Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Maret 2018

Melalui Koin Bakti NU, MWCNU Banyuwangi Berikan Bantuan Dana dan Pakaian

Banyuwangi, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal - Kesekian kalinya Lembaga Amil Zakat Infaq Sedekah (LAZIS) MWC NU Kecamatan Banyuwangi membagikan hasil donasi kepada para korban banjir dan tanah longsor di Pacitan yang menelan banyak korban. Dikumpulkannya donasi tersebut melalui program Koin Bakti NU yang dijalankan sejak bulan Mei 2017.

Secara simbolis bantuan dana sebesar Rp 500 ribu dan pakaian layak diberikan oleh sekretaris MWCNU Kecamatan Banyuwangi Nano Hermawan kepada Sekretaris PCNU Kabupaten Banyuwangi Guntur Al-Badri di Kantor PCNU Banyuwangi, Senin (4/12) pagi.

Melalui Koin Bakti NU, MWCNU Banyuwangi Berikan Bantuan Dana dan Pakaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Melalui Koin Bakti NU, MWCNU Banyuwangi Berikan Bantuan Dana dan Pakaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Melalui Koin Bakti NU, MWCNU Banyuwangi Berikan Bantuan Dana dan Pakaian

Nano berharap semoga dengan sedikit bantuan yang berhasil dikumpulkan ini dapat meringankan beban yang dihadapi oleh warga Pacitan.

"Kita hanya dapat berusaha semaksimal mungkin apa yang kami bisa. Sebagai rasa turut belasungkawa atas musibah di sana. Betapa saya turut rasakan kepedihan batin yang mendalam, ketika melihat mereka kehilangan keluarga, saudara, sampai harta benda," tutur Nano.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ia menambahkan, seketika pengurus berusaha semaksimal mungkin untuk penggalangan bantuan dana di kepengurusan setempat.

"Alhamdulillah saya mengucapkan banyak terima kasih dengan hadirnya program koin bakti NU yang digagas oleh LAZIS ini dapat dirasakan hasil pengabdiannya. Karena itu, saya apresiasi atas konsistensi dedikasi pengurus LAZIS sejauh ini. Semoga dengan berjalannya waktu, jumlah donatur dapat terus ditingkatkan untuk berdonasi setiap bulan," tutup Nano.

Guntur Al-Badri mengatakan, sejauh ini dari pengurus cabang telah berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 13,67 juta beserta pakaian layak dan obat-obatan.

"Data bantuan ini berhasil dikumpulkan dari seluruh MWCNU se-Kabupaten Bayuwangi beserta badan otonomnya. Tentunya ini akan terus bertambah," jelas Guntur.

Deadline kami bantuan akan ditutup saat prosesi pemberangkatan di Pacitan tanggal 5 Desember 2017 esok. Semoga ini menjadi keberkahan dan dijauhkannya kita semua dari segala malapetaka, harap Guntur. (M Sholeh Kuriawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Daerah, Fragmen, Kajian Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

IPNU Kota Surabaya Genjot Data Potensi Kader

Surabaya, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal -

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama atau PC IPNU Kota Surabaya terus mengintensifkan kunjungan ke kepengurusan di bawahnya. Sabtu (23/12) ini, mereka menyapa Pimpinan Anak Cabang (PAC) di kawasan Simokerto.

Kegiatan yang bertajuk Kader Care bertujuan mendiskusikan secara langsung kondisi kader IPNU yang ada di wilayah tersebut. Acara dilangsungkan di Aula Masjid Cungkup dan merupakan kegiatan kelima setelah acara serupa yang menyapa kawasan kampus serta PAC Gunung Anyar.

IPNU Kota Surabaya Genjot Data Potensi Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Kota Surabaya Genjot Data Potensi Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Kota Surabaya Genjot Data Potensi Kader

Ketua IPNU Kota Surabaya, Achnaf al-Ashbahani mengemukakan aktifitas ini sebagai sarana melihat langsung kondisi terkini para kader yang ada di kecamatan. “Selanjutnya bisa didata secara langsung melalui database online yang telah dibuat,” katanya. 

Setelah ada kepastian terkait data anggota dan pengurus sekaligus potensi yang dimiliki, nantinya akan digunakan untuk berbagai kegiatan yang mendukung data tersebut. “Ketika ada kegiatan entah itu di tingkat provinsi atau nasional, kita punya bukti kongkrit,” katanya di hadapan peserta.

Pendapat lain disampaikan Amirul Mukminin sebagai penanggungjawab bidang kaderisasi. "Saya dipasrahi bidang pengembangan organisasi untuk juga membahas tentang kondisi organisaai,” katanya. Diharapkan nantinya semua kader IPNU bisa beraktivitas di masjid sehingga secara perlahan bisa menggaet kader dari para remaja di sana, lanjutnya.

Menurutnya, kondisi di kawasan ini sangat potensial untuk dimasuki kader dan nahdliyin. Hal tersebut sangat penting dalam upaya kian memperkokoh akidah Aswaja di kalangan aktifis dan keluarga besar masjid. 

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Ketua IPNU Kota Surabaya, Achnaf Al Ashbahani, Wakil Ketua II, Amirul Mukminin, bendahara yakni Abdul Mujib, serta wakil bendahara M Ichwanul Arifin. Selain itu hadir pula para kader PAC IPNU dan IPPNU Kecamatan Simokerto serta kader dari kepengurusan Ranting.

Kader care yang dimulai dengan pembacaan shalawat Nabi tersebut diakhiri diskusi dan perbincangan secara santai.  (Hisam Malik/Ibnu Nawawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal News, Daerah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

LDNU Gelar Istighotsah Bersama Mejelis Rasulullah SAW

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Istighothah bulanan yang diadakan oleh Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) di halaman gedung PBNU Jl. Kramat Raya Jakarta Pusat, Rabu (25/6) tadi malam, dihadiri oleh Pimpinan Majelis Rasulullah SAW Al-Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa.

Ratusan warga Nahdliyin dan jama’ah Majelis Rasulullah SAW secara khidmat membacakan shalawat ‘alan nabiy, memanjatkan doa kepada Allah SWT dengan perantaraan Rasulullah SAW.

LDNU Gelar Istighotsah Bersama Mejelis Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)
LDNU Gelar Istighotsah Bersama Mejelis Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)

LDNU Gelar Istighotsah Bersama Mejelis Rasulullah SAW

KH Mustafa Agil Siradj, Wakil Ketua PP LDNU, menyampaikan taushiyahnya bahwa doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT tidak akan diterima tanpa menyebut Nama Muhammad SAW. “Saat menyembah Allah harus ada mahluq bernama Muhammad SAW,” katanya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pada saat membaca tahiyat akhir dalam setiap shalat, umat Islam membaca, “assalamualika ayyuhan nabiy”, salam kepada Engkau wahai Nabi. Dijelaskan Kiai Mustafa, pada saat menyebut Nabi dalam shalat diharuskan memakai dlamir mukhatab atau kata ganti orang kedua, yang berarti bahwa pada saat itu Nabi dihadirkan dalam doa.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Begitu pentingnya kehadiran Nabi Muhammad SAW dalam setiap doa. Kiai Mustafa Aqil menyontohkan, dalam tradisi warga Nahdliyyin saat mengadakan ritual aqiqah atau acara syukuran untuk bayi yang baru dilahirkan, keluarga tidak akan mengeluarkan bayi sebelum sampai pada momen mahallul qiyam pada saat Nabi dihadirkan, yakni saat dibacakan, "Salam kepada Engkau wahai Nabi".

Cara itu disebut tawashul kepada Nabi, atau memanjatkan doa dengan perantaraan Rasulullah SAW. "Demikianlah apa yang telah diajarkan oleh para ulama pendahulu kita, dan amaliyah ini ditransformasikan kepada umat melalui organisasi Nahdlatul Ulama," kata Kiai Mustafa Agil.

Sementara itu Al-Habib Munzir dalam taushiyahnya juga memompa semangat para jamaah untuk mengikuti apapun yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dengan mengikuti apapun yang telah dikatakan, diperbuat atau diikrarkan oleh Nabi, maka umat Islam akan semakin dekat dengan Sang Pencinpta.

“Beliaulah yang akan memberikan syafaat kepada umat di hari kiamat. Meski 1000 tahun orang berada di neraka, asal tidak berbuat syirik, ia akan tetap mencium wanginya surga. Maka Allah tidak akan memerintahkan untuk memuliakan mahluk melebihi apa yang diperintahkan kepada kita untuk memuliakan Rasulullah SAW.” katanya.

Istighotsah dan pembacaan doa tadi malam dipimpin oleh KH Ahmad Sadid Djauhari, Dr. KH Abdullah Nur, Dr. KH Abu Na’im Khofifi, dan Ketua PP LDNU KH A Nuril Huda. Acara berlangsung hingga pukul 23.00 WIB. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Daerah, Pertandingan, News Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Jumat, 29 Desember 2017

Antusias Nonton “Sang Kiai” Tinggi, Gedung Bioskop Terbatas

Kudus, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Meski film "Sang Kiai" diputar serentak 30 Mei kemarin, namun nahdliyin Kudus harus bersabar tidak bisa menonton seketika. Pasalnya, di Kudus tidak ada gedung bioskop. Warga kota kretek harus menonton ke Semarang dan harus berebut dengan warga di sana.

Antusias Nonton “Sang Kiai” Tinggi, Gedung Bioskop Terbatas (Sumber Gambar : Nu Online)
Antusias Nonton “Sang Kiai” Tinggi, Gedung Bioskop Terbatas (Sumber Gambar : Nu Online)

Antusias Nonton “Sang Kiai” Tinggi, Gedung Bioskop Terbatas

Kader Ansor Desa Gribig Gebog Kudus Wahyudi merasa menyesal tidak bisa menonton pada pemutaran perdana 30 Mei ini. Yudi hanya bisa menunggu film yang disutradarai Rako Priyatno sudah beredar bebas di pasaran.

“Sebetulnya mau  menonton banget mas, tapi  disini tidak ada bioskop. Mau ke Semarang jauh,  jadi tertunda keinginan itu,” katanya kepada Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal, Kamis (30/5).

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ia berharap ada pihak yang mau menjembatani memfasilitasi  pemutaran film ini di kota Kudus. “Kalau bisa nanti ada pemutaran dalam bentuk layar tancep  di ranting-ranting, karena film ini sangat memberi motivasi perjuangan bagi nahdliyin,” tambahnya.

Seorang pelajar Muhammad Nailul Falah meminta pengurus  IPNU-IPPNU membuat  rombongan menuju Semarang untuk menonton secara bersama.  “Selain untuk bisa segera mengetahui ceritanya, juga buat refresing ,” katanya singkat.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pembina PC IPNU Kudus M.Aflach mengusulkan kepada lembaga pendidikan Ma’arif di semua  tingkatan memobilisir siswa-siswi madrasah NU supaya menonton film yang dibintangi Ikranegara dan Cristine Hakim ini. 

“Dengan menonton film Sang Kiai,  pelajar Ma’arif nanti  bisa mengenal  sejarah perjuangan (pendiri) NU,” usulnya singkat yang ditulis di akun facebook milik kontributor Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal News, Daerah, RMI NU Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

Habib Syech: Tahun Baru, Momen Peningkatan

Solo, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Pergantian tahun baru Hijriyah, diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan iman dan taqwa. Segenap kebaikan di tahun lalu, mesti diniatkan untuk menjadi lebih baik di tahun berikutnya.

Habib Syech: Tahun Baru, Momen Peningkatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech: Tahun Baru, Momen Peningkatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syech: Tahun Baru, Momen Peningkatan

“Momen tahun baru, ayo ada peningkatan. Dari yang jelek menjadi baik. Semisal kita ubah kebiasaan membuang sampah sembarangan, ini juga berat,” kata Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf pada pengajian Akbar Dzikir dan Sholawat untuk memperingati Tahun Baru Hijriyah 1437 H di depan Balaikota Solo, Sabtu (31/10) malam.

Habib Syech juga menerangkan anjuran untuk selalu berbuat baik dan tidak mengambil hak orang lain. Karena itu, diharapkan selalu menyelesaikam kewajiban kepada sesama manusia, terutama dalam hal utang.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Bahkan meski kepada orang non muslim pun kewajiban itu harus tetap harus dikembalikan,” tutur pengasuh Majelis Ahbabul Musthofa itu.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara pengajian ini. “Solo kota sholawat. Semoga dapat menjadikan umat Islam bersatu, rukun,” ujarnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sementara itu, Budi mewakili pihak Pemerintah Kota Solo ikut mendukung penuh kegiatan Solo Bersholawat. Bahkan agenda serupa sudah dijadwalkan kembali pada tahun depan, tepatnya pada 22 Oktober 2016.

“Kita butuh forum-forum pengajian seperti ini untuk meningkatkan religi masyarakat. Pemkot Solo sudah menetapkan tahun depan akan ada kegiatan serupa pada 22 Oktober yang bertepatan dengan Hari Santri,” ujar Budi.

Pantauan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal, acara pengajian tahunan ini dihadiri oleh puluhan ribu jamaah, yang datang dari berbagai daerah. Jamaah memenuhi jalanan koridor Sudirman, mulai depan Balaikota hingga ke perempatan BI. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Daerah, Hikmah, Warta Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

Kader NU Ikuti Pesantren Kilat Siap Masuk PTN

Wonosobo, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Study Club Generasi Unggulan (STUC General) Kabupaten Wonosobo mecoba membantu kader-kader NU yang potensial di Kabupaten Wonosobo supaya bisa lolos masuk perguruan tinggi negeri (PTN). 

Untuk kepentingan itu, Kelompok Bimbingan Belajar tersebut tengah mempersiapkan kegiatan Pasantren Kilat Sukses Masuk PTN 2013 atau Karantina Intensive Sukses SBMPTN (KISS) di Asrama Pesantren Al Mansur Kauman, Kabupaten Wonosobo, Jum’at (10/5).

Kader NU Ikuti Pesantren Kilat Siap Masuk PTN (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader NU Ikuti Pesantren Kilat Siap Masuk PTN (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader NU Ikuti Pesantren Kilat Siap Masuk PTN

Ketua Penyelengara KISS Stuc General Kabupaten Wonosobo Ubaidillah Faqih mengatakan bimbingan ini bertujuan untuk mendampingi pelajar atau kader-kader NU di Wonosobo yang pintar sehingga mampu masuk atau menembus pada perguruan tinggi negeri (PTN).

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Secara akademik, pelajar yang lolos seleksi akan diberi kiat-kiat mengerjakan tes masuk dengan didampingi tutor yang mumpuni. Selain itu, kami juga bekali dengan pelatihan-pelatihan,” tambahnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dijelaskan, kegiatan KISS ini juga membangun mental pelajar seraya memberikan wawasan ke-NU-an maupun Aswaja. Sehingga ketika diterima di PTN tidak mengalami kebingungan termasuk mengikuti organisasi ekstra kampus yang berbasis Nahdlatul Ulama. 

“Selain mendorong masuk PTN melalui program beasiswa Bidik Misi yang diprogramkan Mendikbud, pendampingannya dilakukan sampai pada Ospek hingga masuk di PTN nanti,” terang  Faqih.

Ia menjelaskan program kegiatan ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2011 dengan nama pesantren kilat (Sanlat). Untuk sekarang berubah nama menjadi Karantina Intensive Sukses SBMPTN (KISS).  

“Pada tahun 2013 ini pesertanya meningkat menjadi 20 yang tersebar di seluruh Kabupten Wonosobo dan Kabupaten Temanggung,” jelasnya. 

Terkait peserta KISS, Faqih menerangkan sebagai pra syaratnya adalah pelajar atau kader-kader NU yang potensial. Sedang jumlah peserta targetnya menerima dua kelas atau maksimal 30 siswa. 

“Kita akan menyeleksi secara ketat, pelajar atau kader NU yang  pintar menjadi prioritas utama program ini,” imbuhnya. 

 

Redaktur  : Mukafi Niam

Kontriutor: Fathl Jamil

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Daerah, Khutbah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Rabu, 29 November 2017

Kemerdekaan Diperjuangkan Kesejahteraan dan Keadilan Sosial

Jombang, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur mengajak seluruh santrinya untuk mengikuti upacara bendera memperingati hari Kemerdekaan RI ke-71. Upacara yang digelar di lapangan gedung Universitas Hasyim Asyari Rabu (17/8) diikuti ribuan santri putra-putri dan seluruh jajaran pengajar.

?

Wakil Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz saat menjadi inspektur upacara mengatakan, kalangan pesantren mempunyai andil besar dalam perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. "Para ulama pesantren dan pejuang terdahulu telah berhasil secara gemilang menggulung kolonialisme mengusir penjajah. Kini giliran kita untuk meneruskan kerja sejarah bangsa ini. Santri harus terus membuat dan mewarnai sejarah bangsa ini," ujarnya.

Kemerdekaan Diperjuangkan Kesejahteraan dan Keadilan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemerdekaan Diperjuangkan Kesejahteraan dan Keadilan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemerdekaan Diperjuangkan Kesejahteraan dan Keadilan Sosial

Kemerdekaan, lanjut kiai yang akrab disapa Gus Kikin, diperjuangkan bukan hanya untuk menggulung kolonialisme. Namun, untuk meraih kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Selain kunci pentingkemerdekaan, keterdidikan juga menjadi kunci penting untuk meraih kemajuan bangsa. "Dengan keterdidikan, kita bisa meraih kemajuan dan membuat bangsa kita lebih dari sekadar sejajar dengan bangsa-bangsa lain yang sudah maju," tuturnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dikatakannya, peringatan 71 tahun kemerdekaan ini adalah pengingat dan penanda bagi kita semua untuk bekerja semakin keras dalam mengisi kemerdekaan salah satunya adalah menyiapkan generasi emas Indonesia 2045. "Tugas kita semua yang ada di pesantren sebagai pendidik, menyiapakan generasi emas. Maka didiklah dengan hati dan sepenuh hati, dengan keluhuran budi pekerti dan keteladanan serta keluasan pengetahuan agar bisa menginspirasi dan menjadi teladan bagi generasi yang akan datang," pintanya berpesan.

Kepada santri yang berasal dari seluruh penjuru Nusantara ini, Gus Kikin, menambahkan, sebagai generasi bangsa, santri harus bisa mewujudkan cita cita para pendiri bangsa. "Kalian adalah pemilik masa depan. Belajarlah dengan keras, tuntas dan sepenuh hati. Jangan menunggu, tapi tempalah kepribadianmu dan kembangkan prestasimu. Jalin persahabatan dengan teman-temanmu, serta hormatilah orang tua dan gurumu. Jadikan mereka suluh hidupmu, " tandasnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pengasuh Tebuireng yang didirikan KH Hasyim Asyari ini meminta para santri nantinya bisa berkiprah di masayarakat dengan berbekal profesi masing masing. "Kami berharap kalian akan menjadi generasi penerus yang dapat membawa kejayaan bangsa dan negara Indonesia di masa mendatang. Santri harus selalu membauat sejarah. Kalian bisa berkiprah sesuai profesi masing-masing dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Pesantren Tebuireng," pungkasnya. (Muslim Abdurrahman/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Nahdlatul Ulama, Daerah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock