Selasa, 31 Maret 2015

Ranting Ujung Tombak Pimpinan Pusat GP Ansor

Pekalongan,Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Rapat Anggota Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Desa Bligo, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah mengamanatkan Imam Maliki sebagai ketua masa khidmah 2016-2018. Pada rapat di Aula Masjid Jami Manbaul Hikam Bligo tersebut dimulai dengan tahlil yang dipimpin Ust. M. Furqon Bakir, menyanyikan lagu Indonesia Raya, mars Ansor, mars Banser dan mars Syubbanul Wathan.

Ranting Ujung Tombak Pimpinan Pusat GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Ranting Ujung Tombak Pimpinan Pusat GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Ranting Ujung Tombak Pimpinan Pusat GP Ansor

Selain Maliki, pada pemilihan yang berlangsung Rabu (27/4), ada calon lainnya yaitu M. Haris Rahman, M. Wakhidin, A. Baidlowi dan Mukhafidz. Tapi keempat calon mengundurkan diri pada saat proses pemilihan ketua.

"Sebagai kader penggerak NU, saya berusaha untuk tidak meminta jabatan.Tetapi apabila saya diamanati sebuah jawaban, ya harus saya terima amanat itu,” tegas Maliki.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ketua demisioner PR GP Ansor Bligo M. Alaika Faza mengatakan, pemilihan ketua kali ini berbeda dengan pemilihan sebelumnya karena baru kali ini dilakukan secara aklamasi.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Walaupun pemilihan ini dilaksanakan secara aklamasi, bukan berarti calon tunggal tersebut adalah kader yang ‘aji mumpung’. Semua kandidat calon sudah melalui proses seleksi oleh Pembina GPAnsor dan tokoh NU di lingkungan Bligo,” tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, hadir Pembina PR Ansor kelurahan Bligo Eko Ahmadi. Dalam sambutan, ia mengatakan bahwa pengurus Ansor tingkat ranting itu sebagai ujung tombak dari kepengurusan di atasnya PAC, Cabang, Wilayah, dan Pusat. Sementara anggotanya adalah basisnya.

“Maka sebagai basis, harus mengawal tradisi secara masif dan sistematis sehingga tidak ada aliran baru yang berani masuk dan mencari penumpang. Ketika ini dilakukan maka ranting yang lain akan mencontoh untuk diterapkan di desanya,” jelasnya

Menurut pengurus Lesbumi PBNU ini, kalau setiap desa seperti itu maka wilayah kabupaten dengan pengurus cabangnya tidak akan kesulitan menanggapi aliran-aliran baru yang akan mengganti Pancasila dan mengubah NKRI.

Sehingga, lanjut dia, negara tidak perlu repot melakukan seminar dan sosialisasi tentang deradikalisasi dan bahaya narkoba sebab sudah dilakukan pengurus Ansor tingkat ranting.

“Maka negara harus menggandeng organisasi yang sudah melakukan hal ini tanpa menunggu organisasi mengajukan proposal,” pungkasnya. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Habib Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Ranting Ujung Tombak Pimpinan Pusat GP Ansor di Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock