Sabtu, 17 Februari 2018

Alissa Wahid Isi Kelas Pemikiran Gus Dur di Bandung

Bandung, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Puteri sulung Presiden ke-4 RI, Alissa Qotrunnada Munawaroh (Alissa Wahid) menjelaskan ihwal Sembilan nilai Gus Dur yang selama ini menjadi landasan perjuangannya.

“Kesembilan nilai itu adalah ketauhidan, kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, pembebasan, persaudaraan, kesederhanaan, keksatriaan, kearifan lokal/tradisi,” ujar Alissa saat menjadi narasumber pada Kelas Pemikiran Gus Dur (KPG) yang diselenggarakan oleh Gusdurian Bandung di Aula Dakwah Kantor PWNU Jawa Barat, Jalan Galunggung, Kota Bandung, Ahad (15/1).

Alissa Wahid Isi Kelas Pemikiran Gus Dur di Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)
Alissa Wahid Isi Kelas Pemikiran Gus Dur di Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)

Alissa Wahid Isi Kelas Pemikiran Gus Dur di Bandung

Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga berharap kepada segenap generasi muda jangan hanya bangga pada sosok Gus Dur semata, melainkan meneladani nilai-nilai dan perjuangannya.

“Bagaimana generasi muda kemudian mampu menanamkan nilai-nilai yang diajarkan Gus Dur, tapi kemudian janganlah bangga dengan sosok Gusdur melainkan kepada nilai-nilai yang diperjuangkannya, karena Gus Dur telah meneladankan kepada kita sehingga bisa diteruskan,” jelasnya.

Lebih jauh dirinya menjelaskan bahwa di Indonesia tidak bisa hanya membicarakan Islam saja atau Indonesia saja, melainkan harus seimbang dan harus disatukan bahwa Islam kita adalah Islam Indonesia.

“Konsep Islam Indonesia tentu bertujuan agar terwujud Islam yang Rahmatan lil Alamin. Dan mestinya kita harus sadar betul bahwa Nahdlatul Ulama (NU) ini adalah tulang punggung Islam di Indonesia,” tandasnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kendati sebagai duta besar Islam di kancah dunia, Gus Dur dimata anaknya tersebut juga tidak melupakan bahwa Gus Dur berasal dari masyarakat desa dan tak ada bedanya dengan masyarakat pedesaan pada umumnya.

“Maka itu, Gus Dur ketika menghadiri pengajian-pengajian yang diselenggarakan di pelosok dan pedesaan, beliau sangat fasih dengan bahasa yang merakyat dan khas dengan gaya humorisnya sehingga beliau mudah diterima oleh masyarakat,” pungkasnya. (Ade Mahmudin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Habib Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Alissa Wahid Isi Kelas Pemikiran Gus Dur di Bandung di Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock