Demak, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Pengembangan dakwah untuk saat ini selain mempunyai ilmu yang cukup, juga harus ditopang oleh keadaan finansial yang memadai. Kewirausahaan dan kemandirian inilah yang justru diajarkan sejak dini dalam pendidikan di pesantren.
“Pesantren ilmu agama sudah pasti gudangnya, selain mendalami ilmu santri harus mampu melatih sejak dini untuk berwirausaha dan mandiri,” kata Musytasar PCNU Demak KH Dachirin Said pada pelatihan kewirausahaan pemuda di pesantren Al-Islah, Sempal, Wadak, Bintoro Demak, Sabtu-Senin (22-24/11).
| Kewirausahaan dan Kemandirian Bagian dari Kehidupan Santri (Sumber Gambar : Nu Online) |
Kewirausahaan dan Kemandirian Bagian dari Kehidupan Santri
Dachirin yang kini diamanahkan sebagai Bupati Demak ini berharap, pelatihan tidak hanya menjadi formalitas kegiatan. Ia lebih jauh meminta peserta pelatihan menindaklanjuti pelatihan dengan praktik sesuai ilmu yang didapat saat pelatihan.Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal
“Setelah ini ada reaksi tindak lanjut yang konkret, keseriusan, kesungguhan dalam mengembangkan usaha dengan kemandirian” harap Dachirin.Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal
Sementara Dirjen Kementrian Kelautan dan Perikanan RI Ir Tri Haryanto saat membuka acara, menawarkan beberapa program yang bisa diakses pesantren seperti budi daya ikan air tawar seperti lele.“Kami punya program pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis kelompok. Kami yakin komunitas pesantren sangat luar biasa, karena semua bentuk masyarakat ada dalam pesantren” ungkap Tri.
Pelatihan kewirausahaan ini diselenggarakan Kabag Kesra Setda Demak yang difasilitasi Kementrian Kelautan dan Perikanan. Pelatihan ini diikuti santri pesantren percontohan di kabupaten Demak. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)
Dari Nu Online: nu.or.id
Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Makam Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

EmoticonEmoticon