Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Kisah Berangkat Haji Gratis, Berkah Ngaji Fiqih Haji

Subang, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ada banyak cara Allah mengundang hamba-Nya dalam menunaikan ibadah haji, di antaranya adalah sebagaimana kisah yang dialami oleh KH Endang Jamaludin sekitar tahun 2006 yang lalu. Sebelumnya, pengasuh Pesantren Uswatun Hasanah Empangsari, Purwadadi, Subang, Jawa Barat ini tak pernah terpikirkan bisa menunaikan rukun Islam yang kelima itu.

"Suatu hari Kang Endang ngisi pengajian di salah satu majelis talim asuhannya, dalam pengajian itu Kang Endang ngaji bab haji sangat detail sekali," ungkap salah seorang adik KH Endang Jamaludin, Totoh Bustanul Arifin di Pesantren Miftahul Fata, Panyingkiran, Purwadadi, Subang. Jumat (9/9)

Kisah Berangkat Haji Gratis, Berkah Ngaji Fiqih Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Berangkat Haji Gratis, Berkah Ngaji Fiqih Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Berangkat Haji Gratis, Berkah Ngaji Fiqih Haji

Usai pengajian, kata dia, salah seorang jamaah yang bernama Haji Ayat Hidayat sedikit penasaran. Tanpa pikir panjang kemudian ia menghampiri Kiai Endang dan keduanya berdialog seputar haji. Pertanyaan Haji Ayat yang dianggap cukup menohok oleh Kiai Endang adalah “Kiai Endang sudah berapa kali haji?”

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Karena belum pernah haji, Kang Endang jawab apa adanya, ‘belum pernah sekali pun’," kata Kang Toto yang saat ini menjadi Ketua Pagarnusa Subang itu.

Ditambahkannya, Haji Ayat sedikit kaget karena belum pernah menunaikan ibadah haji tapi Kiai Endang mampu menjelaskan kegiatan ibadah haji dengan begitu detailnya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Memangnya Kiai nggak mau berangkat haji?" Kata Kang Toto meniru pertanyaan Haji Ayat kepada Kiai Endang.

"Ya mau asal semuanya ditanggung Pak Haji Ayat," jawab Kiai Endang saat itu dengan nada bercanda.

Ternyata, tambah Kang Toto, Haji Ayat meresponnya dengan serius dan menjanjikan akan membiayai Kiai Endang untuk menunaikan ibadah haji berikut semua keperluan selama haji dengan catatan apabila tanah yang saat itu sedang dipromosikan laku di atas 300 juta.

Beberapa hari kemudian tanah milik Haji Ayat tersebut ternyata laku di atas 500 juta. Akhirnya Kiai Endang berangkat haji bersama delapan saudara Haji Ayat. (Aiz Luthfi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Ubudiyah, Amalan, Halaqoh Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

Pesantren Madinatul Ilmi Terima Hibah Buku dari Perpustakaan Nasional

Pringsewu, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Kecamatan Pagelaran, Pringsewu, Lampung menerima Bantuan Hibah berupa Buku Bacaan dari Perpustakaan Nasional RI. Penyerahan bantuan buku tersebut dilakukan oleh Perwakilan Perpusnas RI dan diterima langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren tersebut KH Muhammad Nur Aziz, Senin (24/7).

Menurut Kiai Aziz, ada sekitar 500 judul buku yang dihibahkan kepada Pesantren yang saat ini mengalami perkembangan yang cukup pesat ini. "Berbagai judul buku bacaan Bantuan Hibah ini meliputi buku pendidikan formal, keagamaan, kesehatan, wirausaha dan sejenisnya," jelasnya.

Pesantren Madinatul Ilmi Terima Hibah Buku dari Perpustakaan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Madinatul Ilmi Terima Hibah Buku dari Perpustakaan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Madinatul Ilmi Terima Hibah Buku dari Perpustakaan Nasional

Ia menyampaikan ungkapan terimakasih dan rasa syukurnya atas hibah tersebut. Ia juga berharap bantuan tersebut dapat memberikan mafaat maksimal di Pesantren asuhannya tersebut.

"Mudah-mudahan dengan adanya berbagai macam buku ini dapat meningkatkan minat baca dikalangan santri," harap Wakil Katib Syuriyah PCNU Pringsewu ini.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Ia menambahkan bahwa saat ini Pesantren Madinatul Ilmi terus mengembangkan berbagai fasilitas pendukung untuk terwujudnya sebuah perpustakaan Pesantren yang unggul. Kedepan Ia berharap akan memiliki Perpustakaan yang lengkap dan berbasis Komputer dan Internet.

Bantuan buku ini juga menjadi selaras dengan berbagai program peningkatan kualitas para santri selama ini. Saat ini lanutnya, selain mengembangkan Pondok Pesantren Salafiyyah dengan konsentrasi Kajian berbagai macam kitab kuning, Pesantren tersebut juga sudah memiliki Lembaga Pendidikan Formal.

Di pesantren tersebut saat ini sudah berdiri Sekolah Menengah Kejuruan Yayasan Pendidikan Madinatul Ilmu atau SMK YAPEMI. Sebagian para santri Pondok Pesantren tersebut menjadi pelajar di Sekolah tersebut.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Dengan keberadaan buku ini mudah-mudahan dapat menunjang peningkatan kualitas para siswa SMK YAPEMI yang masih satu lokasi dengan Pesantren ini," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Ubudiyah, Pendidikan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

PCNU Imbau Pemerintah Daerah Tak Fasilitasi Kelompok Radikal

Sukoharjo, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sukoharjo menhimbau kepada pemerintah daerah untuk tidak memfasilitasi kelompok radikal.

“Contohnya Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di tingkat Kabupaten dan kota, tidak sedikit pengurusnya berasal dari kelompok Islam radikal. Bukan hanya itu, pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) daerah, juga berasal dari kleompok radikal,” papar Ketua PCNU Sukoharjo, M. Nagib Sutarno, saat memimpin rapat pleno PC NU Sukoharjo, Minggu malam (16/9).

PCNU Imbau Pemerintah Daerah Tak Fasilitasi Kelompok Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Imbau Pemerintah Daerah Tak Fasilitasi Kelompok Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Imbau Pemerintah Daerah Tak Fasilitasi Kelompok Radikal

Terlibatnya kelompok Islam radikal di beberapa institusi keagamaan dan sosial itu, diduga ada beberapa penyebab. pertama Muspida (Bupati, Wakil Bupati, Kepolisian dan Kodim) belum memahami peta kondisi sosial keagamaan di masyarakat.  Contoh kasus, selama dua tahun belakangan ini  Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Sukoharjo mengisi pengajian penghantar buka puasa di radio siaran pemerintah daerah (RSPD). Setelah diprotes oleh NU, baru pihak pemerintah sadar bahwa, visi misi HTI bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. 

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Beberapa institusi lain seperti Masjid Agung, Masjid di IPHI, dan Masjid di lingkungan Kodim, dijadikan sebagai tempat dakwahnya kelompok Islam radikal, yang setiap harinya  menjelek-jelakan Republik Indonesia, Negara thogut, pemerintahan kafir, dengan berbagai semboyan, rakyat sejahtera bersama khilafah. “Tapi anehnya eksekutif diam,”tegas Sutarno.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Kedua, Muspida memahami kondisi sosial, tapi lemah dan kalah. ” Pemerintah daerah lemah dan kalah, bisa jadi karena beberapa factor diantaranya kepentingan politik.” Dikatakan Sutarno, pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan pemerintah daerah, sekarang ini sudah banyak yang bergabung dalam komunitas Islam radikal. Bukan hanya itu, kata Tarno, pihak tentara juga sudah disusupi kelompok Islam radikal. 

Contohnya, Perpustakaan Kodim yang seharusnya berisikan buku-buku tentang empat pilar kebangsaan seperti Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, tapi anehnya, papar Tarno buku-buku jihad, terorisme karya Imam samudra dkk, yang jelas-jelas bertentangan dengan NKRI mendapat tempat.

Keanehan Sutarno diamini oleh warga NU yang juga mantan anggota TNI, Mulyatno. Menurutnya, memang ada orang yang intervensi di tubuh tentara. ” Tentara kita sudah tidak sehat lagi, mudah diintervensi oleh pihak lain,” kata Mulyatno. 

Melihat persoalan tersebut pengurus MWC, Banom, Laznah dan lembaga NU Sukoharjo, mengharap kepada PC NU untuk melakukan silaturahmi dan dialog dengan Muspida. ”Kami berharap PC NU melakukan dialog dengan pihak eksekutif dan lembaga lainnya yang dianggap setrategis. Membicarakan tentang kondisi sosial kemasyarakatan Sukoharjo,” papar Kyai Ahmad Baidlowi.  

Acara rapat pleno juga, menunjuk H Shofwan Faisal Sifyan, selaku wakil ketua tanfizd, menggantikan sementara ketua PC NU Sukoharjo untuk waktu 50 hari, lantaran H Nagib Sutarno, menunaikan ibadah haji. Peserta rapat juga menunjuk Cecep Choirul Sholeh, sebagai ketua Tim Kartanu Kabupaten Sukoharjo. Tampak hadir diantaranya, KH Maksum Waladi, H Mustain Ahmad, dan perwakilan 12 MWC serta banom, laznah dan lembaga NU Sukoharjo.( Cecep Choirul Sholeh)

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Cecep Ainurrazaq

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Nusantara, Ubudiyah Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Jumat, 12 Januari 2018

Ansor Way Kanan Salurkan Sarana Kewirausahaan Bagi Kader

Way Kanan, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal?



Sebagai komitmen menumbuhkan kewirausahaan bagi kader, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Way Kanan, Provinsi Lampung kembali menyalurkan satu set alat bekam (hijamah) bagi Pimpinan Anak Cabang Negeri Agung.

Ansor Way Kanan Salurkan Sarana Kewirausahaan Bagi Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Way Kanan Salurkan Sarana Kewirausahaan Bagi Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Way Kanan Salurkan Sarana Kewirausahaan Bagi Kader

"Kami mengapresiasi pelaksanaan komitmen pimpinan cabang menyalurkan bantuan kemandirian bagi kader," ujar Ketua Ansor Negeri Agung Ahmad Nursalim di Blambangan Umpu, Rabu (15/3).

Peraturan Dasar (PD) Peraturan Rumah Tangga (PRT) Gerakan Pemuda Ansor berdasarkan Kongres GP Ansor XV di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Yogyakarta, 2015 menegaskan bagaimana cara organisasi pemuda Nahdlatul Ulama (NU) ini mendapatkan pendapatan dengan cara mandiri. Usaha halal dan sah, yaitu usaha-usaha yang tidak bertentangan dengan syara dan atau hukum negara diperbolehkan dilakukan Pemuda Ansor.

PC GP Ansor Way Kanan memiliki program Halal (Hijamah/Bekam Sambil Beramal). Upaya itu diwujudkan dengan melatih kader hingga menyalurkan peralatan bekam bagi PAC Rebangtangkas, Pakuan Ratu, Negara Batin dan Negeri Agung.

Tidak hanya itu, rangkaian proses untuk mengelola input yang berasal dari supplier sehingga menghasilkan output agar customer puas atau biasa dikenal dengan istilah SIPOC juga diberikan.?

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

"Alat tersebut nantinya akan kami serahkan bagi kader di Kampung Kalipapan. Pimpinan cabang meminta kami fokus di satu kampung," ujar Nursalim menjelaskan.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Penyerahan secara simbolis dilakukan Bendahara Ansor Way Kanan, Abdullah Candra Kurniawan kepada Sekretaris Ansor Negeri Agung, Jumadi. (Malikaisa/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Ubudiyah, Sunnah, Kiai Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

Semarak Santripreneur 2016 Menembus Pasar Global

Yogyakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal - Untuk yang kedua kalinya penghargaan Santripreneur Award digelar Rumah Enterprener Indonesia (REI). Di tahun yang kedua ini REI menggandeng Kemenkop dan UKM RI, serta memilih lokasi Daerah Istimewa Yogyakarta untuk melaksanakan berbagai rangkaian acara Santripreneur Award.

“Alhamdulillah, di tahun 2016 ini REI, tidak hanya menyelenggarakan Santripreneur Award saja untuk yang kedua kalinya, namun berbagai acara atau event santripreneur. Di antara rangkaian acara ada Santripreneur Expo, Training Santripreneur, serta Santripreneur Award 2016,”jawaban singkat dari Direktur Utama REI M. Choirul Anam melalui siaran pers yang diterima Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Ahad (11/9). Acara yang berlangsung di akhir bulan September 2016 ini akan dilaksanakan di Jogja Expo Center (JEC) dengan tema “Semarak Santripreneur Indonesia”.

Semarak Santripreneur 2016 Menembus Pasar Global (Sumber Gambar : Nu Online)
Semarak Santripreneur 2016 Menembus Pasar Global (Sumber Gambar : Nu Online)

Semarak Santripreneur 2016 Menembus Pasar Global

Menurutnya, santripreneur merupakan generasi baru yang lahir dari tingginya semangat berwirausaha di kalangan santri. Santri yang dimaksud disini merupakan santri yang mukim atau alumnipondok pesantren maupun warga negara Indonesia? yang mempunyai hubungan keislamandengan pondok pesantren atau kiai.

KH Ahmad Sugeng Utomo selaku Pembina REI mengatakan, sekarang ini santri harus bangkit dalam bidang ekonomi. Santri tidak melulu berkecimpung di ilmu agama saja untuk mengembangkan agama Allah. Penguasaan di ranah ekonomi juga perlu untuk ditaklukkan guna menjadi santri yang alim dalam agama, bermoral dalam perilaku, mapan dalam mentalitas, cakap dalam berbisnis, dan berdedikasi dalam karya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Santri yang notabene adalah sebagai pemerkokoh dan penerus bangsa, lanjut dia, diharapkan bisa mengikuti santripreneur untuk mendapatkan pengetahuan lebih tentang dunia kewirausahaan, terlebih untuk santri yang sudah memiliki usaha bisa mengikuti acara santripreneur award dengan mendaftar di website resminya yaitu www.santripreneur.co.id.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Santripreneur sebagai wadah berkumpulnya santri-santri yang berwirausaha diharapkan lebih siap menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dengan mengikuti Training Santripreneur yang merupakan salah satu rangkaian acaraSantripreneur Award.

Training yang bertemakan “Pelatihan Wirausaha Pemula” pihak REI mendatangkan narasumber dari Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia dan beberapa pengusaha dari Yogyakarta maupun Nasional.

“Harapan kami acara Santripreneur Expo dan Training untuk santripreneur bisa mendatangkan manfaat bagi peserta khususnya dan Bangsa Indonesia pada umumnya”, tambah KH Ahmad Sugeng Utomo.

Rangkaian acara “Semarak Santripreneur 2016”akan berlangsung selama 3 hari yaitu pada tanggal 27-29 September 2016. Untuk hari pertama akan ada Training Santripreneur, beberapa Talkshow (“Santri Belajar Sehat” dan “Polisi Bersama Santri”), dan kompetisi Stand Up Comedy“Santri untuk Negeri” untuk hiburan para pengunjung.

Hari kedua juga ada Talkshow yang salah satunya bertemakan “Satu Jam Bersama Menteri Ketanagakerjaan; Bincang UU Ketanagakerjaan” dan malamnya ada Santripreneur Fashion Show. Berlanjut di hari ke-tiga,akan ada Talkshow Inspiratif “Pengusaha Santri Mendunia: Menguak Dunia Bisnis Ekspor & Impor”dan malamnya yaitu acara puncak “Awarding” untuk santripreneur yang lolos seleksi.

Berdasarkan informasi dari panitia, untuk pendaftaran santripreneur expo dibuka mulai 1-20 September 2016 dengan persyaratan yang sudah tertera di web resminya santripreneur. Sedangkan peserta untuk acara Training Santripreneur bisa diikuti oleh santri, mahasiswa, pengusaha pemula, serta umum. Berbeda lagi untuk peserta Santripreneur Award, peserta harus memiliki usaha dan mendaftarkan usahanya di website resmi santripreneur dengan kategori usaha Industri, Perdagangan & Jasa, kategori Boga, dan kategori Kreatif.

Pendaftaran santripreneur award untuk tahun 2016 ini, akan berlangsung dari tanggal 1 sampai tanggal 16 September 2016. Peserta yang lolos seleksi berkas akan ditindaklanjuti berupa verifikasi lapangan, dan penjurian akhir oleh dewan juri. Setelah proses tersebut peserta yang lolos akan mengikuti penyerahan hadiah dan pemberian tropy pada malam puncak penghargaan. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal PonPes, Ubudiyah, Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Selasa, 02 Januari 2018

PCNU Padang Serahkan Paket pada Korban Banjir

Padang, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal - Umat Islam yang terkena musibah banjir diharapkan tetap menjaga kebersamaan. Jangan sampai merusak rasa persatuan dan ukhuwah yang sudah terbina sebelumnya. Bencana yang menimpa hendaknya dapat dijadikan evaluasi diri sehingga mampu meningkatkan keimanan kepada Allah Swt.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Padang Yulter Ardi mengatakan hal itu ketika menyerahkan 70 paket bantuan kepada korban banjir di Kelurahan Mato Aia Kecamatan Padang Selatan, Sabtu (25/6) di halaman musalla Hasanah.

PCNU Padang Serahkan Paket pada Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Padang Serahkan Paket pada Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Padang Serahkan Paket pada Korban Banjir

Menurut Yulter, bencana banjir yang terjadi pada Senin (22/6/2016) lalu hendaknya dapat lebih meningkatkan kita untuk mendekatkan diri kepada Allah.

"Bencana tidak selalu harus kita ratapi. Tapi bagaimana kita mengambil hikmah. Kita jadikan momen mengevaluasi diri. Mungkin selama ini banyak kemungkaran yang sudah dilakukan dan lalai dari perintah Allah Swt," kata Yulter Ardi, alumni Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan, Kabupaten Padangpariaman, Propinsi Sumatera Barat.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Menurut Yulter, paket yang diserahkan kepada 70 kepala keluarga, berisikan gula, minyak goreng, beras, selimut, mie? dan sirup. "Walaupun tidak banyak, kita berharap dapat meringankan beban masyarakat yang terkena banjir.? Karena keterbatasan, memang tidak semua warga yang terkena banjir yang dapat diberikan paket bantuan. Untuk itu, kepada warga yang tidak mendapatkan, kita harapkan bersabar. Mudah-mudahan ada rezeki dari yang lain," harap Yulter. (armaidi tanjung/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal Ubudiyah, Santri, Kajian Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Senin, 01 Januari 2018

Tiga Elemen Harus Bersatu dalam Melawan Narkoba

Jakarta, Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) HA. Helmy Faishal Zaini menilai bahwa Narkoba merupakan salah satu ancaman nyata di depan mata yang mengancam generasi muda bangsa.

Tiga Elemen Harus Bersatu dalam Melawan Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Elemen Harus Bersatu dalam Melawan Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Elemen Harus Bersatu dalam Melawan Narkoba

“Saya sangat miris membaca pemberitaan-pemberitaan yang di sana menyebutkan bahwa bandar Narkoba sudah melakuakan regenerasi untuk pecandu. Mereka menyasar anak-anak kecil seusia SD saat ini,” ujar Helmy, Senin (2/10) di Jakarta.

Menurutnya, hal ini tidak bisa dibiarkan. Kita harus menjadikan pemberatasan Narkoba sebagai agenda penting yang mendesak. Jika genarasi muda rusak, maka negara dalam ancaman serius.

Dalam pandangan Helmy, setidaknya tiga elemen harus bersatu memerangi Narkoba. Pertama, lembaga pendidikan. Sekolah, misalnya, harus lebih bekerja keras untuk menanamkan karakter bagi generasi muda. Jika karakter sudah terbangun dengan baik, maka Insyaallah generasi muda kita akan selamat.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Demikian juga untuk elemen kedua yakni keluarga. Keluarga memiliki peranan penting untuk memgarahkan anaknya agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang tidak sehat.

Ketiga, lanjut Helmy, pemerintah dalam hal ini melalui BNN. Pemerintah harus bekerja lebih keras untuk menyusun langkah cerdas, utamanya yang bersifat preventif. 

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

“Ketiga elemen itu jika bersatu, insyaAllah bangaa kita akan berhasil dalam perjuangan yang disebut sebagai "jihad melawan narkoba,” tandas Helmy. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal RMI NU, Ubudiyah, Kajian Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock