Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Februari 2018

Habib Luthfi: Menjaga Negeri adalah Penerapan Rasa Syukur kepada Allah

Tegal, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Mustasyar PBNU Maulana Muhammad Habib Luthfi bin Ali bin Yahya mengungkapkan, selagi para ulama,TNI-Polri berkumpul, meskipun berbeda politik, berbeda pendapat, tidak menjadi persoalan, yang pasti bangsa Indonesia satu kesatuan dalam bingkai kebhinnekaan dan NKRI. 

Hal itu diungkapkan Habib Luthfi saat menghadiri acara silaturahmi dan safari ramadhan 1438/2017 M Panglima TNI Jendral TNI Gatot Nurmantyo bersama keluarga Besar TNI dan komponen masyarakat di Mako Brigif /IV Dewaratna Slawi, Rabu (14/6)

Habib Luthfi: Menjaga Negeri adalah Penerapan Rasa Syukur kepada Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi: Menjaga Negeri adalah Penerapan Rasa Syukur kepada Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi: Menjaga Negeri adalah Penerapan Rasa Syukur kepada Allah

Menurut Rais Aam Jamiyah Ahlut Thoriqoh Al-Mutabaroh An-Nahdliyah (JATMAN) ini nilai Indonesia sangatlah tinggi setelah agama, dengan bersatunya TNI-Polri dan ulama tetap cinta NKRI.

Aplikasi rasa syukur manusia kepada Allah SWT terhadap bangsa Indonesia adalah selalu menjaga negeri ini dengan baik melalui acara-acara  seperti ini. "Dan saya terima kasih kepada TNI-Polri dan Pemda yang telah menyelenggarakan acara ini," ujar ulama kharismatik asal Pekalongan ini.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dalam kesempatan itu, Habib Luthfi mengajak seluruh masyarakat Indonesia jangan mau di pecah belah seperti negara Suriah. Karena hancurnya Suriah karena tidak percaya dengan ulama, tentara serta pemerintahan.

"Saya mengajak semua yang hadir di sini, ayo kita galang persatuan seluruh anak bangsa tunjukan bahwa bangsa Indonesia mengerti dan berterima kasih kepada para pejuang yang telah memerdekakan negeri ini," tandasnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selain Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, hadir pula Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Tatang Sulaiman, Kapolda Jateng Irjend Pol Condro Kirono, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Habib Thohir Al Kaf, Bupati Tegal Enthus Susmono, Sejumlah ulama dan pejabat dan ribuan anak yatim. (Hasan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Cerita, PonPes, Pertandingan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 05 Februari 2018

PMII Diharapkan Jadi Tonggak Aswaja di Kampus

Solo, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Kentingan, Surakarta periode 2016, resmi dilantik, Ahad (6/3) lalu di Aula Pascasarjana FKIP UNS lantai 3. Momentum ini juga digunakan untuk melantik 2 Badan Semi Otonom (BSO) yang ada di PMII Komisariat Kentingan yaitu Danus dan Terkepal.?

Dengan mengambil tema ‘Sejukkan Dakwah Islami Melalui Rajutan Ukhuwah’ diharapkan pada periode satu tahun ke depan, PMII Komisariat Kentingan mampu mengawal dan menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jamaah di dalam kampus.

PMII Diharapkan Jadi Tonggak Aswaja di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Diharapkan Jadi Tonggak Aswaja di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Diharapkan Jadi Tonggak Aswaja di Kampus

Serta memberikan pemahaman dan pemikiran mengenai Islam sesuai koridor Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yang mengedepankan prinsip-prinsip yang ada di dalamnya, yaitu seperti tawasuth (moderat), tawazun (netral), ta’adul (keseimbangan), dan tasamuth (toleran).

Tsaniananda, Ketua PMII Komisariat Kentingan periode 2016 dalam sambutannya menyampaikan bahwa untuk satu tahun kedepan, di kepengurusannya akan mengusung visi berupa menjadikan PMII sebagai organisasi yang berlandaskan Aswaja yang professional dan mandiri. Serta akan mengusung kegiatan yang mengedepankan persaudaraan dan persatuan.

“Visi tersebut tentunya akan bisa diraih dengan merencanakan program-program yang nantinya menjadi misi dari kepengurusan tahun ini,” terang Mahasiswi program studi Sastra Arab UNS ini.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dipaparkan Ninda, Untuk kepengurusan periode ini, dalam struktur kepengurusan PMII Komisariat Kentingan berjumlah 23 orang yakni masing-masing terdiri dari 17 pengurus komisariat dan 6 pengurus badan semi otonom.

“Beberapa misi yang kita usung dalam kengurusan tahun ini antara lain adalah menambah kualitas diri dan mengembangkan anggota dan kader dimanapun mereka berada, sehingga diharapkan para kader PMII yang ada menjadi kader ulul albab,” tukasnya.

Pada kesempatan tersebut, Komisariat Kentingan mendeklarasikan pembentukan 3 rayon persiapan yakni masing-masing FKIP, FP dan FMIPA. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal PonPes Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Kader Ansor Bersatu Aktif untuk NU dan Indonesia

Way Kanan, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Pakuan Ratu Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung memperingati hari lahir (harlah) ke 82 tahun pemuda Nahldatul Ulama (NU) atau Ansor dengan menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) V di Pesantren Al-Falakhussadah asuhan Kiai Zainal Maarif.

Ketua PAC Ansor Pakuan Ratu, Bakti Gozali di Blambangan Umpu, Ahad (16/4) menjelaskan, tema kegiatan berlangsung 22-24 April 2016 tersebut ialah "Semangat Persatuan Menuju Kader Ansor yang Kuat, Aktif, Interaktif, dan Senantiasa Komitmen Menjaga Keutuhan NU, Amaliyah NU dan Setia pada NKRI".?

Kader Ansor Bersatu Aktif untuk NU dan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Ansor Bersatu Aktif untuk NU dan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Ansor Bersatu Aktif untuk NU dan Indonesia

"Insyaallah ada 86 calon kader Ansor dari Kecamatan Pakuan Ratu, Negeri Agung, Negara Batin dan Gunung Labuhan mengikuti PKD," ujar Bakti didampingi Kasatkoryon Eko Sugiyanto.

Ia melanjutkan, intruksi Pimpinan Cabang Ansor Way Kanan dipimpin Gatot Arifianto meminta kegiatan dilakukan untuk memperingati harlah ke-82 organisasi pemuda NU yang berdiri 24 April 1943 supaya tidak melulu seremonial.

Berbuat, merawat, mengembangkan organisasi lebih bermakna, maslahat dan jelas. Itulah hakikat berorganisasi dan pembuktian mencintai Ansor. Organisasi harus berjalan, menatap ke depan. Organisasi tidak memerlukan perkataan semata, namun juga perbuatan.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Gerakan Pemuda Ansor merespon semangat pemuda berasal dari beberapa kecamatan di Kabupaten Way Kanan yang ingin bergabung dengan Ansor. Semangat tersebut kami sambut baik dengan menggelar PKD," kata Bakti lagi.

Penyelenggaran PKD V tersebut merupakan gagasan PAC Ansor Pakuan Ratu yang selaras dengan PC Ansor Way Kanan. Merupakan gerbang awal pemuda daerah itu untuk menjadi kader Ansor.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Selain itu guna membekali calon-calon generasi muda NU lebih kuat secara aqidah keislaman dan paham terhadap ke-Nahdlatul Ulamaan serta membekali kader dengan kreativitas dan kewirausahaan," demikian Bakti Gozali. Disisi Saidi Fatah. Red Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal IMNU, Warta, PonPes Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

Pesantren Walisongo Selamatkan Lingkungan dan Sumber Air

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Masalah perubahan iklim dunia dan rusaknya lingkungan kini menjadi keprihatinan dunia. Upaya penyelamatan lingkungan telah menjadi agenda bersama yang dikoordinasikan secara global.



Pesantren Walisongo Selamatkan Lingkungan dan Sumber Air (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Walisongo Selamatkan Lingkungan dan Sumber Air (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Walisongo Selamatkan Lingkungan dan Sumber Air

Meskipun luput dari hiruk pikuk membicarakan masalah ini, Pesantren Walisongo di Tuban Jawa Timur telah menjaga dan merawat lingkungan sekitarnya agar tetap kondusif bagi kehidupan sejak lama.

KH Nur Nasroh, pengasuh pesantren dalam perbincangan dengan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal baru-baru ini menuturkan upaya penyelamatan lingkungan ini dilakukan sejak tahun 1977, jauh sebelum isu lingkungan ini bergulir.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Saat pesantren didirikan pada tahun 1977, saya langsung berfikir untuk menanm pohon. Saat itu hutannya masih rimbun, tapi saya sudah berfikir kalau pohonnya, yang waktu itu sudah berumur 60 tahun ke atas ditebang, kemudian tidak ada penanaman generasi baru, pasti akan gundul,” katanya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sampai saat ini sudah ada 440.6 hektar dengan 121.6 hektar milik pesantren dan 319 hektar di kawasan perhutani yang ditanami dengan pohon jati berkualitas super.

Ia menjelaskan satu pohon jati bisa dipanen antara umur 18-20 tahun, dan menghasilkan satu kubik kayu yang saat ini berharga 4 juta sehingga dalam 20 tahun, satu hektar yang berisi 416 bisa pohon menghasilkan uang sekitar 1.6 M rupiah.

Upaya penyelamatan mata air juga dilakukan bersama dengan pala Kesatuan Pemangku Hutan (KKPH) Parengan, Dandim setempat, pramuka, Perguruan Setia Hati, SMKN Kehutanan, juga CBP IPNU.

“Alhamdulillah sumber mata air yang asalnya tinggal 6 meningkat menjadi 14, namun, kita masih kehilangan tiga, tapi sangat mungkin yang tiga ini bisa kita pulihkan kembali di musim hujan ini,” terangnya.?

Pemulihan mata air memungkinkan masyarakat menanami lahannya sehingga masyarakat bisa bekerja dan tidak menjarah hutan.

“Andaikata beberapa ribu orang ini tidak bekerja, lalu masuk di hutan, kira-kira berapa ribu gibik akan habis. Dari 80 ribu orang penduduk disini kalau ngambil satu-satu sudah 80 ribu gibik. Ini adalah upaya kita bersama, dari NU, Gerakan Nasional Kehutanan dan Lingkungan (GNKL NU), dari Perum Perhutani, Administratur Perhutani Parengan sangat aktif dalam hal ini,” tandasnya.

Untuk saat ini, upaya yang sedang serius dikembangkan adalah pengembangan SMK Kehutanan sebagai upaya untuk melakukan kaderisasi sadar lingkungan sejak usia dini, yang nantinya diharapkan bisa mempengaruhi keluarganya dan lingkungannya.

Bekerjasama dengan KKPH Parengan, pesantren Walisongo juga aktif mensosialisasikan penanaman kembali ke sejumlah pesantren di Tuban dan sekitarnya. Sebanyak 20 ribu bibit pohon dikirimkan ke pulau Bawean untuk mencegah erosi.

Dalam setiap acara pesantren, termasuk temu alumni, upaya memelihara lingkungan ini terus disosialisasikan kepada sekitar 6000 alumni yang sebagian sudah memiliki pesantren yang sudah tersebar di Indonesia.

Atas kepeloporannya ini, KH Nur Nasroh yang juga pengurus PWNU Jawa Timur ini pernah mendapatkan penghargaan sebagai petani hutan terbaik (1986), juara nasional untuk penghijauan (1998), juara terbaik Lingkungan Hidup (2002) dan juara perintis lingkungan di Jatim (2004).

Pohon jati yang ditanamnya tahun 1977 kini sudah dipanen dan sudah bisa untuk memberangkatkan haji para santri yang berbakti pada pesantren.

Salah satu potensi yang sedang berusaha dikembangkan adalah pengembangan pohon kepuh. “Kalau menanam Jarak, ini kan hanya dapat minyaknya saja, tapi kalau kepuh, dapat minyak dan pohonnya juga dapat dipergunakan untuk bahan bangunan atau untuk keperluan lainnya. Kita harapkan pemerintah juga berfikir ke sana,” ujarnya. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal PonPes, Ahlussunnah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Turba, Wujud Kekompakan dan Kebersamaan Pengurus Muslimat NU Probolinggo

Probolinggo, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal - Kegiatan turba (turun ke bawah) yang dilaksanakan oleh Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Probolinggo, Ahad (3/12) terasa dari biasanya. Pasalnya dalam turba ke Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Lumbang yang digelar di aula MI NU Al-Hidayah Desa Lumbang Kecamatan Lumbang ini juga dilakukan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan ini diikuti oleh semua pengurus Muslimat NU di Kabupaten Probolinggo. Terdiri atas 10 orang dari Muslimat NU Kabupaten Probolinggo, 11 orang Ketua PAC Muslimat NU, 11 orang Ketua Ranting Muslimat NU di Kecamatan Lumbang beserta 100 orang Muslimat NU se-Kecamatan Lumbang.

Turba, Wujud Kekompakan dan Kebersamaan Pengurus Muslimat NU Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)
Turba, Wujud Kekompakan dan Kebersamaan Pengurus Muslimat NU Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)

Turba, Wujud Kekompakan dan Kebersamaan Pengurus Muslimat NU Probolinggo

Ketua Muslimat NU Probolinggo Hj Nurhayati mengatakan, turba ini merupakan agenda kegiatan rutin pertemuan Muslimat NU Kabupaten Probolinggo sekaligus silaturahmi Muslimat NU terhadap anggota dari tingkat PAC sampai Ranting Muslimat NU se-Kecamatan Lumbang.

“Kebetulan kali ini kami juga melaksanakan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai wujud kebersamaan dan menghormati serta merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW,” katanya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Menurut Nurhayati, agenda utama dalam turba ini adalah silaturahmi. Serta pembinaan terhadap anggota agar lebih semangat dan terus berjuang untuk kepentingan umat sebagai media syiar Islam melalui kegiatan Muslimatan NU .

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Fokus dari turba ini adalah kebersamaan merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, pemantapan pembinaan anggota serta memberikan sports dan motivasi dukungan agar anggota majelis taklim lebih semangat tulus dan ikhlas menggerakkan roda organisasi Muslimat NU sebagai amal makruf nahi mungkar. Agar bisa diterima amal keberadaan Muslimat NU di semua bidang pembangunan yang ada di lingkungan masyarakat,” jelasnya.

Nurhayati menyampaikan dalam organisasi tidak ada kata berhenti, cuti, mengundurkan diri. Dalam berorganisasi berjuang membangun organisasi tidak harus kader Muslimat NU harus pintar, karena banyak pengurus pintar tapi tidak mau. Oleh karena itu membangun organisasi Muslimat NU itu mereka kader yang mau membangun dan peduli.

“Kunci persaudaraan dari Muslimat NU yang utama ta’aruf dan silaturahmi. Yang kedua ta’awun tolong menolong dan kepedulian. Yang ketiga tasamuh, persamaan derajat dan umat Islam NU  itu sama,” tegasnya.

Lebih lanjut Nurhayati menambahkan bahwa pengurus Muslimat NU harus mengaktifkan amal  infaq dan sedekah digerakkan untuk beramal lebih banyak, sadar dan peduli untuk meningkatkan amal maruf nahi mungkar. “Terpenting lagi, mengajak aktif rutin amal sedekah lewat majelis taklim Muslimat NU,” pungkasnya.

Ketua Muslimat NU Kecamatan Lumbang Sanipah Suparman menyampaikan bahwa turba ini bisa menjadi wadah dalam memberikan semangat anggota agar kegiatan yang ada di tiap ranting lebih dioptimalkan, lebih peduli dan merasa menjadikan nilai persaudaraan berjuang untuk kepentingan umat Islam.

“Lebih meningkatkan amal ibadah, amal jariyah, peduli lingkungan sekitar bagi mereka yang tidak mampu dan kemiskinan perbaikan akhlak. Yang utama sebagai modal majunya pembangunan,” katanya.

Ketua MWCNU Lumbang Ustadz Saiful Arif  menyampaikan hikmah dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW serta teladan yang harus dilakukan oleh umat Islam seperti yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Dalam kesempatan ini Hj Latifah dari Muslimat NU Kabupaten Probolinggo juga menyampaikan taushiyah Maulid Nabi Muhammad SAW dengan topik keteladanan Nabi Muhammad SAW.

“Rasulullah mempunyai 3 pegangan meliputi salam, senyum dan sapa. Teladan beliau menghadiri undangan tidak boleh memilih kaya dan miskin. Pemantapan ibadah, amal kebaikan, keikhlasan, harus tulus disampaikan permohonan terhadap Allah SWT. Ta’aruff kita kebaikan yang harus kita contoh, yang tidak baik kita abaikan agar menjadikan bekal iman kita lebih baik sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW,” katanya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal AlaSantri, Quote, PonPes Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

Ibadah dengan Harta Haram

Keluar-masuk pakai aturan. Di sinilah pentingnya aturan. Tanpa kepatuhan terhadap aturan, seseorang dapat menggetok jidatnya sendiri. Kalau sudah begini, ia tidak bisa menunjuk sumber kesalahan kepada siapa pun kecuali dirinya sendiri.

Akan halnya dengan harta. Orang wajib menggunakan hartanya untuk kepentingan yang baik. Yang tentunya memberikan kemaslahatan dunia dan akhirat bagi dirinya. Harta harus digunakan untuk menafkahi orang yang menjadi tanggungannya, kepentingan sosial, atau ibadah haji.

Ibadah dengan Harta Haram (Sumber Gambar : Nu Online)
Ibadah dengan Harta Haram (Sumber Gambar : Nu Online)

Ibadah dengan Harta Haram

Singkatnya, harta mesti dipakai untuk kepentingan yang baik. Untuk dinilai sebagai ibadah, tentu saja seseorang harus menyertakan kegiatan pengeluaran harta itu dengan niat tulus. Begitulah aturannya. Artinya ia sudah berada di jalan Allah.

Keluarnya harta di jalan Allah ini belum cukup. Seseorang juga harus mempertimbangkan jalan masuknya harta ke dalam kantongnya. Jalan masuk ini sama penting seperti jalan keluar. Ia harus memastikan kebersihan sumber perolehan hartanya. Karena, Syekh Ahmad bin Ruslan dalam kitab Zubad-nya yang terkenal berkata,

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

وطاعة ممن حراما يأكل * مثل البناء فوق موج يجعل

“Ibadah dari orang yang memakan harta haram, seperti mereka yang membuat bangunan di atas ombak.”

Menerangkan syair di atas, Syekh Muhammad bin Ahmad Romli dalam kitab Ghayatul Bayan fi Syarhi Zubad Ibni Ruslan mengatakan,

إن فعل الطاعة من صلاة وصوم وحج وغير ذلك ممن يأكل أو يشرب أو يلبس حراما عالما به مثل واضع بناء فوق موج بحر عجاج بأن يجعله أساسا له ومعلوم أنه لايثبت عليه فقد روى من حديث ابن عمر رضى الله عنهما من لم يبال من أين اكتسب المال لم يبال الله من أين أدخله النار

“Perbuatan ibadah seperti sembahyang, puasa, haji, dan ibadah lainnya dari orang yang memakan, minum, dan mengenakan pakaian haram–padahal ia mengerti keharaman sumbernya–seperti peletak bangunan di atas ombak ganas. Artinya ia meletakkan fondasinya. Terang saja, bangunan itu takkan tetap di atasnya. Sebuah hadis yang diriwayatkan Ibnu Umar Ra, Rasulullah bersabda, ‘Siapa yang tidak peduli kehalalan sumber perolehan hartanya, maka Allah juga tidak peduli dari pintu mana saja Ia akan menjebloskan orang itu ke neraka.’”

Karena itu, sesorang perlu memerhatikan pintu masuk hartanya seperti pintu keluar. Seseorang tidak bisa cuci tangan. Karena, pintu keluar yang benar tidak bisa menghapus kesalahan pintu masuk. Wallahu A’lam.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Doa, PonPes, Pendidikan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Semarak Santripreneur 2016 Menembus Pasar Global

Yogyakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal - Untuk yang kedua kalinya penghargaan Santripreneur Award digelar Rumah Enterprener Indonesia (REI). Di tahun yang kedua ini REI menggandeng Kemenkop dan UKM RI, serta memilih lokasi Daerah Istimewa Yogyakarta untuk melaksanakan berbagai rangkaian acara Santripreneur Award.

“Alhamdulillah, di tahun 2016 ini REI, tidak hanya menyelenggarakan Santripreneur Award saja untuk yang kedua kalinya, namun berbagai acara atau event santripreneur. Di antara rangkaian acara ada Santripreneur Expo, Training Santripreneur, serta Santripreneur Award 2016,”jawaban singkat dari Direktur Utama REI M. Choirul Anam melalui siaran pers yang diterima Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Ahad (11/9). Acara yang berlangsung di akhir bulan September 2016 ini akan dilaksanakan di Jogja Expo Center (JEC) dengan tema “Semarak Santripreneur Indonesia”.

Semarak Santripreneur 2016 Menembus Pasar Global (Sumber Gambar : Nu Online)
Semarak Santripreneur 2016 Menembus Pasar Global (Sumber Gambar : Nu Online)

Semarak Santripreneur 2016 Menembus Pasar Global

Menurutnya, santripreneur merupakan generasi baru yang lahir dari tingginya semangat berwirausaha di kalangan santri. Santri yang dimaksud disini merupakan santri yang mukim atau alumnipondok pesantren maupun warga negara Indonesia? yang mempunyai hubungan keislamandengan pondok pesantren atau kiai.

KH Ahmad Sugeng Utomo selaku Pembina REI mengatakan, sekarang ini santri harus bangkit dalam bidang ekonomi. Santri tidak melulu berkecimpung di ilmu agama saja untuk mengembangkan agama Allah. Penguasaan di ranah ekonomi juga perlu untuk ditaklukkan guna menjadi santri yang alim dalam agama, bermoral dalam perilaku, mapan dalam mentalitas, cakap dalam berbisnis, dan berdedikasi dalam karya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Santri yang notabene adalah sebagai pemerkokoh dan penerus bangsa, lanjut dia, diharapkan bisa mengikuti santripreneur untuk mendapatkan pengetahuan lebih tentang dunia kewirausahaan, terlebih untuk santri yang sudah memiliki usaha bisa mengikuti acara santripreneur award dengan mendaftar di website resminya yaitu www.santripreneur.co.id.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Santripreneur sebagai wadah berkumpulnya santri-santri yang berwirausaha diharapkan lebih siap menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dengan mengikuti Training Santripreneur yang merupakan salah satu rangkaian acaraSantripreneur Award.

Training yang bertemakan “Pelatihan Wirausaha Pemula” pihak REI mendatangkan narasumber dari Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia dan beberapa pengusaha dari Yogyakarta maupun Nasional.

“Harapan kami acara Santripreneur Expo dan Training untuk santripreneur bisa mendatangkan manfaat bagi peserta khususnya dan Bangsa Indonesia pada umumnya”, tambah KH Ahmad Sugeng Utomo.

Rangkaian acara “Semarak Santripreneur 2016”akan berlangsung selama 3 hari yaitu pada tanggal 27-29 September 2016. Untuk hari pertama akan ada Training Santripreneur, beberapa Talkshow (“Santri Belajar Sehat” dan “Polisi Bersama Santri”), dan kompetisi Stand Up Comedy“Santri untuk Negeri” untuk hiburan para pengunjung.

Hari kedua juga ada Talkshow yang salah satunya bertemakan “Satu Jam Bersama Menteri Ketanagakerjaan; Bincang UU Ketanagakerjaan” dan malamnya ada Santripreneur Fashion Show. Berlanjut di hari ke-tiga,akan ada Talkshow Inspiratif “Pengusaha Santri Mendunia: Menguak Dunia Bisnis Ekspor & Impor”dan malamnya yaitu acara puncak “Awarding” untuk santripreneur yang lolos seleksi.

Berdasarkan informasi dari panitia, untuk pendaftaran santripreneur expo dibuka mulai 1-20 September 2016 dengan persyaratan yang sudah tertera di web resminya santripreneur. Sedangkan peserta untuk acara Training Santripreneur bisa diikuti oleh santri, mahasiswa, pengusaha pemula, serta umum. Berbeda lagi untuk peserta Santripreneur Award, peserta harus memiliki usaha dan mendaftarkan usahanya di website resmi santripreneur dengan kategori usaha Industri, Perdagangan & Jasa, kategori Boga, dan kategori Kreatif.

Pendaftaran santripreneur award untuk tahun 2016 ini, akan berlangsung dari tanggal 1 sampai tanggal 16 September 2016. Peserta yang lolos seleksi berkas akan ditindaklanjuti berupa verifikasi lapangan, dan penjurian akhir oleh dewan juri. Setelah proses tersebut peserta yang lolos akan mengikuti penyerahan hadiah dan pemberian tropy pada malam puncak penghargaan. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal PonPes, Ubudiyah, Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock