Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Februari 2018

Gus Ipul Optimis Jombang Tuan Rumah Muktamar Ke-33 NU

Jombang, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf optimis Mukatamar NU ke-33 pada tahun 2015 akan digelar di Jombang, Jawa Timur. Menurutnya, usulan Jombang menjadi tuan rumah sudah disepakati PWNU Jatim dan disampaikan kepada PBNU.

Gus Ipul Optimis Jombang Tuan Rumah Muktamar Ke-33 NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Ipul Optimis Jombang Tuan Rumah Muktamar Ke-33 NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Ipul Optimis Jombang Tuan Rumah Muktamar Ke-33 NU

Pria yang akrab disapa Gus Ipul ini mengungkapkan hal itu pada acara tasyakuran penganugerahan gelar pahlawan nasional untuk KH Wahab Chasbullah di Jalan Gus Dur, depan GOR Merdeka, Jombang, Sabtu malam (15/11).

“Sudah saatnya NU kembali ke pendirinya, di Jombang ada tiga tokoh pendiri NU, Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari, KH Wahab Chasbullah, dan KH Bisri Syansuri yang harus dikenal lebih dekat dan diteladani oleh nahdliyin,” lanjut mantan ketua umum GP Ansor dua periode ini.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ia juga mengatakan, empat pesantren besar yang ada di Jombang sudah menyatakan kesiapannya. “Gus Sholah Tebuireng sudah siap, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar, dan Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso juga demikian. Serta pondok-pondok lainnya juga harus siap,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah pagelaran akbar NU ini. Kita siap dan mendukung penuh Jombang jadi tuan rumah Muktamar NU. Bahkan, kita sudah menyiapkan anggaran khusus untuk kegiatan ini, tuturnya tanpa menyebutkan nominal anggarannya. (Romza/Mahbib)

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Warta, Tokoh, Pesantren Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Dosen Malaysia Isi Stadium General di STAIN Pamekasan

Pamekasan, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal



Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Pamekasan menggelar Studium General Jurusan Tarbiyah di auditorium kampus tersebut, Selasa (14/2). Acara tersebut mendatangkan dosen Universiti Utara Malaysia (UUM) Abdul Hamid Busthami Nur.

Dosen Malaysia Isi Stadium General di STAIN Pamekasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dosen Malaysia Isi Stadium General di STAIN Pamekasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dosen Malaysia Isi Stadium General di STAIN Pamekasan

Kepala Jurusan Tarbiyah Edy Susanto menegaskan, acara tersebut diharapkan bisa menjadi langkah awal sinergisitas UUM dengan STAIN Pamekasan. Ini sebagai upaya menuju peralihan status STAIN menuju IAIN.

"Kita bisa mengetahui dunia luar lewat media informasi yang mudah diakses lewat internet. Mahasiswa harus lebih progresif dalam menyelami pendidikan," tegas Edi.

Proses pembelajaran pada dunia yang serba informatif ini, tambahnya, mesti dimanfaatkan oleh mahasiswa. Melalui acara studium general, nanti diharapkan bisa terwujud kesepahaman bagaimana belajar yang baik di era yang serba canggih ini.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Acara ini juga sebagai ikhtiar meningkatkan mutu pengelolaan, akademik, maupun hal-hal lainnya di kampus tercinta ini," tukas Edi.

Dalam sambutannya, Ketua STAIN Muhammad Kosim menegaskan, acara ini dalam rangka memperkaya khazanah keilmuan dan memperkuat jalinan silaturrahim dengan dosen luar negeri.

"Suatu ketika ada Dosen STAIN datang ke UUM menjadi narasumber, begitu sebaliknya. Harapannya ke depan, juga ada mahasiswa kita ke Malaysia menjadi narasumber," terang Kosim.

Karena itu, Kosim mengimbau kepada mahasiswa untuk mempersiapkan diri agar terpilih sebagai narasumber di Malaysia. Ini berkaitan dengan rencana pertukaran mahasiswa yang dicanangkan STAIN Pamekasan.

"Semoga pertemuan ini bisa memberikan dampak positif bagi kita semua," lanjutnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Studium general kali ini mengangkat tema pendidikan di abad ke-21. Tepatnya, berkenaan dengan strategi belajar dan mengajar di abad modern. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pertandingan, Warta Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

PMII Bojonegoro Pertajam Intelektual dan Gerakan Jalanan

Bojonegoro, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Sebagai organisasi ekstra kampus (Omek), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) terus berupaya menjadi wadah pembelajaran di luar kampus. Sehingga sebelum mengadakan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) dimasa khidmah 2015-2016, PMII Bojonegoro mengadakan diskusi di sekretariatnya, jalan Pondok Pinang 02 Bojonegoro, Ahad (24/1)

Dalam diskusi tersebut, selain diikuti puluhan kader dari mahasiswa kampus di Kota Ledre, juga menghadirkan narasumber, diantaranya ketua Majlis Pembina Cabang (Mabincab) PC PMII Bojonegoro, Ahmad Sunjani Zaid dan juga ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Bojonegoro (Aspertib), Hasan Bisri.

PMII Bojonegoro Pertajam Intelektual dan Gerakan Jalanan (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Bojonegoro Pertajam Intelektual dan Gerakan Jalanan (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Bojonegoro Pertajam Intelektual dan Gerakan Jalanan

Ketua PC PMII Bojonegoro, Ahmad Syahid mengaku, pengurus cabang periode 2015-2016 benar-benar serius dalam mengemban amanah satu tahun kedepan. Sehingga sebelum melaksanakan Rakercab nanti, sudah ada bekal matang yang akan dibahas.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Diskusi ini untuk mempertajam arah gerakan PMII satu tahun ke depan, baik dalam konteks kaderisasi, analisa wacana dan distribusi kader," jelasnya.

Sehingga Pra Rakercab ini sangat penting untuk menjaring gagasan dari berbagai aspek, baik dari kader, alumni dan juga perguruan tinggi. "Setahun kedepan, berorientasi pada penajaman intelektual dan gerakan jalanan PMII di Bojonegoro," ungkapnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selain itu PMII, harapanya, bisa bersinergis dengan pihak kampus dalam menanamkan jiwa nasionalisme dan religiusme mahasiswa. "Namun tanpa meninggalkan semangat untuk selalu mengontrol kebijakan pemerintah," harapnya.

Sementara itu, ketua Mabincab, Ahmad Sunjadi Zaid meminta, kepada pengurus cabang PMII Bojonegoro agar sinergitas program internal PMII kedepan, harus produktif dan berkualitas. "PMII harus mampu menjawab problematika yang ada. Harus mampu mencetak ilmuan atau cendekiawan yang hebat, petarung jalanan, analisator wacana dan anggaran, jurnalis serta optimalisasi gerakan kembali ke kampus," terangnya yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Bojonegoro.

Sedangkan ketua Aspertib, Hasan Bisri berpesan kepada PMII perlunya sinergitas organ PMII dengan pihak kampus. "Sebenarnya PMII adalah aset kampus dan negera Indonesia. Jadi harus berjalan selaras dan harmonis, yakni mampu menjadi promotor kampus dalam berbagai kegiatan mahasiswa," tandasnya.

Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari kader PMII. Ketua Komisariat IKIP PGRI Bojonegoro, Nuzulul Furqon mengapresiasi betul langkah pengurus baru dengan mengadakan diskusi, untuk mempersiapkan bekal sebelum melaksanakan Rakercab nanti. Sehingga nanti mampu menjadi pijakan pengurus setahun kedepan.

"Semoga ini menjadi langkah taktis dan strategi untuk memperbaiki organisasi," pungkasnya.[M. Yazid/Abdullah Alawi]

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Doa, Humor Islam, Warta Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Kader Ansor Bersatu Aktif untuk NU dan Indonesia

Way Kanan, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Pakuan Ratu Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung memperingati hari lahir (harlah) ke 82 tahun pemuda Nahldatul Ulama (NU) atau Ansor dengan menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) V di Pesantren Al-Falakhussadah asuhan Kiai Zainal Maarif.

Ketua PAC Ansor Pakuan Ratu, Bakti Gozali di Blambangan Umpu, Ahad (16/4) menjelaskan, tema kegiatan berlangsung 22-24 April 2016 tersebut ialah "Semangat Persatuan Menuju Kader Ansor yang Kuat, Aktif, Interaktif, dan Senantiasa Komitmen Menjaga Keutuhan NU, Amaliyah NU dan Setia pada NKRI".?

Kader Ansor Bersatu Aktif untuk NU dan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Ansor Bersatu Aktif untuk NU dan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Ansor Bersatu Aktif untuk NU dan Indonesia

"Insyaallah ada 86 calon kader Ansor dari Kecamatan Pakuan Ratu, Negeri Agung, Negara Batin dan Gunung Labuhan mengikuti PKD," ujar Bakti didampingi Kasatkoryon Eko Sugiyanto.

Ia melanjutkan, intruksi Pimpinan Cabang Ansor Way Kanan dipimpin Gatot Arifianto meminta kegiatan dilakukan untuk memperingati harlah ke-82 organisasi pemuda NU yang berdiri 24 April 1943 supaya tidak melulu seremonial.

Berbuat, merawat, mengembangkan organisasi lebih bermakna, maslahat dan jelas. Itulah hakikat berorganisasi dan pembuktian mencintai Ansor. Organisasi harus berjalan, menatap ke depan. Organisasi tidak memerlukan perkataan semata, namun juga perbuatan.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Gerakan Pemuda Ansor merespon semangat pemuda berasal dari beberapa kecamatan di Kabupaten Way Kanan yang ingin bergabung dengan Ansor. Semangat tersebut kami sambut baik dengan menggelar PKD," kata Bakti lagi.

Penyelenggaran PKD V tersebut merupakan gagasan PAC Ansor Pakuan Ratu yang selaras dengan PC Ansor Way Kanan. Merupakan gerbang awal pemuda daerah itu untuk menjadi kader Ansor.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Selain itu guna membekali calon-calon generasi muda NU lebih kuat secara aqidah keislaman dan paham terhadap ke-Nahdlatul Ulamaan serta membekali kader dengan kreativitas dan kewirausahaan," demikian Bakti Gozali. Disisi Saidi Fatah. Red Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal IMNU, Warta, PonPes Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

Tepuk Pundak untuk Jamaah

Salah satu hal yang lazim dilakukan dalam shalat sehubungan dengan proses jamaah adalah menjadikan seseorang sebagai imam dengan cara menepuk pundaknya di tengah-tengah shalat. Secara fiqih hal ini dibolehkan (mubah), bahkan disunnahkan jika tepukan itu memberi tanda bahwa yang bersangkutan telah didaulat menjdi imam. Sebagaimana diterangkan dalam Fathul Mu’in

 

(? ?) ? ? (? ? ? ? ?) ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ?.

 

Tepuk Pundak untuk Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tepuk Pundak untuk Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tepuk Pundak untuk Jamaah

“Niat menjadi imam atau berjama’ah bagi imam adalah sunah, di luar shalat jum’ah, karena untuk mendapatkan keutamaan berjama’ah. Seandainya ia niat berjama’ah di tengah mengerjakan shalat maka ia mendapatkan keutamaan itu. Adapun dalam shalat jum’ah wajib baginya niat berjama’ah saat takbiratul ihram”.      

Dalil di atas menunjukkan kesunnahan niat sebagai imam walaupun niatnya baru ada di tengah shalat. Karena bagaimanapun juga shalat Jama’ah jauh lebih utama dari pada shalat sendirian.

Akan tetapi jika sekiranya tepukan di pundak itu terlalu keras hingga mengagetkan imam dan membatalkan shalatnya, maka hukumnya menjadi haram. Sebagaimana diterangkan dalam kitab Mauhibah Dzil Fadl

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

 

(?) ? ? ? (?) ? ? ? (? ? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. (? ? ? ? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

 

“Haram bagi siapa pun bersuara keras jika mengganggu jama’ah yang lain, baik di dalam shalat maupun di luar shalat karena membahayakan, seperti (memperingatkan) orang yang sesat, orang yang membaca atau orang yang tidur. Tidak boleh mengganggu walaupun terhadap orang yang fasik karena kefasikan itu tidak ada yang tahu kecuali dirinya. Pendapat yang mengharamkan tersebut itu jelas, namun bertentangan dengan pendapat dalam kitab al-Majmu’ dan sesamanya. Tidak diharamkannya jika kesemuanya tidak terlalu mengganggu.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

(Pengertian tidak haram jika gangguannya ringan), yakni yang dimaksud oleh mushannif (pengarang) adalah haram jika sangat mengganggu. Dalam ungkapan kitab al-I’ab bahwa keterangan dalam kitab al-Majmu’ (yang tidak mengharamkan) adalah jika tidak terlalu mengganggu kepada orang lain sehingga dapat ditoleransi, berbeda jika suara keras tersebut sampai membatalkan bacaan (shalat) secara keseluruhan, maka hukumnya haram”. (ulil)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Santri, Warta Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kamis, 28 Desember 2017

MWC NU Balen Bojonegoro Bantu Korban Banjir

Bojonegoro, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Patut diapresiasi, sebagai wujud rasa kemanusiaan, untuk meringankan bencana banjir di Kecamatan Balen. Majelis Wakil Cabang Nahlatul Ulama (MWC NU) Balen membantu para korban banjir di wilayahnya.

MWC NU Balen Bojonegoro Bantu Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
MWC NU Balen Bojonegoro Bantu Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

MWC NU Balen Bojonegoro Bantu Korban Banjir

Ketua MWC NU Balen Mulazim menyampaikan keprihatinannya yang mendalam atas musibah tersebut. Ia juga meminta tetap sabar meskipun seluruh tanaman padi dan palawija warga musnah, serta terancam puso akibat bencana banjir Bengawan Solo.

"Meski demikian tetap saja semangat dalam beribadah, mengembangkn organisasi NU dan bekerja keras. Pasalnya semua musibah datangnya dari Allah, manusia hanya berusaha segala ketentuan dari-Nya. Semoga bantuan ? ini bisa sedikit meringankan beban korban banjir, terutama warga Nahdliyin," terangnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Bantuan yang diberikan diantaranya 15 dus mie instan untuk tiga desa diantaranya Desa Pilanggede, Kedungdowoo dan Sarirejo. Barang tersebut diserahkan langsung di depan rumah ketua Ranting NU Pilanggede, Bashiron oleh ketua MWC NU Balen, Mulazim. Setelah diterima, bantuan itu langsung disalurkan kepada warga korban banjir saat itu juga.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Saat di Desa Sarirejo diberikan ketua Ranting NU Sultonil Adzim. Di Desa Kedungdowo diberikan koordinator Muzamil yang juga pengurus Ansor dan pengurus Fatayat Darwati.

Sementara itu, ketua LPBI NU Balen, M. Yasin mengungkap, ia menyamput dengan senang hati kepedulian MWC NU Balen.?

"Sebenarnya ingin semua warga menerima bantuan ini, namun karena jumlahnya tidak mencukupi maka minta maaf. mudah-mudahan masih akan ada lagi bantuan-bantuan yang sekiranya bisa mencukupi untuk semua korban," harapnya.

Selain itu bantuan 50 paket dari SER NU Jawa Timur melalui LPBI NU Cabang Bojonegoro diserahkan kepada korban banjir di Desa Pilanggede Kecamatan Balen. Serta dari Fatayat NU dan Muslimat NU Balen menyerahkan 1000 nasi bungkus kepada warga Pilanggede dan Sarirejo. Penyerahan bantuan langsung dilakukan ketua Fatayat NU Balen Halimatus Sadiyah.

Ketua LPBI NU Cabang Bojonegoro, Rakhmad Maulana mengapresiasi MWC Balen yang telah melakukan aksi solidaritas untuk membantu korban banjir. Pasalnya belum tentu di kecamatan lain yang terdampak banjir maupun tidak, mau membantu korban banjir terutama kepada warga Nahdiyin yang menjadi korban.

"MWC NU Balen agar dicontoh MWC lainnya, semoga kerukunan dan keakraban sesama pengurus ditingkatan atas sampai ke bawah dapat bersinergi," pungkasnya.(yazid/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Kiai, Nusantara, Warta Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 18 Desember 2017

Puasa Setelah Nisfu Sya’ban

Puasa merupakan ibadah yang cukup efektif untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Untuk itu, puasa sangat dianjurkan sebanyak mungkin sesuai kemampuan masing-masing orang. Namun, demikian perlu memerhatikan hari-hari tertentu yang dilarang agama untuk menjalankan ibadah puasa seperti hari tasyriq, hari Idul Fithri, maupun Idul Adha.

Lalu bagaimana puasa di bulan Sya’ban. Sya’ban merupakan salah satu bulan terhormat di sisi Allah SWT. Akan baik sekali mendekatkan diri melalui puasa di bulan ini. Bagaimana dengan puasa setelah pertengahan Sya’ban berlalu? Di sini ulama berbeda pandangan.

Puasa Setelah Nisfu Sya’ban (Sumber Gambar : Nu Online)
Puasa Setelah Nisfu Sya’ban (Sumber Gambar : Nu Online)

Puasa Setelah Nisfu Sya’ban

Ibnu Rusyd dalam Bidayatul Mujtahid fi Nihayatil Muqtashid, menyebutkan sebagai berikut:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Adapun mengenai puasa di paruh kedua bulan Sya’ban, para ulama berbeda pendapat. Sekelompok menyatakan, makruh. Sementara sebagian lainnya, boleh. Mereka yang menyatakan ‘makruh’ mendasarkan pernyataannya pada hadits Rasulullah SAW, “Tidak ada puasa setelah pertengahan Sya’ban hingga masuk Ramadhan.”

Sementara ulama yang membolehkan berdasar pada hadits yang diriwayatkan Ummu Salamah RA dan Ibnu Umar RA. Menurut Salamah, “Aku belum pernah melihat Rasulullah SAW berpuasa dua bulan berturut-turut kecuali puasa Sya’ban dan Ramadhan.” Ibnu Umar RA menyatakan, Rasulullah SAW menyambung puasa Sya’ban dengan puasa Ramadhan. Hadits ini ditakhrij oleh A-Thohawi.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Melihat dua pandangan ini, baiknya kita saling menghormati pendapat dan amalan puasa satu sama lain. Dengan saling menghormati, upaya mendekatkan diri kepada Allah bisa diwujudkan. Wallahu A’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Warta, Internasional, Meme Islam Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock