Tasikmalaya, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal
Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tasikmalaya berupaya melestarikan syair karya para ajengan (kiai).
Menurut Ketua Lesbumi Tasikmalaya Imam Mudoffar di daerahnya tersebar berbagai syair berbahasa Sunda yang merupakan sarana dakwah yang dilakukan para ajengan.
| Lesbumi Tasikmalaya Siap Rekam dan Bukukan Syair Ajengan (Sumber Gambar : Nu Online) |
Lesbumi Tasikmalaya Siap Rekam dan Bukukan Syair Ajengan
Namun, ia menyesalkan, syair-syair itu saat ini mulai tersisihkan dan tidak lagi dikenal anak muda. Lama kelamaan, warisan berharga itu dikhawatirkan akan punah.“Misalnya syair Gusti Urang Sadayana yang menjadi syair utama di bulan Rabiul Awal dengan isi menceritakan kelahiran dan keturunan Nabi yang dulu sering dinyanyikan dengan ramenya oleh semua kalangan, sekarang hanya orang tua saja di majelis taklim,” jelasnya ketika ditemui di gedung PCNU Tasikmalaya, Senin (11/12).
Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal
Karena itulah, lanjutnya, Lesbumi Kabupaten Tasikmalaya berupaya untuk mengumpulkan dan membukukan syair-syair itu.“Setelah terbukukan, kami akan rekaman dan akan dibagikan ke pesantren sekolah dan madrasah-madrasah diniyah,” tambahnya.
Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal
Lebih lanjut ia menambahkan, saat ini Lesbumi mempunyai program majelis sastra, pembuatan antologi puisi anak muda NU. Program itu telah disampaikan dalam rapat kerja PCNU Kabupaten Tasikmalaya pada Ahad (10/11). (Husni Mubarok/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id
Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Anti Hoax, Tokoh, Cerita Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

EmoticonEmoticon