Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Februari 2018

Buka Kompetisi LSN, Cak Imin: Gus Dur adalah Penggerak Sepakbola Pesantren

Yogyajarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar, membuka secara resmi Liga Santri Nusantara (LSN) Seri Nasional di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin (24/10) malam.

Di depan ribuan santri yang datang dari berbagai pesantren dan 31 perwakilan tim peserta seri nasional, Cak Imin-panggilan akrab Muhaimin Iskandar-mengaku senang dengan penyelenggaraan LSN yang sudah memasuki tahun kedua. Menurutnya LSN bisa menjadi penggerak para santri untuk meraih prestasi, khususnya di bidang sepak bola.

“Ini adalah bukti bahwa santri akan hadir memberikan kontribusi dalam kemajuan sepakbola Indonesia” ucap Cak Imin mengawali sambutannya.

Buka Kompetisi LSN, Cak Imin: Gus Dur adalah Penggerak Sepakbola Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Kompetisi LSN, Cak Imin: Gus Dur adalah Penggerak Sepakbola Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Kompetisi LSN, Cak Imin: Gus Dur adalah Penggerak Sepakbola Pesantren

Cak Imin juga meyakini bahwa liga santri akan menjadi tonggak kebangkitan sepakbola nasional, dan akan ? diperhitungkan dalam kancah sepakbola pada level asian atau bahkan dunia.?

“Liga santri kedua ini cukup cepat kemajuan, perkembangan dan kualitasnya, semoga dengan adanya LSN ini akan semakin maju olaharaga di pesantren serta dapat melahirkan atlet nasional yang bisa mengharumkan Indonesia di mata dunia” tegas pria kelahiran Jombang ini.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Cak Imin juga mengaku terharu melihat diselenggarakannya Liga Santri Nusantara oleh Pemerintah melalui Kemenpora. Kompetisi seperti LSN ini merupakan bentuk kerinduan mendalam dunia santri di sepak bola.

"Kalau Gus Dur masih ada, pasti beliau juga bangga terhadap Liga Santri Nusantara. Karena apa? Karena Gus Dur itu bukan saja pencinta sepak bola, pengamat sepak bola, tapi beliau adalah penggerak sepak bola di pesantren. Kita semua patut mengenang dan berterima kasih kepada Gus Dur," kata Cak Imin yang juga Ketua Umum PKB itu.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Oleh karena itu Muhaimin Iskandar meminta kepada seluruh tim peserta dan panitia penyelenggara untuk semaksimal mungkin menyukseskan seri nasional LSN. "Kita tarik perhatian masyarakat ke penyelenggaraan Seri Nasional LSN di DIY ini. Kita perlihatkan para pesepak bola tangguh dari pesantren seluruh Indonesia," kata Cak Imin.

Pembukaan Seri Nasional Liga Santri Nusantara di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin malam, turut dimeriahkan pertandingan antara PP Daruttaibin Jawa Timur melawan PP Nur Iman Sleman. Pertandingan dimenangkan PP Nur Iman dengan skor 2-1.

Seri Nasional LSN 2016 diawali dengan babak 32 besar, mulai Senin kemarin hingga Selasa hari ini. Sebanyak 31 tim dibagi ke dalam 8 grup. Juara dan peringkat kedua berhak lolos ke babak 16 besar pada Kamis 27 Oktober 2016. (Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pahlawan, Pemurnian Aqidah, Tokoh Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Ansor Jombang: Presiden Tak Harus Minta Maaf kepada PKI

Jombang, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Gerakan Pemuda Ansor sependapat bahwa tragedi kemanusiaan berupa kontak fisik dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) 50 tahun silam tidak terulang kembali di masa mendatang. Namun peristiwa yang mengakibatkan jatuhnya banyak nyawa tersebut hendaknya dapat dilihat lebih arif dan cerdas.

Pandangan tersebut disampaikan H Zulfikar Damam Ikhwanto yang juga Ketua PC GP Ansor Jombang Jawa Timur, Kamis (1/10).  Dalam rilis yang diterima media ini, Gus Antok, sapaan akrabnya, juga menolak keras kalau kemudian Presiden RI harus meminta maaf terhadap PKI.

Ansor Jombang: Presiden Tak Harus Minta Maaf kepada PKI (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Jombang: Presiden Tak Harus Minta Maaf kepada PKI (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Jombang: Presiden Tak Harus Minta Maaf kepada PKI

"Ini sejarah kelam dan memprihatinkan yang tidak boleh terulang kembali," katanya. Soal politik harus dipahami dan dilakukan secara arif dan cerdas, tidak perlu sampai bunuh membunuh atau menciptakan konflik horisontal seperti masa lalu, lanjutnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dalam pandangannya, masyarakat sudah sangat mengerti tentang bahaya ideologi dan gerakan komunisme atau PKI, baik model lama dan model baru. Demikian juga upaya saling memaafkan di antara warga masyarakat sudah terjadi secara alamiah dan membudaya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Toh sampai hari ini, masyarakat, baik PKI dan bukan PKI, sudah tidak mampu lagi dibedakan," terangnya. Semua sudah membaur dan menyatu.

Ia justru mengkhawatirkan jika permintaan maaf kepada PKI secara resmi, apalagi dilakukan oleh Presiden sebagai pimpinan sebuah negara, akan membuka luka lama dan kekecewaan mendalam bagi pihak yang juga menjadi korban PKI di masa lalu.

"Harapan kami, soal perebutan kekuasaan atau politik, tidak semestinya membunuh akal sehat dan mengakibatkan pertumpahan darah serta perang saudara," ungkapnya. Semua pihak yang berkepentingan dan juga semua warga negara harus bisa saling menjaga dan mengawal proses berpolitik dan berdemokrasi ala Pancasila yang baik, lanjutnya.

Segala ideologi, apalagi sampai memunculkan gerakan yang melawan Pancasila dan mengancam keutuhan NKRI tidak boleh ada dan tumbuh subur di bumi Indonesia tercinta ini. "Siapapun dan dalam bentuk apapun, jika bertentangan dengan Pancasila dan mengancam NKRI, maka hanya ada satu kata yang kita tolak," tegasnya.

PKI jelas-jelas bertentangan dan ingin menjatuhkan Pancasila. "Kalau kemudian presiden meminta maaf secara resmi, maka akan membuka cerita kelam," sergahnya.

Permintaan maaf secara terbuka juga dapat dianggap sengaja membiarkan Pancasila dikoyak serta akan mengancam keutuhan NKRI. "Dengan alasan apapun, permintaan maaf secara resmi itu tidak perlu dilakukan," katanya.

"Ansor Jombang menolak PKI dan ajaran komunis di negeri ini, demikian juga kami menolak permintaan maaf secara resmi yang dilakukan presiden kepada PKI," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pahlawan, Nasional Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

Aminuddin Ma’ruf Ketum PB PMII 2014-2016

Jakarta,Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Aminuddin Ma’ruf terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia periode 2014-2016 pada Kongres Jambi yang berlangsung 30 Mei sampai 10 Juni 2014.

Amin, kader PMII yang diusung Cabang Jakarta Timur tersebut menyelesaikan S1 di Universitas Negeri Jakarta dan melanjutkan S2 di Universitas Trisakti. Di PB PMII sebelumnya ia dipercaya sebagai Ketua Biro Pemberdayaan Ekonomi.

Aminuddin Ma’ruf Ketum PB PMII 2014-2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Aminuddin Ma’ruf Ketum PB PMII 2014-2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Aminuddin Ma’ruf Ketum PB PMII 2014-2016

Salah seorang pengurus PB PMII, Abdul Malik, menceritakan proses pemilihan di kongres tersebut. Menurut dia, awalnya yang mencalonkan diri menjadi ketua umum sekitar 15 orang. Setelah beberapa calon mengundurkan diri, 5 kandidat maju pada putaran pertama.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kata Malik, pada putaran pertama itu Muammarullah Umam mendapat 51 suara, Aminuddin Ma’ruf 38,? Abdul Aziz 7, Zaini Mustakim 41, Jabidi Ritonga 35, Miftahul Aziz 45. Sementara pada putaran kedua Aminuddin 102, Muammarullah Umam 74, Miftahul Aziz 64.? ?

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Aminuddin terpilih secara demokratis pada kongres tersebut,” kata Abdul Malik melalui telpon Selasa (10/6). (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pahlawan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selasa, 23 Januari 2018

Alumni PMII Fasilitasi Santri Masuk Kampus UI

Depok, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Untuk memotivasi kalangan santri dan pelajar NU melanjutkan kuliah di Universitas Indonesia (UI), Forum Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UI atau Forluni PMII UI sejak 2014 telah merancang program khusus Sanlat Supercamp "Road to UI" yang merupakan inovasi atas Pesantren Kilat (Sanlat) Sukses Masuk PTN yang dilaksanakan Forluni PMII UI sejak 2012. ?

Selain memberikan materi tes masuk UI dan PTN (perguruan tinggi negeri) lain, manajemen Sanlat juga membekali peserta dengan motivasi spiritual, pengembangan karakter dan wawasan kebangsaan. Program Sanlat Supercamp 2014 lalu berhasil meluluskan 9 siswa dari total 14 peserta Sanlat, 5 siswa diantaranya berhasil diterima di UI.

Alumni PMII Fasilitasi Santri Masuk Kampus UI (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni PMII Fasilitasi Santri Masuk Kampus UI (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni PMII Fasilitasi Santri Masuk Kampus UI

"Dari 9 peserta yang lulus, 5 peserta di antaranya adalah santri lulusan pesantren yaitu 2 orang dari Pesantren Al Hamidiyah Depok dan masing-masing 1 orang dari Pesantren Al Itqon Jakarta Barat, Pesantren SMK Arrahman Depok, dan Pesantren An Nawawi Magelang," papar Alfanny.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Untuk Sanlat 2015, manajemen Sanlat akan mengadakan Try Out Seleksi sanlat dengan pola tes SIMAK UI pada Sabtu, 18 April 2015 di Pusat Studi Jepang Kampus UI Depok.? Bagi santri atau pelajar NU yang ingin mengikuti Sanlat, dapat mengetahui informasi tentang sanlat dan proses seleksinya di website www.sanlat.forluni.com.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Tidak ada alasan kalangan santri enggan berkuliah di UI, karena pemerintah sudah menyediakan banyak beasiswa khususnya beasiswa bidik misi.? Persaingan yang ketat untuk masuk UI juga bukan alasan, karena dengan disiplin belajar dan doa, banyak santri yang sudah kuliah di UI," urai Alfanny, Ketua Umum Forum Alumni PMII UI. (Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pahlawan, Cerita Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 22 Januari 2018

4 Hari Lewat WhatsApp, NU Ngawi Kumpulkan Rp150 Juta

Ngawi, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mandiri. Seperti yang dilakukan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Melalui grup WhatsApp, Panitia Pembangunan Masjid dan Kantor NU Ngawi, membuka sumbangan untuk proyek pembangunan gedung kepada para anggota grup.

4 Hari Lewat WhatsApp, NU Ngawi Kumpulkan Rp150 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
4 Hari Lewat WhatsApp, NU Ngawi Kumpulkan Rp150 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

4 Hari Lewat WhatsApp, NU Ngawi Kumpulkan Rp150 Juta

Setelah empat hari, panitia sukses mengumpulkan dana Rp150 juta. Dana ini lantas dipergunakan untuk pengurukan lahan pembangunan. Dari kebutuhan 1000 dam tanah uruk, Selasa (8/3) lalu, sudah terkumpul hampir 700 dam tanah uruk. Kalau berupa uang, harga tanah uruk per dam Rp250 ribu. Sehingga total dana yang terkumpul sudah melampaui angka Rp150 juta.

Sebelumnya, PCNU Ngawi mengagendakan pembangunan masjid dan kantor NU di atas lahan seluas 3120 meter persegi di Ring Road Barat Ngawi. Total kebutuhan dana sekitar 17 miliar untuk pembebasan lahan di samping lokasi pembangunan, pembangunan masjid, pembangunan Kantor NU tiga lantai, dan pembangunan Aula Aswaja.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ketua Tanfidziyah PCNU Ngawi KH Ulin Nuha Rozi menyatakan bahwa gerakan infak dan sedekah untuk NU ini adalah perjuangan kemandirian warga NU dalam upaya membela aqidah Ahlussunnah wal Jamaah.

"Dengan ridla Allah, spirit Kanjeng Nabi dan para pendiri NU, insyaallah warga NU Ngawi selalu solid dan kompak. Pembangunan masjid dan Kantor NU Ngawi ini menjadi agenda bersama para pengurus, kader NU yang ada di pesantren, kontraktor, pengusaha, petani, politisi dan birokrasi untuk menyukseskannya,” tambah pengasuh Pondok Pesantren Temulus Mantingan, Ngawi. (Red: Mahbib)

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pahlawan, Pemurnian Aqidah, Kyai Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Madrasah Ini Berkembang Berkat Doa dan Peduli Tetangga

Jombang, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal - Tahun ajaran 2016/2017 ini, setidaknya ada 160 peserta yang telah diterima di Madrasah Aliyah Unggulan KH Abdul Wahab Hasbulloh (MAU WH) Tambakberas Jombang Jawa Timur. Padahal tahun sebelumnya hanya ada 60-an siswa dan siswi. Sebuah perkembangan yang membanggakan.

Salah satu yang menjadi penyebab perkembangan tersebut adalah doa para tetangga dan kepedulian madrasah kepada para fakir miskin yang ada di sekitar madrasah. "Ini berkat dukungan dan doa bapak dan ibu yang selalu diberikan kepada madrasah kami," kata Faizun Amir, Senin (20/6).

Madrasah Ini Berkembang Berkat Doa dan Peduli Tetangga (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah Ini Berkembang Berkat Doa dan Peduli Tetangga (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah Ini Berkembang Berkat Doa dan Peduli Tetangga

Kepala MAU WH ini kemudian menceritakan bahwa MAU WH secara rutin memberikan bantuan dan perhatian kepada para fakir miskin yang ada di sekitar madrasah. "Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Organisasi Siswa Intra Sekolah atau OSIS yang memberikan sumbangan berupa uang tunai dan sembako ke tetangga para dhuafa," kata Pak Faiz, sapaan akrabnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Di samping doa dan kepedulian dariu tetanggan, Pak Faiz juga berkeyakinan lantaran di MAU WH selalu diadakan khatmil Quran. "Kegiatan tersebut selalu diikuti para wali murid dan guru di sini," kata alumnus pascasarjana Universitas Islam Malang tersebut.

Berkat sejumlah ikhtiar tersebut, maka prestasi para siswa dan siswi juga membanggakan. Pada pemilihan pelajar terbaik tingkat Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas beberapa waktu lalu, juara pertama dan ketiga diraih oleh siswa dan siswi MAU WH.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Hal ini menunjukkan bahwa MAU WH benar-benar unggul," kata Nyai Hj Mundjidah Wahab. Wakil Bupati Jombang tersebut juga mempercayakan salah satu cucunya untuk mendaftar di madrasah ini.

Pada saat memberikan sambutan, Wabup Jombang mengajak para anak yatim dan fakir miskin untuk tetap semangat belajar dan nyantri. "Jangan takut masalah biaya, asal sungguh-sungguh kalian pasti berhasil," katanya.

Sebagai wujud terimakasih, di halaman madrasah setempat diadakan acara pemberian santunan kepada ratusan anak yatim dan mengundang tetangga untuk buka puasa bersama.

Pagi hari, kegiatan belajar mengajar berlangsung seperti biasa. Kemudian dilanjutkan dengan khatmil Quran di aula madrasah dan pembagian zakat fitrah sebanyak 250 paket.

Saat sore, diberikan tali asih kepada 96 yatim piatu dan 36 fakir miskin yang dipungkasi buka bersama. Ny Hj Mundjidah Wahab ikut hadir bersama keluarga, termasuk sejumlah cucu. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pahlawan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Minggu, 07 Januari 2018

Kisah Sembuh dari Penyakit Diabetes lantaran Shalawat

Sidoarjo, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Wakil Gubernur Jawa Timur H Saifullah Yusuf menyatakan bahwa shalawat mampu membuat hati bahagia. Pria yang akrab disapa Gus Ipul ini menceritakan, salah satu guru besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (Uinsa) Ali Aziz telah melakukan penelitian terkait dengan penyakit diabetes yang ia derita.

Gus Ipul melanjutkan, Ali Aziz telah berobat ke dokter dan membaca buku bahwa "orang yang sehat dihitung seberapa jauh otaknya bekerja, orang bahagialah yang bekerja dengan sempurna karena mengirim darah ke seluruh tubuh dengan sempurna pula".

Kisah Sembuh dari Penyakit Diabetes lantaran Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Sembuh dari Penyakit Diabetes lantaran Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Sembuh dari Penyakit Diabetes lantaran Shalawat

"Menurut penelitiannya (Ali Aziz), umumnya orang saat bershalawat itu senang dan seakan-akan bertemu Rasulullah. Kemudian Ali Aziz ini bershalawat setiap hari di rumahnya. Alhamdulillah penyakitnya sembuh atas hidayah Allah melalui shalawat tersebut," kata Gus Ipul pada acara HUT TV9 Nusantara ke 6 dan HUT Sidoarjo ke 157 yang dikemas dalam Sidoarjo bershalawat di halaman parkir Timur Gor Sidoarjo, Ahad malam (24/1).

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Gus Ipul berharap semoga warga Nahdliyin semakin cinta kepada Rasulullah dan kedua orang tuanya. "Mewakili PBNU dan PWNU Jawa Timur, semoga kita senantiasa senang ke Rasulullah, orang tua dan guru-guru kita. Mudah-mudahan dengan shalawat ini hati kita sehat semua, membuat hati kita bahagia. Insyaallah pahalanya banyak dan semoga mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad SAW," doanya.

Di tempat yang sama Bupati Sidoarjo periode 2016-2021 H Saiful Ilah menyebutkan bahwa dengan bershalawat berarti umat Islam berdoa agar kebutuhan hidupnya tercapai, terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Shalawat ini sebagai langkah dan upaya bersama untuk menumbuh kembangkan agar permasalahan-permasalahan bisa segera terselesaikan. Dengan bershalawat mampu memberikan dampak spiritual, mewujudkan tatanan pemerintah yang demokratis," kata pria yang akrab disapa Abah Ipul itu.

Sementara itu, Ketua DPRD Jawa Timur Halim Iskandar yang turut hadir dalam kesempatan itu mengimbau kepada warga untuk tetap waspada dan hati-hati dengan peredaran narkoba serta radikalisme yang masuk ke Jawa Timur. Ia berharap para orang tua lebih hati-hati dalam mendidik anak-anak. (Moh Kholidun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pahlawan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock