Minggu, 18 Maret 2018

Stanting Meningkat, Masa Depan Bangsa Suram

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal



Rais Syuriyah PBNU KH. Ahmad Ishomuddin mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama melakukan jihad melawan stanting. Ajakan itu ia sampaikan saat menjadi pembicara pada Dialog Nasional Lintas Agama Cegah Stanting di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (14/11).

(Baca juga: Ketika Tokoh NU dan Muhammadiyah Bicara Stanting)

Stanting Meningkat, Masa Depan Bangsa Suram (Sumber Gambar : Nu Online)
Stanting Meningkat, Masa Depan Bangsa Suram (Sumber Gambar : Nu Online)

Stanting Meningkat, Masa Depan Bangsa Suram

(Baca juga: Tokoh Lintas Agama Bersatu Cegah Stanting)

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Para suami sayangi isteri sendiri dengan penuh tanggung jawab memberikan nafkah halal yang cukup dan makanan tambahan bergizi saat ia hamil. Orangtua segera wajib mencegah anaknya dari stanting karena jika telah terjadi tidak ada obatnya," kata pria yang akrab disapa Gus Ishom ini.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Stanting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah anak lahir, tetapi stanting baru terlihat setelah anak berusia dua tahun.

Lebih lanjut Gus Ishom menjelaskan bahwa menurut hasil penelitian, anak yang terkena stanting tidak memiliki masa depan yang baik karena biasanya dalam segala sisi, terutama kecerdasannya, berkualitas rendah. 

"Apabila angka stanting meningkat maka jelas berpengaruh negatif terhadap masa depan bangsa," ujarnya.

Ia mengajak para tokoh lintas agama bekerjasama dalam hal-hal yang disepakati seperti pentingnya mencegah stanting, dan saling menghormati dalam hal-hal yang terpaksa berbeda.

 

Selanjutnya khusus kepada pemerintah, Gus Ishom menilai perlu adanya kampanye nasional yang berfokus pada pemahaman, perubahan perilaku, komitmen politik dan akuntabilitas.

"Pemerintah harus lebih serius mengurangi angka kemiskinan, meningkatkan ketahanan pangan dan gizi. Tindakan pemerintah atas rakyat harus mengacu kepada kemaslahatan rakyat," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Kendi Setiawan).

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Internasional Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selasa, 13 Maret 2018

Santuni Dhuafa, Pemuda Sendang Rogoh Kocek Pribadi

Indramayu, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Komunitas Pemuda Desa Sendang, Kecamatan Karangampel, Indramayu melakukan kegiatan santunan kepada para orang tua kurang mampu di wilayah RT 07. Santunan dilakukan Sabtu (13/1).

Untuk keperluan santunan para pemuda menggalang dana dari uang mereka sendiri. Mereka pun mendatangi langsung ke rumah warga dengan membawa amplop yang berisikan uang.

"Saya bersama teman-teman akan terus melakukan kegiatan ini. Agar masyarakat mempunyai kesadaran untuk saling membantu warga yang kurang mampu," kata Sarifudin, salah satu pemuda yang bergerak pada santunan itu.

Santuni Dhuafa, Pemuda Sendang Rogoh Kocek Pribadi (Sumber Gambar : Nu Online)
Santuni Dhuafa, Pemuda Sendang Rogoh Kocek Pribadi (Sumber Gambar : Nu Online)

Santuni Dhuafa, Pemuda Sendang Rogoh Kocek Pribadi

Ia juga mengatakan pentingnya nilai sosial dengan langkah-langkah yang positif, supaya masyarakat dapat tergerak untuk melakukannya.

"Langkah ini juga dapat mengaktifkan sinyal-sinyal positif kepada mereka di kemudian hari. Tetapi semua itu butuh proses. Dan perlu dilakukan terus menerus, hingga keadaan itu menjadi terwujud," kata dia.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ia mengatakan kegiatan serupa perlu terus di lakukan.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Sedikit demi sedikit masyarakat juga akan tergerak ikut melakukannya. Baru kita akan sama sama merasakan nilai sosialitas itu sendiri," tandasnya.

Pelaksanaan santunan ini mendapat respons positif dari aparat desa setempat. Juru tulis Desa Sendang Sahidin menyatakan dukungannya kepada pemuda yang melaksanakan kegiatan itu. 

"Kegiatan ini sangat positif. Saya sangat bangga kepada mereka atas kegiatan santunan itu. Kedepannya harus terus diadakan, sebagai contoh baik untuk masyarakat," tuturnya.

Casri, salah satu penerima santunan terlihat senang menerima santunan tersebut. Ia pun mendoakan kepada generasi muda yang tergabung dalam pelaksanaan santunan tersebut.

"Saya ucapkan banyak terima kasih atas santunan ini. Dan semoga generasi muda menjadi orang-orang yang beradab," ungkapnya.

Sebelumnya Komunitas Pemuda Desa Sendang juga memberikan santunan kepada anak yatim pada malam tahun baru 2018. (Taryono/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal IMNU, Pertandingan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 10 Maret 2018

Ansor-Banser Solo Raya Napak Tilasi “Syuhada 15”

Boyolali, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal -

Pengurus Pimpinan Cabang GP Ansor se-Solo Raya beserta Pimpinan Wilayah Jawa Tengah mengadakan kegiatan Napak Tilas “15 Syuhada” di Jagir, Dragan, Musuk, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (24/3). Agenda ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam menyambut Harlah GP Ansor ke-83.

Kegiatan napak tilas ini semula diselenggarakan oleh PC GP Ansor-Banser Boyolali, namun pada penyelenggaraan kali ini, diikuti para peserta dari PC GP Ansor-Banser se-Solo Raya.

Ansor-Banser Solo Raya Napak Tilasi “Syuhada 15” (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor-Banser Solo Raya Napak Tilasi “Syuhada 15” (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor-Banser Solo Raya Napak Tilasi “Syuhada 15”

Ketua PC GP Ansor Boyolali Khoiruddin Ahmad mengatakan acara Napak Tilas ini bertujuan untuk mengenang perjuangan para tokoh NU dan Ansor di daerah tersebut, yang gugur dalam memperjuangkan Islam.

“Napak tilas serta haul di monumen Syuhada 15, semoga juga menambah semangat kita, walaupun sampai mempertaruhkan nyawa, seperti yang dialami para pemimpin Islam di Jagir Musuk ini,” kata dia.

Rute kegiatan Napak Tilas berakhir di kompleks Pemakaman Jagir, Desa Dragan, Kecamatan Musuk. Di tempat tersebut, dimakamkan beberapa tokoh NU, Ansor, Banser, dan pejuang Islam lainnya, yang gugur karena dibunuh oleh PKI pada tahun 1965.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selain diadakan Napak Tilas, panitia juga menggelar acara peringatan haul yang diisi dengan pengajian dzikir dan shalawat, Sabtu (25/3) malam. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Makam, Hikmah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Jumat, 09 Maret 2018

LAZIS NU Terima Dana 100 juta dari Program Hi Low Sholeha

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Upaya LAZIS NU untuk mengembangkan sumber pendanaannya dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) telah menuai hasil. Kerjasama dengan Group Nutrifood melalui program Hi Low Sholeha selama 6 bulan telah menghasilkan dana sekitar 100 juta rupiah.



LAZIS  NU Terima Dana 100 juta dari Program Hi Low Sholeha (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZIS NU Terima Dana 100 juta dari Program Hi Low Sholeha (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZIS NU Terima Dana 100 juta dari Program Hi Low Sholeha

Secara simbolik, dana tersebut diserahkan kepada Ketua LAZIS NU Fathurrahman Rauf oleh Customer Relation Manager PT Nutrifood Indonesia May Pratisto di gedung PBNU, Rabu (6/8).

Fathurrahman menyatakan kegembiraannya atas kerjasama ini sebagai wujud kesadaran dari para muzakki (para pembayar zakat) untuk memenuhi kewajibannya. Ia sepakat dengan pendapat disatu sisi, minat orang beribadah berhaji sangat tinggi sampai-sampai harus antri selama beberapa tahun, namun ketika diminta untuk berzakat, kesadarannya masih rendah, yang antri adalah para mustadafien (orang yang membutuhkan) yang berharap memperoleh sumbangan.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sekretaris LAZISNU Mabroer MS menjelaskan dana yang diperoleh dari Nutrifood dengan motto “Penuhi Panggilanmu, Berbagi Bersamamu” ini akan difokuskan untuk pelayanan masyarakat dalam bidang kesehatan.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Beberapa program pelayanan kesehatan yang akan dilakukan adalah pengobatan gratis di Banten dan Tuban, sunatan massal di Tegal dan Kerawang dan untuk membiayai pembuatan klinik kesehatan bagi mustahik (penerima zakat) di Purwakarta.

”Meskipun ada Gakin, LAZIS masih kewalahan melayani orang yang meminta biaya pengobatan. Di kantor Lazis, kami selalu kedatangan orang yang meminta bantuan kesehatan dan kita tidak bisa menolak. Prinsip kita, menyumbang tidak akan membuat kita miskin. Semaksimal mungkin kita beri, tidak ada yang kita tolak,” tandasnya.

Kebutuhan lain yang sering disampaikan oleh masyarakat kepada LAZISNU adalah mahalnya biasa pendidikan, meskipun saat ini SPP dikatakan sudah gratis, tetapi fakta di lapangan masyarakat masih mengeluhkan mahalnya biaya pendidikan.

”Dukungan dari Nutrifood ini merupakan sebuah amal kebajikan, semoga amal ini bisa meningkatkan kinerja perusahaan,” terangnya.

Perusahaan lain yang sudah bekerjasama dengan LAZIS NU adalah Telkomsel dengan membangun masjid di Nias dan saat ini pemberian mobil pengumpul zakat, dengan koran Seputar Indonesia untuk pemberian beasiswa untuk korban gempa di Bengkulu dan Padang serta dengan sebuah perusahaan kopi, yang menyisihkan 500 perak per sachet-nya untuk kaum mustadafien.

Setiap bulan Ramadhan, LAZIS NU juga membagikan 40.000 paket zakat. Tahun 2007 lalu, zakat tersebut dibagi melalui jaringan NU dari Bali sampai Bengkulu. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Humor Islam, Tokoh Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

PP LP Maarif NU Kukuhkan Pemimpin Baru

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Pengurus Pusat LP Maarif NU mengkukuhkan ketua umum baru PP LP Maarif NU untuk masa khidmat 2012-2015, di Kantor PBNU lantai lima Jakarta Pusat, Rabu (16/1) siang. Pengukuhan dan pelantikan ini dihadiri oleh Marsudi Syuhud, Sekretaris Umum PBNU.

PP LP Maarif NU Kukuhkan Pemimpin Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
PP LP Maarif NU Kukuhkan Pemimpin Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

PP LP Maarif NU Kukuhkan Pemimpin Baru

Pelantikan ditandai dengan serah terima jabatan oleh Mansyur Ramly, Ketua Umum PP LP Maarif NU masa khidmat 2009-2012 kepada KHZ. Arifin Junaidi, Ketua Umum baru. Sedikitnya 25 pengurus harian LP Maarif NU turut menyaksikan pelantikan ketua umum baru.

Upacara pelantikan ini diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran dan selawat Nabi Muhammad SAW. Seremoni dilanjutkan dengan pembacaan berita acara oleh Zamzami, Sekretaris baru LP Maarif NU.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sementara isi berita acara menyebutkan, penyerahan kepengurusan oleh Mansyur Ramly, Mamat Burhanuddin, dan Khoiron, jajaran pengurus lama sebagai pihak pertama kepada KHZ. Arifin Junaidi dan Zamzami, pengurus baru sebagai pihak kedua.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Usai pembacaan berita acara, pihak pertama dan pihak kedua menandatangani surat serah terima jabatan. Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Marsudi Syuhud, Sekretaris Umum PBNU.

Untuk melengkapi acara, panitia memberikan kesempatan bagi Mansyur Ramly, KHZ. Arifin Junaidi, dan Marsudi Syuhud untuk menyampaikan kata sambutan. Upacara pelantikan dan pengukuhan kepengurusan baru LP Maarif NU diteruskan dengan pembacaan SK PBNU untuk LP Maarif NU. Acara ditutup dengan pembacaan doa oleh Sri Mulyati.

“Kami mohon bantuan pengurus harian dalam mengemban amanah kepengurusan ini. Dalam berkhidmat untuk NU pun, saya mengaharapkan bapak Mansyur Ramly yang kini sebagai penasehat Maarif NU untuk membimbing kami,” kata Arifin dalam sambutannya.

Upacara diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua Umum baru LP Maarif NU untuk masa khidmat 2012-2015.

Redaktur: Sudarto Murtaufiq

Penulis: Alhafiz Kurniawan


Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Habib Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Minggu, 04 Maret 2018

LPBI NU Distribusikan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Kuningan

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal - Relawan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) bersama Banser dan warga di Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan sepanjang hari membersihkan rumah dari endapan lumpur berbaur sampah sisa banjir, Rabu (25/1). LPBI NU juga memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir berupa paket Cleaning Kits dan Family Kits untuk kurang lebih 500 warga.

Pemberian bantuan ini didasarkan pada assessment yang dilakukan oleh Tim Tanggap Darurat PP LPBI NU selama di lokasi bencana.

LPBI NU Distribusikan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Kuningan (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBI NU Distribusikan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Kuningan (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBI NU Distribusikan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Kuningan

Menurut Tim Tanggap Darurat PP LPBI NU Asbit Panatagara, berdasarkan informasi dari masyarakat, kejadian banjir bandang di daerah Cibingbin disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi dan salah satu saluran air berupa transporter mengalami kerusakan. Untuk itu, pihaknya meminta masyarakat tetap waspada. Walaupun berdasarkan perkiraan cuaca, intensitas hujan hari ini ringan.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ketua PP LPBI NU Muhamad Ali Yusuf mengajak semua pihak terutama pemerintah, masyarakat, dan lembaga usaha di Kuningan khususnya di daerah terdampak banjir untuk melakukan kajian risiko bencana agar didapatkan gambaran menyeluruh dan terukur tentang ancaman, dampak, risiko, dan juga kapasitas yang dimiliki oleh para pihak di daerah tersebut.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Hasil kajian risiko bencana itu nantinya dapat dijadikan acuan semua pihak dalam melakukan upaya pengurangan risiko bencana dan mengintegrasikannya dalam perencanaan pembangunan di daerah tersebut.

Dengan begitu, Ali Yusuf berharap ke depan rencana dan tindakan konkret untuk penanggulangan bencana banjir dapat segera dirumuskan agar kejadian yang sangat merugikan itu tidak terulang lagi di masa mendatang.

Sebanyak tujuh desa di Kecamatan Cibingbin Kabupaten Kuningan terendam banjir akibat luapan Sungai Jangkelok, Desa Cibingbin. Tujuh desa itu adalah Sindang Jawa, Cipondok, Sukaharja, Cibingbin, Citenjo, Ciangir, dan Dukuhbadag.

“Banjir ini disebabkan luapan air Sungai Jangkelok. Air sungai mulai meluap ke pemukiman warga sejak pukul 16.30 WIB," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan Agus Mauludin, Ahad (22/1).

Banjir arus sungai berbaur lumpur dan sampah juga sempat menggenangi sejumlah kantor desa, sekolah, masjid, mushalla, serta fasilitas umum dan sosial lainnya. Bahkan kantor kecamatan dan markas Koramil Cibingbin di Desa Sukaharja juga turut terkena banjir tersebut, dengan kedalaman bervariasi, mulai semata kaki hingga lebih dari satu meter. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal News, Hikmah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Melalui Koin Bakti NU, MWCNU Banyuwangi Berikan Bantuan Dana dan Pakaian

Banyuwangi, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal - Kesekian kalinya Lembaga Amil Zakat Infaq Sedekah (LAZIS) MWC NU Kecamatan Banyuwangi membagikan hasil donasi kepada para korban banjir dan tanah longsor di Pacitan yang menelan banyak korban. Dikumpulkannya donasi tersebut melalui program Koin Bakti NU yang dijalankan sejak bulan Mei 2017.

Secara simbolis bantuan dana sebesar Rp 500 ribu dan pakaian layak diberikan oleh sekretaris MWCNU Kecamatan Banyuwangi Nano Hermawan kepada Sekretaris PCNU Kabupaten Banyuwangi Guntur Al-Badri di Kantor PCNU Banyuwangi, Senin (4/12) pagi.

Melalui Koin Bakti NU, MWCNU Banyuwangi Berikan Bantuan Dana dan Pakaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Melalui Koin Bakti NU, MWCNU Banyuwangi Berikan Bantuan Dana dan Pakaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Melalui Koin Bakti NU, MWCNU Banyuwangi Berikan Bantuan Dana dan Pakaian

Nano berharap semoga dengan sedikit bantuan yang berhasil dikumpulkan ini dapat meringankan beban yang dihadapi oleh warga Pacitan.

"Kita hanya dapat berusaha semaksimal mungkin apa yang kami bisa. Sebagai rasa turut belasungkawa atas musibah di sana. Betapa saya turut rasakan kepedihan batin yang mendalam, ketika melihat mereka kehilangan keluarga, saudara, sampai harta benda," tutur Nano.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ia menambahkan, seketika pengurus berusaha semaksimal mungkin untuk penggalangan bantuan dana di kepengurusan setempat.

"Alhamdulillah saya mengucapkan banyak terima kasih dengan hadirnya program koin bakti NU yang digagas oleh LAZIS ini dapat dirasakan hasil pengabdiannya. Karena itu, saya apresiasi atas konsistensi dedikasi pengurus LAZIS sejauh ini. Semoga dengan berjalannya waktu, jumlah donatur dapat terus ditingkatkan untuk berdonasi setiap bulan," tutup Nano.

Guntur Al-Badri mengatakan, sejauh ini dari pengurus cabang telah berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 13,67 juta beserta pakaian layak dan obat-obatan.

"Data bantuan ini berhasil dikumpulkan dari seluruh MWCNU se-Kabupaten Bayuwangi beserta badan otonomnya. Tentunya ini akan terus bertambah," jelas Guntur.

Deadline kami bantuan akan ditutup saat prosesi pemberangkatan di Pacitan tanggal 5 Desember 2017 esok. Semoga ini menjadi keberkahan dan dijauhkannya kita semua dari segala malapetaka, harap Guntur. (M Sholeh Kuriawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Daerah, Fragmen, Kajian Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock