Tanggamus,Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Tokoh adat Lampung dari Pekon (Kampung) Gunung Tiga, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Buya Sayuti Ibrahim dan tokoh adat Sunda, Suhadi AR berkenan berbagi tumpeng keberagaman yang diberikan Kasat Binmas Polres Tanggamus, AKP Djoko Sarianto pada Festival Bhinneka Tunggal Ika, Jumat (20/11).
| Tokoh Adat Lampung dan Sunda Berbagi Tumpeng Keberagaman (Sumber Gambar : Nu Online) |
Tokoh Adat Lampung dan Sunda Berbagi Tumpeng Keberagaman
"Ini simbol bahwa kita Indonesia, beragam tapi bukan persoalan," ujar Ajengan Lembaga Pengembangan Kesenian dan Kebudayaan Teater Jabal Lampung WD Fatchurrochman Syam, di Tanggamus, Sabtu (21/11).Bekerjasama dengan Gusdurian Lampung, Teater Jabal memperingati Hari Toleransi Internasional. Kegiatan antara lain memutar film dan mendiskusikan film "Bulan Sabit di Kampung Naga" karya sutradara M. Iskandar Tri Gunawan, didukung Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandarlampung, Persatuan Guru Nahdlatul Uama (Pergunu) dan Hipsi Lampung, IPNU, Yayasan Nurul Falah dan LP Maarif NU Tanggamus, serta Yayasan Shuffah Blambangan Umpu, dan Alumni BPUN Waykanan.
Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal
"Mari kita kawal keberagaman yang indah ini bersama-sama," kata Fatchurrochman lagi.Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal
Selain tokoh adat, tokoh agama KH Junaedi AR, Bc. Hk, Pengasuh YPIPP Nurul Falah Kabupaten Tanggamus, dan Romo Yosef Wiyoto, tokoh agama Katholik dari Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu juga berkenan saling menyuapi nasi tumpeng keberagaman."Bhinneka Tunggal Ika membuat kita nyaman. Membuat suasana aman dan nyaman ialah tugas kita," ujar AKP Djoko. (Gatot Arifianto/Fathoni)
Dari Nu Online: nu.or.id
Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal IMNU Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

EmoticonEmoticon