Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

Ini Pesan Rais Aam PBNU dalam Tabligh Akbar NU Taiwan

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal - Ribuan jamaah NU Taiwan menyelenggarakan istighotsah dan tabligh akbar di pusat Kota Taiwan,  Taipei Main Station, Ahad (15/10). Hadir dalam acara Rais Aam PBNU KH Maruf Amin dan Katib Syuriyah PBNU Asrorun Niam Sholeh.

Katib Syuriyah PBNU KH Asrorun Niam Sholeh menegaskan pentingnya implementasi semangat persaudaraan yang dikembangan oleh NU, ukhuwwah nahdliyyah, ukhuwwah islamiyyah,  ukhuwwah wathaniyyah, dan ukhuwwah basyariyah.

Ini Pesan Rais Aam PBNU dalam Tabligh Akbar NU Taiwan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pesan Rais Aam PBNU dalam Tabligh Akbar NU Taiwan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pesan Rais Aam PBNU dalam Tabligh Akbar NU Taiwan

"Ribuan orang berkumpul di sini, bisa jadi sebelumnya tidak saling kenal. Tapi ikatan ke-NUan bisa menyatukan kita. Ini harus dipupuk. Kehadiran Mr Yasin, sebagai orang asli Taiwan, ketua komunitas Muslim Taiwan yang minoritas, tiada lain sebagai wujud ukhuwwah Islamiyyah. Kita bekerja dengan perusahaan Taiwan secara sinergis dengan NU Taiwan, ini tiada lain karena ajaran ukhuwwah basyariyah. Karenanya, perbesar titik persamaan untuk membangun persaudaraan. Jangan konfrontasi dan terus ribut dengan mencari-cari dan membesarkan perbedaan yang tidak perlu," ujarnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ia juga menyinggung soal Hari Santri 22 Oktober 2017 yang perlu dipahami serta diresapi spiritnya dan diperingati dengan berbagai kegiatan.

"Penetapan Hari Santri oleh pemerintah sejak 2015 merupakan wujud pengakuan formal negara akan kontribusi nyata santri dalam perjuangan merealisasikan dan mempertahankan NKRI dari penjajahan melalui Resolusi Jihad. Untuk itu, malam 22 Oktober nanti seluruh WNI di Taiwan ini saya minta untuk memperingati Hari Santri, salah satunya dengan pembacaan shalawat nariyah," tegasnya.

Kiai Maruf Amin menekankan soal pentingnya beristiqamah dalam beragama di manapun berada. Kiai Maruf menyampaikan, pada hari Kiamat nanti orang-orang akan dibangkitkan dan digiring secara berkelompok. Kelompok orang beriman dan kelompok orang kafir. Di sinilah pentingnya berjamaah dalam beragama.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Salah satu manhaj NU yang harus dipedomani adalah tawassut dan tawazun. Prinsip agama yang dipegang NU adalah moderat. Tidak kaku dan bersifat tekstualis, serba haram dan kafir atau sebaliknya,  tidak liberal dan menafsirkan agama hanya dengan akal, yang kemudian melahirkan ajaran yang permisif dan serba boleh  sehingga membongkar norma agama. NU punya manhaj yang jelas. Jadi kalau NU tidak mungkin jadi teroris. Demikian sebaliknya, NU tidak mungkin jadi liberal. Kalau orang liberal ngaku NU, itu ngaku-ngaku tapi tidak ikut manhaj NU," tegasnya.

Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Kepala Dagang dan Ekonomi Indonesia Siswadi, Sinchung Halal for Taiwan, dan juga Ketua Taiwan Muslim Association Mr Yasin.

Acara ini disponsori oleh Sinchung Halal for Taiwan, lembaga sertifikasi halal yang menjadi mitra MUI dalam sertifikasi halal di Taiwan. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal AlaSantri Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Minggu, 11 Februari 2018

Didatangi Banser, Pimpinan dan Anggota MTA Kabur

Demak, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Rabu (22/8) kemarin Gerakan Pemuda Ansor, Banser, dan CBP mendatangi markas MTA di Kabupaten Demak. Namun sampai lokasi ternyata pimpinan dan anggota MTA sudah tidak ada di tempat.

Didatangi Banser, Pimpinan dan Anggota MTA Kabur (Sumber Gambar : Nu Online)
Didatangi Banser, Pimpinan dan Anggota MTA Kabur (Sumber Gambar : Nu Online)

Didatangi Banser, Pimpinan dan Anggota MTA Kabur

Dilaporkan, Demak sebagai kota wali dan kota santri yang notabene berhaluan Aswaja mulai dimasuki golongan atau kelompok Islam garis keras yang bermarkas di Solo Jawa Tengah yakni Majjlis Tafsir Alqur’an (MTA).

Desa Dondong kecamatan Demak Kota merupakan markas MTA di Kabupaten Demak. Setelah mendapatkan laporan dari para tokoh dan warga sekitar tentang kegiatan MTA di Desa Dondong yang dianggap meresahkan warga sekitar, pengurus NU setempat langsung menginstruksikan Ansor dan Banser untuk segera bertindak tegas.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Segera setelah mendapatkan instruksi, GP Ansor, Banser, CBP dari kantor PCNU langsung menuju lokasi dengan membawa 300 an anggotanya dengan aksi damai. Namun karena pimpinan dan anggota MTA sudah tidak ada di tempat, akhirnya hanya terjadi dialog dengan aparat keamanan.

Ketua PC Ansor Demak H.Abdurrahman Kasdi selesai berdialog yang didampingi Kapolres Demak, Dandim, Kapolsek, Koramil Demak Kota, Ketua MWC NU Demak Kota ketua PC IPNU serta lurah Dondong ditengah tengah ratusan Banser, CBP dan warga sekitar yang bertempat di halaman masjid Mubarokah Desa Dondong menyampaikan bahwasannya NU, Ansor dan Banser menuntut agar MTA didesa tersebut dihentikan kegiatannya untuk selamanya dikarenakan kegiatan mereka dianggap meresahkan masyarakat sekitar yang sudah mapan dalam beribadah,

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Kami datang kesini atas laporan warga sini (Desa Dondong) , atas nama Nahdlatul Ulama kami minta kepada kepolisian agar kegiatan MTA disini dihentikan selamanya,” tuntut Abdurrahman.

Sementara itu kepala Satkorcab Banser Musta’in meminta kepada Kapolres Demak yang diwakili kasatintel Ruswiyanto agar pimpinan MTA Supardi dan anggotanya untuk bisa dipertemukan dengan Ansor dan Banser yang difasilitasi oleh Kapolres dengan melibatkan Kesbangpolinmas kabupaten Demak untuk bias mempertanggungjawabkan perbuatannya yang dianggap meresahkan warga sekitar yang merasa terganggu dengan kegiatan mereka,paling lama 3 hari, 

“Kami meminta pada bapak Kapolres Demak Supardi dan anggotanya harus dipertemukan dengan kami untuk bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya yaitu menghentikan segala bentuk kegiatannya dikabupaten Demak, kami beri waktu 3 hari,” tegas Mustain.

Ditempat yang sama Kapolres Demak melalui kasatintel Ruswiyanto berjanji ditengah tengah anggota banser dan warga sekitar untuk bisa memanggil dan berdialog antara MTA, NU, Ansor dan Banser,

“Karena sekarang pimpinan MTA pak Supardi tidak ada ditempat kami berjanji maksimal tiga hari untuk bisa mempertemukan Supardi dan anggotanya untuk diajak dialog dengan NU dan Ansor,” jelas Ruswiyanto

Sedangkan Sukarman yang juga tetangga dekat Supardi mengutarakan kalau kegiatan yang diselenggarakan MTA sangat mengganggu lingkungan dikarenakan keseharian selalu menyalakan radio yang dilangsungkan ke soundystem  dengan sengaja didengarkan kepada tetangga disamping itu sangat mengusik kegiatan beribadah warga yang sudah mapan, berdasarkan keterangannya pula pengikut didesanya hanya 4 kepala keluarga yang banyak adalah pendatang dari luar daerah dondong,

“Pengikut MTA dikampung ini hanya empat keluarga saja, justru kegiatan pengajian didatangi oleh banyak orang dari luar daerah namun kegiatannya sangat mengganggu lingkungan” kata Sukarman.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: A.Shiddiq Sugiarto

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal AlaSantri, Bahtsul Masail Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

Kang Said: Islam Membela Non Muslim

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Bukti bahwa Islam sangat menghormati dan melindungi non Muslim banyak terekam dalam al Quran. Banyak kisah-kisah non Muslim yang justru ada dalam al Quran dan tidak tersebut di kitab suci mereka. Demikian penjelasan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam Refleksi Awal Tahun PBNU, Selasa, 4 Desember 2011.



Kang Said: Islam Membela Non Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Islam Membela Non Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Islam Membela Non Muslim

"Ketika terjadi Perang antara Romawi (Katolik) melawan Persia (Majusi) Rasulullah berharap Romawi menang, namun nyatanya Romawi kalah dan turunlah surat ar Rum yang menghibur. Dan ini diabadikan dalam al Quran," kata pria yang akrab disapa Kang Said ini.

Dalam surat ar Rum disebutkan bahwa tidak lama lagi Romawi akan segera menang dan di saat itulah kaum Mumin harus ikut bergembira menyambut kemenangan Romawi.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kang Said bercerita, suatu saat Rasulullah menerima hadiah dari Gubernur Mesir, yakni Mariah yang kemudian menjadi istri Rasulullah. Mariah adalah seorang wanita yang beragama Ortodok Koptik. Rasulullah berkata kepada Khalifah Umar, "Nanti Mesir akan berjaya melalui tanganmu (kekuasaanmu), saya titipkan keluarga Mariah kepadamu."

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kang Said menjelaskan bahwa Rasulullah menitipkan keluarga Mariah adalah untuk menjaga agama Mariah sebelumnya yakni Ortodok Koptik. "Dan akhirnya terbukti, ketika Perang Salib, tidak satupun orang Ortodok Koptik yang diserang. Dan hingga saat ini Ortodok Koptik tetap eksis di Alexandria," jelas Kang Said.

Kisah pembantaian Nasrani Najran diabadikan oleh al Quran dalam surah al Buruj. Saat itu Raja Dzu Nuwas dengan kejam membantai Nasrani Najran dan kemudian dimasukkan dalam lubang dan dibakar hidup-hidup. "Kisah ini terekam jelas dalam al Quran yang justru tidak disebutkan oleh Injil," jelas Kang Said.

"Jadi jangan dikira bahwa dalam kisah itu adalah cerita orang Islam, itu adalah kisah Nasrani Najran," tegas pria yang akrab disapa Kang Said ini.

Korban yang terbunuh akibat kekejaman Dzu Nuwas ini hanya memiliki satu kesalahan, yakni beriman kepada Allah.

Cerita lain tentang pembelaan Islam terhadap non Muslim juga terjadi pada saat Khalifah Umar menerima kunci dan berkunjung ke gereja di Palestina. Saat itu masuk waktu ashar dan Khalifah Umar ingin bergegas melaksanakan salat. Kemudian Sofrinus, yang menyerahkan kunci, memersilakan Umar untuk salat di dalam gereja, namun Umar menolaknya.

Lalu Kang Said menjelaskan alasan penolakan Umar, "Khalifah Umar menolak bukan karena salat di dalam gereja. Namun beliau takut jika suatu saat nanti gereja tersebut akan direbut kaum Muslimin dengan alasan beliau pernah salat di sana."

Kisah-kisah perlindungan Islam terhadap non Muslim ini, menurut Kang Said, harus bisa dijadikan contoh teladan bagi kaum Muslimin agar tidak melakukan tindakan semena-mena terhadap non Muslim. (bil)Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Makam, AlaSantri, Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 05 Februari 2018

“Aceh Gila” Paling Ditakuti Penjajah Belanda

Banda Aceh, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Ketika daerah-daerah lain telah jatuh ke tangan penjajah Belanda, rakyat Aceh masih saja melakukan perlawanan terus-menerus. Aceh merupakan yang terakhir ditaklukan penjajah Belanda.

“Aceh Gila” Paling Ditakuti Penjajah Belanda (Sumber Gambar : Nu Online)
“Aceh Gila” Paling Ditakuti Penjajah Belanda (Sumber Gambar : Nu Online)

“Aceh Gila” Paling Ditakuti Penjajah Belanda

Menurut Prof Dr Misri Al-Muchsin ada empat strategi perlawan rakyat aceh kepada Belanda. Ketika kesultanan, pasukannya dan masyarakat masih kuat, Aceh melawan Belanda dengan frontal atau perang terbuka.

Namun, ketika kerajaan telah dikuasai Belanda, rakyat Aceh tidak menyerah begitu saja. tapi lari ke pedalaman kemudian menyerang. Ini disebut perlawan semifrontal,” katanya kepada tim Ekspedisi Islam Nusantara yang tengah menjelajah negeri Serambi Mekkah tersebut Senin (2/5).

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Yang ketiga, kata Guru Besar Universitas Islam Negeri Ar-Raniry ini disebut dengan gerilya. “Caranya begini, rakyat Aceh membentuk grup atau kelompok-kelompok kecil, kemudian menyerang kam-kam Belanda,” lanjutnya.  

Sementara yang keempat, lanjut dia, adalah strategi perang yang paling ditakuti Belanda yang dikenal “aceh gila”.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Aceh gila, kata dia, adalah ketika rakyat Aceh sudah benar-benar tersecerai-berai, tak bisa berkoordinasi dengan yang lain dan sudah tak mamiliki komando perjuangan.

Aceh gila adalah perlawanan yang dilakukan sendiri-sendiri dimana saja bertemu dengan orang Belanda, saat itu pula menyerang. Itu adalah perlawanan terakhir orang Aceh. “Biasanya dilakukan malam jumat dengan berpakaian serba putih.”

Warna putih, menurut dia, sebagai simbol jihad fi sabilillah. Pelakunya siap mati sehingga ketika ia meninggal tak perlu repot menggunakan kain kafan.

Menurut dia, perilaku orang Aceh yang berjuang melawan penjajah Belanda dipengaruhi “Hikayat Perang Sabil” karangan Tengku Cik Panti Kulu pada abad 18. “Itu kemudian sering dinyanyikan seorang ibu kepada anaknya dalam ayunan. Populer itu,” pungkasnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal AlaSantri, Kajian Islam Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

IPNU harus Jadi Motor Perangi Penyalahgunaan Narkoba

Padang, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Pelajar yang terhimpun dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) harus berkerja keras dalam memperjuangkan nasib generasi bangsa mendatang, menjauhkan diri dari narkoba dan pergaulan bebas. Narkoba dan pergaulan bebas menghancurkan masa depan pelajar, merusak tatanan kehidupan yang sudah dituntun oleh nilai-nilai agama, serta runtuhnya nilai-nilai adat.

IPNU harus Jadi Motor Perangi Penyalahgunaan Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU harus Jadi Motor Perangi Penyalahgunaan Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU harus Jadi Motor Perangi Penyalahgunaan Narkoba

Pembina IPNU Kota Padang Armaidi Tanjung  mengungkapkan hal itu pada pembukaan Seminar Pendidikan Rahmatan lil Alamin dan Konferensi Cabang (konfercab) IPNU Kota Padang, Sabtu (21/12/2013) di aula PWNU Sumbar jalan Ciliwung No. 10 Padang. Seminar dihadiri 45 orang yang berasal dari utusan komisariat dan OSIS IPNU se Kota Padang. Hadir Pengurus PW IPNU Sumbar  Fauzi Remon, Ketua IPNU Padang Pebriyaldi dan Ketua Umum PMII Kota Padang Yosef Firman Susilo.

Konfercab berhasil memilih Neri Yusmardi sebagai Ketua IPNU Kota Padang dua tahun mendatang. Neri Yusmardi  meraih 15 suara dan pesaingnya Mariyono 9 suara. Selanjutnya tim formatur yang terdiri dari Pebriyaldi, Neri Yusmardi, Khalik, Syamsuardi dan Mariyono akan menyusun kepengurusan lengkap IPNU Kota Padang periode 2013-2015.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Menurut Armaidi, penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar setiap tahun terus meningkat. Ini kondisi yang amat memprihatinkan dan ancaman masa depan bagi pelajar. IPNU harus menjadi motor untuk memerangi penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar di Kota Padang.

“Selain itu, pergaulan bebas di kalangan pelajar juga memprihatinkan dan mencengangkan kita semua. Saya dapat informasi pengakuan seorang Kepala KUA di Kota Padang yang menikahkan pasangan calon pengantin, menemukan rata-rata 20-an orang  sudah melakukan hubungan suami isteri sebelum dinikahkan. Istilah kerennya, kawin  “kecelakaan”,” kata Armaidi yang juga Wakil Sekretaris PWNU Sumbar ini.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dikatakan Armaidi, pergaulan bebas di kalangan pelajar ini merupakan fenomena yang menjadi pemandangan biasa di tengah masyarakat. Seorang pelajar putri yang berboncengan di atas motor tidak merasa risih merangkul pelajar putra. Terkadang lebih mesra ketimbang sepasang suami isteri berkendaraan. Ironisnya, si perempuan juga menggunakan jilbab sebagai simbol seorang muslimah.

“Perkembangan perangkat teknologi yang semakin memudahkan dan memberikan manfaat pada kehidupan manusia, namun  juga mendatangkan bencana. Perangkat teknologi ibarat pisau, jika digunakan dengan benar seperti untuk mengiris bahan masakan di dapur. Sebaliknya, pisau juga dapat digunakan untuk membunuh orang lain oleh seorang anak yang tengah panik,” kata Armaidi.  

Penggunaan facebook melalui internet  misalnya, dapat meningkatkan silaturrahmi pertemanan. Namun mulai muncul kasus kejahatan bermula dari pertemanan di facebook. Ini akibat facebook  disalahgunakan. Jika berlebihan, main facebook dan internet hingga larut malam bahkan sampai subuh dinihari, juga  merusak. Betapa makin banyak anak-anak muda yang hingga larut malam hanya berada di depan internet. Sehingga tidak lagi mendatangkan manfaat, malah mengganggu kesehatan dan kegiatan yang bermanfaat lain. 

“Kader IPNU harus menempatkan perangkat teknologi yang proposional dalam menunjang kehidupan yang lebih baik untuk masa depan,” kata Armaidi menambahkan. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Meme Islam, Pesantren, AlaSantri Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Hukum Mengucapkan Selamat Pagi dan Sore

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal yang saya hormati, beberapa waktu lalu ada seorang teman lama datang ke rumah. Ia menanyakan kepada saya hukumnya mengucapkan “Selamat siang” sebagai pembuka pembicaraan. Karena ia pernah ditegur oleh temannya bahwa ucapan “Selamat siang” itu tidak boleh.

Hukum Mengucapkan Selamat Pagi dan Sore (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Mengucapkan Selamat Pagi dan Sore (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Mengucapkan Selamat Pagi dan Sore

Yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana pandangan hukum Islam menyikapi hal ini. Mohon penjelasannya. Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Suryadi/Jakarta)

Jawaban

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya untuk kita semua. Islam pada dasarnya menganjurkan umat Islam untuk mengucapkan salam sebagai pembuka perbincangan. Karena ucapan salam itu mengandung doa.

Lalu bagaimana hukumnya mengucapkan “selamat pagi”, “selamat siang”, “selamat sore”, atau “selamat pagi” sebagai bentuk kalimat untuk menyapa orang lain? Sejauh ini tidak ada larangan agama Islam untuk bentuk sapaan semacam itu.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Rasulullah SAW dalam sebuah riwayat hadits juga pernah menyapa salah seorang sahabatnya dengan bentuk sapaan seperti ini. Tentunya Rasulullah SAW menggunakan Bahasa Arab sebagai bahasa ibunya. Hal ini diangkat oleh Syekh Jalaluddin As-Suyuthi dalam kumpulan fatwanya yang kami kutip sebagai berikut.

? ? ? .? ? ? ? ? ? ? : ? : ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Bab mengucap ‘Selamat Pagi dan Sore’. Imam At-Thabarani dengan sanad hasan meriwayatkan hadits dari Ibnu Amr bahwa Rasulullah SAW bertanya kepada seorang sahabatnya, ‘Apa kabarmu pada ini pagi sahabat?’ ‘Alhamdulillah baik, masih bisa menemuimu ya Rasul,’ jawab sahabatnya. ‘Syukurlah, itu yang kuharapkan darimu,’ sambut Rasulullah SAW,” (Lihat Jalaluddin As-Suyuthi, Al-Hawi Lil Fatawi fil Fiqh wa Ulumit Tafsir wal hadits wal Ushul wan Nahwi wal I‘rabi wa Sa’iril Funun, Darul Kutub Ilmiyah, Beirut, Libanon, 1982 M/1402 H, juz 1, halaman 82).

Keterangan Syekh Jalaluddin As-Suyuthi  di atas menunjukkan bahwa Rasulullah SAW juga menggunakan bentuk sapaan lain di luar ucapan salam. Dengan demikian penggunaan sapaan “selamat pagi”, “selamat siang”, “good morning”, “good night”, "shabahan nur" dan selanjutnya tidak masalah.

Simpulan kami, Islam tidak membatasi dan menentukan kalimat sapaan. Dan sangat terbuka kemungkinan ada bentuk sapaan lain di luar “selamat pagi” dan “selamat siang” seiring dengan perkembangan bahasa, perbedaan geografis, dan penggunaan di komunitas tertentu. Hanya saja, kami menyarankan agar kita menggunakan kata sapaan yang santun sesuai dengan norma yang berlaku.

Demikian jawaban singkat kami. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima kritik dan saran dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwathih thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Kajian, AlaSantri Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Turba, Wujud Kekompakan dan Kebersamaan Pengurus Muslimat NU Probolinggo

Probolinggo, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal - Kegiatan turba (turun ke bawah) yang dilaksanakan oleh Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Probolinggo, Ahad (3/12) terasa dari biasanya. Pasalnya dalam turba ke Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Lumbang yang digelar di aula MI NU Al-Hidayah Desa Lumbang Kecamatan Lumbang ini juga dilakukan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan ini diikuti oleh semua pengurus Muslimat NU di Kabupaten Probolinggo. Terdiri atas 10 orang dari Muslimat NU Kabupaten Probolinggo, 11 orang Ketua PAC Muslimat NU, 11 orang Ketua Ranting Muslimat NU di Kecamatan Lumbang beserta 100 orang Muslimat NU se-Kecamatan Lumbang.

Turba, Wujud Kekompakan dan Kebersamaan Pengurus Muslimat NU Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)
Turba, Wujud Kekompakan dan Kebersamaan Pengurus Muslimat NU Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)

Turba, Wujud Kekompakan dan Kebersamaan Pengurus Muslimat NU Probolinggo

Ketua Muslimat NU Probolinggo Hj Nurhayati mengatakan, turba ini merupakan agenda kegiatan rutin pertemuan Muslimat NU Kabupaten Probolinggo sekaligus silaturahmi Muslimat NU terhadap anggota dari tingkat PAC sampai Ranting Muslimat NU se-Kecamatan Lumbang.

“Kebetulan kali ini kami juga melaksanakan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai wujud kebersamaan dan menghormati serta merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW,” katanya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Menurut Nurhayati, agenda utama dalam turba ini adalah silaturahmi. Serta pembinaan terhadap anggota agar lebih semangat dan terus berjuang untuk kepentingan umat sebagai media syiar Islam melalui kegiatan Muslimatan NU .

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Fokus dari turba ini adalah kebersamaan merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, pemantapan pembinaan anggota serta memberikan sports dan motivasi dukungan agar anggota majelis taklim lebih semangat tulus dan ikhlas menggerakkan roda organisasi Muslimat NU sebagai amal makruf nahi mungkar. Agar bisa diterima amal keberadaan Muslimat NU di semua bidang pembangunan yang ada di lingkungan masyarakat,” jelasnya.

Nurhayati menyampaikan dalam organisasi tidak ada kata berhenti, cuti, mengundurkan diri. Dalam berorganisasi berjuang membangun organisasi tidak harus kader Muslimat NU harus pintar, karena banyak pengurus pintar tapi tidak mau. Oleh karena itu membangun organisasi Muslimat NU itu mereka kader yang mau membangun dan peduli.

“Kunci persaudaraan dari Muslimat NU yang utama ta’aruf dan silaturahmi. Yang kedua ta’awun tolong menolong dan kepedulian. Yang ketiga tasamuh, persamaan derajat dan umat Islam NU  itu sama,” tegasnya.

Lebih lanjut Nurhayati menambahkan bahwa pengurus Muslimat NU harus mengaktifkan amal  infaq dan sedekah digerakkan untuk beramal lebih banyak, sadar dan peduli untuk meningkatkan amal maruf nahi mungkar. “Terpenting lagi, mengajak aktif rutin amal sedekah lewat majelis taklim Muslimat NU,” pungkasnya.

Ketua Muslimat NU Kecamatan Lumbang Sanipah Suparman menyampaikan bahwa turba ini bisa menjadi wadah dalam memberikan semangat anggota agar kegiatan yang ada di tiap ranting lebih dioptimalkan, lebih peduli dan merasa menjadikan nilai persaudaraan berjuang untuk kepentingan umat Islam.

“Lebih meningkatkan amal ibadah, amal jariyah, peduli lingkungan sekitar bagi mereka yang tidak mampu dan kemiskinan perbaikan akhlak. Yang utama sebagai modal majunya pembangunan,” katanya.

Ketua MWCNU Lumbang Ustadz Saiful Arif  menyampaikan hikmah dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW serta teladan yang harus dilakukan oleh umat Islam seperti yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Dalam kesempatan ini Hj Latifah dari Muslimat NU Kabupaten Probolinggo juga menyampaikan taushiyah Maulid Nabi Muhammad SAW dengan topik keteladanan Nabi Muhammad SAW.

“Rasulullah mempunyai 3 pegangan meliputi salam, senyum dan sapa. Teladan beliau menghadiri undangan tidak boleh memilih kaya dan miskin. Pemantapan ibadah, amal kebaikan, keikhlasan, harus tulus disampaikan permohonan terhadap Allah SWT. Ta’aruff kita kebaikan yang harus kita contoh, yang tidak baik kita abaikan agar menjadikan bekal iman kita lebih baik sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW,” katanya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal AlaSantri, Quote, PonPes Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock