Jumat, 07 April 2017

Pilih Pemimpin yang Memberi Manfaat Secara Umum

Pringsewu, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Sebuah negara bisa damai, bersatu dan kehidupan bisa terwujud dengan baik ditengah-tengah masyarakat menjadi baldatun thoyyibatun warabbun ghofur haruslah ada yang memimpin. Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi Fatwa MUI Provinsi Lampung KH. Munawir saat menyampaikan materi didepan jamaah pengajian akhir pekan lalu.

Oleh karenanya, ia mengatakan bahwa memilih pemimpin hukumnya wajib dan sudah ditegaskan dalam Al-Qur’an serta hadits dan juga sudah dijabarkan oleh para ulama. Lalu bagaimana memilih pemimpin menurut Islam?

Pilih Pemimpin yang Memberi Manfaat Secara Umum (Sumber Gambar : Nu Online)
Pilih Pemimpin yang Memberi Manfaat Secara Umum (Sumber Gambar : Nu Online)

Pilih Pemimpin yang Memberi Manfaat Secara Umum

Kiai muda yang juga Katib Syuriyah PCNU Pringsewu ini menjelaskan bahwa seorang pemimpin harus memiliki empat kriteria yang dicontohkan oleh Nabi. "Sifat Nabilah yang menjadi kriteria seorang pemimpin yaitu Siddiq, Tabligh, Amanah dan Fathonah," jelasnya sebagaimana MUI telah menegaskan kriteria tersebut.

Lalu bagaimana jika dalam pemilihan pemimpin seperti pilkada atau yang sejenisnya terdapat calon yang memiliki keseimbangan dalam kriteria tersebut? Ia mengatakan bahwa sesuai kaidah Islam, para pemilih harus memilih calon pemimpin yang dapat memberikan kemanfaatan lebih bagi kepentingan umum.

"Hindari memilih pemimpin yang hanya bisa memberikan manfaat pada diri sendiri. Pilih calon yang dapat memberikan manfaat umum, jelas asal usulnya, masa lalunya dan sudah tahu sejauh mana komitmen dalam memimpin," tegasnya dalam kajian fiqh shiyasah tersebut.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Apalagi menurutnya jika terjadi perbedaan kualitas dari segi agama, pengalaman dan yang lainnya antara calon yang ikut berkompetisi, maka ummat Islam wajib memilih yang lebih. "Jangan semaunya sendiri tanpa pertimbangan matang karena keputusan memilih akan berpengaruh pada kemaslahatan masyarakat," tandasnya.

Sementara terkait praktek suap atau risywah yang sering menghantui pilkada, Ia juga mengingatkan ummat Islam untuk menghindari praktek yang sering disuarakan dimasyarakat dengan "Terima uangnya jangan pilih orangnya". Karena hal ini menurutnya sama saja sudah melakukan suap yaitu menerima pemberian yang pemberinya mengharapkan balasan dari yang menerima. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Khutbah, Lomba Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Pilih Pemimpin yang Memberi Manfaat Secara Umum di Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock