Sabtu, 03 Januari 2009

Kiai Said: NU dan Polri Sudah Lama Berpacaran

Surabaya, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal - Kerja sama antara NU dan Polri tidak sekadar hitam di atas putih. Di tingkat bawah sinergitas NU dan Polri begitu melekat. NU memiliki kiai kampung yang selalu mengajarkan kedamaian dan ketabahan di masyarakat sekitar. Sedangkan Polri diamanatkan undang-undang sebagai penjaga keamanan dan mengayomi masyarakat.

Demikian pandangan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bidang pencegahan konflik sosial dengan Polri di gedung Mahameru Markas Polisi Daerah Jawa Timur, Surabaya, Kamis (1/9). Prosesi penandatanganan dilakukan oleh dirinya dan Kapolri Jendral Tito Karnavian.

Kiai Said: NU dan Polri Sudah Lama Berpacaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: NU dan Polri Sudah Lama Berpacaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: NU dan Polri Sudah Lama Berpacaran

"NU dan Polri sudah lama menjalin kerja sama. NU sudah lama berpacaran dengan Polri dan ini tanda tangan saja, bisa dikatakan ini pernikahan sirinya," kelakar Kiai Said.

Salah satu contoh, di saat ada kejadian di tengah masyarakat, para kiai atau tokoh masyarakat setempat tidak pernah main hakim sendiri, pastinya akan dilaporkan kepolisian. "Tidak hanya itu, Polri juga meminta kepada tokoh masyarakat untuk mencegah terjadinya konflik sosial di lingkungannya," jelas Kiai asal Cirebon ini.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selain itu, Kiai Said meminta kepada Kapolri untuk mengusut tuntas 20 pesantren yang terlibat dan terindikasi mengajarkan ajaran ekstrem, termasuk yang gemar memvonis bid’ah. "Kalau ini dibiarkan akan menjadi bibit-bibit baru radikalisme, karena mereka beranggapan membunuh orang bidah itu boleh," terang kiai Said di hadapan 700 peserta dari unsur pengurus NU dan polisi.

Maka dari itu, lanjutnya, NU dan Polri harus berterima kasih kepada kiai kampung. Berkat merekalah Indonesia ini aman, tentram dan damai. Karena kiai kampung tidak pernah mengajarkan kebencian, apalagi merakit bom. "Kalau ada yang bertengkar dengan cepatnya kiai kampung ini meminta mereka bersalaman," tegas Kiai Said.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Kalau ada kiai kampung seperti itu, maka tidak perlu lagi ada BNPT atau Densus 88," pungkasnya. (Rof Maulana/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Sejarah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Kiai Said: NU dan Polri Sudah Lama Berpacaran di Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock