Bojonegoro, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Kepada para pelajarnya, guru MI Miftahul Huda di desa Lengkong kecamatan Balen, Bojonegoro menanamkan sikap hormat kepada orang tua dan guru. Sebelum memasuki pekarangan sekolah, pelajar Miftahul Huda diharuskan berjabat tangan dengan segenap guru di muka gerbang sekolah.
| Pelajar Miftahul Huda Lengkong Diajari Hormat Kepada Orang Tua (Sumber Gambar : Nu Online) |
Pelajar Miftahul Huda Lengkong Diajari Hormat Kepada Orang Tua
"Sudah tiga tahun terakhir, siswa diajarkan berjabat tangan sebelum masuk sekolah," kata Wakil Kepala Miftahul Huda Lengkong, Syaroni.Penerapan jabat tangan ini, kata Sya’roni yang mengajar Bahasa Indonesia, dimaksudkan untuk membiasakan mereka menjadi pribadi yang disiplin. "Hormat kepada orang tua yang dimulai berjabat tangan bapak-ibu guru," kata Sya’roni kepada Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal.
Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal
Setelah masuk ke dalam kelas, para siswa juga diajak membaca Al-Quran dan sholat Dhuha berjamaah. Untuk memulai pelajaran pertama, mereka diharuskan membaca doa.“Sopan-santun anak-anak kepada orang tua dan guru ini dirasakan makin terkikis,” tegas Sya’roni yang mewajibkan pengenaan kopiah hitam bagi siswanya.
Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal
Jumlah siswa MI Miftahul Huda Lengkong mencapai 167 siswa. Sementara untuk TK, berjumlah 43 anak. Rangkaian keagamaan setiap pagi itu mengajarkan mereka untuk terbiasa mendoakan orang tua. Sehingga, anak-anak diharapkan berbakti kepada orang tuanya sejak kecil."Kegiatan keagamaan ini membentuk karakter, serta ciri khas sekolah madrasah," Sya’roni menambahkan, Senin (9/6). (M Yazid/Alhafiz K)
Dari Nu Online: nu.or.id
Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Kiai, Anti Hoax, AlaSantri Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

EmoticonEmoticon