Malang, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal - Saat fatwa haram hormat bendera merah putih banyak dikeluarkan sejumlah orang, upacara memperingati kemerdekaan Indonesia justru semarak diselenggarakan di pesantren-pesantren. Tidak terkecuali Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Nurul Huda Mergosono Malang, Jawa Timur.
Pesantren yang sering akrab dengan sebutan Pesantren Mergosono asuhan KH M. Taqiyudin Alawy ini terletak di gang kecil Kelurahan Mergosono. Karena tak memiliki lapangan, upacara bendera pun digelar di atas atap, tepatnya di lantai empat gedung asrama pesantren. Dengan mengenakan sarung dan kopiah, sekitar 30-an santri melangsungkan upacara dengan khidmah.
| Lahan Sempit, Atap Pesantren Ini Pun Jadi Lapangan Upacara (Sumber Gambar : Nu Online) |
Lahan Sempit, Atap Pesantren Ini Pun Jadi Lapangan Upacara
Selain bendera Sang Merah Putih, dikibarkan pula bendera Nahdlatul Ulama secara bersamaan. Kalau di tempat lain sesi mengenanang pahlawan diisi lagu Mengheningkan Cipta, di upacara Pesantren Mergosono ini sesi tersebut diisi dengan membacakan Surat al-Fatihah kepada para pahlawan pendahulu.Para santri juga secara serentak membaca Ikrar Santri untuk NU dan NKRI. Ikrar tersebut berisi dua syahadat, ikrar setia terhadap NU, dan ikrar bela negara. Ikrar tersebut disusun dengan mengkombinasikan antara Panca Setia santri ala KH. Marzuki Mustamar dan Ikrar bela ala Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan.
Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal
Inspektur upacara juga menyampaikan amanat kepada peserta upacara. Setelah itu menyanyikan dua lagu nasional, yakni Padamu Negeri dan 17 Agustus. Dan acara ditutup dengan doa.Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal
Berikut Bunyi teks “Ikrar Santri Untuk NU dan NKRI” Pesantren Mergosono:? ? ? ?
? ? ? ? ? ?
? ? ? ? ?
? ? ? ? ? ? ? ? ?
? ? ? ? ? ?
? ? ? ? ? ?
? ? ? ? ? ? ? ? ?
Kami santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Nurul Huda Mergosono Malang;
1. Kami bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah
2. Kami bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah
3. Kami berikrar bahwa NU selalu di hati
4. Kami berikrar bahwa mencintai tanah air adalah sebagian dari iman
5. Kami berikrar bahwa membela tanah air adalah wajib
6. Kami berikrar bahwa NKRI harga mati itu bukan basa-basi
(Indirijal Lutofa/Mahbib)
Dari Nu Online: nu.or.id
Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal RMI NU, Kyai, Berita Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

EmoticonEmoticon