Sabtu, 10 Agustus 2013

Fatayat Kota Yogyakarta Ngajian Kitab Manbaus Sa’adah

Yogyakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Bekerja sama dengan LKiS, PC Fatayat Kota Yogyakarta menyelenggarakan pengajian kitab Manbaus Sa’adah di Pendopo LKiS bersama K. Ihsanuddin, Krapyak. 

Fatayat Kota Yogyakarta Ngajian Kitab Manbaus Sa’adah (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat Kota Yogyakarta Ngajian Kitab Manbaus Sa’adah (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat Kota Yogyakarta Ngajian Kitab Manbaus Sa’adah

Pengajian yang dimulai sejak 11 Juli hingga 30 Juli ini dilaksanakan selama tiga kali seminggu, yaitu pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu. 

Pengajian ini pun telah dimulai kemarin, Kamis (11/7) pada jam yang telah ditentukan, yaitu pukul 10:00. Namun karena sebenarnya pengajian kitab ini merupakan kelanjutan dari tahun kemarin, maka hanya diisi dengan penyampaian seputar isi kitab yang telah dikaji pada Ramadhan sebelumnya. 

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Kitab ini kan artinya sumber kebahagiaan. Disini menjelaskan asas, prinsip pergaulan secara baik serta organ reproduksi sehat secara jasmani dan rohani. Juga tentang posisi laki-laki dalam rumah tangga,” ungkap Eni Maslahah, bendahara Fatayat PC Kota Yogyakarta yang saat ini memberikan ulasan seputar kitab karangan KH Faqihuddin ini. 

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pihaknya menambahkan, kitab yang diberi kata pengantar oleh ketua PBNU KH Said Aqil Siroj ini terdiri dari beberapa bab atau fasal. Dan pengajian yang diselenggarakan tahun lalu baru sampai di bab kedua bagian awal yang memaparkan tentang kesehatan tubuh, kebersihan tubuh, hak-hak tubuh, serta kebutuhan penyaluran seksual.

Di kesempatan yang sama, Eni, demikian ia akrab disapa, menyampaikan juga alasan PC Fatayat Kota Yogyakarta mengaji kitab ini. 

“Kita mencoba mengaji secara sistematis. Bagaimana kita belajar agama secara lengkap dan komprehensif,” tuturnya.

“Kita mencoba mencari kitab untuk dikaji dan melanjutkan tradisi pesantren. Dan rata-rata teman-teman Fatayat kan sudah berumah tangga. Atau paling tidak, sedang mencari jodoh. Jadi kita mengkaji kitab yang mengarah ke sana,” ungkapnya menyampaikan alasan memilih kitap tersebut untuk dikaji. 

Selain itu, kitab-kitab munakahat (tentang nikah, red.) yang ada selama ini dipandang menggunakan cara pandang klasik dan kurang up to date. Kewajiban dan hak suami dan istri tidak dibahas secara proporsional. 

“Saya mencari kitab yang lebih modern yang sesuai dengan konteks saat ini. Akhirnya saya minta ke teman-teman Fatayat Cirebon dan direkomendasikan kitab ini,” ujarnya.    

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Nur Hasanatul Hafshaniyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal PonPes, Jadwal Kajian Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Fatayat Kota Yogyakarta Ngajian Kitab Manbaus Sa’adah di Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock