Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2018

PP LP Maarif NU Kukuhkan Pemimpin Baru

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Pengurus Pusat LP Maarif NU mengkukuhkan ketua umum baru PP LP Maarif NU untuk masa khidmat 2012-2015, di Kantor PBNU lantai lima Jakarta Pusat, Rabu (16/1) siang. Pengukuhan dan pelantikan ini dihadiri oleh Marsudi Syuhud, Sekretaris Umum PBNU.

PP LP Maarif NU Kukuhkan Pemimpin Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
PP LP Maarif NU Kukuhkan Pemimpin Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

PP LP Maarif NU Kukuhkan Pemimpin Baru

Pelantikan ditandai dengan serah terima jabatan oleh Mansyur Ramly, Ketua Umum PP LP Maarif NU masa khidmat 2009-2012 kepada KHZ. Arifin Junaidi, Ketua Umum baru. Sedikitnya 25 pengurus harian LP Maarif NU turut menyaksikan pelantikan ketua umum baru.

Upacara pelantikan ini diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran dan selawat Nabi Muhammad SAW. Seremoni dilanjutkan dengan pembacaan berita acara oleh Zamzami, Sekretaris baru LP Maarif NU.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sementara isi berita acara menyebutkan, penyerahan kepengurusan oleh Mansyur Ramly, Mamat Burhanuddin, dan Khoiron, jajaran pengurus lama sebagai pihak pertama kepada KHZ. Arifin Junaidi dan Zamzami, pengurus baru sebagai pihak kedua.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Usai pembacaan berita acara, pihak pertama dan pihak kedua menandatangani surat serah terima jabatan. Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Marsudi Syuhud, Sekretaris Umum PBNU.

Untuk melengkapi acara, panitia memberikan kesempatan bagi Mansyur Ramly, KHZ. Arifin Junaidi, dan Marsudi Syuhud untuk menyampaikan kata sambutan. Upacara pelantikan dan pengukuhan kepengurusan baru LP Maarif NU diteruskan dengan pembacaan SK PBNU untuk LP Maarif NU. Acara ditutup dengan pembacaan doa oleh Sri Mulyati.

“Kami mohon bantuan pengurus harian dalam mengemban amanah kepengurusan ini. Dalam berkhidmat untuk NU pun, saya mengaharapkan bapak Mansyur Ramly yang kini sebagai penasehat Maarif NU untuk membimbing kami,” kata Arifin dalam sambutannya.

Upacara diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua Umum baru LP Maarif NU untuk masa khidmat 2012-2015.

Redaktur: Sudarto Murtaufiq

Penulis: Alhafiz Kurniawan


Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Habib Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 17 Februari 2018

Alissa Wahid Isi Kelas Pemikiran Gus Dur di Bandung

Bandung, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Puteri sulung Presiden ke-4 RI, Alissa Qotrunnada Munawaroh (Alissa Wahid) menjelaskan ihwal Sembilan nilai Gus Dur yang selama ini menjadi landasan perjuangannya.

“Kesembilan nilai itu adalah ketauhidan, kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, pembebasan, persaudaraan, kesederhanaan, keksatriaan, kearifan lokal/tradisi,” ujar Alissa saat menjadi narasumber pada Kelas Pemikiran Gus Dur (KPG) yang diselenggarakan oleh Gusdurian Bandung di Aula Dakwah Kantor PWNU Jawa Barat, Jalan Galunggung, Kota Bandung, Ahad (15/1).

Alissa Wahid Isi Kelas Pemikiran Gus Dur di Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)
Alissa Wahid Isi Kelas Pemikiran Gus Dur di Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)

Alissa Wahid Isi Kelas Pemikiran Gus Dur di Bandung

Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga berharap kepada segenap generasi muda jangan hanya bangga pada sosok Gus Dur semata, melainkan meneladani nilai-nilai dan perjuangannya.

“Bagaimana generasi muda kemudian mampu menanamkan nilai-nilai yang diajarkan Gus Dur, tapi kemudian janganlah bangga dengan sosok Gusdur melainkan kepada nilai-nilai yang diperjuangkannya, karena Gus Dur telah meneladankan kepada kita sehingga bisa diteruskan,” jelasnya.

Lebih jauh dirinya menjelaskan bahwa di Indonesia tidak bisa hanya membicarakan Islam saja atau Indonesia saja, melainkan harus seimbang dan harus disatukan bahwa Islam kita adalah Islam Indonesia.

“Konsep Islam Indonesia tentu bertujuan agar terwujud Islam yang Rahmatan lil Alamin. Dan mestinya kita harus sadar betul bahwa Nahdlatul Ulama (NU) ini adalah tulang punggung Islam di Indonesia,” tandasnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kendati sebagai duta besar Islam di kancah dunia, Gus Dur dimata anaknya tersebut juga tidak melupakan bahwa Gus Dur berasal dari masyarakat desa dan tak ada bedanya dengan masyarakat pedesaan pada umumnya.

“Maka itu, Gus Dur ketika menghadiri pengajian-pengajian yang diselenggarakan di pelosok dan pedesaan, beliau sangat fasih dengan bahasa yang merakyat dan khas dengan gaya humorisnya sehingga beliau mudah diterima oleh masyarakat,” pungkasnya. (Ade Mahmudin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Habib Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Jumat, 16 Februari 2018

LAZISNU Takziah ke Rumah Adrian, Bocah Penderita Kangker Hati

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Adrian, anak umur 5 tahun pengidap Hepatitis B dan kanker hati, meninggal dunia Selasa (5/1). Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) yang turut menggalang dana untuk pengobatannya pun melakukan takziah ke kediaman keluarga Adrian di Kampung Kelapa Cagak, Desa Teluk Lada, Pandeglang, Banten, Rabu (6/1).

Direktur Program dan Operasional Pengurus Pusat LAZISNU Nur Rohman bersama rombongan datang ke rumah duka sebagai bentuk ungkapan belasungkawa. Ketua PP LAZISNU Syamsul Huda yang berhalangan hadir mengucapkan duka melalui sambungan telepon.

LAZISNU Takziah ke Rumah Adrian, Bocah Penderita Kangker Hati (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Takziah ke Rumah Adrian, Bocah Penderita Kangker Hati (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Takziah ke Rumah Adrian, Bocah Penderita Kangker Hati

Mereka disambut hangat ayah Adrian, Susanto, didampingi relawan dan mahasiswa Banten. Pihak keluarga mengucapkan terima kasih kepada LAZISNU atas bantuan dan tali persaudaraan yang dijalin sebagai sama-sama keluarga besar NU. Dalam kesempatan itu LAZISNU menyerahkan dana santunan sebesar 5 juta rupiah hasil sumbangan dari masyarakat.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Rombongan dari LAZISNU menempuh perjalanan tujuh jam dari Jakarta menuju rumah duka. Medan yang sulit membuat waktu tempuh lebih lama dari yang diperkirakan. “Jalannya kayak kobangan kerbau di sawah,” kata Nur Rohman.

Ia mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah sudi membantu Adrian melalui rekening LAZISNU. Rohman berharap, bantuan menjadi amal ibadah yang membawa berkah bagi para dermawan.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sebelum meninggal dunia, Adrian sempat menjalani pengobatan di Rumah Sakit Cipto Mengunkusumo (RSCM), Jakarta. Ia divonis dokter mengidap Hepatitis B dan kanker hati sehingga harus melakukan transplantasi hati dan karenanya membutuhkan biaya 1,2 miliar. Orang tuanya yang berpenghasilan 30 ribu rupiah per hari sebagai buruh tani tak sanggup menanggung biaya itu. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Nasional, Sunnah, Habib Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Rabu, 14 Februari 2018

Peserta Perwimanas II Bergembira Ikuti Outbond di Alam Bebas

Magelang, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Hari kedua, Selasa (19/8), peserta Perkemahan Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma’arif NU Nasional (Perwimanas) II mengikuti kegiatan outbond di alam bebas.

Peserta Perwimanas II Bergembira Ikuti Outbond di Alam Bebas (Sumber Gambar : Nu Online)
Peserta Perwimanas II Bergembira Ikuti Outbond di Alam Bebas (Sumber Gambar : Nu Online)

Peserta Perwimanas II Bergembira Ikuti Outbond di Alam Bebas

Kegiatan ini diikuti ratusan peserta yang berasal dari berbagai daerah dan terbagi ke dalam beberapa kelompok. Pada outbond ini, para peserta diharuskan melewati berbagai tantangan yang sudah disiapkan oleh panitia.

Ditemui Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal di tempat Outbond, Merisya Endora, yang memandu para peserta menjelaskan berbagai tantangan yang harus dilalui para peserta.

“Jadi kegiatan outbond pagi ini ada lima pos ya. Tantangan yang harus dilewati para peserta Pertama ada merayap jembatan dengan satu tali. Lalu merayap jembatan dua tali, setelah itu harus menaksir tinggi pohon dan menaksir lebar sungai,” jelas Merisya yang merupakan anggota Dewan Kerja Cabang Pramuka Temanggung.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Tujuan yang bisa diambil dari outbond pagi ini, kata Merisya, para peserta dilatih untuk belajar kekompakan dan melatih mental setiap peserta.

“Mental mereka dilatih untuk bisa melewati setiap tantangan yang kita siapkan, selain itu biar antar peserta yang berasal dari berbagai daerah akrab dengan satu dan lainnya,” tambah Merisya.

Sementara itu, Rohmatul Fauzi peserta outbond dari SMK Ma’arif 2 Temon Yogyakarta megungkapkan kegembiraannya mengikuti kegiatan outbond di alam bebas.

"Senang karena bisa menambah wawasan dan pengalaman. Selain itu bisa mendapat pelajaran banyak. Harapan saya, mudahan-mudahan generasi muda lulusan Ma’arif  dan lainnya bisa meneruskan cita-cita pendiri bangsa ini,” tegas Rohmatul Fauzi.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Hal senada juga diungkapkan oleh Eka Melia Putri, Nur Hasanah dan Rani Suwardi peserta dari MA Muslimat NU Kalimantan.

“Banyak sekali pelajaran yang bisa kami dapatkan, seperti kekeluargaan, kebersamaan dan kekompakan dengan peserta dari daerah lain,” ujar Eka Melia Putri.

“Kami juga bisa belajar kebudayaan dari daerah lain. Jarang kami melihatnya langsung,” ungkap Rani Suwardi.

“Kami berharap bisa mengajarkan pelajaran yang kami dapatkan dari sini kepada teman-temann pramuka di sekolah kami di Kalimandan,” tegas Nur Hasanah.

Pada acara Perwimanas II kali ini, selain outbond para peserta diharuskan mengikuti berbagai kegiatan seperti giat wisata, giat bakti, dan giat wawasan. (Nur Rokhim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Habib, Humor Islam Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

Jaringan Gusdurian Sumbang Water Torrent

Temanggung, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Jaringan GUSDURian Kabupaten Temanggung menyumbang belasan water torrent (tampungan air) jumbo untuk warga korban bencana kekeringan di Kabupaten Temanggung. Organisasi lintas agama ini juga menyumbang pompa air untuk masjid yang mengalami kerusakan pompa air untuk kebutuhan berwudlu.

Jaringan Gusdurian Sumbang Water Torrent (Sumber Gambar : Nu Online)
Jaringan Gusdurian Sumbang Water Torrent (Sumber Gambar : Nu Online)

Jaringan Gusdurian Sumbang Water Torrent

Koordinator Jaringan GUSDURian Temanggung, Abaz Zahrotien, mengatakan bantuan water torrent dikirimkan ke Desa Tlogopucang dan Desa Wadas Kecamatan Kandangan dan Desa Tepusen, Kecamatan Kaloran. Bantuan ini diberikan untuk wadah penampung dropping air dari pemerintah yang langsung disalurkan ke jerigen yang dibawa warga.?

"Kalau menggunakan jerigen langsung banyak air yang terbuang. Jadi kami berikan torrent dengan maksud untuk menampung air agar tertampung dengan baik," katanya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ia mengatakan, bantuan tersebut diperoleh dari dana sumbangan para dermawan dari berbagai agama seperti Islam, Katolik, Budha, Hindu, Kristen dan Konghuchu. Dari dana yang terkumpul sebagian dibelikan water torrent dan sebagian lainnya dibelikan pompa air serta air bersih untuk digunakan warga.?

"Ini program tahunan kami dan semakin tahun ternyata donaturnya semakin besar. Kami berharap apa yang kami lakukan dapat mengurangi beban masyarakat," tambahnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pimpinan Paroki Gereja Katholik Santo Petrus dan Paulus Temanggung, Petrus Santoso, menjelaskan, setelah mendapatkan peta potensi kekeringan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, pihaknya langsung mengadakan pertemuan dengan sejumlah tokoh agama di wilayah penghasil tembakau ini. Hasil pertemuan tersebut menyimpulkan akan melakukan aksi sosial secara kolektif membantu korban bencana kekeringan.?

"Dalam hal ini kami tidak lagi memandang saya Katolik, anda Islam dan sebagainya, tetapi ini melihat sisi kemanusiaannya," imbuhnya.

Kepala Desa Tlogopucang, Kecamatan Kandangan, Tohirin, menambahkan, pihaknya merasa sangat terbantu dengan bantuan yang diberikan komunitas lintas agama ini. Menurutnya, apa yang dilakukan organisasi ini merupakan langkah strategis untuk membantu warganya yang selama musim kemarau mengalami krisis air.?

"Disini ada 9 dusun dengan jumlah jiwa lebih dari 7.000 orang. 90 persen diantaranya mengalami krisis air dan untuk mendapatkan air paling dekat harus menempuh jarak 13 kilometer sampai 20 kilometer," terangnya.

Pihaknya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Temanggung untuk memberikan solusi permanen atas bencana ini. Menurutnya, pemerintah harus membuat lebih banyak sumur bor dan atau saluran air dari mata air yang tersedia.?

"Kita bisa mengambil air dari mata air di Sumowono (Kabupaten Semarang) untuk mengatasi kekeringan secara permanen," tandasnya. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Habib, Pesantren, Hikmah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

Menikmati Keindahan Bandung dari Menara Masjid Raya Saat Lebaran

Bandung, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Warga bisa menikmati pemandangan pusat Kota Bandung dari ketinggian sekitar 87 meter melalui Menara Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat memasuki libur Lebaran 2016.

Menikmati Keindahan Bandung dari Menara Masjid Raya Saat Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Menikmati Keindahan Bandung dari Menara Masjid Raya Saat Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Menikmati Keindahan Bandung dari Menara Masjid Raya Saat Lebaran

Penjaga tiket Menara Masjid Raya Bandung Yayat Ruhiyat, Jumat, mengatakan jumlah pengunjung mengalami peningkatan selama libur Lebaran ini yakni mencapai 1.000 orang per harinya.

"Kalau libur hari biasa paling banyak itu 400 orang, tapi satu hari setelah Lebaran kemarin jumlah pengunjungnya naik drastis yakni bisa 1.000 orang," kata Yayat sambil melayani pembelian tiket.

Untuk bisa naik ke Menara Masjid Raya Bandung, pengunjung harus antre dan kapasitas lift untuk menuju menara bisa menampung hingga 10 orang.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Satu lift menampung sampai 10 orang, dari lantai dasar sampai ke puncak menara dibutuhkan waktu sekitar satu menitan," kata Yayat.

Selama libur Lebaran ini, harga tiket untuk menikmati pemandangan Kota Bandung dari Menara Masjid Raya Bandung adalah Rp5.000 per orang.

"Cuma selama libur Lebaran saja harga tiketnya menjadi Rp5.000. Tapi kalau hari bisa harga tiket untuk dewasa itu Rp4.000 dan anak kecil Rp3.000 ribu," kata dia.

Salah seorang warga yakni Asep Arif mengatakan ia sengaja naik menara tersebut karena ketika di atas menara dirinya bisa melihat pemandangan Kota Bandung secara keseluruhan.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Ini saya datang sama sembilan anggota keluarga lainnya. Ada anak dan istri saya, mertua, orang tua saya sama adik saya. Sebenarnya sudah beberapa kali saya ke tempat menara ini dan kalau sudah sampai k puncaknya. Subhanallah lah pokoknya. Pemandangan Bandung dari atas indah pisan pokoknya," kata Asep. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Habib, Humor Islam Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

5 Mahasiswa UNHASY Akan Mengabdi di Thailand

Jombang, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Mahasiswa Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY) Tebuireng Jombang kembali akan melaksanakan pengabdian atau Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Thailand. Sebanyak lima mahasiswa UNHASY akan berbagi ilmu dengan para santri yang ada di negara gajah putih tersebut.

Sebagaimana KKN Internasional gelombang pertama, pada gelombang kedua ini tim seleksi UNHASY juga melakukan serangkaian test untuk menentukan mahasiswa yang akan diterjunkan langsung ke dunia pendidikan di Thailand.?

5 Mahasiswa UNHASY Akan Mengabdi di Thailand (Sumber Gambar : Nu Online)
5 Mahasiswa UNHASY Akan Mengabdi di Thailand (Sumber Gambar : Nu Online)

5 Mahasiswa UNHASY Akan Mengabdi di Thailand

“Kami ingin menerjunkan mahasiswa UNHASY yang terbaik, sehingga bisa mengabdikan diri dan memberikan kontribusinya di Thailand. Karena membawa nama baik UNHASY juga,” ungkap Kepala ? Biro Administrasi Akademis Kemahasiswaaan UNHASY, Muhammad, Rabu (13/4).

Tim penguji terdiri dari Ahmad Faruq (Kepala LPPM UNHASY), Elisa Nurul Laili (Kepala Lembaga Bahasa UNHASY) dan Rusli Ilham Fadli (Dosen PBSI UNHASY). Selain itu, dua mahasiswa yang pernah mengikuti KKN Internasional Thailand gelombang pertama, Nuriyah Laili (Fakultas Tarbiyah) dan Hurun ‘Aiin KA (Fakultas Dakwah) juga turut menjadi tim penyeleksi.

Ada 11 mahasiswa yang mengikuti seleksi pada Selasa (12/4) kemarin. Seleksi wawancara meliputi motivasi diri, pengetahuan agama, kemampuan berbahasa Inggris, dan kemampuan mengajar (peer teaching).

Dari 11 mahasiswa yang lulus mengikuti seleksi KKN Internasional di Thailand adalah Alif Zakiyatul Fikriyah (Fak. Ilmu Pendidikan), Ani L. Arias Sholehah (Fak. Tarbiyah), Fina Fastaqima (Fak. Ilmu Pendidikan), Ririn Cahyani dan Siti Fatimatuz Zahro (Fak. Tarbiyah)

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kelima mahasiswa ini akan menjalani KKN Internasional selama 5 bulan. Program KKN tersebut merupakan hasil kerjasama UNHASY dengan Abroad Alumni Association of Sourthern Border Provinces, yaitu sebuah persatuan alumni luar negeri di Thailand Selatan yang fokus kegiatannya dalam hal pendidikan dan dakwah. (Machtumah Malayati/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Habib Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock