Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

Gus Mus: Calon Pemimpin Harus Berani Tunjukkan Kehebatannya

Rembang, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Ketika seseorang sudah berani maju berkompetisi menjadi pemimpin di negeri ini seyogianya ia tak menunjukkan kelemahannya dengan hanya menumpang tenar dan menjelekkan lawan. Mereka harus berani menunjukkan kehebatan diri.

Pejabat Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri menegaskan hal tersebut, Kamis (20/3), saat menerima kedatangan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi yang telah diumumkan sebagai calon presiden dari PDI-P.

Gus Mus: Calon Pemimpin Harus Berani Tunjukkan Kehebatannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Calon Pemimpin Harus Berani Tunjukkan Kehebatannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Calon Pemimpin Harus Berani Tunjukkan Kehebatannya

Selain itu, pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Tholibien Leteh, Rembang, Jawa Tengah, itu menuturkan, selama dua jam berbicara bersama Jokowi, dirinya hanya berbicara seputar Indonesia dan tidak lebih dari pada itu. Pesan yang ia sampaikan juga berlaku untuk semua calon pemimpin.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kiai yang akrab disapa Gus Mus ini menegaskan, Nahdlatul Ulama (NU) tidak ikut pemilu, tetapi warga NU yang menjadi peserta pemilu. Hakikatnya NU merupakan Organisasi kemasyarakatan yang netral. Namun demikian, tambah Gus Mus, banyak para peserta pemilu yang dianggap kurang percaya diri sehingga masih mengenakan atribut NU, guna menarik simpati masyarakat.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ulama yang juga merupakan sastrawan Indonesia ini menghimbau, Nahdliyin menggunakan hak suaranya dengan baik. Pasalnya, menurut Gus Mus, hak suara yang kita dapat merupakan amanah, yang akan menentukan nasib bangsa kedepan. (Ahmad Asmu’i/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Aswaja, Ulama, Olahraga Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 17 Februari 2018

Pekerjaan Besar Feri dan Ain, Nahkoda Baru IPNU-IPPNU Jawa Tengah

Brebes, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Konferensi Wilayah IPNU XV dan IPPNU XIV Provinsi Jawa Tengah dilaksanakan sejak 11-13 Desember 2016 di Pondok Pesantren Assalafiyah Luwungragi, Bulakamba, Brebes asuhan Rais Syuriyah PBNU KH Subhan Mamun. Forum tertinggi di tingkatan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) se-Jawa Tengah ini dihadiri oleh 35 PC IPNU dan IPPNU.?

Dalam konferensi yang dibuka langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi ini telah menghasilkan estafet kepemimpinan baru yang diharapkan oleh para pelajar NU se-Jawa Tengah menjadi era perubahan ke arah yang lebih baik lagi.

Pekerjaan Besar Feri dan Ain, Nahkoda Baru IPNU-IPPNU Jawa Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pekerjaan Besar Feri dan Ain, Nahkoda Baru IPNU-IPPNU Jawa Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pekerjaan Besar Feri dan Ain, Nahkoda Baru IPNU-IPPNU Jawa Tengah

Sri Nur Ainingsih (Blora) terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PW IPPNU Jawa Tengah menggantikan Umi Saadah pada sidang pemilihan yang dilaksanakan Selasa (13/12) pukul 02.00 WIB dini hari.?

Sementara itu, Sidang Pemilihan IPNU yang dilaksanakan Selasa siang hingga sore memilih Ferial Farkhan Ibnu Akhmad (Brebes) sebagai Ketua PW IPNU Jateng (2016-2019) menggantikan Amir Mustofa Zuhdi. Feri unggul atas perolehan suara dan visi misi tiga tahun kedepan atas Kholid (Kendal).

(Baca: Feri dan Ain Nahkodai Pelajar NU Jateng)?

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sebelumnya, Feri menahkodai PC IPNU Brebes bersama Ade Melly Seftiana (Ketua PC IPPNU Brebes). Kini dengan tanggung jawab barunya bersama Ain, ia mempunyai pekerjaan besar untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kader pelajar NU di Jawa Tengah.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selain itu, tantangan perubahan sosial dan teknologi yang semakin pesat ? di kalangan pelajar juga menjadi persoalan krusial (mendesak) agar pelajar tetap beradab, teguh pada identitas bangsa, dan berwawasan global.

Eva Rosdiana Dewi, Sekretaris Umum PP IPPNU menyampaikan, terpilihnya Sri Nur Ainingsih dengan visi misi yang dibawanya untuk PW IPPNU Jawa tengah semoga dapat membawa IPPNU Jateng lebih baik lagi. Menjadi sosok pemimpin yang amanah, baik dalam keilmuan, gerakan kaderisasi, dan dapat menghasilkan program berkualitas serta bersinergi dengan lembaga-lembaga terkait.

Kedepannya, Ain dan Feri siap mengawal Pelajar NU Jawa Tengah untuk lebih meningkatkan kualitasnya, serta menjadikan mereka sebagai garda depan pengawal Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, benteng moral pelajar, dan menangkal segala bentuk radikalisme. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Ulama, Tokoh Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Jumat, 09 Februari 2018

40 Peserta Sanlat Mataair Nganjuk Diterima di PTN

Nganjuk,Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Usaha Yayasan Mataair Nganjuk, Jawa Timur membantu generasi muda Nahdliyin masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tidak sia-sia. Data terakhir sampai 14 juli 2016, sebanyak 40 dari 90 peserta pesantren kilat (sanlat) 2016 lolos PTN ternama.

40 Peserta Sanlat Mataair Nganjuk Diterima di PTN (Sumber Gambar : Nu Online)
40 Peserta Sanlat Mataair Nganjuk Diterima di PTN (Sumber Gambar : Nu Online)

40 Peserta Sanlat Mataair Nganjuk Diterima di PTN

Ketua Yayasan Mataair Nganjuk Syamsul Hakim bersyukur atas capaian sanlat yang digelar bekerja sama dengan PCNU Nganjuk tersebut. "Kami memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT karena? siswa-siswi kami lolos di PTN Bidikmisi yang diinginkan. Peserta lolos di kampus UTM Madura, beberapa Universitas Brawijaya, Universitas Jember, Universitas Negeri Malang, dan Universitas Gajah Mada,” jelasnya Rabu (13/7). ?

Menurut peserta sanlat tersebut, tidak akan dilepas begitu saja setelah duduk di bangku mahasiswa. Namun mereka akan selalu didampingi oleh Yayasan Mataair Nganjuk. Mereka diwajibkan untuk membawa misi Nahdalatul Ulama (NU) dalam mempertahankan dan mengembangkan ajaran Islam Ahlussunal wal-Jamaah di kampus masing-masing.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Mereka, tambah dia, direkomendasikan untuk bergiat dan turut membesarkaan organisasi ekstra kampus yaitu PMII, KMNU, Matan (organisasi yang mengembangkan thoriqoh mutabar di), PKPT IPNU-IPPNU.“ Terserah pilih yang mana,” tuturnya.

Sementara Manajer Sanlat BPUN Nganjuk Atourrohman Syahroni mengatakan, siswa-siswi sanlat Nganjuk yang belum lolos PTN jalur SBMPTN masih didorong untuk menempuh jalur mandiri bidikmisi maupun reguler. “Kami tetap mendampingi untuk pendaftaran anak-anak mengikuti jalur mandiri,” katanya.

Dalam hal kualitas, kata dia, santri sanlat ternyata tidak bisa diremehkan. “Contohnya saja Ilham Malik, remaja lulusan SMA 2 Nganjuk? ini berhasil diterima di UGM pada Fakultas Kedokteran. Putri Indah Lestari remaja lulusan SMA 2 Nganjuk Lolos Pendidikan Bahasa Inggris? UB Malang. M Tamami MAN Nglawak lolos Sosislogi di Unej dan beberapa di UTM, UM dan UPN Jatim,” pungkasnya. (Anwar Muhammad/Abdullah Alawi)

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Berita, Kiai, Ulama Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

Besok, Pengurus DPP Konfederasi Sarbumusi Dikukuhkan di PBNU

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (K-Sarbumusi) NU akan dikukuhkan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di gedung PBNU, Jakarta, Jumat (23/9). Kegiatan yang berlangsung selepas Jumatan tersebut rencananya akan dibuka dengan pidato Menteri Tenaga Kerja RI Hanif Dhakiri.

Besok, Pengurus DPP Konfederasi Sarbumusi Dikukuhkan di PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Besok, Pengurus DPP Konfederasi Sarbumusi Dikukuhkan di PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Besok, Pengurus DPP Konfederasi Sarbumusi Dikukuhkan di PBNU

Pengukuhan bertema “Reposisi gerakaan Konfederasi Sarbumusi NU dalam politik perburuhan nasional dan internasional” tersebut akan mendaulat tokoh senior Sarbumusi untuk menyampaikan testimoni tentang organisasi tersebut di masa lalu, yaitu Nursyam Latif dari Surabaya dan OK Zainal Rosyidin dari Medan.

Menurut Ketua Panitia Pengukuhan Eka Fitri Rohmawati, pengukuhuan tersebut dilanjutkan dengan dialog denngan narasumber Dirjend PHI dan Jamsos Kemenaker RI, Council Industrian all Indonesia Saiful DP, dan ILO Jakarta Soeharjono. Kegiatan tersebut akan berlangsung di Jakarta.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kemudian, lanjut dia, keeseokan harinya, akan dilanjutkan dengan Rapat Kerja DPP K-Sarbumusi untuk menyusun agenda-agenda ke depan.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Rapat Kerja tersebut, tambahnya, sebagaimana tema pengukuhan adalah menyusun upaya-upaya membangkitkan kejayaan Sarbumusi yang pernah diraih di tingkat nasional dan tingkat internasional. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Internasional, Olahraga, Ulama Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 29 Januari 2018

NU Jerman Tolak Kunjungan Kerja DPR RI

Berlin, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jerman menyampaikan penolakan atas Rencana Kunjungan Kerja Anggota DPR RI ke Jerman. Karena banyak perbedaan signifikan antara Indonesia dan Jerman, diyakini kunjungan DPR RI tidak bermanfaat bagi kepentingan Indonesia.

NU Jerman Tolak Kunjungan Kerja DPR RI (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jerman Tolak Kunjungan Kerja DPR RI (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jerman Tolak Kunjungan Kerja DPR RI

Pernyataan sikap disampaikan PCINU Jerman bersama PPI Berlin, dan Watch Indonesia di Berlin, tertanggal 16 November 2012.

Rencana kunjungan kerja DPR RI itu akan dilakukan oleh Panita Khusus Rancangan Undang-Undang Keinsinyuran. Mereka diperkirakan akan bertolak ke Jerman pada minggu-minggu ini, dari 17 sampai 23 November 2012. 

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Kami PCI NU Jerman, PPI Berlin dan Watch Indonesia menyatakan penolakan rencana kunjungan kerja tersebut,” demikian dalam rilis pers yang diterima Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ketua PCINU Jerman Suratno dalam rilis pers tersebut menyarankan agar DPR RI lebih fokus pada masalah-masalah di tanah air, terutama yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi DPR RI yang sedang mendapat sorotan dan kritikan tajam dari berbagai pihak.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Hendaknya mereka menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan hal yang akan mereka studibandingkan dengan mengandalkan informasi-informasi serta kerjasama dengan lembaga-lembaga lokal,” katanya.

Menurutnya, ada perbedaan yang cukup kontras antara Indonesia dan Jerman dalam hal sistem dan tata kelola pemerintahan-kenegaraan , tata hukum, struktur sosial dan budaya. “Karenanya kami menilai kunjungan mereka seperti ini tidak bermanfaat bagi kepentingan kita di Indonesia.”.

PCINU Jerman juga menuntut adanya transparansi atas kunjungan kerja, berupa tujuan kunjungan kerja, biaya perjalanan, akomodasi selama kunjungan kerja, jadwal kunjungan kerja selama di luar negeri, materi-materi yang di bicarakan, dan partner kerja di tempat tujuan. Hal tersebut seharusnya dipublikasikan secara resmi yang bisa diakses oleh masyarakat secara luas dari jauh-jauh hari, minimal 1 bulan sebelum keberangkatan.

“Kami menuntut adanya publikasi hasil konkret dari kunjungan-kunjungan kerja keluar negeri yang selama ini dilakukan oleh DPR RI, terutama dalam konteks kunjungan ke Jerman pada April 2012 lalu, dimana hasil kunjungan kerja Komisi I DPR RI tersebut sampai saat ini belum dipublikasikan secara resmi,” demikian PCINU Jerman.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Internasional, Quote, Ulama Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

Cara Kiai Said Aqil Islamkan Orang

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal



Riuh canda seperti tak ada habisnya ketika dua orang berkebangsaan Jepang bertamu di Lantai 3 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (6/1). Sore itu keduanya yang hendak menyatakan diri sebagai muallaf disambut hangat sejumlah pengurus harian PBNU.

Sebelum prosesi pembacaan dua kalimat syahadat, Tatsunori Hoshi dan Ohnuma Yoka, pria dan wanita berkebangsaan Jepang itu, berbincang dengan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Obrolan berlangsung santai dengan sesekali Kiai Said menyisipkan guyonan.

Cara Kiai Said Aqil Islamkan Orang (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Kiai Said Aqil Islamkan Orang (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Kiai Said Aqil Islamkan Orang

“Arigatou sasamasu…” sapa Ketua PBNU Marsudi Syuhud yang baru datang sambil membungkukkan badan. Tatsunori Hoshi dan Ohnuma Yoka tertawa. Seharusnya, arigatou gozaimasu. Di Jepang, ungkapan ini juga tak lazim untuk menyapa orang karena artinya terima kasih. Kiai Said pun ikut tertawa.

Menjadi muallaf atau berpindah agama adalah keputusan besar, bahkan menegangkan bagi sebagian orang. Namun, Kiai Said dalam kesempatan itu seolah hendak menghilangkan ketegangan tersebut dengan gaya komunikasi yang sangat rileks dan cair.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Gaya yang sama juga ditunjukkan Kiai Said ketika membimbing para muallaf lain, seperti Ketua DPD Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Kabupaten Belitung Fendi Haryono pada Juni 2016, atau dua pengusaha Jepang bernama Ogawa Hideo dan Suzuki Nobukazu pada Desember 2015, atau warga asal Jepang Terao Taketoshi pada Maret 2016, dan lain-lain.

(Baca juga: Kunjungi Jepang, Kiai Said Islamkan 12 Orang)

Pertama-tama Kiai Said biasanya bertanya kepada calon muallaf untuk memastikan bahwa pilihannya untuk masuk Islam bukan karena paksaan. Baru kemudian kiai asal Cirebon ini menjelaskan bahwa Islam membawa misi kasih sayang. Selain soal iman, Islam juga menekankan akhlak.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Karena itu, semakin teguh keyakinan seseorang, semakin terbuka ia terhadap perbedaan. Musuh sejati umat Islam bukan perbedaan, melainkan kezaliman dan kebiadaban. “Jika ada orang melakukan teror, aksi kekerasan yang mengatasnamakan Islam, berarti ia tak paham dengan Islam,” tuturnya.

Umumnya pandangan seperti ini pula yang menarik perhatian para calon muallaf memilih NU sebagai pintu untuk memasuki Islam yang moderat dan menjunjung tinggi perdamaian. Seperti Terao Taketoshi yang mengaku tertarik kepada NU karena konsisten menegakkan Islam rahmatan lil alamin.

Usai yakin bahwa perpindahan agama lahir dari kesadaran sendiri, Kiai Said lantas menuntun calon muallaf membaca dua kalimat syahadat kata demi kata. Prosesi pengucapan dua kalimat syahadat berlangsung khidmat meski ia tetap memberi toleransi jika calon muallaf tidak fasih dalam pelafalan rukun Islam pertama itu.

Soal nama baru sang muallaf, Kiai Said tak melakukan perubahan terhadap nama asli. Kalaupun ada perubahan, Kiai Said biasanya menambahkan nama Muhammad, Ahmad, Hasan, Ali, Sholehah, atau nama-nama lain yang akrab di lidah umat Islam kebanyakan.?

Selanjutnya, mereka berfoto bersama, makan, atau berbincang lagi. Tak ada pembahasan seputar tema-tema berat tentang konsep ketuhanan, kenabian, atau lainnya. Islam dibahas prinsip-prinsipnya saja dan ? yang sejauh diterima para pemeluk baru Islam. “Islam itu mudah. Yang paling penting adalah tidak berhenti belajar,” kata Kiai Said. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Ulama, Pertandingan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selasa, 23 Januari 2018

Ketua PBNU: Pembebasan 10 WNI Bisa Ditempuh dengan Banyak Cara

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Terkait disanderanya 10 Warga Negara Indonesia (WNI) oleh kelompok Abu Sayyaf, Ketua PBNU, KH Marsudi Syuhud mengatakan, peran organisasi masyarakat bisa turut menjebatani. Ia beralasan adanya kemungkinan itu mengingat Abu Sayyaf lari ke Filipina, tidak lain karena mempunyai jaringan di negara tersebut.?

Saat ini tenggat waktu yang diberikan para penyandera sudah habis. Marsudi berpendapat agar pemerintah mencoba membandingkan dengan penyanderaan terhadap kapal Sinar Kudus tahun 2011 lalu.

“Setahu saya dulu pemerintah melibatkan pihak-pihak yang dianggap bisa turut untuk mendekati para penyandera dan melobinya. Pendekatan yang soft aproach (pendekatan yang lembut) itu bisa disisir melalui NGO yang ada kaitan atau relasi antara organisasi di Filipina dengan kelompok Abu Sayyaf. Itu harus dilakukan oleh pemerintah,” terang Marsudi kepada Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal,? Senin, (11/4) malam.

Ketua PBNU: Pembebasan 10 WNI Bisa Ditempuh dengan Banyak Cara (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PBNU: Pembebasan 10 WNI Bisa Ditempuh dengan Banyak Cara (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PBNU: Pembebasan 10 WNI Bisa Ditempuh dengan Banyak Cara

Ditanya apakah pemerintah Indonesia perlu memberikan uang tebusan kepada para penyandera, Marsudi mengatakan hal itu bisa terjawab setelah adanya komunikasi antara pemerintah dengan kelompok? Abu Sayyaf. Ia menegaskan langkah apa saja bisa ditempuh untuk keselamatan rakyat Indonesia.

Lebih lanjut, Marsudi mengatakan PBNU sejak era Gus Dur mempunyai hubungan khusus dengan organisasi di Filipina Selatan. Marsudi berkeyakinan, sampai saat ini masih ada peluang untuk mengatasi persoalan tersebut. (Kendi Setiawan/Zunus)

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Ulama, Berita Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock