Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Februari 2018

PMII Padang Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir di Kabupaten Limapuluhkota

Padang,? Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Padang, Sumatera Barat menyalurkan bantuan untuk korban banjir di di Nagari Koto Baru Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Limapuluhkota, Sumatera Barat. Meski lokasi masih diguyur hujan, tampak para relawan tak patah semangat menyerahkan bantuan, Sabtu (11/3).?

Bantuan berupa perlengkapan belajar seperti tas, sarung, baju, buku dan alat tulis lainnya itu diserahkan langsung kepada anak-anak usia sekolah. Mereka tampak tersenyum bahagia dan sangat bersyukur akan bantuan ini. Adapun bantuan ini diperoleh dari aksi galang dana oleh segenap kader PMII Kota Padang di Jalan Rasuna Said Kota Padang.

PMII Padang Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir di Kabupaten Limapuluhkota (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Padang Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir di Kabupaten Limapuluhkota (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Padang Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir di Kabupaten Limapuluhkota

Kegiatan ini langsung disaksikan oleh beberapa orang tua dari anak-anak yang menerima perlengkapan belajar itu. Salah seorang dari orang tua murid bernama Ujang menyampaikan terima kasih kepada para kader PMII.



Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal



"Terima kasih banyak nak, Babuku juo anak ambo sikola. Hati-hati salamaik baliak ka padang handaknyo," ucapnya dalam bahasa Padang.

Ketua PMII Kota Padang Hasbullah Alqomar mengatakan, tak banyak yang bisa pihaknya berikan. Namun dia berharap upaya yang dilakukannya ini dapat sedikit meringankan beban korban banjir. Ia memahami, merasakan dan menyadari sepenuhnya musibah yang menimpa ini merupakan ujian dari Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa.

"Senyum yang terpancar dari para generasi harapan ini sudah lebih dari cukup untuk apapun yang telah kami lakukan. Terimakasih yang tak terhingga untuk para donatur, semoga dibalasi dengan yang berlipat ganda. Amiin," kata Alqomar.

Koordinator Lapangan Fadli Jamal menyampaikan, bantuan ini sengaja langsung sampaikan kepada mereka. Karena dia ingin membaur dan mendengar langsung curahan hati korban banjir ini. (Armaidi Tanjung/Fathoni)?

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Hadits, Pendidikan, Amalan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

Pesantren Madinatul Ilmi Terima Hibah Buku dari Perpustakaan Nasional

Pringsewu, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Kecamatan Pagelaran, Pringsewu, Lampung menerima Bantuan Hibah berupa Buku Bacaan dari Perpustakaan Nasional RI. Penyerahan bantuan buku tersebut dilakukan oleh Perwakilan Perpusnas RI dan diterima langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren tersebut KH Muhammad Nur Aziz, Senin (24/7).

Menurut Kiai Aziz, ada sekitar 500 judul buku yang dihibahkan kepada Pesantren yang saat ini mengalami perkembangan yang cukup pesat ini. "Berbagai judul buku bacaan Bantuan Hibah ini meliputi buku pendidikan formal, keagamaan, kesehatan, wirausaha dan sejenisnya," jelasnya.

Pesantren Madinatul Ilmi Terima Hibah Buku dari Perpustakaan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Madinatul Ilmi Terima Hibah Buku dari Perpustakaan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Madinatul Ilmi Terima Hibah Buku dari Perpustakaan Nasional

Ia menyampaikan ungkapan terimakasih dan rasa syukurnya atas hibah tersebut. Ia juga berharap bantuan tersebut dapat memberikan mafaat maksimal di Pesantren asuhannya tersebut.

"Mudah-mudahan dengan adanya berbagai macam buku ini dapat meningkatkan minat baca dikalangan santri," harap Wakil Katib Syuriyah PCNU Pringsewu ini.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ia menambahkan bahwa saat ini Pesantren Madinatul Ilmi terus mengembangkan berbagai fasilitas pendukung untuk terwujudnya sebuah perpustakaan Pesantren yang unggul. Kedepan Ia berharap akan memiliki Perpustakaan yang lengkap dan berbasis Komputer dan Internet.

Bantuan buku ini juga menjadi selaras dengan berbagai program peningkatan kualitas para santri selama ini. Saat ini lanutnya, selain mengembangkan Pondok Pesantren Salafiyyah dengan konsentrasi Kajian berbagai macam kitab kuning, Pesantren tersebut juga sudah memiliki Lembaga Pendidikan Formal.

Di pesantren tersebut saat ini sudah berdiri Sekolah Menengah Kejuruan Yayasan Pendidikan Madinatul Ilmu atau SMK YAPEMI. Sebagian para santri Pondok Pesantren tersebut menjadi pelajar di Sekolah tersebut.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Dengan keberadaan buku ini mudah-mudahan dapat menunjang peningkatan kualitas para siswa SMK YAPEMI yang masih satu lokasi dengan Pesantren ini," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Ubudiyah, Pendidikan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Kisah Nyata Ucapan Ibu Berbuah Petaka untuk Anaknya

Alkisah seorang anak hidup dalam kederhanaan. Sebut saja ia dalam kisah nyata ini dengan inisial H. Ibunya pergi merantau dan dia tinggal bersama neneknya. Setiap bulan ibunya pulang untuk sekadar silaturahmi pada orang tuanya yang masih hidup dan bertemu anaknya. Selama ini saya pun juga tidak tau apa pekerjaan asli sang ibu itu.

Suatu ketika tepatnya di bulan puasa Ramadhan, sang ibu itu pulang ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga. Seperti biasa adat anak-anak Jawa, setiap bulan puasa tak lepas dari petasan yang menjadi mainan mereka. Banyak anak-anak yang main petasan di pinggir jalan, di depan rumah orang, tanpa berpikir apakah yang mereka lakukan mengganggu orang lain atau tidak. Yang namanya anak-anak, sudah diberi tahu beberapa kali pun seakan tak dihiraukan.

Kisah Nyata Ucapan Ibu Berbuah Petaka untuk Anaknya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Nyata Ucapan Ibu Berbuah Petaka untuk Anaknya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Nyata Ucapan Ibu Berbuah Petaka untuk Anaknya

Tepatnya di depan rumahku kejadian ini berawal. Setelah shalat tarawih banyak anak yang bermain di depan rumah termasuk si H. Kebetulan hari-hari itu kakekku sedang sakit. Kebetulan malam itu ibu si H sedang ada di dalam rumahku berniat menjenguk kakekku. “Anak-anak, kalian jangan sampai main petasan di depan rumah ini, ya! Kakek lagi sakit” teriak ibu H sambil keluar di depan rumah. Setelah itu si ibu pun masuk lagi ke rumah dan kembali ke kamar kakek.

Tak lama kemudian, “Daaaaaaaarrrrr....” suara petasan meletus hingga membuat yang di dalam rumah kaget. Bergegaslah ibunda H tadi keluar.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Siapa yang mainan petasan barusan” teriak ibu itu dengan muka merah.

“H, Bu” sahut salah satu anak yang di depan tadi.

Seketika ibu itu juga teriak pada anaknya. Ucapan yang bernada marah terucap, “Ingat, Nak, kamu diatur sulit. Ingat ya, kamu tidak pernah akan bahagia selamanya karena kamu sulit diatur,” teriak ibu tadi pada anaknya.

Saat itu aku berada di rumah dan dengan jelas mendengar langsung “doa” sang ibu tadi pada H. Diriku merasa tercengang dengan perkataan ibu tadi. “Masyaallah, tega banget ibu tadi mendoakan anaknya sendiri seperti itu. Bukankah doa ibu pada anak itu mudah terkabul? Apalagi sang ibu dalam keadaan marah karena anaknya,” gumamku dalam hati. H memang tergolong anak yang lumayan nakal. Tapi menurutku justru nakal itu harus didoakan agar berubah dan nantinya menjadi baik.

Beberapa tahun kemudian...

Kehidupan H selama ini memang tergolong yang tidak beruntung. Dia pernah jadi buronan polisi karena kasus pencurian di Surabaya. Dalam hal pernikahan, ia gagal karena berakhir perceraian. Nikah lagi, dan menghamili mertuanya sendiri. Diusirlah ia oleh warga kampung istrinya karena dianggap mencemarkan nama baik. Dan yang terakhir yang saya tahu, H hampir dikeroyok pemuda kampungnya sendiri karena mencuri. Dan sekarang dia pun lontang-lantung di rumah seakan membawa beban berat jika dilihat raut mukanya.

Ya Allah, seketika jika melihat kehidupanya saya teringat ucapan ibundanya sewaktu dia kecil dulu. Ucapan sang ibu yang mendoakan anaknya tidak akan bahagia selamanya. “Apakah ini yang dinamakan doa ibu yang selalu terkabul,” pikirku.

Dengan kisah ini semoga kita menjadi orang tua yang lebih santun di setiap ucapan. Tidak gampang mendoakan dengan doa yang buruk. Jika anak kita nakal, hendakaknya malah kita doakan semoga diberi kesadaran hingga mendapat kebaikan. Karena ridha Allah tergantung dengan ridha orang tua juga.”

Menjadi orang tua memang sulit. Harus mengatur rumah tangga, juga mendidik anak-anak agar mempunyai akhlak baik. Bandelnya sang anak kadang memancing emosi mereka. Inilah gambaran orang tua. Tetapi, meskipun demikian hendaklah orang tua menjaga ucapan untuk anak-anak mereka. Sebandel dan senakal apapun anak jangan sampai orang tua terucap dari mulut suatu perkataan yang tidak baik pada anak apalagi mendoakan yang tidak baik. Na’udzubillah.

Ahmad Toha, pengajar; berdomisili di Trenggalek Jawa Timur

=====

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal mengajak kepada pembaca semua untuk berbagi kisah inspiratif penuh hikmah baik tentang cerita nyata diri sendiri atau pengalaman orang lain. Silakan kirim ke email: redaksi@nu.or.id

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pesantren, Pendidikan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

Ibadah dengan Harta Haram

Keluar-masuk pakai aturan. Di sinilah pentingnya aturan. Tanpa kepatuhan terhadap aturan, seseorang dapat menggetok jidatnya sendiri. Kalau sudah begini, ia tidak bisa menunjuk sumber kesalahan kepada siapa pun kecuali dirinya sendiri.

Akan halnya dengan harta. Orang wajib menggunakan hartanya untuk kepentingan yang baik. Yang tentunya memberikan kemaslahatan dunia dan akhirat bagi dirinya. Harta harus digunakan untuk menafkahi orang yang menjadi tanggungannya, kepentingan sosial, atau ibadah haji.

Ibadah dengan Harta Haram (Sumber Gambar : Nu Online)
Ibadah dengan Harta Haram (Sumber Gambar : Nu Online)

Ibadah dengan Harta Haram

Singkatnya, harta mesti dipakai untuk kepentingan yang baik. Untuk dinilai sebagai ibadah, tentu saja seseorang harus menyertakan kegiatan pengeluaran harta itu dengan niat tulus. Begitulah aturannya. Artinya ia sudah berada di jalan Allah.

Keluarnya harta di jalan Allah ini belum cukup. Seseorang juga harus mempertimbangkan jalan masuknya harta ke dalam kantongnya. Jalan masuk ini sama penting seperti jalan keluar. Ia harus memastikan kebersihan sumber perolehan hartanya. Karena, Syekh Ahmad bin Ruslan dalam kitab Zubad-nya yang terkenal berkata,

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

وطاعة ممن حراما يأكل * مثل البناء فوق موج يجعل

“Ibadah dari orang yang memakan harta haram, seperti mereka yang membuat bangunan di atas ombak.”

Menerangkan syair di atas, Syekh Muhammad bin Ahmad Romli dalam kitab Ghayatul Bayan fi Syarhi Zubad Ibni Ruslan mengatakan,

إن فعل الطاعة من صلاة وصوم وحج وغير ذلك ممن يأكل أو يشرب أو يلبس حراما عالما به مثل واضع بناء فوق موج بحر عجاج بأن يجعله أساسا له ومعلوم أنه لايثبت عليه فقد روى من حديث ابن عمر رضى الله عنهما من لم يبال من أين اكتسب المال لم يبال الله من أين أدخله النار

“Perbuatan ibadah seperti sembahyang, puasa, haji, dan ibadah lainnya dari orang yang memakan, minum, dan mengenakan pakaian haram–padahal ia mengerti keharaman sumbernya–seperti peletak bangunan di atas ombak ganas. Artinya ia meletakkan fondasinya. Terang saja, bangunan itu takkan tetap di atasnya. Sebuah hadis yang diriwayatkan Ibnu Umar Ra, Rasulullah bersabda, ‘Siapa yang tidak peduli kehalalan sumber perolehan hartanya, maka Allah juga tidak peduli dari pintu mana saja Ia akan menjebloskan orang itu ke neraka.’”

Karena itu, sesorang perlu memerhatikan pintu masuk hartanya seperti pintu keluar. Seseorang tidak bisa cuci tangan. Karena, pintu keluar yang benar tidak bisa menghapus kesalahan pintu masuk. Wallahu A’lam.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Doa, PonPes, Pendidikan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selasa, 02 Januari 2018

Buku Fragmen NU Wonosobo Diluncurkan

Wonosobo, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Santri PPs AP Fatanugraha Wonsobo, meluncurkan buku Fragmen NU Wonosobo, Ahad (22/10) pagi di ruang Audio Visual gedung ARPUSDA Wonosobo, Jawa Tengah.

Koordinator pelaksana, Fatiya Sekar Kinanthi sangat mengapresiasi kepada penulis buku Fragmen NU Wonosobo yang telah menulis mengenai Nahdlatul Ulama Wonosobo sehingga generasi muda bisa mengetahui dan paham akan Nahdlatul Ulama masa lalu khususnya di Wonosobo. Ia berpesan, sebagai santri kita harus percaya diri.

Buku Fragmen NU Wonosobo Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Buku Fragmen NU Wonosobo Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Buku Fragmen NU Wonosobo Diluncurkan

“Jayalah negeriku Indonesia, ngaji itu keren!” tukas Fatiya. 

Penulis Fragmen NU Wonosobo, Ahmad Muzan memaparkan buku tersebut berisi masuk dan penyebaran Islam di Wonosobo. Pada bab satu membahas tentang Sayyid Ibrahim bin Ali Ba’abud pendiri Nahdlatul Ulama Wonosobo. 

“Selain itu juga ada Syekh Umar Sutradana, dan Sayyid Abdullah Quthbuddin tokoh pembawa Tarekat Naqsabandiyah pertama kali di tanah Jawa,” tutur Muzan.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Buku tersebut dicetak secara terbatas teruntuk para donatur yang ingin memberikan infak dan sedekah untuk pengembangan pembangunan PPS AP Fatanugraha Wonosobo. 

Di tempat yang sama, juga dilakukan kegiatan menonton bersama film dokumenter Nadlatul Ulama Wonosobo produksi santri PPs Fatanugraha.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kegiatan tersebut sebagai bagian peringatan Hari Santri, setelah pada Sabtu malam, mereka berpartisipasi dalam Pembacaan 1 Milyar Sholawat Nariyah. Peserta juga melakukan  ziarah ke makam pendiri NU di makam keluarga Sayyid Ibrahim Bin Ali ba’abud Longkrang Wonosobo. (Mukhamad Khusni M/Kendi Setiawan) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Tokoh, Pendidikan, Kajian Islam Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

Perihal Kerinduan Menyantap Masakan Lezat Ibu di Kampung

Malang, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Saat mudik seperti ini, salah satu yang kita nanti adalah ingin merasakan lezatnya masakan ibu di rumah. Sebagian besar di antara kita mengatakan, masakan ibu adalah masakan terlezat dan membuat kangen untuk terus pulang ke rumah.

Bahkan banyak yang berpendapat masakan ibunya paling lezat dibanding masakan siapapun termasuk masakan koki terkenal di hotel berbintang atau rumah makan yang pernah kita singgahi. Pertanyaannya mengapa anak berpendapat seperti itu?

Menurut ilmu neurologi, di dalam otak manusia ada tempat untuk memori kelezatan makanan (lobus parietalis dan nuclues acumban), rasa lezat yang dirasakan sejak kecil dari makanan yg disajikan ibu akan tersimpan di otak bagian ini sehingga terbentuk memori kelezatan makan permanen di otak kita.

Perihal Kerinduan Menyantap Masakan Lezat Ibu di Kampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Perihal Kerinduan Menyantap Masakan Lezat Ibu di Kampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Perihal Kerinduan Menyantap Masakan Lezat Ibu di Kampung

Walaupun kita sudah dewasa, memori itu masih ada dan ketika kita pulang ke rumah seperti saat mudik ini kemudian menyantap makanan masakan ibu, maka memori akan terstimulus lagi dengan cepat. Hal ini terjadi saat kita mulai mengunyah makan tersebut, itulah yang menerangkan kelezatan masakan ibu kita.?

Kedua, suasana hati yang tenang. Saat paling penting ketika bertemu ibu, bapak, saudara dan handai taulan tentunya pikiran kita senang dan tenang. Ketenangan itulah yg memberi kenikmatan saat makan masakan ibu tercinta. Apalagi makan sambil mengenang masa kecil di rumah akan berlipat ganda rasa nikmat masakan ibu di rumah.

Walaupun makanan lezat tapi bila hati tidak tenang rasanya hambar bahkan tidak bisa merasakan. Sebagai contoh ? makan di bandara saat pesawat sudah siap berangkat rasanya tidak nikmat walapun sebenarnya makanan itu lezat.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ketiga, ibu memasak dengan "resep kasih sayang". Bagi seorang ibu, memasakan untuk anak tercinta ? bukan hanya menggunakan ramuan tangan, tetapi resep masakan dengan "ramuan hati atau kasih sayang". Dan ini sulit dijabarkan secara ilmiah tetapi memang ada telepati kasih sayang ibu ke anaknya saat memasak dan menyajikan makanan untuk kita. Istilahnya ibu memasak dengan ? hati menggunakan resep kasih sayang.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Sudah berbakti?

Begitu besar kasih sayang ibu ke kita (bahkan lewat masakan yang lezat). Pertanyaannya adalah, sudahkah kita tunaikan kewajiban kita kepada orang tua? ?

Mumpung masih dalam momen mudik, kita masih bisa ketemu dan mengunjungi mereka berdua. Pastikan kita sudah menunaikan kewajiban kita karena belum tentu ada kesempatan di tahun depan mengingat semakin tuanya usia mereka, maka berikan yang terbaik untuk mereka. Semoga Allah senantiasa menyayangi dan memuliakan ibu dan bapak kita.

Ditulis oleh Badrul Munir, dokter spesialis saraf di RS Saiful Anwar Malang, pemuja masakan ibu.

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Budaya, Ulama, Pendidikan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selasa, 12 Desember 2017

Empat Prinsip Cara Berfikir NU

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. KH Makruf Amin menuturkan terdapat empat hal yang menjadi dasar dalam cara berfikir warga NU yang menjadi ruh ketika NU berdiri dan menentukan sampai ke depan bagaimana NU yang akan datang.



Empat Prinsip Cara Berfikir NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Prinsip Cara Berfikir NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Prinsip Cara Berfikir NU

Empat hal tersebut adalah yaitu pertama fikrah nahdiyyah atau cara berfikir NU, kedua NU bermazhab, ketiga NU menganut prinsip tatowwuriyah atau dinamis, keempat NU berprinsip islahiyyah atau melakukan perbaikan terus-menerus.

Hal ini disampaikan dalam diskusi Kamisan ( 14/10) Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal yang juga dihadiri oleh Prof Dr Machasin, direktur pendidikan Islam dan Muhammad Al Fayyat, anak muda NU.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

 

Kiai Makruf Amin menjelaskan fikrah nahdliyyah merupakan cara berfikir NU dalam memahami nash, mencari prinsip dari nash, mencari dasar hukum dari nash. Saat ini telah berkembang berbagai macam pemikiran, mulai dari radikal, tekstual, liberal dan lainnya yang semuanya menjadi tantangan bagi NU.

“Kalau aswaja menurut NU, selektif, sebab kita tidak mengikuti semua faham aswaja ini dan kita bermazhab. Saya menyebutnya tawassutiyah atau moderat. Kalau kelompok tekstualis ini tanpa penafsiran, kalau kelompok liberal kelewatan dalam penafsiran,” katanya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ciri kedua NU adalah bermazhab karena tanpa mazhab tidak ada frame. “Ini bidah yang paling berbahaya dalam menghancurkan Islam,” tandasnya.  

Mazhabnya pun dibatasi empat, tidak boleh lebih dari empat meskipun ada mazhab lainnya, karena yang lainseperti Sofyan Atsauri, Ibnu Uyainah, Al Auzai tidak memiliki metodologi berfikir yang jelas, hanya pendapat yang parsial.

Aspek ketiga NU adalah, tatowwuriyah atau dinamis. Artinya, kita sekalipun bermazhab, tidak kaku. Seperti diputuskan dalam Munas NU di Lampung tahun 1992 yang menetapkan cara bermazhabnya tak hanya koulan atau tekstual tetapi juga manhajan atau mengikuti metode berfikirnya para imam mazhab tersebut.

"Kebanyakan syariah keluar dari ijtihad. Ada yang sudah diselesaikan oleh ulama dahulu, ada yang belum sehingga harus berani melakukan ijtihad terhadap masalah yang belum dibahas, tetapi bisa juga masalahnya lama tetapi mengalami perubahan seperti yang terjadi pada masalah-masalah muamalah," paparnya.

Dijelaskannya, tradisi kalangan bermazhab juga begitu. Ada pendapat baru yang tidak sama dengan pendapat yang dikemukakan oleh para pendiri mazhab, tetapi meskipun berbeda keputusannya, kalau dilihat dari cara berfikirnya, tak menyalahi metodologi sehingga tetap bisa dipakai sebagai rujukan.

“Mazhab empat sudah terlalu cukup, asal manhaji, bukan kouli atau mengikuti metode berfikirnya, bukan keputusan yang sudah ada. Semua bisa diselesaikan asal kita mau berfikir. Yang penting tidak statis dalam berfikir, tetapi tidak keluar dari frame. Ini cara berfikir,” jelasnya.

Aspek keempat adalah islahiyyah atau selalu melakukan selalu perbaikan. Melakukan pebaikan itu tak cukup hanya dengan wacana diawang-awang atau menulis buku saja, tetapi harus melalui tindakan kongkrit.

“Karena itu, disamping fikrah, ada harakah atau gerakan, yang kita sebut sebagai harakah islahiyyah, akidah yang tak betul dibetulkan, demikian pula perbaikan dalam bidang ibadah, akhlak, muamalah. ekonomi, sosial, budaya, bahkan politik,” tandasnya.

Untuk masalah ekonomi, ia meminta dilakukan pemberdayaan dahulu pada masyarakat, baru pensyariahan. Tak mungkin dilakukan pensyariahan dahulu jika tak ada pemberdayaan karena masyarakat tak berdaya.

Upaya perbaikan juga harus dilakukan secara terus menerus, tak cukup hanya berjalan sebulan saja karena tak akan memiliki dampak jangka penjang. Selain itu, diharapkan mampu membuat perbaikan yang memiliki dampak tinggi. Ia mencontohkan nabi yang dalam 23 tahun mampu merubah masyarakata dari kaum jahiliyah menjadi khaira ummah karena apa yang dilakukan memiliki dampak yang tinggi.

Ketua Dewan Fatwa MUI ini menjelaskan, ia juga membidangi ekonomi syariah di MUI, disitu dilakukan sinergi antara ulama dengan pelaku ekonomi syariah dan regulator. Semua melakukan sinergi sehingga dihasilkan keputusan yang baik karena memperhitungkan semua aspek. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Pendidikan, Tokoh, Ahlussunnah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock