Minggu, 31 Desember 2017

Puisi untuk Harlah Ke-57 PMII

Oleh : el-Asy’ari



Detik terus berjalan bagai aliran sungai

Puisi untuk Harlah Ke-57 PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Puisi untuk Harlah Ke-57 PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Puisi untuk Harlah Ke-57 PMII

Tidak begitu deras, namun perlahan pasti

Gemericik airnya menghantarkan gelombang bunyi

Begitu nyaring merasuki rongga hati

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sesamabil memejamkan mata, penuh hikmat merefleksikan diri

Sungguh indah, sangat tenang sekali

Namun, terkadang ku buka mata sesekali

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Tersenyum manis menyapa kanan kiri

Terlihat segerombolan kecil rumput menari-nari

Ada juga jangkrik-jangkrik kecil yang entah mungkin mereka sedang bernyanyi

Tak terasa senyumku bertambah lebar menghiasi

Terbawa arus suasana begitu alami

Hehehehe . . , kenapa menyenangkan sekali?

Entahlah, mungkin ini bahagia sederhana yang sedang ku nikmati

Sangat tenang, indah dan mendamaikan hati

Detik tetap berjalan dalam langkah kaki

Menyapa senja, sampai jumpa matahari

Tidak selamanya, hanya saja waktu mengharuskan berotasi

Kita akan bertemu lagi penuh senyuman di esok pagi

Gelappun semakin datang membersamai

Angin yang menari begitu halus menambah suasana semakin sunyi

Terlihat olehku sekelumit cahaya hari ini

Tidak setiap saat ada, tapi tidak asing bagi diri ini

Nampak lilin berjajar terhiaskan oleh sang api

Sepertinya hari ini ada yang merayakan hari jadi

Suasana kuning biru penuh menghiasi

Selamat Hari Lahir ke-57 Pergerakanku wahai PMII

Banyak sekali panjatan harapan dan do’a

Sebuah ketulusan yang ingin ku sampaikan dalam bentuk kata

Bukan sebuah pemaksaan atau permintaan yang mengada-ngada

Tapi memang benar dari hatiku untuk kebaikanmu semata

Aku ingin PMII tak hanya unggul dalam wacana saja

Tapi juga diikuti dengan realisasi nyata

Aku ingin PMII tak hanya fokus dalam diskusi bergadang malam saja

Tapi juga mengindahkan sholat shubuh beserta qobliyahnya yang banyak harta

Aku ? ingin PMII tak hanya memikirkan indonesia saja

Tapi juga meningkatkan ibadah wajib terutama

Aku ingin PMII memang benar salah satu tempatku berjuang kepada-Nya

Karena sudah banyak yang aku korbankan untuk bersanding denganmu wahai sahabat-sahabatiku yang berbahagia

Memutus sahabat lama

Memutus kepercayaan yang ada

Memutus karir di organisasi internal mahasiswa

Memutus hubungan dengan orang-orang hebat yang terikat kata sayang dan cinta

Bukan karena aku, tapi karena aku memilihmu sebagai bagian dari jiwa

Semua itu diluar dugaan cerita

Sungguh, tanganku ingin kembali meraihnya

Tapi semua itulah yang harus ku terima

Bukan untuk siapa-siapa

Tapi untuk bergandengan tangan dengan kalian dan dengan PMII semata

Dan sekarang kuning biru menjadi warna

Identitas diri yang bersandingkan nama

Mudah melangkah kaki di sini ku kira

Sejak sang bidadari melahirkanku telah lama ku kenal nama Aswaja

Tangga atas sudah ku capai dalam organisasi mahasiswa

Nyatanya adalah tak sesuai dengan praduga

Ideologis, adalah hal yang tak ku pahami

Buku, adalah pemikiran yang sulit ku megerti

Diskusi, adalah argumen tinggi yang pikiranku tak sampai

Wacana, adalah kesajaan yang terkadang tidak aku sukai

Otakku berputar memikirkan sesuatu yang entah mungkin itu solusi

Apa aku memang butiran debu di PMII?

Apa aku memang orang yang tak pandai?

Apa aku memang tak bisa memberikan apa-apa dari diri ini?

Atau apa mungkin memang bukan tempat disini?

Ya Allah Ya Rabbi . .

Pernah ku mengabdi pada kiai menjadi seorang santri

Pernah ku merasakan kejamnya profesionalitas organisasi

Pernah ku berjuang dalam medan tumpah darah merebut panji

Pernah ku tanpa pantang menyerah memanjat gunung yang tinggi

Dan aku juga pernah merasakan jalan berkerikil dengan telanjang kaki

Dari itu semua apa tidak ada yang bisa ku beri ?

Semua itu ku lakukan untuk meningkatkan kapabilitas diri dan mengabdi

Bukan untuk diri sendiri saja melainkan juga untuk orang-orang di sekitar yang aku sayangi

Aku memang bodoh akan ideologi, tapi aku suka berkarya memainkan seni

Aku memang tidak suka bergelut dengan buku pemikiran, tapi aku suka buku dengan narasi indah dan penuh motivasi

Aku memang tak jago dalam berdiskusi, tapi aku lihai tersenyum manis memberikan energi

Aku memang tidak suka berangan tinggi dalam wacana, tapi aku lincah memberikan kebaikan dalam eksekusi

Dan aku tidak suka bermulut besar saja, tapi aku akan sangat senang bila tangan kakiku memberikan sesuatu hal yang pasti

Wahai pergerakanku PMII

Ma’afkan butiran debu ini

Aku memang tak begitu memahami ideologi

Tapi aku yakin, ada suatu hal yang bisa aku berikan dari diri ini

Aku hanyalah anak desa yang mempunyai banyak mimpi

Aku adalah pemuda yang tak suka banyak bicara tapi penuh semangat melangkahkan kaki

Aku adalah Mahasiswa Farmasi yang ingin mengobati orang lain dalam mengabdi

Dan aku suka bidang psikologi untuk bisa membahagiakan dan menyemangati

Dalam lautan Kuning Biru sekarang aku berdiri

Untuk kesatuan dan kebaikan Merah Putih yang suci

Denganmu pergerakanku wahai PMII

Dalam kebimbangan, aku masih bersamamu disini

Surakarta, 17 April 2017

Penulis adalah aktivis PMII Komisariat Kentingan Cabang Kota Surakarta Mahasiswa Farmasi UNS angkatan 2014?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal PonPes Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Puisi untuk Harlah Ke-57 PMII di Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock