Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Februari 2018

Buka Kompetisi LSN, Cak Imin: Gus Dur adalah Penggerak Sepakbola Pesantren

Yogyajarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar, membuka secara resmi Liga Santri Nusantara (LSN) Seri Nasional di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin (24/10) malam.

Di depan ribuan santri yang datang dari berbagai pesantren dan 31 perwakilan tim peserta seri nasional, Cak Imin-panggilan akrab Muhaimin Iskandar-mengaku senang dengan penyelenggaraan LSN yang sudah memasuki tahun kedua. Menurutnya LSN bisa menjadi penggerak para santri untuk meraih prestasi, khususnya di bidang sepak bola.

“Ini adalah bukti bahwa santri akan hadir memberikan kontribusi dalam kemajuan sepakbola Indonesia” ucap Cak Imin mengawali sambutannya.

Buka Kompetisi LSN, Cak Imin: Gus Dur adalah Penggerak Sepakbola Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Kompetisi LSN, Cak Imin: Gus Dur adalah Penggerak Sepakbola Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Kompetisi LSN, Cak Imin: Gus Dur adalah Penggerak Sepakbola Pesantren

Cak Imin juga meyakini bahwa liga santri akan menjadi tonggak kebangkitan sepakbola nasional, dan akan ? diperhitungkan dalam kancah sepakbola pada level asian atau bahkan dunia.?

“Liga santri kedua ini cukup cepat kemajuan, perkembangan dan kualitasnya, semoga dengan adanya LSN ini akan semakin maju olaharaga di pesantren serta dapat melahirkan atlet nasional yang bisa mengharumkan Indonesia di mata dunia” tegas pria kelahiran Jombang ini.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Cak Imin juga mengaku terharu melihat diselenggarakannya Liga Santri Nusantara oleh Pemerintah melalui Kemenpora. Kompetisi seperti LSN ini merupakan bentuk kerinduan mendalam dunia santri di sepak bola.

"Kalau Gus Dur masih ada, pasti beliau juga bangga terhadap Liga Santri Nusantara. Karena apa? Karena Gus Dur itu bukan saja pencinta sepak bola, pengamat sepak bola, tapi beliau adalah penggerak sepak bola di pesantren. Kita semua patut mengenang dan berterima kasih kepada Gus Dur," kata Cak Imin yang juga Ketua Umum PKB itu.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Oleh karena itu Muhaimin Iskandar meminta kepada seluruh tim peserta dan panitia penyelenggara untuk semaksimal mungkin menyukseskan seri nasional LSN. "Kita tarik perhatian masyarakat ke penyelenggaraan Seri Nasional LSN di DIY ini. Kita perlihatkan para pesepak bola tangguh dari pesantren seluruh Indonesia," kata Cak Imin.

Pembukaan Seri Nasional Liga Santri Nusantara di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin malam, turut dimeriahkan pertandingan antara PP Daruttaibin Jawa Timur melawan PP Nur Iman Sleman. Pertandingan dimenangkan PP Nur Iman dengan skor 2-1.

Seri Nasional LSN 2016 diawali dengan babak 32 besar, mulai Senin kemarin hingga Selasa hari ini. Sebanyak 31 tim dibagi ke dalam 8 grup. Juara dan peringkat kedua berhak lolos ke babak 16 besar pada Kamis 27 Oktober 2016. (Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pahlawan, Pemurnian Aqidah, Tokoh Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

Dapatkan Gratis, Ensiklopedia NU Empat Jilid!

Jakarta,? Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Dalam rangka memeriahkan peringatan hari lahir ke-14, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal menyelenggarakan lomba menulis hasil liputan aktivitas, kiprah, atau prestasi kiai kampung.

Dapatkan Gratis, Ensiklopedia NU Empat Jilid! (Sumber Gambar : Nu Online)
Dapatkan Gratis, Ensiklopedia NU Empat Jilid! (Sumber Gambar : Nu Online)

Dapatkan Gratis, Ensiklopedia NU Empat Jilid!

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal menyediakan tiga set “Ensiklopedia Nahdlatul Ulama” untuk tiga karya terbaik menurut dewan juri. Tiap set "Ensiklopedia Nahdlatul Ulama" terdiri dari empat jilid. Ketentuan lomba meliputi hal-hal berikut:

- Terbuka untuk umum dan tak dipungut biaya

- Tulisan berbasis liputan dengan gaya penulisan feature

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

- Tema “Pengabdian Kiai Kampung”

- Tulisan dalam kisaran 600-700 kata

- Ditulis rapi dalam MicrosoftWord dengan font Times New Roman 12 spasi 1,5

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

- Kirim naskah disertai biodata lengkap ke email lomba@nu.or.id

- Tiga tulisan terbaik masing-masing berhak mendapat 1 set Ensiklopedia NU

- Batas pengiriman 31 Juli 2017

- Peserta lomba dapat mengirimkan lebih dari satu karya

- Pengumuman pemenang 10 Agustus 2017

- Hak publikasi naskah ada di pihak Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal merupakan situs resmi Nahdlatul Ulama yang berkantor di Lantai 5, Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta. Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal diluncurkan pada 11 Juli 2017 di Jakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pesantren, Quote, Pemurnian Aqidah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 29 Januari 2018

Apa Pun, Cinta itu Milik Allah

Oleh KH Abd Nashir Fattah



Ketertarikan lelaki kepada wanita itu sudah tercipta dan terbentuk semenjak manusia itu masih berada di Surga. Saat itu, Allah SWT menempatkan abul basyar, Adam ‘alaihissalâm di Surga. Dia sendirian. Dia berjalan ke sana kemari tanpa ada yang menemani. Akhirnya dia tertidur. Pada saat dia tidur, Allah SWT menciptakan Hawa dari tulung rusuk pendek Adam sebelah kiri. Ketika terbangun dari tidurnya, dia melihat di sampingnya ada seorang wanita. Dia tertarik (dan hendak menyentuhnya). Kemudian Malaikat menegurnya: "Wahai Adam, tidak boleh (engkau menyentuhnya), sebelum engkau menyerahkan maharnya terlebih dahulu."

Apa Pun, Cinta itu Milik Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
Apa Pun, Cinta itu Milik Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

Apa Pun, Cinta itu Milik Allah

Adam ‘alaihissalâm bertanya: "Apa maharnya?" Malaikat menjawab: "(Maharnya adalah) membaca shalawat kepada Muhammad shallallâhu ‘alaihi wasallam sebanyak tiga atau dua puluh kali."

Allah Swt berfirman:

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaannya kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)." (Q.S. al Imran: 14)

Dalam kehidupan di dunia ini, manusia dihiasi dengan beraneka macam perhiasan, kenikmatan dan segala hal yang diingini, disenangi, dan dicintai. Namun yang pertama kali disebutkan oleh Allah subhanahu wata‘âlâ berkaitan dengan perhiasan ini adalah "wanita", hal ini dikarenakan fitnah (ujian, red) yang ditimbulkannya lebih berat dan dahsyat dibandingkan yang lainnya.

Baginda Rasul Saw bersabda:

? «? ? ? ? ? ? ? ? ? ?» [? ? ? ? ?1 ?120

"Tidak aku tinggalkan atas umatku suatu fitnah yang lebih membahayakan bagi lelaki selain wanita.”

Meskipun demikian, jika seorang lelaki menikahi wanita dengan tujuan agar dirinya terhindar dari perbuatan zina dan bermaksud untuk mempunyai banyak keturunan, maka hal yang demikian ini adalah dianjurkan, disunnatkan bahkan bisa jadi wajib hukumnya, sebagaimana banyak hadits yang menunjukkan, menjelaskan, dan menganjurkan hal tersebut.

Abdullah Ibnu Masud Ra. berkata: Rasulullah Saw. bersabda kepada kami:

? [? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?»[? ? ? ?: ?7 ?3? ? ? ?: ?2 ?1082

"Wahai anak-anak muda, barangsiapa di antara kalian telah mampu berkeluarga hendaknya dia nikah, karena nikah itu dapat menundukkan (memejamkan) mata dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu nikah, hendaknya dia berpuasa, sebab puasa itu dapat mengendalikannya.”

Anas Ibnu Malik RA berkata: Rasulullah memerintahkan kami berkeluarga dan sangat melarang kami membujang. Beliau bersabda:

? [? ? ? ? ? ? ? ? ? [? ? ? "? ?"? ?7 ?131

"Nikahilah perempuan yang penyanyang dan subur, sebab aku akan berbangga dengan jumlah kalian yang banyak, di hadapan para Nabi besuk pada hari kiamat.”

Allah SWT menetapkan dan memberlakukan Syariat Islam itu pasti sejalan dengan fithrah manusia. Manusia mempunyai fithrah mencintai dan dicintai oleh lawan jenisnya. Untuk menyalurkannya, Allah SWT mensyariatkan pernikahan.

Dengan cinta kasih, pernikahan menjadi lebih indah, tenteram dan memberikan rasa tenang bagi keduanya. Apalagi cinta yang mendalam merupakan salah satu kekuatan yang bisa melanggengkan hubungan (mu’asyarah) antara seorang lelaki dengan wanita dalam mengarungi kehidupannya berumah tangga.

Seorang mukmin, baik lelaki maupun wanita, sesempurna dan setinggi apa pun ke imanannya, setinggi apa pun tingkat keshalehannya, dia tetaplah manusia biasa. Sifat-sifat kemanusiaanya tetap melekat kepadanya. Dia bisa memiliki cinta kasih yang mendalam dan tulus. Dia bisa memiliki rasa rindu yang sangat akan hadirnya seorang pendamping hidup yang dicintai dan mencintainya sepenuh hati. Dia bisa mempunyai keinginan untuk mendapatkan pendamping yang saling memahami dan mengerti kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Karena itu, seorang lelaki shalih dan wanita shalihah tidak akan sembarangan dalam memilih pendamping hidupnya, meski mengatasnamakan "cinta" yang fithri. Sebab di atas "cinta" yang fitri, masih ada cinta yang lebih tinggi dan agung yang patut dijadikan pertimbangan utama, yaitu cinta kepada Allah SWT, Rasul-Nya dan berjuang di jalan-Nya.

Cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya akan mendorong seseorang untuk menyandarkan segala pilihan calon pendampingnya diatas ketentuan Allah SWT dan Rasul-Nya. Termasuk dalam hal ini adalah pilihan untuk menentukan lelaki atau wanita yang mana, yang bagaimana dan yang seperti apa yang akan dijadikan pendamping hidupnya. Semuanya akan dia sandarkan kepada ketentuan-ketentuan Allah SWT dan Rasul-Nya. Tidak cukup dengan hanya didasarkan pada, atau bermodal "cinta" yang sifatnya fitri.

"Cinta" itu bisa datang dan pergi, kepada siapa saja, dari siapa saja, kapan saja dan di mana saja, karena memang "cinta" itu adalah milik Allah SWT. Karenanya, baginda Rasulullah SAW berdoa:

? «? ? ? ? ? ? ? ? ? ?»

"Ya Allah, inilah qasmi (menggilirku) dalam hal-hal yang aku miliki, maka jangan Engkau siksa aku dalam hal-hal yang tidak aku miliki.”

Dalam riwayat yang lain:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

?

"Ya Allah, inilah qismah-ku (menggilirku) dalam hal-hal yang aku miliki, maka jangan Engkau cela aku dalam hal-hal yang Engkau miliki dan (hal-hal yang) tidak aku miliki.”

Yang dimaksud dengan "Dalam hal-hal yang tidak aku miliki" adalah "cinta dan kecenderungan yang lebih kepada salah satu istri-istri Rasulullah SAW", demikian kata Imam as Suyuthi. Wallahu alam bisshawab.

Penulis adalah Rais Syuriyah PCNU Jombang



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pemurnian Aqidah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 22 Januari 2018

4 Hari Lewat WhatsApp, NU Ngawi Kumpulkan Rp150 Juta

Ngawi, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mandiri. Seperti yang dilakukan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Melalui grup WhatsApp, Panitia Pembangunan Masjid dan Kantor NU Ngawi, membuka sumbangan untuk proyek pembangunan gedung kepada para anggota grup.

4 Hari Lewat WhatsApp, NU Ngawi Kumpulkan Rp150 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
4 Hari Lewat WhatsApp, NU Ngawi Kumpulkan Rp150 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

4 Hari Lewat WhatsApp, NU Ngawi Kumpulkan Rp150 Juta

Setelah empat hari, panitia sukses mengumpulkan dana Rp150 juta. Dana ini lantas dipergunakan untuk pengurukan lahan pembangunan. Dari kebutuhan 1000 dam tanah uruk, Selasa (8/3) lalu, sudah terkumpul hampir 700 dam tanah uruk. Kalau berupa uang, harga tanah uruk per dam Rp250 ribu. Sehingga total dana yang terkumpul sudah melampaui angka Rp150 juta.

Sebelumnya, PCNU Ngawi mengagendakan pembangunan masjid dan kantor NU di atas lahan seluas 3120 meter persegi di Ring Road Barat Ngawi. Total kebutuhan dana sekitar 17 miliar untuk pembebasan lahan di samping lokasi pembangunan, pembangunan masjid, pembangunan Kantor NU tiga lantai, dan pembangunan Aula Aswaja.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ketua Tanfidziyah PCNU Ngawi KH Ulin Nuha Rozi menyatakan bahwa gerakan infak dan sedekah untuk NU ini adalah perjuangan kemandirian warga NU dalam upaya membela aqidah Ahlussunnah wal Jamaah.

"Dengan ridla Allah, spirit Kanjeng Nabi dan para pendiri NU, insyaallah warga NU Ngawi selalu solid dan kompak. Pembangunan masjid dan Kantor NU Ngawi ini menjadi agenda bersama para pengurus, kader NU yang ada di pesantren, kontraktor, pengusaha, petani, politisi dan birokrasi untuk menyukseskannya,” tambah pengasuh Pondok Pesantren Temulus Mantingan, Ngawi. (Red: Mahbib)

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pahlawan, Pemurnian Aqidah, Kyai Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

PBNU Sambut Baik Pengakuan Negara atas Legalitas Ma’had Aly

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Selama ini Ma’had Aly merupakan pendidikan tingkat tinggi khas pesantren yang konsisten mengajarkan ilmu-ilmu agama berbasis kitab kuning. Oleh Karena itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tentu menyambut baik pengakuan negara atas legalitas Ma’had Aly.

PBNU Sambut Baik Pengakuan Negara atas Legalitas Ma’had Aly (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Sambut Baik Pengakuan Negara atas Legalitas Ma’had Aly (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Sambut Baik Pengakuan Negara atas Legalitas Ma’had Aly

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Umum PBNU KH M. Maksoem Mahfoedz saat menghadiri Halaqah Nasional Penyusunan Kerangka Kurikulum Ma’had Aly yang digelar Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag dengan menggandeng Lakpesdam PBNU, Kamis (2/6) di The Media Hotel Jakarta.

Konsekuensi dari legalitas tersebut, lanjut Maksoem, Ma’had Aly harus merumuskan berbagai standar, kualifikasi, dan kurikulum agar eksistensinya menemukan relevansi dan signifikansi. “Siginifikansi inilah yang menjadikan peran Ma’had Aly sesuai dengan perubahan masyarakat di era global,” ujar Guru Besar UGM ini.

Dia juga menegaskan bahwa lulusan Ma’had Aly merupakan produk pendidikan tinggi khas pesantren. Sebab itu, Prinsip kemandirian dan pemahaman Islam secara substantif harus terus dipertahankan.

Dalam konteks penyusunan kurikulum, Maksoem menerangkan bahwa kurikulum sepenuhnya menjadi kewenangan lembaga tersebut. Namun demikian, pemerintah dan pihak-pihak terkait juga perlu memberikan atau mengusulkan kerangka sehingga Ma’had Aly tetap menemukan relevansinya dengan perubahan sosial masyarakat.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Hadir beberapa tokoh penting dalam halaqoh ini diantaranya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Wakil Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar, Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi, Ketua PP Lakpesdam PBNU H Rumadi, Sekretaris Lakpesdam PBNU H Marzuki Wahid, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag H Mohsen, A’wan PBNU Hj Sri Mulyati, dan beberapa pimpinan Ma’had Aly. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Bahtsul Masail, Lomba, Pemurnian Aqidah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

Lewat Shalawat, Habib Syech Ajak Pemuda Jauhi Narkoba

Sukoharjo, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Pengajian dzikir dan shalawat yang dipimpin oleh Habib Syech bin Abdul Qadir As-Segaf, selain menjadi wahana untuk menentramkan hati serta mendekatkan diri kepada Ilahi, rupanya juga menjadi sarana untuk memberi pendidikan kepada generasi pemuda akan bahaya Narkoba.

Habib Syech menyelipkan pesan-pesannya di sela syair shalawat kepada para pemuda untuk menjauhi Narkoba. Syair shalawat yang berjudul “Shalawat Anti-Narkoba” tersebut, kerap kali dilantunkan Pengasuh Majelis Ahbabul Musthofa itu.

Lewat Shalawat, Habib Syech Ajak Pemuda Jauhi Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Lewat Shalawat, Habib Syech Ajak Pemuda Jauhi Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Lewat Shalawat, Habib Syech Ajak Pemuda Jauhi Narkoba

Salah satunya pada acara Pengajian Akbar Majelis Al-Hidayah di Solobaru Sukoharjo, Selasa (5/5) malam. “Shalatullah salamullah, ala toha rasulillah. Shalatullah salamullah, ala Yasin habibillah. Hidup nikmat tanpa Narkoba. Badan sehat sungguh terasa. Akal sehat tetap terjaga. Cita-cita pun jadi nyata,” tutur Habib Syech pada sebuah bait syairnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Putus sekolah karena narkoba. Perkelahian karena narkoba. Perceraian karena narkoba. Nyawa hilang karena narkoba// Insaflah hai para pemuda. Jangan buat Tuhanmu murka. Pintu taubat selalu terbuka. Ayo cepat jangan ditunda,” lanjut syair tersebut.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dalam kesempatan ini, Mustasyar Syuriyah PWNU Jateng ini juga mengingatkan kepada para pemuda, khususnya mereka yang akan menerima surat kelulusan sekolah, hendaknya agar merayakan dengan santun.

“Jangan ikut gila-gilaan. Jadilah bangsa yang memiliki adab. Nanti kalau lulus, jangan kebut-kebutan, jangan pilok-pilokan, dan mabuk. Kaya gini kok mau jadi calon pemimpin bangsa,” tegas Habib Syech.

Di akhir kesempatan, Habib Syech ikut mendoakan kepada para siswa yang mengikuti ujian sekolah, agar diberikan kelancaran dan hasil yang baik. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pemurnian Aqidah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Minggu, 17 Desember 2017

Cak Nun Sumpah Ribuan Korban Lumpur

Sidoarjo, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Emha Ainun Nadjib atau yang akrab disapa Cak Nun, memimpin prosesi sumpah untuk 2.300 warga korban lumpur Lapindo Brantas Inc. yang tidak memiliki bukti kepemilikan lahan dan bangunan rumah mereka yang terendam lumpur di Pendopo Kabupaten Sidoarjo, Rabu.

Pengambilan sumpah di pendopo kabupaten itu dilakukan oleh petugas Kanwil Depag Jatim disaksikan Bupati Sidoarjo Drs. Win Hendrarso, Ketua Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Sunarso, serta perwakilan PT. Minarak Lapindo Jaya (PT MLJ) Bambang P. Widodo.

Ribuan warga tersebut disumpah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Setelah ribuan warga disumpah, menurut rencana, warga lain yang juga tidak bisa menunjukkan bukti kepemilikan luasan lahan dan bangunan rumah mereka dalam bentuk IMB, juga akan mendapatkan giliran untuk disumpah.

Cak Nun Sumpah Ribuan Korban Lumpur (Sumber Gambar : Nu Online)
Cak Nun Sumpah Ribuan Korban Lumpur (Sumber Gambar : Nu Online)

Cak Nun Sumpah Ribuan Korban Lumpur

Rencananya, Tim Pelaksana Verifikasi akan menyumpah warga korban lumpur sebanyak 500 orang setiap hari. "Mengingat jumlah warga yang disumpah sangat banyak, tim verifikasi akan menyesuaikan jadwal penyumpahan yang telah disiapkan," kata Ketua Pelaksanan Tim Verifikasi Yusuf Purnama, SH.

Cak Nun yang hadir didampingi istrinya, Novia Kolopaking beserta rombongan kelompok musik Kyai Kanjeng dari Yogyakarta memimpin prosesi sumpah tersebut.

Sebelum sumpah dimulai, Cak Nun mengajak warga yang beragama Islam untuk bersama-sama membaca Sholawat Nabi Muhammad SAW, surat Yasin dan doa Nabi Yunus.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Warga saat ini seperti Nabi Yunus yang sedang masuk dalam perut ikan Paus, tapi warga korban lumpur saat ini masuk ke dalam perut lumpur," kata Cak Nun.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ia menambahkan, prosesi sumpah yang dilakukan oleh warga korban lumpur ini dilakukan untuk menggugah hati nurani warga dengan menyatakan luasan lahan dan bangunan milik mereka dengan jujur dan benar.

Sebab ia menilai, perdebatan antara warga korban lumpur dengan pihak Minarak Lapindo Jaya selaku pihak pembayar atas ganti rugi dalam proses penentuan luasan lahan dan bangunan warga tidak menemui titik temu.

"Ini semua untuk kelancaran, dengan pertimbangan untuk mencari solusi ketika silang pendapat tentang perbedaan penetapan luasan bangunan yang tidak kunjung usai. Sebab, aturan normatif dan administrasi dinilai tidak bisa menjangkau. Untuk itu, sumpah adalah upaya terakhir untuk mencari kebenaran," lanjut Cak Nun.

Ia menerangkan, jika sumpah itu sudah dilakukan oleh semua warga, kejujuran menjadi dalih terakhir. Jaminannya, menurut Cak Nun, hanya terletak pada Allah SWT.

"Seperti ayat-ayat suci yang kami kumandangkan tadi, bahwa itu semua berlaku untuk semua warga yang menjadi korban lumpur," terangnya.

Selain warga korban lumpur melakukan sumpah di pendopo kabupaten, PT. Minarak Lapindo Jaya yang diwakili Bambang P. Widodo juga menyatakan kesanggupannya membayar ganti rugi sesuai apa yang diajukan warga korban lumpur.

"Apa yang disampaikan Minarak itu juga merupakan sumpah, dan kewajibannya adalah dari batin dan substansinya," tambah Cak Nun.

Ia menambahkan, dalam proses mendampingi perjuangan warga korban lumpur, dirinya akan tetap mendampingi warga korban lumpur untuk memperjuangkan hak-hak mereka. Sebab, mundur atau tidak dalam mendampingi warga korban lumpiur, itu semua diserahkan kepada Allah SWT.

"Saya ini tidak tahu posisinya ada di mana, tapi yang jelas saya berada di semua pihak, karena saya tidak berpihak pada siapa-siapa. Tapi, saya bersama teman-teman akan terus berjuang sampai terwujud 100 persen pembayarannya," terangnya.

Pengambilan sumpah ini merupakan terobosan di luar mekanisme hukum untuk menjembatani kebuntuan perundingan antara PT. MLJ dengan warga korban lumpur.

Selama ini PT. MLJ bersikeras berpedoman pada Perpres 14 / 2007 tentang BPLS, dimana acuan luasan bangunan yang diganti rugi adalah IMB. Jika tidak memiliki IMB maka acuan alternatifnya adalah survey dari ITS.

Namun, bila tidak tercover oleh survey ITS, maka luasan bangunannya mengacu pada kenyataan warga yang disahkan oleh Camat dan Kepala Desa masing-masing.

Dalam pelaksanaan di lapangan, tampaknya banyak terjadi kerumitan, misalnya untuk warga Perum TAS 1 yang rumahnya sudah direnovasi, tetap minta luasan renovasinya diganti rugi.

Padahal luasan renovasi itu tidak ada dalam IMB. Ada juga rumah yang tidak memiliki IMB dan luasan bangunan hanya berdasarkan pernyataan warga saja.

Untuk mengatasi kebuntuan ini, akhirnya dilontarkanlah ide pengambilan sumpah sebagai penguat pernyataan warga, dimana warga yang akan mempertanggungjawabkan kebenaran sumpah tersebut kepada Tuhan YME. (ant/eko)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pemurnian Aqidah, Pertandingan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock