Rabu, 24 Juni 2009

Pelaku Terorisme dan Pengguna Internet Terbanyak adalah Generasi Muda

Semarang, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Penguatan wacana, ide, dan gagasan Islam rahmatal lil alamin menjadi agenda strategis dalam upaya deradikalisasi dan peneguhan pilar kebangsaan. Pandangan ini muncul dalam seminar Penangkalan Paham Radikalisme dan Terorisme di kampus Universitas Islam Negeri Walisongo, Semarang, Jawa Tengah.

Pelaku Terorisme dan Pengguna Internet Terbanyak adalah Generasi Muda (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelaku Terorisme dan Pengguna Internet Terbanyak adalah Generasi Muda (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelaku Terorisme dan Pengguna Internet Terbanyak adalah Generasi Muda

Pengasuh Pesantren Besongo, Kota Semarang, Jawa Tengah, KH Imam Taufiq yang menjadi pembicara dalam forum tersebut mengatakan bahwa kekerasan bisa muncul dari dari diri kita sendiri, mulai dari kekerasan dalam hal pembicaraan hingga tingkah laku kita.

"Orang Islam yang baik adalah orang yang bisa dengan tangannya tak menyakiti orang lain," katanya dalam diskusi yang bertema "Kita Kuatkan Pilar Kebangsaan untuk Keutuhan NKRI dan Islam Rahmatan lil Alamin", Selasa, (16/8) itu.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ia juga membahas soal pemuda, radikalisme, dan internet. Menurutnya, data tim riset (2012) dari Kementerian Luar Negeri (2012), INSEP, dan Densus 88 menyebutkan bahwa 47,3 persen pelaku teroris adalah generasi muda dengan kisaran umur 21-30 tahun.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selain itu, sebagaimana data yang dirilis Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia atau APJII (2015), akses penggunaan internet rata-rata mencapai 10-20 jam perhari. Dari data itu pengguna internet usia 18-31 tahun sebanyak 82 persen. Menurut Imam Taufiq, pemuda inilah yang harus mendapat perhatian penuh dan sebagai duta damai di masing-masing tempat.

"Kita harus menjadi produsen online-isasi Islam Kultural Indonesia yang menjunjung tinggi perdamaian dan nasionalisme baik tokoh maupun tradisi damainya," ungkap wakil rektor II UIN Walisongo ini.

Ia menambahkan, upaya lain yang bisa digalakkan adalah dengan membangun komunitas yang santun, menciptakan iklim yang antiradikalisme, dan kampanye damai.

Seminar kali ini terselenggara atas kerja sama antara Kepolisian Daerah Jawa Tengah dan UIN Walisongo. Pembicara dari Polda Jateng M Toha dalam kesempatan itu menjelaskan konsep dan strategi Polri dalam penanggulangan paham radikalisme dan terorisme. (Zulfa/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Fragmen, Pertandingan, Hikmah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Pelaku Terorisme dan Pengguna Internet Terbanyak adalah Generasi Muda di Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock