaringan sosial kemasyarakatan. Di masjid-masjid agar diadakan lailatul ijtima atau tradisi pertemuan malam khas NU sebagai ajang konsolidasi dan pembahasan sejumlah persoalan. Di masjid-masjid NU hendaknya juga mencantumkan simbol NU. Ketiga, para dai atau ustadz-ustadz NU hendaknya menyampaikan materi ke-NU-an dalam ceramah mereka walaupun sedikit.

Mantan sekjen PBNU tersebut menambahkan, bila PWNU DKI Jakarta melakukan program-program tersebut, pasti akan sangat didukung.

Harapan tersebut agaknya sejalan dengan harapan banyak pihak. Dihubungi secara terpisah pada Selasa (22/3), ulama Betawi, KH Maulana Kamal Yusuf mengatakan, sudah semestinya di setiap ranting dan anak ranting ada plang NU.

Kiai yang juga termasuk anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam Konferwil DKI Jakarta itu menjelaskan, adanya plang NU menandakan bahwa NU aktif dan berkiprah di mana-mana di DKI Jakarta. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Ahlussunnah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Tiga Harapan PBNU terhadap PWNU DKI Jakarta di Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock