Senin, 01 Januari 2018

Ulama NU Pakar dalam Kitab Kuning dan Memahami Quran

Pontianak, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Puncaknya keilmuan ulama NU, setidaknya ada dalam dua keahlian. Pertama adalah keahlian membaca kitab kuning. Kedua, keahlian dalam memahami Al-Quran. 

Hal  itu dipaparkan Rais Majelis Ilmy Jam’iyyatul Qurra` Wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Prof Dr KH Ahsin Sakho Muhammad pada taushiyah pembukaan Musyawarah Nasional IV JQHNU di Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (6/7).

Ulama NU Pakar dalam Kitab Kuning dan Memahami Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama NU Pakar dalam Kitab Kuning dan Memahami Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama NU Pakar dalam Kitab Kuning dan Memahami Quran

“Kalau kita lihat sejarah, bagaimana hubungan ulama-ulama Indonesia dengan ulama di tanah Hijaz, maka bisa kita ketahui bahwa ulama-ulama Nahdlatul Ulama adalah pelanjut ilmu yang diwariskan oleh ulama Hijaz,” jelas Rektor Institut Ilmu al-Quran (IIQ) Jakarta ini.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ahsin menambahkan, kita lihat Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari merupakan pelanjut seorang ulama Syekh Umar Hamdan, Alwi Al-Maliki Abbas, dan orang-orang sejawatnya itu.  

“Ulama-ulama NU telah melakukan perjuangan yang mencengangkan, membanggakan! Banyaknya kitab-kitab hadits, kitab-kitab fiqih itu disalurkan oleh mereka,” tegasnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Tapi, ada satu lagi kelompok di lingkungan ulama NU, yaitu ulama-ulama hufadz dan qurra Al-Quranul Karim. 

“Mereka berjuang berpuluh-puluh tahun menimba ilmu di negeri Makkkah, Madinah, Mesir. Kemudian pulang ke Indonesia. Mereka menyabarkan Al-Quranul Karim kepada masyarakatnya,” tambahnya.

Maka, sambung Ahsin, kita tahu, di Indonesia ini banyak markas-markas atau pusat-pusat ke-Quranan. Mulai dari madura, Sumatera Utara, Bone, Bugis, Sulawesi Selatan, Banten. Kemudian juga di Yogyakarta, di Surabaya, dan lain sebagainya.

“Mereka itulah pahlawan-pahlawan yang menyebarkan Al-Quran,” pungkasnya.   

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis   : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal AlaSantri Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Ulama NU Pakar dalam Kitab Kuning dan Memahami Quran di Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock